Jun
30th

JIKA SBY MENANG………………………………….

Files under | Leave a Comment
koalisi kerakyatan yang digalang oleh PDIP-GOLKAR-HANURA-GERINDERA dan partai partai pendukung Capres JK-WIN maupun Mega-Pro. ini akan menjadi kekuatan tangguh dan solid dalam menyikapikebikajan-kebijakan, apalagi PDIP yang sudah berpengalaman sebagai Oposisi akan banyak makan garam. keangkuhan SBY dengan tetap memilih Cawapres non partai,dan didukung 24 Parpol kelas atas, jika menangpun belum tentu, kekuatan ini akan membackup kebijakan-kebijakan, karena Lima Tahun memimpin bukan waktu yang cepat untuk menjaga koalisi, pasti yang namanya kekecewaan, penghiatan dan kemunafikan dalam koalisi ini menjadi hal yang palimh lumrah, pengalaman Tahun lalu sudah terbukti, dan kini pun terbukti jelas, yang mana Elit-elitnya memilih partai pemenaang dan berkoalisi hitam di atas putih, jelas.akan tetapi yang belum jelas adalah Grassrot kader di bawahnya yang mulai banyak lari kepasangan lain."bolehlah supir kenek ikut partai pemenang, akan tetapi penumpang lari ke calon lain. ini menunjukan kerikil=kerikil kecil tantangan dan kekahawatiran koalisi yang di gagas partai pemenang. karena kalau sudah kecewa, kalau sudah inkar janji, inilah titik untuk meluapkan keluar dari koalisi, dan segera menjadi oposisi. yang perlu di catat oleh partaipemenang adalah memperimbangkan kmbali jika sby menang, karena cawapresnya tidak punya kekuatan politik (Non Partai) bukan referesentasi dari partai. jika terjadi belot-membelot dalam partai koalisi pemenanag, maka kekuatan partai pemenang akan lemah...diparlemen,karena dalam politik hal yang paling mudah adalah sakit hati atas kekecewaan, atau karena tidak menepati janji.
maka bahayalah jika SBY Menang.....kekuatan partai manalagi yang menjadi tulang punggung...jika mengecewakan partai koalisi bersama. apakah nanti yang kecewa PKS,PAN,PPP atau PKB atau juga partai pendukung lainnnya.kita lihat saja nanti....JK-WIN dan Mega-Pro tetaplah Bersatu...
Jun
30th

Goodbye Mr Spiderman

Files under | Leave a Comment
Jun
30th

Lembah Lolipop

Files under | Leave a Comment
Jun
30th

Refleksi malam minggu

Files under | Leave a Comment
Jun
29th

Perang Isu

ekarang memang sedang liburan sekolah di Lombok Timur en Pilpres tinggal 9 hari lagi, tapi sebagai pelajar yang ingin belajar berdemokrasi, ya gak ada henti-hentinya diskusi en cari tau.

Posting akhir bulan ini tentang perkembangan kampanye en isu yang berkembang, seperti di posting sebelumnya untuk membendung isu. Sumber tulisannya dari Vivanews.com, biar ada sumber yang berkeadilan -adil juga karena saya udah menulis klarifikasi isu tentang pemberitaan tentang Pak Tif, Presiden PKS, di Majalah Tempo- en biar gak simpang siur.

Dah tau tentang menyebarnya selebaran istri sang Cawapres Budiono, Herawati, yang dikatain katolik di medan juang kampanye dialogis Jusuf Kalla, 24 Juni lalu kan?

Usut punya usut, ternyata Adi Zeinlah pelakunya. Adi mengaku memperoleh fotocopy tabloid Indonesia Monitor itu dari rekannya bernama Sukri. Sukri adalah orang suruhan Sunar Dalimunthe, yang konon pernah menjadi tim sukses Abdul Wahab Dalimunthe. En Abdul Wahab Dalimunthe sendiri merupakan anggota DPR RI dari Partai Demokrat dan menjabat koordinator wilayah tim kampanye SBY-Boediono, saling terkait atau tidaknya mereka terus diselidiki pihak kepolisian.

Tapi kita harus tetap bersyukur, walau setelah kebenaran terkuak Boediono meminta agar berkampanye santun. "Kalau ada yang kurang jelas tolong ditanyakan. Berpolitik harus santun dengan etiket, tidak ada gunanya menang kalau tidak dengan kesantunan. Kami bertekad menang dengan santun dan penuh etika," ujar Cawapres Boediono saat berorasi di Gedung Olah Raga Lila Bhuana, Jalan Melati, Denpasar, Bali, 28 Juni lalu.

Kita pun tahu, menurut ketua tim sukses SBY-Boediono untuk wilayah Jakarta, Adang Daradjatun, Herawati adalah seorang muslim tulen. "Maka itu, janganlah isu itu terus dikembangkan. Dan isu Katholik itu pun tidak benar. Ini demi membangun Pemilu dan kebersamaan," disampaikan Adang usai memberikan pidato dalam acara Forum Silaturahmi Tokoh Majelis Taklim DKI Jakarta, 28 Juni lalu.

Dari perkembangan yang terjadi, bisa aja, seperti kata temen saya di Facebook, yang juga aktif di partai dakwah, "Berarti SBY dan timnya masih pakai strategi "terzhalimi" di 2009 ini.... Di 2004 SBY melakukan beberapa intrik pada Mega (Presiden waktu itu) sehingga tampak di mata masyarakat SBY dizhalimi Mega." Yang penting, bagi saya, kompetitor mesti sportif berkompetisi. Semoga yang kita pilih mampu mengemban amanah dan bertanggungjawab.
Jun
27th

Mari Peduli Keadilan Bagi Sipil Khojaly – Azerbaijan

Files under | Leave a Comment

Assalamualaikum War. Wab.

Pembantaian yang menimpa masyarakat sipil Khojali Azerbaijan sejak 25-26 Februari 1992 silam, luput dari perhatian dunia. Ratusan jiwa meregang nyawa, ratusan anak-anak kehilangan orang tua, puluhan keluarga dimusnahkan dan ribuan orang disandera disiksa.

Semua itu terus barlangsung hingga saat ini. Upaya penyelesaian membutuhkan dukungan seluruh masyarakat dunia. Untuk itu mari berikan dukungan kita guna mengakhiri penderitaan saudara-saudara kita di sana.

Kepada yang terhormat semua anggota komunitas Azerbaijan dan teman-teman Azerbaijan di seluruh Dunia!

Juctice For Khojaly Campaign

Mohon luangkan waktu 10 detik untuk ikuti langkah-langkah berikut ini.

Terdapat 3 langkah mudah untuk mendukung kampanye KEADILAN UNTUK KHOJALY dan aksi protes terhadap kekerasan yang dilakukan Armenia terhadap penduduk tidak bersalah di kota kecil - Khojaly-, Azerbaijan.

Langkah 1 - Klik link berikut - http://www.justiceforkhojaly.org/?p=signup

Langkah 2 - Tuliskan nama lengkap, negara, kota, e-mail setelah membaca deklarasi perdamaian yang tertera.

