Archive for Desember, 2009

Pendidikan Maju di Kota Bekasi

Tepat seminggu (24/12/09)yang lalu adik saya yang paling bontot menerima “Laporan Hasil Belajar Peserta Didik SMA” yang lebih kita kenal dengan raport.  Saya menjadi wali dari adikku yang menggantikan orang tua yang tidak memungkin bisa hadir dalam mengambil raport siswa.

Adikku bersekolah di SMA Negeri 3 Kota Bekasi yang terletak di kawasan Galaxy Bekasi Barat yang tidak jauh dari MM (Metropolitan Mall).  SMA Negeri 3 Kota Bekasi seperti halnya seperti sekolah-sekolah negeri lainnya jadi teringat dengan sekolahku dulu di SMA Negeri 3 Kota Palembang gak jauh-jauh beda.

Saat berada dilokasi sekolah para orang tua dan wali telah antri untuk mengambilkan raport untuk anak maupun saudaranya yang bersekolah, pada saat itu hanya kelas 10.6 aja yang menerima raport sehingga tidak begitu ramai situasi disekolah hanya sebagian orang tua/wali, guru dan siswa yang ada disekolah. Pada saat mendapatkan giliran mengambil raport ditanya oleh guru BK (Bimbingan dan Konseling) ditanya seputar kehidupan dirumah, nilai mata pelajaran dan absensi, dan alhamdulillah nilai adikku lumayan diatas nilai standar (sedangkan nilai standar adalah angka 7), ada beberapa nilai yang kurang standar yaitu Matematika dan Fisikia.

Saya sangat terkejut ketika melihat hasil raport atau “Hasil Laporan Belajar Peserta Didik Sekolah Menengah Atas” ada penilaian antara Mata Pelajaran dengan Ketercapaian Kompetensi sehingga saya menilai bahwa penilaian sangat objecktif sekali, dicontohkan Mata Pelajaran Pendidikan Agama = lancar dan benar membaca Al-Qur’an dan mengaplikasikan ibadah, Fisika = konsep besaran fisika, pengukuran dan konsep kinematika dan dinamika benda titik belum dikuasai, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)= mampu mengoperasikan sistem windows dan program aplikasi yang lebih rumit.

Bagi saya penilai ini sangat objecktif sekali, mengapa??? karena sedemikian rupa setiap siswa dinilai per mata pelajaran dan hal apa yang dikuasai dan apa yang perlu dipelajari lebih lanjut dan bisa sebagai bahan evaluasi bagi orang tua untuk mengetahui sejauh mana anaknya bisa memahami pelajaran yang diajarkan disekolah sehingga dirumah bisa dibimbing oleh orang tua maupun walinya.

Tidak halnya seperti sekolah saya dahulu di Palembang yang tidak ada penilaian kompetensi siswa sedemikian detilnya untuk diperhatikan oleh Orang Tua dan bahkan kami dahulu dengan leluasa bisa bolos sekolah tanpa tertera absen di raport. sebuah kemajuan pendidikan di kota Bekasi dalam menerapkan aspek psikologi didalam sekolah dan mengikut sertakan orang tua dalam mencerdaskan anak didik siswa.

Ini tidak lepas dari perhatian pemerintah kota Bekasi dalam memperhatikan pendidikan, pendidikan adalah sebuah alat untuk mencerdaskan bangsa bahkan bisa mengatasi segala kesulitasn ekonomi, sosial dan lain sebagainya yang dialami wilayah bangsa Indonesia, sering memperhatikan waliktota Kota Bekasi Pak Mochtar Mohammad yang ramah dan begitu loyal ke sekolah SMKN 1 Kota Bekasi yang kebetulan tepat di depan rumah Orang Tua saya. sehingga berfikir pemerintah sangat peduli dengan pendidikan di Kota Bekasi.

Download lagu-lagu PII

Bila belum mempunyai koleksi lagu-lagu PII, tetapi bingung mo download dimana? kini telah ada lagu-lagu PII yang siap di download di : http://pelajar-islam.or.id/download

Dahulu kala telah pernah di upload di IndoUpload, Indowebster dll cuma karena web IndoUpload tidak berfungsi dan di Indowebster entah filenya dimana, dan banyak juga yang menanyakan dimana tempat download lagu-lagu PII, akhirnya saya upload ke Internet melalui media Ziddu!

kenapa harus Ziddu? karena ziddu tempat aman mengupload file-file tanpa batas alias unlimited dengan berbagai format bahkan bisa mendengarkan lagu-lagu mp3 langsung di web ziddu.

Ada pertanyaan kenapa tidak upload di situs lokal yang support IIX kenapa harus IX (pada gak ngerti yah), yah karena sampai saat ini belum terlalu mempercayai situs lokal yg IIX karena sering down and maintenance.

so, Okelah kalau begitu. setelah berhari-hari upload file lagu-lagu PII satu persatu akhirnya selesai juga, selamat mendownload di:

http://pelajar-islam.or.id/download

Warna Warni Gus Dur


Inna lillahi wai nna ilaihi rajiun. Mantan presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) telah menghadap sang Khalik pada sekitar pukul 18.45, Rabu (30/12) dalam usia 68 tahun. Beliau wafat setelah sempat mengalami krisis dan dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Kepastian wafatnya Gus Dur disampaikan oleh Salahuddin Wahid yang juga merupakan adik kandungnya. ''Saya mendapat kabar lewat pesan pendek yang disampaikan oleh asisten pribadi Gus Dur bernama Sulaeman,'' kata Salahuddin saat diwawancari TVOne.

Salahuddin juga minta masyarakat agar memberikan doa agar Gus Dur mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Tokoh besar Abdurrahman Wahid telah tiada. Pria yang terlahir dengan nama Abdurrahman Addakhil pada 7 September 1940 di Jombang, Jatim itu meninggalkan seorang istri, Sinta Nuriyah, dan empat orang putri.

Gus Dur, panggilan akrabnya, merupakan tokoh Muslim Indonesia dan pemimpin politik yang menjadi presiden keempat Indonesia pada 20 Oktober 1999 hingga 24 Juli 2001. Beliau lahir dari rahim Solechah (ibu) dan KH Wahid Hasyim yang juga mantan menteri agama. Kakek Gus Dur merupakan ulama ternama sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama (NU), yakni KH Hasyim Asy'ari.

Selain menjadi tokoh demokrasi, Gus Dur selama tiga periode menjabat sebagai ketua umum Pengurus Besar NU pada 1984-1999. Ia juga menjadi pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Gus Dur juga merupakan tokoh pemikir, meski pandangannya tak jarang menimbulkan kontroversi.

Gus Dur juga menjadi penggemar berat olahraga sepak bola. Saat kesehatan matanya masih prima, Gus Dur tahu persis pemain-pemain sepak bola kelas dunia. Ia amat fasih mengupas gaya, strategi, dan prediksi tim sepak bola papan atas dunia. Dia pun pernah menjadi komentator saat Piala Dunia 1994.

Salah satu ciri khas Gus Dur adalah tingginya rasa humor yang dimiliki. Hampir dalam setiap kesempatan Gus Dur selalu menyelipkan humor itu. Salah satu contohnya adalah saat seminar tentang Sunan Drajat di Surabaya pada sekitar 1997. "Pak Ruslan Abdulgani itu punya gelar doktor honoris causa. Kalau Pak Soedomo (mantan pangkopkamtib) dijuluki doktor hororis causa karena ditakui, lha kalau saya cukup doktor humoris causa," kata Gus Dur yang disambut tawa semua hadirin.

Gus Dur menggantikan Presiden BJ Habibie setelah dipilih oleh MPR hasil Pemilu 1999. Masa kepresidenan yang dimulai pada 20 Oktober 1999 berakhir pada Sidang Istimewa MPR pada tahun 2001. Tepat 23 Juli 2001, kepemimpinannya digantikan oleh Megawati Soekarnoputri setelah mandatnya dicabut oleh MPR

Muhammadiyah; Selamat jalan Gus Dur
Ketua PP Muhammadiyah KH Yunahar Ilyas menegaskan bahwa bangsa ini kehilangan seorang tokoh besar, walau dengan segala kontroversinya. ''Bangsa ini kehilangan seorang tokoh besar, walau dengan segala kontroversinya,'' tegas Yunahar dalam perbincangan dengan Republika di Jakarta, Rabu (30/12).

''Sebagai bangsa, kita telah kehilangan seorang mantan Presiden yang telah menunjukkan dedikasi besarnya pada bangsa ini dan pada umat. Walaupun dengan kekurangannya'' tegas Yunahar. Yunahar mengharapka semoga apa yang baik-dari sosok Gus Dur dapat menjadi teladan bagi bangsa dan umat. ''Dan semoga apa yang menjadi kekurangannya, dapayt dimaafkan dan dimaklumi,'' tegasnya.
Yunahar juga mengajak seluruh bangsa untuk memanjatkan doa bersama-sama agar almarhum Gus Dur dapat diterima di sisi Yang Maha Kuasa. ''Semoga seluruh amal ibadah dan pengabdian beliau pada umat dan bangsa ini dapat diterima di sisi Sang Khalik,'' papar Yunahar.

Apa Kata Orang
Sepulang dari pegembaraanya mencari ilmu, Gus Dur kembali ke Jombang dan memilih menjadi guru. Pada tahun 1971, tokoh muda ini bergabung di Fakultas Ushuludin Universitas Tebu Ireng Jombang. Tiga tahun kemudian ia menjadi sekretaris Pesantren Tebu Ireng, dan pada tahun yang sama Gus Dur mulai menjadi penulis. Ia kembali menekuni bakatnya sebagaii penulis dan kolumnis. Lewat tulisan-tulisan tersebut gagasan pemikiran Gus Dur mulai mendapat perhatian banyak.

Djohan Efendi, seorang intelektual terkemuka pada masanya, menilai bahwa Gus Dur adalah seorang pencerna, mencerna semua pemikiran yang dibacanya, kemudian diserap menjadi pemikirannya tersendiri. Sehingga tidak heran jika tulisan-tulisannya jarang menggunakan foot note.

Pada tahun 1974 Gus Dur diminta pamannya, K.H. Yusuf Hasyim untuk membantu di Pesantren Tebu Ireng Jombang dengan menjadi sekretaris. Dari sini Gus Dur mulai sering mendapatkan undangan menjadi nara sumber pada sejumlah forum diskusi keagamaan dan kepesantrenan, baik di dalam maupun luar negeri.

Selanjutnya Gus Dur terlibat dalam kegiatan LSM. Pertama di LP3ES bersama Dawam Rahardjo, Aswab Mahasin dan Adi Sasono dalam proyek pengembangan pesantren, kemudian Gus Dur mendirikan P3M yang dimotori oleh LP3ES.

Pada tahun 1979 Gus Dur pindah ke Jakarta. Mula-mula ia merintis Pesantren Ciganjur. Sementara pada awal tahun 1980 Gus Dur dipercaya sebagai wakil katib syuriah PBNU. Di sini Gus Dur terlibat dalam diskusi dan perdebatan yang serius mengenai masalah agama, sosial dan politik dengan berbagai kalangan lintas agama, suku dan disiplin. Gus Dur semakin serius menulis dan bergelut dengan dunianya, baik di lapangan kebudayaan, politik, maupun pemikiran keislaman.

Karier yang dianggap ‘menyimpang’-dalam kapasitasnya sebagai seorang tokoh agama sekaligus pengurus PBNU-dan mengundang cibiran adalah ketika menjadi ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada tahunn 1983. Ia juga menjadi ketua juri dalam Festival Film Indonesia (FFI) tahun 1986, 1987.

Pada tahun 1984 Gus Dur dipilih secara aklamasi oleh sebuah tim ahl hall wa al-’aqdi yang diketuai K.H. As’ad Syamsul Arifin untuk menduduki jabatan ketua umum PBNU pada muktamar ke-27 di Situbondo. Jabatan tersebut kembali dikukuhkan pada muktamar ke-28 di pesantren Krapyak Yogyakarta (1989), dan muktamar di Cipasung Jawa Barat (1994). Jabatan ketua umum PBNU kemudian dilepas ketika Gus Dur menjabat presiden RI ke-4.
Meskipun sudah menjadi presiden, ke-nyleneh-an Gus Dur tidak hilang, bahkan semakin diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat. Dahulu, mungkin hanya masyarakat tertentu, khususnya kalangan nahdliyin yang merasakan kontroversi gagasannya. Sekarang seluruh bangsa Indonesia ikut memikirkan kontroversi gagasan yang dilontarkan oleh K.H. Abdurrahman Wahid.

Catatan perjalanan karier Gus Dur yang patut dituangkan dalam pembahasan ini adalah menjadi ketua Forum Demokrasi untuk masa bakti 1991-1999, dengan sejumlah anggota yang terdiri dari berbagai kalangan, khususnya kalangan nasionalis dan non muslim. Anehnya lagi, Gus Dur menolak masuk dalam organisasi ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia). Tidak hanya menolak bahkan menuduh organisai kaum ‘elit Islam’ tersebut dengan organisasi sektarian.

Dari paparan tersebut di atas memberikan gambaran betapa kompleks dan rumitnya perjalanan Gus Dur dalam meniti kehidupannya, bertemu dengan berbagai macam orang yang hidup dengan latar belakang ideologi, budaya, kepentingan, strata sosial dan pemikiran yang berbeda. Dari segi pemahaman keagamaan dan ideologi, Gus Dur melintasi jalan hidup yang lebih kompleks, mulai dari yang tradisional, ideologis, fundamentalis, sampai moderrnis dan sekuler.

