Archive for Januari, 2008

Kitab (14)


Tuntutlah ilmu hingga ke negeri Chin [Cina]. (peribahasa)

RASANYA tak berlebihan bila petuah di atas mengingatkan kita untuk tetap berusaha mencari ilmu pengetahuan, sekalipun jauhnya ke negara Cina. Menuntut ilmu merupakan satu kewajiban bagi umat Islam (hadis).

Kehadiran Hari Raya Imlek layak pula kita jadikan momentum evaluasi secara bersama, mulai dari nilai dinamika keberagamaan (antar, intra) kita, sampai sistem pemerintah. Membicarakan perayaan masyarakat Tionghoa, khususnya di Indonesia, sesungguhnya tak bisa dilepaskan dari sosok pejuang-gigih risalah Tuhan—yang mulai kita lupakan.

Adalah Laksamana Cheng Ho atau lebih dikenal dengan sederetan nama Cheng Ho, Hanyu Pinyin, Zhèng Hé (Wade-Giles), atau Haji Mahmud Sam Po Kong (1371 - 1435). Cheng Ho merupakan seorang kasim Muslim, pelaut sekaligus penjelajah Cina terkenal yang melakukan beberapa penjelajahan antara 1405-1433, saat kaisar Tiongkok Yongle (berkuasa tahun 1403-1424) sebagai kaisar ketiga dari Dinasti Ming.

Ia berasal dari Provinsi Yunnan, bersuku Hui, suku bangsa yang secara fisik mirip dengan suku Han, tapi beragama Islam. Kala pasukan Ming menaklukkan Yunnan, Cheng Ho ditangkap dan dijadikan orang kasim. Kali pertama Cheng Ho berlayar ke Malaka pada abad ke-15. Saat itu, seorang putri Tiongkok, Hang Li Po (Hang Liu), dikirim oleh kaisar Tiongkok untuk menikah dengan Raja Malaka (Sultan Mansur Shah).

Cheng Ho melakukan satu ekspedisi lagi pada masa kekuasaan Kaisar Xuande pada 1426-1435) ke beberapa daerah dan negara di Asia dan Afrika, di antaranya Vietnam, Taiwan, Malaka/bagian dari Malaysia, Sumatra/bagian dari Indonesia, Jawa/bagian dari Indonesia, Sri Lanka, India bagian Selatan, Persia, Teluk Persia, Arab, Laut Merah, ke utara hingga Mesir, Afrika, ke selatan hingga Selat Mozambik (www.wirahma.com).

Dalam khazanah keislaman, kehadiran Cheng Ho di Indonesia telah memunculkan wacana baru studi keislaman Indonesia. Cheng Ho berperan besar dalam pergolakan politik kerajaan-kerajaan di Jawa. Setidaknya, Cheng Ho berperan dalam membangun kerajaan Islam Demak pada tahun 1475, serta memiliki andil besar dalam keruntuhan Majapahit.

Selama ini yang kita kenal kehadiran Islam di Indonesia biasanya dikaitkan dengan dua teori besar yakni teori Arab dan India. Literatur "padang sahara" mengatakan Islam masuk Indonesia langsung dari tanah Arab, tepatnya Hadramaut. Kali pertama teori ini dipopulerkan oleh Crawford--diikuti oleh sejarawan Indonesia seperti Mukti Ali dan Buya Hamka. Sementara teori India (Gujarat) dipopulerkan oleh Snouck Hurgronje (atau Abdul Ghofur).

Prof. Dr. Abdul Jamil, Rektor IAIN Walisongo Semarang dalam Perayaan Festival Cheng Ho (2005) menuturkan, Cheng Ho berperan dalam proses panjang islamisasi di Nusantara, sekaligus persahabatan antarbangsa dan kerukunan masyarakat. Menariknya lagi, misi misi utama pelayaran Cheng Ho adalah menjalin persahabatan. Jika ada aspek dakwah, hal itu harus dilihat dalam perspektif makro, tidak seperti model dakwahnya para Wali Songo yang menghasilkan banyak konversi agama. Oleh karena itu, jika ada nuansa Islam dalam melaksanakan misi kenegaraan itu, pada hakikatnya merupakan hasil samping karena tanggung jawab seorang Muslim untuk berdakwah meski hanya satu ayat.

Pendeknya, kalau memakai istilah sekarang, dakwah yang dijalankan oleh Cheng Ho adalah model dakwah bil hal, dakwah dengan contoh perilaku, karena yang dikembangkan merupakan inti untuk memperkuat kerukunan seperti juga yang menjadiinti ajaran agama Islam. (Republika, 5/8/2005)

Laksamana Cheng Ho meninggal pada 1435 dalam perjalanan pulang dari Afrika Timur ke Cina. Ia dimakamkan di Niushou, Nanking (Nanjing). Ia kemudian menjadi peletak dasar orang-orang Cina ikut "bermain" dalam pemerintahan di kerajaan-kerajaan Jawa. Cheng Ho dipercaya mengunjungi Majapahit pada 1406, setahun setelah pelayarannya dari Cina.

Di tengah keterpurukan bangsa dan maraknya konflik antarumat beragama, sebuah keharusan membumikan pesan-pesan luhur Sam Po Kong, saat tiba Hari Raya Imlek Cia Gwee Che It 1 Imlek 2259. Gong Xi Fa Cai ....!! (Ibn Ghifarie, mahasiswa Studi Agama-agama Fakultas Filsafat dan Teologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung dan pegiat Khazanah Tionghoa)***
Penulis:[PR Kampus, 31/01/08]
“tulislah” ungkap Pramoedya Ananta Toer “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,”

Ali – JK

Ali Mocthar Ngabalin dan Jusuf Kalla 

Ali Mocthar dan Jusuf Kalla di Kantor Istana Wakil Presiden Kebon Sirih, Jakarta  Pukul 13.10, Dalam Rangka Agenda Rapimnas BKPRMI 2008

DUA PEMANCING YANG HEBAT


Diceritakan tentang sebuah kejadian yang dialami dua orang pemancing yang sama-sama hebat, berinisial A dan B. Kedua pemancing itu selalu mendapatkan banyak ikan. Pernah kedua pemancing tersebut didatangi oleh 10 pemancing lain ketika memancing di sebuah danau. Seperti biasa, kedua pemancing itu mendapatkan cukup banyak ikan. Sedangkan 10 pemancing lainnya hanya bisa gigit jari, karena tak satupun ikan menghampiri kail mereka.

