Sep
30th

salam.

Files under | Leave a Comment
ambo baru pulang baru, kan kpatang ikuik advant di karawang tapi,,,jadi lun ado penambahan lai do untuak tulisan ko..
ambo poi boduo jo zami..zami nan ma...?..yo zami nan itu.. nan LCi tu ha...
kalau kecek zami ado penurunan keaktivan peserta advant, yo ndak baa de, tapi kalau kecek sopian djalil nan menteri ti ha.. kito nan urang minang ke tertkenal juo kecerdasannye nyeh...he..he..
karano poi advant ke, ado nan musti ambo salasikan di Foristek jadinye..agak kurang tahu ambo perkembangan stek..Maaf untuk segenap warga Foristek..maaf yo...tapi lai di maafkan ti nyeh..:-)
InsyaAllah bilo-bilonye di kelola baliak, untuk sementaro SELAMAT IDUL FITRI 1429 H, TAQABBALALLAHU MINNA WA MINGKUM SEMOGA KITA SENANTIASA BERADA PADA MATA RANTAI PENCAPAIAN IZZUL ISLAM WAL MUSLIM nan bisa ambo sampaikannya..
kalau nak tau raport advantra ambo bisa dicalak di sekret..
Sep
30th

selamat tinggal RAMADHAN

Files under | Leave a Comment
Sep
30th

aku bingung mau nulis apa

Files under | Leave a Comment
Sep
30th

aku bingung mau nulis apa

Files under | Leave a Comment
Sep
30th

Yang Tidak Biasa

Files under , Diana Week, esai | Leave a Comment
erlahir menjadi orang biasa pasti sudah banyak. Biasa tertindas, biasa menjadi blogger biasa, biasa menjadi aktifis ala kadar, tak ada perubahan, tak ada daya mendobrak yang mencerahkan. Tapi ini beda. Dua anak manusia yang lahir dengan cara biasa, tapi hidup dengan cara yang tidak biasa.

PhotobucketAdalah Rusydi Hikmawan, seorang lelaki yang biasa menulis dengan sepuluh jari, tapi tak biasa ketika menulis harus terkuras darah dan air mata dari setiap jarinya yang menari. Atau hidupnya yang biasa, sebagai murid biasa sejak es-de hingga es-em-a, tapi yang membuatnya tak biasa ia harus aktif diberbagai organisasi dengan melalaikan studinya.

Tidak biasa karena pengabdian adalah utama baginya, biasa menjadi, layaknya lilin, sosok sahabat Rasul yang harus meleleh ketika cahayanya dinikmati sahabat lain. Tak biasa ketika harus mendobrak tradisi gerakan pendidikan yang ada di kampusnya, kental nuansa politik tak memanusiakan dengan mengatasnamakan dewan syuro’, islam dan Tuhan. Hingga mengasingkan diri adalah putusan untuk menjadi yang tidak biasa dan terasing menuju kebenaran.

PhotobucketAdalah Husnud Diana, seorang perempuan yang terlahir dari keluarga yang biasa, ekonomi yang biasa tapi menggugat keberadaan untuk menjadi tidak biasa. Sejak kecil berani menentang kekolotan cara berpikir kebanyakan orang desa, berani menjejakan kaki di ibu kota negara Indonesia untuk sebuah status diri di hadapan keluarga dan sekolah. Hingga sebuah gerakan pendidikan di Yogyakarta adalah keputusan untuk menjadi yang tidak biasa.

Berada di pososi strategis untuk sebuah gerakan politik kaum muda dan militan, merobohkan kebiasan para akhwat yang feminin hingga stigma keluar dari koridor aktifis harus menempel di jubah anti kemapanannya. Anti mengatasnamakan, anti terhadap tradisi akhwat feminin, anti terhadap selalu mengiyakan, untuk menjadi akhwat yang tidak biasa.

Dan kini menjadi pembimbing di SMA Negeri 1 Selong, STKIP NW Pancor, MA Mualimat NW Pancor, dan Mualimat NW Kelayu. Menentang tradisi memberi jawaban pada murid ketika UN, menentang ketidakberdayaan murid, menentang ketidakberyaan dirinya sendiri untuk menjadi yang tidak biasa. Andri Wongso berkata, “Ketika anda keras terhadap diri anda, maka kehidupan akan lunak pada anda. Ketika anda lunak terhadap diri anda maka kehidupaan akan keras terhadap anda.”

Ketika yang tak biasa hadir dan berusaha menghadirkan generasi baru, maka semoga hadirlah anak zaman yang tidak biasa, yang mampu merubah dunia menjadi lebih baik. Semoga.
Sep
29th

Surat dari Bekas “Artis Porno”

Files under | 2 Comments
Shelley Luben mantan aktris porno mengaku bisa keluar dari dunia gelap bernama 'industri pornografi’ dan memilih menjadi aktivis melawan ekploitasi seksual terhadap gadis-gadis muda Amerika.

Gadis cantik, bertubuh seksi dan mata yang membangkitkan gairah seakan-akan berkata "i want You". Itu kesan yang terlihat di setiap sampul film porno. Tapi, bisa jadi itulah tipuan terbesar sepanjang masa.

Inilah kisah dan pengakuan Shelley Luben tentang masa buruk dan seluk beluk industri maksiat itu. Tulisan ini diturunkan sebagai pelajaran bagi kita semua. Terutama para aktivis yang “menurut mata” terhadap dampak industri pornografi.

Percayalah, Aku tahu !!

“Aku dulu pernah melakukannya sepanjang waktu dan aku melakukannnya karena Nafsuku akan kekuasaan dan kecintaanku kepada uang. Aku tidak pernah menyukai seks. Bahkan Aku tidak menginginkannya dan faktanya aku lebih banyak minum Jack Daniels (jenis minuman alkohol import original. Sejenis Jhonny Walker yang juga masuk Indonesia, red) daripada bersama para pria yang dibayar seperti aku untuk "berpura-pura" di film.

Ya Benar tidak ada diantara kami –gadis-gadis blonde yang menyukai being in porn movie. Kami benci disentuh oleh orang asing yang sama sekali tidak peduli dengan kami. Kami benci dianggap rendah oleh mereka, laki-laki dengan keringat dan bau busuknya. Beberapa diantara kami sering sampai muntah di kamar mandi saat break syuting. Sedangkan yang lainnya berusaha menenangkan diri dengan merokok Marlboro tanpa henti.

