Nov
29th

Kebangkitan Anak Nagari 2

Files under | Leave a Comment
Setelah sukses dengan kebangkitan anak nagari 1 di kecamatan Nan Sabaris tanggal 15 November yang lalu, komite peduli pelajar-pelajar islam indonesia kemabali mengadakan kebangkitan anak nagari 2 pada tanggal 22 november 2009, kali ini diadakan di kecamatan sungai limau padang pariaman, tepanta di SMA 2 kecamatan Sungai limau.
KAN2 kali ini diikuti oleh 5 sekolah, yaitu SMA1, SMA2,MAN 2,SMP1 dan SMP 3 kecamatan sungai limau.
Kebangkitan anak nagari kali ini dibuka secara langsung oleh pihak SMA 2 yang diwakili oleh wakil kepala karena pada saat yang bersamaan Kepala SMA 2 sedang mengikuti rapat pembangunan sekolah lanjut.
dalam sambutannya pihak SMA 2 menagtakan bahwa akan memfasilitasi semua kegiatan yang bersifat pengembangan terhadap kapasitas pelajar, berkaitan dengan itu semua alumni KAN 2 uga akan tergabung dalam komunitas "pelajar pemimpin dan berprestasi" yang merupakan komunitas yang dibentuk oleh Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Sumatera Barat guna mengembangkan kapasitas diri pelajar.
Kebangkitan kali ini juga menghadirkan Kanda efrizal S.Sos dari Cendekia Institute yang juga merupakan eks.Pengurus Besar Pelajar islam Indonsia (PB PII), sehingga dengan kehadiran beliau team KPP-PII juga dapat menambah wawasan dalam pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia khususnya pelajar.
Nov
28th

SESUDAH DIPOTONG MAKIN BERCABANG | sebuah inspirasi perjuangan

Bismillahirrahmanirrahiim, Secarik kertas bertuliskan “Sesudah dipotong makin bercabang” menjadi buah goresan pena yang seringkali diselipkan dari balik dinding tahanan semasa Buya M Natsir menjalani Karantina Politik di Batu Malang pada tahun 1963. “Sesudah dipotong makin bercabang” boleh jadi adalah kalimat sederhana namun hakikatnya mengandung spirit yang luarbiasa. Saya pernah membaca Biografi KH Misbach, secara tidak langsung terungkap [...]
Nov
27th

Memasung Mahasiswa

Alhamdulillah... Akhirnya amanah ini berakhir lebih cepat dari yang saya rencanakan.... Mohon maaf buat semua kader KAMMI di seluruh Indonesia... Dan terimakasih sebesarnya atas semua bantuan, dukungan, dan doanya... Semoga tetap konsisten berada di garis independesi, netralitas dan keterbukaan pemikiran.. Tetaplah di garis melawan rezim Neoliberal serta capres/wapres neoliberal....
Status Fesbuk Rahman Toha, Ketua KAMMI pusat 2008-2009.

***

rolog saya mulai dengan pernyataan bahwa saya memang gak besar di pergerakan mahasiswa kampus. Tapi sebagai aktifis pergerakan berbasis pelajar, ya tetap saja bergesekan, berhimpun, dan bergerak bersama aktifis pergarakan mahasiswa di kampus tempoe doeloe.

Karena mendengar kabar rekan-rekan KAMMI dikudeta oleh oknum, segera saja saya add ketua KAMMI pusat kelahiran limabelas Januari tigapuluh tahun silam itu. Adalah Syarifudin Syarif yang telah dengan tegas dan lugas menulis note tentang kudeta tak berdarah KAMMI tujuhbelas Juni yang lalu.

Buat apa saya menulis ini? Ini saya tulis kembali karena ini adalah bagian sejarah pergerakan mahasiswa dan sejatinya menjadi bahan pertimbangan: sesuatu yang tidak haq akan terkuak. Apalagi melihat politisi islam begitu takut bersikap dan dualisme menyikapi kisruh penegakan hukum baru-baru ini.

Mungkin publik Indonesia tidak tahu, KAMMI telah “diplekoto” partai berbasis islam. Plekoto dari bahasa Jawa yang berarti dianiaya habis-habisan, diperas kemampuannya habis-habisan, ditelikung dari belakang, ditelanjangi terang-terangan di depan publik, dizolimi dengan “kekerasan” paling vulgar.

Independensi KAMMI yang selama ini coba dibangun sejak organisasi mahasiswa itu berdiri sebelas tahun silam, telah ternoda. Parahnya, penghancuran itu tidak dilakukan oleh pihak luar tapi “orangtua” KAMMI sendiri. Lebih parah lagi, itu dilakukan menjelang pemilihan umum (pemilu) presiden. Apalagi alasannya kalau bukan karena terkait dukung mendukung salah satu calon presiden dan wakil presiden.

Di banyak media massa, partai tengah berbasis islam ini merupakan pendukung pasangan calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan calon wakil presiden Boediono. Sedangkan KAMMI berupaya tetap bersikap independen sesuai dengan fatsun gerakan KAMMI yang memang independen. Namun, KAMMI “dipaksa” mendukung pasangan SBY-Boediono. Tentu saja KAMMI menolak tegas “paksaan” itu.

Siapa pun pemimpinnya, KAMMI tetap menegaskan sikap anti neoliberalnya. Pada beberapa calon presiden dan wakil presiden selain SBY-Boediono, Rahman Toha memang pernah bertemu dan mendiskusikan tentang apa visi dan misi kepemimpinan para kompetitor pilpres jika terpilih. Namun, beberapa forum diskusi publik, itu dijadikan manuver untuk mendapatkan kepentingan pribadi. Seperti untuk mendapatkan dana atau lainnya.

Padahal, Rahman Toha memiliki agenda untuk mengkonfirmasi visi kepemimpinan semua calon presiden, termasuk SBY-Boediono juga. Sayangnya, agenda pertemuan dengan SBY-Boediono pada pekan berikutnya tidak terwujud karena kader-kader KAMMI kaki tangan partai atas nama dakwah itu telah “mengkudeta” Rahman Toha dan pengurus pusat yang sah.

Indikasinya, partai tersebut hendak membawa KAMMI mendukung salah satu calon presiden dan wakil presiden. Dan itu jelas ditolak mentah-mentah oleh Rahman Toha. Independensi KAMMI dan perjuangan melawan kekuatan neolib adalah harga mati yang bisa ditawar-tawar lagi.

Nah, Rapimnas (Rapat Pimpinan Nasional) yang merupakan agenda KAMMI Pusat di Bekasi Selasa (16/6) ternyata “ditelikung” oleh oknum petinggi KAMMI Pusat yang menjadi “kaki tangan” partai yang katanya partai kita semua. Dari sekitar 45 KAMMI Daerah (kamda), lebih dari 30 kamda “dibujuk” untuk tidak hadir dalam Rapimnas di Bekasi.

Akhirnya sekitar 20-an pengurus pusat KAMMI ditambah puluhan panitia penyelenggara Rapimnas, duduk lemas lunglai melihat bahwa hampir 70% pengurus kamda “berpindah” tempat Rapimnas ke sebuah tempat yang “dirahasiakan” di Jakarta.

Menurut Syarifudin, mereka yang datang ke Rapimnas KAMMI di Bekasi adalah pejuang sejati independensi KAMMI dan anti neoliberal, dan cara itu benar-benar cara yang paling kasar untuk menelikung kepemimpinan KAMMI Pusat yang sah secara konstitusional dan legal di mata hukum negara.

Padahal melalui Rapimnas menjadi ruang tepat Ketua Umum KAMMI Pusat, Rahman Toha untuk menjelaskan apa yang sebenarnya sedang terjadi pada kader-kader di bawah. Namun kenyataan pahit justru didapat, “kudeta” itu terlalu cepat untuk dapat dihindari lagi.

Karena “korban terfitnah” tidak mendapatkan ruang memberi penjelasan, maka yang terjadi adalah kasak kusuk internal organisasi yang itu kemudian meluas menjadi bola panas dan mendapat “restu orangtua” yang sudah kecewa karena KAMMI memilih bersikap independen dan anti neoliberal.

Beberapa fakta yang ada ialah beberapa orang petinggi KAMMI kecewa dengan Rahman Toha, tapi kekecewaan itu tak terkomunikasikan dengan baik sehingga terjadi konspirasi tidak sehat untuk menjatuhkan kepemimpinan Rahman Toha.

Akhirnya, surat kudeta pemecatan terhadap Rahman Toha itu keluar sebelum Muktamar Luar Biasa digelar. Inilah pelanggaran besar dalam “kudeta” tersebut. Seharusnya pemecatan itu terjadi dalam Muktamar Luar Biasa agar proses tabayun berjalan dengan adil. Rahman Toha dan pengurus pusat dipecat.

Mereka - para orangtua dan kader oportunis - telah menodai ajaran-ajaran baik yang selalu didengung-dengungkan: tentang tabayun, jangan ghibah, dan jangan memfitnah. Jikapun kepemimpinan seseorang dijatuhkan, seharusnya, jika memiliki etika berpolitik dan berorganisasi yang santun, tidak melalui cara yang amat sangat menodai independensi KAMMI sebagai sebuah organisasi mahasiswa yang telah dibesarkan dengan keringat dan air mata.

Epilog tulisan lama ini saya akhiri dengan kata-kata pamungkas teman saya itu, "Kemunafikan banyak kader KAMMI sekarang terungkap dengan jelas saat ini. Siapa yang independen dan siapa yang memang menjadi penjilat sebuah institusi partai politik, telah dinampakkan dengan jelas." Na'uzubillah.
Nov
26th

Peringatan Muhammadiyah Satu Abad

Files under , Nasional | Leave a Comment

Bismillahirrahmanirrahim

Bahwa keberhasilan perjuangan Muhammadiyah yang berjalan hampir satu abad pada hakikatnya merupakan rahmat dan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala yang patut disyukuri oleh seluruh warga Persyarikatan. Dengan modal keikhlasan dan kerja keras segenap anggota disertai dukungan masyarakat luas Muhammadiyah tidak kenal lelah melaksanakan misi da’wah dan tajdid dalam memajukan kehidupan umat, bangsa, dan dunia kemanusiaan. Gerakan kemajuan tersebut ditunjukkan dalam melakukan pembaruan pemahaman Islam, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, serta berperan dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa di negeri ini.Namun disadari pula masih terdapat sejumlah masalah atau tantangan yang harus dihadapi dan memerlukan langkah-langkah strategis dalam usianya yang cukup tua itu. Perjuangan Muhammadiyah yang diwarnai dinamika pasang-surut itu tidak lain untuk mencapai tujuan terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya serta dalam rangka menyebarkan misi kerisalahan Islam sebagai rahmatan lil-‘alamin di bumi Allah yang terhampar luas ini.

