Jul
31st

Muslimah Eropa Enggan Lepas Jilbab

Files under , Internasional | 1 Comment



KAIRO--Setelah serentetan aksi brutal dengan target komunitas Muslim di seluruh Eropa yang diakhiri dengan pembunuhan Marwa el-Sherbini di Jerman, IslamOnline.net (IOL) dalam rubrik Muslim Eropa melakukan jajak pendapat terkait hijab dengan tema "Islamophobia di Eropa". Dalam jajak pendapat tersebut ditanyakan, "Apakah wanita Muslim Eropa mau melepasaka hijab atau jilbabnya karena alasan tertentu."

Sungguh tak terduga, hasil jajak pendapat menunjukkan sebagian besar peserta (67,86%) menolak ide melepas hijab dengan alasan apa pun, sementara lainnya (32,14%) setuju menngalkan jilbab mereka.

Jika melihat secara lebih dalam dan menyeluruh, kita akan temukan banyak fakta, misalnya usaha integrasi Muslim di sana dihalangi oleh banyak serangan berlatar belakang etnis atau agama yang provokatif.

Jelas terlihat bahwa setelah kejadian 11 September banyak kejadian yang merugikan. Beberapa di antaranya menyedot banyak perhatian, seperti rancangan UU pelarangan burqa, serta yang tidak kalah pentingnya, penolakan seorang Muslim menjadi anggota parlemen di Italia.

Kembali ke masalah jajak pendapat, ternyata kecenderungan mereka yang bersedia melepaskan hijabnya memberikan alasan demi keamanan. Sebagian kecil dari mereka beralasan, melepaskan hijab untuk mendapatkan pekerjaan. Lainnya beralasan melanjutkan pendidikan, dan alasan-alasan lainnya.

Pemilihan hijab sebagai fokus dalam jajak pendapat tersebut bertujuan untuk menyoroti masalah-masalah yang terkait dengan Islamophobia di masa sekarang ini dan masa yang akan datang. Hijab adalah simbol dari wanita Muslim.

Hasil jajak pendapat memperkuat fakta bahwa sebagian besar Muslim Eropa tidak bersedia melepaskan kewajibannya dalam Islam untuk berbagai alasan.

Masalahnya saat ini adalah, Muslim berusaha berintegrasi dengan masyarakat Eropa, namun ada banyak rintangan yang menghalangi jalan ke sana. iol/taq


Jul
31st

Pesantren Dirugikan Media yang Mengaitkan Isu Terorisme

Files under , Nasional | Leave a Comment

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ummul Quro al-Islami (UQI) Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat KH Helmy Abdul Mubin Lc mengemukakan komunitas pesantren merasa sangat dirugikan dengan berbagai opini media massa yang mengaitkan terorisme dengan pesantren.

"Kami keberatan bila ada pihak-pihak yang mengail di air keruh, dengan menghembuskan tuduhan tidak berdasar, mengaitkan aksi terorisme dengan pesantren. Pesantren tidak pernah mengajarkan santrinya untuk melakukan kekerasan. Justru yang diajarkan adalah kasih sayang dan saling tolong menolong," katanya kepada ANTARA di Bogor, Kamis.

Ia menegaskan bahwa pendidikan pesantren mengajarkan akhlak, kesederhanaan. Bahkan juga persaudaraan, yang tidak hanya dengan sesama Muslim, namun juga sesama umat manusia.

"Ada tiga jenis persaudaraan yang diajarkan di pesantren, yaitu persaudaraan sebangsa, seaqidah, dan sesama umat manusia," kata tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Bogor yang juga lulusan Pondok Modern Gontor itu.

Dengan adanya pengaitan tersebut, kata dia, para pemuka pesantren di Bogor, Jabar menyampaikan keberatan atas opini yang dikembangkan sejumlah media massa yang mengaitkan peristiwa peledakan Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta pada 17 Juli lalu dengan pesantren.

Menurut dia, pendidikan di pesantren sangat mengedepankan etika dan budi pekerti (ahlak). Karena itu, ia tidak yakin bila ada pesantren atau alumni pesantren yang terlibat dengan aksi terorisme. Dengan begitu, kata dia, santri maupun alumni pesantren dididik untuk dapat hidup di tengah masyarakat dengan ragam kebudayaan.

Selain itu, penggemblengan selama bertahun-tahun di pesantren, diharapkan dapat menjadi bekal dalam berkiprah di tengah masyarakat, yang sudah pasti memiliki heterogenitas tinggi.

Ia kemudian menyitir sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan agar manusia menyayangi semua makhluk yang berada di bumi, agar dikasihani Allah SWT. Hadits itu berbunyi "Irhamuu ma fil ardhi, yarhamkum man fissamaa" (kasihanilah semua mahluk yang di bumi niscaya akan dikasihani oleh Allah), dan ajaran seperti itulah yang dikembangkan di pesantren.

Lebih lanjut ia mengatakan, pada akhir bulan Mei lalu, pesantren yang dipimpinnya kedatangan Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Cameron R Hume. Kunjungan tersebut merupakan yang pertama kali dilakukan Dubes AS itu ke pesantren di Indonesia dalam kapasitasnya sebagai Dubes.

"Dubes AS datang ke pesantren kami, kami perlakukan dengan sangat baik sebagai tamu. Tidak ada kejadian atau peristiwa aneh. Jadi sama sekali tidak benar aksi teror terkait pesantren," kata kiai yang menyelesaikan S1-nya di "Islamic University of Medina", Arab Saudi itu.

Dikatakannya, kalaupun ada segelintir oknum pelaku teror pernah tinggal di pesantren tertentu, hal itu tidak dapat dijadikan dasar untuk melakukan generalisasi.

"Kalaupun ada satu-dua pesantren yang terlibat, sangat aneh dan tidak masuk akal bila digeneralisasi terhadap pesantren keseluruhan yang jumlahnya mencapai puluhan ribu dengan jumlah santri mencapai jutaan orang," demikian Helmy Abdul Mubin. ant/pur

Jul
31st

Cuma 367 Muslimah di Prancis Memakai Cadar

Files under , Internasional | Leave a Comment

PARIS -- Hanya 367 Muslimah di Prancis memakai cadar, yang menutupi wajah mereka, selain memakai pakaian panjang yang menutup seluruh tubuh mereka, demikian laporan satu surat kabar Rabu, sehingga meruntuhkan posisi politisi yang mendesak digolkannya larangan terhadap pakaian tersebut.

Satu panel dewan legislatif sedang mengkaji masalah mengenai apakah jumlah Muslimah yang memakai cadar naik dan mengapa. Panel tersebut dijadwalkan memberikan pendapatnya dalam beberapa bulan apakah panel tersebut mendukung larangan pemakaian cadar di tempat umum, sebagaimana disarankan oleh sebagian politikus.

Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, belum menyampaikan dukungan bagi larangan, tapi telah mengatakan cadar tak disambut di Prancis.

Harian berpengaruh Le Monde melaporkan mengingat sedikitnya jumlah perempuan yang menjadi masalah, gagasan mengenai larangan mesti dicabut.

"Apakah kita perlu mengatur kurang dari 400 orang, mengatur pengecualian? ... Mengingat resiko (yang ada), termasuk penodaan Islam ... jawabannya adalah tidak," kata harian tersebut di satu tajuknya.

Di Prancis, nyaris terdapat suara bulat yang menentang pemakaian cadar yang menyembunyikan wajah seorang perempuan. Itu dipandang sebagai pelanggaran hak asasi perempuan, yang seringkali diberlakukan oleh kaum pria fundamentalis.

Namun ada ketidak-sepakatan kuat mengenai apakah bijaksana dan membantu untuk mengatur penentangan terhadap pakaian.

Le Monde menyatakan surat kabar itu telah melihat laporan dari dua dinas intelijen domestik yang keduanya hanya mendapati minoritas kecil Muslimah yang memakai cadar semacam itu. Salah satu laporan tersebut menyebutkan angka: 367 perempuan di seluruh negeri itu.

Prancis memiliki masyarakat Muslim terbanyak di Eropa, sebanyak 5 juta. Data statistik mengenai berapa banyak perempuan memakai cadar biasanya tak ada di Prancis, yang berhati-hati terhadap jajak pendapat mengenai praktek agama oleh masyarakat karena negara itu berpegang pada konsep persamaan.

Itu berarti setakat ini, masalah cadar telah diperdebatkan dengan sengit tapi tak ada bukti nyata.

Le Monde menyatakan laporan intelijen yang telah dilihatnya telah diserahkan kepada pemerintah dan akan menjadi bagian dari perdebatan parlemen mengenai masal cadar.

Banyak pengeritik gagasan pemberlakuan larangan telah mengatakan itu akan menodai Islam dan akan membuat kaum Muslim moderat bersikap membela diri, sehingga mendorong mereka membela cadar sebagai lambang agama mereka sekalipun mereka mungkin tak mendukung jika mereka harus memakai pakaian tersebut.

Laporan intelijen yang dikutip oleh Le Monde menyatakan bahwa kenyataan perempuan yang menutupi wajah mereka di Prancis, dan mengapa, sangat berbeda dari gambaran yang diberikan oleh politisi.