Dari segi kultural, Gus Dur mengalami hidup di tengah budaya Timur yang santun, tertutup, penuh basa-basi, sampai denga budaya Barat yang terbuka, modern dan liberal. Demikian juga persentuhannya dengan para pemikir, mulai dari yang konservatif, ortodoks sampai yang liberal dan radikal semua dialami.
Pemikiran Gus Dur mengenai agama diperoleh dari dunia pesantren. Lembaga inilah yang membentuk karakter keagamaan yang penuh etik, formal, dan struktural. Sementara pengembaraannya ke Timur Tengah telah mempertemukan Gus Dur dengan berbagai corak pemikirann Agama, dari yang konservatif, simbolik-fundamentalis sampai yang liberal-radikal.

Dalam bidang kemanusiaan, pikiran-pikiran Gus Dur banyak dipengaruhi oleh para pemikir Barat dengan filsafat humanismenya. Secara rasa maupun praktek prilaku yang humanis, pengaruh para kyai yang mendidik dan membimbingnya mempunyai andil besar dalam membentuk pemikiran Gus Dur. Kisah tentang Kyai Fatah dari Tambak Beras, KH. Ali Ma’shum dari Krapyak dan Kyai Chudhori dari Tegalrejo telah membuat pribadi Gus Dur menjadi orang yang sangat peka pada sentuhan-sentuhan kemanusiaan.

Dari segi kultural, Gus Dur melintasi tiga model lapisan budaya. Pertama, Gus Dur bersentuhan dengan kultur dunia pesantren yang sangat hierarkis, tertutup, dan penuh dengan etika yang serba formal; kedua, dunia Timur yang terbuka dan keras; dan ketiga, budaya Barat yang liberal, rasioal dan sekuler. Kesemuanya tampak masuk dalam pribadi dan membetuk sinergi.
Hampir tidak ada yang secara dominan berpengaruh membentuk pribadi Gus Dur. Sampai sekarang masing-masing melakukan dialog dalam diri Gus Dur. Inilah sebabnya mengapa Gus Dur selalu kelihatan dinamis dan suliit dipahami. Kebebasannya dalam berpikir dan luasnya cakrawala pemikiran yang dimilikinya melampaui batas-batas tradisionalisme yang dipegangi komunitasnya sendiri.

Data Pribadi Gus Dur


Nama:
Abdurrahman Wahid
Lahir:
Denanyar, Jombang, Jawa Timur, 4 Agustus 1940.
Orang Tua:
Wahid Hasyim (ayah), Solechah (ibu).
Istri :
Sinta Nuriyah
Anak-anak :
Alisa Qotrunada Zannuba Arifah Anisa Hayatunufus Inayah Wulandari
Pendidikan :
• Pesantren Tambak Beras, Jombang (1959-1963)
• Departemen Studi Islam dan Arab Tingkat Tinggi, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir (1964-1966)
• Fakultas Surat-surat Universitas Bagdad (1966-1970)
Karir
• Pengajar Pesantren Pengajar dan Dekan Universitas Hasyim Ashari Fakultas Ushuludin (sebuah cabang teologi menyangkut hukum dan filosofi)
• Ketua Balai Seni Jakarta (1983-1985)
• Penemu Pesantren Ciganjur (1984-sekarang)
• Ketua Umum Nahdatul Ulama (1984-1999)
• Ketua Forum Demokrasi (1990)
• Ketua Konferensi Agama dan Perdamaian Sedunia (1994)
• Anggota MPR (1999)
• Presiden Republik Indonesia (20 Oktober 1999-24 Juli 2001)
Penghargaan
• Penghargaan Magsaysay dari Pemerintah Filipina atas usahanya mengembangkan hubungan antar-agama di Indonesia (1993)
• Penghargaan Dakwah Islam dari pemerintah Mesir (1991) * Tokoh 1990, Majalah Editor, tahun 1990
* Ramon Magsaysay Award for Community Leadership, Ramon Magsaysay Award Foundation,
Philipina, tahun 1991
* Islamic Missionary Award from the Government of Egypt, tahun 1991
* Penghargaan Bina Ekatama, PKBI, tahun 1994
* Man Of The Year 1998, Majalah berita independent (REM), tahun 1998
* Honorary Degree in Public Administration and Policy Issues from the University of
Twente, tahun 2000
* Gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Jawaharlal Nehru, tahun 2000
* Doctor Honoris Causa dalam bidang Philosophy In Law dari Universitas Thammasat
Thaprachan Bangkok, Thailand, Mei 2000
* Doctor Honoris Causa dari Universitas Paris I (Panthéon-Sorbonne) pada bidang ilmu hukum
dan politik, ilmu ekonomi dan manajemen, dan ilmu humaniora, tahun 2000
* Penghargaan Kepemimpinan Global (The Global Leadership Award) dari Columbia University,
September 2000
* Doctor Honoris Causa dari Asian Institute of Technology, Thailand, tahun 2000
* Ambassador for Peace, salah satu badan PBB, tahun 2001
* Doctor Honoris Causa dari Universitas Sokka, Jepang, tahun 2002
* Doctor Honoris Causa bidang hukum dari Konkuk University, Seoul Korea Selatan, 21 Maret
2003.
* Medals of Valor, sebuah penghargaan bagi personal yang gigih memperjuangkan pluralisme
dan multikulturalisme, diberikan oleh Simon Wieshenthal Center (yayasan yang bergerak di
bidang penegakan HAM dan toleransi antarumat beragama), New York, 5 Maret 2009.
* Penghargaan nama Abdurrahman Wahid sebagai salah satu jurusan studi Agama di Temple
University, Philadelphi, 5 Maret 2009.
* Dan penghargaan-penghargaan lainnya


10 Kerusakan dalam Perayaan Tahun Baru

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Allah, Rabb yang memberikan hidayah demi hidayah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka hingga akhir zaman. Manusia di berbagai negeri sangat antusias menyambut perhelatan yang hanya setahun sekali ini. Hingga walaupun sampai lembur pun, mereka dengan rela dan sabar menunggu pergantian tahun. Namun bagaimanakah pandangan Islam -agama yang hanif- mengenai perayaan tersebut? Apakah mengikuti dan merayakannya diperbolehkan? Semoga artikel yang singkat ini bisa menjawabnya.

Sejarah Tahun Baru Masehi

Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM (sebelum masehi). Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar

penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.[1]

Dari sini kita dapat menyaksikan bahwa perayaan tahun baru dimulai dari orang-orang kafir dan sama sekali bukan dari Islam. Perayaan tahun baru ini terjadi pada pergantian tahun kalender Gregorian yang sejak dulu telah dirayakan oleh orang-orang kafir.

Berikut adalah beberapa kerusakan akibat seorang muslim merayakan tahun baru.

Kerusakan Pertama: Merayakan Tahun Baru Berarti

Merayakan ‘Ied (Perayaan) yang Haram

Perlu diketahui bahwa perayaan (’ied) kaum muslimin ada dua yaitu ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha. Anas bin Malik mengatakan,

كَانَ لِأَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ يَوْمَانِ فِي كُلِّ سَنَةٍ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَلَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ قَالَ كَانَ لَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا وَقَدْ أَبْدَلَكُمْ اللَّهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الْأَضْحَى

“Orang-orang Jahiliyah dahulu memiliki dua hari (hari Nairuz dan Mihrojan) di setiap tahun yang mereka senang-senang ketika itu. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau mengatakan, ‘Dulu kalian memiliki dua hari untuk senang-senang di dalamnya. Sekarang Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari yang lebih baik yaitu hari Idul Fithri dan Idul Adha.’”[2]

Namun setelah itu muncul berbagai perayaan (’ied) di tengah kaum muslimin. Ada perayaan yang dimaksudkan untuk ibadah atau sekedar meniru-niru orang kafir. Di antara perayaan yang kami maksudkan di sini adalah perayaan tahun baru Masehi. Perayaan semacam ini berarti di luar perayaan yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maksudkan sebagai perayaan yang lebih baik yang Allah ganti. Karena perayaan kaum muslimin hanyalah dua yang dikatakan baik yaitu Idul Fithri dan Idul Adha.

Perhatikan penjelasan Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyyah wal Ifta’, komisi fatwa di Saudi Arabia berikut ini:
Al Lajnah Ad Da-imah mengatakan, “Yang disebut ‘ied atau hari perayaan secara istilah adalah semua bentuk perkumpulan yang berulang secara periodik boleh jadi tahunan, bulanan, mingguan atau semisalnya. Jadi dalam ied terkumpul beberapa hal:

  1. Hari yang berulang semisal idul fitri dan hari Jumat.
  2. Berkumpulnya banyak orang pada hari tersebut.
  3. Berbagai aktivitas yang dilakukan pada hari itu baik berupa ritual ibadah ataupun non ibadah.

Hukum ied (perayaan) terbagi menjadi dua:

  1. Ied yang tujuannya adalah beribadah, mendekatkan diri kepada Allah dan mengagungkan hari tersebut dalam rangka mendapat pahala, atau
  2. Ied yang mengandung unsur menyerupai orang-orang jahiliah atau golongan-golongan orang kafir yang lain maka hukumnya adalah bid’ah yang terlarang karena tercakup dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
    مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

    Barang siapa yang mengada-adakan amal dalam agama kami ini padahal bukanlah bagian dari agama maka amal tersebut tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Misalnya adalah peringatan maulid nabi, hari ibu dan hari kemerdekaan. Peringatan maulid nabi itu terlarang karena hal itu termasuk mengada-adakan ritual yang tidak pernah Allah izinkan di samping menyerupai orang-orang Nasrani dan golongan orang kafir yang lain. Sedangkan hari ibu dan hari kemerdekaan terlarang karena menyerupai orang kafir.”[3] -Demikian penjelasan Lajnah-

Begitu pula perayaan tahun baru termasuk perayaan yang terlarang karena menyerupai perayaan orang kafir.

Kerusakan Kedua: Merayakan Tahun Baru Berarti Tasyabbuh (Meniru-niru) Orang Kafir

Merayakan tahun baru termasuk meniru-niru orang kafir. Dan sejak dulu Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mewanti-wanti bahwa umat ini memang akan mengikuti jejak orang Persia, Romawi, Yahudi dan Nashrani. Kaum muslimin mengikuti mereka baik dalam berpakaian atau pun berhari raya.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِى بِأَخْذِ الْقُرُونِ قَبْلَهَا ، شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ » . فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَفَارِسَ وَالرُّومِ . فَقَالَ « وَمَنِ النَّاسُ إِلاَّ أُولَئِكَ »

Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Selain mereka, lantas siapa lagi?“[4]

Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ . قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang penuh lika-liku, pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, Apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” [5]

An Nawawi -rahimahullah- ketika menjelaskan hadits di atas menjelaskan, “Yang dimaksud dengan syibr (sejengkal) dan dziro’ (hasta) serta lubang dhob (lubang hewan tanah yang penuh lika-liku), adalah permisalan bahwa tingkah laku kaum muslimin sangat mirip sekali dengan tingkah Yahudi dan Nashroni. Yaitu kaum muslimin mencocoki mereka dalam kemaksiatan dan berbagai penyimpangan, bukan dalam hal kekufuran. Perkataan beliau ini adalah suatu mukjizat bagi beliau karena apa yang beliau katakan telah terjadi saat-saat ini.”[6]

Lihatlah apa yang dikatakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apa yang beliau katakan memang benar-benar terjadi saat ini. Berbagai model pakaian orang barat diikuti oleh kaum muslimin, sampai pun yang setengah telanjang. Begitu pula berbagai perayaan pun diikuti, termasuk pula perayaan tahun baru ini.

Ingatlah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara tegas telah melarang kita meniru-niru orang kafir (tasyabbuh).

Beliau bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” [7]

Menyerupai orang kafir (tasyabbuh) ini terjadi dalam hal pakaian, penampilan dan kebiasaan. Tasyabbuh di sini diharamkan berdasarkan dalil Al Qur’an, As Sunnah dan kesepakatan para ulama (ijma’).[8]

Kerusakan Ketiga: Merekayasa Amalan yang Tanpa Tuntunan di Malam Tahun Baru

Kita sudah ketahui bahwa perayaan tahun baru ini berasal dari orang kafir dan merupakan tradisi mereka. Namun sayangnya di antara orang-orang jahil ada yang mensyari’atkan amalan-amalan tertentu pada malam pergantian tahun. “Daripada waktu kaum muslimin sia-sia, mending malam tahun baru kita isi dengan dzikir berjama’ah di masjid. Itu tentu lebih manfaat daripada menunggu pergantian tahun tanpa ada manfaatnya”, demikian ungkapan sebagian orang. Ini sungguh aneh. Pensyariatan semacam ini berarti melakukan suatu amalan yang tanpa tuntunan. Perayaan tahun baru sendiri adalah bukan perayaan atau ritual kaum muslimin, lantas kenapa harus disyari’atkan amalan tertentu ketika itu? Apalagi menunggu pergantian tahun pun akan mengakibatkan meninggalkan berbagai kewajiban sebagaimana nanti akan kami utarakan.

Jika ada yang mengatakan, “Daripada menunggu tahun baru diisi dengan hal yang tidak bermanfaat, mending diisi dengan dzikir. Yang penting kan niat kita baik.”

Maka cukup kami sanggah niat baik semacam ini dengan perkataan Ibnu Mas’ud ketika dia melihat orang-orang yang berdzikir, namun tidak sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang yang melakukan dzikir yang tidak ada tuntunannya ini mengatakan pada Ibnu Mas’ud,

وَاللَّهِ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ مَا أَرَدْنَا إِلاَّ الْخَيْرَ.

