Mei
30th

PII antara Heroisme Masa Lalu dan Realitasnya Masa Kini

Oleh : Zulkifli Hasibuan[1]Tulisan ini dibuat pada tanggal 12 Juli 2008 di Makasar. Tulisan yang berjudul “PII antara Heroisme Masa Lalu dan Realitas Masa Kini” telah memalui finishing mancoba untuk dihidangkan di hadapan kawan-kawan seluruh Indonesia. Dan terpenting semoga kita bisa mengambil hikmah di setiap apa yang kita lalui termasuk ketika kita aktif di PII. Selamat menikmati.Kesempurnaan
Mei
29th

Mustafa Kemal Attaturk 2

Files under , Kuliahku | Leave a Comment
BAB IPENDAHULUANA. LATAR BELAKANGTurki adalah negara dimana kekhalifahan terbesar Islam pernah ada disana, yakni Turki Ustmani. Oleh karena itu, keterikatan bangsa Turki terhadap Islam sangat kuat. Islam sudah menyatu dalam kehidupan nasional rakyat Turki. Namun, kejayaan Turki Ustmani ada masanya, dan setelah runtuhnya kejayaan Turki Ustmani, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan
Mei
29th

Mustafa Kemal Attaturk 1

Files under , Kuliahku | Leave a Comment
KATA PENGANTARAlhamdulillah, makalah yang ada ditangan pembaca sekarang adalah hasil bacaan penulis tentang Modernisasi Peradaban Islam di Turki dari beberapa literatur. Penulis sadar bahwa bicara tentang Sejarah haruslah berhati-hati, satu literatur dimungkinkan berbeda dengan literatur yang lain karena sudut pandang yang berbeda dari penulisnya. Di sini, penulis mencoba memaparkan salah satu
Mei
28th

Merajut Asa Dengan Mimpi

Files under , cuap2_nanna | Leave a Comment
Oleh: Yana YanMasa depan adalah milik mereka yang percaya pada keindahan impian-impain mereka.(Elenor Roosevelt, Ibu Negara AS) Memoar kehidupan terus terpasung mengiringi setiap langkah manusia. Menjejaki hari dalam setiap lembaran hidupnya. Asa, terkadang menyelimuti setiap geraknya. Hingga menjadikan hidup itu kian bermakna, kian terasa, kian berseri. Tentang asa, mungkin
Mei
28th

Tentang Wanita

Files under , cuap2_nanna | Leave a Comment
Ketika Tuhan menciptakan wanita, Dia lembur pada hari ke-6. Malaikat dating dan bertanya, ”Mengapa begitu lama, Tuhan?”Tuhan menjawab: “Sudahkah engkau lihat semua detail yang saya buat untuk menciptakan mereka?”“2 tangan ini harus bisa dibersihkan, tetapi bahannya bukandari plastik. Setidaknya terdiri dari 200 bagian yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu
Mei
26th

Konwil sudah selesai

Files under | Leave a Comment
Senin, 25 Mei 2009 bertepatan dengan 29 Djumadil awal sekitar pukul 01.30 WIB, [pemilihan ketua dewan formatur PW PII Sumatera Barat dilakukan. Ada tiga kandidiat yang discreaning untuk menjadi ketua dewan formatur. Pemiliha dilakukan Pada konferensi wilayah XX PII Sumatera Barat tanggal 22-25 Mei 2009 di Aula STAI YKI Sumatera Barat.
mengenai pemilihan, Saya tidak pernah begitu berhasrat untuk memenangkan pemilihan itu, tapi lain soalnya kalau itu adalah (apa yang disebut rekan-rekan) sebuah penyelamatan untuk sebuah generasi.
Pemilihan ketua dewan formatur tidak begitu alot karena para calon memiliki kekuatan (pemenuhan akan kriteria imamah) yang nyata berbeda.tetapi yang membuat ini agak alot adalah penentuan tata tertib pemilihan dan tata tertib berlangsungnya konferensi wilayah PII sumatera Barat.
Bagi saya pemilihan atau semua ketetapan yang dihasilkan dama konwil merupakan suatu dinamika dan pembelajaran, pembelajarn berdinamika ( berkonferensi dan semua yang terkait dengannya/baik siyasah dll) serta pembelajaran untuk sebuah kepatuhan akan sebuah hasil keputusan bersama.
Apapun ketetapan yang dihasilkan dalam konferensi jika tidak didukung dan dipatuhi maka menjadi suatu kesia-siaan dan tunggu saja kehancuran itu akan datang.
Mari bersama kita bangun PII Sumatera Barat kedepan.
Mei
26th