Laporan tersebut menyatakan kebanyakan perempuan yang memakai cadar lengkap berusia kurang dari 30 tahun dan melakukannya untuk mendapat nilai politik. Perempuan itu, yang geram dengan apa yang mereka saksikan sebagai perasaan anti-Muslim yang tersebar luas, ingin membangkang terhadap masyarakat dan, dalam beberapa kasus, terhadap keluarga mereka sendiri.

Orang Prancis yang masuk agama Islam berjumlah sekitar seperempat dari jumlah pemakai cadar, kata surat kabar itu, yang mengutip laporan intelijen tersebut.

Menurut laporan intelijen itu, kebanyakan orang Muslim di Prancis menolak pakaian yang menutup seluruh tubuh dan memandang orang yang memakainya sebagai fundamentalis.

Perdebatan mengenai cadar mengumandangkan kontroversi yang berkobar selama satu dasawarsa di Prancis mengenai perempuan Muslimah yang memakai jilbab di dalam kelas. Akhirnya, peraturan disahkan pada 2004 yang melarang siswi memakai tanda agama yang mencurigakan di sekolah negeri.

Peraturan tersebut tetap kontroversial. Banyak pengeritik mengatakan itu telah menodai umat Muslim ketika negeri tersebut mestinya memerangi diskriminasi dalam lapangan pekerjaan dan menampung pasar yang telah mengakibatkan pertikaian antara masyarakat arus utama dan sebagian pemuda berlatar-belakang pendatang. ant/reuters/taq

Jul
31st

Xinjiang Bantah Klaim Uighur Lebih 10.000 Orang Hilang

Files under , Internasional | Leave a Comment

(ANTARA News) - Wilayah Xinjiang China menolak pernyataan seorang pemimpin Uighur di pengasingan yang mengatakan bahwa hampir 10.000 orang hilang setelah kerusuhan etnik bulan ini di wilayah tersebut, kata laporan media negara Kamis.

Juru bicara pemerintah Xinjiang, Hou Hanmin, mengatakan klaim yang disampaikan Rebiya Kadeer, pemimpin Uighur di pengasingan itu, "bahkan tidak pantas ditanggapi", dan sebagai "tuduhan tidak berdasar" sebagaimana laporan surat kabar berbahasa Inggris Global Times.

Rebiya, mantan wanita pengusaha yang kini tinggal di Amerika Serikat, Rabu, mengatakan bahwa hampir 10.000 orang "hilang dalam satu malam" setelah terjadi bentrokan di Urumqi, ibukota Xinjiang, di China timur laut.

"Masyarakat Uighur yang berada di sana harus dibunuh atau dihilangkan," katanya di Tokyo, Jepang.

Wanita juru bicara Xinjiang mengatakan, "Ada lebih dari 10.000 orang yang hilang, berapa banyak mereka yang ikut ambil bagian dalam kerusuhan?"

Pemerintah China mengatakan Rebiya berada di balik kerusuhan 5 Juli, yang menewaskan 197 orang, dan sebagian besar dari mereka adalah suku Han, China, yang dibunuh oleh gerombolan Uighur yang marah.

China mengatakan polisi melepas tembakan untuk mencegah meluasnya pertumpahan darah dan bahwa lebih dari 1.400 orang telah ditahan, karena mereka terlibat dalam aksi kerusuhan itu.

Rebiya Kadeer, ketua Kongres Uighur Dunia --yang bermarkas di AS, membantah bahwa ia terlibat dalam aksi kerusuhan tersebut.(*)

Jul
30th

Yana Yan’s inspiration 2009-07-30 16:41:00

Files under , puisi_nanna | Leave a Comment
Merindu Rini Tercipta gelisah di ruang ini Hati mulai rapuh Ditemani malam yang kian membisu Berselimutkan sepi yang mencekam Dibalut lelah,,, Menekuri ronanya, yang kian menjelma Diri mulai meronta Dalam sembah sujud, Juga dalam diamku. Kembali kutemukan Ia Merasuk tajam dalam sanubariku Menusuk-nusuk kerinduanku. Ya, aku
Jul
30th

Yana Yan’s inspiration 2009-07-30 16:19:00

Files under , puisi_nanna | Leave a Comment
Membedah Cinta Oleh: Yana Yan Cinta! Cinta… Cinta itu… Cinta adalah… Cinta! Cinta… Aku mengenalmu sejak jiwaku terpasung :merengkuhmu sejak mataku terbias di tempat ini :menjamahmu sejak diri dibuai kasih sayang Ibu :menggerusmu sejak nurani menjejaki hidupku :menekurimu sejak hati berselimutkan rasa :memahatmu
Jul
30th

Soeharto Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Files under , Nasional | Leave a Comment

KARANGANYAR--Sejumlah kalangan di Jawa Tengah menyatakan akan menyampaikan usulan bagi pengangkatan mantan presiden Soeharto sebagai Pahlawan Nasional kepada instansi berwenang.

Banyaknya jasa dan pengabdian kepada Indonesia yang bisa menjadi pertimbangan untuk menjadikan Soeharto sebagai pahlawan nasional, kata dosen Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS) Warto, di Karanganyar, Rabu.

"Pada masa pemerintahan Soeharto, dia juga berperan dalam menyelamatkan keutuhan Indonesia dari ancaman pemberontakan Partai Komunis Indonesia," kata Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar, Juliatmono dalam seminar "Nasionalisme Jendral Besar TNI (Purn) HM Soeharto" di Monumen Tien Soeharto, Kabupaten Karanganyar.

Menurut Warto, terlepas dari sejumlah pihak yang masih mempermasalahkan sejumlah kasus hukum Soeharto, fakta di dalam sejarah Indonesia menunjukkan bahwa Soeharto memiliki jasa besar kepada Indonesia.

"Perjuangan Soeharto untuk Indonesia yang tercatat dalam buku sejarah bangsa ini, antara lain, pada masa revolusi fisik antara 1945 hingga 1949, pascarevolusi fisik antara 1962 hingga 1967 dan masa kepemimpinannya sebagi presiden," katanya. Menurut dia, selama masa revolusi fisik, Soeharto berjuang melawan tentara Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia.

"Perjuangannya yang paling diingat adalah ketika merebut Yogyakarta dari Belanda pada 1949," kata Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNS itu. Peran Soeharto pascarevolusi fisik, lanjutnya, adalah ketika menjadi Panglima Komando Mandala yang memimpin perebutan Irian Barat dari Belanda.

"Konsep trilogy pembangunan nasional dengan menyeimbangkan stabilitas, pertumbuhan, dan pemerataan yang disusun Soeharto di masa kepemimpinannya sebagai presiden juga menjadi pertimbangan dalam menjadikan Soeharto sebagai pahlawan nasional," katanya.

Warto mengatakan, pertimbangan-pertimbangan tersebut merupakan fakta yang ada pada Bangsa Indonesia sehingga pengusulan Soeharto sebagi pahlawan nasional seharusnya dilakukan pemerintah.

Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar Juliatmono mengatakan, rencana pembangunan lima tahun (Repelita) yang menjadi salah satu program di masa pemerintahan Soeharto merupakan bukti jasa Soeharto kepada Indonesia.

"Saya menilai Repelita merupakan program nyata yang dapat dijadikan parameter keberhasilan pembangunan Indonesia," katanya. Melalui Repelita tersebut, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi di Indonesia rata-rata berjumlah tujuh persen setiap tahun.

"Oleh karena itu, kami akan mengusulkan Soeharto sebagai pahlawan nasional Indonesia. Kami berharap pertimbangan-pertimbangan mengenai kelayakan Soeharto sebagai pahlawan nasional dapat disetujui Badan Pahlawan Pusat, Menteri Sosial, maupun Presiden Republik Indonesia," katanya. Juliatmono mengatakan, pengusulan itu dilakukan untuk menghargai jasa-jasa yang telah diberikan Soeharto kepada negara ini. ant/pur

Jul
30th

Imam Abu Dawud, Ahli Hadis dengan Segudang Julukan

Files under , Tokoh | Leave a Comment

Selain Imam Bukhari dan Muslim, salah seorang tokoh hadis yang terkenal adalah Imam Abu Dawud. Kepakarannya dalam bidang hadis diakui banyak ulama, baik para ahli tafsir, fikih, maupun ahli hadis.

Nama lengkapnya adalah Sulaiman bin al-Asy'ats bin Ishaq bin Basyir bin Syidad bin Amru bin Amir al-Azdi al-Sijistani. Biasanya, ia dipanggil dengan nama Abu Dawud.

Ia adalah seorang imam ahli hadis yang sangat teliti dan merupakan tokoh terkemuka para periwayat hadis. Ia dilahirkan pada tahun 202 H/817 M di Sijistan.

Menurut Syekh Muhammad Said Mursi, dalam buku Tokoh-tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah, Imam Abu Dawud, dikenal sebagai penghafal hadis yang sangat kuat. Ia menguasai sekitar 500 ribu hadis.

Sejak kecil, Abu Dawud sudah mencintai ilmu pengetahuan. Ia banyak bergaul dengan para ulama dan menimba ilmu dari mereka. Ia belajar hadis hingga ke berbagai negeri. Menurut salah satu riwayat, konon ia harus menjumpai para ulama penghafal hadis yang dikenalnya sangat ahli. Ia mengembara dari Sijistan, Hijaz, Syam, Mesir, Irak, dan negeri-negeri lainnya, hingga akhirnya menetap di Basrah.