Langkah 3 - dan Klik tanda SIGN UP.

Langkah 4 - Tambahan penting - Mohon sebar luaskan pesan kampanye ini, sedikitnya kepada 20 orang dan undang mereka untuk ikut berpartisipasi dalam kampanye ini dengan melakukan SIGN UP pada display deklarasi di link http://www.justiceforkhojaly.org/?p=signup

Terima kasih banyak atas dukungan yang berharga ini.

Tim Kampanye Keadilan untuk Khojaly



Bookmark and Share
Jun
26th

Numpang Mejeng Ya…

Files under | Leave a Comment
Waduh... Kok???

Dari Kanan ke Kiri :
M. Iqbal Damanik, Zulfahmi Abdillah, Kanda Mutamimul 'Ula, Usman Harahap

Jun
26th

Kanda Mutamimul ‘Ula bersilaturahmi dengan kader PII di Pematang Siantar

Files under , Berita Daerah | Leave a Comment
Esensi/Fahmi Azzam
Bertempat di rumah kediaman Kanda Abdul Latif, para kader PII maupun alumni PII bertatap muka dengan Kanda Mutamimul ‘Ula dalam suasana yang sederhana dan bersahabat. Acara yang dihadiri KB PII Pematang Siantar dan Simalungun, PD PII Kota Pematang Siantar, dan PW PII Sumatera Utara saling tukar menukar informasi seputar bangsa dan Negara.

Kanda Mutamimul ‘Ula yang juga mantan Ketua Umum PB PII Periode 1983-1986 mengaku punya cerita menarik saat kunjungan kerja ke Pematang Siantar ketika beliau masih aktif di PB PII. “Ketika dalam perjalanan ke Pematang Siantar dengan mengendarai kereta api, namun ketika gerbong kereta dipisah di Kota Tebing Tinggi dengan dua tujuan yang berbeda, saya malah masuk ke gerbong yang salah sehingga ketika sudah berjalan saya turun di stasiun berikutnya,akhirnya naik bus ke Pematang Siantar.” Ucapnya dengan disambut tawa para hadirin.

Kepada kader PII beliau berpesan, “Banggalah menjadi kader PII yang merupakan bagian dari mata rantai perjuangan umat Islam.” Secara khusus beliau juga berpesan agar kepada kader PII untuk terus meningkatkan amal sholeh. Mudah-mudahan segala urusan dimudahkan Allah SWT.
Jun
26th

Leadership Basic Training (LBT) di Pematang Siantar

Esensi/Fahmi Azzam

Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 21-26 Juni 2009 bertempat di Gedung Sekolah MIN Bah Kapul Jalan Sibatu-batu Pematang Siantar. Acara dibuka oleh Kanda Syirwan Hazli Nasution selaku Ketua Umum Perhimpunan KB PII Kota Pematang Siantar. “Regenerasi sangat penting dalam organisasi oleh karenanya karena regenerasi, PII bisa bertahan selama 62 Tahun.” Ujarnya.

Turut hadir Ketua Umum PW PII Sumatera Utara, Usman Harahap yang mengucapkan selamat dan salut kepada PD PII Kota Pematang Siantar yang menyelenggarakan dua kegiatan besar dalam jangka waktu satu hari. “Kalau tadi pagi menyelenggarakan Sosialisasi UUD 1945 maka siang ini kita akan memulai Basic Training, Selamat dan Luar Biasa buat kader PII Pematang Siantar.” Ucapnya.

Fadlan, Ketua Panitia Pelaksana Basic Training melaporkan bahwa jumlah peserta sebanyak 33 orang yang mana 29 orang dari Pematang Siantar dan 4 orang dari Serdang Bedagai.

Sementara tim instruktur terdiri dari M. Siddiq Damanik sebagai Koordinator Tim, Usman Harahap, Zulfahmi Abdillah, Hari Setama, dan M. Iqbal Damanik.
Jun
26th

MPR RI Sosialisasikan UUD 1945 di Pematang Siantar

Files under , Berita Daerah | Leave a Comment
Esensi/Fahmi Azzam

“ UUD 1945 merupakan kitab atau pedoman dasar Negara Republik Indonesia yang menjadi panduan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu, agar UUD 1945 mengakar di setiap warga Negara Indonesia maka MPR RI mensosialisasikan UUD 1945 di setiap daerah.” Demikian pemaparan Kanda Mutamimul ‘Ula (Anggota MPR RI) dalam sosialisasi UUD 1945 yang diselenggarakan Seketariat Jendral MPR RI bekerja sama dengan Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Kota Pematang Siantar pada hari Ahad tanggal 21 Juni 2009 di Aula Dinas Sosial Pematang Siantar.


Selanjutnya Kanda Mutamimul ‘Ula mengatakan bahwa UUD 1945 sudah mengalami perubahan dan penyempurnaan selama empat kali (4 kali amandemen). “Pada dasarnya kedaulatan harus berada di tangan rakyat, maka UUD 1945 diamandemen untuk mengembalikan hak-hak kedaulatan rakyat.”

Pembicara yang hadir selain Kanda Mutamimul ‘Ula juga turut hadir Kanda Rambe Kamaruzzaman dengan dihadiri sediitnya 250 peserta yang umumnya berasal kalangan tenaga pendidikan dan pelajar.

Ketua Umum PD PII Kota Pematang Siantar mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kecintaan kader PII dalam berbangsa dan bernegara dimana UUD 1945 menjadi pedomannya.
Jun
26th

BRASIL MENAKLUKAN TUAN RUMAH

Files under , News | Leave a Comment
Timnas Afrika Selatan (Afsel) pada tanggal 24 April 1996 di Stadion Ellis Park, Johannesburg mendapat kehormatan manjamu salah satu tim terbaik dunia, Brasil. Pada waktu itu Afrika Selatan masih diperkuat dengan adanya Lucas Radebe dan Doctor Khumalo sempat memberi harapan kepada publik Afsel dengan dua gol yang mereka ciptakan. Namun Rivaldo, Bebeto, dan Romario membuyarkan mimpi publik Afsel dan mampu membalas dengan tiga gol, yang akhirnya membuat Bafana-Bafana menanggung malu di hadapan pendukungnya sendiri.
Kesempatan rematch sekaligus revans tersaji satu tahun berikutnya. Tepatnya pada 7 Desember 1997 tim Bafana-Bafana kembali bersua dengan tim Samba. Hasilnya, untuk kali kedua Afsel harus mengakui kehebatan juara dunia 5 kali, Brasil, dengan skor 1-2.


“Biasanya kesempatan ketiga takkan tersia-sia. Kemenangan atas Brasil akan membuktikan jika sepakbola kami sejajar dengan mereka (Brasil), sekaligus membuktikan jika kami memang pantas ikut Piala Dunia. Itu (ikut Piala Dunia, Red) bukan karena kami menjadi tuan rumah,” timpal kapten Afsel Aaron Mokoena.