Memilih Perbankan, Lembaga Keuangan, & Ekonomi Syariah, Memilih Jalan Harmoni

Files under | Leave a Comment
*****Di penghujung tahun 2008 kita menjadi saksi sebuah peristiwa besar yaitu hancurnya perekonomian dan keuangan negara yang selama ini dikenal sebagai super power yaitu Amerika Serikat. Hal ini tampak jelas dengan ambruknya lembaga kuangan raksasa dunia dan perusahaan-perusahaan besar lainnya yang menimbulkan gelombang PHK besar-besaran. Melihat fakta yang terjadi saat ini, banyak yang
Mei
24th

KFC ‘Halal’ Jadi Perdebatan di Inggris

Files under , artikel | Leave a Comment
sumber: www.eramuslim.comJaringan makanan cepat saji KFC (Kentucky Fried Chicken) telah mencoba menyediakan menu daging ayam Halal di beberapa restoran tertentu mereka (http://www.eramuslim.com/berita/dunia/kfc-membuka-outlet-halal-nya-di-inggris.htm), namun beberapa umat Islam Inggris mengatakan bahwa ayam potong yang disediakan oleh KFC dipotong tidak sesuai dengan hukum Islam. Catrin Nye salah
Mei
21st

ketika Rheina pergi

Files under | Leave a Comment
Mei
20th

Nestapa Tak Bertuan

Files under , nanna_cerpen | Leave a Comment
Oleh: Yana Yan*) Pagi yang masih sangat buta, kumulai perjalanan itu. Namun sebelumnya, tak lupa kuberikan kecupan hangat di kening Ibu. Dan kutinggalkan ia dalam kondisi yang masih tertidur lelap. Lalu kutitipkan ia kepada kedua adikku, Rina dan Adli. Entah gimana cara Adli meyakinkan Ibu. Entah bagaimana cara Rina menghibur Ibu, setelah tahu aku tak lagi bersamanya. Ah, biarlah waktu yang
Mei
20th

Djayadi Hanan 2009-05-20 07:13:00

Files under | Leave a Comment
Fundamentals of Ibn Khaldun’s Historical Science
(From "The Muqaddimah")
Djayadi Hanan

For Ibn Khaldun, history is a science and a branch of philosophy. It is based on scientific objectives, reasoning, and methods. As a science, history must be committed to the effort of getting at the truth and separating it from the falsehood. These scientific characteristics, therefore, must be reflected in the objectives, methods, and subjects of history. The practice of history based on these criteria will enable us to categorize good historian and bad historian and correct the false information revealed by bad history.

The objective of history is about getting at the truth. Hence, it must be about explanation, about how and why, and about the causal factors related to both actors and events. History is about generalization, not merely dealing with particular. History is also about sorting out the information we have to make sure that they are information that conform the facts and logic. History cannot be dealing only with the tradition that is transmitted from time to time from one generation to another. Thus, history is not only about description of information about actors and events from the past. This does not mean however, that descriptive history is unimportant because it can serve larger public in understanding human affairs in general.

To serve this kind of objective, historian must be rigorous in dealing with information. First, there must be strong effort to get at the truth. “Critical eye” only, according to Ibn Khaldun is not enough because errors and false assumptions almost always accompany historical information. Speculative method of thinking, called as enlightening speculation by Ibn Khaldun, is crucial in unmasking the falsehood in historical information. Using good speculative mind and thoroughness will keep historian from slips and errors. Second, the writing of history requires numerous sources and knowledge. Various sources will enable the historian to cross-check the information while varied knowledge makes him be able to evaluate the information values not only by confronting it to, for instance, fundamental facts of politics, the nature of civilization or conditions governing social organizations, but also by comparing the remote/ancient materials with the near/contemporary ones. Ibn Khaldun argues that the accuracy of information is absolutely important, especially when dealing with figures such as sum of money and number of soldiers. For example, it is logically impossible to believe the historical account from al-Mas’udi about the number of Israelites’ army during Moses time which was reported to be 600,000 or more because of various reasons such as the size of territory which will be too small for their battle formation against Egypt and Syiria. In short, to get to the truth of the information, historian must carefully consider the factual proof and circumstantial evidence surrounding it.

Third, in order to be able to implement these two requirements, historian must conduct many steps in his historical examination and account. One is “to know the principles of politics, the nature of things, and the differences among nations, places, and periods” (p. 24). Two is to compare past and present and know the causes of similarities and differences. Three is to be aware of the different factors that bring historical events and actors such as dynasties and religious groups into being. Four is to check the transmitted information with the basic principles of knowledge. And five is to have a goal of having complete knowledge of causality of events and their origins.