Tapi porn industry (industri pornografi) ingin agar kamu selalu berpikir kalau kami artis porno sangat menyukai seks. Mereka ingin kamu percaya bahwa kami senang dilecehkan seperti binatang dalam berbagai jenis adegan di film.

Kenyataannya, artis porno sering tidak tahu apa saja adegan yang akan mereka lakukan saat pertama kali datang ke lokasi syuting dan kami hanya diberi dua pilihan oleh produser: "Lakukan atau Pulang Tanpa Bayaran. Kerja atau tidak akan bisa kerja lagi."

Iya memang benar kami punya pilihan.

Beberapa diantara kami memang sangat memerlukan uang. Tapi kami dimanipulasi, dipaksa bahkan diancam.

Beberapa diantara kami terjangkit AIDS karena profesi ini. Atau tertular herpes dan berbagai macam penyakit kelamin lain yang sukar disembuhkan. Salah seorang artis film porno setelah syuting dengan menahan sakit sepanjang hari setelah sampai dirumah menembak kepalanya dengan pistol.

Kebanyakan dari artis porno mungkin berasal dari keluarga yang berantakan dan pernah mengalami pelecehan seksual dan perkosaan dari keluarga atau tetangganya sendiri. Saat kami kecil kami hanya ingin bermain dengan boneka, bukan mendapatkan trauma saat seorang laki-laki dewasa berada diatas tubuh kami.

Jadi sejak kecil kami belajar bahwa seks bisa membuat kami berharga. Dan dengan semua pengalaman mengerikan itu kami menipu kalian di depan kamera padahal sebenarnya kami membenci di setiap menitnya.

Karena trauma itu kebanyakan artis porno hidupnya tergantung kepada alkohol dan narkotika. Dan hidup kami juga selalu diliputi ketakutan akan terjangkit HIV atau penyakit kelamin lainnya seperti; Herpes, gonorrhea, syphilis, chlamydia, dll. setiap hari menghantui kami.

Menurut catatan Shelley dalam situs web nya. Sebelas bintang pornografi mati akibat HIV, bunuh diri, pembunuhan dan obat pada tahun 2007. Antara 2003 dan 2005, 976 orang pemain dilaporkan dengan 1.153 hasil positif STD. 66% dari pemain pornografi terkena Herpes, penyakit yang tak dapat disembuhkan.

Memang setiap bulan kami diperiksa tapi kamu tahu, kalau hal tersebut tidak akan bisa mencegah kami tertular penyakit-penyakit mematikan itu. Selain penyakit, adegan syuting tidak kalah mengerikannya, banyak dari kami mengalami luka sobek atau luka pada organ tubuh bagian dalam kami.

Diluar syuting kami sering berharap bisa menjalani hidup yang normal. Tapi sangat sulit menjalin hubungan yang normal dengan laki-laki ‘biasa’, maka dari itu kebanyakan dari kami menikah dengan sutradara film porno atau menjalani hidup sebagai lesbian.

Buat aku, momen yang tidak akan terlupakan adalah ketika tanpa sengaja anak perempuanku melihat ibunya yang telanjang sedang berciuman dengan gadis lain. Anakku pasti akan terus mengingatnya juga.

Pada hari yang lain kami bisa berubah seperti zombie dengan botol bir di tangan kanan dan gelas wisky di tangan kiri. Kami tidak suka bersih-bersih jadi sering kali kami harus menyewa pembantu untuk membersihkan kotoran kami. Selain itu artis porno benci memasak sendiri. Biasanya kami memesan makanan yang kemudian kami muntahkan lagi karena kebanyakan dari kami menderita bulimia, semacam gejala lapar yang tidak pernah terpuaskan.

Bagi artis porno yang memiliki anak, kami adalah ibu yang paling buruk. Kami menjerit dan bahkan memukul anak kami tanpa alasan. Seringkali saat kami begitu mabuknya sampai-sampai anak kami yang berumur 4 tahun yang menyeret kami dari lantai. Dan ketika ada tamu (kebanyakan karena alasan seks) kami harus mengunci anak kami terlebih dulu dikamar dan menyuruh mereka untuk diam.

Kalau aku biasa membekali anak gadisku dengan pager dan kusuruh dia menungguku di taman sampai aku selesai dengan tamuku.”

Semua Tipuan...

“Kalau kamu bisa melihat lebih dalam kehidupan artis film porno mungkin kamu akan kehilangan minat menonton film porno. Kenyataan sebenarnya kami artis film porno ingin mengakhiri semua rasa malu ini dan semua trauma dalam hidup kami. Tapi sayangnya kami tidak bisa melakukannya sendiri.

Kami berharap kalian kaum pria membantu kami, memperjuangkan kebebasan dan kehormatan kami. Kami ingin kalian memeluk kami saat kami menghapus air mata dan menyembuhkan luka di hati kami. Kami berharap kalian mau berdoa untuk kami dan semoga Tuhan akan mendengar dan mengampuni semua kesalahan kami di masa lalu.

Industri film porno tidak lebih dari “seks palsu” dan “tipuan kamera”. Percayalah…….!

[Kiriman Abidin MA diambil dari situs http://www.shelleylubben.com Tulisan ini didedikasikan oleh Shelley untuk semua aktris pornografi yang terjangkit HIV, meninggal akibat overdosis atau bunuh diri/www.hidayatullah.com]
Sep
29th

Selamat Idul Fitri : Merajut Jiwa Muttaqin

Files under | Leave a Comment
Terasa berat meninggalkan bulan Ramadhan. Bulan yang dimuliakan dan semua amal ibadah dikaruniai rahmat dan kebrkaha. Bulan yang selalu dinantikan orang-orang mukmin. Bulan yang didalamnya penuh dengan berkah. Bulan yang penuh maghfirah.. Bulan kemenangan Islam, ketika Rasulullah Muhammad Saw bersama para sahabat mampu menaklukan Makkah. Bulan yang menjanjjikan orang-orang mukmin mendapat derajat muttaqien, sesudah melaksanakannya dengan penuh mujahaddah. Bulan yang Allah Azza Wa Jalla menurunkan kitabNya, yang menjadi pedoman hidup orang-orang mukmin.

