Sebuah Gereja dengan patumg Bunda Maria dibangun megah di Bekasi. Tapi, mengapa dibangun di tengah pemukiman Muslim?
Di Perumahan Harapan Indah, Bekasi Utara, baru-baru ini sedikit agak tegang. Pasalnya, sebuah gereja megah sedang dibangun. Gereja bernama Santo Albertus dibangu di sebuah lahan seluas satu hektar. Seolah-olah sedang mengebut, bangunan itu dikerjakan siang malam.
Anehnya, pembangunan Gereja Albertus --yang kabarnya terbesar di Asia Tenggara itu--dibangun dilingkungan yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Bahkan gereja itu berdekatan dengan Pesantren Attaqwa, pesantren yang cukup tersohor di Jawa Barat. Ada apa ini?
Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan Ormas Islam se- Kota Bekasi, disinyalir pembangunan gereja itu menyalahi perizinan. Menurut Ahmad Salimin Dani, Ketua DDII Kota Bekasi sekaligus mewakili Ormas Islam se- Kota Bekasi, mengatakan bahwa panitia pembangunan Gereja Albertus itu telah memalsukan tanda tangan penduduk.
“Banyak penduduk yang mengadu kepada kami, karena telah dipalsukan tanda tangannya untuk mendukung pendirian gereja itu. Padahal mereka tidak merasa menandatangani dan mendukung pendirian gereja,” ujar Salimin Dani.
Salimin Dani menambahkan, bahwa ada oknum-oknum yang mengaku tokoh masyarakat setempat yang mem back up pendirian Gereja Albertus. Oknum tokoh masyarakat yang berjumlah delapan orang tersebut, menurut Salimin Dani, telah menandatangi surat pernyataan yang berisi mendukung pendirian Gereja Albertus, setelah menerima sejumlah uang dari panitia gereja. Seolah-olah semua warga mengizinkan.
Sementara itu, Salimin Dani juga merasa khawatir kasus Gereja Albertus ini bisa menjadi bola salju proses Kristenisasi di Kota Bekasi.
“Kami menduga Harapan Indah ini akan dijadikan pusat Kristenisasi di Kota Bekasi, seperti halnya Lippo Karawaci di Tangerang dan Lippo Cikarang di Kabupaten Bekasi. Berbagai upaya akan kami tempuh untuk mengungkap ketidakadilan ini,” papar Salimin Dani bersemangat.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada tindakan nyata dari Pemerintah Kota Bekasi terkait juga pihak Gereja Albertus.
Selain masalah pendirian gereja, di Perumahan Harapan Indah juga sedang dibangun patung tiga perempuan di gerbang masuk. Patung ini disinyalir Ormas Islam sebagai patung Bunda Maria dan patung ini nuansa Kristenisasinya sangat kental sekali.
Berkaitan dengan pemalsuan tanda tangan ini, Abdul Qadir AK, Juru Bicara Laskar Pembela Islam (LPI), akan memperkarakan masalah ini ke pengadilan.
“ Ini jelas tindakan kriminal. Kok izin belum jelas, gereja sudah dibangun! Kami tidak akan tinggal diam,” katanya. [Ibnu Syafa’at/www.hidayatullah.com]


By Lina on Apr 17, 2008 | Reply
Negara Indonesia ini adalah negara REPUBLIK!!!
Siapapun bebas memilih agamanya.
Tidak perlu ditakut-takuti atau diancam-ancamlah. Cukuplah peristiwa situbondo dan jakarta 5 tahun silam. pemerkosaan massal yang kalian lakukan dengan berteriak allahuakbar itu! hukum tabur tuai berlaku! apa yang kalian lakukan akan kalian dapatkan juga! berbuat baik akan mendapatkan baik! agamamu agamamu! agamaku agamaku! itu HAM! Urus saja urusan kalian, agama kalian, jangan mengurusi agama orang lain. Malaysia, Arab Saudi aja orang kristen bebas melakukan ibadahnya. Jangan sok sucilah! atau kenapa kalian-kalian ini tidak pindah ke negara islam yg tidak ada agama lain aja. jangan tinggal di negara republik indonesia tercinta ini. dan buat para pemimpin yang provokator! bertobatlah! hidup hanya sedetik di muka bumi ini. manusia bahkan lebih kecil dari debu. lalu kenapa kalian menciptakan dunia kebencian antara sesama mahluk ciptaan TUHAN. kalau betul kalian percaya ada TUHAN!