Ke sepuluh pemancing amatir itu ingin sekali belajar cara memancing kepada kedua pemancing hebat tersebut. Tetapi keinginan mereka tidak direspon oleh pemancing berinisial A. Sebaliknya, pemancing berinisial A tersebut menunjukkan sikap kurang senang dan terganggu oleh kehadiran pemancing-pemancing amatir itu. Tetapi pemancing berinisial B menunjukkan sikap yang berbeda. Ia bersedia menjelaskan tehnik memancing yang baik kepada ke-10 pemancing lainnya, dengan syarat masing-masing diantara mereka harus memberikan seekor ikan kepada B sebagai bonus jika masing-masing diantara mereka mendapatkan 10 ekor ikan. Tetapi jika jumlah ikan tangkapan masing-masing diantara mereka kurang dari 10, maka mereka tidak perlu memberikan apapun. Persyaratan tersebut disetujui, dan mereka dengan cepat belajar tentang tehnik memancing kepada B. Dalam waktu dua jam, masing-masing diantara pemancing itu mendapatkan sedikitnya sebakul ikan. Otomatis si B mendapatkan banyak keuntungan. Disamping mendapatkan `bonus’ ikan dari masing-masing pemancing bimbingannya, si B juga mendapatkan 10 orang teman baru. Sementara pemancing A, yang pelit membagi ilmu, tidak mendapatkan keuntungan sebesar keuntungan yang didapatkan oleh si B.Pesan:

Kisah di atas menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan akan jauh lebih bermanfaat bila diamalkan. “Hanya dengan cara kita mengembangkan orang lain yang membuat kita berhasil selamanya,” kata Harvey S. Fire Stone. Karena tindakan tersebut disamping menjadikan kita lebih menguasai ilmu pengetahuan, kita juga mendapatkan keuntungan dari segi finansial, pengembangan hubungan sosial, dan lain sebagainya. “Jika Anda membantu lebih banyak orang untuk mencapai impiannya, impian Anda akan tercapai,” imbuh Zig Ziglar, seorang motivator ternama di Amerika Serikat.

Bentuk pemberian tak harus berupa uang, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya, melainkan juga dalam bentuk kasih sayang, perhatian, loyalitas, motivasi, bimbingan dan lain sebagainya semampu yang dapat kita berikan. “Make yourself necessary to somebody. – Jadikan dirimu berarti bagi orang lain,” kata Ralph Waldo Emerson. Kebiasaan memberi seperti itu selain memudahkan kita memperluas jalinan hubungan sosial, tetapi juga membangun optimisme karena merasa kehidupan kita lebih berarti.[aho]

*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller

Have a positive day!

Salam Inspirasi,
Mohamad Yunus
HR & Training Manager
PT Widatra Bhakti
Moderator I2
www.inspirasiindonesia.com
“You create your own reality”

__._,_.___

HIDUP Adalah Proses


pict0024.jpgSeorang bayi akan belajar merangkak sebelum berjalan. Tentu saja tak hanya sekali ia terjatuh dan kadang msh membutuhkan org lain yg mengenggam tangannya ketika ia belajar. Seperti juga hal nya dengan sepasang kekasih y awalnya sama-sama egois, berjalan dengan waktu
mereka bisa saling mengerti satu sama lain. Minimal, ada y menahan keegoisannya ketika y satu berada d puncak keegoisan. Semua itu memang butuh proses!

Kadang, kita menyimpulkan tentang seseorang dari beberapa sudut pandang kita tanpa melupakan bahwa asumsi kita bisa saja berbeda dengan orang lain. Berjalan dengan waktu, kita kurang bijak bila tetap memandang seseorang itu, terus dari beberapa sudut y sama, bukankah perubahan dalam dirinya pasti ada?. Dalam buku Quantum Learning (Bobbi
& mike) ada sebuah tulisan y menyatakan bahwa “Setiap orang punya paradigma/aturan untuk mengevaluasi informasi dan menerapkannya dalam hidup kita berdasarkan pada pengalaman hidupnya. Kadang y kita perlukan adalah pergeseran dalam sudut pandang kita.” Nah, bila d
bulan kemarin kita punya suatu kesimpulan A dan hari ini B, hal itu tidak mutlak d anggap sebagai bentuk plin plan. Semua memang butuh proses, dan kadang harus melewati tahap tertentu.

Ketika kita tidak menyukai orang lain, baik buruknya dia rasanya masih ada cacat. Meski dia berubah, tetap saja asumsi awal itu sulit terhapus. Mengapa?? Karena hati terlanjur terluka. Semua butuh proses, baik untuk memperbaiki dan belajar dari kesalahan, untuk memaafkan ato melupakan hal y telah dan pasti kita alami karena hal itu telah d gariskan. Misalnya aja tentang tunangan kita y menikah dengan orang lain, tentang hp kita y hilang, tentang perlawanan kita terhadap orang tua, tentang provokasi y mungkin pernah kita lakukan atau kita d tuduh
korupsi oleh pihak-pihak y tidak menyukai kita. Bila ada y menyakiti atau y kita sakiti meski itu tidak d sengaja ato kita harus melepas sesuatu dan kehilangan, mungkin jalannya memang harus seperti itu dan Tuhan menghendaki hal itu terjadi. Y pasti semua pasti ada hikmahnya.
Emang c, untuk memahami hal ini sangatlah tidak mudah. Berjalan dengan waktu, mungkin kalimat itu akan terasa lebih dalam d hati kita.

Kesalahan itu wajar, namun lebih baik bila d hindari. Kita sendiri masih jauh dari sempurna, lantas mengapa kita menuntut orang lain untuk bisa sempurna d mata kita??? Mengapa tidak menghargai orang lain y berusaha untuk berubah???. Sebagai makhluk penuh emosi daripada
logika, karakter manusia itu berbeda-beda. Setiap orang memang mempunyai jalan hidup masing-masing… Y memahami, mengerti dan menilai kita juga dengan cara dan prosesnya masing-masing. Kita tidak bisa memaksa kekasih kita untuk memahami kita seperti cara mantan kekasih memahami kita.

Dalam hubungan sosial y lain, untuk mendapatkan simpati, seseorang akan berusaha mempengaruhi orang lain. Misalnya aja dalam pemilu. Nah, y jadi masalah pengaruh itu benar ato hanya bualan? Dan apa akibatnya pengaruh itu terhadap orang lain?.

Setiap orang berharap mendapatkan kebahagiaan. Kalo kita benar-benar menginginkan hidup bahagia, pasti tak terbesit dalam hati kita membuat luka dengan sengaja demi perayaan semu. Semua emang butuh proses untuk menemukan keinginan bahagia seperti itu. Kita tidak selalu harus
membela diri ato mencari sekutu demi anggapan proses kita itu lebih baik daripada orang lain. Mari kita belajar dari pengalaman Lincoln. Pada tahun 1842, Abraham Lincoln mengejek seorang politikus y suka berkelahi y bernama james shields. Lincoln mengecamnya melalui sepucuk surat tanpa nama y d terbitkan dalam journal springfield. Ketika james
tahu y menulis adalah Lincoln, james mengajak Lincoln berduel. Pada menit terakhir, pendukung mereka menyela dan menghentikan duel tersebut. Itu adalah insiden y paling mengerikan dalam hidup Lincoln. Hal itu mengajarinya satu pelajaran tak ternilai harganya dalam seni berhubungan dengan manusia. Sejak saat itu, beliau tak pernah lagi
menulis surat y menghina ato mengolok-olok seorangpun. Ny Lincoln dan beberapa orang pernah berbicara kasar mengenai orang selatan dan Lincoln pun menjawab “Jangan mengkritik mereka. Mereka hanya bertindak dengan cara y sama seperti y akan kita lakukan bila berada dalam situasi y sama”

Lincoln y awalnya termasuk pengkritik bisa berpikir bijak seperti itu memang butuh proses. Nabi aja pernah melakukan khilaf, begitupula dengan orang-orang besar y lain, apalagi kita. Semua emang butuh proses untuk meraih apa y telah, akan ato d harapkan bisa kita dapatkan. Y terpenting bukan tentang hasil akhir namun apa kesimpulan dari seluruh perjuangan itu.