Karena itu dengan senantiasa mengharapkan ridha dan pertolongan Allah SWT Muhammadiyah dalam usia dan kiprahnya jelang satu abad ini menyampaikan pernyataan pikiran (zhawãhir al-afkãr/statement of mind) sebagai berikut:

A. Komitmen Gerakan

1. Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang mengemban misi da’wah dan tajdid, berasas Islam, bersumber pada al-Quran dan as-Sunnah, dan bertujuan mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Muhammadiyah sesuai jatidirinya senantiasa istiqamah untuk menunjukkan komitmen yang tinggi dalam memajukan kehidupan umat, bangsa, dan dunia kemanusiaan sebagai wujud ikhtiar menyebarluaskan Islam yang bercorak rahmatan lil-‘alamin. Misi kerisalahan dan kerahmatan yang diemban Muhammadiyah tersebut secara nyata diwujudkan melalui berbagai kiprahnya dalam pengembangan amal usaha, program, dan kegiatan yang sebesar-besarnya membawa pada kemaslahatan hidup di dunia dan akhirat bagi seluruh umat manusia di muka bumi ini.
2. Muhammadiyah dalam usianya jelang satu abad telah banyak mendirikan taman kana-kanak, sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, balai pengobatan, rumah yatim piatu, usaha ekonomi, penerbitan, dan amal usaha lainnya. Muhammadiyah juga membangun masjid, mushalla, melakukan langkah-langkah da’wah dalam berbagai bentuk kegiatan pembinaan umat yang meluas di seluruh pelosok Tanah Air. Muhammadiyah bahkan tak pernah berhenti melakukan peran-peran kebangsaan dan peran-peran kemanusiaannya dalam dinamika nasional dan global. Kiprah Muhammadiyah tersebut menunjukkan bukti nyata kepada masyarakat bahwa misi gerakan Islam yang diembannya bersifat amaliah untuk kemajuan dan pencerahan yang membawa pada kemaslahatan masyarakat yang seluas-luasnya. Peran kesejarahan yang dilakukan Muhammadiyah tersebut berlangsung dalam dinamika yang beragam. Pada masa penjajahan sejak berdirinya tahun 1330 H/1912 M., Muhammadiyah mengalami cengkeraman politik kolonial sebagaimana halnya dialami oleh seluruh masyarakat Indonesia saat itu, tetapi Muhammadiyah tetap berbuat tak kenal lelah untuk kemerdekaan dan kemajuan bangsa. Setelah Indonesia merdeka pada masa awal dan era Orde Lama Muhammadiyah mengalami berbagai situasi sulit akibat konflik politik nasional yang kompleks, namun Muhammadiyah tetap berkiprah dalam da’wah dan kegiatan kemasyarakatan. Pada era Orde Baru di bawah rezim kekuasaan yang melakukan depolitisasi (pengebirian politik), deideologisasi (pengebirian ideologi), dan kebijakan politik yang otoriter, Muhammadiyah juga terus berjuang mengembangkan amal usaha dan aktivitas da’wah Islam. Sedangkan pada masa reformasi, Muhammadiyah memanfaatkan peluang kondisi nasional yang terbuka itu dengan melakukan revitalisasi dan peningkatan kualitas amal usaha serta aktivitas da’wahnya. Melalui kiprahnya dalam sejarah yang panjang itu Muhammadiyah telah diterima oleh masyarakat luas baik di tingkat lokal, nasional, dan internasional sebagai salah satu pilar kekuatan Islam yang memberi sumbangan berharga bagi kemajuan peradaban umat manusia.
3. Kiprah dan langkah Muhammadiyah yang penuh dinamika itu masih dirasakan belum mencapai puncak keberhasilan dalam mencapai tujuan dan cita-citanya, sehingga Muhammadiyah semakin dituntut untuk meneguhkan dan merevitalisasi gerakannya ke seluruh lapangan kehidupan. Karena itu Muhammadiyah akan melaksanakan tajdid (pembaruan) dalam gerakannya sehingga di era kehidupan modern abad ke-21 yang kompleks ini sesuai dengan Keyakinan dan Kepribadiannya dapat tampil sebagai pilar kekuatan gerakan pencerahan peradaban di berbagai lingkungan kehidupan.

B. Pandangan Keagamaan

1. Muhammadiyah dalam melakukan kiprahnya di berbagai bidang kehidupan untuk kemajuan umat, bangsa, dan dunia kemanusiaan dilandasi oleh keyakinan dan pemahaman keagamaan bahwa Islam sebagai ajaran yang membawa misi kebenaran Ilahiah harus didakwahkan sehingga menjadi rahmatan lil-‘alamin di muka bumi ini. Bahwa Islam sebagai Wahyu Allah yang dibawa para Rasul hingga Rasul akhir zaman Muhammad Saw., adalah ajaran yang mengandung hidayah, penyerahan diri, rahmat, kemaslahatan, keselamatan, dan kebahagiaan hidup umat manusia di dunia dan akhirat. Keyakinan dan paham Islam yang fundamental itu diaktualisasikan oleh Muhammadiyah dalam bentuk gerakan Islam yang menjalankan misi dakwah dan tajdid untuk kemaslahatan hidup seluruh umat manusia.
2. Misi da’wah Muhammadiyah yang mendasar itu merupakan perwujudan dari semangat awal Persyarikatan ini sejak didirikannya yang dijiwai oleh pesan Allah dalam Al-Quran Surat Ali-Imran 104, yang artinya: ”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung”. Kewajiban dan panggilan da’wah yang luhur itu menjadi komitmen utama Muhammadiyah sebagai ikhtiar untuk menjadi kekuatan Khaira Ummah sekaligus dalam membangun masyarakat Islam yang ideal seperti itu sebagaimana pesan Allah dalam Al-Quran Surat Ali-Imran ayat 110, yang artinya: ”Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”. Dengan merujuk pada Firman Allah dalam Al-Quran Surat Ali Imran 104 dan 110, Muhammadiyah menyebarluaskan ajaran Islam yang komprehensif dan multiaspek itu melalui da’wah untuk mengajak pada kebaikan (Islam), al-amr bi al-ma’ruf wa al-nahy ‘an al-munkar (mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar), sehingga umat manusia memperoleh keberuntungan lahir dan batin dalam kehidupan ini. Da’wah yang demikian mengandung makna bahwa Islam sebagai ajaran selalu bersifat tranformasional; yakni dakwah yang membawa perubahan yang bersifat kemajuan, kebaikan, kebenaran, keadilan, dan nilai-nilai keutamaan lainnya untuk kemaslahatan serta keselamatan hidup umat manusia tanpa membeda-bedakan ras, suku, golongan, agama, dan lain-lain.
3. Kyai Haji Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah dikenal sebagai pelopor gerakan tajdid (pembaruan). Tajdid yang dilakukan pendiri Muhammadiyah itu bersifat pemurnian (purifikasi) dan perubahan ke arah kemajuan (dinamisasi), yang semuanya berpijak pada pemahaman tentang Islam yang kokoh dan luas. Dengan pandangan Islam yang demikian Kyai Dahlan tidak hanya berhasil melakukan pembinaan yang kokoh dalam akidah, ibadah, dan akhlak kaum muslimin, tetapi sekaligus melakukan pembaruan dalam amaliah mu’amalat dunyawiyah sehingga Islam menjadi agama yang menyebarkan kemajuan. Semangat tajdid Muhammadiyah tersebut didorong antara lain oleh Sabda Nabi Muhammad s.a.w., yang artinya: ”Sesungguhnya Allah mengutus kepada umat manusia pada setiap kurun seratus tahun orang yang memperbarui ajaran agamanya” (Hadits diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abi Hurairah). Karena itu melalui Muhammadiyah telah diletakkan suatu pandangan keagamaan yang tetap kokoh dalam bangunan keimanan yang berlandaskan pada Al-Quran dan As-Sunnah sekaligus mengemban tajdid yang mampu membebaskan manusia dari keterbelakangan menuju kehidupan yang berkemajuan dan berkeadaban.
4. Dalam pandangan Muhammadiyah, bahwa masyarakat Islam yang sebenar-benarnya yang menjadi tujuan gerakan merupakan wujud aktualisasi ajaran Islam dalam struktur kehidupan kolektif manusia yang memiliki corak masyarakat tengahan (ummatan wasatha) yang berkemajuan baik dalam wujud sistem nilai sosial-budaya, sistem sosial, dan lingkungan fisik yang dibangunnya. Masyarakat Islam adalah masyarakat yang memiliki keseimbangan antara kehidupan lahiriah dan batiniah, rasionalitas dan spiritualitas, aqidah dan muamalat, individual dan sosial, duniawi dan ukhrawi, sekaligus menampilkan corak masyarakat yang mengamalkan nilai-nilai keadilan, kejujuran, kesejahteraan, kerjasama, kerjakeras, kedisiplinan, dan keunggulan dalam segala lapangan kehidupan. Dalam menghadapi dinamika kehidupan, masyarakat Islam semacam itu selalu bersedia bekerjasama dan berlomba-lomba dalam serba kebaikan di tengah persaingan pasar-bebas di segala lapangan kehidupan dalam semangat ”berjuang menghadapi tantangan” (al-jihad li al-muwajjahat) lebih dari sekadar ”berjuang melawan musuh” (al-jihad li al-mu’aradhah). Masyarakat Islam yang dicita-citakan Muhammadiyah memiliki kesamaan karakter dengan masyarakat madani, yaitu masyarakat kewargaan (civil-society) yang memiliki keyakinan yang dijiwai nilai-nilai Ilahiah, demokratis, berkeadilan, otonom, berkemajuan, dan berakhlak-mulia (al-akhlaq al-karimah). Masyarakat Islam yang semacam itu berperan sebagai syuhada ‘ala al-nas di tengah berbagai pergumulan hidup masyarakat dunia. Karena itu, masyarakat Islam yang sebenar-benarnya yang bercorak ”madaniyah” tersebut senantiasa menjadi masyarakat yang serba unggul atau utama (khaira ummah) dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Keunggulan kualitas tersebut ditunjukkan oleh kemampuan penguasaan atas nilai-nilai dasar dan kemajuan dalam kebudayaan dan peradaban umat manusia, yaitu nilai-nilai ruhani (spiritualitas), nilai-nilai pengetahuan (ilmu pengetahuan dan teknologi), nilai-nilai materi (ekonomi), nilai-nilai kekuasaan (politik), nilai-nilai keindahan (kesenian), nilai-nilai normatif berperilaku (hukum), dan nilai-nilai kemasyarakatan (budaya) yang lebih berkualitas. Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya bahkan senantiasa memiliki kepedulian tinggi terhadap kelangsungan ekologis (lingkungan hidup) dan kualitas martabat hidup manusia baik laki-laki maupun perempuan dalam relasi-relasi yang menjunjungtinggi kemaslahatan, keadilan, dan serba kebajikan hidup. Masyarakat Islam yang demikian juga senantiasa menjauhkan diri dari perilaku yang membawa pada kerusakan (fasad fi al-ardh), kedhaliman, dan hal-hal lain yang bersifat menghancurkan kehidupan.


C. Pandangan tentang Kehidupan

1. Muhammadiyah memandang bahwa era kehidupan umat manusia saat ini berada dalam suasana penuh paradoks. Kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat luar biasa dibarengi dengan berbagai dampak buruk seperti lingkungan hidup yang tercemar (polusi) dan mengalami eksploitasi besar-besaran yang tak terkendali, berkembangnya nalar-instrumental yang memperlemah naluri-naluri alami manusia, lebih jauh lagi melahirkan sekularisasi kehidupan yang menyebabkan manusia kehilangan keseimbangan-keseimbangan hidup yang bersifat religius. Kemajuan kehidupan modern yang melahirkan antitesis post-modern juga diwarnai oleh kecenderungan yang bersifat serba-bebas (supra-liberal), serba-boleh (anarkhis), dan serba-menapikan nilai (nihilisme), sehingga memberi peluang semakin terbuka bagi kemungkinan anti-agama (agnotisme) dan anti-Tuhan (atheisme) secara sistematis. Demokrasi, kesadaran akan hak asasi manusia, dan emansipasi perempuan juga telah melahirkan corak kehidupan yang lebih egaliter dan berkeadilan secara meluas, tetapi juga membawa implikasi pada kebebasan yang melampau batas dan egoisme yang serba liberal, yang jika tanpa bingkai moral dan spiritual yang kokoh dapat merusak hubungan-hubungan manusia yang harmoni.
2. Dalam memasuki babak baru globalisasi, selain melahirkan pola hubungan positif antarbangsa dan antarnegara yang serba melintasi, pada saat yang sama melahirkan hal-hal negatif dalam kehidupan umat manusia sedunia. Di era global ini masyarakat memiliki kecenderungan penghambaan terhadap egoisme (ta’bid al-nafs), penghambaan terhadap materi (ta’bid al-mawãd), penghambaan terhadap nafsu seksual (ta’bid al-syahawãt), dan penghambaan terhadap kekuasaan (ta’bid al-siyasiyyah) yang menggeser nilai-nilai fitri (otentik) manusia dalam bertauhid (keimanan terhadap Allah SWT) dan hidup dalam kebaikan di dunia dan akhirat. Globalisasi juga telah mendorong ekstrimisme baru berupa lahirnya fanatisma primordial agama, etnik, dan kedaerahan yang bersifat lokal sehingga membangun sekat-sekat baru dalam kehidupan. Perkembangan global pasca perang-dingin (keruntuhan Komunisme) juga ditandai dengan pesatnya pengaruh Neo-liberalisme yang semakin mengokohkan dominasi Kapitalisme yang lebih memihak kekuatan-kekuatan berjuasi sekaligus kian meminggirkan kelompok-kelompok masyarakat yang lemah (dhu’afã) dan tertindas (mustadh’afin), sehingga melahirkan ketidak-adilan global yang baru. Namun globalisasi dan alam kehidupan modern yang serba maju saat ini juga dapat dimanfaatkan oleh gerakan-gerakan Islam seperti Muhammadiyah untuk memperluas solidaritas umat manusia sejagad baik sesama umat Islam (ukhuwah islamiyyah) maupun dengan kelompok lain (‘alãqah insãniyyah), yang lebih manusiawi dan berkeadaban tinggi.
3. Karena itu Muhammadiyah mengajak seluruh kekuatan masyarakat, bangsa, dan dunia untuk semakin berperan aktif dalam melakukan ikhtiar-ikhtiar pencerahan di berbagai lapangan dan lini kehidupan sehingga kebudayaan umat manusia di alaf baru ini menuju pada peradaban yang berkemajuan sekaligus bermoral tinggi.