Betapa indahnya akhir Ramadhan dan sambutan Idul Fitri. Jutaan orang kembali bertemu dengan sanak keluarganya. Mungkin mereka sudah tidak bertemu dalam kurun waktu tertentu. Mungkin berbilang satu, dua, tiga tahun. Dan, mungkin sudah lebih lama lagi, tidak bertemu dan berjumpa dengan sanak famili. Tak ada momentum (waktu/kesempatan) yang lebih dahsyat dalam kehidupan ini, yang dapat menyatukan dan mempertemukan antara sanak fimili, keluarga, handai taulan dalam satu momentum, kecuali Idul Fitri. Mereka yang ada di luar negeri pulang. Mereka yang ada di kota-kota besar pulang. Mereka yang ada di pulau-pulau yang berbeda bertemu kembali. Tak ada kegembiraan yang dapat melebihi saat Idul Fitri. Tak ada kesempatan yang lebih indah dalam kehidupan ini kecuali saat Idul Fitri ini. Di mana dapat berkumpulnya keluarga.

Rangkaian perjalanan kehidupan yang gersang, tersirami lagi dengan pertemuan keluarga. Nilai-nilai yang amat penting dalam kehidupan, adalah berhasilnya seorang mukmin menjalani ‘tarbiyah’ Rabbaniyah, selama satu bulan, melalui shaum, yang kemudian menjadikan diri mereka kembali kepada fitrahnya, yang bersih.

Idul Fitri bermakna hari kemenangan. Kemenangan seorang hamba melawan hawa nafsunya. Jutaan orang merayakannya. Dengan syukur dan kegembiraan. Mereka ingin menandai kehidupannya dengan penuh kemenangan.

Jutaan orang-orang dengan perjuangan yang amat luar biasa, menempuh jarak yang jauh, tujuannya adalah ingin melakukan silaturrahmi dengan seluruh keluarganya.Ini adalah nilai-nilai Islam yang sudah terealisasikan dalam kehidupan. Dua hal yang paling pokok dalam kehidupan seorang mukmin adalah ‘birrul walidain’ dan ‘silaturrahmi’. Maknanya, berbuat baik kepada dua orang tua, dan menguatkan kembali hubungan kekeluargaan. Nilai-nilai ini semakin mengintregasikan kehidupan social. Betapa mulianya Islam. Menyambungkan kembali berbagai ikatan manusia. Melalui Islam. Menguatkan kembali hubungan kekerabatan, yang dilandasi saling memuliakan. Tidak ada doktrin yang dapat mengantarkan manusia bersatu, kecuali ajaran dan nilai-nilai Islam. Hanya dengan dua prinsip dalam Islam, ‘birrul walidaini’, dan ‘silaturrahmi', mempunyai pengaruh yang sanga luar biasa. Sangat berarti dalam kehidupan social.

Betapa indah makna Islam. Di saat Idul Fitri ini berapa trilyun rupiah, uang yang terdistribusi ke kampung halaman? Mereka yang datang dari luar negeri. Mereka yang datang dari berbagai kota-kota besar di Indonesia, dan mereka kembali ke kampung halamannya, dan memberikann uang kepada sanak familinya, pasti mempunyai arti penting dalam kehidupan. Berjuta-juta orang yang ‘mudik’ atau ‘pulang kampung’, secara langsung terjadi distribusi kekayaan, yang hanya karena motivasi Islam. Mereka ikut memperbaiki kehidupan. Banyak orang-orang yang tinggal di kota-kota yang membantu sanak familinya, dan banyak orang-orang kota yang membantu pembangunan sekolah, membantu pembangunan masjid, memberikan bekal usaha, dan lainnya, semuanya membawa perubhan bagi kehidupan. Islam dapat menjadi factor stimulus atau pendorong bagi perubahan kehidupan, dan terciptanya pola kehidupan baru, yang lebih kokoh dan erat, khususnya menciptakan integrasi social, yang sangat luar biasa nilainya.

Pola de-sentralisasi yang menjadi kebijakan pemerintah belum tentu efektif. Belum efektif membangun integrasi social dan melakukan distribusi asset dan kekayaan yang dapat memperbaiki kehidupan rakyat. Karena, de-sentralisasi justru hanya menciptakan orang kaya baru, yang jauh dari kehidupan. Hanya menciptakan sekelompok orang kaya, yang hidup di tengah-tengah pulau kemiskinan. Mungkin proses de-sentralisasi ini, jika ditambah dengan spirit Islam, yang mengharuskan seseorang memiliki komitment kepada fakir dan miskin, dapat menciptakan perubahan yang lebih luas,khususnya dalam memperbaiki kehidupan. Tidak hanya mengalihkan ‘korupsi’ yang sekarang di pusat ke daerah-daerah.

Ramadhan usai. Idul Fitri menjelang. Kehidupan terus berjalan. Pertemuan yang indah diantara keluarga-keluarga dengan kebahagiaan. Pertemuan yang tak dapat dilukiskan oleh apapun. Orang-orang yang sudah lama berpisah, bertemu kembali. Bertemu dengan penuh arti dan kemenangan. Semoga Idul Fitri tahun ini, setiap warga dapat menikmati kehidupan. Kehidupan yang lebih bahagia. Tak ada kepedihan. Orang-orang miskin, orang-orang papa, orang-orang yang tanpa keluarga, tetap dapat menikmati kehidupan ini. Tidak ada yang tersia-sia. Mereka yang tersisih dalam kehidupan ini, harus mendapatkan empati dan dimuliakan. Mari kita sambut Idul Fitri ini dengan penuh kebahagiaan. Bagi kita semua. Sesudah sebulan melaksanakan shaum di bulan Ramadhan.

Usai puasa (shaum) sebulan di bulan Ramadhan. Orang-orang mukmin memasuki episode kehidupan baru. Kehidupan yang penuh dengan makna. Antara kebenaran dan kebatilan, antara hiruk pikuk ibadah dan kemaksiatan. Di bulan Ramadhan seakan kehidupan penuh dengan rentang keheningan taqarub ilallah, kini umat Islam memasuki kehidupan yang penuh tantantangan dan hawa nafsu kembali.