By Anthon on Apr 24, 2008 | Reply
Bener mbak lina, saya sependapat dgn anda. cuman masalahnya kita juga yang tidak sepaham. antara Katolik dan Protestan kadang2 saling unjuk gigi. sedangkan gereja yg dibakarkan bukan punya Katolik atau Protestan aja. ada salib membumbung di langit harus dihancurkan bangunan itu. ini negara demokrasi hari gini masih berpikir picik. sayang ya mbak !! padahal diluar sana agama itu adalah sesuatu hal yang paling hakiki..orang bebas memeluk agama sesuai keinginan dia tanpa mengganggu orang lain. saya yakin mbak, kita sedang kearah itu, cuman ya berkelok-kelok. Our Saviour aja dihina,diludah dan sebagainya tapi saat ini prosentasi terbesar penduduk dunia mengimani DIA sebagai Tuhan dan Juruslamat. Puji Tuhan. Amin
By montana on Mei 13, 2008 | Reply
saya setuju dengan sdr Anton & Mbak Lina.
Kenapa kalau ada sedikit saja pembangunan Gerja di Indonesia selalu diungkit-ungkit masalah izin??? tetapi kalau mereka mendirikan Mesjid, Mushollah bisa sembarangan saja …. bahkan tidak peduli dengan proses IMBnya!!!!
Bahkan-bahkan sampai tanah milik orang lain diserobot untuk mendirikan Mushollah.
Sebenarnya sungguh memalukan apabila sampai saat ini masih saja ada yang berpikiran picik seperti itu….
Mudah-mudahan Allah membuka pikiran dan mata mereka yang buta-buta itu.
By Fitri on Jun 3, 2008 | Reply
hahaha lippo karawaci dibilang tempat kristenisasi. Trus Islamic Village dibilang tempat Islamisasi sekalian ya? Dah keliatan kan, sentimennya? Kalo kaya gini yg berpikiran jahat yg mana, yg baik yg mana, kalau orang masi normal, tau jawabannya
By artie on Jun 4, 2008 | Reply
mas Anton, mba Lina, mas Monthana
Indonesia memang negara Republik, tapi mayoritas penduduknya beragama Islam, jadi wajar donk kalo mesjid ada dimana2
Amerika yang berkoar2 sebagai negara demokrasi, ada ngga mesjid dimana2? mesjid ada di pusat2 kota, ada menteri nya cina? islam?
kalo disini kalian mestinya bersyukur ngga di kebiri
bisa jadi menteri, jadi pejabat, hidup enak lah..
By M. IQBAL on Jun 5, 2008 | Reply
sangat disayangkan jika kalian yang muda2 ini masih permasalahkan yang begitu2. kalau mau jujurr bukankah agama kita bagi diri kita masing2 hanyalah identitas. coba kita lihat kepedulian sosial kita masing2 sudahkah kita pantas dikatakan orang2 yang beragma???. saatnya agama kita hapus dari ktp, tidak diajarkan disekolah umum tapi hanya disekolah khusus ilmu agama. buktikan bahwa kita adalah org beragama dengan tingkah laku sehari2. negara mengurus rakyat, ulama mengurus umat, umat mengurus ahlak masing2. pasti sip dah
By dede on Jun 20, 2008 | Reply
hallo ??? saya adalah warga harapan indah sejak 12 tahun yg lalu jadi saya tau benar apa yang terjadi di komplek saya,
apa anda tau hay orang2 yang hanya ingin dihormati tapi tidak mau menghormati…
patung tsb di desain oleh seorang bali, dan patung itu hanya patung 3 perempuan, bukan bunda maria. ini termasuk pelecehan mengatakan bunda maria di buat dengan desain sperti itu..