“Mereka memiliki banyak pemain hebat. Terutama Kaka. Dia (Kaka, Red) bukan hanya pemain terbaik bagi Brasil, tapi lebih dari itu, dia selalu menjadi bagian terpenting pada setiap tim yang dibelanya,” urai Santana.

“Benson Mhlongo telah pulih dari cedera, sedangkan MacBeth Sibaya telah terbebas dari akumulasi kartu. Kehadiran mereka akan menambah kekuatan tim,” harap Santana.

Sayang, harapan-harapan tersebut tidak menghampiri para pemain Bafana-Bafana. Brazil akhirnya berhasil menaklukan perjuangan pemain Afsel dengan skor 1-0 serta melaju ke babak final untuk menantang Paman Sam.

Babak pertama berjalan dengan seimbang. Brasil sangat berhati-hai sekali dalam bermain. Tim Brasil tidak ingin kejadian menimpa Spanyol terjadi pada mereka. Pada 10 menit babak pertama Brasil kesulitan untuk mengembangkan permainannya. Pertahanan tuan rumah yang kokoh membuat Kaka dkk kesulitan untuk menembus jantung pertahanan lawan.

Peluang emas pertama Brasil baru tercipta saat pada menit ke-13. Ramires yang mendapat umpan dari Fabiano berhasil melancarkan tembakan dari luar kotak penalti Bafana Bafana. Sayang, tendangan Ramires terlalu lemah. Kiper Afsel, Khune tanpa kesulitan menjinakkan bola Ramires.

Brasil terus menekan. Namun serangan yang dibangun dari kaki ke kaki itu kembali gagal oleh kokohnya barisan pertahanan Afsel. Bahkan di menit ke-14 tuan rumah lewat pemainnya Gaxa, berhasil mengancam gawang Julio Cesar. Gaxa yang mendapat bola di sisi kiri pertahanan Brasil tanpa terduga melancarkan tendangan keras ke arah gawang Cesar. Beruntung, bola masih melebar di sisi kanan gawang Brasil.

Brasil mencoba mengatur kembali serangannya. Namun perjuangan penyerang Tim Samba untuk masuk ke kotak penalti Afsel selalu gagal. Tendangan-tendangan dari luar kotak penalti juga belum membuahkan hasil.

Tuan rumah juga mengalami nasib yang sama. Serangan Bafana Bafana jarang belum mampu mengancam gawang Brasil. Tendangan keras Tshabalala memanfaatkan tendangan bebas di menit ke-28 juga masih mampu ditepis Cesar. Thsabalala juga berhasil melancarkan tendangan keras ke gawang Brasil di menit ke-43. Namun bola kembali melebar di sisi kanan gawang Cesar. Hingga babak pertama berakhir, skor tak berubah 0-0.

Petaka Afsel terjadi pada menit 88. Pemain belakang Afsel menghentikan pergerakan Ramirez. Sayang, wasit menghadiahkan tendangan bebas pada Brasil. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh pemain Brasil. Daniel Alves dengan dingin mengeksekusi tendangan bebas tersebut dan GOOOOOLLLLLL................. 1-0 untuk Brasil. Di waktu yang tersisa Afsel berusaha untuk terus menyerang Brasil, namun sayang tidak membuahkan gol. Babak final telah menanti Paman Sam untuk menantang Tim Samba.

Susunan Pemain
Brasil

Julio Cesar (gk), Maicon, Lucio, Felipe Melo, G Silva, L Fabiano, Kaka, Robinho, Luisao, A Santos, Ramires

Afrika Selatan
Khune (gk), Gaxa, Masilela, Mokoena (c), Mholongo, Tshabalala, Pienaar, Modise, Dikgacoi, Booth, Parker
(sam ubay)

Jun
25th

BELIEVE OR NOT (Fakta Sebenarnya Tentang Manohara)

Files under , Berita | Leave a Comment

Entah benar atau tidak, silakan sobat pikirkn sendiri. Saya dapat info ini dari forum. Inilah kenyataannya, semoga bermanfaat :
1. Ibu dessy sering kimpoi cerai, awal dari background yg nggak baik.
2. Mantan suaminya yg Narapidana & mendekam di penjara jadi awal yg nggak baik pula.
3. Kalau dia ibu yang baik, anak umur 15 tahun tdk akan diizinkan utk mulai pacaran, apalagi dg pria berusia 28 thn.
4. Ibu dessy jelas mencari pria super kaya utk anak yg masih dibawah umur, apalagi kalau bkn menggunakan kecantikan Mano utk kepentingan dessy sendiri.
5. Manohara diperkosa TT desember 2007 (Status: Masih pacar Ardhi). Kalau dia ibu yg baik tentu dia akan menjaga baik2 anaknya jgn sampai diambil keperawanannya oleh om2 berumur 31-an.
6. Setelah Mano tdk perawan, dan dessy juga tahu Mano tidak perawan, Dessy masih mendukung Mano pacaran dg Ardhi. Kemungkinan dessy & dewi tdk mau ketinggalan liburan ke Amerika naik pesawat jet Bakrie.