D. Tanggungjawab Kebangsaan dan Kemanusiaan

1. Muhammadiyah memandang bahwa bangsa Indonesia saat ini tengah berada dalam suasana transisi yang penuh pertaruhan. Bahwa keberhasilan atau kegagalan dalam menyelesaikan krisis multiwajah akan menentukan nasib perjalanan bangsa ke depan. Masalah korupsi, kerusakan moral dan spiritual, pragmatisme perilaku politik, kemiskinan, pengangguran, konflik sosial, separatisme, kerusakan lingkungan, dan masalah-masalah nasional lainnya jika tidak mampu diselesaikan secara sungguh-sungguh, sistematik, dan fundamental akan semakin memperparah krisis nasional. Wabah masalah tersebut menjadi beban nasional yang semakin berat dengan timbulnya berbagai musibah dan bencana nasional seperti terjadi di Aceh, Nias, dan daerah-daerah lain yang memperlemah dayatahan bangsa. Krisis dan masalah tersebut bahkan akan semakin membebani tubuh bangsa ini jika dipertautkan dengan kondisi sumberdaya manusia, ekonomi, pendidikan, dan infrastruktur nasional maupun lokal yang jauh tertinggal dari kemajuan yang dicapai bangsa lain.
2. Bangsa Indonesia juga tengah berada dalam pertaruhan ketika berhadapan dengan perkembangan dunia yang berada dalam cengkeraman globalisasi, politik global, dan berbagai tarik-menarik kepentingan internasional yang diwarnai hegemoni dan ketidakadilan di berbagai bidang kehidupan. Indonesia bahkan menjadi lahan paling subur dan tempat pembuangan limbah sangat mudah dari globalisasi dan pasar bebas yang berwatak neo-liberal. Jika tidak memiliki daya adaptasi, filter, dan integritas kepribadian yang kookoh maka bangsa ini juga akan terombang-ambing dalam hegemoni dan liberalisasi politik global yang penuh konflik dan kepentingan. Pada saat yang sama bangsa ini juga tengah berhadapan dengan relasi-relasi baru yang dibawa oleh multikulturalisme yang memerlukan orientasi kebudayaan dan tatanan sosial baru yang kokoh.
3. Dalam menghadapi masalah dan tantangan internal maupun eksternal itu bangsa Indonesia memerlukan mobilisasi seluruh potensi dan kemampuan baik berupa sumberdaya manusia, sumberdaya alam, modal sosial-kultural, dan berbagai dayadukung nasional yang kuat dan dikelola dengan sebaik-baiknya. Dalam kondisi yang sangat penuh pertaruhan dan sarat tantangan tersebut maka sangat diperlukan kepemimpinan yang handal dan visioner baik yang didukung kemampuan masyarakat yang mandiri baik di ingkat nasional maupun lokal agar berbagai masalah, tantangn, dan potensi bangsa ini mampu dihadapi serta dikelola dengan sebaik-baiknya.
4. Bangsa Indonesia yang mayoritas muslim juga tidak lepas dari perkembangan yang dihadapi saudara-saudaranya di dunia Islam. Mayoritas dunia Islam selain dililit oleh masalah-masalah nasional masing-masing, pada saat yang sama berada dalam dominasi dan hegemoni politik Barat yang banyak merugikan kepentingan-kepentingan dunia Islam. Sementara antar dunia Islam sendiri selain tidak terdapat persatuan yang kokoh, juga masih diwarnai oleh persaingan dan konflik yang sulit dipertemukan, sehingga semakin memperlemah posisi umat Islam dalam percaturan internasional. Kendati begitu, masih terdapat secercah harapan ketika Islam mulai berkembang di neger-negeri Barat dan terjadi perkembangan alam pikiran baru yang membawa misi perdamaian, kemajuan, dan menjadikan Islam sebagai rahmat bagi alam semesta.


E. Agenda dan Langkah Ke Depan

1. Dalam menghadapi masalah bangsa, umat Islam, dan umat manusia sedunia yang bersifat kompleks dan krusial sebagaimana digambarkan itu Muhammadiyah sebagai salah satu kekuatan nasional akan terus memainkan peranan sosial-keagamaannya sebagaimana selama ini dilakukan dalam perjalanan sejarahnya. Usia jelang satu abad telah menempa kematangan Muhammadiyah untuk tidak kenal lelah dalam berkiprah menjalankan misi da’wah dan tajdid untuk kemajuan umat, bangsa, dan dunia kemanusiaan. Jika selama ini Muhammadiyah telah menorehkan kepeloporan dalam pemurnian dan pembaruan pemikrian Islam, pengembangan pendidikan Islam, pelayanan kesehatan dan kesejahteraan, serta dalam pembinaan kecerdasan dan kemajuan masyarakat; maka pada usianya jelang satu abad ini Muhammadiyah selain melakukan revitalisasi gerakannya juga berikhtiar untuk menjalankan peran-peran baru yang dipandang lebih baik dan lebih bermasalahat bagi kemajuan peradaban.
2. Peran-peran baru sebagai wujud aktualisasi gerakan da’wah dan tajdid yang dapat dikembangkan Muhammadiyah antara lain dalam menjalankan peran politik kebangsaan guna mewujudkan reformasi nasional dan mengawal perjalanan bangsa tanpa terjebak pada politik-praktik (politik kepartaian) yang bersifat jangka pendek dan sarat konflik kepentingan. Dengan bingkai Khittah Ujung Pandang tahun 1971 dan Khittah Denpasar tahun 2002, Muhammadiyah secara proaktif menjalankan peran dalam pemberanrasan korupsi, penegakan supremasi hukum, memasyarakatkan etika berpolitik, pengembangan sumberdaya manusia, penyelamatan lingkungan hidup dan sumberdaya alam, memperkokoh integrasi nasional, membangun karakter dan moral bangsa, serta peran-peran kebangsaan lainnya yang bersifat pencerahan. Muhammadiyah juga akan terus menjalankan peran dan langkah-langkah sistematik dalam mengembangkan kehidupan masyarakat madani (civil society) melalui aksi-aksi da’wah kultural yang mengrah pada pembentukan masyarakat Indonesia yang demokratis, otonom, berkeadilan, dan berakhlak mulia.
3. Dalam pergaulan internasional dan dunia Islam, Muhammadiyah juga terpanggil untuk menjalankan peran global dalam membangun tatanan dunia yang lebih damai, adil, maju, dan berkeadaban. Muhammadiyah menyadari pengaruh kuat globalisasi dan ekspansi neo-liberal yang sangat mencengkeram perkembangan masyarakat dunia saat ini. Dalam perkembangan dunia yang sarat permasalahan dan tantangan yang kompleks di abad ke-21 itu Muhammadiyah dituntut untuk terus aktif memainkan peran kerisalahannya agar umat manusia sedunia tidak terseret pada kehancuran oleh keganasan globalisasi dan neo-liberal, pada saat yang sama dapat diarahkan menuju pada keselamatan hidup yang lebih hakiki serta memiliki peradaban yang lebih maju dan berperadaban mulia.
4. Khusus bagi umat Islam baik di tingkat lokal, naional, maupun global Muhammadiyah dituntut untuk terus maminkan peran da’wah dan tajdid secara lebih baik sehingga kaum muslimin menjadi kekuatan penting dan menentukan dalam perkembangan kebudayaan dan peradaban di era modern yang penuh tantangan ini. Era kebangkitan Islam harus terus digerakkan ke arah kemajuan secara signifikan dalam berbagai bidang kehidupan umat Islam. Umat Islam harus tumbuh menjadi khaira ummah yang memiliki martabat tinggi di hadapan komunitas masyarakat lain di tingkat lokal, nasional, dan global. Di tengah dinamika umat Islam yang semacam itu Muhammadiyah harus tetap istiqamah dan terus melakukan pembaruan dalam menjalankan dan mewujudkan misi Islam sebagai rahmatan lil-‘alamin di bumi Allah yang tercinta ini.

Demikian Pernyataan Pikiran Muhammadiyah Jelang Satu Abad sebagai ungkapan keyakinan, komitmen, pemikiran, sikap, dan ikhtiar mengenai kehadiran dirinya sebagai Gerakan Islam yang mengemban misi da’wah dan tajdid dalam memasuki usianya hampir seratus tahun. Pernyataan Pikiran Muhammadiyah Jelang Satu Abad tersebut menjadi bingkai dan arah bagi segenap anggota dan pimpinan Persyarikatan baik dalam menghadapi perkembangan kehidupan maupun dalam melaksanakan usaha-usaha menuju tercapainya tujuan Muhammadiyah yaitu menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Akhirnya, dengan senantiasa memohon ridha dan karunia Allah SWT., semoga kiprah Muhammadiyah di pentas sejarah ini membawa kemasalahatn bagi hidup umat manusia dan menjadi rahmat bagi alam semesta. Nashr min Allah wa fath qarib.

Nov
25th

Menguak Kasus Bank Century: Dana Talangan 6,7 T

Files under | Leave a Comment
Catatan Dahlan, wartawan Tribun
Rabu, 25 November 2009 | 01:02 WITA

13 November 2008. Pagi. Bank Century kolaps, bangkrut. Bank itu kalah kliring. Sore harinya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama rombongan, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani, terbang menuju Washington, Amerika Serikat, untuk menghadiri pertemuan G-20.

Sri Mulyani melaporkan kondisi Bank Century kepada SBY, 14 November. Hari itu juga, Sri Mulyani kembali ke Tanah Air. Tiba 17 November. Keadaan gawat. Sejumlah tindakan genting harus diambil.
Sejumlah rapat dengan Gubernur Bank Indonesia ketika itu, Boediono, harus segera digelar.

***

PUKUL 03.30 waktu Jakarta, Rabu, 26 November 2008. Udara terasa dingin. Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, sepi. Pesawat Airbus A330-341 mendarat dengan mulus.
Setelah melewati penerbangan meletihkan 30 jam dari Lima, Peru, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan rombongan turun dari pesawat.
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyambut SBY dan rombongan di tangga pesawat...
Nov
25th

Meraup Dollar dari Twitter

Ada situs menarik buat anda yang hoby mengumpulkan recehan $$$ di internet yaitu situs yang bernama RevTwit. RevTwit adalah sebuah situs promosi online melalui Twitter.Com. Twitter adalah situs jejaring sosial yang cukup besar dan sederhana serta banyak pula penggunanya dan pada intinya adalah...