saya harap anda2 yang memang ingin menghambat pembangunan gereja, jangan pake bawa2 patung segala untuk dijadikan seakan barang bukti yang sama sekali ga berkaitan…
plizz deh…
By tika on Jul 18, 2008 | Reply
Isu Sara Warnai Pemilihan Rektor Untar
Kamis, 17 Juli 2008, 19:16:42 WIB
Laporan: Zul Sikumbang
Jakarta, myRMnews. Adanya isu etnis (SARA) dalam pemilihan rektor Universitas Tarumanegara (Untar) berimbas pada Senat Universitas. Sebab senat yang mendukung salah satu calon kandidat rektor Untar baru akan dibubarkan oleh rektor lama yang sudah masa habis jabatannya.
“Akibatnya, Untar sampai sekarang belum memiliki rektor baru,” kata salah seorang guru besar Untar yang tak mau disebut namanya ketika dihubungi oleh myRMNews, Jakarta, Kamis (17/7).
Seperti diketahui, salah satu tugas senat adalah memilih rektor yang akan memimpin sebuah universitas. Tapi karena ada isu SARA, akibatnya, Untar mengalami kevakuman dan belum ada rektor baru. Untuk pemilihan rektor baru Untar, ada dua kandidat yang maju, yaitu Prof Sofia W Alisjahbana yang dicalonkan oleh senat. Kandidat lainnya, Dr Monthy diusung oleh pihak Yayasan Untar.
“Prof Sofia didukung oleh tujuh guru besar yang merupakan anggota senat. Sedangkan Yayasan Untar bersikukuh menetapkan Monthy. Wakil Ketua Yayasan tidak menginginkan kandidat yang diusung oleh senat. Kan ini bertentangan,” kata guru besar tersebut.
Karena yayasan bersikukuh untuk menetapkan Monthy sebagai rektor baru, maka rektor lama berusaha membubarkan senat yang belum habis waktunya.
“Kita menghargai kalau yayasan mengusung seorang calon rektor. Tapi yayasan harus objektif juga lah,” ungkap guru besar tersebut.
Ketika ditanya, isu SARA yang mewarnai pemilihan rektor Untar, guru besar tersebut enggan berkomentar.
“Nggak perlulah saya berkomentar,” elaknya. [zul]
http://myrmnews.com/situsberita/index.php?pilih=lihat_edisi_website&id=61157
By san_the_man on Jul 20, 2008 | Reply
masalah ini bukan cuma soal agama, tapi juga ada aspek hukum dan sosialnya,, soal izin+pemalsuan itu mslh hukum,, mslh sosialnya, ngebangun tempat ibadah itu sah2 aja, tapi mesti ngeliat keadaan masyarakat sekitarnya juga lah,, gak pernah di Indonesia ngelarang bikin tempat ibadah, semua itu udah ada jalurnya,, kalo kita ngikutin jalannya, gak ada mslh ko,, persoalan agama, hukum +sosial itu mesti dipadukan cara pandangnya,, tapi jangan dicampuradukkan penyelesaiannya..
By zippo on Jul 23, 2008 | Reply
Bekasi kota iman………pret!!
Apa yang bisa dibangun para santri dan ulama2nya dibekasi..tidak ada. Kami mau mengundang semua orang….datang lihatlah bekasi yang dibilang kota iman…santri dan para ulama2 bekasi tidak berdampak pada kotanya..coba dengar radio2 bekasi
semua mau mengatakan agama mereka selalu nomor satu (udah mirip iklan kecap)…Agama orang lain tidak ada yang benar…keciaaan dehhh…hayoo datanglah kebekasi…coba lihat mental2 orang bekasi…dan paniknya kota tersebut…nol besaaar!