Kita manusia y tak luput dari khilaf dan memiliki asumsi y tak selalu sama. Maka, bila kita d pertemukan dengan saran y sekiranya itu baik, janganlah memandang orang y menyampaikannya, akan tetapi lihatlah y d sampaikannya.
Dengan segala kerendahan hati, saya minta maaf bila ada hal y kurang berkenan d hati saudara, karena sesungguhnya saya masih sangat awam, saya masih perlu banyak belajar dalam hidup ini dan saya masih jauh dari dewasa. Namun saya berharap, semoga tulisan ini bisa bermanfaat…
Wassalam

Best Regards,

c-yakuw
www.Flacheya.com

Ngabalin : Ada Agenda Tersembunyi

Ditetapkannya Gubernur Bank Indonesia, Burhanuddin Abdullah sebagai tersangka korupsi aliran dana BI kepada anggota DPR disinyalir untuk kepentingan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjadikan Aulia Pohan sebagai Gubernur BI yang baru.

 

“Bisa saja demikian,” kata politisi vokal dari Partai Bulan Bintang, Ali Mochtar Ngabalin kepada myRMnews, Jakarta, Rabu (30/1).

 

Ngabalin menyebutkan, selain untuk memproyeksikan Aulia Pohan yang notabene adalah besan SBY, ada kepentingan lain yang tersembunyi atau hidden agenda dengan penetapan Burhanuddin Abdullah yaitu untuk kepentingan politik SBY menjelang pemilu 2009 mendatang.

 

“Kekuasaan akan cenderung otoriter dan menggunakan segala cara. Kalau itu terjadi, pemerintahan sekarang tak ubahnya seperti pemerintahan Orde Baru,” ungkapnya.

 

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar juga harus membuktikan kinerjanya dalam mengungkap kasus korupsi di lingkungan DPR, terutama kepada anggota DPR yang diduga terlibat money politik. Di dalam hukum, semua sama kedudukannya dalam hukum.

 

“KPK jangan sampai abaikan DPR baik secara personil ataupun institusi. Anggota DPR harus diusut dan bisa dideteksi,” tandasnya. (Zul Kumbang RM)

Kitab (13)

Kata Mereka; Pahlawan Nasional Bagi Soeharto
Oleh Ibn Ghifarie

Pemberian gelar pahlawan bagi almarhum mantan Presiden RI Soeharto menuai ragam pendapat, diantaranya;

‘Ya iyalah. Kan Bapak Pemabangunan. Kita bisa lihat hasil pembanguanya dari bangunan jalan (dari kota ke pedesaan-red), gedung menjulang tinggi. Kendati banyak menjual aset-aset negara dan hak kekayaan alam nusantara (hutan, kebun)’, Hikmat Servis Komputer.


Setuju. Karena telah bersaja pada bangsa. Yang terpenting lagi keberhasilan suatu bangsa diliat dari sejauh mana kesejahtraan rakyatnya. Nah, jika dibandingkan dengan kepemimpinan (Predsiden-red) sekarang. Soeharo jauh lebih membahagian rakyat ketimbang Presiden sekarang. Makanya sudah selayaknya mendapat gelar Pahlawan Nasional itu, Ogi Pelajar

Sudah selayaknya pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional terhadap Soeharto. Sebab telah berjasa dan termasuk putra terbaik bangsa, Dani Karyawan Markeeting

‘Bagi saya ga usah dimasukin kapada Pahlawan Nasional. Masa orang yang telah banyak membunuh masyarakat, seperti tragedi Tanjung Priok, G 30 SPKI, mau dikategorikan pahlawan. Lantas dimanakah hati nuraninya? Dian Aktivis Pergerakan Mahasiswa.

Nya kedah dileubetkeun atuh. Kumargi parantos berjasa pisan kan nagara urang. Cing cobi emut-emut waktos zaman Bapak Ato tara aya anu demo, kaributan jeung sajahtera [Ya mesti dimasukin. Karena telah berjasa terhadap negara kita. Tolong kita ingat kala pemerintahan Bapak Suharto jarang ada demo, keributan dan sejahtera], Udin Pedagang Kecil. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kelam, 30/01/08;17.23 wib
“tulislah” ungkap Pramoedya Ananta Toer “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,”

Kitab (12)

Pemerintahan DEMA; Kemunduran Besar
Oleh Ibn Ghifarie

Setelah pertemuan antara Pudek (Pembantu Dekan) III tiap Fakultas (Filsafat dan Teologi, Tarbiyah dan Pendidikan, Adab dan Humaniora, Syariah dan Hukum, Dakwah dan Komunikasi, Psikologi, Sains dan Teknologi) dengan perwakilan mahasiswa (HMJ [Himpunan Mahasiswa Jurusan] dan Ketua Kosma [Komisariat Mahasiswa] ) tentang penerapan sisitem pemerintahan mahasiswa (Student Good Govermance) di kalangan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung, sepekan yang lalu.

Perubahan sistem dari BEM (Badan Eksekutive Mahasiswa) ke DEMA (Dewan Mahasiswa) dan SEMA (Senat Mahasiswa) menuai pelbagai kritik. Pasalnya, keberadaan DEMA dianggap memberangus kebebasan demokrasi mahasisa, hingga dikategorikan mundur jauh kebelakang.

Salah satu mahasiswa angkat bicara, Farid mahasiswa Sosiologi menjelaskan ‘Sistem ini (DEMA-red) masih dalam tahan percobaan dan tak jelas aturan mainya. Masa kita mau dijadikan kelinci percobaan?

Silahkan lihat kriteria seorang Pemimpin pada Bab V Pasal 8 point 3, 4 dan 5 (tentang Kepengurusan, Anggota dan Cara Bakti-red). Di sana tertulis IPK minimal 3, 25 dan minimal semester V dan maksimal VII. Harus mendapat Rekomendasi dari Ketua Jurusan, Pudek Tingkat Fakultas, Ketua Bidang Mahasiswa untuk Sekolah Tinggi, Purek (Pembantu Rektor) untuk tingkat Universitas. Rekomendasi untuk calon ketua diatur oleh masing-masing pemimpin Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI), jelasnya.

Selain itu, dalam hal sanksi Dosen, Karyawan berhak memberikan hukuman. ‘Masa tukang sasapu bisa mere hukuman [Masa klinik servis berhak memberikan sansi kepada mahasiswa yang melanggar], tambahnya.

Pernyataan senada juga dilontarkan oleh Fauzi, Presiden Mahasiswa Perbandingan Agama ‘Iya nih masa karyawan bisa memberikan sanksi bagi yang melanggar atauran main DEMA tersebut’.