[[ This is a content summary only. Visit my website for full links, other content, and more! ]]
Nov
25th

Dapat Duit Gratis dari Facebook

Cukup bergabung dengan Aplikasi Facebook bernama PayPal Wishlist Anda bisa langsung mendapatkan duit $1. Kemudian jika Anda ingin mendapatkan $1 berikutnya ada harus bisa mereferensikan program ini ke pengguna lainnya. Untuk bisa menerima Earning, total keseluruhan yang dicapai harus maksimal...

[[ This is a content summary only. Visit my website for full links, other content, and more! ]]
Nov
25th

Bo’ting

Bo’ting dari bahasa Bugis yang artinya Nikah (Kawin), terngiang ditelingaku karena disetiap saat ku mendengar kata-kata tersebut atau sodara2nya. Sehingga membuat hati ini pilu… oh hidup, kapan derita ini akan segera berakhir???.

Berawal kemarin balik ke Palembang tgl 20-23 Nov 09, dalam rangka menghadiri Walimahan (Resepsi Pernikahan) Kak Faisal Elahi Fikri dengan Evit Mandasari yang kedua2nya temen perjuangan di PII. Tak begitu lama setelah pulang dari acara walimahan pergi bersama Rasyid ke Solaria Palembang Square yang awalnya mau kopdar dengan teman Wongkito.Net cuma tidak ada yang hadir, yah gpp lah, dan dari ngobrol santai dengan Rasyid eh dia-nya ngundang untuk datang acara Resepsi nikah dia tgl 20 Desember 09 (wadow keduluan nih).

di Perjalanan pulang ke Jakarta kami berkelakar (bercanda) didalam mobil dan membuat kesepakatan siapa yang nikah duluan diantara kami (Aku, Zul, dan Jojon) yang menikah duluan akan mendapat 4 kilo telor bebek (yang kalah masing2 2 kilo telor bebek), eh paginya sudah ada kabar Zul akan mo aqad nikah tanggal 25 Nov 09 hari ini.. ampun dah.

Belum lagi tanggal 2 Desember Ibunk akan nikah dan teman2 yang laen juga pasti akan bo’ting terus aku kapannnnnnnn???

Ya Allah mudahkanlah urusan hambaMu ini dan pertemukanlah jodoh kami sesegara mungkin dan limpahilah rahmat dan rezeki kepada hambaMu ini agar bisa segera menggenapkan iman dihati. amien…

sebuah jeritan dalam hati

Nov
24th

“Amalan Solehan”=”Pembaikkan Sepanjang Hayat”=”Continuous Improvement”=”Kaizen”

Files under | Leave a Comment
Salam untuk semua,

Alhamdulillah sambutan terhadap Siri Kajian "Al-Quran dan ICT" amat baik dan mengkagumkan. Semoga Allah SWT akan terus memberi petunjuk dan hidayah kepada kita semua untuk terus mengkaji ayat-ayat Al-Quran, melihat Kebesaran, Keesaan dan ke Agongan Allah SWT melalui kitab yang penuh mukjizat ini.

Bagi mereka yang ingin sama-sama mengkaji, saya sertakan "Diagram" ringkasan keseluruhan tafsiran Az-Zaariyat 51:1-11 semoga kita semua mendapat "helicopter view" tentang apa yang akan kita bincangkan nanti. Oleh kerana ayat-ayat ini mengandungi ilmu-ilmu yang canggih dan terkini, saya syorkan tuan-puan para pengkaji/pembaca mengetahui serba sedikit tentang electromagnetic field, atom/electron/photon, subliminal technique/influence, subconscious mind, inductive/deductive thinking, neurons, dan sel-sel (cuba faham sel membran seperti phospholipids).


Al-Quran Jelaskan Biotek & Nanotek

Ketiga-tiga kajian kita (Otak Menggunakan Elektromagnetik, Matahari Terbit Dari Barat, dan Mengubati Perangai Manusia/Penyakit Otak) ini melibatkan bidang bio dan nanoteknologi. Maka dengan memahami ilmu asas biologi, kimia, dan fizik ini akan banyak membantu tuan-puan untuk memahami ayat-ayat yang akan kita kaji nanti.

Sebagai contoh, dengan mengetahui pembinaan (the building blocks) membran phospholipids kita akan faham bagaimana elektromagnetic field boleh menendang keluar Kalsium dari sel membran dan diganti dengan potasium yang lemah (monovalent), begitu juga kekurangan Omega-3 dalam sel membran membuatkan manusia menjadi "kurang siuman" dan menyebabkan pelbagai masalah mental.

Saya tidak akan menjelaskan dengan panjang lebar tentang ilmu-ilmu ini sebab ianya boleh dilayari dalam internet dengan mudah dan lebih jelas. Tambahan pula saya bukanlah pakar dalam semua bidang, maka ada baik sekiranya kita semua sama-sama mengkaji dan berfikir.

Al-Quran Menjelaskan EFA, Sel Membrane, Phospholipids

Misalnya kanapa Al-Quran menggunakan perkataan Al-Haut (ikan besar/laut), dan tidak menggunakan "As-Samak" (juga bermakna ikan), dan apa kaitannya dengan EFA (asid lemak) seperti omega-3 dan omega-6, dan kepentingan dalam pembentukan perangai manusia. Dengan itu kita akan faham bagaimana Al-Quran mengajar umat Islam "menternak ikan", bukan semata-mata hanya untuk membuat untung. Dan kita faham apakah hukum dan peraturan bagi menternak ikan menurut Islam.

Menjana Ekonomi

Islam tidak sepatutnya dilihat sebagai "cost center" sebab Al-Quran mengandungi 10 lautan-dakwat ilmu dan teknologi. Al-Quran mampu menjana ekonomi besar, teramat besar, mampu mengganti hasil petronas (yang dijangka akan kering pada 2027 sekiranya tidak ada penemuan baru). Kenapa tidak diadakan Islamic MSC (atau Islamic MDec)? Selagi Islam itu dianggap "pusat perbelanjaan", menghabiskan beratus juta duit rakyat setiap tahun, maka selagi itulah Islam tidak akan berkembang, tidak akan dihormati, dipandang mulia, malah umat Islam semakin terumbang-ambing dan dicemuh.

Kita memang bersyukur dan berbangga dengan pelbagai program dakwah dan kreativiti pendakwah/penceramah, kadang-kadang membuatkan kita tersenyum tersimpul-simpul apabila diselit dengan pelbagai lawak jenaka, pantun gurindam, dan data-data yang agak menarik (dapat menambah ilmu).

Islam adalah pembina tamadun, pengembang ilmu, pencipta teknologi, penjana ekonomi, dan pengembira umat Islam.

Apa Boleh Buat?

Bagi mereka yang hendak mengambil bahagian dalam ekonomi dan membuka peluang pekerjaan kepada umat Islam (dan bukan Islam) mungkin boleh memikirkan dan menambah-baik buku teks tasawur Islam dengan membuat "buku multi-media" yang mengandungi ketiga-tiga topik ini. Antara kebaikkannya ialah pelajar Islam akan berfikir secara "deduktif", belajar Sains dan ICT dalam "environment deduktif", dan dapat mengimbangi pemikiran Induktif (inferens/dzon), pelajar akan melihat kehebatan dan kemukjizatan Al-Quran, kebesaran dan keagongan Allah SWT melalui kacamata Sains dan ICT. Agama dan Sains/ICT tidak terpisah.

Bagi sesiapa yang "lagi advanced" bolehlah mereka-cipta alat dan sistem pertahanan otak dan minda, alat mengesan kelemahan sel-sel otak (neuron) dan badan, mereka-cipta 'makanan' penguat sel dari lemak ikan, minyak zaitun, buah tamar dan anggur, dan sebagainya.

Bagi sesiapa yang berminat Wireless Communication bolehlah memikirkan bagaimana untuk "upgrade" TDMA yang menggunakan pulsed EM pada frekuensi 217Hz (untuk kompres suara digital) yang merbahaya kepada manusia dan alam sekitar dan menyelamatkan bumi Allah dari "pencemaran ghaib" ini.

Membina Prasarana

Tidak ada mana-mana negara Islam yang ada prasarana/sistem pentadbiran Islam, prasarana mengkaji Al-Quran, prasaran/sistem pendidikan, dan sebagainya. Semuanya boleh dibuat sekiranya kita bersatu tenaga, dan saling bekerja-sama, bantu-membantu. Sekiranya semua prasarana yang dinyatakan dalam Al-Quran dibangunkan, Malaysia boleh membuka satu ekonomi baru yang amat besar yang boleh membantu negara-negara Islam, dan menyelamatkan bumi dari bencana "pencemaran ghaib yang dibuat oleh tangan-tangan manusia sekarang".

Tugas kita terlalu banyak, hentikan persengketaan sesama kita. Marilah kita mengkaji Al-Quran dan menunaikan kewajipan kita menjalankan hukum dan peraturan yang terkandung di dalam Al-Quran.

Menjana KPI Islam

Kekuatan konsep "Amalan Solehan" yang disebut 180x dalam Al-Quran seharusnya dimanfaatkan sepenuhnya oleh umat Islam. Lihatlah bagaimana Amerika boleh maju dengan mengamalkan konsep yang sama yang dipanggil "continous improvement", dan Jepun dengan konsep "Kaizen". "Amalan Solehan" atau "Pembaikkan Sepanjang Hayat" adalah konsep yang amat hebat dan seharunya menjadi KPI terpenting dalam setiap pekerjaan atau aktiviti.

Biarlah saya ulangi beberapa kali, Allah SWT berkata hanya orang yang mengamalkan "Pembaikkan Sepanjang Hayat" sahaja yang boleh berjumpa denganNya diakhirat nanti (18:110). Al-Quran mendefinasikan "Pembaikan Senjang Hayat" sebagai perbuatan atau pekerjaan membaikkan atau memperelokkan sesuatu benda atau keadaan seperti mengembirakan anak-anak yatim atau mereka-cipta sistem atau peralatan yang dapat membaikki atau mengembirakan seperti mengubati perempuan mandul supaya dapat hamil.

Janganlah kita bayangkan "amalan solehan" itu hanya sebagai orang-orang yang mengasingkan diri sentiasa duduk dalam masjid 24 jam beribadat kepada Allah SWT, membaca Quran khatam tiap-tiap bulan tanpa mengetahui apa yang dia baca, yang hanya asyik berzikir dan berdoa sahaja tanpa mengambil kira masyarakat sekeliling dan alam sekitar.

"Pembaikkan Sepanjang Hayat" ini sepatutnya menjadi KPI, identiti dan jati diri setiap umat Islam.

Wallahu A'lam.

Nov
24th

Mensyukuri Karunia Allah

Saat ini kita keseringannya sibuk kerja atau mungkin malas dalam merawat diri kita. Banyak diantara kita tiba-tiba sering mengalami penyakit yang mungkin kita tidak meyangka penyakit itu akan datang pada kita. Nah, berdasar banyak kejadian seperti itu saya mau berbagi (share) tentang jadwal kerja...

[[ This is a content summary only. Visit my website for full links, other content, and more! ]]
Nov
22nd

A Giant of A Man

Namanya Nick Vujicic. Wajahnya tampan, pengusaha sukses, motivator ulung dan pembicara kelas dunia. Nick tidak memiliki apa yang menjadikan kita manusia utuh: tangan dan kaki, kehilangan kedua lengan setinggi bahu, dan berkaki tetapi dengan dua kaki kecil, salah satu yang memiliki dua jari kaki. Ia...

[[ This is a content summary only. Visit my website for full links, other content, and more! ]]
Nov
21st

15 Tokoh Indonesia Masuk Daftar Muslim Berpengaruh Dunia

Files under , Tokoh | Leave a Comment

JAKARTA--Tokoh-tokoh Islam dari Indonesia ternyata cukup diperhitungkan di mata dunia. Hal itu terbukti dengan masuknya sejumlah tokoh dalam daftar 500 muslim paling berpengaruh di dunia.