Demi Allah, wahai Abu ‘Abdurrahman (Ibnu Mas’ud), kami tidaklah menginginkan selain kebaikan.”

Ibnu Mas’ud lantas berkata,

وَكَمْ مِنْ مُرِيدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيبَهُ

Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun mereka tidak mendapatkannya.” [9]

Jadi dalam melakukan suatu amalan, niat baik semata tidaklah cukup. Kita harus juga mengikuti contoh dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, baru amalan tersebut bisa diterima di sisi Allah.

Kerusakan Keempat: Terjerumus dalam Keharaman dengan Mengucapkan Selamat Tahun Baru

Kita telah ketahui bersama bahwa tahun baru adalah syiar orang kafir dan bukanlah syiar kaum muslimin. Jadi, tidak pantas seorang muslim memberi selamat dalam syiar orang kafir seperti ini. Bahkan hal ini tidak dibolehkan berdasarkan kesepakatan para ulama (ijma’).

Ibnul Qoyyim dalam Ahkam Ahli Dzimmah mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) para ulama. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya.” Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya.

Banyak orang yang kurang paham agama terjatuh dalam hal tersebut. Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat. Oleh karena itu, barangsiapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat, bid’ah atau kekufuran, maka dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah Ta’ala.”[10]

Kerusakan Kelima: Meninggalkan Perkara Wajib yaitu Shalat Lima Waktu

Betapa banyak kita saksikan, karena begadang semalam suntuk untuk menunggu detik-detik pergantian tahun, bahkan begadang seperti ini diteruskan lagi hingga jam 1, jam 2 malam atau bahkan hingga pagi hari, kebanyakan orang yang begadang seperti ini luput dari shalat Shubuh yang kita sudah sepakat tentang wajibnya. Di antara mereka ada yang tidak mengerjakan shalat Shubuh sama sekali karena sudah kelelahan di pagi hari. Akhirnya, mereka tidur hingga pertengahan siang dan berlalulah kewajiban tadi tanpa ditunaikan sama sekali.Na’udzu billahi min dzalik.

Ketahuilah bahwa meninggalkan satu saja dari shalat lima waktu bukanlah perkara sepele. Bahkan meningalkannya para ulama sepakat bahwa itu termasuk dosa besar.

Ibnul Qoyyim -rahimahullah- mengatakan, “Kaum muslimin tidaklah berselisih pendapat (sepakat) bahwa meninggalkan shalat wajib (shalat lima waktu) dengan sengaja termasuk dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, zina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.”[11]

Adz Dzahabi –rahimahullah- juga mengatakan, “Orang yang mengakhirkan shalat hingga keluar waktunya termasuk pelaku dosa besar. Dan yang meninggalkan shalat -yaitu satu shalat saja- dianggap seperti orang yang berzina dan mencuri. Karena meninggalkan shalat atau luput darinya termasuk dosa besar. Oleh karena itu, orang yang meninggalkannya sampai berkali-kali termasuk pelaku dosa besar sampai dia bertaubat. Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat termasuk orang yang merugi, celaka dan termasuk orang mujrim (yang berbuat dosa).”[12]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengancam dengan kekafiran bagi orang yang sengaja meninggalkan shalat lima waktu. Buraidah bin Al Hushoib Al Aslamiy berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.”[13] Oleh karenanya, seorang muslim tidak sepantasnya merayakan tahun baru sehingga membuat dirinya terjerumus dalam dosa besar.

Dengan merayakan tahun baru, seseorang dapat pula terluput dari amalan yang utama yaitu shalat malam. Dari Abu Hurairah, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.”[14] Shalat malam adalah sebaik-baik shalat dan shalat yang biasa digemari oleh orang-orang sholih. Seseorang pun bisa mendapatkan keutamaan karena bertemu dengan waktu yang mustajab untuk berdo’a yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Sungguh sia-sia jika seseorang mendapati malam tersebut namun ia menyia-nyiakannya. Melalaikan shalat malam disebabkan mengikuti budaya orang barat, sungguh adalah kerugian yang sangat besar.

Kerusakan Keenam: Begadang Tanpa Ada Hajat

Begadang tanpa ada kepentingan yang syar’i dibenci oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Termasuk di sini adalah menunggu detik-detik pergantian tahun yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.”[15]

Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khottob sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!”[16] Apalagi dengan begadang, ini sampai melalaikan dari sesuatu yang lebih wajib (yaitu shalat Shubuh)?!

Kerusakan Ketujuh: Terjerumus dalam Zina

Jika kita lihat pada tingkah laku muda-mudi saat ini, perayaan tahun baru pada mereka tidaklah lepas dari ikhtilath (campur baur antara pria dan wanita) dan berkholwat (berdua-duan), bahkan mungkin lebih parah dari itu yaitu sampai terjerumus dalam zina dengan kemaluan. Inilah yang sering terjadi di malam tersebut dengan menerjang berbagai larangan Allah dalam bergaul dengan lawan jenis. Inilah yang terjadi di malam pergantian tahun dan ini riil terjadi di kalangan muda-mudi. Padahal dengan melakukan seperti pandangan, tangan dan bahkan kemaluan telah berzina. Ini berarti melakukan suatu yang haram.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.”[17]

Kerusakan Kedelapan: Mengganggu Kaum Muslimin

Merayakan tahun baru banyak diramaikan dengan suara mercon, petasan, terompet atau suara bising lainnya. Ketahuilah ini semua adalah suatu kemungkaran karena mengganggu muslim lainnya, bahkan sangat mengganggu orang-orang yang butuh istirahat seperti orang yang lagi sakit. Padahal mengganggu muslim lainnya adalah terlarang sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

Seorang muslim adalah seseorang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu orang lain.”[18]

Ibnu Baththol mengatakan, “Yang dimaksud dengan hadits ini adalah dorongan agar seorang muslim tidak menyakiti kaum muslimin lainnya dengan lisan, tangan dan seluruh bentuk menyakiti lainnya. Al Hasan Al Bashri mengatakan, “Orang yang baik adalah orang yang tidak menyakiti walaupun itu hanya menyakiti seekor semut”.”[19] Perhatikanlah perkataan yang sangat bagus dari Al Hasan Al Basri. Seekor semut yang kecil saja dilarang disakiti, lantas bagaimana dengan manusia yang punya akal dan perasaan disakiti dengan suara bising atau mungkin lebih dari itu?!

Kerusakan Kesembilan: Meniru Perbuatan Setan dengan Melakukan Pemborosan

Perayaan malam tahun baru adalah pemborosan besar-besaran hanya dalam waktu satu malam. Jika kita perkirakan setiap orang menghabiskan uang pada malam tahun baru sebesar Rp.1000 untuk membeli mercon dan segala hal yang memeriahkan perayaan tersebut, lalu yang merayakan tahun baru sekitar 10 juta penduduk Indonesia, maka hitunglah berapa jumlah uang yang dihambur-hamburkan dalam waktu semalam? Itu baru perkiraan setiap orang menghabiskan Rp. 1000, bagaimana jika lebih dari itu?! Masya Allah sangat banyak sekali jumlah uang yang dibuang sia-sia. Itulah harta yang dihamburkan sia-sia dalam waktu semalam untuk membeli petasan, kembang api, mercon, atau untuk menyelenggarakan pentas musik, dsb. Padahal Allah Ta’ala telah berfirman,

وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (Qs. Al Isro’: 26-27)

Ibnu Katsir mengatakan, “Allah ingin membuat manusia menjauh sikap boros dengan mengatakan: “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” Dikatakan demikian karena orang yang bersikap boros menyerupai setan dalam hal ini.

Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu bukan pada jalan yang benar.” Mujahid mengatakan, “Seandainya seseorang menginfakkan seluruh hartanya dalam jalan yang benar, itu bukanlah tabdzir (pemborosan). Namun jika seseorang menginfakkan satu mud saja (ukuran telapak tangan) pada jalan yang keliru, itulah yang dinamakan tabdzir (pemborosan).” Qotadah mengatakan, “Yang namanya tabdzir (pemborosan) adalah mengeluarkan nafkah dalam berbuat maksiat pada Allah, pada jalan yang keliru dan pada jalan untuk berbuat kerusakan.”[20]

Kerusakan Kesepuluh: Menyia-nyiakan Waktu yang Begitu Berharga

Merayakan tahun baru termasuk membuang-buang waktu. Padahal waktu sangatlah kita butuhkan untuk hal yang bermanfaat dan bukan untuk hal yang sia-sia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi nasehat mengenai tanda kebaikan Islam seseorang,

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

“Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.” [21]

Ingatlah bahwa membuang-buang waktu itu hampir sama dengan kematian yaitu sama-sama memiliki sesuatu yang hilang. Namun sebenarnya membuang-buang waktu masih lebih jelek dari kematian.

Semoga kita merenungkan perkataan Ibnul Qoyyim, “(Ketahuilah bahwa) menyia-nyiakan waktu lebih jelek dari kematian. Menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu (membuatmu lalai) dari Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanyalah memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.”[22]

Seharusnya seseorang bersyukur kepada Allah dengan nikmat waktu yang telah Dia berikan. Mensyukuri nikmat waktu bukanlah dengan merayakan tahun baru. Namun mensyukuri nikmat waktu adalah dengan melakukan ketaatan dan ibadah kepada Allah. Itulah hakekat syukur yang sebenarnya. Orang-orang yang menyia-nyiakan nikmat waktu seperti inilah yang Allah cela. Allah Ta’ala berfirman,

أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَاءكُمُ النَّذِيرُ

“Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?” (Qs. Fathir: 37). Qotadah mengatakan, “Beramallah karena umur yang panjang itu akan sebagai dalil yang bisa menjatuhkanmu. Marilah kita berlindung kepada Allah dari menyia-nyiakan umur yang panjang untuk hal yang sia-sia.”[23]

Inilah di antara beberapa kerusakan dalam perayaan tahun baru. Sebenarnya masih banyak kerusakan lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu dalam tulisan ini karena saking banyaknya. Seorang muslim tentu akan berpikir seribu kali sebelum melangkah karena sia-sianya merayakan tahun baru. Jika ingin menjadi baik di tahun mendatang bukanlah dengan merayakannya. Seseorang menjadi baik tentulah dengan banyak bersyukur atas nikmat waktu yang Allah berikan. Bersyukur yang sebenarnya adalah dengan melakukan ketaatan kepada Allah, bukan dengan berbuat maksiat dan bukan dengan membuang-buang waktu dengan sia-sia. Lalu yang harus kita pikirkan lagi adalah apakah hari ini kita lebih baik dari hari kemarin? Pikirkanlah apakah hari ini iman kita sudah semakin meningkat ataukah semakin anjlok! Itulah yang harus direnungkan seorang muslim setiap kali bergulirnya waktu.

Ya Allah, perbaikilah keadaan umat Islam saat ini. Perbaikilah keadaan saudara-saudara kami yang jauh dari aqidah Islam. Berilah petunjuk pada mereka agar mengenal agama Islam ini dengan benar.

“Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (Qs. Hud: 88)

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Disempurnakan atas nikmat Allah di Pangukan-Sleman, 12 Muharram 1431 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id


[2] HR. An Nasa-i no. 1556. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
[3] Fatawa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyyah wal Ifta‘, 3/88-89, Fatwa no. 9403, Mawqi’ Al Ifta’.
[4] HR. Bukhari no. 7319, dari Abu Hurairah.
[5] HR. Muslim no. 2669, dari Abu Sa’id Al Khudri.
[6] Al Minhaj Syarh Shohih Muslim, Abu Zakariya Yahya bin Syarf An Nawawi, 16/220, Dar Ihya’ At Turots Al ‘Arobiy, cetakan kedua, 1392.
[7] HR. Ahmad dan Abu Daud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho‘ (1/269) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Irwa’ul Gholil no. 1269.
[8] Lihat penukilan ijma’ (kesepakatan ulama) yang disampaikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Iqtidho’ Ash Shirotil Mustaqim, 1/363, Wazarotu Asy Syu-un Al Islamiyah, cetakan ketujuh, tahun 1417 H.
[9] HR. Ad Darimi. Dikatakan oleh Husain Salim Asad bahwa sanad hadits ini jayid (bagus).
[10] Ahkam Ahli Dzimmah, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, 1/441, Dar Ibnu Hazm, cetakan pertama, tahun 1418 H.
[11] Ash Sholah wa Hukmu Tarikiha, hal. 7, Dar Al Imam Ahmad
[12] Al Kaba’ir, hal. 26-27, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah.
[13] HR. Ahmad, Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani. Lihat Misykatul Mashobih no. 574
[14] HR. Muslim no. 1163
[15] HR. Bukhari no. 568
[16] Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 3/278, Asy Syamilah.
[17] HR. Muslim no. 6925
[18] HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 41
[19] Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 1/38, Asy Syamilah
[20] Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 5/69, pada tafsir surat Al Isro’ ayat 26-27
[21] HR. Tirmidzi. Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if  Sunan Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini shohih.
[22] Al Fawa’id, hal. 33
[23] Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 6/553, pada tafsir surat Fathir ayat 37.

Self Therapy

Dalam tulisan-tulisan saya yang lalu termasuk salahsatunya yang berjudul 'Cinta Yang Terbenam' merupakan kisah yang saya alami, betapa kompleksnya kehidupan berkeluarga. Harapan saya dari kisah itu bagi pembaca yang merasakan penderitaan yang sama ataupun mirip-mirip, dapat melakukan 'self therapy' atau dapat menterapi dirinya sendiri. Hidup ini kita tidak sendiri dan banyak orang lain yang lebih menderita dari pada kita. Kita bisa menggali potensi yang terpendam yang kita miliki, mengembangkan dan beraktualisasi diri.