The fourth factor to be rigorous in history is to be aware that history is about change. Awareness about this is often difficult because the process of change is sometimes deeply hidden and only becomes apparent after a long period of time. This is also the reason why not many individuals can easily be aware of it. This awareness is crucial in order for historian to identify and explain the causality of historical actors, events, and processes. Finally, history is about generalization. History, argues Ibn Khaldun “refers to events that are peculiar to a particular age or race” (p. 29). The task of the historian is to uncover the underlying general conditions of events and actors across time and space/regions. This task constitutes the foundation of historian. Thus, for instance, the work of al-Mas’udi, Muruj adh-dhahab, which mentions the conditions of regions and nations in the East and the West of his time, because of its capability of generalization, became the basic reference of historians and principal source of historical information.

What does historical science account for? According to Ibn Khaldun, history is an independent science with its own particular subject which is human civilization and social organization. It has its own particular research problem which is to explain “the conditions that attach themselves to the essence of civilization” (p. 39). Ibn Khaldun sometimes refers to the subjects of history more concretely as examination and account of dynasties, leaders, nations, and great events. From this, one could argue that his historical science is elitist because it deals with great actors/men and great events. In explaining about change for example, Ibn Khaldun reveals this elitist view by saying that “the customs of each race depend on the customs of its ruler” (p. 25). This subject of history, Ibn Khaldun further argues, makes it different from other science such as rhetoric which is concerned with convincing the mass through the use of words, or with politics which is concerned with the home or city administration in order to preserve the life of the community. Because of having its own subject and being distinct from other science, Ibn Khaldun claims that history “is an entirely original science” (p. 39).

Having laid out his fundamentals of historical science, Ibn Khaldun is now able to judge good and bad history as well as good and bad historian. A bad historian deals with bad history. Bad history, contrary to the fundamentals described above, is basically non-scientific history or history with bad method. It is featured by mere description of information or just following the transmitted information from the previous accounts, particularistic account, negligence of the change, or too brief in its presentation, making it not more that the list of names, facts, or events. The basis of this kind of history is unreliable, often fictitious, information and bad method. There are a lot of accounts fall into this category. One example is the story of “Copper City” from al-Mas’udi which says that the city was built of copper in desert of Sijilmasah during Musa b. Nusayr time which contradicts the principles of building and planning the cities. Ibn Khaldun cites numerous stories of this fictitious kind to argue that there are a lot of bad histories and historians out there.

A bad historian is a historian who cannot reveal or uncover the untruth that afflicts his historical information. There are many reasons why this problem is often unavoidable. First is because of partisanship. When a historian is too committed to a certain opinion or school of thought, he runs the risk of being not impartial in receiving and processing information. Second is the reliance upon the transmitter. Many transmitters are not authoritative and do not know the significance of their observation. Third is unawareness of the purpose of event. When an unknowledgeable transmitter passes down the historical information he will attach his own understanding of event’s significance which leads to the falsehood. Fourth is unfounded assumption about the truth. This is still related to the reliance upon the transmitter. Fifth is the ignorance of conformity between conditions and reality. This is related to inability of confronting the information with the facts or unavailability of checking and cross-checking methods. Sixth is too much focus of high ranking persons with a lot of fame and praise as information sources. Information from such a person is not reliable because of the tendency of human soul for fame and praise. And finally, the bad historian is characterized by the ignorance of the contexts of civilization. If historian has no knowledge of the nature of the world of existence, he can be misled by the peculiarity and particularity of the context of civilization. This will make him unable to separate the truth from the untruth, the particular from the general, and the reliable history from the absurd story.

In conclusion, Ibn Khaldun’s historical science is based on the scientific approach to history. History for him deals with uncovering the truth and explanation of causality in events, actors, human social organization and civilization in general. Such a history must have a rigorous method which will enable the historian to carefully and systematically crafting the historical information to be a good history.
Mei
19th

Demokrasi, Selembar Kaos dan Uang Rp. 50.000,-

Files under | Leave a Comment
Seorang CalegSeorang Caleg incumbent sebuah Partai Politik bersaing kembali di Pemilu 2009. Berbeda dengan Pemilu sebelumnya dimana yang bersangkutan menjadi anggota DPRD Kabpaten, di Pemilu ini ia bersaing untuk DPRD Propinsi. Tapi sayang ia kalah dari seorang pengusaha yang baru kali ini jadi caleg.Selama sang incumbent menjadi wakil rakyat, infrastruktur ke daerah pemilihannya dibangun dan
Mei
18th

