Nov
20th

Peluang Besar di Pasar Halal Dunia

Files under , Nasional | Leave a Comment

JAKARTA--Guna membangun kesadaran akan pentingnya kehalalan produk dan bisnis bagi pelaku ekonomi di dalam dan luar negeri, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika MUI akan menggelar World Halal Summit dan The 1st Indonesia Int'l Halal Business & Foof Expo 2010. Dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 23-25 Juli 2010. Mengangkat tema "New Paradigm of Int'l Halal Business".

"Nantinya diskusi dan seminar akan membahas semua yang berbau kehalalan dan syariah. Mulai dari produk pangan, industri, finance dan sebagainya. Kita juga ingin menyoliasisakan standardisasi halal di Indonesia kepada pelaku bisnis di dalam dan luar negeri," ujar Ketua MUI Pusat, Amidan kepada wartawan, Kamis (19/11), kemarin.

Penyelenggaraan World Halal Summit dan The 1st Indonesia Int'l Halal Business & Foof Expo 2010 juga diharapkan membuka akses bagi pelaku bisnis di Indonesia terjun ke dalam pasar halal dunia. Pasalnya, selama ini hanya segilintir pelaku bisnis dalam negeri yang ikut di dalamnya. Tidak heran jika Indonesia tertinggal dibandingkan negara lainnya dalam persaingan pasar halal.

"Pasar halal dunia justru dikuasai oleh pelaku bisnis dari negara non-muslim. Kita sangat ketinggalan. Oleh karena itu kerja sama antara swasta dan pemerintah bermain dalam pasar halal dunia perlu dilakukan ke depannya," tegas Amidan.

Pelaku bisnis dari berbagai negara di dunia dipastikan akan menghadiri World Halal Summit dan The 1st Indonesia Int'l Halal Business & Foof Expo 2010 di Jakarta Convention Center. Setidaknya ada 30 negara yang akan ikut serta. Mereka diantaranya negara ASEAN, kawasan Timur Tengah, Amerika Serikat dan Eropa. Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika MUI akan bekerja sama dengan Deplu dan pihak lain untuk mengundang pelaku bisnis dari luar negeri.

Ditambahkan Presiden World Halal Council, Lukmanul Hakim. Menurutnya, para pelaku bisnis di Indonesia sudah memahami standardisasi kehalalan produk dan bisnis, sayangnya hanya sebagian kecil saja yang ikut berpartisipasi. Menurut pengakuan Lukman, sejauh ini baru 10 ribu perusahaan yang bersertifikasi halal.

"Dibandingkan negara ASEAN lainnya, Indonesia bisa dikatakan tertinggal. Pelaku bisnis di sini sebetulnya menerima aturan standardisasi halal, tetapi masih sedikit yang ikut. Ironisnya, negara non-muslim justru yang lebih banyak menerapkan bisnis berbasis kehalalan," lugas Lukmanul.

Berbisnis menggunakan standardisasi halal sekarang ini telah menjadi tren di negara-negara maju. Mereka benar-benar membedakan mana produk yang tergolong halal dan haram. Pencantuman label halal mereka lakukan dalam bisnisnya. Misalnya, di Jepang yang beberapa restorannya menerapkan sistem kehalalan.

"Pasar perdagangan dunia itu sekarang prinsipnya free trade. Dimana segala produk halal dan non-halal bercampur. Untuk melindungi konsumen, sebisa mungkin free trade itu menjadi fair trade. Maksudya, konsumen terlindung dari produk non-halal. Kendati demikian bukan berarti kita menolak produk non-halal mentah-mentah," tukas Lukmanul.

Untuk terciptanya fair trade yang memprioritaskan produk halal, Lukmanul berharap semua pihak baik swasta dan pemerintah gencar melakukan sosialisasi standardisasi kehalalan bisnis dan produk. Namun, Lukmanul menampik jika standardisasi halal Indonesia justru akan menghambat pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

"Mengingat Indonesia terdapat jutaan produk halal, maka peluang atau potensi untuk menjadi pemain di pasar halal dunia cukup besar ke depannya. Sebisa mungkin pelaku bisnis kita arahkan ke sana," Lukmanul menandaskan. c08/taq

Nov
20th

PERSYARATAN LMD RANTAU PRAPAT

Files under , Info, Kursus | Leave a Comment
PERSYARATAN KURSUS
LATIHAN MANAJEMEN DASAR (LMD)
PELAJAR ISLAM INDONESIA (PII)
Rantau Prapat, Labuhan Batu. 05-06 Desember 2009


1. Tercatat sebagai kader PII yang aktif di kepengurusan PD/PK
2. Talah Lulus Basic Training (Batra)
3. Membawa surat mandat dari PD yang bersangkutan
4. Membayar Sumbangan Wajib Organisasi (SWO) Rp.20.000,-/ Daerah dan Sumbangan Wajib Peserta (SWP) Rp.10.000,-/ orang
5. Mengikuti interview dari Tim Pemandu
6. Bersedia untuk mengikuti segala ketentuan yang ditetapkan oleh tim Pemandu
7. Bersedia untuk mengikuti proses tindak lanjut pelatihan
8. Membuat sebuah PROPOSAL kegiatan
9. Membuat sebuah RESENSI BUKU yang berkaitan dengan MANAJEMEN ORGANISASI minimal 3 halaman (diluar cover). Diketik pada kertas A4; spasi 1,5; Times New Roman;margin 3,3,4,3; huruf 12
10. Membaca dan membawa buku-buku yang bertemakan MANAJEMEN minimal 5 buku
11. Berpakaian formal dan memakai sepatu selama kegiatan berlangsung
Cp: Zulfahmi Abdillah : 085658501316

Nov
20th

PW PII Evaluasi Pendidikan Gratis

Jumat, 20-11-09 | 20:18MAKASSAR, FAJAR.co.id -- PENGURUS Wilayah (PW) Pelajar Islam Indonesia (PII) Sulsel, mengkritik program pendidikan gratis milik Pemprov Sulsel. Program ini dianggap tidak memiliki sandaran konsepsi yang jelas bahkan sebatas formalitas belaka."Dalam mencapai tataran kebijakan, pendidikan gratis tidak memiliki syarat yang komprehensif dan kuat. Apalagi mencapai tataran
Nov
19th

Wukuf Hari Kamis 26 Nopember 2009

Files under , Internasional | Leave a Comment

Mahkamah Agung Arab Saudi memutuskan, berdasarkan pengamatan Ru`yat, 1 Zulhijah jatuh pada hari Rabu ini (18/11), sehingga pelaksanaan Wukuf atau ritual puncak ibadah haji di Padang Arafah akan berlangsung Kamis (9 Zulhijah atau 26 November).

Konsul Haji Indonesia di Jeddah, Dr. Shairozi Dimyathi menyatakan, haji kali ini tidak bisa diistilahkan sebagai Haji Akbar berdasarkan pemahaman sekelompok orang.

Berdasarkan pemahaman orang yang menyakininya, jemaah calon haji yang melakukan Wukuf pada hari Jumat akan memperoleh ganjaran pahala 70 kali lipat dibandingkan dengan pada hari-hari biasa.

Wukuf adalah acara merenungkan diri atau introspeksi yang merupakan rukun haji yang wajib dilaksanakan (jika tidak hajinya tidak sah) untuk memperingati saat Nabi Ibrahim digoda setan agar tidak mematuhi perintah Allah menyembelih puteranya, Ismail.

"Saya juga tidak jelas mengenai hadist Nabi yang menyebutkan mengenai pemahaman istilah Haji Besar itu, " kata Shairozi, seraya menambahkan, memang Nabi Muhahamad melakukan Wukuf pada hari Jumat, dan Rasul sepanjang hidupnya hanya sekali menunaikan ibadah haji.

Orang yang mempercayai pemahaman Haji Akbar itu, kata Shairozi, berpatokan pada apa yang pernah dikerjakan oleh Rasullullah.

Namun menurut dia, pemahaman mengenai istilah Haji Akbar, tidak sepenuhnya disepakati oleh umat Islam, karena banyak juga yang mempercayai bahwa setelah mengikuti ritual Wukuf di Padang Arafah, orang yang mengikutinya bisa disebut sebagai Haji Akbar,

Sedangkan pemahaman mengenai Haji Kecil, sambungnya adalah bagi jemaah yang hanya mengikuti Umrah (Thawaf atau mengitari Ka`bah tujuh kali, lari-lari kecil antara Bukit Safa dan Marwah, diakhiri dengan cukur rambut atau disebut Tahallul atau rampungnya tahapan prosesi Umrah).