Satu Syawal menjadikan nilai-nilai taqwa aka mendasari kehidupannya yang tertanam dalam hati. Nilai-nilai yang bersumber dari Islam. Menjadi orang muttaqien. Kehidupan yang bersih dari segala bentuk kotoran dunia. Kehidupan yang tidak lagi mau berkolaborasi dengan hal-hal yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam bentuk kekejian. Kehidupan yang tidak lagi dilurumi dengan dosa. Inilah makna kembali kepada kepada Allah di Idul Fitri. Gambaran orang-orang yang sudah dipisahkan dengan kehidupan jahiliyah. Gambaran orang-orang yang berhasil melaksanakan shaum, dan pasti terefleksi dalam kehidupan berikutnya secara esensi. Memutuskan rona kehidupan jahilihyah. Lalu, melanjutkan kehidupan baru, dan senantiasa mengingat Kemahaesaan Allah Rabbul Aziz.

Hakekatnya di dalam diri manusia senantiasa terjadi pertarungan antara hawa nafsu yang mengajak manusia kearah kesesatan dengan keinginan manusia berbuat baik. Kadang-kadang manusia kalah dengan hawa nafsunya. Kadang-kadang manusia menang melawan hawa nafsunya. Kadang-kadang manusia yang menonjol kebaikannya. Kadang-kadang manusia menonjol keburukannya. Manusia yang dapat mengalahkan hawa nafsunya adalah manusia yang akan selamat di dunia dan akhirat. Sebaliknya, manusia yang kalah, dan menjadi budak hawa nafsunya, maka akan rugi di dunia akhirat. Betapa banyak manusia yang menjadi budak hawa nafsunya. Membiarkan hawa nafsu menguasai dirinya. Mengikuti naluri binatang. Karena, manusia yang hanya mengikuti hawa nafsunya, tak ubahnya seperti binatang. Puasa tujuannya mendidik manusia. Mendidik agar manusia tidak hanya memikirkan kebutuhan nafsu hewaninya. Manusia menuju kearah yang mulia. Manusia hidupnya menjadi lebih selaras. Manusia menjadi lebih seimbang. Manusia dapat mengalahkan nafsu yang merusak kehidupan. Kemudian, manusia dapat lulus, mengarungi kehidupannya. Manusia mendapat kehormatan dari Allah Azza Wa Jalla, sesudah menang melawan hawa nafsunya, dan menjadi hambaNya yang muttaqien. Tidak banyak. Hanya sedikit. Manusia yang dapat mengakhiri shaumnya di bulan Ramadhan, dan mendapatkan derajat muttaqien. Semoga. Diantara kita termasuk orang-orang yang muttaqien.Semoga. Wallahu ‘alam.
Sep
29th

Selamat Idul Fitri : Merajut Jiwa Muttaqin

Files under | Leave a Comment
Terasa berat meninggalkan bulan Ramadhan. Bulan yang dimuliakan dan semua amal ibadah dikaruniai rahmat dan kebrkahan. Bulan yang selalu dinantikan orang-orang mukmin. Bulan yang didalamnya penuh dengan berkah. Bulan yang penuh maghfirah.. Bulan kemenangan Islam, ketika Rasulullah Muhammad Saw bersama para sahabat mampu menaklukan Makkah. Bulan yang menjanjjikan orang-orang mukmin mendapat derajat muttaqien, sesudah melaksanakannya dengan penuh mujahaddah. Bulan yang Allah Azza Wa Jalla menurunkan kitabNya, yang menjadi pedoman hidup orang-orang mukmin.

Betapa indahnya akhir Ramadhan dan sambutan Idul Fitri. Jutaan orang kembali bertemu dengan sanak keluarganya. Mungkin mereka sudah tidak bertemu dalam kurun waktu tertentu. Mungkin berbilang satu, dua, tiga tahun. Dan, mungkin sudah lebih lama lagi, tidak bertemu dan berjumpa dengan sanak famili. Tak ada momentum (waktu/kesempatan) yang lebih dahsyat dalam kehidupan ini, yang dapat menyatukan dan mempertemukan antara sanak fimili, keluarga, handai taulan dalam satu momentum, kecuali Idul Fitri. Mereka yang ada di luar negeri pulang. Mereka yang ada di kota-kota besar pulang. Mereka yang ada di pulau-pulau yang berbeda bertemu kembali. Tak ada kegembiraan yang dapat melebihi saat Idul Fitri. Tak ada kesempatan yang lebih indah dalam kehidupan ini kecuali saat Idul Fitri ini. Di mana dapat berkumpulnya keluarga.

Rangkaian perjalanan kehidupan yang gersang, tersirami lagi dengan pertemuan keluarga. Nilai-nilai yang amat penting dalam kehidupan, adalah berhasilnya seorang mukmin menjalani ‘tarbiyah’ Rabbaniyah, selama satu bulan, melalui shaum, yang kemudian menjadikan diri mereka kembali kepada fitrahnya, yang bersih.

Idul Fitri bermakna hari kemenangan. Kemenangan seorang hamba melawan hawa nafsunya. Jutaan orang merayakannya. Dengan syukur dan kegembiraan. Mereka ingin menandai kehidupannya dengan penuh kemenangan.

Jutaan orang-orang dengan perjuangan yang amat luar biasa, menempuh jarak yang jauh, tujuannya adalah ingin melakukan silaturrahmi dengan seluruh keluarganya.Ini adalah nilai-nilai Islam yang sudah terealisasikan dalam kehidupan. Dua hal yang paling pokok dalam kehidupan seorang mukmin adalah ‘birrul walidain’ dan ‘silaturrahmi’. Maknanya, berbuat baik kepada dua orang tua, dan menguatkan kembali hubungan kekeluargaan. Nilai-nilai ini semakin mengintregasikan kehidupan social. Betapa mulianya Islam. Menyambungkan kembali berbagai ikatan manusia. Melalui Islam. Menguatkan kembali hubungan kekerabatan, yang dilandasi saling memuliakan. Tidak ada doktrin yang dapat mengantarkan manusia bersatu, kecuali ajaran dan nilai-nilai Islam. Hanya dengan dua prinsip dalam Islam, ‘birrul walidaini’, dan ‘silaturrahmi', mempunyai pengaruh yang sanga luar biasa. Sangat berarti dalam kehidupan social.

