Apr
30th

TIDAK ADA YANG SIA – SIA, JANGAN SIA – SIAKAN KESEMPATAN


DPC PBB Kota Tangerang, Satukan Tekad - Suarakan Aspirasi Rakyat

PARTAI BULAN BINTANG lolos sebagai kontestan pemilu 2009 ! suara yang saya dengar dari kawan – kawan di DPC PBB Kota Tangerang. Beberapa teman melonjak dan berteriak, saya hanya tertegun dan menerawang, benarkah ? andaikan benar bagaimana dengan kelengkapan administrative PARTAI BINTANG BULAN yang lagi diupayakan untuk dilengkapi oleh DPAC –DPAC.

Saat itu kebetulan saya sedang menyusun tambahan rekapan KTA PARTAI BINTANG BULAN untuk dikirim ke DPW, bagaimana dengan DPAC yang harus bolak – balik ke kantor kecamatan untuk mengurus legalitas DPAC – nya dimana format yang sudah standard dikeluarkan oleh Depdagri ternyata tidak diketahui oleh aparat kecamatan ? sampai saya sedikit “ emosi “ karena surat edaran itu tidak tersosialisasi dengan baik akibatnya para Ketua PAC harus mondar – mandir ke kecamatan agar dapat memenuhi standar sesuai lampiran contoh Surat Edaran Mendagri.

Beberapa hari kemudian baru saya ketahui setelah mendapat informasi shahih bahwa benar PARTAI BULAN BINTANG lolos, bahagia dan terharu ketika partai yang dari tahun 1999 saya banggakan dan harapkan ini kembali eksis.

Drs. Sahar L Hassan dalam Kesempatan Mukercab DPC PBB Kota Tangerang

Kalau saya pernah mengatakan bahwa dalam rangka verifikasi PARTAI BINTANG BULAN melelahkan namun mengasyikkan maka kini timbul fikiran manusiawi saya dan teman – teman, berarti kemarin usaha kita sia – sia dong ? setelah siang dan malam kita bersama teman – teman DPAC berusaha memenuhi item – item verifikasi untuk status badan hukum dari Depkeh dan HAM semata – mata agar partai kita dapat eksis walaupun “ Cuma “ ganti kulit kini ternyata tanpa itu partai kita lolos juga ke Pemilu 2009.

Demi “membunuh “ perasaan – perasaan itu akhirnya saya katakan kepada teman – teman bahwa tidak ada sesuatu kebaikan yang sia – sia ketika sudah dikerjakan, terlepas ada pengakuan atau tidak. Jika niat kemarin adalah demi eksistensi sebuah wadah perjuangan bernama Partai Bulan Bintang atau Bintang Bulan sesungguhnya ini mengandung hikmah yang dalam agar kita jangan sekali – kali menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Sekarang saatnya kita jaga bersama kesempatan ini agar jangan terulang seperti kemarin, kerahkan semua potensi diri dan jangan over confidence karena perjuangan harus melalui konsep dan kemauan untuk melaksanakannya.

Koalisi ABR kian meneguhkan Peran Politik Ummat Islam di Kota Tangerang

Imam Ali Rda pernah berkata :

“ Kejahatan yang terorganisir dapat mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir “

“jagalah perilaku yang menjadi cermin bahwa kita adalah kader Partai Bulan Bintang”,

(Rintisan Profil ini ditulis oleh Luthfi Maulana, DPC PBB Kota Tangerang)

Apr
30th

“Pemikiran Modern Ala Barat: Paradigma Baru Pendidikan Islam di Indonesia”

Files under | Leave a Comment

Harian Suara Karya, Jumat 11 Oktober 1985, memuat tulisan Prof. Dr. Harun Nasution yang menekankan perlunya umat Islam mengubah pola pikirnya mengikuti pola pikir Barat modern. Artikel itu berjudul ”Ajaran Islam tentang Akal dan Akhlak”. Harun menulis, bahwa ia pernah mendapat pertanyaan dari Madame Haydar, istri seorang koleganya dari Kedubes Libanon di Brussel, Belgia:

”Mengapa orang-orang Nasrani umumnya berkelakuan baik, berpengetahuan tinggi dan menghargai kebersihan, sedang kita orang Islam umumnya kurang dapat dipercayai bodoh-bodoh dan tidak tahu kebersihan?”

Harun bertanya kepada Madame Haidar:

”Yang Anda maksud barangkali orang-orang Eropa dan bukan orang-orang Nasrani. Eropa memang sedang berada dalam zaman kemajuannya, sedang Timur masih dalam zaman kemunduran. Ekonomi Eropa yang maju mmebuat orang-orangnya mempunyai kesempatan untuk memperoleh pendidikan baik lebih tinggi sedang Timur yang miskin, orang-orangnya kebanyakan tinggal dalam ketidaktahuan.”

Lalu, Madame Haidar melanjutkan lagi:

”Yang saya maksud bukan orang Eropa, tapi orang Nasrani. Apa yang saya sebut adalah kenyataan di negeri saya sendiri, Libanon. Kalau kita perhatikan orang Islam yang pergi ke mesjid, kita lihat wajah mereka tidak berseri dan pakaiannya kotor-kotor. Tetapi sebaliknya orang-orang Nasrani yang pergi ke gereja bersih wajah dan pakaiannya. Ekonomi mereka lebih baik dari ekonomi orang Islam. Demikian juga pendidikan mereka lebih tinggi. Orang –orang Islam ketinggalan.”

Terhadap pernyataan Madame Haidar itu, Harun Nasution menyatakan persetujuannya. Dia menulis dalam artikelnya tersebut:

”Keadaan umat Islam sebagai digambarkan Madame Haidar itu bukan hanya terbatas bagi umat Islam di Libanon. Hal serupa juga kita alami di Indonesia. Umat Islam di negeri kita lebih rendah ekonomi dan pendidikannya dari umat lain. Masalah kita di Indonesia ialah umat Islam yang berjumlah besar, tetapi ekonominya lemah dan pendidikannya tidak tinggi. Sedang umat lain sungguhpun minoritas mempunyai kekuatan ekonomi dan pendidikan yang baik. Di pusat lahirnya Islam, di Mekah dan Medinah, kita jumpai juga umat Islam tidak mempunyai kemajuan dan dari segi budi pekerti juga tidak menggembirakan. Di Mesir hal yang sama kita jumpai. Umatnya diperbandingkan dengan umat lain yang ada di sana, yaitu sebelum orang-orang Yahudi, Yunani dan lain-lain meninggalkan negeri itu, jauh ketinggalan dalam soal ekonomi, pendidikan dan budi pekerti. Di Turki, Suria, Yordan, Aljazair, India dan Pakistan hal yang sama dijumpai. Maka pengamatan Madame Haidar dalam pertanyaan yang dimajukannya adalah benar untuk dunia Islam pada umumnya. Dialog itu menyadarkan saya bahwa persoalannya bukanlah semata-mata persoalan kebudayaan, tetapi adalah pula masalah agama.”

Demikianlah dialog Harun Nasution dan Madame Haidar yang diungkapkan Harun Nasution dalam artikelnya di Harian Suara Karya.

Setelah menunggu selama tiga minggu dan tidak ada seorang pun yang mengkritik artikel Prof. Harun tersebut, Prof. HM Rasjidi akhirnya memaksakan diri mengangkat pena dan memberikan kritiknya. Saat menjadi Associate Professor di McGill University, Rasjidi adalah orang yang mengusahakan agar Harun dapat melanjutkan studinya di McGill. Tapi, seperti pernah kita bahas dalam beberapa tulisan, belakangan, Rasjidi banyak mengkritik pemikiran Harun Nasution yang dinilainya terlalu berorientasi ke Barat.

Dalam tanggapannya, Prof. Rasjidi menulis:

”Membaca tulisan Prof. Harun tersebut, saya menjadi sesak nafas, dan bertanya-tanya: Mengapa dengan mudah menerima segala cacian dan penghinaan kepada umat Islam. Kalau dari permulaan kita sudah bersikap: menyerah, tidak percaya diri sendiri, maka tak mungkin kita dapat mempertahankan diri kita. Kalau seorang petinju, sebelum memasuki gelanggang pertarungan, sudah menggambarkan bahwa musuhnya kuat, tak dapat dikalahkan, bahwa pukulannya sangat jitu dan berbahaya, maka mustahillah ia akan memenangkan pertandingan. Rasa kesal saya bertambah ketika membaca paragraf selanjutnya, karena paragraf itu berbunyi: Dialog itu menyadarkan bahwa ”persoalan bukan semata-mata persoalan kebudayaan, tetapi adalah pula masalah agama.”

Rasjidi yang menyelesikan disertasi doktornya dalam studi Islam di Sorbone University, Paris, lalu memaparkan bahwa soal kebodohan dan kekotoran adalah masalah yang dihadapi oleh tiap-tiap umat beragama, bukan hanya persoalan umat Islam. Tapi, kata Rasjidi, ”... hal pertama yang sangat penting adalah: Kita harus mempunyai harga diri.” Dialog antara Harun dengan Madame Haidar, kata Rasjidi, ”Adalah dialog antara dua jiwa yang banyak persamaannya, ya’ni jiwa yang kena cekokan dari Barat bahwa Kristen itu bersih, pandai dan mempunyai sifat-sifat yang baik, sedang Islam adalah kotor, bodoh, perangai jahat dan seterusnya.”

Kritik Prof. Rasjidi terhadap artikel Harun Nasution tersebut sangat penting kita telaah, sebab membuka mata kita, bahwa dalam soal pemikiran Islam, persoalannya bukan semata-mata logika, tetapi ada faktor lain yang juga perlu ditelaah, yaitu soal mental, ”aspek kejiwaan”. Mental minder, mental rendah diri dalam melihat peradaban Barat itulah yang menjadi faktor penting, sehingga seringkali menutup seluruh logika yang sehat.