INDONESIA MASA DEPAN: PERSPEKTIF PERADABAN ISLAM

Files under | Leave a Comment
Mei
18th

KEWAJIBAN BERIMAN KEPADA NABI MUHAMMAD SAW

Files under | Leave a Comment
Mei
18th

Resensi Tembang Ilalang: Babak Baru Permusuhan Pram-Taufik

Files under | Leave a Comment
Mei
18th

Ada yang Tertarik Jadi Ahli Statistik? (Ikatan Dinas)

Files under | Leave a Comment
Jumat, 15 Mei 2009 11:46 WIBJAKARTA, KOMPAS.com - Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) kembali membuka kesempatan bagi siswa-siswi terbaik lulusan SMA yang bermotivasi tinggi untuk dididik menjadi ahli statistik. Pendaftaran baru dibuka pertengahan bulan depan untuk menyeleksi 300 mahasiswa tahun ajaran 2009/2010.Dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS), STIS merupakan perguruan tinggi kedinasan
Mei
18th

Apa Setelah Pemilu (legislatif)

Files under | Leave a Comment
Pendidikan, Berdasarkan UU no20/2003 mengenai system pendiidkan nasional adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Sedangkan tujuan pendidikan menurut UU No.20/2003 tentang Sisdiknas pasal 4 ayat 1 yang menyebutkan, “Pendidikan nasional bertujuan membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak dan berbudi mulia, sehat, berilmu, cakap, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab terhadap kesejahteraan masyarakat dan tanah air.”
Dalam setiap Negara pendidikan menjadi factor penting untuk menaikkan kesejahteraan Negara tersebut, pendidikn yang buruk ( konsep maupun aplikasi) akan menghasilkan output yang tidak bertanggungan jawab terhadap kesejahteraan masyarakat dan tanah air. Begitu juga dalam agama ( Islam) menempatkan pendidikan sebagai suatu kewajiban bagi setiap muslim
“…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS. Al-Mujadalah [58]:11)
“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim” (HR. Ibnu Adi dan Baihaqi)
Oleh karenannya maka layaklah pendidikan menjadi tempat investasi untuk memebangun bangsa ke depan.
Terkait dengan itu, pendidikan sebagai suatu sub sistem dalam tatanan kehidupan bangsa dan negara maka ia terkait dengan sub sistem yang lain baik itu sistem politik, , ekonomi, keamaman dan stabilitas begara dll.
Pemilu sebagai suatu bentuk kegiatan politik tentu akan berdampak terhadap pendidikan. Penyelenggaran pendidikan mengalami dinamikan sesuai zamannya dipengaruhi oleh political will dan dinamika sosial yang terbentuk.
Poltitcal will pemerintah akan menghasilkan produk hukum/sistem yang dijalankan di seluruh wilayah kesatuan RI. Jika yang mengisi pemerintahan adalah orang-oarang yang peduli dengan pendidikan maka seyogyanya akan dihasilkan produk-produk hukum yang peduli pendidikan atau malah sebaliknya.
Melalui pemilu tentu para penguasa akan mengalami pergantian, sehingga belum dapat dipastikan bagaimana kondisi pendidikan nasional 5 tahun ke depan. Terlihat hari ini para elit politik seolah-olah memperlihatkan sikap oportunisnya masing-masing sehingga menghasilkan politikus-politikus machiavelis (melakukan segala cara demi mendapatkan keuntungan) di kalangan eksekutif dan legislatif termasuk dalam perumusan kebijakan pendidikan indonesia.
Berdasarkan survey yang dilakukan oleh indobarometer dapat dilihat bahwa pelayanan 57,6 persen responden sangat yakin akan ada perbaikan pelayanan pendidikan, 34,1 persen kurang yakin, dan hanya 8,3 persen tidak tahu,"
Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang meragukan akan bertambah baiknya pendidikan di negeri kita ini.
Kembali kepada political will pemerintah, hal ini tidak dapat dielakkan menjadi point penting dalam membangun pendidikan indonesia ke depan. Saya melihat yang penting disini adalah keberanian untuk berubah. We have to canghe. Tahun 2004, saya baca buku Indra Jati Sidi (DIKTI) menggagas paradigma baru masyarakat belajar. Beliau mengatakan bahwa sistem pendidikan di indonesia memang tertinggal dari negara lain, misalkan, jepang dan germany memiliki jam belajar disekolah yang jauh lebih sedikit ketimbang indoensia dan diakui lebih baik dari indoensia. Tetapi kendatipun demikian tetap saja waktu belajar berjalan dari pagi sampai sore, bahkan ada full day school yang menurut eko prasetyo ( orang miskin dilarang sekolah ) membuat para siswa tercerabut dari wilayah sosialnya dan menjadi beban lingkungan karena terperangkap dengan ilmu pengetahuannya.
Sekali lagi political will pemerintah kita tunggu. Semoga saja!
Mei
17th