Betapa indah makna Islam. Di saat Idul Fitri ini berapa trilyun rupiah, uang yang terdistribusi ke kampung halaman? Mereka yang datang dari luar negeri. Mereka yang datang dari berbagai kota-kota besar di Indonesia, dan mereka kembali ke kampung halamannya, dan memberikann uang kepada sanak familinya, pasti mempunyai arti penting dalam kehidupan. Berjuta-juta orang yang ‘mudik’ atau ‘pulang kampung’, secara langsung terjadi distribusi kekayaan, yang hanya karena motivasi Islam. Mereka ikut memperbaiki kehidupan. Banyak orang-orang yang tinggal di kota-kota yang membantu sanak familinya, dan banyak orang-orang kota yang membantu pembangunan sekolah, membantu pembangunan masjid, memberikan bekal usaha, dan lainnya, semuanya membawa perubhan bagi kehidupan. Islam dapat menjadi factor stimulus atau pendorong bagi perubahan kehidupan, dan terciptanya pola kehidupan baru, yang lebih kokoh dan erat, khususnya menciptakan integrasi social, yang sangat luar biasa nilainya.

Pola de-sentralisasi yang menjadi kebijakan pemerintah belum tentu efektif. Belum efektif membangun integrasi social dan melakukan distribusi asset dan kekayaan yang dapat memperbaiki kehidupan rakyat. Karena, de-sentralisasi justru hanya menciptakan orang kaya baru, yang jauh dari kehidupan. Hanya menciptakan sekelompok orang kaya, yang hidup di tengah-tengah pulau kemiskinan. Mungkin proses de-sentralisasi ini, jika ditambah dengan spirit Islam, yang mengharuskan seseorang memiliki komitment kepada fakir dan miskin, dapat menciptakan perubahan yang lebih luas,khususnya dalam memperbaiki kehidupan. Tidak hanya mengalihkan ‘korupsi’ yang sekarang di pusat ke daerah-daerah.

Ramadhan usai. Idul Fitri menjelang. Kehidupan terus berjalan. Pertemuan yang indah diantara keluarga-keluarga dengan kebahagiaan. Pertemuan yang tak dapat dilukiskan oleh apapun. Orang-orang yang sudah lama berpisah, bertemu kembali. Bertemu dengan penuh arti dan kemenangan. Semoga Idul Fitri tahun ini, setiap warga dapat menikmati kehidupan. Kehidupan yang lebih bahagia. Tak ada kepedihan. Orang-orang miskin, orang-orang papa, orang-orang yang tanpa keluarga, tetap dapat menikmati kehidupan ini. Tidak ada yang tersia-sia. Mereka yang tersisih dalam kehidupan ini, harus mendapatkan empati dan dimuliakan. Mari kita sambut Idul Fitri ini dengan penuh kebahagiaan. Bagi kita semua. Sesudah sebulan melaksanakan shaum di bulan Ramadhan.

Usai puasa (shaum) sebulan di bulan Ramadhan. Orang-orang mukmin memasuki episode kehidupan baru. Kehidupan yang penuh dengan makna. Antara kebenaran dan kebatilan, antara hiruk pikuk ibadah dan kemaksiatan. Di bulan Ramadhan seakan kehidupan penuh dengan rentang keheningan taqarub ilallah, kini umat Islam memasuki kehidupan yang penuh tantantangan dan hawa nafsu kembali.

Satu Syawal menjadikan nilai-nilai taqwa aka mendasari kehidupannya yang tertanam dalam hati. Nilai-nilai yang bersumber dari Islam. Menjadi orang muttaqien. Kehidupan yang bersih dari segala bentuk kotoran dunia. Kehidupan yang tidak lagi mau berkolaborasi dengan hal-hal yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam bentuk kekejian. Kehidupan yang tidak lagi dilurumi dengan dosa. Inilah makna kembali kepada kepada Allah di Idul Fitri. Gambaran orang-orang yang sudah dipisahkan dengan kehidupan jahiliyah. Gambaran orang-orang yang berhasil melaksanakan shaum, dan pasti terefleksi dalam kehidupan berikutnya secara esensi. Memutuskan rona kehidupan jahilihyah. Lalu, melanjutkan kehidupan baru, dan senantiasa mengingat Kemahaesaan Allah Rabbul Aziz.

Hakekatnya di dalam diri manusia senantiasa terjadi pertarungan antara hawa nafsu yang mengajak manusia kearah kesesatan dengan keinginan manusia berbuat baik. Kadang-kadang manusia kalah dengan hawa nafsunya. Kadang-kadang manusia menang melawan hawa nafsunya. Kadang-kadang manusia yang menonjol kebaikannya. Kadang-kadang manusia menonjol keburukannya. Manusia yang dapat mengalahkan hawa nafsunya adalah manusia yang akan selamat di dunia dan akhirat. Sebaliknya, manusia yang kalah, dan menjadi budak hawa nafsunya, maka akan rugi di dunia akhirat. Betapa banyak manusia yang menjadi budak hawa nafsunya. Membiarkan hawa nafsu menguasai dirinya. Mengikuti naluri binatang. Karena, manusia yang hanya mengikuti hawa nafsunya, tak ubahnya seperti binatang. Puasa tujuannya mendidik manusia. Mendidik agar manusia tidak hanya memikirkan kebutuhan nafsu hewaninya. Manusia menuju kearah yang mulia. Manusia hidupnya menjadi lebih selaras. Manusia menjadi lebih seimbang. Manusia dapat mengalahkan nafsu yang merusak kehidupan. Kemudian, manusia dapat lulus, mengarungi kehidupannya. Manusia mendapat kehormatan dari Allah Azza Wa Jalla, sesudah menang melawan hawa nafsunya, dan menjadi hambaNya yang muttaqien. Tidak banyak. Hanya sedikit. Manusia yang dapat mengakhiri shaumnya di bulan Ramadhan, dan mendapatkan derajat muttaqien. Semoga. Diantara kita termasuk orang-orang yang muttaqien.Semoga. Wallahu ‘alam.
Sep
29th

Hari ini, Sidang Itsbat Penentuan 1 Syawal 1429

Files under | Leave a Comment

Sidang itsbat penentuan 1 Syawal 1429 Hijriyah akan digelar hari Senin ini (29/9) di Departemen Agama (Depag)

Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni berharap 1 Syawal 1429 Hijriyah tidak terjadi perbedaan.