Menyinggung perubana nama dari KBM (Keluraga Besar Mahasiswa) ke Senat Mahasiswa, masih menurut Fauzi ‘Secara labeling (penamaan-red) kita sepakat, tapi soal kebijakan dan aturan main kita tidak,’ tegasnya.

Sudah jelas aturan ini bisa memperburuk dan memberangus kreativitas mahasiswa. ‘Waktu memakai sistem BEM saja masih sedikit mahasiswa yang peduli. Apa jaminan dari DEMA mahasiswa lebih peduli. Yang ada hanya pembunuhan karakter mahasiswa, cetusnya.

Keluarnya keputusan Dirjen Pendidikan Islam Departemen Agama Republik Indonesia No Dj. i/253/2007 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Islam (PTAI). Bagi saya yang jadi persoalan aturan ini keluarnya surat edaran ini sekitar bulan juli 2007, ‘Ko baru dibicarakan dan berusahan disosialisasikan bulan sekarang (januari 2008-red). Ada apa nih?, keluh Siti Yasmin mahasiswa Sejarah Peradaban Islam.

Yang jelas aturan ini sangat kaku dan memasung kebebasan mahasiswa. Jika tetap berusaha untuk dilendingkan ini kemunduran besar bagi Universitas, ujarnya.

‘Inilah gaya baru pemertiban aktivitas mahassiswa. Kaya Orde Baru saja ada NKK dan BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus (1978) dan Badan Koordinasi Kemahasiswaan (1980-red). Pokoknya neo-NKK bagkit lagi’, kata salah satu mahasiswa lainya. [Ibn Ghifarie]


Cag Rampes, Pojok Wartel, 29/01/08; 20.23 wib
“tulislah” ungkap Pramoedya Ananta Toer “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,”

Kerjaan Iseng: Membubarkan MUI

Laput 1 – 1 halaman

 

Membongkar Gerakan Membubarkan MUI

 

 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) difitnah. Fatwa-fatwa yang melarang beberapa aliran sesat, seperti Ahmadiyah dan Al Qiyadah Al Islamiyah dianggap menuai kekerasan di tengah umat. Misalnya, penyerangan pada sebuah masjid milik jamaah Ahmadiyah di Kab Kuningan, Jawa Barat, pertengahan bulan Desember lalu.

 

Atas pertimbangan itu, Gus Dur menganggap agar wadah berkumpulnya praa ulama itu dibubarkan. “Mereka merusak kan berbekal fatwa sesat dari MUI. Jadi bubarkan saja lembaga itu,” tandas Gus Dur dalam acara Kongkow Bareng Gus Dur di Komunitas Utan Kayu.

 

Adnan Buyung Nasution, pendiri YLBHI, yang juga hadir dalam acara itu menyampaikan hal senada. “Sudah waktunya MUI dibubarkan,” ujar pria berambut putih ini. 

 

Ini bukan sekedar wacana. Ruang-ruang diskusi melalui internet (milis) dipenuhi diskusi yang menyetujui MUI dibubarkan. Bahkan, beberapa orang yang memiliki blog pribad...

Soeharto Belum Pantas Sandang Pahlawan

Pemerintah memandang saat ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan masalah penganugerahan berbagai gelar untuk almarhum mantan Presiden Soeharto, sebagaimana yang terwacanakan di media massa.

Kepada pers di Jakarta, Rabu, Menkominfo Mohammad Nuh menjelaskan, hingga saat ini memang belum ada usulan resmi kepada pemerintah terkait rencana penganugerahan gelar, misalnya pahlawan nasional, untuk almarhum Soeharto.

"Belum ada usulan resmi dari siapapun. Yang ada baru usulan si A atau si B," katanya.

Pemerintah tidak dalam posisi mengusulkan pemberian gelar itu. Pemerintah adalah pihak yang menerima dan mempertimbangkan usulan dari masyarakat sebelum menganugerahkan gelar-gelar kepada seseorang.

Nuh menyatakan, kurang bijaksana apabila pada masa-masa berkabung bagi keluarga Soeharto, banyak orang mempersoalkan masalah penganugerahan gelar-gelar baru kepada Soeharto.

Menurut dia, karena waktu dan tempat yang kurang tepat, maka sesuatu yang pada dasarnya baik bisa menjadi tidak baik.

"Misalkan membaca Al-Quran itu baik. Tapi jika dilakukan di kamar mandi menjadi tidak baik," katanya.

Selain itu, terkait pemberian gelar kepada seseorang yang dinilai berjasa pada bangsa dan negara juga telah diatur dalam undang-undang. Ada mekanisme yang telah diatur dan ada pula institusi yang bertugas melakukan penilaian atas usul-usul yang diajukan masyarakat.


Pemakaman Soeharto

Pada konferensi pers itu, Nuh juga menjelaskan tentang dasar hukum pemakaman almarhum Soeharto yang dilakukan Presiden Yudhoyono.

Nuh menilai wajar adanya silang pendapat terkait prosesi pemakaman mantan presiden RI karena belum terbentuknya tradisi untuk itu, mengingat baru ada dua presiden RI yang telah wafat.

Dia menjelaskan, apa yang dilakukan Presiden Yudhoyono pada dasarnya sama dengan yang dilakukan Presiden Soeharto saat memakamkan Presiden Soekarno.

Dalam Keppres No 44/1970 yang ditandatangani Soeharto pada 21 Juni 1970 tentang pemakaman Soekarno, antara lain disebutkan bahwa negara memberikan penghargaan yang wajar terhadap Soekarno atas jasa-jasanya pada bangsa dan negara.

Penghargaan itu berupa upacara kenegaraan untuk pemakaman Soekarno dengan tempat pemakamannya di Blitar, Jatim, serta pengibaran bendera nasional selama masa berkabung 7 hari.

Selain itu, kata Nuh, Presiden juga menggunakan UU No 7/1978 tentang tentang Hak Keuangan/Administrasi Presiden dan Wapres serta Mantan Presiden dan Wapres RI bahwa kepada mantan-mantan presiden dan wapres RI, pemakaman mereka diselenggarakan oleh negara.

"Apa yang dilakukan SBY sama dengan yang pernah dilakukan Soeharto pada Soekarno," katanya. (antara.co.id)

Syahrur : Kumpul Kebo, Halal

Dr. Moh Syahrur, pemrakarsa teori batas (nadhâriyah hudǔdiyah) yang juga “guru” kaum liberal mengatakan, “kumpul kebo” boleh alias halal

Rujukan kaum liberal asal Suriah, Dr. Mohammad Syahrur di tengah kunjungannya di Emirat beberapa hari lalu mengeluarkan pendapat kotroversial. Ia mengatakan bahwa hadits Rasulullah saw. tidak harus diikuti, tidak mengakui fatwa ulama, serta mengatakan bahwa hubungan remaja lawan jenis tanpa didasari pernikahan, alias kumpul kebo hal yang “halal” menurutnya.