Dengan posisinya sebagai Rektor IAIN Jakarta dan kemudian sebagai Direktur Program Pasca Sarjana IAIN Jakarta, Harun senantiasa dianggap sebagai peletak dasar pembaruan pendidikan Islam di Indonesia, yang dilakukan melalui IAIN Jakarta. Tahun 1973, bukunya ”Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya” dijadikan sebagai buku rujukan wajib di seluruh Perguruan Tinggi Islam. Dengan dukungan Menteri Agama Mukti Ali – yang juga alumnus McGill University -- proyek pembaratan (Westernisasi) IAIN kemudian dilakukan secara sistematis. Pelan tapi pasti, sejak 35 tahun lalu (tahun 1973), kiblat studi Islam di IAIN diarahkan ke Barat.

Dalam kaitan inilah, peran pusat Studi Islam McGill Kanada yang didirikan oleh Prof. Wlfred Cantwell Smith sangat signifikan. Peran besar McGill dalam pembaratan studi Islam di Indonesia dijelaskan dalam buku ”Paradigma Baru Pendidikan Islam”, yang diterbitkan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Islam – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama RI tahun 2008. Ditulis dalam buku ini:

”Melalui pengiriman para dosen IAIN ke McGill dalam jumlah yang sangat masif dari seluruh Indonesia, berarti juga perubahan yang luar biasa dari titik pandang tradisional studi Islam ke arah pemikiran modern ala Barat. Perubahan yang paling menyolok terjadi pada tingkat elit. Tingkat elit inilah yang selalu menggerakkan tingkat grass root.” (hal. 6, cetak tebal dan miring dari saya, Adian).

Tentang peran Harun Nasution dalam pembaratan IAIN ditulis dalam buku ini:

”Harun Nasution mengusung pembaruan pemikiran keislaman. Dia mengenalkan multi pendekatan dan memperjuangkannya dengan sangat konsisten. Pengaruh pemikirannya sangat kuat di kalangan IAIN dan STAIN seluruh Indonesia dan masih dirasakan sampai sekarang.” (hal. 7)

Ditulis dalam buku ini, bahwa pembaruan Islam perlu dilakukan, karena yang menjadi masalah umat Islam Indonesia adalah bahwa sampai saat ini adalah kurang berkembangnya pandangan pluralistik atau penghargaan atas perbedaan di kalangan umat. Pada zaman Harun, tulis buku ini, pengajaran keagamaan sangat normatif dan terpaku pada salah satu paham atau aliran pemikiran, atau bahkan kelompok atau pemikiran orang tertentu dan sangat fiqih oriented. Model pendidikan yang seperti itu dapat dipastikan akan menghasilkan lulusan yang mempunyai pemahaman dan pemaknaan agama yang sempit. ”Dampak negatifnya adalah kemungkinan munculnya pemahaman yang melihat segala hal yang berbeda dengan paham tersebut sebagai salah, menyimpang dan bahkan sesat.” (hal. 8).

Untuk melakukan pembaruan pemikiran Islam di IAIN, Harun Nasution mencari akar pembenarannya dalam teologi rasional ala Mu’tazilah dan mengenalkannya kepada masyarakat lewat buku dan pengajarannya di IAIN dan program pascasarjana IAIN Jakarta. ”Selama menjadi rektor (1973-1984) dan setelahnya sampai tahun 1990-an sebagai Direktur pada program studi lanjutan pertama yang dibuka di IAIN Jakarta, Nasution mengembangkan pemikiran Islam rasional dan menjadikan program S1 dan pasca sarjana IAIN Jakarta sebagai agen pembaharuan pemikiran dalam Islam dan tempat penyemaian gagasan-gagasan keislaman yang baru.” (hal. 8).

Membaca buku ”Paradigma Baru Pendidikan Islam” yang diterbitkan Departemen Agama ini kita menjadi paham, bagaimana proyek pembaratan IAIN ini secara sistematis dijalankan selama lebih dari 30 tahun. Pemuktazilahan IAIN seperti digambarkan dalam pemikiran Harun hanyalah slogan, karena faktanya adalah pembaratan, seperti yang dibanggakan sebagai bentuk kemajuan dalam pendidikan Islam. Inilah yang dikatakan sebagai ”Paradigma Baru Pendidikan Islam”.

Jika kita membaca buku yang disusun para alumni Studi Islam McGill ini, yang dikatakan sebagai ”Paradigma Baru” dalam pendekatan studi Islam tidak lain adalah mengikuti pendekatan studi Islam yang menekankan pada pendekatan sejarah (historis) dan bukan pendekatan normatif. Metode pendekatan sejarah ini digunakan antara lain karena kekaguman Mukti Ali terhadap gurunya di McGill, yaitu Prof. Wilfred Cantwell Smith, seperti ditulis dalam buku ini:

”Smith adalah sosok yang kemudian selalu dikagumi Mukti Ali karena sikap ramahnya terhadap Islam dan metodologi yang dipakainya dalam mempelajari Islam. Menurut Mukti Ali, Smith tidak hanya menarik dari sisi simpatiknya terhadap Islam tetapi juga dari pendekatan holistik yang digunakannya. Bahwa Islam tidak semata fenomena normatif, tetapi harus dipandang dari sudut lain, sebagai fakta sejarah dan sebagaimana agama-agama lain di dunia, Islam muncul dalam peradaban manusia. Maka pendekatan yang digunakan pun pendekatan kemanusiaan. Empiris kemanusiaan menjadi pendekatan yang dipilih untuk mendekati ajaran Islam dan fenomena umatnya.” (hal. 10).

Buku ini sebenarnya menceritakan kesuksesan proyek kerjasama McGill dengan UIN Jakarta dan UIN Yogya. Karenanya proyek ini akan diteruskan. Ada dua hal penting yang dikembangkan dalam kerjasama ini. Yaitu penyelenggaraan proram Kajian Antar Bidang dalam studi Islam (Interdisciplinary Islamic Studies/IIS) dan pengembangan kurikulum berbasis gender. Dalam IIS, yang ditekankan adalah kajian Islam yang menekankan pada konteks sosial dan historis. ”Oleh karena itu, kajian Islam yang memperhatikan konteks sosial dan historis serta menggunakan pendekatan-pendekatan ilmu sosial sangatlah dibutuhkan.” (hal. 168).

Marilah kita simak betapa naifnya alasan dan tujuan penggunaan metode studi Islam model Barat ini:

”Terlebih selama ini pendekatan yang digunakan dalam dunia pendidikan secara dominan masih bersifat normatif dan kurang historis. Dengan demikian, program ini akan menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki paradigma historis dalam kajian Islam. Pendekatan historis dan empirik dalam kajian agama akan dipandang penting untuk meningkatkan tradisi keilmuan dan menciptakan model pemahaman keagamaan yang bijak, demokratis dan toleran.”

Membaca buku ini kita menjadi lebih paham, mengapa buku-buku Studi Islam di Perguruan Tinggi saat ini semakin banyak dijejali dengan pendekatan historis ala Barat. Ternyata, memang semua ini adalah proyek pembaratan secara sistematis. Metode ini telah mengubah cara pikir begitu banyak cendekiawan yang terjebak kepada ”penyamaan” Islam dengan agama-agama lain, dengan menempatkan Islam sebagai bagian dari produk sejarah. Padahal, Islam adalah agama wahyu yang memiliki karakter yang khas, yang berbeda dengan agama-agama lain. Al-Quran juga merupakan teks wahyu yang tidak sama dengan kitab-kitab lain yang merupakan teks manusia dan teks sejarah. Karena itu, metode pemahamannya juga tidak bisa begitu saja menggunakan pendekatan pemahaman historisitas yang serba relatif.

Kita sudah beberapa kali disuguhi pemikiran yang menggelikan dari sejumlah dosen UIN/IAIN yang menggunakan metode pendekatan historis kontekstual dalam studi Islam. Misalnya, mereka menghalalkan perkawinan antara Muslimah dengan laki-laki non-Muslim dengan alasan hal itu tergantung konteks sejarah dan budaya Arab yang patriarki. Ada juga dosen syariah IAIN Semarang – yang menggunakan pendekatan sejarah – yang kemudian berpendapat bahwa mahar dalam perkawinan bisa juga diberikan oleh mempelai wanita, tergantung situasi sosial dan budayanya. Keharusan memberikan mahar bagi laki-laki, menurut dia, adalah kaena ayat Al-Quran turun di Arab yang budayanya patriarki.

Menyimak semua ini tidak sulit bagi kita untuk melihat sebuah bentuk penjajahan intelektual yang sangat sistematis dalam merusak pemikiran Islam. Dengan pendekatan historis kontekstual ini, tidaklah sulit bagi kita untuk memahami, kemana arah tujuan studi Islam ala Barat ini dikembangkan. Yaitu, tirulah cara berpikir Barat yang serba relatif. Kebenaran tergantung pada situasi sosial dan budaya. Tidak ada kebenaran yang tetap. Dalam kasus ”aurat wanita”, misalnya, akan dikatakan bahwa aurat itu fleksibel tergantung situasi sosial dan budaya. Begitu juga dalam soal-soal ajaran dan hukum Islam lainnya. Ujung-ujungnya, para mahasiswa dan sarjana digiring untuk berpikir ala Barat yang bersikap netral terhadap ”al-Haq dan al-Bathil”; yang tidak bicara lagi soal ”Iman dan kufur”, ”tauhid dan syirik”, dan sebagainya. Semua itu dianggap sebagai hal normatif.

Kita mengimbau kiranya pejabat dan para cendekiawan kita sadar akan kekeliruan dan bahaya besar dalam pengembangan studi Islam model Barat di perguruan Tinggi Islam. Sangat memprihatinkan jika ternyata yang disebut sebagai ”Paradigma Baru Studi Islam” adalah ”Paradigma Pemikiran Modern Ala Barat” seperti yang dipaparkan dalam buku ini.