Dalam buku The 500 Most Influential Muslims in The World yang diterbitkan oleh The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC), terdapat delapan nama tokoh Indonesia yang masuk kategori muslim paling berpengaruh.

Bahkan tiga tokoh Indonesia termasuk ke dalam 50 besar, yaitu Ketua Umum PBNU, Hasyim Muzadi (18), Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin (35), dan ulama kondang, Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) (48).

Hasyim Muzadi disebutkan sebagai pemimpin NU, organisasi muslim independen terbesar di Indonesia dan salah satu organisasi islam paling berpengaruh di dunia.

Hasyim juga disebutkan sebagai orang yang menentang fatwa keras MUI yang seringkali bertentangan dengan hukum Islam yang toleran. Fatwa yang ditentang Hasyim di antaranya adalah larangan merokok dan pengharaman Facebook.

Sementara itu, Din Syamsudin disebutkan sebagai pemimpin organisasi sosio-religius terbesar kedua di Indonesia, Muhammadiyah, dan wakil ketua MUI.

Ia disebutkan sebagai tokoh yang sering melawan pluralisme agama serta tokoh yang membawa Muhammadiyah ke dalam jalur yang lebih konservatif dengan penegasan pada ijtihad dan hadits. Ia juga disebutkan sebagai seorang reformis.

Sedangkan Aa Gym disebutkan sebagai ulama paling populer di Indonesia. Ia dikatakan telah membangun sebuah kerajaan media dengan gaya modern, muda, dan menyenangkan. Meskipun demikian disebutkan popularitasnya turun setelah ia menikah untuk kedua kalinya.

Selain itu, Aa Gym juga disebutkan sebagai ulama muda yang karismatik dan atraktif. Ia dianggap telah mampu memperkenalkan Islam dengan pendekatan sehari-hari kepada umat muslim di Indonesia.

Sementara itu, orang Indonesia di luar 50 besar di antaranya adalah Azyumardi Azra, Susilo Bambang Yudhoyono, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Prof Syafi'i Ma'arif, dan Helvy Tiana Rosa.

Sementara itu, dalam kategori wanita, terdapat empat tokoh wanita Indonesia yang masuk, yakni Menteri Negara Peranan Wanita di Era Presiden Soeharto, Tuti Alawiyaah; tokoh NU, Siti Musdah Mulia; pendiri sekaligus Direktur Pusat Studi Pesantren dan Demokrasi, Lily Zakiyah Munir; serta penghafal Alquran, Hajjah Maria Ulfah, yang juga masuk di kategori seni dan budaya.

Dalam kategori pengembangan, masuk nama Direktur Eksekutif International Center for Islam and Pluralism, Syafi'i Anwar. Ia disebutkan bersuara lantang menentang fatwa MUI yang menyatakan pluralisme merupakan bagian dari agama yang tidak sah. Organisasinya juga disebutkan mempromosikan hak asasi manusia kepada anak-anak.

Sementara, di bidang seni dan budaya, orang Indonesia yang masuk dalam daftar adalah Helvy Tiana Rosa, penulis dan seorang dosen leteratur Univesitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Hajjah Maria Ulfah.

Di bidang media, nama Haidar Bagir mencuat. Pendiri dan direktur Mizan itu disebutkan sebagai pengajar di berbagai institusi pendidikan serta banyak berkontribusi dalam bidang pengembangan masyarakat. Ia juga disebutkan banyak menulis tentang sufisme.

Sementara di kategori radikal, muncul nama Abu Bakar Ba'asyir. Selain disebutkan sebagai pemimpin pondok pesantren Ngruki,ia juga disebutkan sebagai pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia (MMI).Ia dikatakan orang yang tidak percaya keberadaan Jamaah Islamiyah di Indonesia, meskipun banyak tuduhan mengarah kepadanya.

Berada dalam lima besar dalam daftar tersebut adalah raja Arab Saudi King Abdullah bin Abdul Aziz, Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, raja Maroko King Mohammed VI, raja Yordania King Abdullah II bin Al Hussein, dan Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, berada di urutan ke-105. Ia dianggap berjasa terhadap perubahan Malaysia dalam bidang politik. Mantan deputi PM Malaysia itu juga dikenal sebagai orang yang berani mengkritik pemerintahan PM Mahathir Muhammad. Ia pun populer di kalangan para pemuda Malaysia.

Musisi mallaf Inggris, Yusuf Islam, juga masuk dalam daftar. Pria yang sebelum masuk Islam bernama Cat Stevens itu berada di urutan 152. Pengaruhnya adalah untuk para penggemarnya yang dari berbagai latar belakang.

Sementara itu, peraih Hadiah Perdamaian Nobel, Mohammad Yunus, berada di peringkat ke 140 dalam kategori pembangunan dan berada di peringkat 166 dalam kategori persoalan kekinian. Yunus adalah pelopor usaha mikrofinansial dan pengembangan komunitas perbankan yang bertujuan untuk mengembangkan sistem perbankan untuk orang-orang miskin.

Mantan PM Malaysia, Mahathir Mohammad, pemimpin muslim Uighur di Cina, Rebiya Kadeer, dan Pemimpin Hamas, Ismail Haniyah, juga masuk dalam daftar tersebut. Begitu juga dengan kelompok nasyid asal Malaysia, Raihan. nan/ahi

Nov
21st

Mayoritas Cendekiawan Muslim Tolak Teori Darwin

Files under , Dunia Islam | Leave a Comment

LONDON--Kepercayaan para mahasiswa dan akademisi Muslim di seluruh dunia terhadap teori evolusi Charles Darwin terus melemah. Mereka semakin tidak percaya dengan kebenaran teori tersebut. Bukti yang mendukung kebenaran teori evolus itu, juga mereka nilai sangat lemah.

Kenyataan itu terlihat dari penelitian yang dilakukan oleh Guru Besar Fisika dan Astronomi Universitas Sharjah, Uni Emirat Arab, Nidhal Guessoum. Menurut dia, hanya 15 persen dari responden yang dijadikan sasaran penelitiannya itu, yang mempercayai bahwa teori evolusi Darwin itu benar atau mungkin benar. Sementara 62 persen respondennya menyatakan bahwa teori Darwin tidak terbukti kebenarannya.

"Rata-rata tingkat penerimaan terhadap teori evolusi dan ide untuk mengajarkannya, sangat rendah," ujar dia seperti dikutip situs Daily Telegraph edisi Selasa (17/11). Menurut Guessoum, mereka tidak hanya menolak teorinya, tapi juga menolak pandangan evolusi Darwin diajarkan sebagai bagian dari kurikulum akademik. Di masa lalu, diakuinya, memang sebagian cendekiawan muslim masih mengambil cara pandang teori evolusi.

Dia memandang, saat ini situasinya berubah. Melalui arus informasi yang sangat deras, kata dia, para cendekiawan Muslim mulai menemukan pandangan teori penciptaan yang merupakan 'jawaban' dari teori evolusi.

Debat soal asal mula penciptaan ini terus memanas. Di Inggris, sebuah lembaga survei bernama Ipsos MORI, dengan sponsor British Council pernah melakukan jajak pendapat soal isu tersebut. Hasilnya, 54 persen responden menginginkan para pemuka Kristen untuk memberi peluang bagi diajarkannya teori asal mula kehidupan yang menjadi pembanding bagi teori Darwin, di sekolah, Hanya 21 persen responden yang menghendaki agar sekolah-sekolah hanya mengajarkan teori Darwin. irf

Nov
21st

“Otak Berkomunikasi Guna Medan Magnet”

Files under | Leave a Comment
Oleh: Khalid Yong, khalidyong@gmail.com
http://kajian-quran.blogspot.com/


Ringkasan
Pada siri ke-6 ini kita akan mengkaji ayat 51:3 “Dan Demi Peluncur yang meluncur dengan semudah-mudahnya”. Kita akan melihat kehebatan Al-Quran menerangkan komunikasi tanpa wayar yang digunakan oleh otak manusia untuk membolehkan sel-sel neuron menghantar dan mengumpul maklumat untuk membolehkan manusia sedar (conscious), berfikir, memahami, dan berkomunikasi. Konsep komunikasi tanpa wayar yang digunakan oleh otak manusia adalah sama dengan konsep komunikasi tanpa wayar yang digunakan dalam ICT seperti WiFi, WiMax, GSM, PCN, satelit komunikasi, RFID, dan sebagainya.

Kita akan mengkaji samada Al-Quran maksudkan “arus elektrik” atau “medan magnet” yang digunakan, kenapa “low level EM” merbahaya kepada sel-sel otak, lapisan membran, dan DNA.


Imbasan
Sejak 1,400 lagi Al-Quran telah mengajar ilmu dan teknologi yang hebat yang akan meletakkan umat Islam sebagai “Khaira Ummatun” atau umat terbaik d dunia. Al-Quran mengajar membina prasarana pentadbiran, mengajara KPI ‘Amalan Solehan” (continous Improvement atau Kaizen), teknologi ICT, komunikasi tanpa wayar-wayar cara-cara berfikir (penggunaan minda), dan bagaimana otak berkerja.

Kali ini kita akan meneruskan Siri Kajian “Al-Quran dan ICT” yang ke-5 iaitu ayat ke-3 dari surah Az-Zaariyat. Kita sekarang sedang mengkaji 11 ayat iaitu ayat 1-11 dari surah Az-Zaariyat yang menjelaskan tentang “bagaimana otak manusia bekerja dengan menggunakan Elektromagnetik (EM) dan bagaimana EM boleh merosakkan minda manusia”. Al-Quran menjelaskan otak manusia “mengakses, mengumpul, dan menganalisa maklumat dengan menggunakan EM yang dipancar secara serentak (syncronize)” (lebih kurang seperti teori CEMI field). Berlainan dari cara komputer berkerja iaitu secara turutan (sequential) dan elektrikal/mekanikal (CPU, RAM, pusingan hardisk), otak bekerja secara “synchronize” dan menggunakan medan “electromagnetic” iaitu berjuta kali lebih cepat/laju dari komputer-super yang ada sekarang.

Tafsir Asal
Kebanyak para penafsir memberi tafsiran 51:3 “Dan demi kapal yang belayar dengan mudah”, atau “Dan demi yang berlari dengan mudah”, atau “Dan demi yang meluncur dengan mudah”. Apa yang hendak digambarkan pada ayat ini ialah sesuatu yang membawa muatan (data) yang meluncur dengan mudah.

Bagaimana Mengkaji Ayat Quran (Perspektif ICT)
Saya telah bentangkan metod mengkaji ayat-ayat Al-Quran pada International Conference on Research in Law (Icril’09) anjuran Universiti Malaya baru-baru ini yang bertajuk “To Think Outside The Box, Think Inside Al-Quran”. Secara ringkasnya ia berasaskan ayat 16:89 “Al-Quran menjelaskan segalanya”, 11:1 “Semua ayat Al-Quran adalah ayat Muhkamat (ayat yang menjelaskan tentang hukum/peraturan setiap kejadian)”, 39:23 “Semua ayat Al-Quran adalah ayat Mutashabihat (ayat yang berbentuk konsep untuk manusia menjana “derived knowledge”), dan (2:2, 26:2, 27:1) “Semua ayat-ayat Al-Quran adalah terang, jelas dan tidak ada yang meragukan”.

Maf’ulul Mutlaq & Maf’ulumbih
Pada ayat 51:1 “zarwa” adalah maf’ulul mutlaq untuk menjelaskan sifat atau nature yang melampau iaitu penaburan foton yang teramat banyak sehingga 10^15 foton/saat dan terbang teramat laju iaitu 300,000 km/saat. Namun pada ayat 51:2 “wiqra” adalah maf’ulumbih untuk menggambarkan sifat “Al-Hamilat” yang membawa muatan yang banyak tetapi tidak melampau. Allah memberitahu manusia bahawa setiap sel otak (neuron) hanya menyimpan data-data tertentu sahaja, dan data-data ini di “upload” kepada Al-Hamilat apabila “Az-Zaariyat” terbang. Memandangkan bilangan foton hampir sama dengan bilangan neuron (kira-kira 100 bilion), kemungkinan besar setiap foton membawa data untuk setiap neuron.