Ketika situs berita Al Arabiya menanyakan masalah pergaulan bebas yang banyak menjangkiti para remaja Suriah, Syahrur mengatakan bahwa apa yang dilakukan para remaja itu, jika hal itu sesuai dengan kemauan mereka, tanpa akad, atau tanpa didampingi seorang syekh atau tanpa mendapat izin, maka hal itu halal, katanya.

“Bacalah Kitabullah, jangan takut kepadanya, kamu semua bisa melakukan itu tanpa perantara dan tanpa guru, dan pergaulan bebas halal, dengan syarat ada persetujuan diantara kedua pihak,” ujarnya.

Ia menyatakan juga, bahwa pergaulan pergaulan bebas antara seorang laki-laki dan seorang perempuan adalah ganti atas pernikahan, dan tanpa akad tertulis, adalah “halal, secara syar’i.”

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu para praktisi hukum Suriah menyoroti fenomena kumpul kebo yang melanda remaja Suriah dan mereka menekankan, agar para pelakunya segera melakukan pernikahan, yang dilegalkan negara.

Lebih jauh, Syahrur juga mengeluarkan pernyataan pengingkaran terhadap hadits-hadits Nabawi, dengan alasan adanya hal-hal yang ghaib, karena ia hanya mempercayai hal-hal ghaib yang disebutkan dalam Al-Quran saja.

“Saya tidak beriman kepada Hadits Nabi, Allah berfirman, “Taatlah kalian kepada rasul”. Maka ketaatan hanya kepada rasul, bukan kepada Nabi. Dan hadits-hadits Nabi adalah hal-hal yang ghaib, seperti adzab, gambaran kiamat, alam barzakh. Ini semua adalah kenabian, dan rasul tidak mengetahui hal yang ghaib. Cukuplah bagi kita perkara-perkara ghaib yang ada dalam Al-Quran,” tambahnya.

Ia juga menolak merujuk pemahaman para sahabat Rasulullah terhadap Al-Quran, yang telah menyaksikan wahyu turun dan belajar langsung kepada Rasulullah. Katanya, “Kitabullah sudah cukup, tidak perlu “hal lain” untuk memahaminya, “kuncinya” ada di dalam, bukan di luar. Maka kita tidak perlu Abu Hurairah, tidak perlu Ibnu Abbas,” tambahnya.

Akan tetapi, pernyataan Syahrur tentang “halalnya” hubungan lawan jenis tanpa nikah dibantah oleh Syeikh Kaftaro, seorang ulama ternama di Suriah, menurut Syeikh Kaftaro, hubungan lawan jenis terlarang kecuali ada ikatan hokum secara syar’i.

”Hubungan bebas lawan jenis tidak boleh, hal itulah yang terjadi di Barat. Diharuskan ada akad syar’i yaitu adanya saksi adil dan mahar, dan persetujuan wali. Adapun “kumpul kebo” tidak ada hubungannya sama sekali dengan syari’ah, “ ujar Kaftaro.

Bukan ahli fikih

Syahrur mulai dikenal setelah menulis Al Kitab wa Al Qur’an, Qira’ah Mu’ashirah (Tela’ah Kontemporer Al Kitab dan Al-Quran). Namun tulisannya ini sudah dibantah 15 buku pada waktu singkat setelah terbitnya di Damaskus pada tahun 90-an.

Syahrur sebenarnya bukan seorang ahli dalam hukum Islam. Setelah lulus dari sekolah menengahnya di lembaga pendidikan ‘Abd al-Rahman al-Kawakibi, Damaskus tahun 1957 ia mendapatkan beasiswa pemerintah untuk studi teknik sipil (handasah madâniyah) di Moskow, Uni Sovyet.

Ia berhasil meraih gelar Diploma dalam teknik sipil pada 1964 dan kemudian bekerja sebagai dosen Fakultas Teknik Universitas Damaskus. Syahrur lantas dikirim oleh pihak Universitas ke Irlandia –Ireland National University– untuk memperoleh Master dan Doktoralnya dalam spesialisasi Mekanika Pertanahan dan Fondasi( 1969). Dan gelar doktornya di jurusan yang sama dia selesaikan tahun 1972.

Syahrur dikenal penolak hijab. Di beberapa tulisannya, apalagi dalam bukunya yang berjudul Nahwa Ushul Jadid li Af Fiqh Al Islami (Menuju Metode Baru dalam Fiqih Islam) sangat menentang hijab. Bukunya, Al Kitâb wa Al Qur’an: Qira’ah Mu’ashirah, yang sangat kontroversial tiba-tiba membuat namanya menjadi terangkat.

Entahlah, meski nyeleneh, tulisan ahli pertanahan ini tiba-tiba dianggap menawarkan metode tafsir baru oleh para penganut liberal. Pemikiran Syahrur bahkan dipuji-puji oleh para penggemarnya, termasuk di Indonesia dan menyebutnya sebagai “pembaharu”. [Alarabiya/thoriq/www.hidayatullah.com]

Amerika Berencana Buka Dokumen Rahasia Soeharto

Belum genap seminggu berkabung, Amerika dikabarkan berencana membuka dokumen rahasia berbagai pelanggaran HAM mantan presiden Soeharto

ImageHidayatullah.com-- Berlandaskan Undang-undang Kebebasan Informasi, lembaga non pemerintah yang terkait Universitas George Washington ini mengoleksi dan mempublikasi dokumen-dokumen yang sudah tak lagi dirahasiakan.

Dokumen-dokumen yang selama ini diklasifikasikan rahasia itu memperlihatkan, pemerintah AS tidak pernah menekan Soeharto atas berbagai pelanggaran HAM yang terjadi selama pemerintahannya.

Kritik keras Amerika Serikat terhadap almarhum bekas presiden Soeharto hanya muncul tahun 1998, ketika Indonesia diguncang kerusuhan akibat krisis moneter.

Bill Clinton, yang ketika itu menjabat presiden Amerika Serikat, berkali-kali menelpon Jakarta, mendesak agar Soeharto memberlakukan penyesuaian ekonomi besar-besaran agar memenuhi ketentuan Dana Moneter Internasional (IMF). Itulah salah satu catatan dalam dokumen-dokumen yang baru dipublikasi oleh Arsip Keamanan Nasional atau The National Security Archives.

Dari puluhan ribu dokumen mengenai hubungan Amerika Serikat dengan Soeharto hingga tahun 1998, tak ada bukti bahwa presiden-presiden Amerika Serikat pernah menggunakan tekanan agar rejim Soeharto mengindahkan hak azasi manusia maupun demokratisasi. Begitu ungkap, Brad Simpson yang bertanggung jawab untuk proyek dokumentasi mengenai Indonesia dan Timor Leste di lembaga itu.

Diantara dokumen yang sudah bebas-baca itu terdapat transkripsi pertemuan dan pembicaraan antara Soeharto dengan sederetan bekas presiden dan petinggi Amerika Serikat, seperti Henry Kissinger. Surat dari bekas Menlu AS itu kepada Richard Nixon misalnya, menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki masalah dengan Indonesia.