Bagi kita yang memiliki kepribadian yang kuat, wawasan yang cukup, peristiwa yang menyakitkan bukanlah akhir dari segalanya. Peristiwa yang menyakitkan adalah cobaan juga sekaligus riyadhoh atau latihan dalam kehidupan ini agar kita makin dekat kepada Sang Khaliq. Dalam banyak kasus yang saya temui membuktikan hanya orang-orang yang dapat mengubah cobaan menjadi kekuatan yang dahsyatlah yang mampu meningkatkan kualitas hidupnya, bukan hanya mampu mengatasi masalah yang sedang dihadapi namun juga bermanfaat bagi anak, keluarga bahkan bermanfaat bagi orang-orang disekelilingnya.

Itulah sebabnya sebuah realitas setiap orang akan mengalami cobaan hidup, cobaan hidup entah seberapa beratnya cobaan hidup yang dialami seseorang akan membuat guncangan pada jiwa kita. Guncangan itu bergantung seberapa ketaqwaan kita kepada Alloh SWT. Semakin kuat pondasi ketaqwaan kita kepada Alloh SWT maka semakin kuat kita mampu menghadapinya.

Pengalaman atau cobaan tidaklah harus kita mengalami sendiri namun dapat kita peroleh dengan melalui membaca, mendengar atau melihat sebuah peristiwa. Semoga dengan kita semakin banyak bersyukur maka Alloh SWT tidak memberikan kita cobaan yang berat pada diri kita ataupun keluarga kita. Bagi kita yang sedang mengalami cobaan, yakinlah dibalik semua peristiwa ada hikmah yang tersembunyi yang belum kita ketahui. Janganlah membenci orang yang telah menyakiti kita karena mereka yang telah menyakiti kita hanyalah sebuah sarana untuk menguji ketaqwaan dan kesabaran kita. Hanya bagi orang yang bersabar dan bersyukur maka Alloh SWT melimpahkan banyak anugerah pada hidup kita.

Islam di Tibet, Ketika Kedamaian Terkoyak


"Atap Dunia’’. Begitulah Tibet kerap dijuluki. Tak berlebihan julukan itu ditabalkan kepada Tibet. Betapa tidak. Di negara itulah puncak tertinggi di dunia, yakni Everest, berada. Sejatinya, sebagian wilayah Tibet masuk dalam kawasan pegunungan Himalaya.

Begitu terkenalnya, sampai-sampai nama Tibet, Himalaya atau Everest, banyak dijadikan sebagai inspirasi pembuatan karya seni khususnya film dan buku. Di antaranya adalah seri kisah petualangan Tintin. Pada salah satu judulnya, yakni Tintin di Tibet, Herge sang penulis asal Belgia, menyuguhkan sekilas pemandangan dan kondisi alam di Tibet, serta kehidupan masyarakatnya.

Apa yang tersaji memang tak jauh berbeda dengan kenyataan sesungguhnya. Tibet memiliki karakteristik lingkungan yang sangat beragam, di samping wilayahnya yang bergunung-gunung. Iklim yang keras lantaran kerap turun hujan salju juga menjadi bagian dari kondisi alam di sana. Meski demikian, situasi itu agak berbanding terbalik dengan sifat masyarakat Tibet yang cinta damai.

Sebagian besar penduduk beragama Budha. Tak heran, jika di Tibet mudah ditemui kuil-kuil Budha sebagai tempat pendidikan serta pembinaan para biksu. Di tengah keseharian mereka, terdapat komunitas Muslim. Islam dan Budha sejatinya telah berbagi sejarah panjang di negara yang berpenduduk sebanyak 2,7 juta jiwa itu. Hubungan erat telah berlangsung sejak abad ke-8 M. Para sejarawan Islam di era kekhalifahan, semisal Thabari, Yaqut Hamawi, dan Ibn Khaldun, bahkan kerap menyebut nama Tibet dalam tulisantulisannya. Islam masuk ke Tibet di era Umar bin Abdul Aziz I (717 M - 720 M) dari Dinasti Umayyah.

Saat itu, Khalifah Umar mengirim utusan atas permintaan delegasi Tibet dalam rangka mengenalkan Islam di kawasan tersebut. Rombongan utusan dipimpin oleh Salah bin Abdullah Hanafi. Mereka segera mendakwahkan Islam. Kegiatan itu tak berhenti meski terjadi pergantian kepemimpinan di Baghdad dari Dinasti Umayyah ke Dinasti Abbasiyah.

Namun demikian, penduduk Tibet yang berpindah keyakinan ke agama Islam tidak terlampau banyak. Kehadiran pemeluk Islam dalam jumlah signifikan terjadi melalui pedagang dan imigran asal Kashmir, wilayah di India yang berbatasan langsung dengan Tibet.

Keberadaan mereka ditemukan di seluruh kota di Tibet. Pedagang dan imigran Muslim dari Kashmir pertama kali datang ke Tibet sekitar abad ke-12 M. Dari waktu ke waktu, interaksi kian erat. Pedagang dan imigran Muslim kemudian menikah dengan wanita setempat, yang akhirnya mengikuti agama suaminya. Hal ini mendorong pening katan jumlah umat Islam di Tibet.

Masyarakat Tibet pun menyebut pemeluk Islam dengan panggilan Kachee, artinya orang Kashmir. Walaupun bukan warga asli Tibet, tapi mereka lebih diakui sebagai bagian dari masyarakat ketimbang Muslim Hui yang berasal dari Cina yang disebut Kyangsha.

Sebagian besar Muslim Tibet menetap di kota Lhasa dan Shigatse, kota terbesar kedua. Kebanyakan mereka tinggal di sekitar masjid yang dibangun kemudian. Masjid lantas menjadi pusat kehidupan sosial umat. Ini membuat masjid-masjid di Tibet terpelihara dengan baik. Ketika Tibet berada di bawah kekuasaan Dalai La ma kelima, umat Islam hidup berdampingan secara damai bersama pemeluk Budha. Umat Muslim juga mendapat perlakuan istimewa. Mereka misalnya diizinkan menjalankan urusan keseharian secara syariat. Muslim Tibet juga bebas untuk mendirikan perusahaan dan berbisnis.

Masa-masa penuh kedamaian itu terkoyak seiring invasi tentara Cina pada 1950. Setahun kemudian, Cina menduduki ibu kota Lhasa dan mendongkel Dalai Lama dari kekuasaannya. Tibet pun dijadikan sebagai salah satu provinsi Cina. Sejak peristiwa tersebut, masyarakat terus mendapat tekanan. Tak hanya umat Budha, perlakuan semena-mena juga diterima warga minoritas Muslim. Kedua umat juga sering diadu domba. Tak hanya itu, pihak penguasa mendesak Muslim Tibet untuk menjual tanah dan bangunan milik mereka.

Untuk itu, Muslim Tibet diiming-imingi tawaran untuk berimigrasi ke luar negeri apabila bersedia menjual lahan dan bangunannya. Tapi, tawaran ini ditolak mentahmentah. Muslim Tibet tak ingin menyerahkan begitu saja harta dan kekayaan yang mereka peroleh dari jerih payahnya. Sebagai konsekuensinya, mereka terus mendapatkan tekanan dan penindasan.

Para pedagang dan warga Tibet dilarang untuk menjual makanan kepada umat Muslim yang enggan menjual tanah dan rumahnya. Dampak dari perintah boikot ini sangat memprihatinkan, mengingat banyaknya umat yang menderita kelaparan.

Tak kuasa menahan derita, umat Muslim Tibet memilih untuk mengungsi ke wilayah India. Maka, terjadilah gelombang eksodus ke kota-kota perbatasan di India. Di lokasi pengungsian, kehidupan tak lebih baik. Mereka mencoba bertahan dan berjuang membangun komunitas di pengasingan hingga selama dua dasawarsa berikutnya. Hanya saja, usaha ini tak cukup berhasil lantaran ketiadaan figur pemimpin yang mumpuni.

Akibat permasalahan yang tak kunjung tuntas, sebagian umat Muslim Tibet memilih pergi ke luar negeri. Arab Saudi, Turki, Nepal dan beberapa kawasan di India menjadi tujuan mereka dalam usaha mencari penghidupan yang lebih layak.

Situasi dan kondisi memprihatinkan yang dialami warga Muslim Tibet ini tak lepas dari perhatian Dalai Lama, pemimpin spiritual Tibet yang juga hidup di pengasingan. Dalai Lama secara khusus mengirimkan utusannya untuk mengetahui kondisi sebenarnya warga Muslim Tibet ini. Dia cukup diyakinkan dengan informasi terkait penderitaan Muslim Tibet di pengungsian.

Maka itu, saat kunjungan ke Srinagar tahun 1975, Dalai Lama membahas ma -salah ini dengan sejumlah petinggi India. Dia sekaligus mendorong Muslim Tibet membentuk Asosiasi Kesejahteraan Pengungsi Muslim sebagai wadah perjuangan. ed; heri ruslan


Dukungan untuk Muslim Tibet

Imbauan Dalai Lama untuk membentuk semacam badan peningkatan kesejahteraan Muslim di pengungsian, segera direalisasikan. Badan ini langsung bekerja terutama untuk mengangkat taraf ekonomi dan pendidikan komunitas Muslim.

Bantuan dana dari Dalai Lama sangat membantu pelaksanaan kerja badan tersebut. Setelah itu, sejumlah bantuan lain mulai berdatangan, antara lain dari yayasan masyarakat Tibet di New York.

Program pengembangan usaha kecil menjadi prioritas. Di beberapa lokasi pengungsian, didirikan pusat-pusat kerajinan tangan. Umat Muslim ada yang dikirim ke Dharamsala untuk belajar teknik membuat karpet.

Dari aspek sosial kemasyarakatan, Kerajaan Arab Saudi turut membantu dana bagi pembangunan ratusan unit rumah, sekaligus masjid. Pembangunan perumahan selesai sekitar tahun 1985 untuk kemudian didistribusikan kepada para pengungsi.

Situs www.unpo.orgmenyebutkan, diperkirakan sekitar dua ribu umat Muslim Tibet menjadi perantau. Sementara yang masih bertahan di Tibet jumlahnya mencapai tiga ribu jiwa. Mereka yang memilih meninggalkan Tibet kini hidup terpencar di berbagai negara. Sebagian masih berada di wilayah Kashmir, sebagian lagi menetap di Nepal, juga beberapa negara di Timur Tengah dan Turki.

Para pengungsi ini masih punya satu harapan. Yaitu, suatu hari nanti mereka ingin kembali ke Tibet. Seorang pemuda Muslim saat ditanya apakah berkeinginan kembali ke Tibet sebagai solusi akhir, dengan tegas menjawab, Lebih baik hidup di bawah jembatan di negeri sendiri, ketimbang hidup senang tapi sebagai pengungsi di negara orang.

Mimpi dan harapan itulah yang membuat umat Muslim Tibet di pengasingan terus berupaya menggalang bantuan dari seluruh dunia. Salah satu yang sangat mendukung langkah itu adalah Dalai Lama.

Pada berbagai forum, pemimpin spiritual Tibet ini senantiasa mengungkapkan penderitaan warga Muslim Tibet. Dia pun meminta agar dunia memberikan perhatian bagi mereka.

Dalai Lama juga mengaku prihatin dengan stigma kekerasan yang saat ini disematkan kepada umat Muslim. Menurutnya, dalam kaitan tersebut Islam telah diperlakukan dengan tidak adil.

Berdasarkan pengalamannya hidup bersama komunitas Muslim, peraih Nobel Perdamaian tahun 1989 itu mengungkapkan, Islam bukanlah sebuah tradisi militan. Sebaliknya, kata dia, Islam memiliki pesan dan ajaran yang mengedepankan kasih sayang dan perdamaian.

Terkait aksi kekerasan yang dilakukan oleh segelintir umat Islam, Dalai Lama mengingatkan, bahwa hal serupa bisa terjadi pada agama lain. Di tiap-tiap agama, selalu akan ada orang yang memilih cara tersebut, paparnya.

Lebih jauh, pemilik nama asli Tenzim Gyatso ini meminta agar segenap umat manusia untuk menjalin kerjasama, berto leransi dan menjauhi pertikaian yang meng atasnamakan agama. Dia berpendapat, dengan semangat saling menghargai dan tolong menolong itulah, maka harapan untuk membantu sepenuhnya umat Muslim Tibet dapat diwujudkan. yusuf/taq

Kematian Aneh Ratusan Saintis Dunia (Tamat)


Doktor Ivan Glebov dan Doktor Alexi Brushlinski (Keduanya meninggal Januari 2002). Glebov dan Brushlinski merupakan pakar mikrobiologi asal Rusia. Keduanya anggota dari Russian Academy of Science. Mereka berdua tewas akibat serangan para bandit yang diduga anggota mafia Rusia di Moskow.

Tanya Holzmayer (Usia 46 tahun, meninggal 28 Februari 2002). Pada hari yang naas itu, Holzmayer yang merupakan ahli mikrobiologi asal Rusia tewas ditembak oleh rekan kerjanya sesama ahli mikrobiologis bernama Guyang “Mathew” Huang, 38, saat dia menerima pizza dari Huang. Holzmaer tewas seketika dengan luka tembak di kepala dan di dada. Setelah menembak Holzmayer, Huang melarikan diri dan sempat menelpon isterinya jika dia juga akan bunuh diri. Tak lama kemudian Huang juga menembak dirinya sendiri dan tewas. Mereka berdua diketahui tengah meneliti sistem pertahanan tubuh terhadap virus HIV.