"Seluruh ahli hisab telah sepakat 1 Syawal 1429 H itu jatuh pada tanggal 1 Oktober 2008. Kita berharap mudah-mudahan rukyah pun demikian," ujar Menag Maftuh Basyuni di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Sabtu (27/9) kemarin.

Sidang itsbat yang akan diadakan hari ini akan dihadiri para ahli rukyah dan ahli hisab baik dari organisasi masyarakat Islam dan pemerintah.

"Insya Allah, itsbat kali ini, semua bisa sama harinya. Sudah tidak ada lagi perbedaan seperti pada tahun-tahun sebelumnya," kata Menag. [depag/www.hidayatullah.com]
Sep
29th

Harap Papuq Saodah

satu
nam tahun silam, saat itu, nenek dari ibuku berujar dengan bahasa sasak yang terdengar semakin lemah, kira-kira bigini ujarnya, “Biarkanlah anakmu,” tangan keriput memegang tangan anak angkatnya, “menikah dengan salah satu anaknya,” ia mengingat bagaimana hubungan dua cucunya yang saling berhubungan jarak jauh.

Terbaring lemah di ranjang yang semakin lapuk, berbaring berteman biji-biji tasbih. Mukena lusuh oleh waktu, semakin menguning di ujung-ujung benangnya. Hanya itu yang membalut tubuhnya beberapa tahun ini. Doa dan harapnya adalah menjadi doa dan harap kami saat itu. Amiin…

dua
Entah, perbedaan cara berpikir ala harokah satu dan ala harokah dua sulit sekali disimpulkan. Tidak ada ruang kompromi untuk perubahan. Setahun berlalu, dua tahun selanjutnya tak berubah, tiga tahun berikutnya hanya terlihat garis-gars kaku dalam setiap diskusi, empat tahun kita lalui ternyata ada yang seharusnya sedikit dikendurkan agar garis renggang menjadi simpul yang semakin menguatkan. Ternyata ada simpul yang mampu mengikat fikroh itu.

Mengalah bukan berarti kalah. Fikroh menjadi batasan cara berpikir kita yang semakin jelas dan tetap dalam batasan idealisme masing-masing. Tak berubah dan tetap dalam saling dukung-mendukung. Inilah simpul perbedaan yang dapat kami ikat menjadi kekuatan. Dan bahtera urmah tangga adalah pilihan untuk semakin menguatkan langkah kami.

tiga
Umi yang akademisi, karir mengabdi pada pendidikan dan abi yang penulis yang ingin tetap berkarya. Tak jarang diskusi saling mengisi ruang kosong otak kami, jadilah karya tulis untuk anugerah bintang selaparang. Diskusi mengenai kerja, jadilah umi yang tetap mengabdi dan abi yang tetap mengirim tulisan-tulisan, entah ke tong sampah akhirnya atau tak digubris sama sekali, karena itu semua untuk tetap berkarya. Biarlah kami menyatu dengan cara kami, hidup dengan perbedaan, mencintai dengan cara kami mencintai yang tak biasa.

empat
Tahun ini, doa dan harap Papuq kami terwujud. Allah pun mencintai kami, para malaikat mencintai kami, nabi Muhammad pun akan memberi syafaat pada kami kelak di akherat. Kami yakin itu. Semua karena Allah, semua karena cinta kami pada-Nya dan petunjuk Rasul yang pernah kami baca.

Bercumbunya kami dihiasi tasbih dan syukur pada Rabb, lelahnya kami bekerja adalah sejuknya hati kami beribadah untuk-Nya. Lucu dan perkasanya keturunan kami adalah anugerah untuk Din kami, al Islam. Hingga akhirnya, anak-anak kami adalah ejawantahan untuk perubahan dunia yang lebih baik. Amiin…
Sep
27th

Selamat Lebaran Maaf Lahir Batin

Files under | 1 Comment
Sep
27th

Minal Aidin Walpaidzin

Files under | Leave a Comment
Sep
27th

MUI: Jangan Tunda UU Pornografi

Files under | 1 Comment
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengharapkan pengesahan Rancangan Undang-Undang Tentang Pornografi menjadi Undang-Undang tidak terlalu lama ditunda

Pernyataan ini disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Haji Amidhan. "Jangan ditunda-tunda dalam jangka waktu lama karena ini kan masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2008, sesuai jadwal DPR harus sudah menyelesaikannya pada bulan Oktober. Kalau ditunda akan semakin meresahkan," kata Ketua MUI, Amidhan, di Jakarta, Kamis (25/9).

Amidhan berharap, DPR dapat menggunakan waktu yang ada untuk memperbaiki draf RUU tersebut berdasarkan masukan masyarakat yang disampaikan melalui uji publik di Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Maluku, dan DKI Jakarta.

Tentang penolakan beberapa kelompok masyarakat terhadap rencana pengesahan rancangan undang-undang tersebut Amidhan mengatakan, sebaiknya mereka menyampaikan pokok-pokok penolakannya supaya bisa menjadi masukan dalam penyusunan draf RUU.

"Kalau menolak sebaiknya bilang, pasal mana yang ditolak dan kasih masukan sebaiknya bagaimana supaya lebih baik. Kalau menolak mentah-mentah, itu apriori namanya," katanya.

Amidhan juga meminta pihak-pihak yang menolak tidak membawa isu tentang RUU tersebut ke ranah politik.

Lebih lanjut dijelaskannya, RUU itu dibuat karena memang sudah mendesak dibutuhkan dan pembuatannya pun sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Peraturan perundangan yang ada seperti Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), UU Penyiaran dan UU Pers pun, kata Amidhan, selama ini belum bisa menjadi payung hukum yang memadai dalam upaya pemberantasan pornografi. "Penegak hukum selama ini menganggap KUHP belum cukup jadi payung karena terlalu umum dan sumir, demikian juga dengan undang-undang yang lain," katanya.