Umrah dapat dilakukan setiap saat, baik saat musim haji maupun di luar musim haji, kecuali pada Hari Arafah atau Hari Raya Qurban (Idhul Adha yang jatuh pada 10 Zulhijah atau pada musim haji 1430H ini pada 27 November. ant/ahi
sumber:http://republika.co.id/berita/90241/Wukuf_di_Arab_Saudi_Kamis_26_November

Nov
19th

Quantum Learning PII Sinjai Direspon

Files under | Leave a Comment
Pendidikan, kini menjadi isu yang tak asing lagi untuk diperbincangkan.Tema ini seolah tak pernah lepas dari perbincangan umat manusia, termasuk Indonesia. Betapa tidak! Pendidikan adalah salah satu motor ideology yang menjadi kunci utama kemajuan sauté bangsa. Maka tak heran, jikalau pendidikan adalah salah satu pilar Kabupaten Sinjai, yang terus diperjuangkan.Berangkat dari sini, Pengurus
Nov
19th

Islam di Trinidad and Tobago Turut Menjaga Toleransi Beragama

Files under , Dunia Islam | Leave a Comment

Jumlah pemeluk Islam di Trinidad and Tobago hanya enam persen dari populasi negara sebanyak 1,2 juta orang.

Pemakaian jilbab semakin berkembang pesat di seluruh dunia. Tidak hanya di negara mayoritas Muslim, di negara-negara non-Muslim, seperti di Eropa atau Amerika, pemakaian jilbab pun populer. Tak terkecuali di Trinidad and Tobago, sebuah negara kecil di Kepulauan Karibia. Di negara tersebut, para Muslimah kian 'jatuh hati' dengan busana khas umat Islam ini.

Seiring dengan perkembangan zaman, semakin mudah menemukan pelajar, karyawati, atau ibu rumah tangga Muslim yang beraktivitas dengan menggunakan busana Muslimah. Mereka tak canggung lagi untuk mengenakan jilbab sekaligus berbaur dengan anggota masyarakat lain.

Seperti juga di banyak negara, mereka turut memerhatikan penampilan dan lantas memadupadankan jilbab dengan mode pakaian lain. Simak penuturan salah satu karyawati, ''Saya mengambil gaya pakaian terbaru dari majalah mode. Namun, saya membuatnya menjadi lebih Islami.''

Pada beberapa kesempatan, para gadis Muslim juga meniru mode busana Barat terkini. Namun, mereka mengenakan jilbab, kaos tangan panjang, atau membeli pakaian berukuran lebih besar (longgar) sesuai dengan tuntunan ajaran Islam untuk berpakaian secara sederhana, tetapi menyenangkan.

Dalam perjalanannya, jilbab tidak lagi dipandang sekadar simbol agama, melainkan sebagai identitas masyarakat, politik, dan kelas. Bahkan, lebih dari itu, para Muslimah melihatnya sebagai lambang yang menghubungkan mereka dengan warisan kebudayaan asal atau komunitas Islam secara global.

''Saat mengenakan jilbab, saya merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar daripada Trinidad,'' ungkap seorang mahasiswi dari sebuah universitas di Trinidad and Tobago.

Fatima Jafri dalam Common Ground News Service memiliki analisis lain. Menurutnya, dengan mengenakan pakaian berciri khas tertentu, Muslimah Trinidad and Tobago sanggup mempertahankan lambang masyarakat dan agama mereka. Jilbab pun dikatakan berhasil menciptakan sebuah identitas yang berbeda dari budaya dan masyarakat Afro-Trinidad.

Peran dai
Sejak kapan tren ini muncul? Hal itu sangat terkait dengan peningkatan jumlah dai dan daiyah Muslim serta cendekiawan dari Pakistan, Arab Saudi, dan Iran. Demikian juga bertambahnya jumlah umat Muslim Trinidad and Tobago yang berhaji ke Makkah sejak awal 1990-an. ''Faktor-faktor itu memberi peluang meningkatnya pemakaian jilbab di kalangan Muslimah setempat,'' sambung Fatima.

Kini, jilbab telah menjadi cara paling nyata yang menunjukkan kaum perempuan Muslim sebagai pembawa tradisi di ruang publik. Satu aspek fundamental yang juga berkontribusi bagi peningkatan pemakai jilbab. Bahkan, dalam banyak tradisi Islam lainnya, itu adalah situasi dan kondisi di negara yang sangat kondusif bagi kehidupan beragama. Trinidad adalah negara di mana tradisi keagamaan dan kebudayaan diakui dan dihormati.

Praktik seperti ini telah menciptakan sebuah masyarakat yang terbuka dan penuh penerimaan, termasuk umat Muslim. Mereka dapat secara bebas mempraktikkan kebiasaan dan ritual agama yang diyakini.

Karena itulah, umat Muslim di Trinidad tidak dapat digolongkan dengan cap yang sama. Seperti banyak umat Muslim yang tinggal dalam masyarakat Barat, Muslim di Trinidad menciptakan identitas Muslim yang dinamis.

Jumlah umat Islam memang hanya sekitar enam persen dari populasi penduduk sebanyak 1,2 juta jiwa. Akan tetapi, mereka sangat solid dan merupakan kekuatan yang cukup berpengaruh dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik. Dua agama terbesar adalah Kristen (36 persen) dan Hindu (23 persen).

Dalam banyak hal, ada kesamaan antara Indonesia dan Trinidad and Tobago. Keduanya dikenal sebagai negara yang multietnis dengan perbedaan tradisi, budaya, dan agama di lingkup masyarakatnya.

Meski demikian, jarang ada gesekan antarwarga yang dipicu perbedaan tadi. Sebaliknya, mereka mampu menciptakan kondisi damai, toleransi, tenggang rasa, dan pembauran agama atau kebudayaan. Ini menjadi bagian keseharian dari masyarakat Trinidad.

Keragaman tersebut tak lepas dari sejarah negara pulau yang awalnya diduduki kekuatan-kekuatan besar Eropa. Bangsa Spanyol, Inggris, dan Prancis membawa perbudakan dan kuli kontrak dari wilayah-wilayah jajahan sebagai bagian kebijakan kolonialisme di kawasan tersebut.

Islam diyakini telah ada di Trinidad sejak abad ke-18, yakni ketika bangsa kolonial mendatangkan budak-budak atau tentara bayaran dari Afrika. Di antara mereka terdapat pula pemeluk agama Islam.

Akan tetapi, seperti dikemukakan Dr Nasser Mustapha, sosiolog dari Universitas Trinidad, komunitas Afrika Muslim justru tidak ditemukan lagi ketika negara ini telah menghapus perbudakan. ''Kalau masih ada, jumlahnya sangat tidak signifikan,'' katanya.

Pada periode itu, agama Islam lebih berkembang dalam masyarakat Muslim India Timur yang datang belakangan, tepatnya di awal abad ke-19. Kehadiran mereka di Karibia terutama dipekerjakan sebagai kuli kontrak. Umat Muslim asal India ini tiba dalam jumlah yang cukup banyak.

Dr Nasser mengungkapkan, saat sensus penduduk tahun 1901, diketahui jumlahnya hampir sama dengan persentase umat Islam yang ada di Uttar Pradesh dan Bihar, tempat asal mereka.

Para kuli asal India ini mempertahankan norma-norma gender patriakal tradisional dari tanah leluhur. Termasuk pula, kaum perempuannya yang bertanggung jawab dalam memelihara budaya India di rumah, yang membawa pada pembangunan identitas gender Muslim Indo-Trinidad berdasarkan berbagai tradisi kerja, keluarga, dan agama.

Festival Hosay
Dewasa ini, masyarakat multietnis Trinidad mendorong sebuah ruang kebudayaan unik untuk memadukan berbagai tradisi yang berbeda. Misalnya, upacara Muslim Ashoura yang memperingati wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW--Husain (yang merupakan asal usul nama festival yang disebut Hosay) dan Hasan--diperingati tidak hanya oleh umat Muslim, tetapi juga oleh banyak umat non-Muslim.

Penduduk dari berbagai etnis, termasuk umat Hindu, Creole, bangsa Afrika, dan Trinidad, berperan serta dalam kemeriahan Hosay. Tradisi ini sempat melambat setelah penguasa kolonial menjadi waspada terhadap kumpulan orang. Mereka melihat perayaan Hosay sebagai potensi pemberontakan sehingga melarang kegiatan itu.

Akhirnya, Hosay menjadi lambang pengasingan masyarakat dari semua etnis dan agama sebagai bentuk perlawanan terhadap hegemoni kolonial. Umat Muslim dan non-Muslim berperan serta dalam ritual berpuasa dan berbagai kegiatan penyucian.

Dengan keberagaman pengaruh serta faktor eksternal dan internal, warga Muslim Trinidad ikut mewarnai budaya lokal, mempertahankan, dan memperbarui identitas mereka. Identitas dan budaya dalam masyarakat ini terus bergerak dan berubah.