Pada ayat 51:3 “Yusra” adalah Maf’ulul Mutlaq untuk menggambarkan keadaan melampau/bersungguh-sungguh. Apa yang sebenarnya yang meluncur dengan semudah-mudahnya?

Al-Maf’ulul Mutlaq Memperincikan Zat “Al-Jariyat”
Pada ayat 51:3 Allah SWT menggunakan nahu “Al-mafulul Mutlaq” untuk “Yusra”. Kenapa Allah menggambarkan “Al-Jariyat” itu meluncur dengan semudah-mudahnya? Adakah ianya merujuk kepada arus elektrik atau medan magnet? Tenaga yang mana satu meluncur dengan tersangat mudah? Kita tahu bahwa bumi ini adalah satu magnet gergasi, bagaimana medan magnet ini boleh terhasil? Bagaimana ia boleh melepasi beribu-ribu kilometer lapisan batu-batan, lapisan air laut, kayu-kayan, dan angkasa raya? Kenapa arus elektrik tidak mengalir sampai ke permukaan bumi?

Arus Elektrik vs Medan Magnet
Kita tahu sifat “Elektromagnetik” (seperti “radiowave”, “microwave”, cahaya yang dapat dilihat, lazer, dan sebagainya) adalah tenaga foton yang meluncur (pada kelajuan cahaya). Iannya mengandungi dua unsur iaitu 1) medan elektrik dan 2) medan magnet. Kita juga tahu arus elektrik hanya boleh mengalir melalui pengalir elektrik (“conductor”) sahaja seperti besi, tembaga, dan emas dan tidak boleh mengalir melalui penebat seperti plastik, getah, pasu, kayu, dan sebagainya. Namun medan magnet boleh melalui dan melepasi apa sahaja dan semua benda tak kira samada ianya “pengalir” maupun “penebat” seperti baik kayu, plastik, logam, dan sebagainya. Jadi yang mana satu lebih mudah (teramat mudah)? Tidakkah ini membuktikan ayat-ayat Al-Quran itu amat jelas?

Ujikaji Mudah
Kalau mahu mencuba bolehlah buat satu ujikaji mudah; ambil sebuah magnet dan lalukan dibawah papan-meja, maka kita akan dapati klip kertas atau taburan besi (yang berada di atas meja) akan bergerak dan bertindak-balas terhadap medan magnet. Cuba pula buat ujikaji lain untuk melihat samada arus elektrik boleh mengalir melalui kayu atau plastik? Kedua-dua cara “ilmu ghaib” ini adalah penting dan perlu difahami dengan baik kerana banyak lagi ilmu-ilmu yang hebat yang akan kita temui nanti (di dalam kitab Al-Quran).

Peralatan Moden Guna Medan Magnet
Dengan mengetahui otak manusia menggunakan elektromagnetik untuk bekerja, maka ahli perubatan/sains telah mereka cipta pelbagai peralatan untuk menimbas dan mengesan EM di dalam otak seperti ECG (electro-cardiogram), EEG (electro-encyphalogram), TMS (Transcranial Magnetic Stimulation), dan sebagainya. Semua peralatan yang canggih-canggih ini direka oleh Barat sedangkan Al-Quran telah menjelaskannya 1400 tahun yang lampau. Kenapa ianya tidak dibuat oleh umat Islam yang segala-galanya telah diterangkan dalam Al-Quran?

Ada pakar tafsir Al-Quran (bukan dari Malaysia) yang mengeluarkan “fatwa” (dari ayat 51:17, 22, 32 & 40) katanya “Allah suruh mempermudah-mudahkan Al-Quran, kenapa maseh ada manusia yang bersusah-payah nak kaji Al-Quran, buat apa nak kaji-kaji, semuanya sudah dikaji, baca sudahlah, itupun sudah mendapat pahala bertimbun-timbun, baca zikir-zikir, dan doa-doa insyaallah dapat pahala berkali-ganda dan shafaat masuk syurga tanpa dihisab”. Beliau menambah “Al-Quran tidak boleh dikaji (oleh orang awam) sebab ada ayat-ayat yang meragukan (mutashabihat)” (merujuk kepada ayat 3:7) kerana ianya boleh menyesatkan.

Mutashabihat vs Mushtabihat
Terdapat 12 kali perkataan dari kata dasar “shabbaha” dalam Al-Quran, semuanya memberi makna “yang seakan-akan sama” atau “yang serupa”. Hanya sekali sahaja yang memberi makna “meragukan” (2:70) itupun meragukan kerana “kesamaran yang berlaku sebab semua lembu-lembu nampak serupa iaitu “susah” untuk memilih lembu yang mana satu. Ianya bukan “meragukan” yang membawa makna “menyesatkan” atau “memesongkan” kerana “langsung tidak tahu punca, kelabu asap, tidak tahu asal-usul dan hujung-pangkal, yang boleh membuat manusia sesat barat”.

Nabi Muhammad SAW juga tidak menggunakan perkataan “Mutashabihat” sebaliknya perkataan “Mustabihat” untuk merujuk kepada perkara yang meragukan atau samar-samar kerana tidak tahu punca seperti hadith “Yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antaranya ada “mustabihat” (yang samar-samar/meragukan) ....”.

Lagipun Allah SWT telah mengatakan banyak kali bahawa ayat-ayat Quran itu semuanya jelas dan tidak ada satu ayat pun yang samar-samar atau meragukan. Adakah manusia lebih tahu dan lebih pandai dari Allah? Malah banyak kali Allah SWT mengutuk manusia yang ambil mudah terhadap ayat-ayat Al-Quran, bahkan akan menyiksa mereka yang menyembunyikan ayat-ayat Al-Quran (tidak mengkaji dan mengambil manfaat).

Orang-orang Kafir Menghina Al-Quran
“ ... Openly consider Muhammad and the Qur’an to be tools of shaytan.
So it is difficult to figure out how the Qur’an could possibly have led them to science.”

T.H. Huxley

“Cendikiawan Islam mengeluarkan terlalu sedikit kajian saintifik (scientific output) dan kalau ada pun kualitinya amatlah rendah. Ini tidak setanding dengan jumlah umat Islam yang amat besar iaitu 20% dari jumlah penduduk dunia, sedangkan mereka hanya mengeluarkan kurang dari 5% dari jumlah penyelidikan sains. Adakah ini menandakan agama Islam itu bertentangan dengan pembangunan Sains dan Teknologi?”
Prof. Dr. Aaron Segal, Universiti Texas El-Paso, USA.
“Why Does Muslim World Lag in Science” Middle Easter Quarterly, 1996.

Tidakkah kita terasa tercabar dengan hinaan Huxley? Setelah mengkaji ayat-ayat Al-Quran saya merasakan adalah amat malang dan tidak adil kepada Al-Quran apabila dihina sebegitu rupa. Amat malang sekiranya kita tidak mengkaji Al-Quran, dan membiarkan orang-orang bukan Islam “menindas” dan menghina umat Islam.

Al-Quran Sumber Ilmu
Bayangkan kalaulah Al-Quran menjelaskan tentang otak, EM, ICT, subliminal, dan sebagainya dengan jelas dan terperinci, sudah tentulah banyak lagi ilmu dan teknologi yang hebat-hebat terkandung dalam Al-Quran. Sekiranya kita menjana ilmu-ilmu yang hebat-hebat bukan sahaja orang-orang Islam yang bangga dan yakin dengan Islam dan Al-Quran, bahkan orang-orang bukan Islam juga akan tertarik dengan Islam.

Kenapa EM Bahaya Kepada Manusia?
Ayat 51:1 – 3 menjelaskan betapa pentingnya “Az-Zaariyat”, “Al-Hamilat”, dan “Al-Jariat” kepada manusia; ianya merujuk kepada tenaga elektromagnetik (EM) iaitu tenaga foton. Al-Quran telah menjelaskan otak mengguna EM dan baru-baru ini saintis barat mengeluarkan satu teori yang selari dengan teori Al-Quran iaitu teori CEMI field oleh Johnjoe McFadden.
Pada tahun 2002, Johnjoe McFadden menemui "Otak berkomunikasi menggunakan EM" dan hanya mampu menjelaskan 20% dari apa yang telah dijelaskan oleh Al-Quran sejak 1400 tahun yang lampau. Tetapi kenapa teori ini tidak dikeluarkan oleh umat Islam?
Sesungguhnya teori ini amat hebat, merbahaya, dan amat besar kegunaannya. Apabila kita mengkaji ayat-ayat 1-11 dari surah Az-Zaariyat ini, kita akan faham ayat (39:23) “kenapa kulit kita akan menggeletar dan kemudian kembali tenang” apabila mengkaji ayat-ayat mutashabihat? Kenapa apabila mengetahui kemampuan dan kebolehan makhluk Allah boleh membuatkan kita takut, gementar, dan gembira?

Kenapa apabila kita sebut “pisau boleh membunuh” tidak menaikkan bulu roma kita, tetapi apabila perompak meletakkan pisau dileher kita boleh menggigil sehingga ada yang terkencing dalam seluar?

Tidakkah ini menunjukkan Al-Quran itu perlu dikaji (agar kita dapat merasakan kehebatan dan keesaan Allah SWT)? Allah SWT telah berjanji sesiapa yang mengkaji dan mendalami ayat-ayat Al-Quran adalah dari golongan hamba-hamba Allah yang terpilih (35:32) sekalipun mereka menzalimi diri sendiri!

Begitu juga dalam kajian kita ini, sekiranya manusia tahu kemampuan dan kebolehan makhluk Allah “Az-Zaariyat”, “Al-Hamilat”, “Al-Jariyat”, dan “Al-Muqassimat” mungkin manusia tidak boleh tidur lena sebab terlalu bimbang tentang kemampuan, kebolehan, dan kehebatan makhluk-makhluk Allah ini (hukum kejadian Allah).

Al-Quran menjelaskan EM sangat “berguna” dan “berkuasa” dan boleh digunakan untuk pelbagai tujuan kebaikan dan keburukan seperti “memesongkan”, “mengawal” otak dan pemikiran manusia, dan juga membunuh sel-sel tubuh.

Manusia Adalah “Antena” Penyerap EM
Anggota badan manusia seperti saluran darah (blood vessels) adalah “penyerap” radiasi EM yang baik sama seperti antena radio pada kereta-kereta. Radiasi (moving EM) ini akan menyebabkan arus elektrik dikeluarkan (induced) oleh sel-sel badan kerana sel-sel badan seperti neuron adalah berfungsi dengan menggunakan perbezaan potensi elektrik. Ianya juga akan menyebabkan besi-besi (iron) dalam darah dan sel-sel merubah polar (seperti serbut besi yang ditabur ke atas medan magnet). High frequency EM juga merbahaya kerana ia boleh meyerap ke lapisan sel (cell membrane).

Gerakkan medan magnet akan menyebabkan aliran arus elektrik (induced current) yang akan mengocak (shakes) lapisan sel yang dibuat dari pospolipid (bercaj negative) dan akan membebaskan kalsium di mana akan terjadi arus ulang-alik (alternating current – AC) yang akan menolak positive ion ke arah yang bertentangan. Ion-ion yang mempunyai caj yang kuat (divalent) seperti ion kalsium akan tertendang jauh dan terkeluar dari membran. Kehilangan ion kalsium ini akan diganti dengan ion Potassium yang banyak terdapat di dalam badan manusia. Tetapi caj ion potasium (monovalent) tidaklah sekuat caj ion kalsium (divalent) menyebabkan lapisan (membrane) pospolipid ini menjadi lemah dan mudah terkoyak.