Tak lama kemudian, Nixon dan Kissinger menemui Soeharto pada 26 Mei 1970. Dalam catatan pembicaraan itu tertera tanya-jawab yang berlangsung. Di situ bekas Presiden Indonesia mengaku telah menahan puluhan ribu orang dan menumpas pendukung komunisme sampai hanya tertinggal 10 persen kekuatan sebelumnya.

Soeharto juga melaporkan telah melancarkan indoktrinasi paham Orde Baru kepada siswa dan mahasiswa Indonesia. Dalam jawabannya, bekas presiden Nixon mengatakan bahwa Soeharto merupakan pemimpin salah satu demokrasi yang terbesar di dunia.

Dokumen-dokumen ini juga merefleksi persepsi Amerika Serikat terhadap Soeharto, sejak awal kekuasaannya yang berdarah, bahkan ketika aneksasi Papua Barat di tahun 1969, invasi terhadap Timor Timur di tahun 1975 dan pembunuhan misterius atau petrus yang berlangsung dari 1983 hingga 1984.

Dalam masa kepresidenen Gerald Ford di Amerika Serikat, juga terdapat pernyataan Soeharto mengenai dekolonialisasi Timor Leste. Tercatat, Ford tidak memberi tanggapan ketika Soeharto mengatakan bahwa satu-satunya cara adalah untuk mengintegrasi wilayah itu ke Indonesia.

Rangkaian catatan serupa, bagai benang merah mengalir dalam dokumen-dokumen itu. Yang nampak jelas, Amerika Serikat memperhatikan Indonesia hanya dari segi keamanan dan ekonomi. [dwwd/www.hidayatullah.com]

RUU Perbankan Syariah ‘Jalan di tempat’

Penolakan terhadap pembahasan dua RUU Syariah oleh Fraksi Partai Damai Sejahtera (FPDS) menunjukan ketidakpahaman mengenai keuntungan dalam bisnis perbankan syariah. Padahal keberadaan perbankan syariah ini, justru akan mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Saya kira itu lebih dari sisi mereka kurang paham, akan ke mana arah UU tersebut. Saya kira sangat tidak tepat sekali, kalau mereka mengatakan ini atas dasar agama, menjadi dasar kecurigaan mereka, "ujar Mantan Anggota Pansus RUU Perbankan Syariah Nursanita Nasution menanggapi penolakan Anggota FPDS yang menganggap RUU itu lebih menguntungkan agama Islam saja.

Ia mengakui, mandeknya pembahasan RUU Perbankan Syariah di DPR selama tiga tahun, selain karena jadwal Komisi yang padat, dan lebih mementingkan RUU Pajak yang terdiri dari tiga paket, juga disebabkan karena banyak anggota DPR yang belum mengerti tentang perbankan syariah.

"Istilah-istilah itu teks time membahasnya, mereka ingin tahu secara detail sehingga kaya kuliah saja, "tukasnya yang kini duduk di Komisi VI DPR.

Dalam pandangan Nursanita, proses pembahasan RUU di DPR itu sangat lambat, apabila itranya dalam tanda kutip memberikan service kepada anggota DPR. Ia menjelaskan, meski masih terdapat ganjalan-ganjalan, pembahasan RUU Perbankan Syariah masih terus dilanjutkan. Dan saat ini, pembahasannya baru lima puluh persen diselesaikan.

"Saya optimis, harus masa sidang ini sudah selesai, tapi kecuali sudut pandang mereka secara teknis berbeda saya tidak terlalu suka. Menurut saya sangat memperihatinkan kalau pembahasan RUU tergantung fasilitas yang diberikan oleh mitranya, "tegasnya.

Ia menjelaskan, tiga poin bersifat teknis yang krusial, antara lain terkait dengan Dewan Pengawas Perbankan, yang harus ada kaitannya dengan Dewan Syariah Nasional (DSN), serta masalah komisaris apakah harus berdiri sendiri, atau ada hubungan dengan syariah.

Senada dengan itu, Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto menilai sikap FPDS karena belum memahami pentingnya UU Perbankan Syariah.

Menurutnya, perkembangan sistem keuangan syraih bisa meningkatkan perekonomian negara, pemerintah juga tidak menilai penolakan dari salah satu fraksi menjadi hambatan penyelesaian RUU ini. "Saya melihat dari soal demokrasi politis okelah, setiap orang beda pendapat. Pemerintah go head saja, tidak ada masalah itu, "tandasnya. (eramuslim.com-novel)

Jadi Agen Pulsa


Sejak lama ingin menjadi agen pulsa untuk memperoleh penghasilan tambahan, minimal untuk mengisi pulsa sendiri ketika kebelet pulsa. Untuk distributor pulsa saya percayai dari IPJ Online yang merupakan sebuah distributor mandiri yang telah mempunyai mesin sendiri (sms gateway) yang mengisi pulsa secara elektronik di palembang, dan kebetulan juga ada teman disana yang menjadi operator sehingga mudah untuk komunikasinya.

Websitenya bisa di lihat di www.ipj-online.com dan juga ada Web Reporting nya sehingga kita bisa memantau total pulsa dan history transaksi yang kita/downline lakukan via online. sip banget

Beasiswa S2 dan S3 dari Depkominfo

beasiswa 2008 telah dibuka dengan dua negara baru
yakni Inggris dan Prancis, untuk S2 dan S3

Departemen Komunikasi Dan Informatika Pada Anggaran Tahun 2008 ini. Meluncurkan Program Beasiswa S2 Dan S3 Luar Negeri. File Persyaratan, Formulir Dan Semua Lampiran Bisa Di Download Di dibawah ini.

1. Informasi Mengenai Persyaratan Beasiswa S2 & S3 Luar Negeri Tahun 2008

2. Formulir Pendaftaran Beasiswa S2 & S3 Luar Negeri Tahun 2008

3. Lampiran – 1

4. Lampiran – 2

5. Lampiran – 3

Bendera Setengah Tiang

Kemarein (28/01) hampir semua mata tertuju pada layar televisi, menyaksikan prosesi pemakaman mantan presiden H. M. Soeharto, yang kalau kita melihat media luar negeri disebut dengan seorang diktaktor.  Karena Soeharto menjabat presiden selama 32 tahun.

Era kepemimpinan Soeharto ibarat dua mata uang, baik dan buruk. Baik karena soeharto berhasil membawa pembangunan di Indonesia. Buruk karena masalah HAM dan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Sehingga pada saat meninggalnya pun tidak sedikit yang mencibir, mencemooah dan tidak sedikit pula yang memujinya.

Sehingga melihat kepemimpinan Soeharto harus dengan kaca mata objektif. Di Kota Banjarmasin, kantor-kantor pemerintahan mengibarkan bendera setengah tiang, sebagai tanda berkabung atas meninggalnya mantan presiden ke-2 Republik Indnesia. begitupula sebagain rumah-rumah penduduk. Namun, banyak pula yang enggan untuk mengibarkan bendera setengah tiang. Hingga ibu saya pun berbicara, Soeharto Yah dibenci ya disayang. Dibenci karena kasus HAM dan KKN-nya. Dipuji karena juga berhasil membawa perubahan bagai bangsa ini.