Guru-gurunya adalah Ath-Thayalisi, Ibn Syuraih, Hisyam, Umar, Ibnu Rahawaih, Al-Farra, Al-Madini, Imam Ahmad bin Hambal, dan lainnya. Adapun murid-muridnya adalah At-Tirmidzi, An-Nasa'i, Al-Kirmani, Ibn Abi Dunya, dan Abu Zur'ah.

Dari guru-gurunya itu, Abu Dawud menimba berbagai ilmu pengetahuan, termasuk ilmu-ilmu hadis. Karena itu, pengetahuannya dalam bidang hadis ditempatkan pada urutan ketiga ahli hadis setelah Bukhari dan Muslim. Ia mengumpulkan, meneliti, menyaring, dan membukukan hadis-hadis yang diperolehnya. Dari ratusan ribu hadis yang didapatkannya itu, sekitar 4.800 hadis ia pilih menjadi hadis sahih yang dibukukan menjadi Sunan Abu Dawud.

Begitu dalamnya perhatian Abu Dawud pada hadis, banyak ulama yang memuji dan memberikan sejumlah julukan kepadanya. Ibnu Ishaq Shahani berkata, ''Abu Dawud menempa hadis sebagaimana layaknya Nabi Daud menempa besi.''

Sementara itu, An-Naisaburi berkata, ''Dia adalah imam hadis yang tidak ada tandingannya di masanya.'' Ibnu Mamduh menyatakan, ''Orang yang istimewa dalam hafalannya dan terhindar dari kesalahan ada empat, yaitu Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan An-Nasa'i.''

Al-Hafiz Musa bin Harun berkata, ''Abu Dawud diciptakan di dunia hanya untuk hadis dan di akhirat untuk surga. Aku tidak melihat orang yang lebih utama melebihi dia.''

Konon, saking pandainya Abu Dawud meriwayatkan hadis dari Rasulullah SAW, Sahal bin Abdullah At-Tistari pernah meminta Abu Dawud untuk menjulurkan lidahnya dan menciumnya. Hal itu dilakukannya untuk mengambil hikmah dari apa yang didapatkan Abu Dawud mengenai hadis.

Ulama lainnya pun banyak yang memberikan ungkapan dan pujian serupa yang menggambarkan betapa tinggi dan luasnya pengetahuan Imam Abu Dawud dalam bidang hadis. Ketika kitab hadis yang ditulisnya ditunjukkan pada Imam Ahmad bin Hambali, gurunya itu berkata, ''Kitab ini sangat bagus dan indah.''

Bahkan, kendati diakui sebagai gurunya, ternyata Imam Ahmad bin Hambal pernah meriwayatkan sebuah hadis yang diterimanya dari Abu Dawud. Ini menunjukkan kualitas dan keahlian Abu Dawud dalam ilmu hadis.

Seperti Imam Ahmad
Selain itu, Abu Dawud juga dikenal seorang ulama yang wara, saleh, dan patut menjadi teladan. Sifat-sifatnya sebagaimana diungkapkan para ahli hadis menyerupai Ahmad bin Hambal dalam hal perilaku, sikap, dan kepribadiannya.

Imam Ahmad bin Hambali dalam sifat-sifatnya menyerupai Waki' dan Waki' menyerupai Sufyan As-Sauri. Sufyan menyerupai Mansur dan Mansur menyerupai Ibrahim An-Nakha'i. Ibrahim menyerupai Alqamah dan ia menyerupai Ibn Mas'ud. Sedangkan, Ibn Mas'ud menyerupai Nabi SAW. Sifat dan kepribadian yang mulia ini menggambarkan kesempurnaan akhlak dan kepribadian Imam Abu Dawud.

Dalam hal berpakaian, sang pakar hadis ini juga punya pandangan dan falsafah tersendiri. Menurut sebuah riwayat, baju yang dipakainya tampak berbeda antara lengan baju yang kanan dengan yang kiri. Yang satu lebih lebar dan yang lain lebih sempit.

Seseorang yang melihatnya terkadang bertanya akan sikap nyentriknya Abu Dawud ini. Adapun alasan yang dikemukakannya, ''Lengan baju yang lebar dipergunakan untuk membawa kitab dan yang lain tidak diperlukan. Jadi, kalau keduanya sama lebar, itu hanyalah pemborosan dan berlebih-lebihan,'' ujarnya.

Abu Dawud juga dikenal sebagai seorang yang wara, sopan, dan hormat kepada yang tua dan santun pkeada yang muda. Sebagaimana dituturkan oleh Imam al-Khattabi dari Abu Bakar bin Jbir, pembantu Abu Dawud.

''Aku bersama Abu Dawud tinggal di Baghdad. Pada suatu waktu, ketika kami selesai menunaikan shalat Maghrib, tiba-tiba pintu rumah diketuk orang. Lalu, pintu aku buka dan seorang pelayan melaporkan bahwa Amir Abu Ahmad al-Muwaffaq mohon izin untuk masuk. Kemudian, aku melaporkan tamu ini kepada Abu Dawud dan ia pun mengizinkan. Sang Amir pun masuk lalu duduk. Tak lama kemudian, Abu Dawud menemuinya seraya berkata, ''Gerangan apakah yang membawa Anda datang ke sini pada saat seperti ini?''

Sang Amir menjawab, ''Ada tiga kepentingan. Pertama, hendaknya tuan berpindah ke Basrah dan menetap di sana supaya para penuntut ilmu dari berbagai penjuru dunia datang belajar kepada tuan. Dengan demikian, Basrah akan makmur kembali. Ini mengingat bahwa Basrah telah hancur dan ditinggalkan orang akibat tragedi Zenji.''

''Kedua, hendaknya tuan berkenan mengajarkan kitab Sunan kepada putra-putraku. Ketiga, hendaknya tuan mengadakan majelis tersendiri untuk mengajarkan hadis kepada putra-putra khalifah sebab mereka tidak mau duduk bersama-sama dengan orang umum.''

Abu Dawud menjawab, ''Permintaan ketiga tidak dapat aku penuhi. Manusia pada dasarnya adalah sama, baik pejabat maupun rakyat.'' Ibn Jabir menjelaskan, sejak saat itu putra-putra khalifah hadir dan duduk bersama di majelis taklim.

Abu Dawud berkata, ''Hendaknya para ulama tidak mendatangi para raja dan penguasa, tetapi mereka-lah yang harus datang kepada para ulama.''

Demikianlah riwayat dan kebesaran sang ulama hadis ini. Setelah mengalami masa kehidupan yang gemilang dengan keilmuan yang dimilikinya pada 16 Syawal 275 H/889M, Imam Abu Dawud berpulang ke rahmatullah, menghadap Sang Khalik. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan ridha-Nya.


Sunan Abu Dawud: Karya Fenomenal Sang Ahli Hadis

Sepanjang hidupnya, sekitar 73 tiga tahun (202-275 H), Imam Abu Dawud banyak mengabdikan dirinya pada ilmu hadis. Sejak kecil, ia belajar, mengumpulkan, menghafal, meneliti, dan membukukan ratusan ribu hadis serta mengajarkan hadis kepada umat.

Dan, selama masa pendidikan hingga mengajarkan hadis, Abu Dawud banyak menulis kitab. Di antaranya Kitab Sunnan Abu Dawud, Al-Marasil, Kitab Al-Qadar, An-Nasikh wal-Mansukh, Fadla'il al-A'mal, Kitab Az-Zuhd, Dala'il an-Nubuwah, Ibtida' al-Wahyu, dan Alhbar al-Khawarij.

Karyanya yang termasyhur dan beredar luas di kalangan umat Islam adalah Kitab Sunan Abu Dawud.

Dalam kitab Sunan tersebut, Abu Dawud menyusunnya dengan metode yang sangat teliti dan terperinci. Awalnya, kitab tersebut memuat hadis-hadis hukum dan juga hadis yang berkenaan dengan amal-amal yang terpuji, kisah-kisah atau nasihat, serta adab dan tafsir. Namun, ia mengkhususkan hadis-hadis yang berkaitan dengan masalah hukum.

Ketika selesai menulis dan menyusunnya, kitab tersebut ia bawa kepada Imam Ahmad bin Hambal, kemudian Imam Ahmad bin Hambal memuji karya tersebut sebagai karya yang indah dan baik.

Dalam Sunan-nya tersebut, Abu Dawud tidak hanya mencantumkan hadis-hadis sahih semata sebagaimana yang telah dilakukan Imam Bukhari dan Imam Muslim, tetapi ia juga memasukkan hadis sahih, hadis hasan, dhaif, hingga dianggap paling lemah oleh para imam hadis yang tidak menggunakannya.

Namun, apabila ada hadis yang lemah, Abu Dawud menjelaskan kelemahannya. Hal itu diketahui ketika dirinya berkirim surat pada penduduk Makkah sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan mereka mengenai kitabSunan-nya.