Kita melihat hal yang sangat ironis. Begitu mudahnya para cendekiawan itu dicekoki pemahaman yang sangat naif dan tidak realistis bahwa masalah utama umat Islam Indonesia adalah kurangnya pemahaman Islam yang pluralis, pemahaman yang historis; bahwa kajian Islam yang normatif adalah sumber masalah, sumber intoleransi umat beragama, dan sebagainya. Karena itu, perlu digunakan ilmu-ilmu sosial Barat dalam studi Islam, agar menghasilkan pemahaman yang tidak mutlak, yang toleran, dan seterusnya!

Bukankah ini logika yang naif! Bukankan Barat sendiri terbukti sangat tidak toleran, karena terus-menerus memaksakan sekularisme, liberalisme, pluralisme dan paham Barat lain kepada seluruh umat manusia. Mereka yang ingin menerapkan ajaran Islam dalam kehidupannya, yang menolak pandangan hidup Barat, secara serampangan lalu diberi cap ”fundamentalis”, ”radikal”, ”konservatif”, dan seabrek ’julukan miring’ lainnya. Yang mau ikut Barat dipuji-puji sebagai kaum intelektual yang toleran, progresif, dan sebagainya. Jangan heran, jika di antara mereka, lahir orang-orang seperti Geert Wilders, sutradara film Fitna, yang menyampaikan pesan di akhir film-nya: ”Stop Islamization. Defend our freedom!”. Peradaban seperti inikah yang disebut toleran?

Dalam artikelnya di Majalah ISLAMIA (edisi 1/2004), Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud, guru besar bidang pendidikan dan pemikiran Islam di Universitas Islam Internasional Malaysia, mengingatkan dampak besar penggunaan metode Barat dalam pemahaman Islam, seperti hermeneutika: ”Jika kita mengadopsi satu kaedah ilmiah tanpa mempertimbangkan latar-belakang sejarahnya, maka kita akan mengalami kerugian besar. Sebab kita akan meninggalkan metode kita sendiri yang telah begitu sukses membantu kita memahami sumber-sumber agama kita dan juga telah membantu kita menciptakan peradaban internasional yang unggul dan lama.”

Seabrek argumentasi bisa kita berikan tentang perlunya umat Islam tidak tunduk kepada metode Barat dalam memahami Islam. Tapi, seperti disampaikan Prof. HM Rasjidi saat mengkritik Prof. Harun Nasution, bahwa masalahnya bukan hanya terletak pada soal logika, tapi ada aspek ”kejiwaan” yang terlibat di dalamnya.

Ada baiknya kita hayati nasehat Pak Rasjidi, ”Kita harus mempunyai harga diri!” [Jakarta, 11 Rabiulakhir 1429 H/18 April 2008/www.hidayatullah.com].

Apr
30th

Pertama, Museum Sains dan Tekhnologi Islam di Istanbul-Turki

Files under | 1 Comment
Mei, bulan bulan depan akan dibuka Museum pertama Sains dan Tekhnologi Islam di Taman Guvlhan di kota Istanbul, Turki

Istanbul, Turki, bahwa pemerintah Istanbul bekerjasama dengan kementerian kebudayaan dan pariwisata akan segera meresmikan Museum yang akan memamerkan berbagai hasil para peneliti dan intelektual muslim.Walikota Istanbul, Kadir Topbaş mengatakan, para pengunjung Museum itu nantinya akan datang dengan motivasi untuk lebih mengenal berbagai keberhasilan yang telah diraih dalam bidang ilmu, tekhonologi dan sains sehingga dapat memperkenalkan hal itu ke tempat masing-masing di dunia.

Diantara yang akan ditampilkan adalah hasil para ilmuan dalam berbagai cabang ilmu, meliputi; Ilmu astronomi, mekanik, kimia, geografi dan tekhnik bangunan.

Selain produk dan penemuan baru juga akan ditampilan penemuan para ilmuan lama di abad-abad sebelumnya sejak abad delapan hingga enam belas melalui film dan slide.

Museum itu akan dilengkapi dengan potongan dan sumbangan budaya Islam kepada dunia ilmu dan pengembangan ilmu pengetahuan modern. Juga disajikan visual dari observatorium, rumah sakit, mekanisme-mekanisme dan universitas kimia Muslim yang sebagiannya dihasilkan dari prestasi-prestasi ilmu pengetahuan terkemuka Islam.

Museum Sains dan Tekhnologi Islam di atur oleh Kementerian Kebudayaan dan Tourisme bekerjasama dengan Dewan Scientific dan Riset Teknologi Turki (TÜBITAK), Turkish Academy of Sciences (TÜBA), Kota Istanbul dan Professor Sezgin dari Frankfurt University. Langkah-langkah awal, museum akan memajang 140 benda bersejarah, meskipun demikian, diharapkan dari waktu ke waktu banyaknya materi yang dipertunjukkan naik sampai 800. [cha, zaman/www.hidayatullah.com]

Apr
30th

MUI Sumsel Cekal Delapan Artis Seronok

Files under | 2 Comments
Setelah pemerintah kota Tangerang , Bandung dan Depok mencekal penyanyi seronok Dewi Persik, kini MUI Sumsel mencekal 8 artis. Pemimpin daerah lain perlu meniru

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan (Sumsel) mencekal delapan artis asal Jakarta yang menjadi ikon artis bergoyang. Pencekalan terkait larangan menampilkan artis tersebut di ajang Pilkada 2008 dengan maksud untuk mengumpulkan massa yang lebih banyak.

Larangan dan imbauan tersebut tertuang dalam Surat MUI NO B-30/MUI-SS-IV/2008 tertanggal 28 April 2008 yang ditandatangani Ketua MUI Sumsel KH Sodikun dan Ketua Komisi Fatwa KH Moch Lutfi Izzuddin.

Di dalam imbauan tersebut tidak disebutkan secara rinci artis atau penyanyi yang dicekal. Sementara berdasarkan Fatwa MUI Pusat No U-287/2001 tentang pornografi dan pornoaksi dan fatwa MUI Sumsel No U-03/MUI-SS-IV/2008, maka larangan ini berlaku tetap tidak sebatas pada Pilkada saja.

Namun, dari penjelasan MUI Sumsel sebelumnya, nama-nama artis yang masuk kategori meresahkan masyarakat dan dapat berpotensi merusak moral generasi muda itu adalah Dewi Persik, Annisa Bahar, Inul Daratista, Julia Perez, Uut Permatasari, Trio Macan, Ira Swara, dan Nita Thalia.

Sebelumnya, pemerintah Kota Tangerang, Bandung dan Depok juga melakukan pencekalan terhadap penyanyi seronok Dewi Persik.

Selama ini, penyanyi dangdut lebih mengutamakan ‘menjual aurat’ dan pamer tubuh dibanding menjual suaranya. Karena itu, langkah pemerintah kota Tangerang, Bandung, Depok dan MUI Sumsel layak ditiru untuk pemerintah daerah yang lain. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]
Apr
30th

MUHAMMADIYAH DAN AHMADIYAH

Files under | 4 Comments

Oleh: Ahmad Khoirul Fata

Koordinator Jaringan KB Muda PII Jawa Timur

(Jawa Pos, 28 April 2008)

Tulisan Asvi Warman Adam "Belajar Dari Sejarah Ahmadiyah" (JP, 24/04/08) patut dikritisi. Sebab, dalam tulisan itu Asvi membuat suatu kesimpulan bahwa sejak dulu kala Muhammadiyah tidak memiliki problem serius dengan Ahmadiyah, terutama Lahore. Resistensi Muhammadiyah baru muncul saat MUI mengeluarkan fatwa kesesatan Ahmadiyah pada 1984.

Kesimpulan itu tentu saja layak untuk diperdebatkan. Beberapa literatur justru menunjukkan bahwa sikap resisten Muhammadiyah sudah muncul jauh sebelum dekade 1980-an. Juga, Asvi tampaknya hanya menyampaikan fakta sejarah yang sepenggal.

Buya Hamka dalam buku "Peladjaran Agama Islam (PAI)" (terbit pertama kali pada 1956) menulis, Ahmadiyah - baik Qadiani atau Lahore - masuk ke Indonesia sejak tahun 1920-an. Qadiani masuk melalui Tapak Tuan, kemudian ke Minangkabau di zaman kejayaan Sumatera Thawalib di Padang Panjang sekitar tahun 1923.

Awalnya, beberapa pelajar Sumatera Thawalib melanjutkan studi ke luar negeri. Di sana mereka secara intens dibina Qadiani hingga bisa bertemu dengan Khalifatul Masih II. Setelah dinilai matang dalam ajaran Ahmadiyah Qadiani, mereka pun disuruh pulang ke Minangkabau ditemani seorang dai Qadiani, Maulvi Rahmat Ali. Di tanah kelahirannya, mereka pun menggelar berbagai perdebatan tentang keyakinannya dengan ulama’ lokal.

Tentu saja, keyakinan menyimpang yang mereka bawa ditentang para ulama. Karena hanya memperoleh beberapa puluh pengikut di Sumatera, Rahmat Ali pun pindah ke Jawa, dan mendapat beberapa orang pengikut. Namun akhirnya usaha di Jawa juga mendapat tentangan keras, terutama, dari tokoh Persis, A Hassan. Dalam sebuah perdebatan di Bandung, A Hassan membuka semua kekeliruan Qadiani dan terbongkarlah semua kepalsuannya oleh pendebat ulung itu.

Hampir bersamaan dengan Qadiani, aliran Lahore juga hadir di Indonesia. Pada tahun 1924, dua orang utusan Lahore datang ke Yogya, yaitu Maulana Ahmad dan Mirza Ali Ahmad Beig. Menurut Hamka, ada dua tokoh Muhammadiyah yang mengikuti ajaran ini, yaitu M Ngabehi Joyosugito dan M Yunus Anis. Saat itu, belum ada sikap tegas dari Muhammadiyah atas kedua tokohnya tersebut.