Baliang-baliang di ateh bendi

Files under | Leave a Comment
Sebenarnya kosa kata ini belum lama saya miliki, baru sekitar 1 tahun 8 bulan. Tepatnya ketika mengikuti kegiatan INDEPENDENT Himpunan Mahasiswa Teknik Industri ( HMTI ) Fakultas teknik UNAND.
Ada dua kosa kata yang sangat familiar bagi kami ( peserta) pada waktu itu, yaitu kuciang aia dan baliang-baliang di ateh bendi.Adapun yang akan kita bahas adalah yang ke dua (baliang-baliang di ateh bendi)
Frasa ini terdiri dari 3 kata yaitu baliang-baliang ( baling-baling), diateh (diatas) Bendi(delman). Adapun pemakaiannya adalah dengan menganalogikan orang-orang yang tdak konsisten ibarat baliang-baliang di ateh bendi, yaitu selalu berputar mengikuti arah bendi tersebut. Kama Angin ka situ pulo awak ?
Orang-orang ibarat baliang-baliang di ateh bendi ini sebenarnya sudah lama ada dan beraktifitas di ranah ini.
Mei
17th

Pemilu…

Files under | Leave a Comment
Mencermati hasil Quick count Pemilu 2009, memang tidak bisa dipungkiri hhasilnya tetap relatif sama dengan survey yang dolakukan sebelum pemilu terjadi. Partai demokrat memimpin di urutan suara 1 seterusnya Golkar dan PDIP untuk urutan 2 dan 3, dimana antar demokrat dan golkar suaranya terpaut jauh sedangkan antara golkar dan PDIP suaranya hampir tidak ada perbedaan (berada dalam margin error).
Kenapa?
Sebelum berangkat ke TPS saya sempat sedikit bercengkrama dengan beberapa warga di sekitar rumah mengenai pemilu kali ini, tepatnya mengenai pilihan. Diantaranya dengan amak-amak sekitar 72 tahun, apak-apak petani 60 tahun, pegawai negeri 46 tahun dan beberapa rekan muda.
Saya : “ ba mak? Sia nan ko di piliah beko t..?”
Amak : “dek amak yo SBY juo nye, demokrat se lah piliah..”
Saya : “ lai obeh dek mak calegnye demokrat ti ?”
Amak : “ ma pulo ko obeh dek mak, amak ndak negok TV bagai deh ..”
Saya : “ntu baa ko dek demokrat piliah..?”
Amak : “ SBY tu lai rancak nogori dek inyo, pengangkatan banyak ( PNS ), gaji naiak, yo lai tonang rasonye..wak piliah demokrat kini nak monang pula SBY bisuak baliak...”
Perbicangan dengan yang lain juga berakhir seperti itu,untuk memenagkan SBY lagi.
Saya melihat memang, mesin politik demokrat tidak begitu baik jalannya, tidak ada kader-kader partai yang bekerja secara optimal (di lapangan ) untuk mensosialisasikan partai secara utuh kepada seluruh kalangan masyarakat. Malah PKS sabgat aktif dlam mensosialisasikan parta dan calegnya kepada masyarakat. Saya melihat hampir setiap hari ada kader PKS yang turun kemasyarakat untuk mensosialisasikan partai.
Sehingga melihat kondisi ini memang sosok SBY menjadi aset penting bagi demokrat dan menjadi penentu utama dalam kemenagan demokrat kali ini.
Kalau ada yang mengatakan iklan sangat berkorelasi positif dengan kemengan partai, maka gerindra lah seharusnya yang menjadi pemenang. Kalau ada yang mengatakan demokrat menang karena kader partai berjuang keras, maka PKS lah seharusnya yang menag.
Mei
17th

Setitik Nadir Pra-Klinik Perdana

Files under , cuap2_nanna | Leave a Comment
Oleh: Yana Yan*) 14 Mei 2009! Pertama kali terjun langsung di rumah sakit. Dan Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, lagi-lagi ditakdirkan sebagai wilayah untuk mengajari kami, merealisasikan ilmu dari kampus seberang.. Dengan landasan utama: mengobservasi pasien. Adapun tindakan yang lainnya, itu terserah apa yang akan terjadi nantinya. Dalam jumlah yang cukup banyak, kami akhirnya disekat menjadi