''Aku mendengar dan menulis hadis Rasulullah SAW sebanyak 500 ribu buah. Dari jumlah itu, aku seleksi sebanyak 4.800 hadis yang kemudian aku tuangkan dalam kitab Sunan ini. Dalam kitab tersebut, aku himpun hadis-hadis sahih, semisahih, dan yang mendekati sahih. Dalam kitab itu, aku tidak mencantumkan sebuah hadis pun yang telah disepakati oleh orang banyak untuk ditinggalkan. Mengenai hadis yang mengandung kelemahan, kujelaskan sebagai hadis macam ini, ada hadis yang tidak sahih sanadnya. Adapun hadis yang tidak kuberi penjelasan sedikit pun, hadis tersebut bernilai sahih. Dan, sebagian dari hadis yang sahih ini ada yang lebih sahih daripada yang lain. Kami tidak mengetahui sebuah kitab sesudah Alquran yang harus dipelajari, selain daripada kitab ini. Empat buah hadis saja dari kitab ini sudah cukup menjadi pegangan bagi keberagaman tiap orang.''

Keempat hadis yang disebutkannya itu adalah pertama tentang niat, ''Sesungguhnya, segala amal itu tergantung pada niatnya...''

Kedua, ''Termasuk, kebaikan Islam seseorang ialah meninggalkan apa yg tidak berguna baginya.''
Ketiga, ''Tidaklah seseorang beriman menjadi Mukmin sejati sebelum ia merelakan untuk saudaranya apa-apa yang ia rela untuk dirinya.''

Dan, keempat, ''Yang halal itu sudah jelas dan yang haram pun telah jelas pula. Di antara keduanya terdapat hal-hal syubhat yg tidak diketahui oleh banyak orang. Barang siapa menghindari syubhat, ia telah membersihkan agama dan kehormatan dirinya. Barang siapa terjerumus ke dalam syubhat, ia telah terjerumus ke dalam perbuatan haram ibarat penggembala yang menggembalakan ternaknya di dekat tempat terlarang. Ketahuilah sesungguhnya tiap penguasa itu mempunyai larangan. Ketahuilah sesungguhnya larangan Allah adalah segala yang diharamkan-Nya. Ingatlah di dalam tubuh ini terdapat sepotong daging. Jika ia baik, baik pulalah semua tubuh. Jika rusak, rusak pula seluruh tubuh. Ingatlah, ia itu hati.''

Demikianlah penegasan Abu Dawud dalam suratnya. Ini menunjukkan sikap kehati-hatiannya dalam meneliti dan mengemukakan sebuah hadis serta menunjukkan betapa luasnya pengetahuan yang dimilikinya.

Imam Al-Ghazali berkata, ''Sunan Abu Dawud sudah cukup bagi para mujtahid untuk mengetahui hadis-hadis ahkam.''

Demikian juga dua imam, An-Nawawi dan Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, yang memberikan pujian terhadap kitab Sunan ini. Bahkan, keduanya menjadi kitab yang disusun Abu Dawud sebagai pegangan utama dalam pengambilan hukum.

Namun, Ibnu al-Jauzi mengkritik beberapa hadis dalam kitab ini. Ia menyebutkan, setidaknya ada sembilan buah hadis yang masuk kategori maudlu (palsu). Ibnu al-Jauzi dikenal sebagai tokoh dan ulama yang sering memvonis pihak lain. Namun, kritik itu telah ditanggapi dan dibantah oleh sebagian ahli hadis, seperti dikemukakan Jalaluddin as-Suyuti.

''Andaikata kita menerima kritik yg dilontarkan Ibnul Jauzi tersebut, sebenarnya hadis-hadis yang dikritiknya itu sedikit sekali jumlahnya dan hampir tidak ada pengaruhnya terhadap ribuan hadis yang terkandung dalam kitab Sunan Abu Dawud. Karena itu, kami melihat bahwa hadis-hadis yang dikritik tersebut tidak mengurangi sedikit pun nilai kitab Sunan sebagai referensi utama yang dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya,'' jelas as-Suyuthi. sya/taq

Jul
29th

Mengenal Ibnu Khladun

Files under | Leave a Comment
Jika mendengar nama ibnu khladun, mungkin banyak diantara kita yang langsung teringat kepada sebuah buku berjudul muqaddimah.sebuah buku pengabar dari kitab yang lebih besar al ‘ibar.
Nama lengkap ibnu khladun sebenarnya adalah abu Zayd 'Abd al-Rahman ibn Muhammad ibn Khaldun al-Hadrami beliau dilahirkan di Tunisia pada 1 Ramadan 732 H./27 Mei 1332 M dan wafat 19 Maret 1406/808H).
Ibnu khladun dikenal sebagagi sosilog muslim, bapak ekonomi muslin serta ahli sejarah. Teori-teori ibnu khladun dikenal karena studinya yang dalam, pengamatan terhadap berbagai masyarakat yang dikenalnya dengan ilmu dan pengetahuan yang luas, serta ia hidup di tengah-tengah mereka dalam pengembaraannya yang luas pula.
Beberapa karya ibnu khladun diantaranya adalah at-Ta’riif bi Ibn Khaldun (sebuah kitab autobiografi, catatan dari kitab sejarahnya); Muqaddimah (pendahuluan atas kitabu al-’ibar yang bercorak sosiologis-historis, dan filosofis); Lubab al-Muhassal fi Ushul ad-Diin (sebuah kitab tentang permasalahan dan pendapat-pendapat teologi, yang merupakan ringkasan dari kitab Muhassal Afkaar al-Mutaqaddimiin wa al-Muta’akh-khiriin karya Imam Fakhruddin ar-Razi).
Dalam kehidupan sehari-hari ibnu khaldun pernah dipercaya sebagai guru besar di Universitas al-Azhar, Kairo yang dibangun oleh dinasti Fathimiyyah serta menduduki posisi kenegaraan seperti qadhi al-qudhat (Hakim Tertinggi).yang karena jabatan ini beliau pernah dijeblskan ke penjara, akibat fitnah lawan politiknya.
Kalau boleh dibagi, ada tiga fase kehidupan tokoh islam ini, yaitu fase mempelajari ilmu seperti ilmu Alquran, tafsir, hadis, usul fikih, tauhid, fikih madzhab Maliki, ilmu nahwu dan sharaf, ilmu balaghah, fisika dan matematika.fase kedua yaitu ketika beliau terjun ke dunia politik sampai menduduki posisi qadhi al-qudhat (Hakim Tertinggi).fase ketiga dimulai sete;ah beliau ke;uar penjara, dimana beliau mulai kembali berkonsentrasi pada bidang penelitian dan penulisan, dengan kembali melengkapi tulisan-tulisan yang pernah ditulisnya Seperti kitab al-’ibar (tujuh jilid) yang telah ia revisi dan ditambahnya bab-bab baru di dalamnya, nama kitab ini pun menjadi Kitab al-’Ibar wa Diwanul Mubtada’ awil Khabar fi Ayyamil ‘Arab wal ‘Ajam wal Barbar wa Man ‘Asharahum min Dzawis Sulthan al-Akbar.
Sampai hari ini karya-karya ibnu khaldun masih dipelajari, disamping itu banyak tokoh yang memuji beliau seperti DR. Bryan S. Turner, guru besar sosiologi di Universitas of Aberdeen, Scotland, menuliskan “Tulisan-tulisan sosial dan sejarah dari Ibnu Khaldun hanya satu-satunya dari tradisi intelektual yang diterima dan diakui di dunia Barat, terutama ahli-ahli sosiologi dalam bahasa Inggris (yang menulis karya-karyanya dalam bahasa Inggris)”
Suatu ketika ibnu khladun pernah berpesan “Ketahuilah bahwa pendidikan Alquran termasuk syiar agama yang diterima oleh umat Islam di seluruh dunia Islam. Oleh kerena itu pendidikan Alquran dapat meresap ke dalam hati dan memperkuat iman. Dan pengajaran Alquran pun patut diutamakan sebelum mengembangkan ilmu-ilmu yang lain.”
Pesan ini layak untuk cermati bersama.InsyaAllah!
Jul
28th

GONJANG GANJING BOM

Files under | Leave a Comment
Bom...kini menjadi misteri, ada dimana saja bahkan setiap saat akan tiba, kapan saja. bom saat ini mungkin bisa membaca situasi dan kondisi. coba jika kita lihat secara seksama, tinggalkan dulu frame pemikiran kita tentang teroris yang mengkaitkan kalangan Islam Radikal.jika kita cermati secara bersama Bom ada yang hakiki dan ada yang majazi, yang hakiki mungkin bom yang bisa meledak dan memakan korban langsung, kalau bom yang majazi ini yang terkadang kita lupakan, lihat saja keadaan bangsa Indonesia Saat ini, KORUPSI, membiarkan masalah krusial begitu saja, kejadian-kejadian alam yang di buat oleh manusia itu sendiri, dan membiarkan hutang bangsa ini terus bertambah, kemiskinan dan lain-lain apakah itu bom saat ini yang memakan korban secara pelan-pelan.....????.
Jul
28th

Muhammadiyah Tetapkan Ramadan 22 Agustus

Files under , Nasional | 2 Comments

YOGYAKARTA -- Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengumumkan tanggal 1 Ramadhan 1430 akan jatuh hari Sabtu, tanggal 22 Agustus 2009 mendatang.