Aturan perundangan tersebut juga belum memuat ketentuan tentang tindak pidana bagi korporasi yang memproduksi dan menyebarluaskan materi pornografi.
Oleh karena itu dia berpendapat, DPR sebaiknya menyempurnakan draf RUU Tentang Pornografi yang sudah bertahun-tahun digarap serta mengesahkannya sesuai jadwal yang ditetapkan. "Ini harus terus berjalan, tujuannya bagus. Generasi muda harus diselamatkan, jangan sampai kita semakin terpuruk karena masalah ini," demikian Amidhan. [ant/gtr/www.hidayatullah.com]
Sep
27th

FPI: Guntur Romli Koordinasikan “Preman”

Files under | Leave a Comment
Diduga membawa 33 orang “preman” punk. Rambut bercat merah, telinga bertindik, merokok di bulan Ramadhan dan diberi seragam kaos Banser “Gus Nuril”. Upaya adu-domba dengan NU?

Kamis (25/9) siang, Aktivis Front Pembela Islam (FPI) kembali bentrok dengan massa Front Pembela Islam (FPI) dan pendukung Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB).

Bentrok yang terjadi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, membuat lalu lintas di Jalan Gajah Mada macet sepanjang 2 kilometer. Jalan Gajah Mada yang sempat ditutup akibat tawuran batu.

Seperti diketahui, bentrokan antara FPI dan pendukung AKKBB tak terhindarkan, setelah sempat bersitegang saat akan memasuki ruang sidang. Aksi kedua massa berlanjut hingga ke jalan di depan gedung PN Jakpus.

Massa AKKBB yang bergerak menuju gedung PT Pelni yang berada tepat di sebelah PN Jakpus mendahului aksi dengan melempar batu. Pelemparan pun saling berbalas, hingga aksi berubah menjadi tawuran.

Kerahkan “preman”

Bentrok bermula ketika jam shalat Dzuhur mayoritas aktivis FPI yang dipimpin Habib Ali Al-Hamid melakukan shalat. Tiba-tiba, salah seorang anggota FPI melaporkan dirinya ‘diserang’. Menurut beberapa aktivis FPI, mereka dilempari batu bata di depan Gedung Pelni.

“Karena anggota FPI tak membawa senjata, mereka hanya menunggu. Akhirnya sisa-sisa bata lemparan itulah yang dibuat membalas,” ujar Rudi, salah seorang Humas FPI kepada www.hidayatullah.com.

Massa AKBB sempat lari tunggang-langgang, termasuk koordinator aksi, Guntur Romli sempat lari dan berseumbunyi di lantai dasar gudang Bank Mandiri.Bentrokan berakhir sekitar pukul 13.15 WIB ketika sebagaian aparat melerainya.

Menurut Rudi, sejak semula, massa AKKBB yang dibawa oleh rombongan Guntur Romli di PN Jakpus untuk menghadiri agenda sidang lanjutan kasus bentrok massa di Monas pada 1 Juni sempat melakukan provokasi.

Guntur Romli yang juga Manajer Program Yayasan Jurnal Perempuan ini dinilai Rudi berkali-kali memancing emosi massa FPI untuk bersikap reaktif.

Kepada salah satu koordinator FPI, Habib Ali, aktivis JIL yang belum sempat lulus Al-Azhar itu berkali-kali melakukan penghinaan. “Tapi karena sejak awal kita sudah diintruksikan tidak terpancing ya kita biarkan,” tambah Rudi.

Menariknya menurut Rudi, saat di persidangan, Guntur membawa 33 rombongan orang-orang berwajah “preman” punk.

“Ciri-ciri mereka berambut aneh-aneh, rata-rata dicat merah, bercelana sempit, memakai anting-anting dan memakai kaos Banser Gus Nuril,” ujarnya.

Meski menggunakan baju seragam Banser, FPI kurang percaya jika itu adalah anggota Banser-NU yang dikenal agamis. Masalahnya, menurut Rudi, meski di bulan Ramadhan, sebagian mereka merokok,” tambahnya.

Sinyalemen Rudi ini hampir sama dengan pengakuan Habib Rizieq kepada beberapa wartawan.

"Dan jahatnya preman-premen ini sengaja diberikan kaos baru, dan sablonan baru bertuliskan Banser dan Gus Nuril, ini upaya adu domba antara FPI dengan Banser, saya sampaikan sekali lagi FPI dan NU bersaudara. Dan LPI dengan Banser bersaudara tidak ada satu kekuatan pun yang bisa mengadudomba kami," ujar Habib Rizieq Shihab. [cha/www.hidayatullah.com]
Sep
27th

Kesulitan Biaya, Aktivis “Liberal” Menuntut Pemerintah Belanda

Files under | Leave a Comment
Aktivis "liberal" yang hidupnya berkiling dengan “menjual” dan mengkritik Al-Quran, kehilangan biaya. Ia ingin menuntut pemerintah Belanda yang dulu berjanji menjamin hidupnya

Hidayatullah.com--Pemerintah Belanda harus membiayai pengamanan Ayaan Hirsi Ali sekalipun ia menetap di luar negeri. Demikian tuntutan yang ingin diajukan ke meja hijau oleh mantan anggota parlemen Belanda Ayaan Hirsi Ali yang sejak tahun lalu tinggal di Amerika Serikat.

Mantan politikus ini bersikeras menyatakan Belanda berjanji akan membiayai penjagaan keamanannya. Selama bertahun-tahun Hirsi Ali diancam karena bersikap kritis terhadap Islam dan tidak menyembunyikan pendapatnya itu.

Hirsi Ali mohon diperbolehkan memanggil beberapa saksi ke pengadilan Den Haag untuk membuktikan Belanda berjanji akan menjamin penjagaan keamanannya. Saksi pertama yang akan maju adalah Van den Berg, bekas pegawai Hirsi Ali urusan politik. Setelah itu mantan Menteri Keuangan Gerrit Zalm, orang kepercayaan Hirsi Ali, dan mantan Koordinator pemberantasan terorisme akan dipanggil sebagai saksi.