Sebagai contoh perbandingan dinding rumah yang diikat dengan batu-bata (rumah batu) sudah tentu lebih kuat dari dinding buluh yang diikat dengan tali rapia. Dinding buluh ini sudah tentu mudah pecah dan terkoyak hanya dengan satu sepakkan sahaja berbanding dengan dinding batu tidak akan mudah pecah sekalipun dilanggar dengan kereta.

Nadi (pulsed) EM Bahaya Kepada Sel-Sel
Frekuensi tinggi radio dan mobil-fon tidak merbahaya kepada manusia tetapi sekiranya ianya diubah menjadi dalam bentuk Nadi EM (pulsed atau amplitude modulated) terutama pada frequency rendah 16-250Hz adalah sangat “berkesan” dan merbahaya kepada sel-sel badan manusia. Frekuensi ini juga adalah “jalan-jalan” yang digunakan oleh lebah madu sebagai pandu-arah (navigation) untuk kembali ke sarang masing-masing.

Sebagai contoh, GSM fon yang menggunakan frekuensi di sekitar 900 MHz tidak merbahaya kepada sel-sel manusia. Tetapi apabila ianya dipadatkan (compressed) untuk menghantar data suara digital dan dinadikan (pulsed) pada frekuensi rendah 200Hz adalah merbahaya. Ini dibuktikan pada satu eksperimen DNA yang dikultur pendedahan 24 jam kepada EM menyebabkan EM menusuk (pulsating) dan memecahkan molekul DNA.

Walaupun ianya belum diuji pada sel-sel DNA manusia (yang lebih stabil dan kuat), namun kemungkinan besar EM boleh membocorkan enzim perkumuhan (digestive enzymes) melalui membran lysosome yang rosak.

Kesimpulan
Pada ayat 51:3 ini kita mengkaji “Al-Jariyat” yang meluncur dengan semudah-mudahnya iaitu merujuk kepada medan magnet. Kajian kita mendapati Al-Quran menjelaskan otak manusia bekerja dengan menggunakan elektromagnetik (EM), dan ketika membawa data ianya meluncur dan menyerap dengan menggunakan medan magnet.

EM pada kadar rendah (low-level EM) adalah merbahaya kepada sel-sel badan sebab ianya boleh menyebabkan terjana tenaga elektrik (induced current) dan menyebabkan caj-caj kuat (divalent) tertendang keluar dan caj-caj lemah (monovalent) menggantikan lapisan sel.

EM juga bahaya sebab ianya boleh mengganggu dengan komunikasi data sel-sel otak (neuron) sepertimana ianya mengganggu perjalanan (navigation) lebah-madu.

Wallahu A’lam.
Nov
20th

Peluang Besar di Pasar Halal Dunia

Files under , Nasional | Leave a Comment

JAKARTA--Guna membangun kesadaran akan pentingnya kehalalan produk dan bisnis bagi pelaku ekonomi di dalam dan luar negeri, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika MUI akan menggelar World Halal Summit dan The 1st Indonesia Int'l Halal Business & Foof Expo 2010. Dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 23-25 Juli 2010. Mengangkat tema "New Paradigm of Int'l Halal Business".

"Nantinya diskusi dan seminar akan membahas semua yang berbau kehalalan dan syariah. Mulai dari produk pangan, industri, finance dan sebagainya. Kita juga ingin menyoliasisakan standardisasi halal di Indonesia kepada pelaku bisnis di dalam dan luar negeri," ujar Ketua MUI Pusat, Amidan kepada wartawan, Kamis (19/11), kemarin.

Penyelenggaraan World Halal Summit dan The 1st Indonesia Int'l Halal Business & Foof Expo 2010 juga diharapkan membuka akses bagi pelaku bisnis di Indonesia terjun ke dalam pasar halal dunia. Pasalnya, selama ini hanya segilintir pelaku bisnis dalam negeri yang ikut di dalamnya. Tidak heran jika Indonesia tertinggal dibandingkan negara lainnya dalam persaingan pasar halal.

"Pasar halal dunia justru dikuasai oleh pelaku bisnis dari negara non-muslim. Kita sangat ketinggalan. Oleh karena itu kerja sama antara swasta dan pemerintah bermain dalam pasar halal dunia perlu dilakukan ke depannya," tegas Amidan.

Pelaku bisnis dari berbagai negara di dunia dipastikan akan menghadiri World Halal Summit dan The 1st Indonesia Int'l Halal Business & Foof Expo 2010 di Jakarta Convention Center. Setidaknya ada 30 negara yang akan ikut serta. Mereka diantaranya negara ASEAN, kawasan Timur Tengah, Amerika Serikat dan Eropa. Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika MUI akan bekerja sama dengan Deplu dan pihak lain untuk mengundang pelaku bisnis dari luar negeri.

Ditambahkan Presiden World Halal Council, Lukmanul Hakim. Menurutnya, para pelaku bisnis di Indonesia sudah memahami standardisasi kehalalan produk dan bisnis, sayangnya hanya sebagian kecil saja yang ikut berpartisipasi. Menurut pengakuan Lukman, sejauh ini baru 10 ribu perusahaan yang bersertifikasi halal.

"Dibandingkan negara ASEAN lainnya, Indonesia bisa dikatakan tertinggal. Pelaku bisnis di sini sebetulnya menerima aturan standardisasi halal, tetapi masih sedikit yang ikut. Ironisnya, negara non-muslim justru yang lebih banyak menerapkan bisnis berbasis kehalalan," lugas Lukmanul.

Berbisnis menggunakan standardisasi halal sekarang ini telah menjadi tren di negara-negara maju. Mereka benar-benar membedakan mana produk yang tergolong halal dan haram. Pencantuman label halal mereka lakukan dalam bisnisnya. Misalnya, di Jepang yang beberapa restorannya menerapkan sistem kehalalan.

"Pasar perdagangan dunia itu sekarang prinsipnya free trade. Dimana segala produk halal dan non-halal bercampur. Untuk melindungi konsumen, sebisa mungkin free trade itu menjadi fair trade. Maksudya, konsumen terlindung dari produk non-halal. Kendati demikian bukan berarti kita menolak produk non-halal mentah-mentah," tukas Lukmanul.

Untuk terciptanya fair trade yang memprioritaskan produk halal, Lukmanul berharap semua pihak baik swasta dan pemerintah gencar melakukan sosialisasi standardisasi kehalalan bisnis dan produk. Namun, Lukmanul menampik jika standardisasi halal Indonesia justru akan menghambat pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

"Mengingat Indonesia terdapat jutaan produk halal, maka peluang atau potensi untuk menjadi pemain di pasar halal dunia cukup besar ke depannya. Sebisa mungkin pelaku bisnis kita arahkan ke sana," Lukmanul menandaskan. c08/taq

Nov
20th

PERSYARATAN LMD RANTAU PRAPAT DAN MEDAN

Files under , Info, Kursus | Leave a Comment
PERSYARATAN KURSUS
LATIHAN MANAJEMEN DASAR (LMD)
PELAJAR ISLAM INDONESIA (PII)
Rantau Prapat, Labuhan Batu. 05-06 Desember 2009

Medan, 28 - 31 Desember 2009

1. Tercatat sebagai kader PII yang aktif di kepengurusan PD/PK
2. Talah Lulus Basic Training (Batra)
3. Membawa surat mandat dari PD yang bersangkutan
4. Membayar Sumbangan Wajib Organisasi (SWO) Rp.20.000,-/ Daerah dan Sumbangan Wajib Peserta (SWP) Rp.10.000,-/ orang
5. Mengikuti interview dari Tim Pemandu
6. Bersedia untuk mengikuti segala ketentuan yang ditetapkan oleh tim Pemandu
7. Bersedia untuk mengikuti proses tindak lanjut pelatihan
8. Membuat sebuah PROPOSAL kegiatan
9. Membuat sebuah RESENSI BUKU yang berkaitan dengan MANAJEMEN ORGANISASI minimal 3 halaman (diluar cover). Diketik pada kertas A4; spasi 1,5; Times New Roman;margin 3,3,4,3; huruf 12
10. Membaca dan membawa buku-buku yang bertemakan MANAJEMEN minimal 5 buku
11. Berpakaian formal dan memakai sepatu selama kegiatan berlangsung
Cp: Zulfahmi Abdillah : 085658501316

Nov
20th

PW PII Evaluasi Pendidikan Gratis

Jumat, 20-11-09 | 20:18MAKASSAR, FAJAR.co.id -- PENGURUS Wilayah (PW) Pelajar Islam Indonesia (PII) Sulsel, mengkritik program pendidikan gratis milik Pemprov Sulsel. Program ini dianggap tidak memiliki sandaran konsepsi yang jelas bahkan sebatas formalitas belaka."Dalam mencapai tataran kebijakan, pendidikan gratis tidak memiliki syarat yang komprehensif dan kuat. Apalagi mencapai tataran
Nov
19th

Wukuf Hari Kamis 26 Nopember 2009

Files under , Internasional | Leave a Comment

Mahkamah Agung Arab Saudi memutuskan, berdasarkan pengamatan Ru`yat, 1 Zulhijah jatuh pada hari Rabu ini (18/11), sehingga pelaksanaan Wukuf atau ritual puncak ibadah haji di Padang Arafah akan berlangsung Kamis (9 Zulhijah atau 26 November).

Konsul Haji Indonesia di Jeddah, Dr. Shairozi Dimyathi menyatakan, haji kali ini tidak bisa diistilahkan sebagai Haji Akbar berdasarkan pemahaman sekelompok orang.

Berdasarkan pemahaman orang yang menyakininya, jemaah calon haji yang melakukan Wukuf pada hari Jumat akan memperoleh ganjaran pahala 70 kali lipat dibandingkan dengan pada hari-hari biasa.

Wukuf adalah acara merenungkan diri atau introspeksi yang merupakan rukun haji yang wajib dilaksanakan (jika tidak hajinya tidak sah) untuk memperingati saat Nabi Ibrahim digoda setan agar tidak mematuhi perintah Allah menyembelih puteranya, Ismail.

"Saya juga tidak jelas mengenai hadist Nabi yang menyebutkan mengenai pemahaman istilah Haji Besar itu, " kata Shairozi, seraya menambahkan, memang Nabi Muhahamad melakukan Wukuf pada hari Jumat, dan Rasul sepanjang hidupnya hanya sekali menunaikan ibadah haji.

Orang yang mempercayai pemahaman Haji Akbar itu, kata Shairozi, berpatokan pada apa yang pernah dikerjakan oleh Rasullullah.

Namun menurut dia, pemahaman mengenai istilah Haji Akbar, tidak sepenuhnya disepakati oleh umat Islam, karena banyak juga yang mempercayai bahwa setelah mengikuti ritual Wukuf di Padang Arafah, orang yang mengikutinya bisa disebut sebagai Haji Akbar,

Sedangkan pemahaman mengenai Haji Kecil, sambungnya adalah bagi jemaah yang hanya mengikuti Umrah (Thawaf atau mengitari Ka`bah tujuh kali, lari-lari kecil antara Bukit Safa dan Marwah, diakhiri dengan cukur rambut atau disebut Tahallul atau rampungnya tahapan prosesi Umrah).

Umrah dapat dilakukan setiap saat, baik saat musim haji maupun di luar musim haji, kecuali pada Hari Arafah atau Hari Raya Qurban (Idhul Adha yang jatuh pada 10 Zulhijah atau pada musim haji 1430H ini pada 27 November. ant/ahi
sumber:http://republika.co.id/berita/90241/Wukuf_di_Arab_Saudi_Kamis_26_November

Nov
19th

Quantum Learning PII Sinjai Direspon

Files under | 2 Comments
Pendidikan, kini menjadi isu yang tak asing lagi untuk diperbincangkan.Tema ini seolah tak pernah lepas dari perbincangan umat manusia, termasuk Indonesia. Betapa tidak! Pendidikan adalah salah satu motor ideology yang menjadi kunci utama kemajuan sauté bangsa. Maka tak heran, jikalau pendidikan adalah salah satu pilar Kabupaten Sinjai, yang terus diperjuangkan.Berangkat dari sini, Pengurus
Nov
19th

Islam di Trinidad and Tobago Turut Menjaga Toleransi Beragama

Files under , Dunia Islam | Leave a Comment

Jumlah pemeluk Islam di Trinidad and Tobago hanya enam persen dari populasi negara sebanyak 1,2 juta orang.