Robert Leslie Burghoff (Seorang saintis spesialisasi virus. Usia 45 tahun, meninggal pada 20 November 2003 akibat tabrak lari di South Braeswood, Texas).

Roman Kuzmin (Seorang mahasiswa di Connecticut asal Rusia. Meninggal Desember 2002, usia 24 tahun, setelah ditabrak oleh sebuah kendaraan). Kuzmin dikenal sebagai seorang mahasiswa yang sangat cerdas dan berdedikasi dalam ilmu bedah tulang. Kuzmin yang asal Rusia ini meninggal dunia ditabrak sebuah kendaraan. Polisi hanya menyatakan jika Kuzmin menjadi korban tabrak lari.

Dr. Roger (Meninggal musim panas tahun 2003)

Robert Aranosia (Seorang peneliti medis. Meninggal di usia 61 tahun dalam suatu kecelakaan lalu lintas, 18 Desember 2003)

Todd Kauppila (Usia 41. Meninggal 8 Mei 2005). Kaupilla merupakan ahli dalam bidang organ dalam di Rumah Sakit Los Alamos. Kematiannya misterius.

Leonid Strachunsky (Meninggal 8 Juni 2005). Spesialisasi Strachunsky adalah membuat pertahanan mikroba bagi senjata kimia. Strachunsky ditemukan meninggal dunia di kamar hotelnya di Moskow, dalam perjalanannya dari Smolensk menuju Amerika Serikat. Hasil penyelidikan menyebutkan jika kematiannya terkait dengan kasus pembunuhan terhadap seorang peneliti senior senjata biologi di Tver, Russia.

Mohammed Munim al-Izmerly (Meninggal April 2004). Saintis Irak ini ditembak tepat di kepalanya dalam suatu insiden di Amerika.

Ilsley Ingram (Usia 84 tahun, meninggal 12 April 2004 dalam kasus yang masih menjadi misteri). Ingram adalah Direktur dari Supraregional Haemophilia Reference Centre dan The Supraregional Centre for the Diagnosis of Bleeding Disorders di St. Thomas Hospital di London.

William T. McGuire (Usia 39 tahun, meninggal 5 Mei 2004). McGuire merupakan saintis senior di NJ University dan Senior Analisis Program di New Jersey Institute of Technology di Newark. Dia merupakan salah satu dari pakar dunia di bidang mikrobiologi.

Antonina Presnyakova (Usia 46 tahun, meninggal 25 Mei 2004). Seorang saintis Rusia yang bekerja dalam riset senjata biologi di sebuah laboratorium di Siberia. Keterangan resmi menyebutkan jika Presnyakova meninggal akibat virus Ebola.

Dr. Paul Norman (Usia 52 tahun, meninggal 27 Juni 2004). Seorang jenius di bidang senjata kimia dan biologi yang tewas dalam suatu kecelakaan pesawat bermesin tunggal, Cessna 206 di Devon.

Dr. Larry Bustard (Usia 53 tahun, Meninggal 2 Juli 2004 tanpa sebab yang jelas). Doktor Bustard merupakan saintis di Department of Energy Laboratorium Sandia di Alburqueque yang salah satu fokus penelitiannya adalah virus anhtrax. Bersama timnya, Bustard mengembangan teknologi baru guna melawan serangan senjata biologi dan kimia.

Professor John Clark (Usia 52 tahun, meninggal dunia 12 Agustus 2004. John Clark adalah seorang pakar di bidang bioteknologi yang sukses mengembangkan teknik modifikasi bagi beberapa tema penelitiannya, antara lain dalam teknologi kloning.

Mohammed Toki Hussein al-Talakani (Usia 40 tahun, meninggal 5 September 2004). Al-Talakani merupakan seorang ilmuwan Fisika Nuklir di Irak sejak ahun 1984. Dia tewas ditembak orang tak dikenal di Mahmudiya, Baghdad selatan.

Matthew Allison (Usia 32 tahun, meninggal 13 Oktober 2004). Saintis ini meninggal dunia saat membuka mobilnya yang terparkir di Osceola County, Fla., Wal-Mart Store. Mobil Allison langusng meledak ketika dia membuka pintunya. Allison merupakan seorang peneliti di bidang Biologi Molekuler dan Bioteknologi.

Masih ada ratusan saintis lagi dalam daftar kematian yang aneh dan misterius. Kasus seperti ini juga pernah menimpa seorang mahasiswa asal Indonesia, yang menemui kematian secara misterius di Singapura, yakni David Hartanto Wijaya.

David Dibunuh MOSSAD?

David Hartanto merupakan lulusan SMAK 1 Penabur Jakarta dan pernah mewakili Indonesia dalam ajang Olimpiade Matematika Internasional. David melanjutkan pendidikannya di Nanyang Technological University (NTU) melalui jalur beasiswa dan mengambil jurusan Teknik Elektro. Keterangan resmi menyebutkan jika David bunuh diri setelah menikam menikam Profesor Chan Kap Luk, dosen yang mengurusi tugas akhirnya di NTU pada 2 Maret 2009. Namun semua fakta yang ditemukan di lapangan membantah asumsi ini dengan tegas.

Data tentang David dan FYP (Final Year Project) nya telah dihapus dari database NTU. Hanya dalam 2 hari, NTU langsung menghapus data topik FYP yang sedang David kerjakan. Dalam tugas akhirnya, David diketahui mengerjakan proyek prestisus dalam sistem surveillance system 3D, suatu teknik pengintaian yang sangat berharga dalam kerja intelijen. Proyek ini seharga 500 ribu dollar, namun jika dikembangkan lebih lanjut maka menjadi satu terobosan baru di bidang pengintaian.

Sejumlah kejanggalan yang sangat jelas tentang kematian David menimbulkan dugaan jika David sengaja dibunuh dan penemuannya dicuri. Semua orang tahu, Singapura adalah basis gerakan intelijen Zionis-Israel di Asia Tenggara dan Pasifik. Apakah dengan ini berarti MOSSAD berada di balik kematian David? Bukan mustahil.

Di Indonesia, kasus kontroversial lainnya adalah soal fasilitas penelitian Angkatan Laut AS (Naval Medical Research Unit), NAMRU yang sangat kontroversial. Dr. Siti Fadhilah Supari adalah salah satu korban dari kasus ini dengan tidak dipilih lagi oleh Presiden SBY dalam susunan kabinet periode 2009-2014. Presiden Sby malah menunjuk dokter Endang Sedyaningsih, seorang pejabat Eselon II yang dikenal sangat dekat dengan NAMRU sebagai Menteri Kesehatan. Keberpihakan Endang dengan Amerika jelas dengan dimasukkannya memelihara kerjasama dengan AS dalam program seratus harinya.

Kontrol Populasi

Banyak orang percaya, dibalik semua kematian misterius ratusan saintis dunia, semua ini terkait dengan program pembatasan populasi umat manusia yang memang telah lama dilancarkan konspiran globalis. Perang merupakan program yang paling jelas bisa dilihat, sedangkan operasi-operasi tertutup lainnya adalah dengan menyerang suatu negara atau wilayah dengan penyakit, wabah, atau pun dengan menyusupkan agen-agen kimia pembunuh ke dalam bahan makanan dan obat-obatan medis seperti yang telah dilakukan mereka dalam menunggangi Codex Alimentarius yang berada di bawah PBB. Percaya atau tidak, Indonesia merupakan laboratorium terbesar mereka saat ini. (Tamat/ridyasmara)

Profesor Al-Hassani: Ilmu Pengetahuan, Warisan Budaya Islam Yang Terlupakan


Ketika Barat mengalami masa yang disebut sebagai "Masa Kegelapan" pada abad ke-7 sampai abad ke-17, di dunia Islam justeru sedang mengalami perkembangan dan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan. Seiring perjalanan waktu ketika dunia Islam mengalami kemunduran, banyak hasil penemuan dan ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh para ilmuwan Muslim diklaim sebagai hasil penemuan ilmuwan Barat hingga sekarang.

Seorang cendikiawan dan ilmuwan Muslim, Profesor Salim Al-Hassani tidak bisa tinggal diam melihat hal itu. Ia ingin meluruskan fakta sejarah dan mengklaim kembali hasil temuan dan ilmu pengetahuan yang dikembangkan para ilmuwan Muslim yang selama ini hilang dan diakui sebagai hasil penemuan ilmuwan Barat. Dan kepedulian Salim diwujudkannya dalam buku "1001 Inventions: Muslim Heritage in Our World".

Selama hampir 20 tahun ia menelusuri dan mengumpulkan warisan peninggalan para ilmuwan Muslim di bidang ilmu pengetahuan, seni dan teknologi yang kemudian dibukukannya dalam buku tersebut. "Proyek 1001 penemuan adalah proyek sejarah ilmu pengetahuan dan fokusnya pada periode ribuan tahun yang lalu, mulai dari abad ke-7 dan seterusnya yang kurang diapresiasi oleh banyak orang di dunia sekarang ini," kata Profesor Salim.

Kerja kerasnya selama puluhan tahun bukan hanya membuahkan karya yang bermanfaat bagi generasi muda Islam tapi juga membuahkan penghargaan dari British Science Association.

Profesor Salim mengatakan, ilmu pengetahuan memainkan peranan penting untuk menciptakan saling kesepahaman dan penghormatan Barat terhadap dunia Islam. Terlebih sejak peristiwa serangan 11 September 2001 dimana Islam dan Muslim menjadi target hujatan dan dipandang sebagai peradaban yang primitif.

"Dengan menunjukkan warisan ilmu pengetahuan dan budaya dari kelompok masyarakat yang berbeda-beda, kita bisa menghormati berbagai budaya di dunia, bisa membantu meluruskan pandangan yang menyimpang soal superiotas budaya dan membantu masyarakat dunia untuk menghargai dan menghormati keyakinan, gaya hidup serta sejarah dari umat manusia lainnya," tutur Profesor Salim.

Ia berharap, upayanya mengingatkan kembali kemajuan ilmu pengetahuan yang pernah dicapai para ilmuwan Muslim, bisa mengurangi pemikiran ekstrimis di kalangan Muslim, mempertajam sikap sosial dan mendorong generasi muda Muslim untuk berkarir di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Profesor Salim mengatakan, buku "1001 Inventions" secara keseluruhan mengedepankan kontribusi ilmu pengetahuan beragam latar belakang budaya, terutama dari kalangan Muslim, dalam menciptakan kehidupan modern seperti sekarang ini.

"Apa yang dicapai dunia Islam dibangun atas dasar pengetahuan yang mereka dapatkan dari berbagai peradaban, seperti peradaban Yunani, Babilonia, Assiria, China dan India," ungkap Profesor Salim.

Ia menambahkan, masih ada lima juta manuskrip lagi yang masih menunggu diteliti untuk mengungkap sejarah-sejarah yang hilang, misalnya tentang peran para ilmuwan muslimah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya. Dari jumlah itu, kata Profesor Salim, baru 50.000 manuskrip yang sudah dipelajari.

Sebagai tindak lanjut buku "1001 Inventions", akan digelar pameran "1001 Penemuan" di Museum Ilmu Pengetahuan, London awal tahun 2010 mendatang. Sekitar 3.000 kopi buku ini sudah dibagikan gratis ke sekolah-sekolah di Inggris dan 90.000 kopi buku ini akan didistribusikan ke sekolah-sekolah di AS dalam setahun mendatang.(ln/iol)

Misteri Hilangnya Ilmuwan Nuklir


Berita menghilangnya dua ilmuwan nuklir Iran masih diliputi misteri. Hilangnya dua ilmuwan itu diduga terkait dengan program nuklir Iran. Berbegai spekulasi bermunculan, termasuk keterlibatan Arab Saudi dan sekutunya AS yang memicu dugaan apakah kedua ilmuwan itu "disandera" atau memang membelot ke Barat.

Amiri, nama ilmuwan itu, bekerja sebagai peneliti di Universitas Malek Ashtar, Teheran. Ia dilaporkan hilang ketika sedang menunaikan haji di Saudi bulan Juni lalu. Keluarga Amiri di Teheran mengatakan, polisi Saudi menginterogasi Amiri di bandara. Amiri sempat menghubungi isterinya dari Madinah, setelah itu kabarnya tak terdengar lagi.

Universitas Malek Ashtar tempat Amiri bekerja terlibat dalam proyek khusus penelitian nasional. Amiri menghilang lebih dari tiga bulan sebelum Iran mengumumkan fasilitas pengayaan nuklirnya yang kedua di kota Qom.

Amiri di duga memiliki banyak informasi tentang nuklir Iran sehingga isu hilangnya Amiri menjadi sangat sensitif . Sejumlah pejabat pemerintah Iran sendiri tidak secara terbuka menyebut Amiri sebagai seorang ilmuwan nuklir dan hanya menyebutnya sebagai warga negara biasa. Tapi Menlu Iran, Manouchehr Mottaki mengaku menemukan banyak dokumen yang membuktikan adanya keterlibatan AS dalam hilangnya Amiri.

"Kami menemukan dokumen-dokumen yang membuktikan adanya keterlibatan AS atas hilangnya Shahram Amiri di Arab Saudi," tukas Mottaki pada pers. Ia juga menyesalkan Arab Saudi yang dianggap telah gagal melindungi Amiri.

Tudingan itu langsung ditepis Washington. Jubir Departemen Luar Negeri AS, Ian Kelly hari Kamis (8/10) menyatakan bahwa AS tidak tahu menahu soal hilangnya Shahram Amiri. "Kami membaca beritanya dan kami menelitinya. Kami tidak punya informasi apapun tentang orang ini," ujar Kelly.