Setelah mendengarkan pernyataan para saksi Hirsi Ali dan pengacaranya akan memutuskan apakah mereka punya cukup bukti untuk menyeret Belanda ke meja hijau. Menurut jurubicara pengadilan di Den Haag, Elkerbout, prosedur itu memang lumrah.

"Dalam berbagai kasus lebih praktis mendengarkan kesaksian dulu, setelah itu baru mengumpulkan bukti, karena dengan demikian bisa memutuskan ada manfaatnya atau tidak menjadikan ini perkara pengadilan."

Mengkritik Al-Quran

Hidup Hirsi Ali tiba-tiba berobah total setelah ke mana-mana harus memakai jasa pengawal karena aktivitasnya mencari popularitas dengan mengkritik Islam dan “menjual“ Al-Quran.

Sebelumnya, pemerintah Belanda memberikan perlingdungan keamanan penuh dan biaya. Namun belakangan Belanda menolak membayar biaya pengamanan jika ia tinggal di luar negeri.

Hirsi, perempuan pengungsi dari Somalia yang lari menuju Belanda. Di Belanda, Hirsi Ali bahkan pernah diangkat sebagai anggota parlemen partai liberal, VVD. Sejak itu ia mendapat penjagaan polisi secara permanen.

Bertahun-tahun wanita kulit hitam ini sibuk mengumpulkan uang dengan cara berceramah mengecam Islam ke berbagai Negara untuk membayar penjagaan keamanan para pengawalnya yang tak sedikit jumlahnya.

Sejak 2002 sering diancam akan dibunuh karena kecamannya terhadap Islam. Ketika itu ia bekerja di lembaga ilmu pengetahuan partai buruh PvdA.

Hirsi Ali pernah bekerjasama dengan Theo van Gogh, sutradara Belanda membuat film berjudul Submission. Di mana dalam film ini ia menampakan potongan ayat-ayat Al-Quran yang diproyeksikan pada tubuh seorang wanita setengah bugil. Akibat kasus ini, Theo van Gogh dibunuh oleh Mohammed Bouyeri dengan sebilah belati. Si pembunuh menancapkan sepucuk surat pada tubuh korban dan menyampaikan pesan, bahwa nasib yang sama menanti Hirsi Ali. Sejak itu Hirsli mencari perlindungan dan tinggal sementara di Amerika Serikat.

Tapi karena sudah keluar dari wilayah Belanda, pemerintah Belanda tidak mau lagi membayar lagi biaya pengamanannya.

"Yang boleh diharapkan dari pemerintah Belanda adalah melindungi orang-orang yang berada di Belanda. Hal itu berlaku pula bagi para pejabat dan warga Belanda dengan jabatan khusus selama mereka di luar negeri. Kami sudah memberi kelonggaran terhadap nyonya Hirsi Ali ketika ia pindah dari Belanda untuk bekerja di Amerika Serikat, selama itu kami membayar biaya pengamanannya," demikian ujar Menteri Kehakiman Belanda Ernst Hirsch Ballin itu adalah kebijakan yang normal di Belanda.

Mayoritas parlemen Belanda mendukung keputusan menghentikan pembayaran biaya pengamanan Hirsi Ali. [rnwl/hid/www.hidayatullah.com]
Sep
22nd

Raden Musaid Werdisastro, Gelora Islam Sang Sastrawan Besar Madura

Files under | Leave a Comment
Sep
22nd

Raden Musaid Werdisastro, Gelora Islam Sang Sastrawan Besar Madura

Files under | Leave a Comment
Sep
22nd

Tapak Pergerakan Sang Penganjur KH. Mas Mansur, Pribadi Ulama yang Santun dan Sederhana

Files under | Leave a Comment
Sep
22nd

Tapak Pergerakan Sang Penganjur KH. Mas Mansur, Pribadi Ulama yang Santun dan Sederhana

Files under | Leave a Comment
Sep
22nd

Kelayu-Mataram

eberapa pekan ini, Kelayu-Mataram menjadi jarak yang begitu pendek, waktu tempuh begitu singkat terasa. Walau sebatas sugesti, tapi begitulah perubahan psikologis yang saya rasa. Itu memang tak sekedar berorientasi dunia tapi legih dari itu, ini bagian dari amal ibadah yang akan saya bawa ke akherat.

Bagaimana tidak. Seperti kata, syeikh Khandalawi, kehidupan dunia itu sementara dan kehidupan akherat itulah yang kekal. Jadi ngapain sibuk untuk yang sementara ketika target imanen, kekekalan terbelengkalai. Apalagi, pekan ini masih bagian bulan yang diberkahi.

Tapi memang beginilah dunia fana untuk bekal yang nyata. Seperti Rasulullah, tak masalah lelah-lunglai dengan hijrah Mekkah Madinahnya, apalagi saya yang hanya Lombok Timur (Lotim)-Mataram. Ya kebetulan juga, suhu politik Lotim yang belum menentu, belum jelas arah perubahan untuk kabupaten tercinta. Seratus hari untuk merealisasikan terpenuhinya Lotim dengan listrik selama duapuluh empat jam menjadi tanda tanya besar buat masyarakat. Perubahan sosial semakin tidak menentu. Belum terlihat makna hijrah sebenarnya, perubahan hijrah menjadi yang lebih baik pun belum terasa oleh indera.

Kelayu-Mataram, menjadi jarak yang bermakna, karena ada dua kabupaten yang kita lalui untuk menuju kelayu, Lombok Barat dan Lombok Tengah. Sehingga dalam perjalanan kita bisa belajar membandingkan dan mempelajari karakter dua kabupaten tsb. Lombok Barat dengan carut marutnya birokrasi dan politiknya, Loteng persiapan pemerintah yang lebih baik lagi. Rakyat Kelayu, seperti saya, jadi mesti belajar selama perjalanan.

Melihat alam, melihat realitas sosial, seperti dalam buku terbitan Resistbook, Teori Perubahan Sosial-nya Robert C. –bukuku yang sampai saat ini belum kunjung dikembalikan oleh si peminjam- hijrah bisa menjadi awal perubahan sosial, itu makna yang bisa dipetik. Kelayu-Mataram adalah jarak perubahan bagi mau mempelajarinya. Hmmm…