Menurut Ketua PP Muhammdiyah, Dr H Haedar Nashir MSi, perhitungan ini diambil berdasarkan hasil hisab yang dilakukan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, yang dipimpin ketuanya Prof Dr Syamsul Anwar MA, yang dituangkan dalam surat keputusannya tanggal 11 Juni lalu.

Hasil hisab mendapatkan bahwa ijtimak menjelang Ramadhan 1430 H terjadi pada hari Kamis tanggal 20 Agustus 2009 M pukul 17.02.48 WIB.

Berdasarkan hisap itu juga bisa ditentukan bahwa 1 Syawal 1430 H akan jatuhhari Ahad Legi tanggal 20 September 2009 M, karena Ijtimak menjelang Syawwal 1430 H terjadi pada hari Sabtu tanggal 19 September 2009 M, pukul 01.45.36 WIB.

''Berkenaan dengan datangnya bulan Ramadhan 1430 H tersebut, PP Muhammadiyah mengimbau kepada umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah, hendaknya menyambut kedatangan bulan Ramadhan 1430 H dengan penuh rasa kesyukuran dan kegembiraan,'' kata Haedar Nashir, kemarin, dalam maklumat yang dikeluarkan PP Muhammadiyah

Umat diimbau berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menunaikan ibadah puasa (shaum) Ramadhan dan rangkaian ibadah lainnya yang dituntunkan oleh Rasulullah dengan ikhlas, khusyu', istiqamah dan kesungguhan.

PP Muhammadiyah mengimbau warga agar menjalankan puasa semata-mata untuk meraih ridha dan karunia Allah SWT, sehingga dapat terpantul dalam jiwa, sikap dan tingkah laku sehari-hari yang mencerminkan kepribadian muttaqin yang utuh dan kokoh.

''Jika setiap muslim, baik perorangan maupun kolektif benar-benar berkepribadian muttaqin yang utuh dan kokoh, maka selain akan menjadi benteng ruhani dan moral yang kuat dalam menjalankan kebaikan (amar ma'ruf) serta mencegah keburukan (nahi munkar), pada saat yang sama akan menjadi kekuatan besar dalam ikhtiar membangun karakter bangsa di negeri ini,'' jelas Haedar Nashir.

PP Muhammadiyah juga mengimbau warga Muhammadiyah untuk mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan ibadah dan aktivitas organisasi secara intensif dan sinergis sesuai ketentuan yang telah digariskan oleh agama dan Persyarikatan.

Warga diminta menggairahkan shalat berjamaah dan melakukan pembinaan umat melalui masjid dan majelis taklim, ibadah shalat lail/tarawih, itikaf, tadarrus Alquran, bersilaturrahim dengan kerabat dan tetangga dekat maupun jauh serta sesama komponen bangsa lainnya.

PP Muhammadiyah juga mengimbau semua pihak, lebih-lebih industri hiburan, baik yang hadir melalui media cetak, elektronik, maupun pranata publik lainnya, agar lebih mengedepankan nilai-nilai moral dan kebaikan, serta tidak menjual komoditi pornografi dan pornoaksi yang merusak akhlak dan tatanan bangsa demi meraih keuntungan materi.

''Sikap positif yang demikian diperlukan sebagai bentuk penghormatan terhadap kehadiran bulan suci Ramadhan sekaligus bentuk pertanggungjawaban terhadap masa depan kehidupan di negara yang penduduknya dikenal religius sebagaimana selama ini,'' kata Haedar Nashir. yoe/ahi

Jul
28th

Sertifikasi Halal, LP POM MUI Pertanyakan BLU

Files under , Nasional | Leave a Comment

JAKARTA -- Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Nadratuzzaman Hosen, mempertanyakan keinginan Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang ingin membentuk Badan Layanan Umum (BLU) yang mengeleluarkan sertifikat halal. “Buat apa membentuk BLU yang hanya membuang uang saja, lebih baik uang itu digunakan untuk membantu fakir miskin yang ada di Indonesia,” kata Nadratuzzaman kepada Republika, Selasa (28/7).

Pernyataan Nadratuzzaman tersebut bukanlah tanpa sebab. Pasalnya, Senin (27/7), ketua Komisi VIII DPR RI, Azrul Azwar, mengatakan, untuk menengahi keinginan LPPOM MUI dan Departemen Agama (Depag) yang sama-sama menginginkan mengurus sertifikasi halal, maka akan dibentuk BLU. “Untuk menengahinya, kami berpikir akan membentuk BLU. Ini masih sebuah pemikiran,” kata Azrul.

Seharusnya, menurut Nadratuzzaman, pemerintah mendukung lembaga yang mengurusi sertifikasi halal yang sudah ada, yaitu LPPOM MUI dan bukan mengambil alih peran yang sudah ada. “Apa kekurangan kami, apa salah kami, sehingga pemerintah ingin mengambil sertifikat halal,” papar dia.

Jika pemerintah mengambil alih sertifikat halal, pikir Nadratuzzaman, hal itu hanya mencari keuntungan semata. Karena uang sertifikat itu bisa masuk ke kas negara. “Padahal, untuk mengeluarkan sertifikat itu kan tidak mahal,” ungkap dia.

Nadratuzzaman mengutarakan, LPPOM MUI sudah berdiri sejak 20 tahun silam dan sudah mengeluarkan sertifikat kepada 26 ribu produk halal. Dengan pengalaman puluhan tahun itu, terang Nadratuzzaman, LPPOM MUI dipercaya oleh lembaga sertifikasi halal dari berbagai negara di seluruh dunia, seperti Belanda, Australia , Amerika , Thailand , Fhilipina, Cina, Jerman, Prancis dan lainnya. Para peserta itu ingin mempelajari konsep sertifikat halal yang dikeluarkan LPPOM MUI.

Menurut Nadratuzzaman, pemerintah seharusnya hanya menjadi lembaga pengawas dan penindak jika ditemukan produk yang tidak halal di lapangan. “LPPOM MUI hanya mengeluarkan sertifikat halal, dan pemerintahlah yang bertanggungjawab dalam mengawasi produk-prosuk yang tidak halal,” kata Nadratuzzaman menandaskan.c81/kpo

Jul
28th

Para Dai Perlu Melek Teknologi Modern

Files under , Dunia Islam | Leave a Comment

BOGOR--Para pendakwah (misionaris) Islam Asia diminta untuk memperbaharui metode dakwahnya. "Dunia semakin kompleks, tantangan pun semakin besar, bila tidak mengikuti kemajuan zaman, dakwah yang kita lakukan tidak akan berhasil," ujar koordinator World Islamic Call Society (WICS) untuk Indonesia, Muhyiddin Junaidi, di sela-sela "Konferensi Pendakwah Asia Ketujuh" (The Seventh Conference of Asian Callers) yang berlangsung di Bogor, Selasa (28/7).

Menurutnya, para pendakwah harus mulai melek teknologi agar cara-cara dakwah yang dilakukan tidak ketinggalan zaman. "Kita tidak mungkin terus menerus terperangkap dengan cara dakwah yang primitif terus-menerus," ujarnya. Muhyiddin mengatakan, jaringan internet yang semakin luas dan berkembangnya dunia pertelevisian harus dimamfaatkan dengan baik. "Kita perlu bikin televisi Islam agar dakwah tersampaikan lebih cepat dan efektif," ujarnya.

Muhyiddin juga mengingatkan para pendakwah untuk mengkomunikasikan dakwahnya dengan tepat dan sopan. "Kita harus persuasif dan tidak konfrontatif dalam berdakwah," ungkapnya. Pendakwah hendaknya mampu merepresentasikan Islam sebagai agama yang penuh dengan kedamaian, mengikuti kemajuan zaman, agama yang memulai peradaban dunia serta pembentuk masyarakat yang madani.

Dakwah tak hanya dilakukan di mesjid tapi yang paling penting adalah mengimplementasikannya di dunia nyata melalui kelakuan. Para pendakwah sebaiknya tidak memaksakan bahasanya kepada jama'atnya, tapi hendaknya berbahasa mengikuti para jama'atnya. Selain itu Muhyiddin menganjurkan agar para pendakwah peka dengan permasalahan yang terjadi di masyarakat. "Bukan hanya soal aqidah yang disampaikan tapi juga memaknai berbagai permasalahan yang relevan dengan masyarakat," ujarnya.

Menurutnya terdapat tiga tantangan besar yang dihadapi dunia dakwah Indonesia saat ini. Pertama adalah masalah sekularisme. Menurutnya, paham sekularisme justru akan membuat Islam runtuh. Pemerintahan dan agama tidak bisa dipisahkan sema sekali. selain itu adalah masalah liberalisme. Muhyiddin mengingatkan agar jangan sampai masalah agama diserahkan kepada pasar. "Bila tidak akan terjadi tren beragama dan relativitas kebenaran," ujarnya. Terakhir adalah pluralisme. Agama yang paling benar adalah Islam, sedangkan agama lainnya tidak.

Tantangan yang tidak kalah pentingnya adalah memperkuat perekonomian rakyat. Hal ini penting untuk menyikapi masalah kristenisasi. "Gara-gara urusan perut, orang bisa dengan mudah menggadaikan agamanya," ujar Muhyiddin.