By Moh.Andi on Jul 27, 2008 | Reply
Nggak bermutu cara berpikir seperti tulisan ini,bisanya mengganggu agama orang lain terus,gak malu apa kalu dibilang Islam agama orang SIRIK abis orang2 islam sekarang bisanya sirik sih,,,malu malu deh ama diri sendiri.gimana ALLOH kita taruh wajahnya,,,kita sendiri bisanya memusuhi orang kristen,,,malu malu mak.
By MuslimPrihatin on Agu 13, 2008 | Reply
Walahualam, Sempit sekali cara berpikir anak muda sekarang. Lihat pemimpin kita dahulu jamannya KH Agus Salim, Hamka apa mereka pernah mempermasalhkan pembangunan gereja?
Mereka duduk bersama dengan pemimpin Indonesia yang lain memperjuangkan nasib bangsa ini, bukan hanya melihat diri sendiri secara sempit.
Tolonglah buka mata pikiran kalian Kapan negara ini akan majunya jika ribut sendiri seperti ini.
Juga harus diingat, banyak Mesjid2 kita dibangun dengan dana umat agama lain.
By JOHN on Okt 5, 2008 | Reply
yah, di indonesia memang islam adalah mayoritas jadi fasilitas tdk bisa disamakan dgn minoritas. mengenai agama, gimana yesus mau menebus dosa hambanya yong dia saja mati di tiang salib…gak pake baju lagi alias pornogragpi. itu namanya ngawur masa tuhan nebus dosa makhluknya gak masuk akal. gak bener orang sinting aja yang percaya itu. coba pikir dgn logika. jangan dgn doktrin trinitas yang gak masuk akal. akibatnya kalo udah mikirin agama orang sinting jadi kebawa sinting semua
By yesus on Okt 5, 2008 | Reply
sesungguhnya yesus itu gak bisa nebus dosa boro-boro jadi juru selamat dia aja disalib. pikirkan masuk akal ga.? ko ada pengakuan dosa, ngakunya ke pendeta lagi…tuhan ko nebus dosa hambanya…NGACO khan..? gak masuk akal gitu lho… coba waras gak orang yang agamanya kristen??????? kalo org waras pasti tau jawabnya….! akhirnya gak jadi deh bikin gerejanya…..
By Bigel on Des 10, 2008 | Reply
Karena Tak kenal maka tak cinta, tak cinta maka kenalan dulu baru komentar.
Wong gak kenal ko komentar, siapa yang sinting jadinya ya?
Mudah – mudahan Tuhan mengampuni dosa – dosamu hai para penghujat !!!
By jhoon on Des 22, 2008 | Reply
sebelum komentar anda baca dulu peraturan dalam membangun rumah peribadatan.
kita berkomentar harus meruuk UU RI dalam masalah membangunrumah peribadatan. Tepat dan layak gak membangun gereja terbesar se Asia Tenggara di Bekasi.
Baru luh komentar………
Kalau gua bangun masjid di terbesar seasia tenggara di ambon di bali kira 2 ribut gak tuh kita bicara kelayakan dan kepatutan bukan perasaan dengan pijakan UU RI
enak aja ngusir dari Indonesia…
Entar luh yang gua usir ke TIMOR LESTE…
By Anti Kristen on Agu 23, 2009 | Reply
SATU KATA KRISTEN ADALAH AGAMA SETAN YANG DI BAWA PUTRA IBLIS DARI NERAKA BERNAMA PAULUS, JADI SETAN TIDAK LAYAK HIDUP DI INDONESIA SETAN PANTASNYA HIDUP DI AMERIKA, MAMPUSKAN KRISTEN-KRISTEN SETAN DARI BUMI ISLAM INDONESIA
By yono on Okt 7, 2009 | Reply
KENAPA AGAMA YG DIRIBUTKAN, TANYAKAN PADA DIRI KALIAN SEMUA SDH SEJAUH MANA HUBUNGAN MU DENGAN YG KUASA APAKAH AGAMA KAU YG AKAN MENGANTARKAN KAU KE ALAM SANA, HANYA KERIBUTAN SAJA YG DICIPTAKAN MSEMENTARA KAU RIBUT DENGAN PIKIRANMU, SEMUA BUDAYA DAN PULAU HILANG DARI MUKA BUMI INDONESIA INI, SADARI ITU SADARAKU, SEBAIKNYA KAU BERDAMAILAH DENGAN PIKIRANMU, MAJUKAN BANGSA INI DENGAN KARYA YANG BAIK NISCAYA ITU YG MEMBAWA KAU KEALAM YANG DI SORGA.