Menangkal Bahaya Pemurtadan

Di mana pun terdapat kawasan komunitas Muslim di Trinidad and Tobago. Di tempat-tempat tersebut, hampir selalu dijumpai bangunan masjid. Ya, masjid menjadi bagian penting dalam kehidupan keagamaan umat Islam setempat yang tak hanya berfungsi sebagai tempat peribadatan, tapi juga sarana penguatan akidah.

Aspek penguatan akidah memang sangat ditekankan. Bukan tanpa sebab, karena hal tersebut sangat berkaitan dengan sejarah kelam masa lalu yang juga berpotensi terjadi kembali di masa kini.

Kejadiannya bermula di pertengahan abad ke-20. Adalah para misionaris asal Kanada datang ke negara pulau itu untuk menyebarkan agama mereka kepada penduduk setempat.

Setelah beberapa waktu, mereka berhasil mengajak sejumlah warga untuk berpindah agama. Di antaranya adalah pemeluk Islam keturunan India. Kebanyakan mereka yang beralih agama adalah yang tinggal di kawasan yang jumlah umat Muslimnya tidak banyak. Meski begitu, tak ayal kejadian tersebut membuka mata umat Islam untuk waspada terhadap potensi ancaman pemurtadan.

Dari keterangan Dr Nasser Mustapha, sebelum kedatangan misionaris itu, warga Muslim hidup dengan tenang dan damai. Namun, kondisi itu segera berubah. Selain umat Islam, yang juga terancam dengan sepak terjang misionaris tadi adalah para pemeluk Hindu.

Seolah memiliki ancaman bersama, antara umat Islam dan Hindu memutuskan bersatu untuk menangkal bahaya itu. Maka, tutur Dr Nasser, kedua umat agama ini mendirikan sekolah Islam dan Hindu pada tahun 1940-an.

Upaya lain adalah mendatangkan tenaga dai dari India. Ini terjadi antara tahun 1941-1942. Salah satu yang terkenal adalah Amir Ali. Dia dikenal dengan metode pengajaran agama yang lebih modern.

''Secara jelas, muncul kekhawatiran kalangan muda Muslim akan bahaya pemurtadan dan mereka menginginkan penguatan bidang pendidikan agama. Selain itu, yang penting dilakukan adalah pembentukan organisasi Muslim,'' kata Dr Nasser.

Amir Ali kemudian mendirikan Trinidad Muslim League. Langkah strategis lainnya adalah semakin berkembangnya penerbitan terjemahan kitab suci Alquran dalam bahasa Inggris serta literatur-literatur agama untuk mendukung pendidikan agama Islam.

Hadir pula anggota Jamaah Tabligh, kelompok dakwah dari India yang melakukan kegiatannya di komunitas-komunitas Muslim. Mereka dengan cepat mampu meningkatkan kepedulian umat terhadap ancaman pemurtadan.

Berturut-turut, pada 1975, untuk pertama kalinya dibuka toko buku dan perpustakaan khusus Islam, namanya The Islamic Trust. Sarana ini sangat membantu para pelajar dan guru agama untuk memperoleh sumber-sumber literatur yang memperkuat bidang pendidikan.

Era 80-an, pendakwah dari Arab Saudi dan negara-negara Timur Tengah lainnya mulai berdatangan ke Trinidad atau kawasan Karibia. ''Kemajuan signifikan juga dicapai dalam pembangunan masjid di sejumlah wilayah. Kini, jumlah masjid di Trinidad mencapai 700-800 unit,'' jelas Dr Nasser lagi. sya/taq

Data:
Nama Negara: Trinidad and Tobago
Ibu Kota: Port of Spain
Merdeka: 1962
Penduduk: 1,2 juta jiwa
Pemeluk Agama: Islam (enam persen), Kristen (36 persen), dan Hindu (23 persen)

Nov
18th

KAMI KEMBALI…

Files under , Pena Redaksi | Leave a Comment
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Salam ESENSI!!!
Apa kabar para pembaca setia ESENSI... Semoga limpahan rahmat dan hidayah selalu tercurah kepada kita selaku Hamba Allag yang Insya Allah istiqomah dalam perjuangan dakwah ini. Serta sholawat atas Nabi Muhammad SAW semoga kita tetap dapat menjalankan sunnah-sunnah beliau. Amin.

Sesuai dengan janji kami bahwa ESENSI akan hadir kembali di hadapan anda. Walaupun dengan format yang tidak jauh berbeda dengan ESENSI edisi pertamanya di periode PW PII Sumatera Utara 2007-2009. Dan Alhamdulillah, PW PII Sumatera Utara Periode 2009-2011 kembali mempercayakan pengelolaan Media kita ini kepada kami. Sungguh kepercayaan yang patut kami ucapkan terima kasih.

Pada edisi Kedua ESENSI, kami terfokus pada peningkatan kualitas ISI dari ESENSI karena prinsip kami "Apalah artinya bungkus yang rapi dan elok tanpa dibarengi ISI yang berkualitas". Oleh karenanya, demi peningkatan kualitas isi tersebut, kami mengajak kepada para pembaca sekalian yang ingin mengirimkan tulisannya dapat dikirim ke Email Redaksi ESENSI redaksi_esensi@yahoo.co.id.

Akhirnya, semoga Allah SWT memudahkan segala urusan kita. Amin.

Fahmi Azzam
Koordinator Redaksi Esensi

Nov
18th

PERSYARATAN INTRA PEMATANG SIANTAR

Files under , Info, Training | Leave a Comment
PERSYARATAN INTERMEDIATE TRAINING (INTRA)
PELAJAR ISLAM INDONESIA (PII)
Pematang Siantar, 22-28 Desember 2009

1. Tercatat sebagai kader PII yang aktif di kepengurusan PD/PK
2. Talah Lulus Basic Training (Batra) minimal 6 (enam) bulan dan telah lulus kursus pasca Batra
3. Membawa surat mandat dari PW atau PD
4. Membayar Sumbangan Wajib Organisasi (SWO) Rp.30.000,-/ Daerah dan Sumbangan Wajib Peserta (SWP) Rp.10.000,-/ orang
5. Bersedia untuk mengikuti interview kualifikasi kelayakan yang dilakukan oleh tim Instruktur dan bersedia untuk dipulangkan jika tidak memenuhi kualifikasi
6. Bersedia untuk mengikuti segala ketentuan yang ditetapkan oleh tim Instruktur
7. Bersedia untuk mengikuti proses tindak lanjut pelatihan
8. Setiap daerah wajib menyumbangkan satu buah buku yang bertemakan pendidikan, politik, kebudayaan, keislaman, sosial, psikologi, dsb kepada PW PII Sumatera Utara
9. Membuat karya tulis ilmiah (makalah) minimal 10 halaman (diluar cover, kata pengantar, daftar isi, pustaka). Diketik pada kertas A4; spasi 1,5; Times New Roman; huruf 12; margin atas, bawah, kiri, kanan 3-3-4-3 dengan pilihan tema:
 Analisis dan strategi pengembangan PII di masyarakat pelajar Sumatera Utara
 Menjadikan PII sebagai organisasi yang mandiri
 Revitalisasi PII sebagai langkah aplikatif catur bakti PII
 Syndrom media jejaring sosial internet (facebook, friendster, dll) dan implikasinya bagi pelajar
 Peran PII dalam menjawab problematika pelajar Islam
 Penguatan Aqidah kader PII demi terciptanya kader yang Muslim Cendikia dan Pemimpin
 Kenapa kamu cinta PII?
10. Membuat resensi buku minimal 3 halaman (diluar cover) diketik pada kertas A4; 1,5; Times New Roman; 12; 3-3-4-3. pilih salah satu judul:
 Khittah Perjuangan dan Falsafah Pergerakan PII, Muktamar 26 PII di Pontianak
 Gerakan Pelajar Islam Dibawah Bayang-Bayang Negara; Djayadi Hanan
 Warna-warni PII, FKA PII
 Dialog Peradaban Anis Matta-Ary Ginanjar; Suherman M,Si
 Yang Berguguran di Jalan Da’wah; Fatti Yakan
 Tasawuf Modern; Buya Hamka
 Bila Kiyai dipertuhankan, Hartono Ahmad Jaiz
 Problematika Dakwah dan Para Da’I, Fathi Yakan
 Pilar-pilar Dasar Gerakan PII
 Leader As A Water; Tjatur Darmayanto
 Pendidikan Politik; Paulo Freire
 Hegemoni Kebudayaan; Dedi Jamaludin
 Tauhid Sosial; Amin Rais
 Filsafat Ilmu; Jujun Suriasumanti
 Membentuk Fikrah dan Visi Gerakan Islam; Fathi Yakan
 Gerakan Modernisme Islam di Indonesia; Deliar Noer
 Rekayasa Sosial; Jalaluddin Rahmat
 Tugas Cendikiawan Muslim; Ali Syariati
 Paradigma Pendidikan Islam; Ismail Sm
 Psikologi Komunikasi; Jalaluddin Rahmat
 Dari Gerakan Ke Negara; Anis Matta
 Revolusi Jilbab
 Pengantar Study Al-qur’an; syaikh Mhd.
11. Membaca dan membawa buku-buku bertemakan pendidikan, politik, kebudayaan, tasawwuf, aqidah, sosiologi, psikologi, komunikasi, dakwah, manajemen, dsb.
12. Berpakaian formal (wajib memakai kemeja) dan memakai sepatu.
Cp: Usman Harahap : 081361188340
Nov
18th