Pertemuan Ketujuh

Begitu besarnya tantangan yang harus dihadapi oleh para pendakwah Asia, membuat mereka merasa perlu untuk meningkatkan intensitas komunikasinya. Konferensi Pendakwah Asia Ketujuh (The Seventh Conference of Asian Callers) adalah salah satu cara mereka untuk berbagi informasi. "Kami berbagi pengalaman dan mencoba memecahkannya bersama-sama," ujar Muhyiddin yang juga menjabat ketua panitia konferensi tersebut. Konferensi World Islamic Call Society (WICS) ini mengundang puluhan pendakwah atau misionaris muslim dari 26 negara di Asia dan Australia.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat menyusun rencana aksi bagi para pendakwah Asia dan Australia hingga lima tahun ke depan. Dari konferensi tersebut diharakan pula agar para pendakwah menemukan solusi paling bijak untuk membawa umat Islam ke luar dari kungkungan materialisme, Individualisme, dan konsumerisme.

Selain mengadakan konferensi, WICS juga membanngun Gaddapi Islamic Centre dengan kapasitas 10.000 majelis. Pusat kegiatan Islam didirikan di Bogor dan diresmikan Ahad (26/7) lalu. Islamic centre ini dilengkapi dengan pemukiman Islam yang dinamakan Bukit Al Zikra. Pemukiman tersebut seluas 60 hektar dan baru 420 unit rumah yang sudah selesai pembangunannya. Rencananya akan terdapat 2.500 unit rumah di lingkungan tersebut. fitria/taq

Jul
28th

Yana Yan’s inspiration 2009-07-28 14:30:00

Files under , Yana yan_info | Leave a Comment
Attention!!!bwt aLL kaDer MCP... suKsesKan Intermediate Training (INTRA) oleh PD Kota Palopo: 3-13 september'09. "Keep hamasah!!!" jGn peRnah Lelah tuk trus menggerus kebenaranInfo lebih lanjut, Hubungi CP berikut:Justini Abdullah(SC) : 085 255 993 324Saputri Mulyanna (SC) : 085 255 384 212Agusalim (Ketum PD PII Kota Palopo) : 085 242 708
Jul
27th

Menikmati liburan seru di Air Terjun


Sabtu kemarin, setelah beberapa bulan agenda ini diwacanakan, akhirnya terwujud juga, yakni jalan-jalan setelah Pekan Fisika. Rencana awal, jalan-jalan ini dimulai jam delapan pagi ngumpul di kampus. Berhubung aku musti ngurusin anak asuh alias adekku yang lagi ada sedikit problem sama teman sekelasnya, jadinya aku harus datang terlambat dan langsung meluncur ke TKP. Jam setengah sebelas baru aku pergi, dan untungnya ada teman juga yang pagi musti ngajar dulu, jadilah kami bergoncengan berdua pergi ke Air Terjun Tanah Merah.

Perjalanan kami berdua sempat terhambat sedikit karena rantai motorku lepas. Alhamdulillah, bapaak-bapak yang ada di belakang kami langsung nolongin betulin rantainya si Ranger Biru ku. Rasanya ucapan “terima kasih” tidak cukup untuk membalas kebaikan bapak itu \(*,*)/

Akibat insiden kecil ini, aku ragu-ragu juga memacu kendaraan terlalu cepat. Jadinya ga berani laju-laju, Cuma di kisaran 40 sampai 50an kilometer per jam saja. Padahal kalau normal bisa 60 sampai 70an. Lokasi air terjunnya di jalan raya Samarinda-Bontang. Kontur tanahnya bergunung-gunung dan berbelok-belok. Seperti jalanan Samarinda-Tenggarong, tapi jalanannya masih alami. Jadilah perjananan kami disuguhi pemandangan sawah-sawah dan pepohonan. Oh iya, itu kali pertama aku ke tanah merah bawa motor sendiri.

Sebenarnya aku tahu lokasinya, ngga jauh kok, mungkin 30 menit sampai. Patokannya pokoknya ada plang di kanan jalan. Sepanjang aku ngga menemukan plang, maka dalam pikiranku, kami belum akan sampai. Tapi, kok aku merasa perjalanan kami semakin jauh, dan situasi semakin sepi. Aku mulai curiga karena kami tidak juga menemukan plang yang dimaksudkan. Aku semakin curiga ketika aku melihat SMP dimana ayahku dulu sempat ngajar, di km 37 Samarinda-Bontang. Dan itu jauh, jaauh sekali dari lokasi air terjun! Aku suruh saja si Jannah turun tanya ibu-ibu di warung.

“Bu, mau nanya. Air terjun dimana bu ya?” Tanya Jannah
“Wah sudah lewat de. Jauh dai sini. Ini sudah perbatasan.”

Kami berdua kaget aja.

“Pokonya dekat pelebaran jalan, ada penggilingan padi disana.”

Wah, pelebaran jalan? Itu kan jauh banget. Akhirnya kami mutar. Dan benar saja. Jauh banget,… Seperti perjalanan pulang balik air terjun-kampus. Da sepanjang jalan kami tertawa aja sambil balap-balapan sama bus Damri Bontang. Takut nyasar lagi, kami jadi sering nanya orang di jalan. Dan yang terakhir, kami mau tanya sama bapak penjual pentolan. Dan belum sempat tanya, ternyata jalan kecil sebelah bapaknya itu ada plang yang tertutup pohon..! Itulah jalan menuju tempatya :wataw:



Alhamdulillah kami sampai, dan langsung makan. Laper euy dari pagi elum makan. Habis tu langsung diajak naik ke atas air terjun, aku ya menolaknya. Soalnya sakit perut ntar. Dari teman-teman yang sebelumnya sudah naik, aku dapat cerita kalau di atas mereka lihat orang pacaran. Wah kalau aku jadi mereka aku bakal gangguin sampai mereka risih sendiri…!! Enak saja berbuat tidak baik di tempat umum….!!!

Habis itu, aktivitasku banyak ku habiskan untuk bermain ayunan. Selain memang pengen, juga karena di ayunan itu ada orang pacaran berduaan. Kontan usilku kumat. Gangguin aja biar mereka tahu diri…!! Dan benar saja, ngga lama mereka pulang, bagus bagus. Di tempat lain juga ada orang bermesraan,…!! Aku lanjutkan saja,.. dekati mereka, buat mereka risih bermesraan,… haha ampuh lagi ;)

Serunya liburan kali ini. Meskipun ga ikut hiking ke atas air terjun, aku senang saja melihat tingkah polah teman-temanku yang seperti kemabli ke masa TK,. Main ayunan, kuda-kudaan. Alhamdulillah, meskipun sebentar, banyak kesan yang aku dapatkan.



Jul
27th

Antara Belajar Masak dan Kehalalan Makanan


Banyak yang mengatakan bahwa perempuan itu musti bisa masak. Tidak harus sih, tapi memang suatu keniscayaan tersendiri bahwa perempuan itu memang dituntut bisa memasak. Mengapa memasak? Padahal banyak pekerjaan rumah lainnya yang harus dikuasai perempuan, tetapi untuk sebagian orang, memasak menjadi suatu prioritas. Soalnya memasak itu hubungannya dengan perut dan lidah. Perut yang merupakan representasi dari kebutuhan primer dan lidah yang berhubungan dengan selera. Kalau keduanya bisa terpenuhi tanpa terlambat, maka akan menumbuhkan semangat dan good feeling setiap hari :)

Saya juga sebenarnya bukan orang yang ahli memasak, tapi masih mencoba untuk menjadi chef pemula. Memasak itu asyik dan mengasyikkan kok. Apalagi kalau berhasil mempraktekkan resep orang atau bahkan mampu menciptakan resep masakan sendiri. Nikmatnya berlipat lho, meskipun terkadang mungkin hasil akhirnya kurang memuaskan.

Mengapa perempuan harus punya keahlian memasak? Karena dengan memasak kita dapat memenuhi kebutuhan pokok diri sendiri maupun keluarga, yakni makan. Selain itu dengan memasak kita juga bisa mengaplikasikan ayat berikut dalam kehidupan kita sehari-hari.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” [Q.S. At Tahrim:6]

Lho kok bisa? Ya bisa. Dan itu merupakan tugas kita semua kan? Nah dengan pintar memasak, kita bisa mengontrol makanan-makanan yang kita suapkan ke dalam tubuh kita. Tentang kehalalannya, tentang kebaikannya, dan terhindar dari syubhat. Kalau kita tahu ilmunya, baik itu ilmu memasak, ilmu mengenai makanan yang halal dan thoyyib, maka kita Insya Allah telah melindungi diri sendiri dan keluarga dari makanan yang tidak halal untuk dikonsumsi. Ini ada kutipan hadits mengenai makanan yang tidak halal yang dimasukkan ke dalam tubuh kita.

“Setiap daging yang tumbuh dari makanan haram, maka api neraka lebih utama baginya.” [H.R. Tirmidzi dari Ka’ab bin Ajazah r.a.]

