Feb
3rd

Mengapa Islam Menolak Valentine?

Files under | Posted by PII Sumatera Utara
”Valentine” menjadi istilah yang akrab dan populer disebutkan untuk momentum 14 Februari. Momentum ini menyimpan nilai tersendiri bagi mereka yang merayakannya. Sehingga tak jarang 14 Februari diaktualisasikan sebagai sebuah perayaan khusus disetiap tahunnya. Dimulai dengan mengemas sebuah kado istimewa, melayangkan ucapan “happy Valentine”, hingga mengadakan perayaan besar bak sebuah resepsi pernikahan. Hal ini dinilai wajar untuk sebuah momentum yang “diistimewakan”.


Namun demikian, kewajaran perayaan Valentine menjadi polemik, bahkan mengundang perbincangan hangat, saat Islam turut ambil bagian untuk mengistimewakan perayaan ini. Valentine yang diyakini sebagai budaya yang lahir dari agama Kristen telah melibatkan sebahagian besar remaja Islam untuk merayakannya. Hal ini dinilai salah sehingga melahirkan klaim “haram” bagi umat Islam yang merayakannya.

Ironisnya, fatwa “haram” untuk perayaan Valentine bagi umat Islam, tidak malah menjadikan pemeluk Islam (khususnya remaja) meninggalkan budaya perayaan Valentine ini, akan tetapi sebaliknya, perayaan tersebut justru mendarah daging dan “membumi” dalam masyarakat Islam pada umumnya. Apakah dikarenakan doktrin tersebut merupakan sebuah “ijtihad” baru yang kurang memiliki kejelasan hukum sebagaimana persoalan kehidupan lainnya, jelasnya fatwa “haram” terhadap perayaan Valentine agaknya kurang memiliki “makna generik” yang pada akhirnya menjadikan fatwa tersebut kurang diindahkan.

Kesamaran Sejarah Valentine
Berbeda dengan hari besar lain semisal 25 Desember sebagai hari natal, atau 12 Rabiul Awal yang merupakan hari kelahiran Muhammad SAW, 14 Februari sesungguhnya memiliki “kesamaran sejarah” sebagai sebuah hari besar. Kebanyakan orang menyebut hari ini sebagai hari “kasih sayang”, namun tidak ada landasan yang kongkrit dan argumentatif untuk menyanggah kebenarannya.

Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908), istilah Valentine yang disadur dari nama “Valentinus” paling tidak merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda, yaitu: seorang pastur di Roma, seorang uskup Interamna, dan seorang martir di Provinsi Romawi Africa. Koneksi antara tiga martir ini terhadap perayaan hari kasih sayang tidak memiliki catatan sejarah yang jelas. Bahkan Paus Gelasius II pada tahun 496 M menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada hal yang diketahui dari ketiga martir ini. 14 Februari dirayakan sebagai peringatan santa Valentinus sebagai upaya mengungguli hari raya Lupercalica (dewa kesuburan) yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa jenazah santo Hyppolytus yang diidentifikasi sebagai jenazah santo Valentinus diletakkan kedalam sebuah peti emas dan dikirim ke gereja Whiterfiar Street Carmelite Churc di Dublin Irlandia oleh Paus Gregorius XVI pada tahun 1836. Sejak itu, banyak wisatawan yang berziarah ke gereja ini pada tanggal 14 Februari. Pada tanggal tersebut sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.

Catatan pertama dikaitkannya hari besar santo dengan kasih sayang dimulai sejak abad ke-14 di Inggris dan Prrancis, dimana diyakini bahwa 14 Februari merupakan hari ketika burung mencari pasangan hidupnya. Keyakinan ini ditulis dalam karya sastrawan Inggris abad ke-14 bernama Geoffery Chaucer. Dalam karya tersebut dia menuliskan: “…for this was sent on seynt valentyne’s day,…when every foul cometh ther to chosehis matc (inilah yang dikirim pada hari santo Valentinus,…saat semua burung datang kesana untuk memilih pasangannya)”.

Sumber lain dari sebuah kartu Valentine abad ke-14 yang konon merupakan bagian dari koleksi pernaskahan British Library di London menceritakan beberapa legenda santo Valentinus, diantaranya mencatat bahwa: sore hari sebelum Valentinus gugur sebagai syuhada, ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikan kepada sipir penjaranya bertuliskan “dari Valentinus”. Konon ketika itu serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka. Itu sebabnya pada zaman tersebut para pasangan yang tengah menjalin cinta lazim bertukar catatan dan memanggil pasangannya sebagai “Valentine”.