Bahkan, ketika sya berada di Bank, hendak mentrasfer uang, ada bapak yang menyindir, ketika anak-anak Soeharto menaburkan bunga melati. “Wah berapa duit itu yang dihamburkan untuk menaburkan bunga”? maka tak ayal, orang-orang yang ada di bank tersebut pada tersenyum sembari menimpali, “dan kita dapat utangnya.”

Gaji DPR Berlimpah

"Dulu modal saya untuk jadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu Rp
187 juta. Enam bulan pertama sudah BEP, break even point."

Sembari makan siang di kantin, seorang anggota Dewan menceritakan
pengalamannya secara blak-blakan kepada wartawan. Dia juga menceritakan bagaimana praktik-praktik politik uang yang terjadi di DPR yang tidak bisa diceritakan dalam tulisan ini.
Karena itu, dia termasuk yang tidak setuju dengan berbagai kebijakan anggaran di DPR yang arahnya terus menguras uang negara demi mempertebal "kantong" anggota Dewan. Dia merasa berbagai fasilitas yang selama ini dia terima sudah lebih dari cukup. Pemberian insentif legislasi Rp 1 juta ke semua anggota Dewan yang tidak terlibat dalam pembahasan setiap kali pengesahan rancangan undang-undang, menurut dia, salah satu kebijakan yang tidak tepat.

Dua tahun terakhir
Seorang anggota Dewan lain secara blak-blakan menunjukkan seluruh catatan penghasilan yang dia terima dari negara selama dua tahun terakhir.

Dari catatan itu diketahui, penerimaan anggota DPR terbagi menjadi tiga kategori. Ada yang bersifat rutin bulanan, ada yang rutin nonbulanan, dan ada juga yang sesekali. Yang sifatnya rutin bulanan adalah gaji paket Rp 15.510.00; bantuan listrik Rp 5.496.000; tunjangan aspirasi Rp 7,2 juta; tunjangan kehormatan Rp 3,15 juta; tunjangan komunikasi intensif Rp 12 juta;
dan tunjangan pengawasan Rp 2,1 juta. Total berjumlah Rp 46,1 juta per bulan. Jadi, setahun mencapai lebih dari setengah miliar, Rp 554 juta. "Pendapatan bulanan ini semua anggota DPR sama," katanya. Penerimaan nonbulanan banyak jenisnya, mulai dari penerimaan gaji
ke-13 setiap Juni Rp 16,4 juta dan dana penyerapan aspirasi setiap masa reses Rp 31,5 juta. Dalam satu tahun sidang ada empat kali masa reses. Ada juga dana perjalanan dinas komisi, perjalanan dinas ke luar negeri, atau perjalanan dinas saat reses. Total keseluruhan
dalam setahun sekitar Rp 188 juta.

Sementara itu, penghasilan yang sifatnya sewaktu-waktu adalah insentif pembahasan rancangan undang-undang dan honor melakukan uji kelayakan dan kepatutan yang besarnya Rp 5 juta per kegiatan.Dengan adanya kebijakan baru berupa uang insentif legislasi Rp 1 juta per-RUU, semakin menambah lagi pemasukan anggota DPR. Uang insentif legislasi yang dia terima Rp 39,7 juta. Apabila keseluruhan penerimaan negara itu dihitung, total uang yang diterima seorang anggota DPR dalam setahun hampir Rp 1 miliar. Sebagai anggota DPR yang tidak terlalu aktif saja, selama tahun 2006, dia menerima Rp 761,3 juta, sedangkan tahun 2007 Rp 787, 1 juta.
Anggota Dewan yang merangkap anggota badan selain komisi juga mendapat tunjangan khusus. Demikian pula anggota yang merangkap pimpinan alat kelengkapan, banyak melakukan studi banding ke luar negeri, memimpin panitia-panitia khusus pembahasan RUU, serta menjadi
pimpinan fraksi, atau pimpinan DPR.

Dengan uang yang diberikan negara itu, dia yakin semua anggota DPR bisa menjadi profesional, independen, dan bersungguh-sungguh memperjuangkan aspirasi rakyat. Namun, kalau ditanya soal cukup, menurut dia, setiap orang akan memiliki pandangan yang berbeda."Ibarat minum air, ada yang merasa cukup, ada juga yang malah semakin haus," ucapnya sambil tertawa.

Idealisme 550 anggota DPR yang duduk di Senayan memang beragam. Mereka tidak bisa begitu saja digeneralisasi. Terkait pemberian insentif legislasi Rp 1 juta saja, misalnya, ada fraksi yang menolak dan ada fraksi yang menerima dengan sejumlah alasan.

Anggota yang memiliki idealisme seperti tadi sesungguhnya tak hanya satu, dua. Namun, karena jumlahnya kalah banyak, suara mereka sering kali tertelan. Seorang anggota Dewan yang dulu bergelut di dunia akademisi dan sekarang terjun ke politik praktis malah mengaku sempat
juga terkena getahnya. Saat dia ke kampus, rekannya menyesalkan dirinya terjun ke dunia politik praktis karena menjadi ikut "kotor".

Tidak semua kotor
Menilai anggota DPR seluruhnya "kotor" tentu tak tepat karena pada kenyataannya ada juga yang berusaha untuk "bersih" di tengah kekeruhan. Yang perlu dilakukan adalah memberikan dukungan kepada mereka yang bersih agar mereka tak tercemar, tetapi malah membawa
warna jernih.

DPR yang bersih akan membawa pemerintahan juga menjadi bersih karena salah satu fungsi DPR adalah bidang pengawasan. Anggaran di eksekutif juga beratus-ratus kali lipat anggaran di DPR. Siapakah anggota DPR yang perlu didukung itu? Tentunya, mereka yang bisa merasakan cukup dan lebih memprioritaskan orang yang kerongkongannya kering karena dahaga. (Sutta Dharmasaputra)

Sumber : KOMPAS

Bendera Baru Iraq

Majlis Parlemen Iraq berhasil menetapkan sebuah bendera baru dengan tulisan kaligrafi "Allahu Akbar" dengan tulisan Kufi

ImageHidayatullah.com-- Parlemen Iraq telah menetapkan bendera baru dengan membuang gambar bintang yang ada pada bendera resmi semasa rezim Saddam dan merubah tulisan Allahu Akbar dalam bentuk tulisan Kufi.

Sebagaimana dikutip Al Arabiah mengutip salah satu sumber parlemen Iraq yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan, bahwa 110 anggota parlemen dari 160 anggota menyetujui untuk menetapkan bendera model baru ini untuk jangka waktu satu tahun.

Bendera baru ini memiliki tiga warna asli, merah, putih dan hitam. lambang negara tetap dibiarkan, namun tiga bintang yang merupakan lambang persatuan, kebebasan dan sosialisme yang merupakan motto partai Baa'ts dihilangkan.

Bendera baru ini akan ditetapkan secara resmi pada sebuah acara resmi kenegaraan yang akan diadakan di kota Kurdistan, Iraq, bulan Februari.