Pada 1925 Syaikh Abdul Karim Amrullah datang ke Yogya dan sempat berdebat dengan Ahmad Beig di depan H Fakhruddin. Dari perdebatan itu H Fakhruddin baru tahu bahwa Qadiani dan Lahore tidak jauh berbeda. Meski demikian, Muhammadiyah tetap belum bisa mengambil sikap tegas. Selang dua tahun kemudian, muballigh terkenal dari India, Maulana Abdul Aleem As-Shiddiqi, datang ke Yogya dan berceramah tentang hakikat Ahmadiyah Qadiani dan Lahore. Baru setelah ini Muhammadiyah bersikap tegas dengan mengeluarkan kedua tokohnya yang telah terjangkit penyakit Ahmadiyah itu.

Agama Ahmadiyah

Ada satu kenyataan yang tidak disinggung Asvi dalam tulisan itu, bahwa keluarnya fatwa MUI tentang kesesatan Ahmadiyah pada 1984 tidak lepas dari peran penting tokoh Muhammadiyah, yaitu Buya Hamka yang saat itu menjabat ketua MUI.

Sikap ini sesungguhnya adalah akumulasi dari resistensi Hamka dan Muhammadiyah terhadap Ahmadiyah. Dalam buku PAI tersebut, Hamka secara panjang lebar membahas Ahmadiyah, mulai dari sejarah kemunculan, ajaran, hingga masuknya ajaran itu ke Indonesia.

Ada dua kesimpulan penting dalam buku itu; 1) lahirnya nabi palsu di zaman modern (Mirza Ghulam Ahmad) tidak lepas dari dukungan kolonial Inggris untuk melemahkan perlawanan umat Islam. 2) Ahmadiyah lebih berbahaya daripada Bahai. Pasalnya, Bahai secara jantan mengaku dirinya bukan bagian dari Islam, sedangkan Ahmadiyah tetap menempel pada Islam. Dengan status seperti ini, Kaum Ahmadi dinilai berpotensi merusak Islam dari dalam.

Karena itulah, Hamka menulis Ahmadiyah sebagai "agama" bukan "aliran". Sebagai "agama", Hamka melihat Ahmadiyah memiliki akidah dan syariat yang berbeda dengan Islam. Akidah Ahmadiyah berinti pada keyakinan akan kenabian Mirza Ghulam Ahmad. Sedangkan syariatnya bertumpu pada upaya mengekalkan kolonialisme Inggris di India dengan menghapuskan ajaran jihad. Allahu 'alam

Apr
29th

Bingung??????

Files under | Leave a Comment
21 April 2008

Aktivitas hari ini adalah mengerjakan questioner list untuk persiapan audit mutu ISO 9001:2000. Sendirian lagi, hari ini Satrio sedang sakit mata, matanya bengkak.

Pak Yuswar sedang ditugaskan di Puri menemani bos untuk meeting dengan Pak Yana dan suster Rensi. Entahlah seharian ini saya seperti tidak memiliki kerjaan yang berarti…bingung pertanyaan apa lagi yang mesti saya buat, pikiran sudah mentok. Kucoba buka-buka dokumentum dan referensi di internet, tapi rasanya tak ada ide lagi. Padahal pekerjaan ini menuntut saya bisa lebih mengembangkan pemikiran yang lebih mendalam.Sambil menunggu ide datang, saya coba-coba membuat lamaran lagi untuk mengajar menjadi dosen di perguruan tinggi…inginnya tak ingin berhenti pada satu titik..saya mau mencoba titik yang lain sehingga saya bisa lebih berarti. Entahlah itu semua menuntut saya lebih bisa berkreatif lagi. Sambil bekerja, aku mencoba menelpon seseorang yang sangat berarti buatku, kuingin sampaikan kata-kata yang paling indah dan inspiratif, sehingga dia merasakan aku sangat menyayanginya dengan setulus hati. Kubuka juga situs Purdi E. Chandra, seorang figur yang cukup mewakiliku untuk menjadi seorang pengusaha. Entahlah harapan menjadi pengusaha sepertinya hanya sebatas mimpi saja. Mimpi menjadi seorang milianer spertinya sulit dari harapan.
Aku harus mencoba bangkit, terus kubuatkan rencana mewujudkan mimpi-mimpiku ini. Jadikan semua ini sebagai sarana meningkatkan diri. Lakukan hal-hal yang kecil terlebih dahulu, karena yang besar akan muncul karena yang kecil-kecil itu dan terpenting saat ini pun aku harus memulai dengan arah kehidupan yang lebih jelas.
Sore inipun sedang hujan…rasanya kesepian deh disini.......
Apr
29th

Cinta di Ayat-ayat cinta….

Files under | Leave a Comment
27 Maret 2008
Pagi ini sampai juga ke kantor, mencoba menyegarkan diri sebelum memulai pekerjaan, kunyalakan lagu MP3 ayat-ayat cinta dan mengingat film-film ayat-ayat cinta yang saya tonton di Sumeracon Tanggerang. Film yang jauh dari kesan politik, golongan, perbedaan keyakinan dan banyak hal yang memiliki pemaknaan akan hakekat cinta.

Maklumlah hari ini saya membutuhkan sebuah cinta, karena akhir-akhir ini saya mendengarkan berita yang sangat mengagung-agungkan kebencian atas nama agama dan mengenyampingkan akan cinta. Kekerasan terhadap golongan tertentu sampai melupakan kodratnya sebagai manusia yang penuh cinta kasih. Dan melupakan bahwa Tuhanpun penuh cinta kasih.
Apr
29th

MUHAMMADIYAH DAN AHMADIYAH

Files under | Leave a Comment

MUHAMMADIYAH DAN AHMADIYAH

Oleh: Ahmad Khoirul Fata

Koordinator Jaringan KB Muda PII Jawa Timur

(Jawa Pos, 28 April 2008)

 

Tulisan Asvi Warman Adam "Belajar Dari Sejarah Ahmadiyah" (JP, 24/04/08) patut dikritisi. Sebab, dalam tulisan itu Asvi membuat suatu kesimpulan bahwa sejak dulu kala Muhammadiyah tidak memiliki problem serius dengan Ahmadiyah, terutama Lahore. Resistensi Muhammadiyah baru muncul saat MUI mengeluarkan fatwa kesesatan Ahmadiyah pada 1984.

Kesimpulan itu tentu saja layak untuk diperdebatkan. Beberapa literatur justru menunjukkan bahwa sikap resisten Muhammadiyah sudah muncul jauh sebelum dekade 1980-an. Juga, Asvi tampaknya hanya menyampaikan fakta sejarah yang sepenggal.

Buya Hamka dalam buku "Peladjaran Agama Islam (PAI)" (terbit pertama kali pada 1956) menulis, Ahmadiyah - baik Qadiani atau Lahore - masuk ke Indonesia sejak tahun 1920-an. Qadiani masuk melalui Tapak Tuan, kemudian ke Minangkabau di zaman kejayaan Sumatera Thawalib di Padang Panjang sekita...

Apr
29th

Asyiknya baca biografi tokoh….

Files under | 2 Comments
21 Maret 2008
3 hari libur yang panjang, liburan yang cukup panjang dan cukup memberikan inspirasi. Liburan dari tanggal 21 hingga 23 Maret 2008.

Hari libur pertama kulalui dengan berlibur di Tanggerang, maen ke salah teman baikku. Sekalian minta antar ke Gramedia Mall Lippo , pusat pembelajaan yang cukup megah di kawasan Real Estate tersebut. Aku memang lagi mencari buku Success Story “Donald Thrump”. Saya sangat tertarik sekali membaca buku-buku biografi, karena biografi lebih banyak membahas perjalanan yang nyata dari seseorang. Dan biasanya kenyataan hidup seseorang menggambarkan tentang diri kita sendiri. Terlebih yang kita baca adalah seorang yang sukses di bidangnya.
Membaca biografi tokoh, adalah salah satu sistem terapi peningkatan diri. juga merupakan terapi buat saya yang sangat pesimis dalam menghadapi hidup, karena kekurangan pengalaman, pendidikan maupun kekayaan.
Dalam beberapa jam, saya dapat belajar mengenai rahasia sukses tokoh-tokoh besar, dan menelaah kehidupan yang mereka lalui dalam 60 tahun atau bahkan lebih, selama hidup mereka. saya juga akan membaca tentang keberhasilan dan prestasi. Dan memahami berapa kali para tokoh harus kalah dan jatuh bangun dalam proses perjalanan menuju kemenangan.

Jam 12.00 WIB, saya dan temenku itu pergi untuk makan di Solaria, …..setelah selesai, akupun langsung pulang…..
Apr
29th

Cita-cita yang tertunda

Files under | Leave a Comment
Cita-cita Yang Tertunda


Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup di keluarga yang sederhana. Ia memunyai cita-cita yang tinggi. Suatu saat, ketika masih belia, dia berkata kepada dirinya sendiri, "Suatu saat nanti, aku akan melakukan apa yang menjadi cita-cita dalam hidupku, dan pada saat itu aku akan bahagia."

Dia senang membayangkan dirinya sudah memiliki sebuah mobil mewah, mengendarainya, dan merasakan kebanggaan yang tidak terhingga karena dia dikagumi dan dibanggakan oleh banyak orang. Maka, walaupun kemiskinan tetap diakrabi dalam kesehariannya, sikapnya menjadi angkuh dan sombong karena dia merasa kelak pasti akan kaya raya seperti yang diangankan.

Ketika ditanya untuk melakukan sesuatu oleh teman-temannya, ia menjawab, "Tunggu saja kawan, nanti akan kulakukan setelah aku menyelesaikan sekolah."

Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi, ia kembali berjanji kepada dirinya sendiri dan kepada orangtuanya bahwa ia akan melakukan apa yang diinginkannya nanti, setelah ia mendapatkan pekerjaan pertamanya.

Sebelum melangkah ke dunia kerja, dia meminta nasihat kepada seorang guru besar tentang banyak hal yang dicita-citakan. Si guru berkata, "Semua yang kamu inginkan, mobil dan rumah bagus lengkap dengan fasilitasnya, adalah sesuatu yang bagus. Dan sesungguhnya, mobil dan rumah mewah itu diciptakan untuk kita yang mau dan mampu memilikinya. Dia tidak kemana-mana, kitalah yang harus bergerak untuk menghampiri dan mendapatkannya."