7. Masih juga tdk puas dpt calon mantu super kaya, dessy berusaha menarik perhatian bapaknya si calon mantu yg jelas2 sdh beristri. Yg sayangnya si bapak nggak tertarik sama sekali dg dessy, dan yg ada dessy dpt adl teguran keras dr keluarga si bapak & dpt dampratan yg super keras dr istri si bapak.
8. Stlh gagal dg Ardhi, anehnya, bbrp hari kemudian, dessy membawa Mano ke Kelantan utk dinikahkan.
9. Saat Mano menikah (berdasarkan pengakuan dessy sendiri) wkt berdandan dengan Mano di ruangan istana, dessy memakai perhiasan kerajaan yg tersedia utk dipakai Mano, saat orang kerajaan meminta dilepas, dessy tersinggung. Kalau dessy tdk kampungan dan tau diri, dia tdk akan berani memakai perhiasan kerajaan tanpa ijin dulu. Ibarat spt Lady Di sewaktu menikah diberi ratu Elisabeth tiara kerajaan yg diwariskan turun temurun, masuk akal nggak kalau sampai dipakai ibunya? Yg ada malu kaliii…
10. TT sdh menyerahkan sejumlah uang dan perhiasan sbg Mas kimpoi (Yang tentunya sdh diterima dessy)
11. Setelah menikah, TT menginginkan malam pertama, tapi Mano mengatakan sdg haid, TT masih sabar.
12. Saat bulan madu Mano & suaminya bulan madu ke Thailand, yg anehnya dessy & dewi ngekor aja. Kelihatan spt nggak mau kehilangan uang sesenpun, selalu ngekor kemana Mano pergi even utk honeymoon yg seharusnya jadi acara romantis berdua saja. TT mulai naik pitam..
13. Setelah 2 bulan menikah TT belum pernah tidur dg Mano, dg alasan yg sama, Mano lagi haid. Pastinya ini juga tekanan dari dessy krn tuntutan uang dessy baru diberi setengahnya saja. Jelas TT mengamuk. Sdh menikah tapi si istri selalu menolak utk berhubungan intim.
14. Tdk tahan dg TT yg sering marah2 krn ajakan utk tidur bersama, Mano kabur ke jakarta (tentunya atas desakan dessy), yg anehnya nggak lama kemudian dia kedapatan dugem di Bali.
15. Herannya lagi nih , status masih suami TT, Mano berhubungan dg pembalap Ryan Haryanto.
16. Jika dessy ibu yg baik dan benar Mano kabur ke Jakarta bkn krn tekanan dari dessy, saat TT ke jakarta utk jemput Mano, dessy tdk akan mengizinkan Mano kembali ke TT. Tdk ada org bodoh yg mau tertipu 2x jika bkn krn serakah.
17. Dessy terlalu banyak menuntut. Uang, apartemen dan mobil mewah. Setelah tuntutannya dikabulkan, dessy marah krn jumlah uang tdk sesuai dg yg diharapkan alias tdk cukup utk bayar hutangnya yg menggunung. Serta Mobil dan Apartemen bkn atas nama dessy. Dessy menolak apartemen tersebut, yg saya heran ini mobil Alphard sempat dipakai kemana2.
18. Dessy sekeluarga beserta TT berangkat Umroh, dimana TT mungkin sgt kesal dg ulah dessy yg mata duitan maka dibawalah Mano ke Kelantan tanpa dessy.
19. Kalau memang dia mdptkan kesulitan utk dpt penanganan scr hukum krn posisi TT sbg anak raja dan dia pikir perlu bantuan publikasi utk tujuan membebaskan Mano, nggak usahlah soal pribadi Mano diumumkan lewat media massa. Sangat miris sekali melihat ibu yg spt ini.
20. Setelah melihat tayangan heboh dessy di tv, tiap orang mulai bertanya, lho ini kan dessy yg pernah menipu saya, uang saya ada lho di dia ratusan juta dan belum dibayar. Temannya yg lain juga mulai bertanya, lho dia juga menipu saya, uang saya ratusan juta pun masih ada di dia dan belum dibayar. Kedapatanlah dessy berhutang 5 milyar dari sekian banyaknya orang (itupun yg ketahuan, yg nggak ketahuan??)
21. Kenapa dessy selalu membawa bangsa Indonesia dalam perdagangan manusia ini? Ini bukan masalah bangsa, bukan masalah Indonesia-Malaysia, tapi masalah individu.
22. Bisa dimengerti kenapa desy berteriak2 di Indonesia bkn di Amerika (bapaknya Mano org Amerika), krn rakyat Indonesia terlalu mudah diprovokasi, apalagi krn dr dulu hub Indonesia&Malaysia selalu diwarnai ketegangan.
23. Tidak usah saling menghujat mengatasnamakan bangsa,permasalahan bangsa ini saja sdh cukup rumit, kemiskinan dimana2. Sedangkan Mano? Ibu dan kakak yg ngakunya bergaul dg kalangan jetset, bukannya semua perlu uang yg sgt banyak,pakaian mahal & bermerek? Patut dipertanyakan asal uangnya dari mana.
24. Dessy harusnya mendengar pernyataan yg bijak dr Christian Sugiono di infotainment.
25. Suami ke2 dessy org Amerika, Suami ke3 Dessy org Perancis, Mano disuruh kimpoi (dijual) ke Pangeran Malaysia. Giliran susah minta tolong ke Indonesia. Harus dicek apakah dessy ada npwp atau tdk. Sdh ngga bayar pajak, hidup bergaya socialita, ngga bawa devisa spt TKI, maunya kimpoi dg org luar negri terus, pas susah bawa2 rasa kebangsaan.
26. Anak sdh dijual, mana bisa minta kembali.
27. Presiden dan Wakil Presiden beserta menteri nggak level urus masalah ini. Banyak masalah yg lebih penting dan urgent yg harus diurus. Daripda mengurus dessy yg doyan ngutang.
28. Pesawat jet di foto diatas diakui dessy sbg pesawat pribadinya. Mentok2 ketahuan juga kalau itu punya Bakrie. Pernyataan di Perancis dia tinggal di Cannes, mentok2nya ketahuan juga kalau dia ternyata numpang di rumah Bakrie, sekalian numpang tenar, numpang kaya. Persoalan ini juga lagi2 dia dpt teguran yg lumayan keras dr Bakrie.
29. Persoalan hutang bermilyar2 kenapa orang tdk ada yg melaporkan, itu tinggal menunggu bom waktu yang siap meledak kapan saja, dan sebelum itu terjadi,
30. Semoga bu dessy segera bertobat. Amien. (sam ubay)

Source : silakan klik disini



Jun
25th

JILBAB Adalah Karakter Kesempurnaan Suami

Files under | 2 Comments
Yaa...disaat-saat menjelang Pilpres, suatu kewajaran jika ada salah seorang kandidat yang Istrinya ada yang menggunakan Jilbab dan ada yang tidak, mungkin bagi kandidat yang memiliki istri berjilbab adalah titik kesempurnaan kesalehan seorang Istri dunia akhirat. akan tetapi bagi kandidat yang memiliki istri tidak berjilbab mungkin ini hal yang biasa, dan baginya hal yang tidak ada pengaruhnya bagi kehidupan ke Islaman sehari-hari. makanya jika menjelang pilpres ini, baru ketar ketir bahkan bingung bagaimana jika menghadapi audience para ibu-ibu yang mayoritas berjilbab, apakah Istrinya sibuk dengan banyak memilih jilbab yang mana, yang pas buat Istriku...yaaa. (inilah celetukan yang tidak bisa dirahasiakan lagi). baru tau arti pentingnya Jilbab bagi seorang wanita. nah...kini ketika ada calon pemimpin bangsa ini yang Istrinya tidak berjilbab, apakah harus gonta ganti memakai jilbab, terkadang pakai terkadang tidak....dimanakan letak kesempurnaan kepemimpinan bangsa ini ketika jilbab di gunakan hanya untuk memenuhi sesaat audince. nah...ketika berita publikasi tentang salahsatu kandidat cawapres yang istrinya adalah non muslim, ini merupakan berita biasa saja, perlu tabayyun saja yang bersangkutan benar atau tidak, tidak hanya mengatakan saya muslim/ah, buktikan saja kemuslimannya itu dengan baik dan benar. salah satunya adalah Gunakanlah Jilbab luar dalam, jangan hany ketika menghadapi audience baru menggunakan jilbab...(repot), karena bagi Ibu-Ibu muslimah lainnya itu yang di butuhkan, Gunakanlah jilbab seutuhnya. atau jika bulan haji bulan inipun mungkin akan pergi haji, bagi yang mampu jika tidak mampu yaaa...ndak usah...ayoooo...siapa yang belum haji...sudah cukup looohh....
kepemimpinan yang saleh salahsatunya adalah : dapat medakwahi keluarganya sendiri...apalagi dapat menjilbabkan Istri-Istrinya sendiri...wah itu sudah bagus...kalo belum juga udah lima tahun...waahhh...ragulah untuk memilih lagi....
Jun
25th

25 Juni 2009

Files under | Leave a Comment
Tepat dua hari yang lalu, aku berkunjung ke rumah salah seorang kawan di Madrasah. Tidak ada yang spesial dalam kunjungan kali ini namun terdapat beberapa kejadian yang berkesan. Sebut misalnya jamuan makan malam (Bakso), sekitar pukul 01.00 dini hari baru bisa disajikan, namun demikian jumlah sendok dan piring tidak sebanyak jumlah orang yang hadir waktu itu. Singkat cerita kami pun makan bakso dengan gembira walaupun sepiring/semangkok bahkan sesendok bertiga.