PII… BANGKITLAH (Kembali)…

Files under , opini | Leave a Comment

(Sebuah goresan kecil Jelang Pelantikan PII Sumatera Utara Periode 2009-2011)

Syukur Alhamdulillah perjalanan waktu telah menghantarkan kita di masa ini, 62 tahun sejak kebangkitan awal Pelajar Islam Indonesia (PII). Cukup banyak yang telah diberikan PII kepada bangsa dan agama. Dalam catatan sejarah sudah tidak terhitung korban yang telah menimpa kader PII dalam perjuangannya terutama pada masa kemerdekaan. PII juga telah banyak melahirkan kader-kader pemimpin bangsa ini. Walaupun sudah menjadi pemimpin terkadang tidak mengakui bahwa dia adalah kader PII.

Tetapi itu hanya dalam catatan sejarah kawan. Hanya cerita romantisme masa lalu yang bisa membuat kita terlena sehingga lupa kalau di depan sudah banyak halangan dan rintangan yang akan kita hadapi dengan berbagai model permasalahan dan tentunya berbeda dengan masa yang lalu.

PW PII Sumatera Utara sebagai wadah regional Pelajar Islam Indonesia (PII) di Sumatera Utara telah memasuki babak baru perjuangannya. Periode 2009-2011 yang Insya Allah akan menggelar perhelatan Pelantikannya yang mungkin diselenggarakan secara sederhana (karena sederhana belum tentu mengurangi makna). Sangat kompleks permasalahan yang akan dihadapi periode kepengurusan yang akan dijalani dua tahun ke depan. Baik persoalan internal maupun persoalan eksternal.

Diantaranya adalah ghiroh ber-PII yang lemah, Sumber Daya Manusia yang terbatas, stagnannya kaderisasi, program tindak lanjut yang terkadang tidak sesuai dengan kondisi lapangan. Wah… kalau kita tuliskan semua problematika PII mungkin tidak cukup ditulis dua atau tiga halaman.Budaya profesionalitas yang lemah, apalagi kalau ditanya soal aqidah kader-kader PII.

Bukan bermaksud hanya membicarakan problem PII tapi inilah kondisi real PII saat ini. Tidak bisa pungkiri bahwa semuanya adalah yang kita hadapi saat ini. Soal solusi? Ayo kita duduk bareng dengan semangat perbaikan dan perubahan.

Sudah cukuplah kita ucap kata-kata “Kami Dulu”… tetapi ungkapkanlah kata “Kita Ke Depan”… karena ke depan adalah harapan perubahan. Bukan karena “mereka dulu” tapi karena “kita sekarang”.

Wallahu A’lam bishowaf…
Nov
18th

Yang Terlupakan

Files under , Artikel Kader | Leave a Comment
Yang terlupakan dari perhatian kita tentang Islam ternyata banyak banget. Energi kita lebih banyak digunakan untuk memperhatikan masalah lain, hingga akhirnya lupa ama Islam. Kalo bicara keimanan, kita selalu mudah nyetel dengan daftar yang disusun dalam rukun iman yang enam itu. Mulut kita hapal banget menyebutkan susunan rukun iman, tanpa teks lagi. Sayangnya, kita seringkali merasa puas bahkan pede abis dan merasa udah jadi muslim beneran. Nggak salah – salah amat sih, cuma kita belum optimal aja belajar Islam dan terikat dengan ajarannya. Iya, pernah nggak kamu berpikir kalo kamu ngaku beriman dan juga apal dengan daftar rukun iman itu, terus kamu ngelakuin perbuatan sesuai dengan perintah Allah dan Rasul – Nya? Soalnya, keimanan itu nggak cukup terucap di bibir, tapi kudu ada amalnya. Betul apa betul?

Nah, itu salah satu yang terlupakan dari kita semua tentang keimanan. Ngakunya beriman, tapi kelakuannya malah identik banget dengan pembangkangan. Ada seorang penyanyi dangdut yang saya lihat di acara infotaintment di salah satu televisi swasta berkomentar tentang keimanan. Iya, dengan pede (atau emang nggak ngerti?) menyebutkan percaya banget dengan saudaranya, yang juga penyanyi dangdut dengan menyebutkan, “Saya yakin deh dengan kakak saya itu. Dia adalah tipe kakak yang penyayang, baik hati dan saya akui deh keimanannya yang bagus itu.” Wakcs?
Nggak salah? Tapi begitulah anggapan sebagian besar masyarakat kita. Kalo sholat udah getol dilakuin, kalo puasa Ramadhan nggak pernah absen dan juga perbuatan lain yang bagus – bagus menurut ukurannya, lalu disebut udah beriman. Meski apa yang dilakukannya justru bertentangan dengan sifat orang yang beriman. Banyak maksiatnya!
Yang lebih lucu dan menggelikan ada juga. Salah satunya adegan dalam salah satu serial SICS (Sinema Indonesia Crime Story) yang ditayangkan SCTV. Kalo nggak salah tuh cerita judulnya “Pahitnya Jari Manis”. Waktu itu Iwan, yang diperankan Tengku Firmansyah yang terjerumus ke dunia hitam, ibunya sakit. Masuk rumah sakit dan hendak dioperasi karena gawatnya penyakit yang diderita ibunya itu. Tapi, doi nggak punya duit. Pas cerita ke bosnya, yang diperankan Andre Stinky, sang bos dunia hitam ini punya ide untuk melakukan perampokan. Hasilnya, bakalan dipake untuk membiayai operasi ibunya Iwan. Apalagi hal itu diamini sama Toni, teman satu gengnya. Akhirnya, mereka tega merampok bahkan membunuh orang lain, untuk menyelamatkan ibu dari temannya itu. Gubrak!
Kederangannya ganjl banget, tapi begitulah kehidupan saat ini. Padahal dalam Islam, berbuat kebaikan tentu kudu dengan cara yang juga diajarkan oleh Allah dan Rasul – Nya. Boleh jadi sangat aneh bin ajaib kalo kita ikhlas mau nolong orang, tapi dengan cara sama sekali dilarang dalam ajaran Islam yang udah ditetapkan Allah dan Rasul – Nya.
Dalam kehidupan sehari – hari lainnya juga sering kita jumpai kok. Ada teman remaja yang kejeblos dengan pergaulan bebas, padahal doi ngakunya muslim. Sebagian yang lain asyik berteman dengan minuman keras dan narkoba, padahal nggak sedikit dari mereka berasal dari keluarga muslim yang baik – baik.
Sobat Pelajar, inilah akibat kita memahami Islam setengah – setengah. Kita lupa tentang bab keimanan yang semestinya menjadi bagian penting dalam hidup kita. Emang sih, kita juga nggak menafikan kalo sebagian dari kita menjadi muslim karena ortu dan kerabat kita juga muslim. Proses keimanan kita nyaris sebatas turunan aja. Jadinya nggak terlalu mantep. Padahal, kalo kita memahami Islam dan menjadi muslim melalui proses berpikir yang mendalam, insya Allah akan lebih kuat memegang ajaran Islam. Inilah salah satu yang terlupakan dari kita dalam memahami keimanan.
Oya, kamu tahu kan Salman Al – Farisi, sahabat Rasul yang pernah terlunta – lunta untuk menemukan kebenaran yang hakiki dari apa yang ia imani? Sebelumnya, Salman adalah salah satu jamaah kaum penyembah api, yakni Majusi. Kemudian nggak puas, ia mencari agama lain. Masuk nasrani. Tapi agama itu nggak bikin dia tentram, bahkan semakin haus akan kebenaran. Singkat kata, ia menempuh perjalanan jauh dari Persia (sekarang Iran) menuju ke Madinah. Beruntung bertemu dengan Rasulullah saw. Hingga akhirnya ia memeluk Islam dan ia konsisten dalam berpegang teguh dengan ajarannya. Sahabat Rasul pencetus ide membuat parit dalam Perang Khandaq ini beriman dengan melalui proses berpikir yang mendalam, sekaligus memahami Islam secara lengkap, nggak setengah – setengah kayak kebanyakan kaum muslim saat ini. Hasilnya? Ruarrr biasa....!