Mendengar tuturan si guru, pemuda itu merasa puas. Sebab, ia makin yakin dengan anggapannya bahwa mobil dan rumah tidak akan ke mana-mana. Maka, ia pun bekerja seadanya. Setelah beberapa tahun bekerja, orangtuanya menanyakan, "Anakku, kapan kamu akan mengambil tindakan untuk mewujudkan cita-citamu?"

"Aku berjanji akan mengejar cita-citaku setelah menikahi gadis yang aku cintai. Karena dengan adanya si dia sebagai pendamping hidup, maka langkahku akan mantap untuk mengejar cita-citaku."

Sampai suatu hari, setelah bertahun-tahun kemudian, ia mulai menua. Dalam hati, ia pun berkata, "Rupanya, sudah terlambat untuk memulainya sekarang. Sebab, umurku sudah tak lagi muda."

Begitulah, cita-cita si pemuda akhirnya hanya menjadi angan-angan dan omong kosong belaka. Kini, ia hanya bisa merasakan kepuasan semu dengan menikmati setiap hari dalam kehidupannya untuk mengkhayal, seandainya ia menjadi seperti yang ia cita-citakan.

Pembaca yang bijaksana,

Kebiasaan menunda dari waktu ke waktu, dapat membuat seseorang yang pada awalnya bersemangat bermimpi, akan kehilangan gairah, arah, tujuan dan berlari menjauh dari apa yang menjadi impiannya. Sebab, menunda sebenarnya hanya akan mengubur kesempatan demi kesempatan yang ada untuk mewujudkan impian.

Karena itu, cita-cita selamanya akan menjadi khayalan belaka jika kita tidak memulainya dengan rencana! Dan, yang utama, rencana tanpa tindakan nyata juga hanya akan jadi bualan semata.

Mari, selagi masih ada waktu, gunakan sebaik-baiknya waktu kita untuk menyusun kehidupan dan meraih kesempatan, demi menggapai cita-cita.

Salam sukses luar biasa!!!

Andrie Wongso

Apr
28th

PT Arto Tambang Mandiri (ATM)

Files under | 3 Comments
Hari ini, Ivan dan saya menyerahkan fotocopy KTP kepada Muzani. Rencananya, kami mau mendirikan perusahaan baru untuk mengelola tambang batubara di daerah Lampung, bersama seorang kawan Muzani di sana yang katanya dekat dengan Bupati Lampung Selatan.

Untuk memastikan bisnis ini, kemarin saya sudah cek ke Willy, kawan baik dari Bumiayu yang sudah cukup menguasai tambang dan pasar batubara, mengenai potensi batubara di daerah Lampung itu. Menurut Willy, kalau bisa mendapatkan konsesi lahan di derah Lampung, ada 1 berita buruk dan 1 berita bagus.

Berita buruknya, batubara di daerah yang akan diusahakan itu memiliki kalori yang rendah dan sulfur yang tinggi; keduanya merupakan indikator yang kurang sedap. Makin rendah kalori harga makin turun, makin tinggi sulfur harga makin berkurang. Sebaliknya, semakin tinggi kalori dan semakin rendah sulfur harganya semakin mahal.

Berita baiknya, untuk speksifikasi batubara dengan kalori rendah dan sulfur tinggi, kebetulan, untuk saat ini sudah ada pembelinya, meski dengan harga yang cukup rendah. Setelah dihitung-hitung, dengan harga yang paling rendah sekalipun, tetap saja menghasilkan uang yang tidak sedikit :)

Tahap awal ini dibutuhkan dana sebesar Rp 500 juta untuk mengurus perijinan tambang batubara di atas lahan seluas 5000 hektar yang dijanjikan. Kami sudah sepakat, Muzani, Ivan dan saya masing-masing akan menyetor modal sebesar Rp 133 juta, sedang kawan Muzani di Lampung akan menyetor Rp 100 juta. Kepemilikan sahamnya adalah Muzani 30%, kawannya di Lampung 30%, Ivan dan saya masing-masing 20%.

Nama perusahaannya adalah PT Arto Tambang Mandiri (ATM). Harapannya, perusahaan ini bisa menjadi ATM kami kalau kelak terjun menjadi politisi. Banyak politisi menjadi korup dan tidak tahan dengan godaan uang suap karena mereka tidak memiliki sumber uang yang kuat di belakangnya. Itu yang paling saya takuti. Seperti sudah saya tekadkan sejak dulu, saya ingin terjun mengabdi kepada masyarakat menjadi politisi, setelah saya cukup kuat secara finansial, agar saya tidak menjadi politisi yang korup dan bisa dibeli. Na'udzubillahi min dzalika !!!

Nama ini ditemukan saat Muzani dan saya selesai shalat dhuhur-ashar di sebuah masjid di daerah Indramayu Minggu (27/4) sore kemarin sepulang dari Tegal. Selesai shalat, tiba-tiba Muzani menanyakan nama perusahaan yang akan didirikan untuk mengurus tambang batubara ini. Spontan saya menjawab Arto Tambang Mandiri Indonesia, biar mirip dengan Arto Selaras Mandiri Indonesia (Asmindo). Muzani langsung mengoreksi, tidak perlu Indonesia, cukup Arto Tambang Mandiri dan disingkat ATM.

Mudah-mudahan lancar dan berkah. Amin! :)
Apr
28th

Puisi: Refleksi Bangkit

Files under , Puisi | Leave a Comment
ditulis oleh: LathifaRefleksi BangkitNapak tilas perjuanganmuBentangkan makna di samudera SejarahSejak ‘47 hingga kiniKau tetap hadir warnai perjuangan Telah banyak warna yang kau torehDi hati ummat dan bangsaMelukiskan semangat juangmuTuk jadikan diri pemersatu ummat Pelajar Islam Indonesia…Sejarah emasmu telah terukirDari tangan para kader ummat pilihanMerah darah mereka menjadi hiasan
Apr
28th

Dorayaki

Files under , Blog, Review | 1 Comment

Kurasa sudah tak asing lagi mendengar kata dorayaki, yups… makanannya film kartun doraemon yang selalu ditayangkan setiap minggu pagi dilayar kaca RCTI.

Kukira makanan dorayaki itu cuma fiktif, tetapi memang ada dan saya sudah mencicipinya, enak juga. Dorayaki seperti kue bolu cuma bentuknya kayak ufo dan beraneka ragam rasa seperti ada coklat, strowberi, dll. Dan hanya bisa didapatkan di restoran jepang. Ayo sapa mo coba???

Apr
27th

001-PROFIL LEMBAGA KPP

Files under , KPP, organisasi, pengurus, profil | 1 Comment




PROGRAM SANTUNAN PENDIDIKAN



Sosialisasi pendidikan alternatif



ADVOKASI PENDIDIKAN


FASILITATOR SOSIAL


KOMUNITAS PEDULI PELAJAR (KPP)
Sekretariat: Jl. Mbah Malim No.18 Kiaracondong Bandung 40283. Telp. 022-70238390 atau 70444307 (a.n. Wawan)

Rekening: BNI Syariah Cab. Bandung a.n Nessy Susilawati/KPP Norek. 0092502333

Email: KPP_foundation@yahoo.co.id AND KPP.foundation@gmail.com







PENDAHULUAN

Komunitas Peduli Pelajar (KPP) merupakan lembaga sosial non profit, yang dibentuk sejak April 1999. Berawal dari kumpulan beberapa orang yang berlatar belakang basis aktifitas berbeda, seperti; mahasiswa, pelajar, pekerja dsb, namun mempunyai kepedulian yang sama terhadap masalah-masalah sosial. Dalam hal ini KPP sangat inklusif, menjunjung tinggi pluralitas dan terbuka bagi siapa saja, serta tidak memiliki kepentingan politik, ekonomi dan agenda apapun.

Secara spesifik, KPP berupaya ikut serta membantu menangani persoalan yang berkaitan dengan dunia remaja dan kependidikan, juga berupaya terlibat dalam usaha penyadaran pemberdayaan masyarakat secara luas dan berkesinambungan.



VISI

"KEPEDULIAN” sebagai wujud kesalehan sosial


MISI
a. Mengajak siapa saja untuk berbuat,sesuaikapasitas yang dimilikinya.
b. Bermanfaat selagi sehat,berbuat selagi kuat.


TUJUAN KEGIATAN

  • Ikut berperan dalam proses penanganan masalah-masalah sosial.

  • Mensosialisasikan nilai-nilai kepedulian seluas-luasnya, sehingga tercipta kesadaran kolektif untuk saling membantu & memperhatikan sesama, terlebih dikalangan pelajar.

  • Sosialisasi dan advokasi berbagai bentuk pendidikan alternatif.

  • Fasilitator aktifitas sosial.


BENTUK KEGIATAN

Berdasar pada potensi yang dimiliki, aktifitas rutin maupun insidental yang telah/ siap dilaksanakan adalah sebagai berikut:


  1. Penyaluran santunan beasiswa kepada anak usia sekolah yang lemah secara ekonomi.

  2. Melakukan pendampingan terhadap masyarakat/ individu pelajar termarginalisasi.

  3. Mengumpulkan pakaian, seragam serta buku-buku pelajaran dari berbagai sumber untuk segera disalurkan.

  4. Menyelenggarakan berbagai pelatihan sebagai bentuk pendidikan alternatif.

  5. Penyaluran dana santunan dan kunjungan ke lembaga/ yayasan bidang pemberdayaan masyarakat dan pendidikan alternatif bagi komunitas masyarakat miskin.

  6. Menyelenggarakan bakti sosial ke desa-desa tertinggal.

  7. Mensosialisasikan nilai-nilai yang diemban KPP ke berbagai lembaga terkait, terutama di lingkungan pelajar dengan melalui kegiatan insidental, semisal: training, bazaar, pameran, talk shaw remaja, seminar, dll.