Kemarin, aku pergi ke KBRI untuk menguruskan visa on arrivel/via travel untuk Muhammad Hamzah Subair, Mantan Kabid Kaderisasi PB-PII 2008-2010. Alhamdulillah, Bapak Abdullah (Konsuler KBRI) sudi membantu PII untuk membuatkan visa tersebut, Jazahullahu khairan katsira.

Sepulang dari kedutaan, aku menggunakan transportasi kereta bawah tanah dari Sa’ad Zaghlul ke Husni Mubarak di daerah Ramses. Di Ramses ini terdapat sesuatu yang baru kulihat dengan mata kepalaku sendiri, seorang wanita paruh baya mengendarai angkot arah ramses ke Hay Sabi‘ sembari berteriak mencari penumpang ke arah tersebut.

Pandanganku terpaku sejenak, aku pun masuk ke dalam tramco (angkot/angdes bisanya disebut tramco di Masisir) tersebut, setelah aku perhatikan sekitarku, ternyata banyak dari masyarakat Mesir sendiri heran dengan pengendali perempuan ini, termasuk polisi lalu lintas yang sempat menanyakan hal tersebut kepada dirinya. Memang setiap orang mempunyai lahan kerjanya masing-masing, namun terkadang realita memaksa untuk “nimbrung” di lahan tetangga.

Rakaat pertama shalat subuh hari ini dibuka sang Imam dengan ayat Al-baqarah mengenai dua malaikat yang diturunkan Allah dengan sebutan Harut dan Marut, dan rakaat kedua ditutup dengan ayat, “Bal Huwa Quranun Majid, fî lauhi’m Mahfudz”.

Tampak sekilas tidak ada hubungan diantara kedua ayat tersebut, namun aku menyadari ketetapan Allah menurunkan Harut dan Marut jauh-jauh hari telah tercatat dalam “papan ketetapan segala sesuat” yang sering kita sebut “lauh mahfudz”. Tidak hanya Harut dan Marut, nama Andy Hariyono dengan CathaR ini pun tercatat dengan rapi di papan tersebut. Dan ketika anda membaca CatHar ini, Maka itu pun tertulis indah di sana. Rabbi habli hukman wa alhiqni bi’s shâlihîn, wa’j ‘al li lisâna shidqin fi’l âkhirîn

Bookmark and Share
Jun
24th

PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM SUBSEKTOR KEHUTANAN PERSPEKTIF ISLAM

Files under , opini | Leave a Comment

Indonesia merupakan negri yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) serta keanekaragaman hayati yang cukup tinggi. Indonesia memiliki hutan seluas 126,8 juta hektar (Walhi.or.id).

Wilayah hutan tropisnya terluas ketiga di dunia dengan cadangan minyak, gas alam, emas, tembaga dan mineral lainnya. Terumbu karang dan kehidupan laut memperkaya ke-17.000 pulaunya. Lebih dari itu, Indonesia memiliki tanah dan dan area lautan yang luas, dan kaya dengan berjenis-jenis ekologi. Menempati hampir 1.3 persen dari wilayah bumi, mempunyai kira-kira 10 persen jenis tanaman dan bunga yang ada di dunia, 12 persen jenis binatang menyusui, 17 persen jenis burung, 25 persen jenis ikan, dan 10 persen sisa area hutang tropis, yang kedua setelah Brazil (world Bank 1994).

Begitu besarnya kekayaan alam Indonesia terutama sub-sektor kehutanan sudah seharusnya menjadi perhatian kita guna memanfaatkan dan melestarikannya. Terlebih ini harus diperhatikan dengan serius oleh para pemegang kebijakan negeri ini. Berbagai kerusakan lingkungan akibat eksploitasi, penebangan kayu ilegal, dan penjarahan kekayaan alam lainnya yang terjadi telah mengakibat berbagai kerusakan dan bencana. Bahkan membawa kerugian yang besar bagi Indonesia, dimana diperkirakan kerugian mencapai ratusan bahkan milyaran juta rupiah. Begitu juga seperti yang terjadi di Kalimantan Selatan yang diperkirakan kehilangan pendapatan sebesar 100 juta per tahun dalam bentuk penghasilan karena lebih dari separuh dari produksi kayu dilakukan secara illegal (mongabay.com).

Penjarahan kekayaan alam terutama di sub-sektor kehutanan dengan maraknya penebangan kayu ilegal memang tidak terlepas dari aktivitas produksi perusahaan-perusahaan besar swasta. Dan bahkan diperkirakan 70-75% dari kayu ditebang secara illegal. Menurut WWF, penebangan kayu ilegal di Indonesia dimotori oleh beberapa faktor: Kapasitas perusahaan pemotongan kayu di Indonesia dan Malaysia yang berlebihan. Keduanya memiliki fasilitas untuk mengolah kayu dalam jumlah besar walau produksi kayu sendiri telah menurun sejak masa-masa tenang di tahun 1990an. WWF melaporkan bahwa kedua negara tersebut memiliki kemampuan untuk mengolah 58,2 juta meter kubik kayu setiap tahunnya, sedangkan produksi hutan secara legal hanya mampu mensuplai sekitar 25,4 juta meter kubik.

Sisa kapasitasnya digunakan oleh kayu yang ditebang secara illegal (mongabay.com).
Dominasi perusahaan swasta atas penguasaan kekayaan alam khususnya sub-sektor kehutanan merupakan permasalahan tersendiri. Dengan kekuatan kapital yang dimiliki sangat memungkinkan bagi perusahaan-perusahaan tersebut untuk mendapatkan hak atas penguasaan kawasan hutan, lahan, dan mengeksploitasinya sampai jutaan hektar luasnya dan puluhan tahun masa konsesinya. Hingga mengakibatkan kerusakan areal hutan mencapai luas 56,98 juta hektar. Dana yang dibutuhkan merehabilitasinya pun tidak sedikit, diperlukan sampai Rp. 225 tiriliun, padahal dana yang dianggarkan di APBN untuk reboisasi hanya Rp. 7 triliun saja (Kompas, 23 Oktober 2000). Dan sangat dimungkinkan kerusakan hutan akan semakin bertambah yang kini diperkirakan mencapai 1,6 juta hektar per tahun.