Banyak kalangan menduga bahwa Amiri membelot ke Barat. Kantor berita ISNA dalam laporannya mengatakan, Amiri memang salah satu pegawai di Organisasi Energi Atom Iran dan ia ingin mencari suaka ke luar negeri.

Pakar tentang Iran, Meir Javendafar yang berbasis di Tel Aviv adalah salah seorang yang meyakini bahwa Amiri membelot. Menurutnya, sulit mengatakan apakah Amiri membelot dengan suka rela atau karena terpaksa karena ia diculik.

"Kalau dia pergi ke Arab Saudi atas inisiatif sendiri dan hilang begitu saja, saya pikir-berdasarkan pengalaman kasus Jenderal Reza Asgari-kita tidak bisa mengabaikan kemungkinan bahwa Amiri dengan informasi yang ia miliki, mungkin secara sukarela membelot ke Amerika," ujar Javendafar.

Sekedar catatan, Ali Reza Asgari adalah mantan deputi menteri pertahanan Iran yang hilang di Turki pada tahun 2007. Media masa di Turki, Arab dan Israel dalam laporan-laporannya berspekulasi bahwa Ali Reza menjadi korban operasi CIA dan Mossad. Ada juga yang menyebut Ali Reza membelot ke Barat. Namun tuduhan pembelotan itu dibantah oleh keluarga Ali.

Selain Amiri. Identitas ilmuwan Iran lainnya yang dilaporkan hilang juga masih misterius. Surat kabar Asharq al-Awsat menyebut nama ilmuwan itu hanya dengan nama Ardebili. Menurut surat kabar itu, Ardebilli diduga ditangkap di Georgia beberapa pekan yang lalu. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Ardebilli adalah salah satu ilmuwan yang terlibat dalam program nuklir Iran. Namun Kementerian Luar Negeri Iran membantah dan mengatakan bahwa Ardebilli cuma seorang pengusaha. (ln/Hrz/Aljz)

Kematian Aneh Ratusan Saintis Dunia


Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan seorang tokoh sepuh dalam pergerakan Islam dan mendapat berbagai “warisan” yang tidak ternilai harganya. Salah satu warisan itu berupa “Program Delete” atau Program Penghapusan yang dilakukan konspiran globalis terhadap siapa pun yang dikehendaki mereka.

“Mereka, musuh-musuh Islam itu, telah lama membuat satu daftar siapa saja orang yang dianggap musuh besar, musuh yang bisa dirangkul atau dimanfaatkan (ditunggangi), dan musuh yang tidak perlu ditakutkan. Kriteria musuh yang tidak perlu ditakutkan adalah siapa pun yang menentang kerja mereka namun musuh-musuh itu tidak mempunyai kemampuan apa-apa selain mengutarakan penentangannya. Mereka bisanya hanya ikut demo misalnya, tanpa sungguh-sungguh menjalani hidup dengan perlawanan dan perjuangan. Paginya ikut demo namun siangnya sudah kongkow-kongkow di mall misalnya, sambil asyik menikmati makanan dan minuman yang nyata-nyata sebagian labanya dialirkan ke Israel.

Sedangkan kriteria musuh yang bisa dirangkul atau dimanfaatkan adalah orang-orang yang menentang agenda besar mereka, terdiri dari orang-orang pintar, well educated, namun bisa dijinakkan dengan berbagai kenikmatan atau kenyamanan seperti jabatan, kekuasaan, harta, atau dengan disodorkan perempuan.

Dan yang terakhir adalah kriteria musuh yang benar-benar harus diwaspadai. Yang terakhir ini terdiri dari orang-orang expert bahkan jenius, namun memiliki pandangan hidup yang fundamentalis dan selama hidupnya dipergunakan untuk berjuang melawan agenda besar mereka tanpa kompromi. Sosok yang terakhir ini malah jarang yang terkesan fundamentalis dari luarnya. Tidak bisa “dibeli” dengan kursi kekuasaan atau yang lainnya, tidak bisa dirayu, dan mereka tidak takut mati. Orang-orang terakhir inilah yang paling ditakuti musuh-musuh Islam. Sebab itu berhati-hatilah,” demikian salah satu paparannya.

Program Penghapus (Vanished Programme)

Terhadap orang-orang jenius namun memiliki pandangan hidup fundamentalis, yang tidak takut mati atas segala yang diperjuangkannya, para musuh-musuh al-haq ini membuat satu program yang disebut sebagai Program Penghapusan. Ini sama artinya dengan Program Penghilangan secara paksa. Strateginya bisa dengan diculik lalu dibunuh di suatu tempat terpencil dan mayatnya tidak bisa ditemukan, diberi racun yang mematikan, dibunuh dengan cara seolah-olah mengalami kecelakaan lalu lintas, dibunuh dengan suatu rekayasa tertentu, atau dibunuh dengan cara yang benar-benar kasar dan terbuka seperti yang banyak ditampilkan dalam film-film Hollywood, seperti meledakkan mobilnya saat target memutar kunci pintu mobil atau kunci starternya, dan sebagainya. Tujuannya satu: menghilangkannya. To Vanished.

Apa yang dipaparkan tokoh sepuh ini ternyata bukan isapan jempol. Salah satu rentetan kejadian yang sungguh-sungguh terjadi adalah apa yang menimpa puluhan (dicurigai ratusan) ilmuwan atau saintis ternama atau jenius dunia yang tewas secara ganjil dalam dua dekade terakhir ini.

Mereka banyak yang menemui ajal dengan cara yang tidak biasa.Ada yang meninggal karena suatu penyakit yang dalam riwayat kesehatannya tidak tercantum, ada yang ditemukan tewas ditembak orang tak dikenal namun dikatakan bunuh diri, ada yang meledak bersama bom yang diletakkan di mobilnya, ada yang tewas dengan leher menganga dan apartemennya terbakar habis, ada pula yang lenyap begitu saja bagai ditelan bumi saat berjalan-jalan kaki di pagi hari, dan sebagainya.

Para ilmuwan ini kebanyakan berasal dari disiplin ilmu bioteknologi dan juga farmasi. Dari yang tengah melakukan riset terhadap berbagai sampel virus, hingga yang tengah dipekerjakan angkatan bersenjata Amerika di dalam unit rahasia untuk meneliti berbagai senjata bio-kimia seperti anthrax dan cacar.

Mereka juga terdiri dari berbagai macam lapisan, dari segelintir mahasiswa jenius yang memiliki minat yang sangat tinggi dalam memecahkan berbagai pertanyaan yang ada di kepalanya, hingga seorang profesor ahli yang sangat berpengalaman. Mereka semua dengan berbagai keahliannya yang tinggi, dianggap sangat membahayakan agenda besar kelompok globalis ini sehingga dimasukkan dalam “daftar hapus”.

Sejumlah kalangan telah mempertanyakan hal ini, namun lagi-lagi yang ditemukan adalah keterangan resmi yang sama sekali tidak memuaskan. Banyak pihak meyakini jika semua itu didalangi oleh tangan-tangan yang tidak terlihat, tidak tersentuh hukum, namun memiliki berpengaruh yang sangat kuat di tingkat internasional.

Anehnya lagi, semua itu tidak menjadi berita besar yang dimuat di berbagai suratkabar dan majalah dunia. Tak urung, semua ini menimbulkan jutaan tanda tanya di benak banyak orang. Teori konspirasi pun bermunculan dengan berbagai versi. Semuanya masih menjadi praduga yang sangat sulit dilacak kebenarannya, walau bukan mustahil dalam suatu waktu akan terbongkar habis.

Agenda Besar Konspiran Globalis

Siapa yang dimaksudkan dengan Konspiran Globalis? Apa sebenarnya agenda besar mereka? Secara bercanda, JK Rowling di dalam Harry Potters menamakan mereka dengan “Dia yang tidak boleh disebut namanya”. Ini sepertinya tepat. Kelompok konspiran globalis merupakan kelompok yang sangat berpengaruh, super kaya, anti agama langit (namun mempersembahkan dirinya untuk melayani Iblis atau Lucifer), dan memiliki banyak sekali nama dan kelompok, seperti Illuminaty, Freemasonry, Bilderberger, Bohemian Groove, Templar, Zionis, Rosikrusian, Liberalis, dan sebagainya.

Selain organisasi atau perkumpulan atau persaudaraan induk yang bersifat rahasia, mereka juga membuat banyak sekali tentakel-tentakelnya yang bekerja sepenuhnya untuk mempercepat pencapaian agenda mereka ini. Tentakel-tentakelnya antara lain Trilateral Commission, United Nations dan semua lembaga di bawahnya, World Bank, IMF dan semua perbankan internasional, Jaringan Liberal dan Neo Liberal, dan laon-lain. Mereka bergerak di semua bidang kehidupan, terutama di bidang ekonomi, politik, dan media (baik media ilmiah maupun hiburan). Guna mendukung semua itu mereka dengan serius juga menguasai industri militer dunia.

Agenda mereka adalah apa yang telah dicantumkan di lembaran satu dollar AS, yakni “Novus Ordo Seclorum” atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai “The New World Order”. Kita menyebutnya sebagai “Tata Dunia Baru”. Pelaksanaan menuju ke arah itu disebut sebagai Globalisasi.

Novus Ordo Seclorum merupakan Satu tatanan dunia baru di mana mereka sebagai TUAN sedangkan orang di luar mereka sebagai budak. Tata Dunia Baru yang sepenuhnya sekular (seclorum) dimana semua agama langit hancur (yang ada cuma sebatas ritual dan atribut-atribut luarnya, sedangkan esensi agama itu sendiri musnah. Kaum Muslimin cuma mengerjakan sholat, puasa, pergi haji, zakat dan sedekah, dan hanya mencantumkan Islam di KTP-nya, namun lalai dalam berjuang menegakkan tauhid di muka bumi dengan sebenar-benarnya tauhid, menyerahkan loyalitas sepenuhnya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya dan bukan kepada sesama manusia). Di dalam tatanan baru itu, semua agama langit tinggal sekadar kulit luarnya, dan mayoritas manusia telah memeluk agama baru yakni “Pluralisme” yang dianggap universal.

Siapa mereka yang disebut sebagai Konspiran Globalis itu? Mereka adalah elit dunia seperti Rotshchild, Rockefeller, Dinasti Bush, Dinasti Windsor, dan sebagainya. Sebagian besar dari mereka menghindari sorotan pers dan bergerak di bawah tanah secara sangat rahasia. Mereka adalah penerus (dalam arti sesungguhnya, karena memiliki garis darah yang sama) cita-cita dari Namrudz dan Firaun. Agama mereka pun sama, yakni Kabbalah. Merekalah yang berada di balik semua konspirasi dunia, seperti halnya rentetan kematian yang janggal yang menimpa para ilmuwan dunia selama dua dekade terakhir. Siapa saja saintis itu dan bagaimana mereka menemui ajal? (bersambung/ridyasmara)

Misteri Kota Thaif dan Pohon Zaqqum Yahudi


Mendengar kata Arab Saudi, salah satu hal yang mungkin terbayang dalam kepala kita adalah panas. Maklum, bagaimana tidak, dataran Arab memang sudah ditakdirkan seperti itu oleh Allah swt. Tapi jangan heran, tidak demikian dengan sebuah kota bernama Thaif. Thaif, jika di Indonesia, mungkin seperti Bandung, yang sejuk.

Thaif adalah sebuah daerah yang terletak hanya 80 km dari Mekah, tetapi mempunyai iklim yang sungguh berbeda dengan Mekah. Di Mekah mungkin orang sudah kepanasan karena suhu 48 derajat celcius. Perbedaan yang tentu saja selalu membuat kening orang berkerut karena terasa jomplang sekali dikarenakan kedua kota itu berada di Saudi, dan bisa dibilang "bersaudaraan" karena jaraknya yang hanya bisa ditempuh dengan waktu hanya 1,5 jam saja mengenakan kendaraan.

Thaif terkenal sebagai pemasok sayur mayur dan buah-buahan di Arab Saudi. Thaif diberkahi dengan kesuburan tanah meski komposisi bebatuannya lebih banyak. Buah dan sayur yang terdapat di pasar tradisionalnya melimpah dan segar. Segala macam buah berada di kota ini, termasuk buah delimanya yang sangat terkenal.

Untuk memasuki Thaif, diperlukan izin khusus dan pemeriksaan yang cukup ketat. Ini mungkin karena di sana terdapat sekolah militer dan gudang senjata pemerintahan Arab Saudi.

Kota ini dikelilingi oleh pegunungan yang dingin. Dahulu, sekadar mengingatkan, di kota inilah Nabi Muhammad saw pernah diusir dan dilempar batu. Kini, di daerah ini pula tumbuh subur pohon Zaqqum, pohon yang dipenuhi duri tajam dan besar. Dalam Surah Al Waqiah ayat 52, pohon ini bakal menjadi bahan makanan penghuni neraka. Apa gerangan pohon Zaqqum ini? Samakah dengan pohon Qhorqod Yahud?

Aaz Zaqqum adalah sebuah pohon yang tumbuh di dasar neraka Saqar atau dasar neraka Jahannam. Dan neraka Jahannam telah dinyalakan hingga mendidih seperti kotoran minyak. Para penghuninya sangat rakus dalam memakannya sehingga memenuhi perutnya sebagaimana air panas yang mendidih, air yang memiliki temperatur paling tinggi.

”(Makanan surga) itulah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum. Sesungguhnya kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang dzalim. Sesungguhnya ia adalah sebatang pohon yang keluar dari dasar neraka jahim. Mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan. Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu. Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas. Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka jahim”.(As Shaffat:62 – 68 )

Rasulullah Shallahu’alaihi wa Sallam bersabda,”Seandainya setitik dari zaqqum diteteskan di dunia niscaya akan menghancurkan kehidupan semua penghuninya. Lalu bagaimana dengan keadaan orang yang menjadikan zaqqum sebagai makanannya?” (HR At-Tirmidzi, Ibnu Majjah dalam sunannya, kitab Az-Zuhud, bab Shifat An Nar, 8/4325.)