  8. Pengkaderan, berupa pelatihan untuk para simpatisan/ voluntir KPP.

  9. Bekerjasama dengan lembaga lain untuk melaksanakan aktifitas sosial caritatif.

  10. dll.

LOKASI DAN SASARAN AKSI

Sementara ini berbagai program dikonsenterasikan di wilayah Bandung. Adapun titik-titik yang beberapa anak telah kami dampingi antara lain: cicendo, pagarsih, cingised, kiaracondong, babakan sari dan Jl. H. Basuki.


Sedang yang menjadi kelompok sasaran aksi adalah: anak dan remaja usia sekolah, anak terlantar, anak jalanan, buruh anak, osis-osis sekolah, perkumpulan remaja, mahasiswa dan para orang tua.



DONATUR


Seluruh rangkaian program sangat didukung khususnya secara finansial, oleh para donatur yang dapat dibedakan menjadi:



Donatur tetap

Yaitu, donatur yang secara rutin setiap bulan menyalurkan dananya melalui KPP.



Donatur tidak tetap


Yaitu, donatur yang menyalurkan dananya kepada KPP secara insidental saja, tidak rutin tiap bulan.


Selain dalam bentuk dana, KPP pun menerima titipan dalam bentuk barang-barang lainnya seperti: buku-buku, pakaian layak pakai, dsb, untuk disalurkan kepada yang membutuhkannya.


CARA BERPARTISIPASI

Setelah mengisi lembar kepedulian, Anda dapat menyalurkan dana/ barang-barang dengan cara:


  1. Menyerahkannya langsung ke sekretariat KPP atau melalui koordinator donatur terdekat yang telah ditunjuk oleh KPP.

  2. Menyetorkan dananya melalui bank BNI Syari’ah Cab. Bandung a.n. Nessy Susilawati/ KPP No. Rek. 0092502333

  3. Diambil oleh petugas KPP, baik dirumah atau di kantor setiap tanggal yang telah disepakati antara KPP dengan donatur yang bersangkutan.

Setelah menjadi donatur rutin/ insidental anda akan mendapat laporan keuangan berkala, dan perkembangan organisasi, serta berhak mengikuti acara-acara yang diselenggarakan KPP.



PENUTUP
Cita-cita KPP adalah mengajak berbagai pihak untuk senantiasa peduli nasib sesama. Dan kami nantikan partisipasi dari anda semua, baik berupa tenaga, ide pemikiran, dana santunan, hingga kritik dan saran serta tentu saja doa yang tulus sehingga apa yang kita upayakan bersama ini, dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya.

BILAKAH KAN KAU CARI JALAN TUHAN
JIKA NASIB SESAMA KAU LUPAKAN …


PARA RELAWAN

Dewan konsultan

Ir. Mufti Farid, MM


Ir. Arief Agus Trisaksana


Nessy Susilawati, S Ag


Kurniawan Saefullah, SE, ME



Struktur Kepengurusan

Ketua : Wawan Gunawan

Div. Administrasi & Keuangan : Ahmad Solihin, S Ag.

Div. Perluasan Jaringan : Dian Hadianto, Devi Setiaji

Divisi Advokasi & Fasilitator Pendidikan: Intan Juwita

Div. Pengmb. Kreativitas : Ismail Hendrawan, Ahmad Sodik

Koord. Tim Voluntaire: Lina Tunaswati
Apr
27th

Belajar motret

Files under , Catatan | Leave a Comment
Sudah beberapa bulan ini, saya mulai baca-baca buku tentang fotografi, baik melalui internet atau pinjam majalah. Memang keinginan dari dulu adalah menginginkan bisa mengambil foto dengan hasil yang terbaik. Tentu saja hal ini perlu kemauan keras untuk belajar salah satu hasil fot yang di online kan di forum fotografi adalah foto dengan judul “ayah dan [...]
Apr
27th

CCNA Discovery 4 chapter 7 dpt 90,5

Files under | 4 Comments
1
Why is it important to record baseline measurements of a prototype network?

Test results show security weaknesses after the baseline tests are run.

The baseline is the point at which the network is operating at its fullest potential.

Baseline measurements define a point at which network traffic has exceeded the designed capabilities of the network.

Test results are compared to the baseline to see how the test conditions increase processor use or decrease available bandwidth.*****



2


Refer to the exhibit. During prototype testing, verification of VLAN connectivity is being performed. Based on the information shown, what command produced the output?

show spanning-tree

show interfaces trunk********

show cdp neighbors

show interfaces

show ip interface brief



3
How do designers decide which network functions need to be included in the prototype test?

They select the functions that align with the business goals.******

They select the functions that occur at the network core.

They select the functions that do not exist in the existing network.

They select the functions from a list of generic network operations.



4


Refer to the exhibit. A network administrator has been given the task of creating a design for a temporary classroom building that is to be set up outside an overcrowded school. In testing the prototype, it is found that the student PC cannot ping the teacher PC. All the switch interfaces are active and connected properly, as is interface Fa0/0 of the router. Given that only the commands shown have been added to the router configuration, what is the source of the problem?

The IP settings on the student PC are incorrect.*******

The default gateway on the teacher PC is misconfigured.

The router Fa0/0 interface has not been configured as a VLAN trunk.

The Fa0/0 physical interface has not been configured with an IP address and subnet mask.

The administrator forgot to configure a routing protocol to allow the ping packets to reach the teacher PC subnet.



5


Refer to the exhibit. What two measures can be taken to address the areas of weakness circled in the network design? (Choose two.)

Provide redundant connections to all end users.

Add another core switch to increase redundancy.

Add a switch in the server block connecting the server farm to each core switch.*******

Add an additional switch to the DMZ and direct links from the new switch to the core switches.

Provide a redundant firewall router connecting to a second ISP, the core switches, and the DMZ.*******



6


Refer to the exhibit. After all the interfaces have stabilized, what is the spanning-tree state of all the enabled interfaces of SW11?

discarding

Forwarding****

learning

listening



7
A network engineer has decided to pilot test a portion of a new network design rather than rely on a prototype for proof-of-concept. What are two advantages of pilot testing a design concept? (Choose two.)

The test network experiences real-world network traffic.*********

Users within the enterprise are not affected by the test.

Network response can be tested in unplanned and unpredictable situations.*********

Unlikely failure conditions can be conveniently tested.

Network response can be tested in a highly controlled simulated environment.



8


Refer to the exhibit. During prototype testing of the Cisco network shown, connectivity must be verified. Assuming all connections are working and CDP is enabled on all devices and interfaces, on which device was the command issued?

R1********

S1

R3

S2

R5

S3



9
Switch port Fa0/24 was previously configured as a trunk, but now it is to be used to connect a host to the network. How should the network administrator reconfigure switch port Fa0/24?

Use the switchport mode access command from interface configuration mode.

Enter the switchport nonegotiate command from interface configuration mode.

Administratively shut down and re-enable the interface to return it to the default.

Enter the no switchport mode trunk command in interface configuration mode.*****

Use the switchport access vlanvlan number command from interface configuration mode to remove the port from the trunk and add it to a specific VLAN.



10


Refer to the exhibit. A network technician is performing an initial installation of a new switch in the east wing. The technician removes the switch from the box, makes the connections to the network, and adds the configuration shown. The technician notifies the network administrator that the switch has been installed. When the network administrator at the home office attempts to telnet to the switch from host 192.168.0.1, the connection fails. What action should the network technician take?

Add an enable password to the switch.

Add a default gateway to the switch configuration.*********

Configure the switch with an IP access list to permit the host connection.

Enable the physical interfaces of the switch with the no shutdown command.



11


Refer to the exhibit. The redundant paths are of equal bandwidth and EIGRP is the routing protocol in use. Which statement describes the data flow from Server to PC2?

EIGRP load balances across the R3 to R1 and R3 to R2 links. **********

EIGRP load balances across the R1 to Switch3 and R2 to Switch3 paths.

EIGRP load balances across the Switch1 to Switch3 and Switch1 to Switch2 paths.

EIGRP does not load balance in this topology.



12
In the router command encapsulation dot1q 10, what does the number 10 represent?

the metric used for a particular route

the number of the VLAN associated with the encapsulated subinterface*********

the priority number given to the device for the election process

the number that must match the Fast Ethernet subinterface number

the number used to program the router for unequal cost path load balancing



13
Which protocol allows a switch port to transition directly to the forwarding state after a failure is detected?

STP********

BGP

RSTP

HSRP



14
A network designer needs to determine if a proposed IP addressing scheme allows efficient route summarization and provides the appropriate amount of scalability to a design. What is useful for validating a proposed hierarchical IP addressing scheme?

NBAR

a pilot network

a route summary

a network simulator********

a physical topology map



15


Refer to the exhibit. A network designer creates a test plan that includes the specification shown. In which section of the test plan would this specification be found?

Test Description

Test Procedures

Design and Topology Diagram

Actual Results and Conclusions

Anticipated Results and Success Criteria***********



16
While preparing a network test plan document, a network designer records all initial and modified device configurations. Which section of the document typically contains this information?

Appendix*******

Test Procedures

Test Description

Actual Results and Conclusions

Anticipated Results and Success Criteria



17


Refer to the exhibit. The users on the 192.168.10.192 network are not allowed Internet access. The network design calls for an extended ACL to be developed and tested. Where should the ACL be placed for the least effect on other network traffic?

inbound on Fa0/0 of R3

outbound on Fa0/0 of R3

inbound on Fa0/1 of R3

outbound on Fa0/1 of R3*******

inbound on Fa0/1 of R2

outbound on S0/0 of R2



18


Refer to the exhibit. Why are interfaces Fa0/11, Fa0/23, and Fa0/24 not shown in this switch output?

Interfaces Fa0/11, Fa0/23, and Fa0/24 are trunks.********

Interfaces Fa0/11, Fa0/23, and Fa0/24 are shutdown.