Perusahaan-perusahaan swasta yang telah mendapat izin untuk mengeksploitasi sumber daya alam termasuk hutan mulai dari zaman orde baru sampai dengan sekarang telah menguasai jutaan hektar hutan di Indonesia. Menurut laporan Warta Ekonomi (Agustus, 1998), sebagian besar hutan di Indonesia sampai sebelum reformasi, sudah dikuasai oleh dua belas (12) grup besar melalui 109 perusahaannya. Diantaranya, Grup Kayu Lapis milik Hunawan Widjajanto menguasai 3,5 juta hektar HPH, menduduki tempat teratas.

Urutan selanjutnya adalah Grup Djajanti Djaja milik Burhan Uray yang menguasai 2,9 juta hektar, Grup Barito Pacific milik Prajogo Pangestu memegang 2,7 hektar, Grup Kalimanis milik Bob Hasan menguasai 1,6 juta hektar, PT Alas Kusumah Group menguasai 1,2 juta hektar, Sumalindo Group dengan luas 850.000 hektar, PT Daya Sakti Group dengan luas 540.000 hektar, Raja Garuda Mas Group dengan luas 380.000 hektar dan seterusnya. Dengan pola pengelolaan yang relatif tetap, kepemilikan HPH seperti tersebut di atas diyakini hingga kini belum banyak berubah.
Hasil hutan ini cukup menjanjikan bagi perusahaan-perusahaan tersebut, meskipun tidak sampai menguasai sumber daya alam dalam bentuk hak milik. Sebagai contoh, menurut laporan Walhi yang diterbitkan tahun 1993, rata-rata hasil hutan di Indonesia setiap tahunnya yang ketika itu adalah 2,5 milyar US Dollar (kini diperkirakan mencapai sekitar 7 – 8 milyar US dollar -- Kompas, 10 Februari 2001).

Konsep HPH yang dijalankan pemerintah dengan memberikannya kepada swasta ternyata juga membawa permasalahan. Dalam konsep tersebut, perusahaan yang mendapat HPH mendapat hak untuk mengeksploitasi hutan selama 35 tahun melalui Rencana Karya Tahunan (RKT). Penebangan kayu dilakukan per blok-blok secara berkeliling, dengan adanya penanaman kembali. Sehingga memerlukan orang-orang yang paham tentang persoalan kehutanan dan ekologi agar eksploitasi tidak membawa kerusakan. Namun kenyataannya, HPH ini diberikan kepada pihak yang tidak berkompeten. Akhirnya banyak dari kalangan yang mendapat HPH tersebut menggandeng perusahaan luar (sebagian besar dari Malaysia). Walhasil, yang terjadi adalah eksploitasi besar-besaran yang dilakukan oleh perusahaan asing.

Eksploitasi yang dilakukan para pemegang HPH sangat fantastis dalam rentang 10 tahun terakhir. Data memperlihatkan bahwa produksi kayu bulat mencapai 260,58 juta meter kubik, kayu gergajian 35,84 juta meter kubik, dan kayu lapis 98,052 juta meter kubik. Di sisi lain, ekspor kayu lapis Indonesia dalam 5 tahun terakhir mencapai 56,06 juta m3 dengan nilai devisa 18,73 milyar US$. Sayangnya, nilai devisa itu tidak dinikmati oleh rakyat, tidak juga oleh Pemerintah Daerah. Studi Walhi (1994) menunjukkan 85% keuntungan sektor kehutanan langsung dinikmati oleh para pengusaha, sementar sisanya oleh Pemerintah Pusat.

Tampak jelas bahwa hasil eksploitasi bukan untuk rakyat. Indikator ini dapat dilihat dari tenaga kerja yang terlibat dalam usaha perkayuan pada HPH terbilang sangat kecil, yakni hanya 153.438 orang pada tahun 1997. Sementara di pihak lain, ada sekitar 20 juta jiwa rakyat yang mengharapkan hidupnya dari sumber daya hutan mengalami kemiskinan yang berkepanjangan. Bahkan akibat kebakaran hutan dan lahan 1997-1998, mereka mengalami proses pemiskinan antara 40-73 persen dibandingkan sebelum kebakaran (Kelana Jaya, 2002). PT Inhutani, BUMN di bawah pengelolaan teknis Dephutbun pernah meneliti bahwa eksploitasi hutan melalui pola HPH ternyata telah menimbulkan kerusakan lebih dari 50 juta hektar. Kerusakan itu makin menggila karena sering pula pengusaha hutan melakukan ijon.

Pada waktu HPH masih dalam proses atau dalam taraf surat keputusan pencadangan, mereka sudah melaksanakan transaksi dan mendapat fee dari mitra asing tersebut. Pada fase inilah terjadinya penjualan/penggadaian hutan Indonesia dengan mengabaikan segala aspek kelestarian dan fungsi sosial hutan. Inilah proses pembabatan hutan tropis di Indonesia melalui tebang habis Indonesia (THI). Ketentuan Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI) tidak ada dalam kamus mereka. Hutan produksi yang dicadangkan untuk HPH seluas 60 juta hektar dibabat habis. Akhirnya, rakyat yang memiliki hutan itu tidak kebagian apa-apa. Kini setelah puluhan juta hutan dibabat habis, rakyat masih harus terus menanggung derita akibat hutang negara yang berjibun jumlahnya (Yusanto, 2002).

Jelaslah bahwa pemberian HPH semacam ini tidak tepat. Fakta menunjukkan dengan pengelolaan hutan seperti ini, hasilnya hanya dimanfaatkan oleh segelintir orang. Apalagi praktik yang terjadi di lapangan adalah eksploitasi secara ‘membabi-buta’, bahkan sangat memungkinkan merusak ekologi yang ada. Padahal hutan memiliki tiga fungsi yang harus diperhatikan yaitu, ekonomi, ekologi, dan social. Mau tidak mau pemerintah harus meninjau ulang lagi kebijakan tersebut. Begitu juga kebijakan terhadap pembukaan akses eksploitasi kekayaan alam lainnya semisal barang tambang, minyak, dan kekayaan alam lainnya. Padahal dalam UU sendiri pada pasal 33 ayat 3 dikatakan bahwa kekayaan alam yang ada harus dikelola oleh Negara dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Maka jika kebijakan yang diambil pemerintah menyalahi konstitusi atau tidak pro rakyat tentu harus ditinjau kembali.

Pengelolaan SDA Sub-Sektor Kehutanan Dalam Islam
Dalam pandangan Islam, hutan adalah milik umum yang harus dikelola oleh Negara dan hasilnya dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk barang yang murah atau dalam bentuk subsidi kebutuhan primer semisal pendidikan, kesehatan dan fasilitas umum. Paradigma pengelolaan hutan dalam Islam berbasis pada pengelolaan kepemilikan umum oleh Negara dan bukannya pengelolaan yang berbasis swasta dengan tetap berorientasi pada kelestarian lingkungan. Pengelolaan semacam ini juga dilakukan pada SDA lainnya dan tidak hanya terbatas pada sub-sektor kehutanan saja. Sehingga akan mewujudkan keseimbangan lingkungan dan pemanfaatan SDA secara optimal.