Walaupun pohon zaqqum tidak sama dengan pohon gharqad, tetapi orang-orang Yahudi sudah terkenal senang memelihara pohon ini. (sa/berbagaisumber)

Ketika Cinta Tidak Perlu Diberi Nama

Sudah lama ngga ngeblog,,... dilanda malas nulis,... :) tapi itu ngga menurunkan niat dan semangat untuk terus menggali ilmu,...

copast dari http://eramuslim.com/oase-iman/ketika-cinta-tidak-perlu-di-beri-nama.htm semoga bermanfaat,.....



Udara yang cukup panas siang itu cukup membuat pori – pori kulit saya banyak mengelurkan keringat. Tetapi, saya cukup beruntung karena angkot yang tumpangi hanya berisi beberapa penumpang, hingga saya bisa lebih leluasa duduk tanpa harus berhimpit – himpitan dengan penumpang yang lain.

Tidak beberapa lama kemudian, angkot yang saya tumpangi kemudian sedikit merapat untuk kemudian naiklah dua orang penumpang. Seorang wanita yang mungkin umurnya saya perkirakan masih 20-an dengan dua orang anaknya. Secara jujur saya ingin mengatakan penampilan wanita muda itu dengan kedua orang anaknya itu jauh dari kesan menyejukkan mata. Rambut kusam dengan pakainnya yang bila boleh dikatakan tidak layak lagi.

Tetapi yang paling menarik perhatian saya adalah dua orang bocah yang duduk bersama perempuan itu. Dua orang bocah yang penampilan setali tiga uang dengan wanita muda itu. Bocah perempuan yang kira-kita umurnya delapan tahun duduk didekat saya, beberapa benjolan yang berisi nanah mengihiasi kepala dan bagian kaki serta lenganya. Dan sedikit menimbulakan bau yang kurang sedap. Begitu juga dengan bocah satu tahun yang berada dalam gendongan perempuan itu.

Beberapa penumpang yang ada didalam angkot itu, sedikit menutup hidungnya, mungkin karena bau yang ditimbulakan oleh koreng – koreng penumpang kecil itu. Saya yang kebetulan duduk di dekat dua bocah itu, rasaya pun ingin muntah, Karena bau anyir itu.

Merasa tidak diharapkan kehadirannya, wanita itu kemudian merapatkan bocah tertuanya untuk lebih dekat kepada tubuhnya, memeluk tubuh mungil itu dengan sebelah tangannya, sedang tangan yang satu ia pergunakan untuk menggendong bocah yan paling kecil. Tangannya kemudian membelai kepala anaknya yang tertua dan menciumnya penuh sayang.

Melihat apa yang dilakukan wanita muda itu, membuat hati saya jadi terenyuh. Saya yakin wanita itu pasti merasa bahwa orang – orang yang berada di angkot itu merasa terganggu dengan kehadiran mereka. Namun, perbuatannya tadi itu saya tafsirkan sebagai bentuk pembelaan kepada kedua anaknya. Sebagai bentuk wujud cinta seorang ibu keapada sang anak. Apapun keadaan anaknya.

Ah, saya jadi teringat dengan wanita mulia yang ada di ujung Sumatera. Ibu saya, yang selalu setia menyambut kedatangan saya dari luar kota tempat saya kuliah dengan senyumnya yang menawan. Tak Pernah saya berpikir betapa besar cinta wanita separuh paya itu kepada saya. Sebuah cinta yang murni bagaikan tetesan embun di pagi hari yang menyegarkan suasana pagi hari yang sejuk.

Perasaan cinta. Yang tidak hanya dilatar belakangi oleh nafsu untuk memiliki sepenuhnya yang dicintai. Sebuah perasaan yang tulus untuk kebahagiaan sang buah hati. Sebuah ungkapan kasih sayang untuk sebuah daging yang telah lama bersemayam dalam tubuhnya. Karena sesungguhnya cinta adalah perasaan di mana setiap orang yang memiliki perasaan itu akan sepenuhnya menyerahkan jiwa dan raganya untuk yang di cintai.

Rumit memang, untuk mendefinisikan rasa cinta yang tak akan pernah habis untuk di bahas keberadaannya. Namun, toh tak ada salahnya bila kemudian saya merasakan rasa cinta begitu besar kepada semua yang layak untuk saya cintai apapun itu bentuknya. Tanpa aturan – aturan yang mengharuskan cinta itu untuk di definisikan artinya secara kaku.

Seperti juga perasaan wanita muda yang saya jumpai terhadap dua orang anaknya yang berada di angkot, kepada dua bocah yang mungkin sebagian orang mengganggapnya sebagai makhluk yang jijik. Tapi itulah sebenarnya rasa cinta yang kadang membuat kita memiliki energi lebih untuk melindungi orang yang kita cintai. Toh sebenarnya wanita itu juga mungkin seperti saya, tak mengerti apa itu sebenarnya definisi dari cinta yang abstrak. Wallahu.alam.

by: Dian Sianturi


Cinta Yang Terbenam

Siang itu saya mendapatkan janji untuk bertemu dengan seorang perempuan separuh baya. Kami bertemu di kantor. 'Saya sebenarnya sudah bercerai,' begitu tutur perempuan itu tentang perjalanan hidupnya. 'Saya menggugat cerai suami saya dalam proses yang panjang dan melelahkan. Orang tuanya dan dia sangat berharap bisa mengasuh Bima, putra kami sebab bagi mereka. Laki-laki adalah penerus keturunan. Perempuan hanyalah dianggap sebagai 'konco wingking' (teman dibelakang). ' Ucapnya menghela napas panjang.

'Kelima saudara laki-lakinya semuanya hanya memiliki anak perempuan. Satu-satunya garis keturunannya yang memiliki anak laki-laki hanyalah kami yaitu Bima.' Wajahnya terlihat tegar. 'Perempuan mana yang tidak ingin minta cerai? Setiap gajian, dia simpan sendiri. Sementara untuk kehidupan sehari-hari dari gaji saya, untuk membantu orang tua dan adik-adik, saya harus sembunyi-sembunyi untuk mengirimkan pada mereka.' Tutur perempuan itu. Tak lama kemudian dia meminum teh hangat yang sudah sejak tadi telah disediakan.

'Barangkali gaji bapak untuk keperluan yang lebih utama seperti rumah, peralatan?' tanya saya.

'Benar Mas Agus, gajinya memang buat bayar kreditan rumah. Rumah itu sekarang dia yang meninggalinya. Sementara saya dan Bima tinggal dikontrakan.Saya dan Bima kabur dari rumah. Sejak itu dia tidak pernah mau peduli terhadap nasib kami berdua. Bahkan setiap apapun yang hendak ingin dilakukan untuk kepentingan istri dan anaknya sendiri dia selalu meminta izin ibunya. Itulah yang tidak saya suka mas,' ucapnya. Air matanya mengalir tak mampu disembunyikan kesedihan hatinya.

Dalam hati saya berpikir bahwa perempuan ini mengalami problem yang begitu berat. Problem klasik antara menantu dan mertua. Memang agak jarang saya mendengar menantu laki-laki bertengkar dengan mertua laki-laki atau menantu laki-laki bertengkar dengan mertua perempuannya namun saya hampir sering mendengar menantu perempuan bertengkar dengan mertua perempuannya. Mungkin alasan yang utama mertua perempuan merasa lebih tahu segalanya daripada menantu perempuannya, maka terlihatlah mertua perempuan cerewet bila bertemu dengan menantu perempuannya.

'Apakah Ibu pernah kemukakan perasaan ibu pada bapak?' tanya saya.

'Sudah Mas Agus dan itu tak merubah apapun.' ucapnya.

'Apa yang membuat Ibu jatuh cinta pada beliau?' tanya saya kembali.

'Suami saya itu tipe ideal, ganteng, tinggi, besar. Sifatnya jujur dan setia. Saya teringat waktu kami berpacaran dia begitu sayang pada saya. Setiap kali datang selalu membawakan makanan kesukaan saya. Dia membantu tugas-tugas kuliah, juga pekerjaan rumah, dia tidak pernah menyalahkan saya, apa lagi mencela kekurangan saya. Dimata saya, dia begtiu sempurna sebagai suami namun begitu menikah semua yang terlihat sempurna itu menjadi hilang.' tuturnya.

Saya memahami apa yang diucapkan, cintanya telah melukai hatinya, cintanya telah menenggelamkan hidupnya. 'Alhamdulillah Mas Agus, hakim telah mengabulkan gugatan cerai saya dan Bima dalam pengawasan saya sebagai ibunya. Saya tidak berharap apapun pada mantan suami saya. Rasanya tubuh saya menjadi bugar seperti melepaskan beban berat dipundak saya. Rasa plong!' Ucap Sang Ibu itu.

'Ah, bagaimana dengan Bima, Bu?' ucap saya terlontar tanpa tersadari. Apakah Sang Ibu menyadari bahwa anaknya suatu saat membutuhkan teladan dan kebanggaan dari seorang ayah. Seorang ayah yang memberikan kehangatan bagi Bima, putranya. Pelukan kasih sayang, menemaninya bermain, menjemputnya ke sekolah atau membantunya mengerjakan PR. 'Suami saya berpesan, bila nanti Bima telah besar dan menanyakan tentang bapaknya, bilang aja sudah mati!' Tutur Sang Ibu tanpa raut muka berubah, betapa tipisnya batas cinta dan benci.

Saya tak sanggup mengucapkan sepatah katapun tentang apa yang telah dikatakannya. Begitulah orang tua tidak pernah mau mengerti kondisi anak-anaknya. Mengorbankan anak-anak yang tumbuh dan berkembang yang membutuhkan cinta kasih, pelukan hangat, dukungan dan rasa aman bagi dirinya. Sedemikian mudahkah cinta itu tenggelam dalam perceraian? Tidak adakah jalan yang lebih baik?

---
Dan pergaulilah istri kalian dengan baik, kemudian bila kamu tidak menyukainya, maka bersabarlah karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Alloh menjadikan padanya kebaikan yang banyak (QS: An-Nisaa':19).

Detik-Detik Kelahiran

Malam itu saya gelisah menunggu istri diruang bersalin. Dia terbaring terkulai lemah dengan tangan ada infusnya untuk di induksi. Dari jam 10 siang saya menjaganya. Sampai menjelang matahari terbenam belum terlihat tanda-tanda hendak melahirkan. Sempat tadi siang tidur nyenyak dan makannya cukup lahap.

Sebelumnya Bidan Lilis mengatakan kondisi bayi kami dalam keadaan sehat namun tidak bisa menunggu hari terlalu lama sebab berat bayi akan terus bertambah. 'Bila nanti masih juga tidak lahir, tidak ada pilihan lain harus di sesar.' Ucap Bidan Lilis.

Saya terkejut mendengarkannya. Istri saya tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Beberapa kali istri saya mengatakan tidak mau disesar. Ingin melahirkan secara alamiah aja. Sayapun menenangkan hatinya. 'Santai aja, makan yang banyak dan minum air putih. Insya Alloh semuanya lancar.' jawab saya padanya. Nampak Hana berlari memeluk mamahnya, 'Mah, sabar mah..' kata Hana. Melihat tingkah laku Hana membuat kami tersenyum.

Terbayang betapa beratnya perjuangan istri saya melahirkan. Setiap rasa sakit tiba, perutnya mules, hati saya terasa perih bagai teriris. Berkali-kali saya menyeka keringatnya. Terdengar ucapan istighfar meluncur dari mulutnya begitu saja. 'Astaghfirullahal adzim, astaghfirullahal adzim..' sambil menahan sakit. Air mata saya mengalir tak kuasa menahannya. Istri saya memberikan tanda agar saya meninggalkannya. 'Sebaiknya tunggu diluar aja mas..' katanya.

Perjuangan seorang istri untuk melahirkan begitu teramat berat. Saya teringat akan hadist Nabi Muhamad SAW 'aljannatu tahta akdamil umahat' 'Surga itu dibawah telapak kaki ibu.' Nabi mengisyaratkan begitu mulianya seorang ibu karena perjuangan ibu ketika melahirkan begitu sangat luar biasa sakitnya. Itulah sebabnya Nabi Muhamad SAW menyebutkan surga dibawah telapak kaki ibu, bukan dibawah telapak kaki ayah karena ayah tidak melahirkan.

Berkali-kali saya ditemani Hana keluar masuk ruangan bersalin sudah tak terhitung berapa puluh atau mungkin ratusan kali saya mengintip pada detik-detik kelahiran putra saya sampai lutut kaki saya terasa lemas dan terduduk tak berdaya tepat jam 10.15 malam terdengar suara bayi yang terdengar nyaring. Subhanallah. Tangisan bayi itu mengobati sakitnya istri saya yang berjuang seharian. Senyumnya mengembang. Menatap mesra sang bayi. 'Lihat Mas, matanya seperti Mas Agus,' tutur istri saya. Hana duduk dipangkuan saya dengan memanggil-manggil dedek bayinya. Tak lama kemudian saya sujud syukur. Alhamdulillah, Terima kasih Ya Alloh atas semua karuniaMu ini..' ucap saya dalam sujud syukur. (21-12-2009, Ciledug).