Sebatas Pengetahuan aja
Sobat Pelajar, yang terlupakan dari islam lainnya adalah tentang syariat. Wah, kayaknya di bab ini banyak yang butek tuh. Jangankan remajanya, yang udah punya anak remaja aja kayaknya banyak yang nggak ngeh. Suer. Sebab, ngeliat dari gelagatnya dalam beriman dan berislam aja udah bisa menunjukkan kalo kenal Islam cuma sebatas pngetahuan aja. Nggak sampe paham.
Padahal allah Swt. udah ngasih tahu kalo kita tuh wajib memahami Islam secara utuh, bukan setengah – setengah aja. Boleh dibilang, bukan sekedar pengetahuan, tapi kudu diamalkan dalam kehidupan. Firman Allah Swt: “Hai orang – orang yang beriman, masuklah masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya dan janganlah kamu turut langkah – langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS Al – Baqarah [2] : 208).
Bener lho, sebab kalo kita memeluk Islam secara totalitas, maka nggak ada lagi yang Cuma mempelajari Islam sebagai pengetahuan aja. Tapi bakal dipahami, lalu diamalkan. Yup, sebab “tahu” belum tentu “paham”. Kalo udah pasti tahu dong. Kayak kamu ngerjain soal Kimia tentang reaksi redoks (reduksi oksidasi). Nah, kalo kamu paham tentang rule of the game hitung – hitungan pelajaran itu, dikasi modifikasi soal gimanapun insya Allah bisa jawab, termasuk kalo yang ngasih soal salah kamu bisa membenarkan. Beda banget dengan yang cuma tahu doang. Insya Allah nggak bakalan bisa ketika soalnya diutak – atik sedikit sama guru kita. Ujungnya, bingung aja yang menggunung. Waduh !
Ini juga berlaku dalam pengamalan ajaran agama. Bagi kaum muslimin yang udah paham dengan ajaran Islam, maka dia akan merasa tertantang untuk mengetahui segala macam yang berkaitan dengan ajaran agamanya. Udah gitu, dia pahami sebagai pandangan hidup (baca : ideologi), maka insya Allah dijamin oke banget deh. Sebab, kamu belajar agama Islam bukan sekedar untuk pengetahuan, tapi untuk diamalkan. Bahkan akhirnya berusaha untuk mendakwahkan ajaran Islam ini. Kalo udah berani mendakwahkan, berarti nggak ada alasan untuk nyantai dalam hidup ini, juga nggak ada ruang untuk coba – coba berbuat maksiat. Kenapa? Karena takut dengan murka Allah.
Sedihnya, kaum muslimin sekarang justru menjadikan Islam sebatas pengetahuan, bahkan banyak diantaranya sebagai status aja. Banyak juga lho teman kita yang begitu. Setulus hati ia mengatakan kalo dirinya adalah muslim, tapi sepenuh hati pula ia lupakan sebagian besar kewajiban yang kudu dilakukannya sebagai seorang muslim.
Coba deh tengok kehidupan remaja sekarang. Aduh, sedih banget ngeliat teman remaja putri yang wara – wiri nggak pake jilbab. Boro – boro jilbab, kerudung aje nggak dipake. Sekalinya ada yang pake eh, karena ikut tren doang. Banyak teman remaja yang mengejar terus tren kerudung gaul, diulik sampe akhirnya diterapkan dalam kehidupannya. Apalagi kalo itu dipake juga oleh para selebriti. Udah deh, pasti cepat nyebarnya. Tapi teman remaja putri melupakan aturan main dalam Islam soal busana muslimah.
Sobat Pelajar, terlalu banyak yang terlupakan dari ajaran Islam. Sebagian besar dari kita justru masih terjebak antara jahiliyah dan Islam. Ngelihat kehidupan saat ini, rasanya kok makin bebas banget ya? Apalagi kalo nonton tayangan televisi yang kian hari kian menunjukkan kedahsyatannya dalam merusak kepribadian islam kita, para pemirsanya.
Lebih tragis lagi para pelakunya adalah mereka yang juga mengaku muslim. Sekadar menyebut contoh, tiga orang akhwat, eh, cewek yang berprofesi sebagai penyanyi dangdut menamakan dirinya Bidadut, alias Bidadari Dangdut berusaha menggoyang pemirsa dalam acara Dag Dig Dut. Waduh, kalo ngeliat tayangan itu, udah nggak ada bedanya dengan pentas tarian striptease. Sori ya, soal detilnya saya nggak berani nyebut. Tapi yang pasti vulgar abis deh. Ckckckck.... apa mereka nggak merasa dieksploitasi ya? Mungkin nggak, karena mereka dapat duit dari aksinya. Aduh maaf aja ya, saya nggak tega sih kalo nyebutin mereka mirip pagelaran topeng monyet mah (lho, ini nyebut? Bukan, ini nulis kok hehehehe....)
Terlalu banyak bergaul dengan ideologi selain Islam (dalam hal ini kapitalisme), jelas akan melunturkan, bahkan memupus kepribadian Islam kita. Maklumlah, dengan ‘pengembangan dakwah’ mereka yang lebih agresif dalam menyebarkan paham – paham kehidupan khas ideologi tersebut, kita keteteran. Bahkan banyak yang kemudian tergoda menjadi pengamalnya, bahkan pengembannya. Waduh! Padahal Allah Swt. Udah mewanti – wanti dalam firman – Nya : “Hai orang – orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang – orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti – hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah kami terangkan kepadamu ayat – ayat (kami), jika kamu memahaminya.” (QS Ali – Imran [3] : 118).
Oya, melupakan Islam sebagai ideologi juga bakalan bisa membuat kita nggak tahan goncangan euy. Sangat boleh jadi malah membuat kita keteteran dan kemudian dijajah. Malah sebagian dari kita nggak ngeh kalo udah dijajah. Ironi banget kan? Ibnu Khaldun mengatakan : “Yang kalah cenderung mengekor yang menang dari segi pakaian, kendaraan, bentuk senjata yang diapkai, malah meniru dalam setiap cara hidup mereka, termasuk dalam masalah ini adalah mengikuti adat istiadat mereka, bidang seni; seperti seni lukis dan seni pahat (patung berhala), baik di dinding – dinding, pabrik – pabrik atau rumah – rumah.”
Sobat Pelajar, inilah akibat kita melupakan Islam sebagai ideologi. Terus terang aja, banyak diantara kaum muslimin yang nggak ngeh kalo Islam tuh ideologi. Kabanyakan saudara kita cuma mengenal Islam sebagai agama biasa yang subur dengan ibadah ritual belaka. Balum tahu dia.... kalo Islam itu adalah sebuah pandangan hidup alias ideologi. Itu sebabnya, Islam sekarang identik dengan wirid melulu.
Akibatnya, kita nggak kenal ajaran Islam secara utuh. Udah gitu, yang diketahui dan dilakuin yang ‘kecil – kecil’ aja, sementara yang lebih wajib dilupakan. Nggak salah – salah amat sih di antara kita. Karena emang ini skenario global untuk menjauhkan Islam dari umatnya. Salahnya kita cuma satu, nggak mau belajar Islam secara utuh. Jadinya mudah diobaok – obok. Tragis banget kan?
Iya, contoh paling heboh dan hangat adalah kasus terorisme. Ternyata, intelijen dalam negeri dan asing memanfaatkan kebodohan umat Islam. Beberapa orang Islam yang mudah diprovokasi, disuruh nyondut bom. Udah gitu, ditangkap deh. Akhirnya, Islam juga yang dicitrakan buruk. Gaswat!
Oke deh, mulai sekarang kita pahami Islam sebagai pandangan hidup. Terapkan sebagai ideologi negara di bawah naungan Daulah Islam. Karena selama ini, kita ternyata udah melupakannya. Bangkit Woy! =Fahmi Azzam=
Nov
18th

Be A Creative Moslem

Files under , Motivasi | Leave a Comment
Bukanlah merupakan sesuatu yang baru bagi seseorang jika dia dapat menemukan sesuatu atau memperoleh sesuatu yang baru dalam bidang tertentu, karena dapat dipastikan seseorang telah melihat banyak penemuan dalam berbagai aspek kehidupan yang berbeda. Dimulai dari penggunaan batu dalam pembuatan senjata kini berubah dengan menggunakan tenaga nuklir. Dari penemuan kereta dan penggunaan binatang tunggangan sebagai alat transportasi hingga penggunaan pesawat jet. Kemudian dari rumah dalam gua sampai gedung-gedung pencakar langit seperti menara kembar di Kuala Lumpur yang tingginya 452 meter, Burjul Arab yang dibangun di UEA, mempunyai tinggi 700-800 meter. Tak ketinggalan Kuwait, negeri kecil di ujung teluk yang akan membangun gedung setinggi 1001 meter.