Pandangan tersebut sebagaimana dikemukakan oleh An-Nabhani (1990) didasarkan pada hadits Rasul SAW: “manusia berserikat dalam tiga hal, yaitu air, padang rumput (lahan) dan api (energi)” (HR. Abu Dawud). Dalam hadits yang lain riwayat At-Tirmidzi dari Abyadh bin Hamal diceritakan bahwa Abyadh telah meminta kepada Rasul untuk dapat mengelola sebuah tambang garam. Rasul mengabulkan permintaan tersebut, akan tetapi segera diingatkan oleh seorang sahabat yang mengatakan, “Wahai Rasulullah, tahukah engkau, apa yang engkau berikan kepadanya? Sesungguhnya engkau telah memberikan sesuatu yang bagaikan air mengalir (ma’u al-‘iddu)” Rasulullah kemudian bersabda: “Tariklah tambang tersebut darinya”.
Dalam hadits pertama disebutkan padang rumput atau hutan merupakan kepemilikan umum yang tidak diperbolehkan untuk dimiliki individu.

Lahan yang luas (hutan) disamakan dengan air dan api atau energi (termasuk barang tambang) dalam sektor kepemilikan umum. Larangan ketiga unsur tadi untuk dikuasai oleh individu karena adanya larangan Rasul pada hadits yang kedua. Pada hadits tersebut disebutkan bahwa Ma’u al-‘iddu adalah air yang karena jumlahnya sangat banyak digambarkan mengalir terus menerus. Semula Rasul membolehkan Abyadh memiliki tambang garam, namun setelah Rasul mengetahui bahwa tambang tersebut merupakan tambang yang cukup besar maka Rasul mencabut pemberian tersebut. Karena kandungannya yang begitu besar tambang tersebut dikategorikan milik umum.

Begitu juga halnya dengan lahan atau hutan yang cukup besar kandungannya (berupa kayu dan hasil hutan lainnya) dikategorikan dalam milik umum sebagaimana yang disebutkan pada hadits pertama di atas. Dan semua milik umum tidak boleh dikuasai oleh individu.
Begitu lah regulasi pengelolaan SDA dalam Islam sangat memperhatikan aspek kepemilikan. Terhadap SDA yang memberikan hasil yang melimpah dan menyangkut hajat hidup orang banyak hanya boleh dikelola Negara dan hasilnya pun dikembalikan kepada rakyat.

Penutup
Sudah selayaknya pengelolaan sumber daya alam khususnya sub-sektor kehutanan didukung dengan regulasi yang tepat dari pemerintah. Karena regulasi merupakan syarat utama bagi berjalannya sistem pengelolaan sumber daya alam tersebut. Pemanfaatan hutan dan hasil hutan harus dikelola oleh Negara dan dikembalikan hasilnya kepada rakyat. Karena hakikatnya hutan merupakan milik umum yang hasilnya bisa dinikmati oleh rakyat secara keseluruhan. Tentu tidak hanya terbatas pada hutan saja namun seluruh kekayaan alam yang berlimpah harus dikelola Negara, sehingga ada pembatasan kepemilikan terhadap individu. Karena sesungguhnya pembatasan kepemilikan ini dimaksudkan agar distribusi kekayaan alam bisa merata di masyarakat dan tidak dinikmati oleh segelintir orang saja (Kusnadi Yulham, Sahabat lamaku dan teman satu kamar suka dan duka. Gimana kabarmu kawan ?)

Referensi:
An-Nabhani, Taqyuddin (1990). Membangun Sistem Ekonomi Alternatif. Penerbit Risalah Gusti. Surabaya Yusanto, Ismail (2002). Pengelolaan SDA Dalam Islam. SEM Institute. Jakarta http://www.mongabay.com. 2008. Menebang Hutan di Borneo. http://www.walhi.or.id. 2007. Kerusakan Lingkungan sebagai Dampak Kebijakan Pro Modal dan Anti RakyatKelana Jaya, Tun. 2002. Ada Apa Dengan Pengelolaan SDA?. SEM Institute. Jakarta

Source : Kabar Indonesia


Jun
24th

MELAYANI NEGERI KEBANGGAAN BANGSA

Files under , GUE BANGET | Leave a Comment

Akhirnya datang juga…setelelah sekian lama menanti, akhirnya datang juga umi’ beserta motornya. Ya maklum ….karena sepedanya hanya satu biji makanya harus gentian pakenya. Kubersiap-siap ke bank, guna ngambil atm. Maklum…sebagai nasbah baru kayaknya kurang afdhol kalo buka rekening ga pake atm. Apalagi jaman yang sudah berkembang kayak gini dan banyak transaksi yang mengharuskan penggunaan atm. Tapi entah kenapa koq bank yang satu ini tidak ada fasilitas ‘atm instant” atau kalo temen-temenku bilang atm tak bernama. Jadinya harus ke bank dua kali buat ngambil atm.

Kubersiap-siap berangkat. Kupake baju peninggalan almarhum ayah. Meski ga baru tapi masih bagus (menurut aq). Kuambil sandal jepit buntutku yang juga peninggalan almarhum ayah (Ga tau kenapa koq sandal ini awet banget ). Kupacu motorku dengan kecepatan sedang (karena emang lagi macet cing, mana bias ngebut . he…he…he…). Daerahku udah hampir 2 tahun selalu dilanda kemacetan. Apalagi kalo jam pagi sama siang, blum lagi ditambah kalo malem……tambah sumpek aja nie jalan. Kalo bukan karena lumpur lapindo, mungkin ga kayak gini keadaaannya. Setelah berjung keras (dengan keringat yang peluh, maklum panas banget cing), akhirnya aq keluar juga dari kemacetan.

30 menit perjalanan tlah kulalui. Akhirnya nyampe juga di Bank. Fiuh…..dengan keringat yang masih menetes, aq memasuki pintu bank tersebut. Serasa berada di dalam ruangan ber-AC cing ( ya emang ruangannya ber-AC. GLODAK…..payah loe). Datanglah satpam yang menghampiriku. “Ada yang bisa saya antu pak” kata beliaunya. (Cie..gue dipanggil pak cing. Emang wajah gue udah tua ya ????? ha…ha…ha..). Gue pun menyahut, “saya mau ngambil atm pak”. Dengan sigap pak satpam mengambil nomor tiket buat antri. “ini pak, nomor antriannya” sahut pak satpam. “Trima kasih pak” ujarku.

Kupandangi sekelilingku….berharap ada bangku kosong (hi..hi…hi…kayak judul pilem wae) yang bisa buat duduk. Setelah mata bergerilya mencari tempat duduk, akhirnya kumemutuskan duduk dekat bapak yang pake jaket kulit. Kuperhatikan nomor antrianku, ternyata nomor 273. aq lihat di layar monitor, masih nomor 264. wah…. masih beberapa antrian lagi.