By icha on Des 16, 2009 | Reply
Jangan sok kudus lha!! memangnya mau ada prita lain yang memprovokasi lewat email. Seharusnya Anda harus dikenakan hukuman kode etik bidang elektronick,jangan memprovokasi dong kerjanya.
Bilang aja anda “ada udang dibilang batu” katanya ada kompromi dengan tokoh setempat..atau mungkin Anda aja yang ga kebagian komisi…kalau “soal komisi besar,orang bisa gelap mata” mungkin dalih anda bersama kelompok masyarakat mau membakar gereja. Coba kalau Tempat tinggal Anda dibakar Massa, padahal Anda juga mengantong serifikat hak milik dan merasa berhak dengan Rumah Anda sebagai Hak Pribadi,sedangkan Gereja itu juga bukan hak anda untuk menghancurkan apalagi juga gereja itu juga punya hak milik masyarakat kristen bersama.
Jadi positif thinking lha!!!,kecuali kalau pendetanya Asusila,atau mencabuli hak pribadi anda,Istri anda misalnya? ya kan?? baru boleh marah..kalau bisa dibakar dengan gas elpiji baru BOLEH!!!!!!
By Pemuka agama on Des 18, 2009 | Reply
Ngga usah ngeributin agama.
Agama apa yang paling benar ?
Yang penting perbuatan kita tidak melanggar norma yang berlaku.
Untukku agamaku, untukmu agamamu.
Tergantung iman masing-masing, mau lewat jalan mana silakan pilih………….
By lion patric on Des 18, 2009 | Reply
kasian bgt kalian yg punya rasa sirik….
karena sirik tanda tak mampu…
jika ada yg tidak suka kirim pesan ke dokterlion@yahoo.com
kampungan sekali kalian…
terutama jhon…
yg sudah terlihat kalau anda tidak berpendidikan
saling menghargai antar pemeluk beragama sudah diajarkan sejak SD….
dapat disimpulkan saudara tidak pernah lulus sekolah..
dan yang menulis blog ini…
anda sebagai manusia ber ahlak dan berpendidikan harus bisa mencerminkan dalam blog ini.
“apalah artinya anda beragama… jika kalian semua saling menjelekan antara umat beragama
apalah artinya sholat jika kalian sendiri tidak penah mengerti dan mengamalkan yg diajarkan pada anda kalian”
sebelum nya saya minta maaf jikalau saya menyinggung perasaan saudara2 sekalian,
tapi jika ada yg tidak terima atas pernyataan saya saudara bisa hub saya di dokterlion@yahoo.com untuk bisa membicarakanya baik2 atau dengan tindak lanjut…
thx gbu
By Jatmiko on Des 19, 2009 | Reply
wahai saudara2ku yang nasrani ga perlu deh kita tanggapi dengan emosi…
bukankah kita kristen?bukankah alkitab sudah menyatakan bahwa setiap orang berhak untuk selamat?
mari kita doakan saja agar jiwa2 ini masih dianggap patut untuk ikut serta dalam Kebangkitan yang Pertama.
Saya bangga menjadi kristen karena saya tidak diajarkan untuk membalas mata dengan mata…
pertahankan damai sejahtera yang telah diberikan oleh Yesus dan kinerja para rasul-Nya…
Pax in Christo
By raco on Des 19, 2009 | Reply
KITA HANCURKAN ROH JAHAT YANG ADA DIDALAM JIWA PERUSUH DENGAN DOA.