Nah, dengan kita paham ilmunya (tidak hanya ditinjau dari ilmu syar’i tentunya, juga harus ilmu masaknya ya) maka kita sudah berusaha melindungi diri dan keluarga dari dahsyatnya api neraka.

Saya pernah menerangkan suatu hal pada teman, mengenai kehalalan makanan. Pandangan teman saya itu, makanan halal ya sebatas tidak mengandung babi. Dan ketika kami melewati salah satu restauran china, yang di bannernya menempelkan label halal, atau bahkan restauran Manado juga (dalam upaya wara’ nih) saya jelaskan saja, bahwa halal tidak hanya sebatas ada atau tidaknya kandungan babi dalam menu masakannya. Tapi, bagaimana proses membuatnya, apakah di restauran itu punya menu sajian haramnya juga atau tidak, kan panci dan peralatan masak lainnya mungkin saja bercampur. Kemudian, apakah daging lainnya di sembelih mereka sendiri atau oleh pemotongan hewan? Kan yang mulanya berlabel halal jadi syubhat deh, atau malah haram.

Ada juga nih tentang kue. Kalau kita bisa buat sendiri, dan berhati-hati dengan jenis bahan olahan kue, pastinya kita akan meneliti dulu sebelum membuatnya, minimal menyelidiki kehalalan bahan-bahan tersebut dengan melihat kode halal dari MUI yang ada pada kemasannya. Atau kalau mau lebih protect lagi, boleh juga mengecek kehalalannya dari daftar makanan dan minuman yang telah di sertifikasi MUI, bisa dicari lewat internet kok ;) Ya ini adalah upaya kita tentunya untuk melindungi dari api neraka bukan? :)

Pernah icip-icip puding di rumah makan, (ya karena dasarnya saya suka puding) tapi baru ngeh kalau rasanya agak beda. Dan juga ada kue yang di jual tapi pembuatnya ngga terlalu mempersoalkan kehalalannya. Waduh gawat kan kalau kita tidak perhatikan itu. Ya dari situlah kemudian saya giat untuk belajar masak, supaya bisa menjamin kehalalan dari makanan yang saya buat, minimal sebisa yang saya perbuat :)

“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” [Q.S. An Nahl:114]

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah[394], daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya[395], dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah[396], (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini[397] orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa[398] karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Q.S. Al Maidah:3]


---------------------------------------------------

394]. Ialah: darah yang keluar dari tubuh, sebagaimana tersebut dalam surat Al An-aam ayat 145

[395]. Maksudnya ialah: binatang yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas adalah halal kalau sempat disembelih sebelum mati.

[396]. Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. Orang Arab Jahiliyah menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu. Setelah ditulis masing-masing yaitu dengan: lakukanlah, jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. Bila mereka hendak melakukan sesuatu maka mereka meminta supaya juru kunci Ka'bah mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. Kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, maka undian diulang sekali lagi.

[397]. Yang dimaksud dengan hari ialah: masa, yaitu: masa haji wada', haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi Muhammad s.a.w.

[398]. Maksudnya: dibolehkan memakan makanan yang diharamkan oleh ayat ini jika terpaksa.



Jul
27th

Puding Capuccino Yummy




Asssalamualaikum,.... chef nissa beraksi lagi,....
kali ini buat puding cappuccino.... aseli kreasi sendiri,..
ceritanya waktu itu lagi ngga ada kerjaan di rumah,.. ternyata di rumah ada agar-agar satu bungkus and serenteng coffemix,.. jadi dah inspirasi berjalan untuk buat nih puding,...
enak lho,... cocok buat yang suka bergadang malam :)
nih ekspresi ade waktu nyicipin,... matapsss,.... :D



1 bks agar-agar plain (mereknya swallow)
80 gr/2 sachet susu kental manis putih (mereknya frisian flag)
3 sachet coffemix (mereknya indocafe)
10 sdm gula pasir (mereknya sembarang) :D
½ sdm perasa makanan rasa mocca
¼ sdt garam
1 butir kuning telur
4 gelas air
Bahan-bahan:



Saus:

1 sachet susu kental manis putih (mereknya frisian flag)
1 ½ sdm tepung maizena
1 butir kuning telur
1 gelas air
¼ sdt garam
3 sdm gula pasir

Cara membuat:

Agar-agar:

Campurkan semua bahan dalam panci. Di aduk-aduk hingga semuanya tercampur rata. Setelah rata, nyalakan api dan didihkan adonan di atas api sedang sambil di aduk-aduk. Jika sudah mendidih, angkat lalu dinginkan. Setelah itu, masukkan ke dalam cetakan dan biarkan hingga mengeras.

Saus:

Campurkan susu, tepung maizena, gula, air dan garam dalam panci. Di aduk-aduk pada api yang sedang. Ambil satu sendok sayur adonan saus, ratakan dengan kuning telur, dan masukkan ke dalam adonan saus. Jika sudah mendidihm angkat lalu dinginkan. Sajikan di atas agar-agar.



Jul
26th

sadang diandiang.

Files under | Leave a Comment
awak sadang di andiang!
itu se nyo yo....
Jul
26th

My Trip, Traveling, dan Pengalaman Liburan Seruku


Aku suka travelling. Bukan sekedar jalan-jalan saja sih, jadinya pada saat aku pergi ke suatu tempat, sebenarnya bukan sedang liburan. Tapi ya sekalian lah,…. Hmmm,.. perjalanan travelling ku sudah menjelajahi beberapa kota nih, baik itu di Kalimantan Timur sendiri atau keliling Indonesia. Kebanyakan, perjalananku itu membawa misi kenegaraan (hehehe,…) tugas organisasi. Jadi ya ke tempat wisatanya ya masuk dalam agenda kegiatan, kalau ngga ada di agenda kegiatan ya cukup numpang foto aja di tempat itu he he he,…..

Pertama kali aku keluar kota itu waktu kecil, biasalah tradisi mudik alias pulang kampung. Waktu itu perjalanannya ke Surabaya ke tempat mbah dan asal muasalnya ayah, dan dilanjutkan ke Tegal, Peklongan, Brebes ke asal muasalnya ibu. Waktu itu masih kecil banget, jadi ngga ada kenangan yang masih menempel (kecuali waktu mandi di kali). Terus ke Surabaya lagi berdua dengan ayah waktu naik kelas dua SMP. Perjalanannya lumayan jauh soalnya naik kapal dari Banjarmasin, jadinya sempat menginjakkan kaki di Kalsel juga. Pengalaman ini sangat berharga sekali buat perjalanan travelingku selamjutnya lho,. Disimak sampai habis ya :p

Selanjutnya, aku pernah pergi ke Ambon, Maluku, untuk menghadiri Muktamar Nasional PII ke 25. Waktu itu mau naik kelas 3 SMA, kalau engga salah berangkatnya tanggal 28 Juni 2006. Waktu itu, masih hijau banget soal organisasi, jadinya belum terlalu memahami makna dan arti muktamar itu apa. Pada kegiatannya sendiri sih, aku kebanyakan menjadi penonton dan pengamat saja 8-) sesuai dengan statusku waktu itu jadi “peninjau” forever,. He he he…..

Oke aku ceritakan perjalanannya. Sebenarnya, aku baru bilang mau pergi itu dua hari sebelum kami benar-benar pergi. Jadi dadakan gitu, untung aja dibolehkan dan ngga ada hambatan, meskipun ortu sempat kaget juga,. Akhirnya kami pergi, tapi ke Makassar dulu transit di sana. Kami pergi naik kapal ke Makassar dan terombang-ambing di lautan sehari semalam. Sampai di Makassar, tinggalnya di kostan dekat Unhas, jadi tempat wisata tujuan kami ya Unhas itu :) hebat juga lho kami, sudah beberapa kali diajak berkeliling Universitas itu. Trus, kami pergi juga ke Ambon, kali ini naik pesawat. Alhamdulillah sampai dengan selamat disana. Satu minggu jalanin tugas kenegaraan, sampai juga di agenda jalan-jalan. Kami pergi ke pantai sana. Oh iya, yang berkesan itu makanannya. Makanannya lumayan asing dengan lidahku. Ada sagu, papeda, bener-bener lain dah pokoknya makanannya. Mungkin belum terbiasa kali ya, jadinya rada rewel juga ini lidah. Yang paling berkesan ya papeda. Bener-bener ngga terlupakan dah,.. :D

Pulang dari sana, mampir ke Makassar lagi. Nah baru ini bisa jalan-jalan. Ke Mall Ratu Indah, trus nikmati wisata kuliner disana juga. Yang berkesan itu ya makan sop konro, meskipun di Samarinda juga banyak yang jual, tapi kan keren juga bisa makan dari daerah asalnya sana. Tapi kok aneh ya, disana malah cari cotto makassar ga nemu :)

Perjalanan selanjutnya yang berkesan itu waktu ke Kabupaten Paser di Kaltim juga. Pertama kalinya ke sana, dan ngga pernah sama sekali menginjakkan kaki dan mendengar kabar apapun tentang daerah itu. Perginya pas awal bulan puasa 2006 juga. Bahkan, perginya cuma bertiga dan perempuan semua. Pergi dari Samarinda jam setengah empat, sampainya jam setengah dua malam. Sudah gitu sampai di lokasi acara malah buat kegaduhan sampai didatangin orang sekampung bawa parang ;) Waduh kacau dah waktu itu.