Mahmud Al Masyhadani, Ketua Parlemen Iraq mengatakan, bahwa bendera ini setelah ditetapkan secara resmi harus dikibarkan di setiap instansi pemerintah dan swasta di Irak. [iqna/www.hidayatullah.com]

Duka

Kami atas nama Keluarga Besar Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Jawa Barat menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya ke Ramatullah Bapak Pembangunan, H. M Soeharto, minggu (28/01) , tepat pukul 13.10 WIB, siang ini telah meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta Selatan.

Semoga amal baktinya dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa dan Keluarga Cendana yang ditinggalkan hendaknya dapat tabah menerima segala cobaanNYA. Amin Ya Robbal Alamin.

Super

Andalah Superstar!

Di dalam mengajar saya cukup bisa mengenal orang hanya dengan pilihan kata yang diucapkannya, dengan pilihan kata yang diucapkan seseorang bisa sehat atau sakit, kuat atau lemah, pemberani atau penakut.

Misalnya, jika ada orang yang secara sepintas tubuhnya sehat tapi dia mengucapkan berulang bahwa dirinya sakit berarti secara pisik dirinya telah menjadi sakit namun sebaliknya jika ada orang yang terbaring dirumah sakit namun dia berbicara tetap semangat seolah-olah dirinya
sehat itu bertanda dia akan cepat sembuh.

Maka untuk bisa anda sehat, kuat dan pemberani pilihlah kata yang menjadikan anda bertenaga! Karena kata-kata yang bertenaga membuat tubuh anda bertenaga dan jiwa anda lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan.

Itulah sebabnya kenapa Gito Rollies ditengah usianya yang senja masih banyak yang mengaguminya karena pilihan-pilihan katanya yang bertenaga daripada mereka yang muda namun cenderung memilih melankolis dengan pilihan-pilihan kata yang membuat hidup melemah.

Tidakkah hari ini anda menjadi lebih bersemangat dengan pilihan-pilihan kata yang membuat anda menjadi lebih bertenaga? Tidakkah hari ini anda menatap matahari pagi dengan teriakan optimis membuat anda bertindak dengan penuh keyakinan? Tidakkah anda hari ini dengan tulus menyapa setiap orang yang terungkap dalam kata-kata yang indah?

Jika iya, itulah anda superstarnya!

Salam Cinta,
Agussyafii

Kitab (11)

Mahasiswa UIN SGD Bandung Angkat Bicara Soal 7 Hari Berkabung Nasional
Oleh Ibn Ghifarie

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan kantor pemerintahan dan kantor perwakilan RI di luar negeri mengibarkan bendera setengah tiang dari tanggal 28 Januari hingga 2 Februari 2008.

Pemerintah juga menyatakan sebagai hari berkabung nasional selama 7 hari atas wafatnya mantan Presiden RI H.M. Soeharto. Demikian dikemukakan Mensesneg Hatta Rajasa, dalam jumpa pers di Kantor Sesneg Jln. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Minggu (27/1).

Presiden atas nama negara, rakyat, pemerintah, dan selaku pribadi menyampaikan belasungkawa atas wafatnya H.M. Soeharto. Presiden mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada salah satu putra terbaik bangsa. SBY juga mengajak umat Islam membacakan surat Al-Fatihah.

"Kita semua berduka dengan wafatnya Bapak Haji Muhammad Soeharto, Presiden Republik Indonesia kedua, karena sakit. Atas nama negara, rakyat, pemerintah, dan selaku pribadi, saya mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Haji Muhammad Soeharto," kata Presiden Yudhoyono dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Negara, Jakarta, Minggu (27/1).

Keluarnya Pernyataan sikap Presiden selaku Kepala pemerintahan Indonesia menuai perbagai macan komentar masyrakat. Khususnya dikalangan Civitas Akademikan UIN SGD Bandung. Salah satunya Yogi mahasiswa Materamika Fakultas Sain dan Teknologi menuturkan ‘Wah itu sangat perlu sekali. Sebaba Ia telah berjasa pada bangsa ini’.

Coba kalao bukan oleh Bapak Pembangunan niscaya deretan tinggi banguna yang menjuklang itu merupaka hasil jerih payanya selama 32 tahun. Sekarang kita tainggal menjutkan dan mengisi pembanguna tersebut, jelasnya.

Keberhasilan suatu bangsa itu terlihat dari tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Pada saat pemerintahan Orde baru sangat jelas bila dibandingkan dengan zaman reformasi ini. Pokoknya dimana-mana kalaparan, busung lapar, kurang gizibencana, benerr pan [Pokoknya di daerah mana-mana terkena kelaparan, burung lapar, kurang gizi, bencana, benerkan!!], keluhnya.

Lain lagi dengan Jamhur aktivis Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman (LPIK) Bandung, menjelaskan ‘Ini ga boleh terjadi. Karena sanget merugikan masyarakat Indonesia, khususnya kaum terpelajar’,

Seutik-saeutik peure. Lamun keu terus carana. Atuh iraha bangsa urang maju kawan nagara lain [Sedikit-sedikit libur. Kalau begini keadaanya secara terus menrus. Kapan mau majunaya bangsa kita ini seperti negaara lainya], tambahnya.
Ceuk urang teuteup teu bisa [bagi saya tetep ga bisa] soal 7 hari berkabung atas meninggalnya Soeharto, cetusnya.

Menyinggung upacara pemakaman orang nomer satu saat Orde Baru dan Presiden akan bertindak sebagai inspektur upacara saat pemakaman di Astana Giribangun, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, hari ini (Senin, 29/01)

Bagi saya sudah selayaknya bangsa kita menghargai jasa putra terbaik bangsa. Selain itu, memang sudah ada ketentuan UUnya (Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 62 Tahun 1990. PP itu mengatur tentang ketentuan keprotokolan mengenai tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan bagi pejabat negara, pejabat pemerintah, dan tokoh masyarakat-red), killah Yogi

Di mata, Jamhur tetap tak boleh terjadi ucapara kematian Bapak Pembangunan itu secara besar-sebaran dan adanya 7 hari berkabung nasional, seban tetap saja dimata Tuhan yang membedakan kita hanya derajat ketaqwaanya sambil menyentil Al-Qur’an,

Hal senada juga diungkapkan oleh aktivis pergerakan yang tak mau disebutkan namanya ‘Yang mesti berkabung nasional itu bukan kematian penguasa 32 tahun itu, melainkan saudara-saudara kita yang terkena Lumpur lapindo. Sudah berapa tahun mereka menderita dan tak mendapatkan kepastian dari pemilih perusahanan’.

Bahkan kabra terbaru pihak Lapindo dibebaskan oelh pengadilan karena tak terbukti salah. Padahal ini sudah jelaj-jelas salah kaprah, paparnya.

Bila ingin tetap menggelar 7 hari berkabung nasional dengan mengibarkan bendera setengah tiang, maka berapa hari untuk menyuarakan berkabungnya kematian hati nurani pada bangsa kita, harapanya. [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 29/02/08;14.27 wib
“tulislah” ungkap Pramoedya Ananta Toer “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penarbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna,”
KIRIM SMS GRATIS
Jejaring Sosial
Langganan Berita

Masukkan email anda:

Sponsor
Iklan
Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
KlikSaya