Allah bangkit maka berseraklah musuh-musuhnya, orang -orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya, seperti asap hilang tertiup, seperti lilin meleleh didepan api, demikianlah orang orang fasik binasa dihadapan Allah.
By rikarika on Des 19, 2009 | Reply
benar, semua agama kan mengajarkan kita untuk bertindak baik terhadap sesama. kok begini jadinya? gak semua umat Islam begini, tapi karena beberapa ulah, kan mencoreng nama baik Islam juga. bisa kan, kita saling hidup damai? kan sama-sama Indonesia, menganut Pancasila.
By jerz on Des 19, 2009 | Reply
@anti kristen.
wew! merasa maap2 nie (islam) agama yang paling bener?
merasa orang itu yang beragama islam 100% bener?
jadi kalau suatu negara 100% islam smua tuh negara bakal maju dan terus berjaya?
sadar diri bung. kita hidup gak cuma sendiri, binatang ajah! hidup masih berdampingan dan msh bisa saling ngebantu buat bertahan hidup walah ad yang bertolak belakang. masa manusia mau idup sendiri?
sebenernya udah lulus SD blom sih?
klw belum sekolah dulu trus dapetin ijasah asli jangan yang palsu!
By Ted on Des 20, 2009 | Reply
Gua tinggal di Harapan Indah semenjak 1994 sampe skrg. So g tahu banget situasi disini.
1. Ijin tidak ada? Suruh kesini, liat itu sertifikat yg dah ditandatanganin.
2. Sekitar pemukiman penduduk muslim? Sori bang, disitu ga ada apa2 selain tanah kosong dan sekolah BPK Penabur.
3. Gereja terbesar se-asia tenggara? Itu yg nulis lagi sakaw, mabok, atau emang begok? Tanahnya cuma sepetak kecil gitu. Ukurannya aja ngga sampe segede parkiran sekolahan di sebelahnya.
4. Patung 3 mojang itu sama sekali ga ada kaitannya sama simbol agama apa2, itu mah cuma patung selamat datang punya developer Harapan Indah yg diukir oleh seniman bali ternama.
5. Kristenisasi? Ini tuduhan yg lebih gila lagi. Kalo emang ga suka orang kristen, sekalian bantai2in orang kristen di indonesia semuanya. G pengen liat nyalinya, apa beraninya cuma bisa nimpukin bangunan kosong yg ga ada orangnya?
Berita ini jelas cuma dibuat2 dan buat provokasi adu domba islam vs kristen aja. Yg otaknya lurus ga usah terprovokasi ma ginian.
By Andika on Des 21, 2009 | Reply
Islam agama damai, saya percaya itu. Dan satu lagi, Indonesia tidak akan maju jika umat Islamnya tidak maju. Itu pun saya juga percaya, karena mayoritas penduduk Indonesia berkeyakinan Islam.
Ayo, umat Islam kita sama-sama maju. Akhiri curiga, iri, dengki. Jangan ada lagi isu2 kristenisasi, islamisasi. Kita jalankan ajaran keyakinan kita masing-masing. Masih banyak PR u/ bangsa kita, supaya bisa maju dan bebas dari kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan.
Jangan kotori niat dan cita-cita luhur bapak-bapak pendiri bangsa kita. Mari kita bergandengan tangan u/ Indonesia yg klebih baik.
Peace on earth like in heaven. Amen.
Rgds,
Andika
feel free to email me: goepta@gmail.com
By Leny on Des 21, 2009 | Reply
Saya heran, tiap kali ada pembangunan tempat ibadah selain milik muslim, selalu dikatakan tidak mengantongi izin pembangunan dari warga, atau dikatakan penduduk sekitar mayoritas muslim.
Tapi coba kalau meu mendirikan masjid, apakah mereka peduli dengan penduduk sekitar ?