Aktualisasi Perayaan Valentine
Sekelumit catatan “sejarah samar” latar belakang perayaan Valentine yang dipaparkan diatas sesungguhnya masih belum cukup beralasan untuk mengaitkan 14 Februari dengan hari kasih sayang. Anehnya, sampai hari ini aktualisasi perayaan Valentine semakin tumbuh subur dan berkembang pesat seperti pertumbuhan jamur di musim hujan. Padahal, tanpa disadari perayaan ini telah dihapus dari kalender gereja sejak tahun 1969 sebagai sebuah upaya menghilangkan keyakinan terhadap santo-santa yang asal mula sejarahnya hanya sebatas legenda dan masih perlu dipertanyakan.

Aktualisasi perayaan Valentine yang semakin subur ini dapat dilihat dibeberapa wilayah dunia yang turut menyisihkan waktu untuk merayakannya. Seperti di Jepang, hari Valentine, berkat marketing besar-besaran, sebagai hari dimana para wanita memberikan pria yang mereka senangi permen coklat. Ini tidak dilakukan secara sukarela, melainkan sebagai sebuah kewajiban, khususnya bagi mereka yang bekerja di Kantor. Dengan sedikit penambahan ciri khas, Thaiwan juga mengaktualisasikan perayaan Valentine semacam ini.

Di Prancis perayaan Valentine dimeriahkan dengan pesta kembang api, sementara di Australia para remaja biasa kumpul disepanjang jalan bersama teman-teman dan pasangan mereka untuk merayakan Valentine. Pada saat yang sama, Valentine dikecam oleh orang Melayu di Malaysia. Dan tanpa disadari pula, budaya bertukaran kado Valentine antara sepasang kekaasih pada tanggal 14 Februari mulai muncul di Indonesia.

Islam dan Argumentasi Penolakan Valentine
Dari berbagai macam warna dan bentuk aktualisasi perayaan Valentine diseluruh penjuru dunia, Islam justru hadir sebagai institusi yang menolak perayaan Valentine tersebut. Arab Saudi misalnya, sebagai wilayah yang dianggap kiblat muslim diseluruh dunia, telah mengharamkan Valentine bagi umat Islam karena dinilai sebagai perayaan kaum Kristen yang penuh kekufuran. Padahal dengan alasan yang tidak jelas, umat Islam di Indonesia (pada umumnya) sebagai negara pemeluk Islam terbanyak di dunia, telah menjadikan Valentine sebagai bahagian yang mesti dirayakan setiap tahunnya (khususnya bagi para remaja).

Barangkali ada benarnya “falsafah konyol” yang menyebutkan “hukum dibuat untuk dilanggar”, sehingga dengan serta merta Valentine yang telah di klaim “haram” bagi pemeluk Islam begitu leluasa mengakrabkan diri . Agaknya syariat kurang berlaku dalam tataran ini. Atau justru syariat memang tak lebih dari seperangkat aturan yang terikat ruang dan waktu, serta terkungkung keadaan tertentu, sehingga perayaan Valentine boleh jadi “berganti wajah” dalam perspektif hukum Islam sesuai dengan keadaannya. Sebagaimana pembelaan pemikir rasional, bahwa tidak ada statement yang qathi (jelas) didalam al-Qur’an maupun hadits terhadap pelarangan perayaan Valentine, sekalipun itu budaya yang tidak lahir dari Islam itu sendiri.

Melihat kenyataan bahwa perayaan Valentine semakin subur ditengah masyarakat Islam (Indonesia khusunya), agaknya syariat memang perlu menghadirkan sebuah argumentasi baru yang lebih memiliki makna generik serta terlepas dari sikap eksklusif yang menekankan prinsip bahwa Valentine lahir dari ajaran Kristen. Dengan kata lain, sungguhpun tidak ditemukan literatur lain selain literatur Kristen yang mampu menghantarkan sejarah Valentine, dan hal ini menandakan bahwa Valentine tidak dapat dibantah sebagai budaya yang datang dari ajaran Kristen, tetap saja ada nilai eksklusif yang akan lahir jika Islam menolak perayaan tersebut dengan alasan ini.