Interfaces Fa0/11, Fa0/23, and Fa0/24 are blocking.

Interfaces Fa0/11, Fa0/23, and Fa0/24 failed diagnostics.



19
What OSI model Layer 2 security measure can a network engineer implement when prototyping network security?

a firewall at the network edge

port security at the access design layer**********

port security at the distribution design layer

IP access control lists at the access design layer



20


Refer to the exhibit. During prototyping, Layer 2 functionality is being tested. Based on the output shown, which two pieces of information can be determined? (Choose two.)

Switch1 is the root bridge.

Interface Fa0/2 on Switch1 has no role in the operation of spanning tree.

Interface Fa0/2 on Switch1 is the alternate port used to reach the root bridge.****

Based on the entries in the "Role" column, it can be concluded that RSTP has been implemented.****

Interface Fa0/1 on Switch1 is the forwarding port selected for the entire spanning-tree topology.



21
What Rapid Spanning Tree Protocol (RSTP) state is given to the forwarding port elected for every switched Ethernet LAN segment?

root

backup

alternate

Designated*******
Apr
26th

CCNA Discovery 4 chapter 6 nilai 80

Files under | Leave a Comment










1


Refer to the exhibit. The IT management has determined that the new subnet for WGROUP3 needs to be broken down into four more subnets. What would the subnet mask be for the four newly created subnets within WGROUP3?

255.255.128.0

255.255.192.0

255.255.224.0

255.255.248.0*****

255.255.252.0

255.255.255.0



2
A network administrator is using the 10.0.0.0/8 network for the company. The administrator must create a masking scheme to support 750 users at the main office and 620 users at the remote office. What mask should be assigned to the 10.0.0.0/8 network to preserve the most addresses?

255.255.255.0

/19

/20

255.255.252.0*****

/23

/21



3


Refer to the exhibit. The network administrator wants router RTA to send only the summarized route of 10.10.0.0/16 to RTC. Which configuration accomplishes this?

RTA(config)# interface s0/0
RTA(config-if)# ip summary-address eigrp 101 10.10.0.0 255.255.0.0
RTA(config-if)# exit
RTA(config)# router eigrp 101
RTA(config-router)# no auto-summary

RTA(config)# interface s0/1
RTA(config-if)# ip summary-address eigrp 101 10.10.0.0 255.255.0.0
RTA(config-if)# exit
RTA(config)# router eigrp 101
RTA(config-router)# no auto-summary*******

RTA(config)# interface s0/0
RTA(config-if)# ip summary-address eigrp 101 10.10.0.0 255.255.0.0

RTA(config)# interface s0/1
RTA(config-if)# ip summary-address eigrp 101 10.10.0.0 255.255.0.0



4
When should the command no auto-summary be used?

with RIP version 1, to enable classless routing

with RIP version 2, to enable classless routing

with RIP version 1, when discontigous networks exist

with RIP version 2, when discontigous networks exist******



5
After activating IPv6 traffic forwarding, configuring IPv6 addresses, and globally configure RIPng, what is the remaining step to activate RIPng?

Enter the ipv6 router rip name command and then use network statements to activate RIPng on the interfaces.

Enter the ipv6 router rip name command and then specify which interfaces run RIPng, which are passive, and which only receive.

Enter the interface mode for each IPv6 interface and enable RIPng with the ipv6 ripnameenable command.************

Enter the interface mode for each IPv6 interface and enable the multicast group FF02::9, and then activate RIPng globally using the ipv6 router rip name command.

Enter the router rip command, and then activate RIPng using the version command. RIPng then automatically runs on all IPv6 interfaces.



6


Refer to the exhibit. Assuming that the default EIGRP configuration is running on both routers, which statement is true about Router A reaching the 2.2.2.0/24 network?

The no auto-summary command needs to be issued to disable automatic summarization.*****

The network 2.2.2.0 command needs to be issued to ensure that Router A recognizes the 2.2.2.0 network.

EIGRP supports VLSM and automatically recognizes the 2.2.2.0 network.

EIGRP does not support VLSM; therefore it cannot be used with discontiguous networks.



7


Refer to the exhibit. What are the broadcast addresses for each subnet?

Admin - 172.16.31.0
QA - 172.16.1.127
Development - 172.16.2.255
Sales - 172.16.32.255

Admin - 172.16.31.255
QA - 172.16.1.255
Development - 172.16.3.255
Sales - 172.16.63.255

Admin - 172.16.31.255
QA - 172.16.1.127
Development - 172.16.3.255
Sales - 172.16.63.255***********

Admin - 172.16.31.0
QA - 172.16.1.255
Development - 172.16.2.255
Sales - 172.16.32.255



8


Refer to the exhibit. What is the first usable IP address that can be assigned to the WGROUP3 switch?

172.16.50.96/27

172.16.50.97/27**************

172.16.50.98/27

172.16.50.99/27



9
Which statement describes MD5 authentication for neighbor authentication?

All passwords are sent in clear text when neighbors first learn about each other.

Only the initiating router sends its password using encrypted text when it first discovers a new router.

All routers send their password using encrypted text only when they first learn of each other.

All routers send their password using encrypted text each time they exchange update packets.************



10
What is a good design practice when developing a hierarchical addressing scheme?

Address the nodes in the Access Layer and work toward the Core Layer.

Assign addresses to the Core devices before planning the addressing scheme for the server farm.

Determine where statically configured addressing will be implemented. ******

Determine what percentage of devices are wired and what percentage of devices are wireless.



11


Refer to the exhibit. Which set of router commands is required to turn on unequal-cost load sharing so that RTRA selects the path A-B-E and the lowest cost path A-C-E to the Internet?

RTRA(config)# router eigrp 1
RTRA(config-router)# variance 2***************

RTRA(config)# router eigrp 1
RTRA(config-router)# variance 1

RTRA(config)# router eigrp 1
RTRA(config-router)# maximum-paths 2

RTRA(config)# router eigrp 1
RTRA(config-router)# maximum-paths 1



12
How would the routes for networks 172.16.1.0/24, 172.16.3.0/24, and 172.16.15.0/24 be summarized?

172.16.0.0/20

172.16.0.0/21*************

172.16.0.0/22

172.16.0.0/24



13
How many bits make up an IPv6 address?

32

48

64

128************



14
A network engineer researched whether there are mechanisms available to help with the transition from an IPv4 addressing structure to IPv6. What three options did the engineer find? (Choose three.)

A protocol translation mechanism allows communication between the IPv4 and IPv6 networks.************

A packet analyzer determines the addressing structure and converts it to the appropriate IPv4 or IPv6 scheme.

New Core devices that support IPV6 must be purchased.

A protocol converter changes IPv4 packets into IPv6 packets and vice versa.

A dual-stack network design allows both IPv4 and IPv6 addressing to be used on all network devices.***********

Tunneling allows IPv4 packets to be encapsulated so that they can traverse IPv6 networks and vice versa.**********



15
A network administrator is asked to design a new addressing scheme for a corporate network. Presently, there are 850 users at the head office, 220 users at sales, 425 at manufacturing, and 50 at the research site. Which statement defines the correct VLSM addressing map with minimal waste using the 172.17.0.0/16 network?

172.17.0.0/20 head office
172.17.1.0/21 manufacturing
172.17.1.0/22 sales
172.17.3.0/26 research

172.17.48.0/19 head office
172.17.16.0/20 manufacturing
172.17.48.128/25 sales
172.17.48.0/26 research

172.17.0.0/22 head office
172.17.4.0/23 manufacturing
172.17.5.0/24 sales
172.17.6.0/26 research************

172.17.2.0/22 head office
172.17.3.0/23 manufacturing
172.17.4.0/26 sales
172.17.4.128/25 research


16
What best describes a discontiguous network?

combines several classfull networking address

contains more than one route to a destination

implements more than one routing protocol

separated from the rest of the hierarchical group by another network*********



17
What is another format for the IPv6 address 1080:0000:0000:0000:0000:0000:1267:01A2?

1080::1267:01A2*********

1080:0:0:0:0:1267:01A2

1080::0:1267:01A2

1080:::::1267.01A2



18


Refer to the exhibit. A company has decided to add a new workgroup. If the subnetting scheme for the network uses contiguous blocks of addresses, what subnet is assigned to WGROUP3?

172.16.3.12/29

172.16.3.16/29

172.16.3.20/29**********

172.16.3.24/29

172.16.3.32/29



19
What two advantages does CIDR provide to a network? (Choose two.)

dynamic address assignment

automatic route redistribution

reduced routing update traffic********

easier management of summarization*********

automatic summarization at classfull boundaries



20


Refer to the exhibit. What must an administrator do on R3 to ensure that update packets are sent with subnet mask information?

Add the commands:
R3(config-router)# auto-summary
R3(config-router)# no version 2

Add the commands:
R3(config-router)# version 2
R3(config-router)# no auto-summary********

Change the network statement on R3:
R3(config)# network 10.10.4.0

Add the command:
R3(config)# ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 s0/0
Apr
26th

Weekend Ala Piiwati Tegal

Files under | 6 Comments
Minggu (06/04) Koorda Pii Wati Tegal mengisi weekendnya dengan rikhlah ke bukit sitanjung daerah Lebaksiu. Kegiatan ini berlangsung cukup meriah yang dihadiri pula oleh pelajar putri dari berbagai sekolah. Diantaranya dari SMA N 1 Tegal, SMA N 5 Tegal, SMK N 1 Dukuhturi dan SMA Muhamadiyah Tegal.
" Kegiatan ini merupakan kegiatan Koorda Pii Wati Tegal yang digawangi oleh bidang ekstern ( Nurul fatin ) dan juga sebagai follow up ta'lim pelajar putri" Ujar Lia ketua Koorda Pii Wati Tegal periode 2007-2008
Ta'lim pelajar putri sendiri merupakan kegiatan rutin bidang ekstern yang diadakan 1 bulan sekali tepatnya setiap hari kamis bertempat di masjid syuhada SMP Ihsaniyah Tegal
Kegiatan ini dihadiri sekitar 27 orang. Berkumpul depan percetakan karanganyar Tegal, sekitar pukul 07.30 WIB pasukan kerajaan Pii Wati Tegal meluncur ke lokasi tujuan.
"Acaranya simpel-simpel saja ko pertama ta'aruf antar pelajar, dilanjut dengan rujakan party dan sebagai penutupnya peserta diajak ke sungai untuk out bond yang dipandu oleh Nurul huda" Ujar fatin
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan temen-temen pelajar putri Tegal bisa lebih mengenal Koorda Pii Wati Tegal. Dan keeksistensian Koorda Pii Wati Tegal pun masih diakui ( Lie_110291)
Apr
26th

Ta’lim Wustha PII Jakarta

Files under | Leave a Comment

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ba'da tahmid dan shalawat.