Setiap pekerjaan baru yang dapat dilakukan oleh setiap orang baik besar atau kecil itu disebut dengan kreatifitas. Memang kreatifitas tidak memiliki batasan, wilayah, dan ujung. Kreatifitas merupakan salah dasar kehidupan. Seandainya tidak ada kreatifitas, kita tidak dapat mandiri, maju atau sampai pada dunia luar yang mengelilingi kita.Dengan kreatifitas manusia dapat menghindarkan dirinya dari kejenuhan, sehingga segala sesuatu bisa jadi lebih berkembang, bervariasi serta kaya pengalaman..
Bicara kreatifitas, kita bisa juga belajar pada sejarah. Pada kisah sahabat Rasulullah SAW yang kreatif.

Adalah Ja'far bin Abi Thalib salah satunya. Allah mengaruniakan padanya berupa hati yang tenang, akal pikiran yang cerdas, jiwa yang mampu membaca situasi dan kondisi serta lidah yang fasih. Kisahnya sangat monumental. Bagaimana tidak? Dia yang masih muda sangat kreatif mengolah kata saat melakukan diplomasi dengan Raja Najasy di Habasyah (sekarang Etiopia). Kemampuannya mengkreasi kata mampu melunakkan Raja Najasy sehingga ia masuk Islam. Dia sama sekali tidak terpengaruh tidak terpengaruh atau terpancing oleh provokasi yang dilakukan oleh Amr bin Ash ( sebelum masuk Islam), utusan kafir Quraisy. Utusan itu telah menyiapkan banyak sekali hadiah demi suksesnya diplomasi mereka.

Kemudian Salman Al Farisi dengan idenya yang sangat luar biasa saat menghadapi perang Khandaq melawan pasukan Quraisy dan sekutunya. Dia mengajukan suatu usul kepada Rasulullah yaitu suatu rencana yang belum pernah dikenal oleh orang-orang Arab dalam peperangan mereka selama ini. Rencana itu berupa penggalian khandaq atau parit perlindungan sepanjang daerah terbuka keliling kota. Demi menghadapi hal yang tidak diduga sebelumnya, pasukan Quraisy dan sekutunya merasa terpukul, ditambah ahzab dari Allah dengan mengirimkan angin topan yang memporak-porandakan kemah dan tentara mereka. Akhirnya mereka pulang dengan membawa kekalahan yang pahit.
Kisah di atas adalah sebagian dari banyak kisah sahabat yang kreatif dalam perjuangan mereka menegakkan dienul Islam. Kita bisa memetik hikmah dari kekreatifan mereka agar dapat mengembangkannya di masa kini.

Sekarang, bagaimanakah cara mengembangkan kreatifitas? Untuk mengembangkan kreatifitas, maka kita harus tahu terlebih dulu tentang ciri-ciri orang kreatif. Orang kreatif menurut Amal Abdussalam Al Khalili adalah:
1. Mampu mencipta dan memberi solusi sesuai dengan pikiran yang terbuka
2. Memiliki kemandirian yang tinggi dan percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki.
3. Selalu berusaha dan konsisten dengan pemikiran baru.
4. Keuatan indra kelima dan kecepatan merespon sesuatu disertai dengan kerja yang sungguh-sungguh.
5. Mampu menjaga rahasia inovasi.

Sedangkan menurut David Campbell P.hd, kreatif yaitu:
a. Convergent thinking ( memiliki kemampuan berpikir dari segala arah
b. Divergent thinking (memiliki kemampuan berpikir ke segala arah)
c. Conceptual flexibility (tidak bersikap kaku)
d. Memiliki kemampuan berpikir orisinil dan keluar dari pakem yang ada
e. Menyukai complexity (komplesitas) daripada simplicity (yang sederhana)
f. Suka berada di lingkungan orang-orang yang punya keahlian
g. Multiple skill (memiliki banyak minat dan kecakapan dalam berbagai bidang)
h. Capacity for hard work (memiliki kemauan kerja keras)
i. Independent judment (memiliki kemandirian yang tinggi dalam mengambil keputusan)
j. Memiliki selera humor yang tinggi serta kaya fantasi.

Kalau melihat ciri-ciri yang sudah disebutkan di atas, nampak bahwa setiap orang sebenarnya mempunyai kreatifitas. Tetapi setinggi apa kapasitas dan kadarnya, semua tergantung kepada diri masing-masing.

Dan sebagai generasi pewaris negeri Islam, sudah seharusnya kita segera meng upgrade segala kemampuan, agar dapat membumikan Islam di muka bumi ini dengan segala apa yang kita miliki. Karena itu wahai saudaraku berkreasilah untuk agamamu!
Nov
18th

6 Tips Tampil Percaya Diri

Files under , Motivasi | Leave a Comment
Kawan-kawan yang kurang pede, ini dibawah ada tips-tips khusus, semoga bermanfaat ...

BERDIRI TEGAK, Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah merubah penampilan, berdirilah yang tegak, busungkan dada dan coba tampillah sempurna. Pokoknya jangan sampai kelihatan lecek deh, soalnya penampilan seseorang akan menentukan penilaian orang lain, buatlah kesan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah anda.

BERSIKAP ASERTIF, Mulai sekarang cobalah merubah sikap, jadilah orang yang tahu kapan harus berkata tidak dan kapan berkata ya. Coba sekali-kali untuk tidak terlalu membayangkan orang lain akan berkomentar apa tentang diri kamu. Dan jangan takut bikin perubahan.

OBYEKTIF MENILAI DIRI SENDIRI. No body's perfect, nggak ada orang lain di dunia ini yang sempurna, dan nggak ada juga orang di dunia ini yang benar-benar nggak berguna. Karenanya jujurlah menilai diri sendiri, jangan selalu menganggap dirimu tidak mampu dan orang lain selalu lebih unggul. Semuanya sama meski punya keahlian yang berbeda, jadi buat apa minder....??? Nggak ada untungnya.

BUANG RASA TAKUT. Biasanya orang yang gak pede selalu kesulitan untuk mengungkapkan siapa dirinya pada orang lain. Cara mudah untuk berani menghadapi oarang lain adalah menatap mata lawan bicara kita, tapi jangan memandanginya. Menatap lain dengan memandang, kalau memandang biasanya kamu memperhatikan lawan bicaramu, bagaimana cara bicaranya, bagaimana mimik wajahnya. Boleh saja seperti itu asal jangan kelewatan, apalagi kalo sampi ngiler nggak karuan.

SEDIKIT BASA BASI. Cobalah untuk bersikap basa basi, tapi jangan sampai basi beneran karena akan membosankan. Tidak semuanya basa-basi itu jelek kok, untuk meningkatkan rasa percaya diri kemu boleh juga mencobanya.

BICARALAH YANG LUGAS. salah satu ciri orang yang kurang pede adalah tidak bicara secara lugas, selalu muter-muter. Dan biasanya terlalu banyak berkata, eeeeeeeeeeeeeeeeeeeee, anu dan yang sejenisnya, misalnya. " saya akan eeeee, anu, saya kan anu......".

SELAMAT MENCOBA. JUST TOBE YOUR SELF!
Nov
18th

Membangun Motivasi Diri, Menuju Sukses Hakiki

Files under , Motivasi | Leave a Comment
Apa sih motivasi itu? Motivasi itu adalah apa yang menggerakan kamu berbuat sesuatu. Sesuatu itu bisa baik , juga buruk. Semua tergantung yang menggerakkan alias kamu sendiri. Kalau menurut Alay Mc Ginnis dalam motivasi itu termuat unsur psikologis, yaitu kompleksitas dari inspirasi dan semangat. Sedang Jalaludin rahmat mengatakan bahwa daya tarik motif itu ibarat mata panah dan emosi adalah busurnya, maka mata panah itu bergerak tegantung emosi yang terjadi dalam manusia itu sendiri.

Terkait dengan hal ini, motivasi dipengaruhi oleh dua faktor. Faktor yang pertama faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam (emosi)misalnya hasrat diri, rasa suka, rasa benci, energi dan lain-lain. Sedangkan yang kedua faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar individu. Biasanya faktor ini dipengaruhi oleh lingkungan. Seperti lingkungan keluarga, teman dan sebagainya.

Sebagai umat terbaik yang diciptakan Allah SWT dimuka bumi ini, tentu kita ingin meraih surga yang dijanjikan Allah kepada kita. Hanya adakah motivasi untuk meraih semua itu? Sedang kita berada di alam dunia fana ini, yang penuh dengan tipu daya. sehingga kadang kita begitu sering terpedaya karenanya.