----
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Alloh, sesungguhnya mempersekutukan (Alloh) adalah benar-benar kezaliman yang besar.' ( QS Lukman. 13:31 )

Wong Fei Hung Ternyata Ulama dan Pendekar Sekaligus Tabib


Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.
Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?

Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab- kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu) . Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.

Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amiin. (kaskus.us)

Mesir Akan Gagalkan Aksi Internasional Melawan Blokade Israel


Mesir menyatakan akan menutup perbatasan Rafah-perbatasan Gaza-Mesir-untuk mencegah para aktivis perdamaian masuk ke Gaza untuk ikut serta dalam aksi massa untuk menghentikan blokade Israel terhadap Jalur Gaza yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Dipekirakan sekitar 1.360 aktivis perdamaian dari seluruh dunia akan berpartispasi dalam aksi massa bertajuk "Gaza Freedom March".

Namun, kemungkinan mereka akan terhambat masuk ke Gaza karena otoritas Mesir menyatakan akan menutup perbatasan dalam minggu ini sampai bulan Januari mendatang.

Panitia aksi mengatakan, Kementerian Luar Negeri Mesir sudah memberitahukan penutupan itu tanpa memberikan alasan yang jelas dan hanya menyebutkan soal eskalasi ketegangan di perbatasan Mesir-Gaza menyusul serangan seorang warga Palestina terhadap seorang penjaga perbatasan Mesir beberapa hari yang lalu.

Tapi sejumlah peserta aksi menyatakan pada otoritas Mesir bahwa mereka siap mengambil resiko dan akan tetap akan masuk ke Jalur Gaza untuk mendukung aksi perlawanan terhadap blokade Israel di Jalur Gaza.

"Larangan ini menjadi kendala bagi kami. Kami sering menghadapinya dan bisa mengatasinya. Banyak rombongan, besar maupun kecil yang tidak mendapatkan ijin masuk ke Gaza dalam setahun belakangan ini, bahkan sebelum mereka sampai di perbatasan Rafah," kata panitia acara.

"Beberapa rombongan yang kecewa, meninggalkan Rafah atau Kairo. Beberapa rombongan, bis-bisnya diberhentikan di tengah jalan dan dilarang masuk ke Gaza.

Tapi setelah ada tekanan politik dan tekanan dari publik, pemerintah Mesir biasanya mengubah kebijakannya dan membolehkan rombongan masuk ke Gaza," sambung mereka.

Panitia sudah menyiapkan aksi "Gaza Freedom March" selama berbulan-bulan sebagai upaya untuk menghentikan blokade Israel dan blokade sejumlah negara Barat terhadap warga Gaza.

Aksi massa itu sekaligus untuk memperingati satu tahun agresi brutal yang dilakukan Israel ke Jalur Gaza pada Januari 2008 yang menyebabkan sekitar 1.400 warga Gaza tak berdosa gugur syahid.

Panitia sudah menghubungi para peserta aksi dari berbagai negara untuk menelpon, mengirim fax dan email ke kedubes Mesir di negara masing-masing untuk menekan Mesir agar mengijinkan para aktivis internasional masuk ke Jalur Gaza lewat perbatasan Rafah dan membiarkan aksi massa untuk melawan kebiadaban Israel itu terlaksana.

Beberapa delegasi yang terdiri dari aktivis perdamaian dari berbagai negara, saat ini sudah ada yang tiba di Kairo dan rombongan lainnya masih terus berdatangan.

Blokade Israel dan sejumlah kekuatan-kekuatan Barat di Jalur Gaza menyebabkan krisis kemanusiaan di wilayah itu yang makin memburuk akibat agresi brutal Israel setahun yang lalu.

Aksi massa "Gaza Freedom March" diharapkan bisa menarik perhatian dunia internasional untuk menekan Israel dan membebaskan 1,5 juta warga Gaza dari isolasi yang dilakukan rejim Zionis. (ln/IMEMC)

Bak Kut Teh Halal Langgar Ajaran Islam


Penamaan Bak Kut Teh halal untuk suatu hidangan sup yang dipromosikan pemerintah Malaysia tidak saja membingungkan umat Muslim namun juga bertentangan dengan fiqih (cara hidup dan beribadah secara Islam).

Demikian menurut pejabat urusan keagamaan di Malaysia menanggapi promosi suatu kuliner yang dilakukan pemerintah. Deputi Direktur Jenderal Departemen Pembangunan Islam (Jakim), Lokman Abdul Rahman, mengatakan bahwa sup Bak Kut Teh versi baru yang dipromosikan Kementrian Pariwisata Malaysia tidak bisa dianggap halal karena masih memakai nama yang dianggap haram di bawah hukum Islam.

Maka, Jakim tidak akan meluluskan penerbitan sertifikat halal atas sup kreasi baru itu. "Mungkin ada yang akan mengajukan sertifikat, namun Jakim tidak akan meluluskan makanan itu sebagai halal karena sangat jelas bahwa nama hidangan itu tidak sesuai dengan hukum Islam," kata Rahman seperti dikutip harian Utusan Malaysia dan The Star, Rabu 23 Desember 2009.

"Saya sarankan agar makanan itu diberi nama lain ketimbang memakai nama bak kut teh halal," kata Rahman.

Dalam pameran kuliner "Fabulous Food1Malaysia," yang mempromosikan makanan tradisional di Kuala Lumpur akhir pekan lalu, Kementrian Pariwisata memperkenalkan varian hidangan baru: Bak Kut Teh versi halal. Maksudnya, tulang dan daging yang menjadi bahan utama sup itu bukan berasal dari babi, melainkan ayam, ikan, dan sayur.

Namun, maksud baik pemerintah itu mendapat kritik dari kalangan ulama Malaysia. Mereka keberatan bila hidangan itu tetap dinamai "Bak Kut Teh" walaupun memakai tambahan kata "halal."

Pasalnya, di kalangan masyarakat etnis China, Bak Kut Teh identik dengan sup daging dan tulang iga babi. Jadi, walaupun daging babi diganti dengan daging ayam atau ikan, hidangan halal itu bisa menimbulkan keraguan bagi umat Muslim.

Sementara itu, juru masak (chef) Marriot Hotel, Zaffar Abdul Samad, mengungkapkan bahwa sup itu 100 persen halal, baik dari resep maupun bahan baku. Namun, kalangan ulama tetap khawatir bahwa penamaan bak kut teh bisa mengundang kesalahpahaman antar umat.• VIVAnews

Cara Bermain Tangga Anak Shaleh

Adapun cara bermain permainan Tangga Anak Shaleh, sebagai berikut :

di baca dulu bukunya sampai habis, kemudian mulai coba bermain

PERTAMA

  1. Bentangkan papan bermain
  2. Awali dengan basmallah
  3. Tempatkan biji saksi (pion)
    Tiap pemain punya 6 biji saksi (bis)
    3 bis merah di dosa
    3 bis hijau di pahala
    di tempatkan di terminal

    terminal artinya start, futrah manusia, posisi zero
    ini terjemahan dari q.s Asy Syam “tiap jiwa Di ilhamkan jalan kebaikan dan jalan keburukan mau pilih yang mana?”

  4. Ambil kartu, keluarkan kartu pbi = 3 buah, dbi= 4buah, pb 2 = 12 buah
  5. Masukkan kembali kartu kartu tersebut satu persatu secara acak di atas, bawah, tengah, dst
  6. Kemudian kartu sedikit di acak ( sebaiknya tidak di kocok, mirip main kartu joker pula nanti :) )
  7. Tentukan melalui musyawarah siapa yang pertama mengambil kartu
  8. Pemain yang mencabut kartu boleh mengambil secara acak
  9. Baca kartu yang di dapat apakah P, Pb, d, db dst
  10. Misal dapat berbuat baik kepada kedua ortu dan nilainya PB, maka BIS Pb maju satu langkah ke atas dapat db maka mundur satu langkah dapat d mundur ke kiri dapat p maju ke kanan
  11. Setelah itu lihat di kartu di bawah jenis amalan (Q.S Al ISraa’ 23) “Maka di bukakanlah Al Qur’an surah Al Isra’ 23 bila ada ustadz atau guru bisa menjelaskan makna ayat tersebut dan di sharing kalau tidak bawa Al Qur’an ada tulisan ” dalil no 19 ” artinya lihat terjemahan ayat ayat Al Qur’an hal 16 – 28) di nomor 19, di baca, dimaknai di hafalkan :)
  12. Begitu selanjutnya pemain sebelah kanan melanjutkan cabut kartu
  13. Apabila mendapat kartu DBI maka BIS langsung ke pintu neraka
    selain itu bis P, Pb kembali ke terminal maksudnya apabila berbuat syirik menggugurkan pahala selain itu pemain yang mendapat kartu DBI apabila di putaran berikut dapat kartu p, Pb juga tidak bisa bergerak kenapa? karena masih berbuat syirik,harus tobat dahulu atau dapat kartu PB 2
  14. Apabila dapat kartu Pb 2 maka bis pb maju 1 langkah dan seluruh bis d, db, dbi kembali ke terminal
    arti pb 2 satu amalan ( tobat) 2 nilai pahala besar bertambah dan semua dosa di ampuni
  15. Apabila dapat PBi maka bis pbi langsung ke surga dan bis p dan pb juga masuk dan d, db ke terminal ( kecuali posisi dbi maka pbi tidak berlaku)
  16. Apabila ada pemain yang dapat pbi, maka pemain tersebut di beri tugas menghapal salah satu ayat Al Qur’an dan hadits dan bila hafal maka di beri hadiah oleh guru/orangtua pemain yang lain terus melanjutkan sampai selesai
  17. Permainan berakhir apabila kartu sudah habis atau 3 pemain sudah dapat PBI
  18. Setelah kartu habis maka masuklah ke yaumil hisab hari perhitungan

pahala di kurangi dosa
pemenang adalah yang dapat pbi dan pahalanya lebih banyak dari dosa

(hal 35-36)

notes : kartu boleh di kurangi sesuai dengan kebutuhan ( hal 34)

Yang penting terus ajak bermain, siapapun akan merasakan manfaatnya

thanks ya sharingnya..untung aku gak terlalu hobby…

thanks ya sharingnya..untung aku gak terlalu hobby dengerin musik pake earphone mendingan juga dengerin pake speaker yg buesarrrr bgt biar suaranya mantap sekalian..he.he...

Pakar Gempa ITS: Pergeseran Arah Kiblat Sangat Mungkin


SURABAYA--Pakar Gempa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Dr Amien Widodo mengatakan, akibat gempa yang datang bertubi-tubi kemungkinan besar terjadi pergeseran arah kiblat di sejumlah masjid di Indonesia. Alasanya, gempa yang terjadi telah terjadi pergeseran tanah di Indonesia sekitar tujuh cm per tahun.

''Sangat mungkin terjadi pergeseran arah kiblat, karena akibat gempa ini ada pergeseran tanah di Indonesia sekitar tujuh cm pertahun,'' ungkap Amien Widodo saat seminar ancaman gempa di Surabaya dan sekitarnya di ruang rektorat ITS Senin (21/12).

Dijelaskan Amien, secara tektonik posisi ka'bah tidak berubah tetapi akibat gempa yang terjadi di belahan bumi ini masjid yang mengelilinginya bisa bergerak dan berubah posisi. Artinya pusat kiblat berada di ka'bah yang tidak terpengaruh oleh gempa seperti yang terjadi di Indonesia. ''Kalau ka'bahnya tidak terjadi pergeseran tetapi masjid di sekelilingnya yang berputar,'' jelasnya.

Dia berharap agar daerah yang rawan gempa atau yang pernah dilanda bencana gempa untuk mengecek kembali posisi arah kiblat menggunakan kompas. Agar tidak terjadi keragu-raguan dalam menjalankan ibadah sholat. ''Bisa dilihat dengan kompas, kalau memang terjadi perubahan bisa dengan hanya menggeser shofnya kan,'' tuturnya.

Terkait permintaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim agar terjadi kesepakatan antara ulama dan ahli atau pakar gempa akibat pergeseran arah kiblat Amien mengaku setuju. ''Kami sepakat jika memang ada desakan seperti itu, tetapi hingga saat ini para ahli gempa belum ada pembicaraan tentang itu dengan pihak MUI,'' tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah KH Abdushomad Buchori Ketua MUI Jatim mengatakan, pakar gempa harus melakukan penelitian terlebih dahulu di sejumlah wilayah yang pernah di terjang gempa. ''Para pakar sebaiknya melakukan penelitian terlebih dahulu, sehingga rumusan perjanjian secara ilmiah bisa dipertanggungjawabkan,'' katanya

Sebab persoalan kiblat adalah urusan ibadah umat muslim yang tidak bisa hanya sekadar diberikan kata-kata mungkin atau tidak mungkin. Sebab dalam ajaran Islam semuanya serba pasti dan bisa dipertanggungjawabkan diakhirat maupun duniawinya. ''Jadi yang pasti-pasti saja, karena ini persoalan sah dan tidaknya sholat yang menjadi kewajiban umat muslim,'' jelasnya.

Abdushomat berharap para pakar gempa segera melakukan riset terkait dengan pergeseran arah kiblat pasca gempa yang melanda disejumlah wilayah di Indoensia. Sebab MUI sebagai lembaga penegak syariat Islam tidak ingin hal ini akan menjadi polemik yang tidak menguntungkan umat Islam. ''Kami sangat berharap adanya kesepakatan itu agar isue ini tidak menggelinding dan merugikan umat Islam. Dan kami siap melakukan pembicaraan jika memang dibutuhkan,'' pintanya. uki/kpo

KIRIM SMS GRATIS
Jejaring Sosial
Langganan Berita

Masukkan email anda:

Sponsor
Iklan
Desember 2009
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
KlikSaya