
Timnas Afrika Selatan (Afsel) pada tanggal 24 April 1996 di Stadion Ellis Park, Johannesburg mendapat kehormatan manjamu salah satu tim terbaik dunia, Brasil. Pada waktu itu Afrika Selatan masih diperkuat dengan adanya Lucas Radebe dan Doctor Khumalo sempat memberi harapan kepada publik Afsel dengan dua gol yang mereka ciptakan. Namun Rivaldo, Bebeto, dan Romario membuyarkan mimpi publik Afsel dan mampu membalas dengan tiga gol, yang akhirnya membuat Bafana-Bafana menanggung malu di hadapan pendukungnya sendiri.
Kesempatan rematch sekaligus revans tersaji satu tahun berikutnya. Tepatnya pada 7 Desember 1997 tim Bafana-Bafana kembali bersua dengan tim Samba. Hasilnya, untuk kali kedua Afsel harus mengakui kehebatan juara dunia 5 kali, Brasil, dengan skor 1-2.
“Biasanya kesempatan ketiga takkan tersia-sia. Kemenangan atas Brasil akan membuktikan jika sepakbola kami sejajar dengan mereka (Brasil), sekaligus membuktikan jika kami memang pantas ikut Piala Dunia. Itu (ikut Piala Dunia, Red) bukan karena kami menjadi tuan rumah,” timpal kapten Afsel Aaron Mokoena.
“Mereka memiliki banyak pemain hebat. Terutama Kaka. Dia (Kaka, Red) bukan hanya pemain terbaik bagi Brasil, tapi lebih dari itu, dia selalu menjadi bagian terpenting pada setiap tim yang dibelanya,” urai Santana.
“Benson Mhlongo telah pulih dari cedera, sedangkan MacBeth Sibaya telah terbebas dari akumulasi kartu. Kehadiran mereka akan menambah kekuatan tim,” harap Santana.
Sayang, harapan-harapan tersebut tidak menghampiri para pemain Bafana-Bafana. Brazil akhirnya berhasil menaklukan perjuangan pemain Afsel dengan skor 1-0 serta melaju ke babak final untuk menantang Paman Sam.
Babak pertama berjalan dengan seimbang. Brasil sangat berhati-hai sekali dalam bermain. Tim Brasil tidak ingin kejadian menimpa Spanyol terjadi pada mereka. Pada 10 menit babak pertama Brasil kesulitan untuk mengembangkan permainannya. Pertahanan tuan rumah yang kokoh membuat Kaka dkk kesulitan untuk menembus jantung pertahanan lawan.
Peluang emas pertama Brasil baru tercipta saat pada menit ke-13. Ramires yang mendapat umpan dari Fabiano berhasil melancarkan tembakan dari luar kotak penalti Bafana Bafana. Sayang, tendangan Ramires terlalu lemah. Kiper Afsel, Khune tanpa kesulitan menjinakkan bola Ramires.
Brasil terus menekan. Namun serangan yang dibangun dari kaki ke kaki itu kembali gagal oleh kokohnya barisan pertahanan Afsel. Bahkan di menit ke-14 tuan rumah lewat pemainnya Gaxa, berhasil mengancam gawang Julio Cesar. Gaxa yang mendapat bola di sisi kiri pertahanan Brasil tanpa terduga melancarkan tendangan keras ke arah gawang Cesar. Beruntung, bola masih melebar di sisi kanan gawang Brasil.
Brasil mencoba mengatur kembali serangannya. Namun perjuangan penyerang Tim Samba untuk masuk ke kotak penalti Afsel selalu gagal. Tendangan-tendangan dari luar kotak penalti juga belum membuahkan hasil.
Tuan rumah juga mengalami nasib yang sama. Serangan Bafana Bafana jarang belum mampu mengancam gawang Brasil. Tendangan keras Tshabalala memanfaatkan tendangan bebas di menit ke-28 juga masih mampu ditepis Cesar. Thsabalala juga berhasil melancarkan tendangan keras ke gawang Brasil di menit ke-43. Namun bola kembali melebar di sisi kanan gawang Cesar. Hingga babak pertama berakhir, skor tak berubah 0-0.
Petaka Afsel terjadi pada menit 88. Pemain belakang Afsel menghentikan pergerakan Ramirez. Sayang, wasit menghadiahkan tendangan bebas pada Brasil. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh pemain Brasil. Daniel Alves dengan dingin mengeksekusi tendangan bebas tersebut dan GOOOOOLLLLLL................. 1-0 untuk Brasil. Di waktu yang tersisa Afsel berusaha untuk terus menyerang Brasil, namun sayang tidak membuahkan gol. Babak final telah menanti Paman Sam untuk menantang Tim Samba.
Susunan Pemain
Brasil
Julio Cesar (gk), Maicon, Lucio, Felipe Melo, G Silva, L Fabiano, Kaka, Robinho, Luisao, A Santos, Ramires
Afrika Selatan
Khune (gk), Gaxa, Masilela, Mokoena (c), Mholongo, Tshabalala, Pienaar, Modise, Dikgacoi, Booth, Parker
(sam ubay)
Posted by sam ubay |
No Comments »