Pemakaian jilbab semakin berkembang pesat di seluruh dunia. Tidak hanya di negara mayoritas Muslim, di negara-negara non-Muslim, seperti di Eropa atau Amerika, pemakaian jilbab pun populer. Tak terkecuali di Trinidad and Tobago, sebuah negara kecil di Kepulauan Karibia. Di negara tersebut, para Muslimah kian 'jatuh hati' dengan busana khas umat Islam ini.

Seiring dengan perkembangan zaman, semakin mudah menemukan pelajar, karyawati, atau ibu rumah tangga Muslim yang beraktivitas dengan menggunakan busana Muslimah. Mereka tak canggung lagi untuk mengenakan jilbab sekaligus berbaur dengan anggota masyarakat lain.

Seperti juga di banyak negara, mereka turut memerhatikan penampilan dan lantas memadupadankan jilbab dengan mode pakaian lain. Simak penuturan salah satu karyawati, ''Saya mengambil gaya pakaian terbaru dari majalah mode. Namun, saya membuatnya menjadi lebih Islami.''

Pada beberapa kesempatan, para gadis Muslim juga meniru mode busana Barat terkini. Namun, mereka mengenakan jilbab, kaos tangan panjang, atau membeli pakaian berukuran lebih besar (longgar) sesuai dengan tuntunan ajaran Islam untuk berpakaian secara sederhana, tetapi menyenangkan.

Dalam perjalanannya, jilbab tidak lagi dipandang sekadar simbol agama, melainkan sebagai identitas masyarakat, politik, dan kelas. Bahkan, lebih dari itu, para Muslimah melihatnya sebagai lambang yang menghubungkan mereka dengan warisan kebudayaan asal atau komunitas Islam secara global.

''Saat mengenakan jilbab, saya merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar daripada Trinidad,'' ungkap seorang mahasiswi dari sebuah universitas di Trinidad and Tobago.

Fatima Jafri dalam Common Ground News Service memiliki analisis lain. Menurutnya, dengan mengenakan pakaian berciri khas tertentu, Muslimah Trinidad and Tobago sanggup mempertahankan lambang masyarakat dan agama mereka. Jilbab pun dikatakan berhasil menciptakan sebuah identitas yang berbeda dari budaya dan masyarakat Afro-Trinidad.

Peran dai
Sejak kapan tren ini muncul? Hal itu sangat terkait dengan peningkatan jumlah dai dan daiyah Muslim serta cendekiawan dari Pakistan, Arab Saudi, dan Iran. Demikian juga bertambahnya jumlah umat Muslim Trinidad and Tobago yang berhaji ke Makkah sejak awal 1990-an. ''Faktor-faktor itu memberi peluang meningkatnya pemakaian jilbab di kalangan Muslimah setempat,'' sambung Fatima.

Kini, jilbab telah menjadi cara paling nyata yang menunjukkan kaum perempuan Muslim sebagai pembawa tradisi di ruang publik. Satu aspek fundamental yang juga berkontribusi bagi peningkatan pemakai jilbab. Bahkan, dalam banyak tradisi Islam lainnya, itu adalah situasi dan kondisi di negara yang sangat kondusif bagi kehidupan beragama. Trinidad adalah negara di mana tradisi keagamaan dan kebudayaan diakui dan dihormati.

Praktik seperti ini telah menciptakan sebuah masyarakat yang terbuka dan penuh penerimaan, termasuk umat Muslim. Mereka dapat secara bebas mempraktikkan kebiasaan dan ritual agama yang diyakini.

Karena itulah, umat Muslim di Trinidad tidak dapat digolongkan dengan cap yang sama. Seperti banyak umat Muslim yang tinggal dalam masyarakat Barat, Muslim di Trinidad menciptakan identitas Muslim yang dinamis.

Jumlah umat Islam memang hanya sekitar enam persen dari populasi penduduk sebanyak 1,2 juta jiwa. Akan tetapi, mereka sangat solid dan merupakan kekuatan yang cukup berpengaruh dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik. Dua agama terbesar adalah Kristen (36 persen) dan Hindu (23 persen).

Dalam banyak hal, ada kesamaan antara Indonesia dan Trinidad and Tobago. Keduanya dikenal sebagai negara yang multietnis dengan perbedaan tradisi, budaya, dan agama di lingkup masyarakatnya.

Meski demikian, jarang ada gesekan antarwarga yang dipicu perbedaan tadi. Sebaliknya, mereka mampu menciptakan kondisi damai, toleransi, tenggang rasa, dan pembauran agama atau kebudayaan. Ini menjadi bagian keseharian dari masyarakat Trinidad.

Keragaman tersebut tak lepas dari sejarah negara pulau yang awalnya diduduki kekuatan-kekuatan besar Eropa. Bangsa Spanyol, Inggris, dan Prancis membawa perbudakan dan kuli kontrak dari wilayah-wilayah jajahan sebagai bagian kebijakan kolonialisme di kawasan tersebut.

Islam diyakini telah ada di Trinidad sejak abad ke-18, yakni ketika bangsa kolonial mendatangkan budak-budak atau tentara bayaran dari Afrika. Di antara mereka terdapat pula pemeluk agama Islam.

Akan tetapi, seperti dikemukakan Dr Nasser Mustapha, sosiolog dari Universitas Trinidad, komunitas Afrika Muslim justru tidak ditemukan lagi ketika negara ini telah menghapus perbudakan. ''Kalau masih ada, jumlahnya sangat tidak signifikan,'' katanya.

Pada periode itu, agama Islam lebih berkembang dalam masyarakat Muslim India Timur yang datang belakangan, tepatnya di awal abad ke-19. Kehadiran mereka di Karibia terutama dipekerjakan sebagai kuli kontrak. Umat Muslim asal India ini tiba dalam jumlah yang cukup banyak.

Dr Nasser mengungkapkan, saat sensus penduduk tahun 1901, diketahui jumlahnya hampir sama dengan persentase umat Islam yang ada di Uttar Pradesh dan Bihar, tempat asal mereka.

Para kuli asal India ini mempertahankan norma-norma gender patriakal tradisional dari tanah leluhur. Termasuk pula, kaum perempuannya yang bertanggung jawab dalam memelihara budaya India di rumah, yang membawa pada pembangunan identitas gender Muslim Indo-Trinidad berdasarkan berbagai tradisi kerja, keluarga, dan agama.

Festival Hosay
Dewasa ini, masyarakat multietnis Trinidad mendorong sebuah ruang kebudayaan unik untuk memadukan berbagai tradisi yang berbeda. Misalnya, upacara Muslim Ashoura yang memperingati wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW--Husain (yang merupakan asal usul nama festival yang disebut Hosay) dan Hasan--diperingati tidak hanya oleh umat Muslim, tetapi juga oleh banyak umat non-Muslim.

Penduduk dari berbagai etnis, termasuk umat Hindu, Creole, bangsa Afrika, dan Trinidad, berperan serta dalam kemeriahan Hosay. Tradisi ini sempat melambat setelah penguasa kolonial menjadi waspada terhadap kumpulan orang. Mereka melihat perayaan Hosay sebagai potensi pemberontakan sehingga melarang kegiatan itu.

Akhirnya, Hosay menjadi lambang pengasingan masyarakat dari semua etnis dan agama sebagai bentuk perlawanan terhadap hegemoni kolonial. Umat Muslim dan non-Muslim berperan serta dalam ritual berpuasa dan berbagai kegiatan penyucian.

Dengan keberagaman pengaruh serta faktor eksternal dan internal, warga Muslim Trinidad ikut mewarnai budaya lokal, mempertahankan, dan memperbarui identitas mereka. Identitas dan budaya dalam masyarakat ini terus bergerak dan berubah.


Menangkal Bahaya Pemurtadan

Di mana pun terdapat kawasan komunitas Muslim di Trinidad and Tobago. Di tempat-tempat tersebut, hampir selalu dijumpai bangunan masjid. Ya, masjid menjadi bagian penting dalam kehidupan keagamaan umat Islam setempat yang tak hanya berfungsi sebagai tempat peribadatan, tapi juga sarana penguatan akidah.

Aspek penguatan akidah memang sangat ditekankan. Bukan tanpa sebab, karena hal tersebut sangat berkaitan dengan sejarah kelam masa lalu yang juga berpotensi terjadi kembali di masa kini.

Kejadiannya bermula di pertengahan abad ke-20. Adalah para misionaris asal Kanada datang ke negara pulau itu untuk menyebarkan agama mereka kepada penduduk setempat.

Setelah beberapa waktu, mereka berhasil mengajak sejumlah warga untuk berpindah agama. Di antaranya adalah pemeluk Islam keturunan India. Kebanyakan mereka yang beralih agama adalah yang tinggal di kawasan yang jumlah umat Muslimnya tidak banyak. Meski begitu, tak ayal kejadian tersebut membuka mata umat Islam untuk waspada terhadap potensi ancaman pemurtadan.

Dari keterangan Dr Nasser Mustapha, sebelum kedatangan misionaris itu, warga Muslim hidup dengan tenang dan damai. Namun, kondisi itu segera berubah. Selain umat Islam, yang juga terancam dengan sepak terjang misionaris tadi adalah para pemeluk Hindu.

Seolah memiliki ancaman bersama, antara umat Islam dan Hindu memutuskan bersatu untuk menangkal bahaya itu. Maka, tutur Dr Nasser, kedua umat agama ini mendirikan sekolah Islam dan Hindu pada tahun 1940-an.

Upaya lain adalah mendatangkan tenaga dai dari India. Ini terjadi antara tahun 1941-1942. Salah satu yang terkenal adalah Amir Ali. Dia dikenal dengan metode pengajaran agama yang lebih modern.

''Secara jelas, muncul kekhawatiran kalangan muda Muslim akan bahaya pemurtadan dan mereka menginginkan penguatan bidang pendidikan agama. Selain itu, yang penting dilakukan adalah pembentukan organisasi Muslim,'' kata Dr Nasser.

Amir Ali kemudian mendirikan Trinidad Muslim League. Langkah strategis lainnya adalah semakin berkembangnya penerbitan terjemahan kitab suci Alquran dalam bahasa Inggris serta literatur-literatur agama untuk mendukung pendidikan agama Islam.

Hadir pula anggota Jamaah Tabligh, kelompok dakwah dari India yang melakukan kegiatannya di komunitas-komunitas Muslim. Mereka dengan cepat mampu meningkatkan kepedulian umat terhadap ancaman pemurtadan.

Berturut-turut, pada 1975, untuk pertama kalinya dibuka toko buku dan perpustakaan khusus Islam, namanya The Islamic Trust. Sarana ini sangat membantu para pelajar dan guru agama untuk memperoleh sumber-sumber literatur yang memperkuat bidang pendidikan.

Era 80-an, pendakwah dari Arab Saudi dan negara-negara Timur Tengah lainnya mulai berdatangan ke Trinidad atau kawasan Karibia. ''Kemajuan signifikan juga dicapai dalam pembangunan masjid di sejumlah wilayah. Kini, jumlah masjid di Trinidad mencapai 700-800 unit,'' jelas Dr Nasser lagi. sya/taq

Data:
Nama Negara: Trinidad and Tobago
Ibu Kota: Port of Spain
Merdeka: 1962
Penduduk: 1,2 juta jiwa
Pemeluk Agama: Islam (enam persen), Kristen (36 persen), dan Hindu (23 persen)