Barangkali, alasan yang lebih rasional dan universal untuk menolak perayaan Valentine bagi umat Islam adalah dengan mengajukan pertanyaan: untuk apa Valentine dirayakan?; cukup beralasankah 14 Februari dideklarasikan sebagai hari kasih sayang?. Maka pertanyaan ini dengan sendirinya akan menghadirkan jawaban bahwa Valentine tidak lain diperingati untuk mengenang santo Valentinus yang hanya ada dalam kayakinan Kristen. Oleh karenanya, kurang tepat jika Valentine dirayakan umat Islam dengan alasan turut merayakan hari kasih sayang. Padahal, Kristen sendri sebagai institusi yang memulai propaganda perayaan tersebut, pernah menghapuskan penanggalan ini dari kalender gereja dengan alasan sejarah yang tidak jelas. Naif sekali jika umat Islam yang notabenenya “ikut-ilutan” justru menjadi vigur yang paling “getol” merayakan Valentine tersebut.

Penutup
Di Jepang Valentine dirayakan sebagai propaganda marketting secara besar-besaran. Orang Prancis dan Australia mungkin punya alasan sendiri untuk merayakan Valentine. Tapi yang sulit dimengerti adalah si “Fulan” penduduk asli Indonesia, dengan biaya yang cukup mahal turut mengemas kado istimewa untuk dipersembahkan kepada kekasihnya di tanggal 14 Februari. Apakah si “Fulan” juga punya alasan merayakan Valentine, atau justru menjadi korban ikut-ikutan?.

Tulisan sederhana ini kiranya dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca untuk lebih memahami makna perayaan 14 Februari sebagai hari Valentine. Mungkinkah perayaan tersebut akan semakin membudaya dalam lingkungan Islam akibat kebutaan sejarah, atau justru umat Islam akan semakin sadar bahwa mereka tidak punya alasan yang jelas untuk ikut merayakan Valentine?. Wallahu a’lam.

Oleh : Azzam
Sumber: Dari berbagai Sumber


6 Responses to “Mengapa Islam Menolak Valentine?”

  1. By Lex dePraxis on Feb 8, 2009 | Reply

    Ini entri yang menarik. Terima kasih sudah berbagi cerita. Kalau mau belajar lebih banyak lagi tentang Cinta, baca artikel Butir-Butir Cinta di blog saya. Salam kenal, sobat.

    Lex dePraxis
    Romantic Renaissance

  2. By wibowo on Feb 10, 2009 | Reply

    hmmm… boleh juga. Tapi kalo remaja di Indonesia juga merayakan valentine dengan meriah, kayaknya cuma opini penulis. Nggak tepat. Jauh lebih banyak yang tidak merayakannya. Yang ramainya cuma di TV. So, jangan digeneralisir Bro.

  3. By Komikamu on Feb 16, 2009 | Reply

    Asslmlkm.wr.wb.

    Saya anak yg dilahirkan di klg Islam, sayapun sekarang mencintai islam. Terus terang, saya sangat tidak setuju hari valentine sejak diceritakan oleh guru SD saya bahwa asalmuasalnya dari pastor.

    Di taman bungkul,Surabaya, sangat ironis. Banyak orang pacaran di hari itu disitu, dan banyak yang berjualan bunga2 valentine. Yang berjualan bunga kudungan pula.

    EITS!!! Tau siapa penjual bunga itu?? MEREKA DARI GEREJA SEDANG DALAM PROSES MENGKRISTENKAN ORANG2 INDONESIA, TERUTAMA ISLAM!!! Berhati2 lah wahai saudaraku.

    salam dari SBY.

  4. By anti barat on Feb 17, 2009 | Reply

    Kepada sesama kawan ANTI BUDAYA BARAT, Valentine yang berasal dari budaya barat, memang harus kita tolak. Tidak peduli ada unsur positifnya atau tidak, saya rasa kita sebagai sesama anti budaya barat harus menolaknya

    Tapi, lebih daripada itu, kita harus KENALI dan HINDARI pemakaian barang-barang hasil OLAH PIKIR dan OLAH BUDAYA mereka (barat)
    kita harus kenali barang/ produk yang berasal dari olah rasa, olah karsa, olah pikir dan hasil budaya bangsa barat. Ingat, segala sesuatu yang berasal dari budaya mereka, harus kita lawan.