Hampir 1 jam aq menunggu, akhirnya sampe pada nomor antrian 271. Dengan mata yang awas, aq menanti-nanti nomorku keluar di layer monitor. Takut keblabasan. Semua telpon aq reject. Ada smspun ga langsung aq balas. Takut ga ngeliat kalo udah giliranku. Akhirnya setelah menunggu selama 2 jam lebih, tiba giliranku. Penyambutan yang sangat baik sekali dari CS nya. “selamat siang pak, ada yang bisa saya bantu” begitu kalimat penyambutannya. Aq pun menjawab, “siang juga pak…..saya mau mengambil atm saya. Saya nasabah baru pak” timpalku juga. Trus…dimintalah buku tabunganku sama ktp. Aq pun merogoh tas ku. Mengambil buku tabungan sama ktp.

Tak selang beberapa lama, datang seseorang dengan berpakaian yang sangat necis dan klimis kayak orang borjuis. Dia bilang. “pak….saya nomor 271”. Glodak…kemana aja loe selama ini. Tadi lha pas gilirannya 271, koq ga maju. Dan yang lebih herannya lagi, koq aq yang disuruh mundur. Koq ga orang itu yang diminta menunggu karena kelalaian dia sendiri. Dasar CS ga sopan. Gue udah sampe jamuren nunggu, eh….udah maju malah disuruh mundur dulu. Apa karena aq datang ke Bank dengan pakaian yang udah butut ditambah sandal butut dan tas yang udah buluk. Kalo dibandingkan sama orang itu sih, emang penampilanku agak kampungan dibandingkan sama orang itu (masih agak lho ya…belom kampungan beneran). Setahuku aturan yang berlaku kalo si A udah kelewatan nomor antriannya, maka dia harus menunggu sampe antriannya selesai (soalnya itu pernah terjadi sama aq)

Dengan sedikit berat hati dan sedikit mangkel, akhirnya aq mundur. Aq harus menunggu selama 20 menit lagi, sampai pada akhirnya aq dilayani lagi. Huh…selama itukah pelayanan yang anda berikan kepada kami sebagai nasabah. Kalo bukan karena terpaksa, aq ga bakalan buka rekening di bank ini. Soalnya dibandingkan bank yang lain, mungkin pelayanannya bank ini tergolong lama. Hanya untuk mengambil atm aja, kita harus menunggu selama 1 jam lebih. Sangat berbeda jauh dengan slogan dan moto yang dia punya. Melayani negeri kebanggaan bangsa. Wah….kalo pelayanannya seperti ini, bukan kebanggan lagi namanya.

Kalo bisa diperhatikan lagi deh pelayanannya. Apa perlu harus dibedakan seperti ini ???? Apa karena saya yang pake baju dan sandal butut serta tas buluk, trus saya disuruh mundur seperti itu. Apa harus orang-orang yang borjuis dan berduit yang harus maju duluan ?? Semoga menjadi koreksi bagi pihak Banknya (sam ubay).


Jun
24th

Silang SARA

ernyataan Direktur Paska Sarjana Universitas Tarumanegara, Prof. Dr. Suparman, tentang Hera Budiono yang beragama Katholik dalam Tabloid Monitor edisi 3-9 Juni 2009 hal.7 ternyata sedikit membuat gerah partai koalisi capres-cawapres bernomor urut dua ini.

Mengetahui kabar tak sedap, seribu jurus Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Tifatul Sembiring, membantah isu tersebut, "Boediono dan istrinya murid ngaji kader PKS di belakang Bidakara," kata Tifatul usai silahturahmi dengan Tokoh Masyakarat se-Sumatera Barat (21/6) pada Vivanews.com.

Jauh sebelum 'kabar burung' itu beredar, Tifatul Sembiring tersangkut atas pernyataannya sendiri seperti dalam pemberitanan di Majalah Tempo edisi 1-7 Juni 2009 Hal. 29, “Soal selembar kain saja kok dirisaukan."

Pernyataan yang sangat menyakitkan bagi setiap pribadi muslim. Karena, kata Wakil Ketua Umum DPP WI M.Ikhwan Abd.Jalil, Lc, “Adalah persoalan yang sangat serius ditinjau dari sisi aqidah Islam karena sesungguhnya, perkara jilbab dalam pandangan kami bukan hanya sekedar simbol semata, tapi pengejawantahan dari ajaran dan perintah Allah Subhaanahu Wata’ala.”

Setelah media cetak banyak memberitakan dan tersebarnya pesan singkat kutipan Majalah Tempo, akhirnya Pak Tif, sebutan akrab Tifatul Sembiring, mengirim pesan singkat sebagai klarifikasi ke kader partai berlambang dua bulan sabit ini, berikut kutipan singkatnya, “Antum percaya Tempo atau ana?“ ... "Anda ini rewel banget,” kata saya. “Urusan selembar kain di atas kepala wanita, dia gak pake kerudung ente ributin, dah pake kerudung diributin juga!”

PKS menjadi perbincangan dalam tulisan ini, karena sebagai partai tengah, PKS, ternyata, mampu memperlihatkan sebagai partai yang memiliki peluang sebagai partai besar. Lalu melihat dua kasus tersebut, isu suku, agama, dan ras akan terus memanas, bahkan akan menjadi bumerang hingga hari pencontrengan pilpres. Ironisnya, partai yang telah lama dikenal sebagai partai dakwah turut terjebak dalam permainan isu politik SARA.

Menjaga loyalitas konstituen memang harus. Suara kader dan simpatisan harus bulat ke capres-cawapres yang didukung. Tapi dengan berlarut-larutnya kasus SARA yang tidak memiliki titik temu dan penggalangan suara yang hanya menggunakan mesin politik konvensional maka sulit loyalitas tersebut akan bertahan.

Kader, mungkin saja, akan bersikap "kami dengar dan taat" atas ketetapan dewan syuro' PKS, tapi simpatisan yang selama ini terangkul dan mempercayakan pilihannya pada elit PKS bisa saja berbelok arah karena simpang siurnya berita yang mereka terima. Alhasil, pernyataan politis memang layaknya bumerang. Tidak pandai menangkap, bumerang akan mencederai kepala. Wa Allahu 'Alam.
Jun
23rd

yang di perjuangkan PII itu apa? koq gak jelas ban…

Files under | Leave a Comment
yang di perjuangkan PII itu apa? koq gak jelas banget!!!+
Jun
23rd

KULIAHKU DISPONSORI SUAMIKU

Ketika janur kuning melengkung….berakhirlah semua kebebasan. Itulah yang umumnya terjadi pada para wanita ketika akad nikah sudah terucap. Kewajiban menjalankah tugas sebagai seorang istri tak jarang tanpa disadari, membatasi para wanita untuk mengekspresikan diri, menggali potensi, ataupun keterbatasan beraktivitas di luar, termasuk melanjutkan study.Namun tidak denganku. Keputusanku mengakhiri
Jun
23rd

My Special Day

Umurku kini bertambahYa… dua tahun kulewati setelah angka dua puluhMemang bukan remaja lagiNamun ku tetap merasa muda Walau jatah hidupku semakin berkurangKu awali hari spesialku Dengan bisikan dipagi butaBisikan lembut dari teman hidupkuYang setahun terakhir menghiasi hari-hariku“met ulang tahun myhanibaniswiti, met ultah adek”Itulah yang terucapMembangunkanku dari tidur lelapkuTerima kasih