Rencananya, ke sana mau ikut Intermediate Training. Tapi ngga jadi karena kami kekurangan peserta. Akhirnya pulang deh beberapa hari berikutnya, soalnya dengar kabar ada kegiatan serupa di Kalsel, jadi cari info dari rumah (padahal sebenarnya alasan pulang itu karena masih takut dicariin warga :D).

Dan akhirnya kami jadi pergi ke Kalsel, minggu kedua puasa. Kejadiannya sama seperti sebelumnya, belum tahu lokasi dan hanya punya petunjuk dari telepon sama teman-teman disana. Dan pengalamanku naik bis ke Banjarmasin dulu lah yang jadi andalanku, soalnya kedua temanku belum pernah naik bus sama sekali.jadilah aku penuntun jalan lagi. Sesampainya di Banjarmasin, ternyata lokasi kegiatan bukan disitu, tapi di Marabahan, jauh lagi dai Banjarmasin. Dan kami pergi siang-siang pas puasa. Waktu itu digonceng sama mbak instrukturnya disana. Perjalanannya, mungkin seperti Samarinda-Tenggarong, tapi jalanannya lurus aja, ngga berliku-liku seperti di Tenggarong. Sepanjang mata memandang, banyak banget hutan gambut yang terbakar, sungguh memilukan :(. Kejadian yang diingat waktu training, pernah ada kabut asap yang tebal banget, padahal aku kan punya asma, jadinya terima materi pas training di salam kelas pakai slayer.

Disana, ngga sempat kemana-mana. Selesai acara, balik ke banjarmasin, langsung pesan tiket pulang. Kangen rumah euy, maklum ngga pernah ninggalin rumah selama itu waktu puasa. Dan benar saja, kami pulang lima hari sebelum lebaran. Jadi beli oleh-olehnya makana di bus aja, beli dodol kandangan yang banyak.

Habis itu kemana lagi ya…? Oh iya, pas tahun 2008, bulan Juli. Kami pergi ke Pontianak, menghadiri Muknas PII ke 26. Meskipun di peta itu Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur satu pulau, tapi ngga ada akses darat dari Samarinda ke Pontianak. Walhasil, kami pergi ke Surabaya dulu buat meneruskan perjalanan ke Kalbar. Perjalanan naik kapal, dua hari semalam. Sampai di sana sore. Langsung di drop ke sekretariat PII Jatim. Malamnya kami sempat jalan kaki lihat-lihat kota Surabaya. Sampai arut malam, kami sama sekali ngga bisa tidur. Oh iya, belum aku ceritakan, kalau kami besok subuhnya bareng sama teman-teman dari Jatim dan Jogja pergi lagi naik kapal menuju ke Pontianak. Tengah malam, rombongan dari jogja datang. Dan subuhnya, kami carter angkot menuju ke pelabuhan lagi.

Sesampainya disana, kekecewaan yang kami dapat. Kapal kami di delay. Katanya sih, siang baru berangkat, ternyata delay lagi, delay lagi sampai akhirnya malamnya baru berangkat. Jadi, aktivitasku seharina ngga jelas itu di pelabuhan, tidur dan melampiaskan rasa lelahku di sana. Eeh siang-siangnya ada dangdutan di sana sebagai hiburan :toe: Rupanya disana ketemu sama teman-teman dari Ambon. Sorenya, sudah bersiap-siap berebutan sama penumpang lainnya cari tempat ter pw di kapal. Ternyata eh ternyata, sudah naik, kapalnya dinyatakan ngga bisa berlayar.. jadilah kami jadi penumpang terlantar lagi di pelabuhan. Kira-kira malam jam sepuluh barulah bisa duduk tenang di atas kapal, itupun dapat tempat yang kurang nyaman, tapi okelah buat beristirahat, cukup save juga kiri-kanan. Yang jadi problem kalau lagi di kapal itu, apalagi kalau goyang-goyang, paslagi shalat, kadang berdiri aja mau jatuh, tapi itulah seninya. Pokoknya total perjalanan kami seminggu berada di atas laut dari Balikpapan ke Pontianak. Sampai-sampai ada teman yang mau shaum senin kamis, dikiranya hari kamis, padahal itu hari jumat :D

Pasca kegiatan muknas, sempat jalan-jalan sih di Pontianak, pergi ke tugu nol derajat trus beli oleh-oleh manisan dan dodol lidah buaya. Pulangnya kami lagi-lagi naik kapal. Tapi kali ini agak rame juga, soalnya bareng sama teman-teman dari Jakarta dan beberapa dari Sumatera. Trus menginjakkan kaki di Jakarta deh beberapa hari. Sampai di Jakarta juga ga sempat kemana-mana, cuma main ke Monas, itupun jalan kaki aja. Oh iya, mampir ke Kwitang sebelum digusur, cari buku-buku bajakan, he he. Dan alhamdulillah, pulang ke Kaltim nya naik pesawat, akhirnya :D

Beberapa bulan selang dari muknas, kembali traveling lagi ke Jakarta. Bedanya, kali ini pergi alone, sendiri. Sudah sendirian, dibawain bekal buku satu koper lagi, beneran buku semua tugh yang dibawa, baju malah sedikit. Meskipun sebelumnya sudah pernah kesana, tapi kan kondisinya beda. Sendiri dan cuma dituntun arah pakai hape. Waktu itu ada kegiatan Advance Training, training ketiga setelah Intra. Jadi dah, sewaktu sampai di bandara dituntun suruh naik Damri, padahal bingung tuh yang mana Damri, untung aja ada di sana (ya iyalah wong mangkalnya emang disana) disuruh turun di Gambir, trus ntar dijemput di sana. Ya udah deh, padahal wajah sang penjemput juga ngga tahu, mengandalkan feeling aja,. Alhamdulillah ketemu, katanya udah keliatan banget kalo mau ikut advan ciri-cirinya kelihatan dari jauh,. :)

Waktu itu lagi puasa, dan ternyata, puasaku hari itubertambah satu jam lho,… Sahurnya ngikut waktu Samarinda, bukanya ngikut waktu Jakarta. Begitu buka puasa langsung deh digiring ke Karawang, soalnya lokasi training disana dan ternayta jam sepuluh baru sampai, padahal belum nemu nasi tuh. Jadi dah malam-malam cari makanan di depan Islamic Centernya sana. Selam adi karawang juga ga sempat kemana-mana, cuma sempat ke mall nya sebentar, itupun ngikut teman yang cari ATM. Ternyata pulangnya ada insiden, ketemu preman yang lagi malak orang di dalam bis, dan orang yang di palak itu tepat di belakang kursiku. Duh jantungan dah, serasa mau teriak aja ngalaminnya.

Selesai training, kembali ke Jakarta. Dan perjalanan baru akhirnya ditempuh lagi. Gara-gara diajakin sama teman yang dari Jatim sama Jateng buat pulang kampung sebentar, yaah tergoda juga. Setelah telpon orang rumah, akhirnya direstui buat pulang ke rumah pak dhe di Surabaya. Jadilah besoknya kami ke Senen beli tiket ke Surabaya. Habis dari senen, mampir ke Monas lagi, tapi kali ini masuk and naik ke atas. Sempat foto-foto juga disana ;). Padahal jam satu kereta kami berangkat. Kami naik kereta kelas ekonomi, Cuma 36 ribu sampai ke Surabaya, wah aku heran. Tapi pang, berdesak-desakan, banyak orang jualan dan pengamen full nonstop. Keren dah pokoknya, journey tak terlupakan :D

Hmmm,…. Sebenarnya banyak tempat lagi yang ingin aku kunjungi. Yang pengen banget itu pergi ke Sumatera, Sumatera mana aja lah, pokoknya keren aja kalau bisa menginjakkan kaki ke Sumatera. Aku juga pengen naik motor melewati jembatan Suramadu,.. Hmmmm kapan ya,…?,,. Semoga kesampaian deh ;)


Jul
25th

Dukung Boikot TV, Ahad 26 Juli 2009

Files under | 1 Comment
Koalisi Nasional Hari tanpa Televisi akan melaksanakan gerakannya pada Ahad, 26 Juli, mendatang. Koalisi mengimbau seluruh orang tua untuk mendukung pelaksanaan 'Hari tanpa Televisi' ini. Gerakan tersebut sebagai wujud keprihatinan masyarakat dalam menyikapi tayangan televisi yang semakin tidak sehat dan upaya mengurangi ketergantungan anak pada televisi.

 

''Sekaligus memperkenalkan aturan menonton televisi kepada anak. Makna lainnya adalah memperkenalkan bahwa tanpa televisi pun hidup bisa berjalan dengan baik kepada orang tua dan anak,'' kata Nina Armando, pembina Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA), yang ikut menggagas Hari tanpa TV saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (22/7).

 

Nina menjelaskan, gerakan ini mengajak seluruh lapisan masyarakat, terutama keluarga yang memiliki anak usia prasekolah dan sekolah dasar (SD) untuk tidak menonton TV selama sehari penuh. Pada hari yang bertepatan dengan libur akhir pekan dan suasana Hari Anak Nasional itu, anak-anak melalui a...