Mohon maaf sya baru sempat mengupload informasi tentang ta'lim wustha (plus tugas-tugasnya tentunya).

Buat yang kelas 9 taw 12, semoga hal yang terbaik Allah berikan kepada Anda sebagai rahmat dan rizkinya, amin.

Ta'lim wustha selanjutnya dilaksanakan 31 Mei 2008, mabit. Tempat menunggu konfirmasi, taw yng punya usul n tempat (boleh).

 

1. Apa yang anda ketahui dari; khawarij, mu'tazilah, murji'ah, jahmiyyah, syi'ah, qadariyah, jabbariyah.

 

2. Cari biografi  sahabat

                Amin                     Abu Ubaidah

                Dian S                    T...

Apr
25th

Penyimpangan-penyimpangan Ajaran Ahmadiyah

Files under | 23 Comments
Rasulullah Saw. bersabda : Tidak akan terjadi kiamat hingga muncul dajjal pembohong, jumlahnya mendekati 30 orang, semua mereka mengaku sebagai Rasul-rasul Allah (Hadits Riwayat Turmuzi No.2218 Bab Fitan).

Hadits di atas menjelaskan bahwa akan terjadi fitnah di akhir zaman di dalam tubuh Islam untuk merobek-robek keutuhan agama ini, yaitu munculnya para pendusta yang mengaku diri menjadi Nabi dan Rasul, sementara Rasul dan Nabi tidak lagi setelah diutusnya Nabi Muhammad Saw. berdasarkan keterangan Al-quran surat al-Ahzab ayat 40: “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup Nabi-nabi, dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, dan demikian pula keterangan hadits-hadits sahih.

Jumlah Nabi-nabi palsu tersebut tidak tanggung-tanggung hampir 30 orang, dimulai pada masa hidup Rasulullah Saw., sampai wafat beliau tetap ada saja orang-orang berambisi jadi Nabi dan Rasul, anehnya ada saja pendukung dan pengikutnya, meskipun keterangan tentang diutusnya Nabi Muhammad sebagai penutup para Nabi dan Rasul sudah final dan tidak perlu diperdebatkan lagi. Tidak heran bila terjadi semua itu, karena setiap ada orang yang berani mengatakan guru pasti ada muridnya, berkata pepatah Arab: “Likulli Saqith Lahu Laqith”. Setiap yang jatuh pasti ada yang mengutip. Menurut catatan sejarah, semasa hidup Rasulullah Saw. sudah ada yang berani mengaku jadi Nabi yaitu Musailamah al Kazzab dan keturunan Bani Hanifah di Yamamah, pada tahun ke 10 H. Beliau berkirim surat kepada Nabi Muhammad meminta agar bumi ini dibagi dua. Sebagian untuk Nabi Muhammad sebagian untuk Musailamah Al Kazzab (pembohong) itu, tidak cukup sampai di situ dia mengaku telah mendapat wahyu dari Allah Swt., dengan meniru-niru gaya susunan Alquran seperti “Alfil, Malfil, Wama adrakamal bil, Alfil lahu zanbun watsil, khurthum thowil, inna zalika min khalqi rabbinal qalil”.

(Artinya: gajah, apakah gajah itu? Tahukah kamu apakah gajah itu? Gajah itu ialah binatang yang memiliki ekor yang tebal dan belalai yang panjang, yang demikian itu termasuk ciptaan Tuhan yang langka). Dan masih banyak lagi penyimpangan yang dilakukan oleh Musailamah Al Kazzab. Akhirnya Nabi palsu ini tidak lama bertahan di muka bumi ini pada tahun 11 H tewas di bunuh oleh Khalid bin Walid pada masa pemerintahan Abu Bakar Siddik. Lalu muncul pula Aswad al Insi dari Yaman mengaku jadi Nabi, dengan keahliannya sebagai penyair dan seorang dukun, akhirnya Nabi pembohong ini pun mati sehari sebelum wafatnya Rasulullah Saw. Berikutnya muncul pula, Mukhtar bin Abi Ubeid mengaku telah dapat wahyu dari Allah Swt., beliau dari keturunan Bani Saqif, lain halnya dengan Thalhah bin Khuwailid Al Asadi punya keahlian perang mengaku telah bertemu dengan Jibril dan mendapat wahyu dari Allah, akirnya Thalhah diperangi oleh Abu Bakar Sidiq, semua pasukannya terbunuh dan dia melarikan diri ke Syam, dan pada akhir hayatnya masuk Islam kembali bertobat kepada Allah Swt. Pasa masa yang sama muncul pula seorang wanita mengaku jadi Nabi yaitu Sajah binti Haris Suwaid. Beliau ahli bahasa Arab dan saingan berat Musailamah al Kazzab, ketika dia disuruh nikah dengan Musailamah al Kazzab nabi yang palsu itu menolaknya akhirnya dia bertobat dan masuk Islam.

Dalam waktu yang tidak lama, muncul pula Abdul Hasan Ahmad bin Yahya dari golongan Mu’tazilah, mengaku nabi dan mati tahun 303 H. Dan pada tahun itu juga lahir pula nabi palsu yang bernama Al Mutanabbi dari Kufah Bagdhad. Akhirnya dia mati tahun 354 H. Berikutnya datang pula Abul A’la al Ma’ari dari Syam. Beliau menentang mukjizat Alquran dan membuat Alquran tandingan. Beliau mati tahun 1061 M., tidak sempat bertobat. Terakhir sekali adalah Mirza Ghulam Ahmad lahir 1840 M. mati tahun 1908 M, karena penyakit kolera setelah dido’akan supaya dikutuk oleh Allah Swt. Nabi palsu terakhir ini berasal dari Qadian (nama desa di Punjab India), tidak punya keahlian apa-apa karena dia mengidap penyakit Melancholy (sejenis gila). Beliau mengaku nabi dan mendapat wahyu dari tuhan. Lebih 10.000 ayat yang diterimanya dari Allah menurut nabi gila itu. Ajaran Ahmadiyah ini masuk ke Indonesia mulai pada tahun 1924, dibawa oleh Mirza wali Ahmad Baiq dan Maulana Ahmad dari Lahore, berpusat di Yogyakarta ketika itu. Hingga sekarang ajaran ini masih eksis di negeri mayoritas muslim ini.

Nampaknya tarik ulur untuk membumi hanguskan ajaran sesat ini begitu kuat, kuat dugaan bahwa kepentingan Israel dan pihak asing untuk mempertahankan ajaran ini tidak dapat dinafikan. Padahal sangat jelas prinsip ajaran Ahmadiyah adalah kafir dan bertentangan dengan ajaran Islam, dan perlu digaris bawahi ini bukan khiafiah tetapi penyimpangan yang wajib diamputasi seperti apa yang dikatakan oleh Pengurus MUI pusat. Di antara penyimpangan-penyimpangan akidah yang dijadikan pegangan oleh Ahmadiyah adalah :

1. Meyakini Mirza Ghulam Ahmad adalah almasih yang ditunggu kedatangannya menjelang hari kiamat.
2. Meyakini Nabi Muhammad bukan Nabi akhir zaman bahkan nabi tetap diutus bila diperlukan, dan Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi yang utama dari sekalian nabinabi.
3. Meyakini bahwa Allah Swt., berpuasa, sholat, tidur, jaga, menulis, bisa benar bisa salah, dan melakukan setubuh dengan perempuan.
4. Meyakini bahwa Jibril menurunkan wahyu kepada Mirza Ghulam Ahmad, dan juga ilham, statusnya sama dengan Alquran.
5. Meyakini bahwa tiada yang dikatakan Alquran kecuali yang dibawa oleh Almasih yang ditunggu-tunggu kedatangannya tidak hadits kecuali yang disampaikan oleh Mirza, tidak ada Nabi melainkan di bawah kepemimpinan Mirza.
6. Meyakini bahwa kitab mereka diturunkan oleh Allah namanya Alkitabul Mubin, selain Alquran.
7. Meyakini bahwa mereka penganut agama baru mempunyai ajaran syariat tersendiri, dan teman-teman dari Mirza adalah setara dengan sahabat-sahabat Nabi Muhammad.
8. Meyakini bahwa desa Qadian, adalah seperti madinah Al Munawwarah, dan tanahnya sama seperti tanah Haram.
9. Membatalkan kewajiban jihad dan wajib taat kepada pemerintah Inggris, karena mereka dianggap sebagai “Ulul Amri” seperti di dalam Alquran.
10. Semua muslim menurut mereka adalah kafir hingga mereka mau masuk ke kelompok Ahmadiah Qadian, sebagaimana juga haram menikahi pasangan yang tidak segolongan dengan mereka.
Dikutib dari kitab Mausu’ah Muyassarah fil Adyan wal Mazahib Al Mu’asirah hal.390.
Dan masih banyak lagi penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh kelompok sesat ini, satu point saja diantara 10 point di atas sudah cukup untuk menggugurkan akidah mereka dari akidah Islam dan dikelompokkan kepada orang-orang murtad dan kafir kepada Allah Swt. Oleh sebab itu, diserukan kepada para jamaah Ahmadiah bertobatlah kepada Allah, karena Allah Maha Penerima taubat. Wallahua’lam.