    Mesin ATM Pertama dibuat 02-09-1969 di Amerika Serikat
    komputer pertama dibuat oleh Dr. John V Atanasoff dan Clifford Berry thn 1937
    Penemu Mesin uap Adalah James Watt Berasal dari Negara Inggris
    Penemu Mesin 4 tak Adalah Nicolaus Otto Berasal dari Negara Jerman
    Penemu Mesin diesel Adalah Rudolf Diesel Berasal dari Negara Jerman
    Penemu Mesin cetak Adalah Johannes Guttenberg Berasal dari Negara Jerman
    Penemu Mesin ketik Adalah Christopher Sholes Berasal dari Negara Amerika
    Penemu Radio Adalah C. Marconi Berasal dari Negara Italia
    Penemu Televisi Adalah J.L. Baird & C.F. Jenkins Berasal dari Negara Amerika
    Penemu Telegrap Adalah Samuel F.B. Morse Berasal dari Negara Amerika Serikat
    Penemu Telepon Adalah Alexander Graham Bell Berasal dari Negara Amerika Serikat
    Penemu Dinamo Adalah Michael Faraday Berasal dari Negara Inggris
    Penemu Bola lampu Adalah Thomas Alva Edison Berasal dari Negara Amerika Serikat
    Penemu Batu baterai Adalah Volta Berasal dari Negara Italia
    Penemu Termometer Adalah Galileo Galilei Berasal dari Negara Italia
    Penemu Korek api Adalah Robert Boyle, John Walker
    PPenemu Sinar Rontgen Adalah Wilhelm Conrad Rontgen Berasal dari Negara Jerman
    Penemu Stetoskop Adalah Rene Laennec
    Penemu Lensa Adalah Anthony Van Leuwenhook Berasal dari Negara Belanda
    Penemu Mikroskop Adalah Zacharias Janssen
    Penemu Teleskop Adalah H. Lippershey
    Penemu Kamera Adalah Louis Jacques Monde da Guerre & Edwin Land Berasal dari Negara Amerika
    Penemu Pesawat terbang Adalah Wilbur dan 0. Wright Berasal dari Negara Amerika
    Penemu Kereta api Adalah Murdocks Berasal dari Negara Inggris
    Penemu Lensa kaca mata Adalah Benyamin Franklin Berasal dari Negara
    Penemu Mesin hitung Adalah Blaise Pascal Berasal dari Negara Prancis
    Penemu Mobil Adalah Gottlich Daimler
    Penemu Motor Adalah Nikola Tesla
    Penemu Traktor Adalah Benyamin Holt
    Penemu Tangga jalan Adalah Elis G. Otis

  5. By Lindra on Jan 28, 2010 | Reply

    aneh… di Indonesia suka lebay… klo ambil yg positifnya aja kan sebenarnya budaya kasih sayang itu bagus2 ajah… entah itu dari kristen atau manalah…. toh klo dibaca-baca sejarahnya hanya ungkapan cinta kasih sayang yg slalu ingin dikenang setiap tahunnya…
    gimana dg budaya islam yg masih suka mengikuti ritual agama hindu?? kan msh banyak tuh… bukannya justru itu yg lebih penting utk diluruskan??
    kembali ke soal valentine… dan bicara soal cinta secara general… coba dari masing2 kita menebarkan cinta ke sesama dengan cara pandang yg paling positif, niscaya… kehidupan akan menjadi lebih indah… cinta adlh kasih sayang yg seharusnya tidak boleh dihalang-halangi… entah ke pasangan, anak2, orang tua, teman2 dan lainnya…

  6. By neobyte on Feb 8, 2010 | Reply

    @ Lindra : Menurut saya pribadi, betul pendapat anda tentang meluruskan aqidah umat islam sekarang ini, karena itu bisa menghancurkan Islam dari dalam. Tapi apabila kita tidak mengantisipasi hal-hal dari luar , itu juga bisa menghancurkan Islam. Nah untuk masalah valentine, hal tersebut tentu bisa menggoyahan aqidah umat Islam juga, tapi darimana? Hal tersebut datang dari pengertian valentine sendiri yang mengartikan bahwa tanggal 14 Februari itu adalah hari kasih sayang, sedngkan saya, yang orang Islam, setiap hari merasakan kasih sayang di sekitar saya. Tidak peduli tanggal 14 Februari, 7 Februari , atau tanggal2 lain yang dianggap orang sebagai hari kasih sayang.
    Jika kita ingin mengenang kasih sayang itu pada hari itu saja, sekarang tengok ke bawah kita, berapa banyak orang yang merasakan kelaparan di malam harinya , padahal disekitar dia, berjuta-juta cokelat terjual hanya untuk dimakan yang sudah terlalu cukup, dan bahkan hanya di letakkan di dalam kulkas saja sehingga akhirnya busuk.
    Sehingga, perlu kesadaran dari masing2 kita untuk terus meng-introspeksi hal2 apa saja yang harus kita laukukan agar agama Islam ini lebih indah lagi. ^_^

Post a Comment