Karena itu kita mesti punya visi, misi, startegi dan aksi/cara hidup untuk bisa menuju sukses hakiki. Apakah itu?

Visi, misi, strategi serta cara hidup kita sebenarnya telah ada semuanya dalam Umul Kitab yaitu Surah Al fatihah. Visi kita adalah Allah, Misi kita adalah Beribadah, strategi kita meraih surga adalah menempuh jalan yang lurus serta aksi/cara hidup kita adalah mencontoh orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah dan bukan meniru orang-orang yang dimurkai Allah. Inilah landasan kita meraih surga.

Wahai teman sudahkah termotivasi buat membangun diri, menuju sukses hakiki?
Nov
18th

Semua Ormas Islam Sepakat Idul Adha 27 November

Files under , Nasional | Leave a Comment

Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1430 H akan jatuh pada Jumat, 27 November 2009. Semua ormas Islam sudah menyepakati penentuan Idul Adha ini. Hilal juga sudah terlihat dengan jelas pada Selasa (17/11/2009) kemarin.

"Alhamdulillah kemarin sore hilal berhasil disaksikan di Bukit Condrodipa, Gresik, Jawa Timur," kata Dirjen Bimas Islam Departemen Agama (Depag) Nasaruddin Umar dalam pesan pendeknya kepada detikcom, Rabu (18/11/2009).

Dengan terlihatnya hilal ini, Nasaruddin memastikan bahwa ormas Islam bersepakat menentukan Idul Adha jatuh pada 27 November. "Dengan demikian seluruh Ormas Islam sepakat lebaran Idul Adha jatuh pada hari Jumat, 27 November 2009," ujar Nasaruddin.

Hilal berhasil dilihat oleh tim PCNU Gresik dari Bukti Condrodipo selama satu menit pada pukul 17.35 WIB. "Tim kami yang melihat adalah HM Inwanuddin dan M Syamsul Fuad, lalu mereka juga sudah diambil sumpah oleh staf Pengadilan Agama (PA) Gresik," kata Wakil Ketua PWNU Jatim HM Sholeh Hayat.

Jauh hari sebelumnya, PP Muhammadiyah juga sudah menetapkan waktu Idu Adha lewat hisab. Melalui Maklumat PP Muhammadiyah bernomor 06/MLM/I.0/E/2009 pada Juli 2009 lalu, Muhammadiyah telah menetapkan bahwa Idul Adha (Idul Qurban) jatuh pada Jumat Wage, 27 November 2009.


Nov
18th

PIDATO ANAK 12 TH YANG MEMBUNGKAM PARA PEMIMPIN DUNIA DI PBB

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki, seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s Organization ( ECO ). ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak” lain...

[[ This is a content summary only. Visit my website for full links, other content, and more! ]]
Nov
17th

“KEBANGKITAN ANAK NAGARI” KOMITE PEDULI PELAJAR-PELAJAR ISLAM INDONESIA (KPP-PII) SUMATERA BARAT

Files under | Leave a Comment
Komite Peduli Pelajar-Pelajar Islam Indonesia (KPP-PII), Minggu 15 November 2009 mengadakan kegiatan pelatihan motivasi untuk pelajar di daerah gempa, tepatnya di SMPN1 Kec.Nan Sabaris Kab. Padang Pariaman.
Kegiatan yang dibalut dengan nama “kebangkitan Anak Nagari “ ini merupakan pelatihan motivasi untuk pelajar di daerah gempa, dengan adanya kegiatan ini diharapkan pelajar tidak hanya bisa beraktivitas secara normal tetapi lebih baik dari waktu sebelum gempa terjadi.
“Kebangkitan Anak Nagari” (KAN) 1, diikuti oleh pelajar dari 3 sekolah di lingkungan kec.Nan Sabaris yaitu : SMPN 1, MTsN dan SMAN 1 Kec.Nan Sabaris. Adapun yang menjadi utusan dari masing-masing sekolah adalah para pengurus OSIS masing-masing sekolah. Selanjutnya Alumni KAN 1 ini akan tergabung dalam komunitas “Pelajar Pemimpin dan Berprestasi “ yang merupakan komunitas yang dibuat oleh Pelajar Islam Indonesia (PII) untuk memfasilitasi pelajar dalam mengembangkan kapasitas diri.
Pada tahap berikutnya Kebangkitan Anak Nagari ini akan dilaksanakan di kecamatan.yang berbeda di lingkungan Kabupaten dan kota Pariaman. KAN ini terselenggara atas partisipasi dan bantuan para dermawan untuk pelajar korban gempa melalui KPP-PII.
Nov
17th

MUI Malang Larang Masyarakat Nonton ‘2012′

Files under , Nasional | Leave a Comment

Dunia saat ini sedang tersihir dengan film '2012'. Tak hanya di dunia tapi juga di Indonesia. Antrian panjang pun terjadi di bioskop-bioskop yang memutar film tentang kiamat yang melanda bumi.

Namun bagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang film yang dibintangi John Cusack adalah tontonan yang menyesatkan. Film itu tak pantas ditayangkan.

"Film itu tidak pantas untuk ditayangkan, karena dapat mempengaruhi pemikiran orang," kata Ketua MUI Kabupaten Malang KH Mahmud Zubaidi kepada wartawan saat ditemui di rumahnya Jalan Raya Pakisaji, Senin (16/11/2009).

Menurut Zubaidi, sebagai orang islam memang seharusnya mempercayai adanya hari kiamat. Namun, untuk kepastian terjadinya merupakan kuasa dari yang maha kuasa.

Mahmud mengimbau kepada kaum muslim untuk tidak mempercayai gambaran hari kiamat yang difilmkan sesuai dengan kalender Maya kuno yang meramalkan terjadinya bencana pada saat titik balik matahari di musim dingin tahun 2012.

"Kapan hari kiamat itu terjadi merupakan kuasa dari sang pencipta. Jadi kita tidak boleh menentukan hari itu. Jika ada seperti itu, maka itu menyesatkan," tuturnya.

Tiga Hari Habis Trilyunan
Film bertema kiamat '2012' diluncurkan secara serentak di seluruh dunia pada Jumat 13 November 2009. Film besutan sutradara Hollywood, Roland Emmerich itu lantas jadi fenomenal.

Penonton rela antri dan berdesak-desakan demi menonton film yang dilatarbelakangi akhir penanggalan Bangsa Maya pada 2012, yang dihubungkan dengan hari akhir dunia.

Antrian panjang penonton juga berarti pundi-pundi uang. Dalam tiga hari penayangan, uang senilai US$ 65 juta, berhasil dikumpulkan. Itu hanya di Amerika Serikat.

Sementara di seluruh di dunia, '2012' diperkirakan menghasilkan tak kurang dari US$ 225 juta. Dibandingkan dengan ongkos produksi yang sebesar US$ 200 juta, '2012' dipastikan untung besar.

Kiamat tak hanya ditunjukan dalam '2012', kekhawatiran besar atas nasib umat manusia juga ditunjukan dalam film-film anyar 'The Road' dan 'The Book of Eli'.

Kekhawatiran atas kehancuran dunia akibat pemanasan global, perang Irak dan Afganistan, ancaman teroris, dan kehancuran ekonomi, akan terus diolah dalam film.

Nov
15th

Korupsi Bersama Saja

Files under , tapaki sosio | Leave a Comment
ni ajakan buat yang gak punya malu. Ajakan me-mark up anggaran yang bukan haknya.

Sebagai guru SD, saya sedikit tahu gimana kesempatan sekecil apapun dijadiin peluang oleh segelintir oknum guru untuk mendapatkan keuntungan dengan cara gak dibenerkan. Sebut saja, korupsi waktu.

Atau parahnya, me-mark up biaya raport per anak. "Seperti tahun lalu, biaya raport per anak semester ini enamribu, tapi cukup dibayar limaribu rupiah," kata pejabat teras kecamatan itu. Itu dilakuin berjamaah pula.

Saya pernah nulis note di Fesbuk dengan judul Bail Out Itu Oleh Pak Guru? pada 6 September. Pak Guru yang saya maksud adalah mantan orang berpengaruh di Bank Indonesia.

"Pak guru, apa tidak tau kondisi Century kok tetep ngasi dana talangan? Apa tidak mendengar wakil saya di DPR, kalo itu beresiko en udah ketauan akan merugi?" Tulis saya di fesbuk.

"Pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan telah mengucurkan modal untuk bank yang dibobol mantan pemiliknya, Robert Tantular, sebesar Rp 6,7 triliun. Suntikan dana ini membuat anggota DPR protes," sumbernya dari VivaNews.com.

Selain note tersebut, saya udah nulis note berjudul "Cermati Negeri". Note yang saya tulis 7 September ini juga menghadirkan komentar beragam.

Saya memang belum pernah mendiskusikan ama temen2 yang paham ekonomi. Tapi kalo mencermati berbagai sumber berita - di hape saya ini cuman ada metronews, vivanews, okezone, liputan 6, detik news, kompas en TVone. Kasus Century ini sungguh kesengajaan dan ada upaya perampokan, mengorupsi uang negara.

Apa alasan bank sekecil Century bisa mendapat kucuran dana sebesar Rp 6,7 triliun? Kata ekonom Tim Indonesia Bangkit, Imam Sugema, memaparkan fakta aset Bank Century yang sebesar 0,05 persen dari total aset perbankan nasional. "Nasabahnya juga hanya 65 ribu, kurang dari 0,01 persen dari total nasabah nasional. Ini bisa dikatakan, kalau dikaji lagi, bank tidak besar, kenapa permasalahannya sampai Rp 6,7 trliun, ini ada apa?" tukasnya.

Ketelodoran Menkeu simpulan berita lainnya. "Menkeu tidak cermat dari awal untuk mengestimasi berapa besaran konsesi kerugian pada saat BI mengucurkan dana ke Century," kata Imam di Warung Daun, Jalan Paku Buwono, Jakarta Selatan, Sabtu (5/9).

Dalam kesempatan sama, ekonom Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan, menambahkan, seharusnya Century langsung ditutup saat krisis dunia melanda, karena banyak pelanggaran bank itu sejak 2004.

Artinya, seharusnya pada saat eksekusi, harus ada pelaporan akurat yang sudah dianalisa cermat oleh Bank Indonesia dan Menteri Keuangan. Tapi apa? Nihil.

Parahnya lagi, seperti yang diungkapkan Anggota DPR Komisi XI dari Fraksi PKS Andi Rahmat ternyata pengucuran dana sebesar Rp 6,7 triliun dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tidak diketahui sama sekali oleh DPR.

Menkeu Sri Mulyani dan mantan Gubernur BI Boediono disebutnya tidak pernah transpararhadap DPR. Walaupun, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tidak harus meminta izin DPR untuk mengucurkan dana, seperti tercantum di UU, tapi pemerintah dan DPR sebelumnya telah menyepakati pengucuran dana penyelamatan hanya Rp 1,3 triliun.

Apa pemerintah tidak belajar dari kasus BLBI? Belum aja dilantik, eh bailout mencuat. para penguasa, ingat uang itu adalah uang rakyat.

Alhasil, pagi ini saya liat perkembangan berita di Tipi, Bosnya koruptor di negeri ini terindikasi kandas di ujung hak angket. Walau hak angket yang sudah ditandatangani lebih dari seratus limapuluh lebih anggota DPR RI. Hhh...
Nov
13th

Netbook Smart Olive X107

Files under , seluler | Leave a Comment
Paket Netbook yang ditawarkan adalah Smart Netbook Olive X107. Sampai saat ini saya belum memcobanya di Linux. Adapun spesifikasi Smart Netbook Olive X107 sebagai berikut :
Dari Smart Netbook Olive X107 ada yang cukup menarik, yaitu dapat menelpon dan SMS melalui Netbook ini. Namun sayang, Smart Netbook Olive X107 tidak ada fitur bluetooth.
Anda tertarik? Netbook ini dijual dengan harga Rp. 4.398.900 (harga dapat berubah kapanpun tanpa pemberitahuan). Jika anda tertarik tidak perlu bingung mencari produk ini. Anda dapat membeli secara on-line. Pembelian Smart Netbook Olive X107 secara on-line dapat mengikuti petunjuk tautan ini.
Nov
12th

Kemiskinan jadi Pemicu Pemikiran Liberalis

Files under , Nasional | Leave a Comment

Kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan umat Islam menjadi pemicu lahirnya pemikiran liberal masyarakat. Termasuk di dalamnya pemkiran yang mengarah pada faham keagamaan. Pandangan tersebut disampaikan Guru Besar Bidang Ilmu Sosial Bahasa IAIN Sunan Ampel Surabaya, Prof Dr KH Ali Maschan Moesa MSi dalam orasi ilmiah pengukuhan guru besar ke 39 di IAIN Sunan Ampel Surabaya, Rabu (11/11) kemarin.

Hadir dalam acara tersebut Menteri Agama Suryadarma Ali, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Kakanwil Depag Jatim KH Imam Haromain Asy'ari, dan Ketua Tanfidziyah PCNU Surabaya Saiful Chalim. Beberapa anggota DPR RI Komisi VIII seperti Efendi Choiri, Abdul Kadir Karding, Lilly Wahid juga hadir dalam acara tersebut. Tampak pula Ketua DPW PKB Jatim Imam Nahrawi dan Ketua DPC PKB Surabaya Musyafak Rouf.

Dalam paparanya, Prof Ali Maschan menjelaskan, liberalisasi pemikiran agama bersumber dari masalah ekonomi. Dimana, kata dia, kepentingan indvidu lebih didahulukan dibanding kebutuhan masyarakat secara umum.

''Seringkali kita terjebak bahwa sebenarnya segala sesuatu itu bergantung pada Allah. Pada faham liberal, pemikiran semacam itu tidak ada. Yang ada adalah kepentingan pribadi,” katanya.

Prof Ali Maschan juga menerangkan, kaum liberalis berangkat dan muncul dari realita sosial yang ada di masyarakat. Karena, kata dia, kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan umat Islam dilevel bawah adalah termasuk masalah sosial dalam perspektif perubahan sosial.

''Semua pihak seharusnya memahami bahwa perubahan sosial yang nyata hanya bisa terjadi kalau kita berani merubah realitas sosial itu sendiri dan bukanya mengutak-atik realitas simbolik,'' ujarnya.

Dengan kondisi semacam itu, kata Ali Maschan, maka akan sulit menentukan pemikiran keagamaan sesesorang. Sebab, apapun model pemikiran keagamaan yang dipilih bisa jadi termasuk faham pemikiran agama. Pandangan liberalisme agama, lanjutnya, bisa dilihat dari reaksi dan aksi yang dilakukan seseorang, kelompok atau golongan dengan melakukan 'pemberontakan' terhadap faham yang sudah ada untuk mencapai puncak keberhasilan.

Mengutip pendapat Robert K Merton dalam bukunya 'Social Theory and Social Stucture', Prof Ali Maschan menyimpulkan bahwa untuk mencapai puncak keberhasilan, maka seseorang akan melakukan adaptasi dengan meniadakan norman. Ujungnya, kata dia, akan terjadi berbagai penyimpangan.

Dia menyebut ada empat reaksi masyarakat yang mengarah pada penyimpagan sebagai pencapaian tujuan. Keempatnya adalah konformitas yakni sikap menerima tujuan konvensional dan dilakukan secara konvensional, inovasi yakni sikap menerima tujuan konvensional dengan cara yang tidak konvensional, kemudian ritualisme adalah sikap memmpertahakan cara konvensional tetapi tidak setuju dengan tujuan konvensional tersebut.

''Yang terakhir adalah liberalis atau pemberontakan dengan cara menarik diri dari tujuan konvensional tetapi disertai dengan upaya melembagakan tujuan dan cara yang baru secara revolusioner,'' ujarnya.

Menanggapi paparan yang disampaikan Prof Dr Ali Maschan, Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi berharap orasi ilmiah tersebut bisa dipertajam dan diperluas dalam konteks pemahaman Islam liberal di dunia.

Terutama, kata dia, mengenai simbol-simbol realistik dan terminologi Islam di dunia. 'Sebab, untuk daerah-daerah yang kenceng (berfaham keras, red) masih belum ditemukan faham Islam model apa. Masalahnya kalau ditarik dan disimpulkan secara menyeluruh maka akan bermuara pada Islam di Indonesia,'' terang Kiai Hasyim.

Penajaman mengenai pandangan liberalisme agama ini, lanjutnya, penting dilakukan mengingat pemikiran Islam di Indonesia masih carut marut dan harus dianalisis serta dicermati secara tepat.

Ketua Umum PP IPNU, Ahmad Sauqi mengatakan, liberalisasi pemikiran keagamaan sebagai akibat dari kondisi perekonomian dan keterbelakangan umat tidak harus ditolak mentah-mentah. Melainkan harus direspons dari sisi positif sebagai daya dorong menuju kemajuan.

Liberalisasi pemikiran keagamaan, kata dia, secara riil akan berhadapan dengan fundamenalisme agama sebagai kekhawatiran ancaman terhadap basis nilai doktrin Islam. ''Dalam hal ini IPNU berposisi moderat terhadap keduanya. Artinya IPNU berfikir moderat terhadap gejolak keagamaan yang sedang berkembang saat ini," kata putra pertama Prof KH Ali Maschan Moesa ini. (lan)