Di Perumahan Semanan Indah, mayoritas penduduk di perumahan itu adalah chinese non muslim, ada juga yang pribumi dan itupun juga non muslim. Tapi di perumahan itu berdiri sebuah masjid yang begitu besar. Namun ya gitu deh.. kosong gak ada isinya, paling2 yang sholat di situ ya para PRT-nya.
Sekarang masih mau ngomong masalah toleransi ?? Gak punya malu…
By djayus on Des 21, 2009 | Reply
http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/12/18/14222765/tragedi.15.menit.di.gereja.santo.albertus
KETERLALUAN
By Kadir on Des 21, 2009 | Reply
Gue kira sich itu kerjaan orang sirik yg nggk kebagian makan dari pembngunan gereja itu…kayak salimin dani tuch LDDI nggk ada otaknya….ngomongnya kaya pantatnya dia kalo lg kentut..gw tau dia tuch kagak bener orangnya
By andriprihatin on Des 21, 2009 | Reply
kasihan deh ,negeri ini masih banyak orang2 idiot yg bisanya hanya merusak,tapi tidak pakai itu otak. munkin pakai dengkul
By andrionder on Des 22, 2009 | Reply
umat beragama yg suka bakar gereja, aku doain deh lu semua pada pintar2 dibidang saint dan teknologi, dan tidak berkutat dg ajaran sesat dan kekerasan dan rasa sirik yg luar biasa,agar kalian bisa keluar dari lingkaran setan dari negara arab yg noteben negara bar2.
By aji on Des 22, 2009 | Reply
Nampaknya memang dituntut untuk semakin arif dalam menyikapi segala persoalan. Entah anda yang pemuka Islam atau Kristen maupun dari pemerintah. Ingat sikap anda dan apa yang anda katakan akan berdampak luas dan berlaku selamanya (abadi) karena kalau anda salah ucap atau sikap pertanggungjawaban anda sampai akhirat. saya kira lebih baik mencari titik temu sehingga bangsa ini semakin damai. Saya yakin Allah menyukai kedamaian.
By Andika on Des 23, 2009 | Reply
Saya percaya mereka yang membakar gereja tersebut bukan representasi dari umat Islam mayoritas. Saya penganut Katolik di tengah keluarga besar saya yang beragama Islam. Pun saya tinggal di lingkungan yang mayoritasnya adalah umat muslim.
Kami saling menghormati, saling menolong, saling toleransi tanpa memandang perbedaan yang ada. Pada saat Idul Fitri kami selalu mendapat banyak kiriman ketupat dari tetangga kami dan kami pun datang ke masjid untuk silaturahmi, juga ke keluarga-keluarga kami yang muslim. Begitu juga di saat Natal, kami pun membagikan makanan kepada tetangga-tetangga untuk mempererat tali silaturahmi. Kami pun banyak mendapat banyak kunjungan dari keluarga lain, kerabat dan tetangga, serta teman-teman dan merayakan kegembiraan hari raya bersama-sama.
Saya ingat pada saat nenek saya meninggal (beliau juga beragama Katolik), tetangga-tetangga gotong royong membantu kami dalam prosesi pemakaman dan semuanya. Menreka menyumbangkan makanan, bahkan berita kematian tersebut juga diumumkan di kompleks kami melalui pengeras suara masjid.
Indah sekali bukan hubungan yang demikian? Perbedaan bukan untuk saling membedakan, tapi untuk melengkapi satu dengan yang lain. Hilangkan curiga, hilangkan dengki. Jika kia berelasi dengan kasih dan dengan hati yang ikhlas, niscaya kedamaian akan terwujud. Apa yang sudah terjadi, ya sudah. Jadikan hal ini sebagai pembelajaran di kemudian hari bagi semua pihak.
“Do not judge, or you too will be judged. For in the same way you judge others, you will be judged, and with the measure you use, it will be measured to you.
Why do you look at the speck of sawdust in your brother’s eye and pay no attention to the plank in your own eye? How can you say to your brother, ‘Let me take the speck out of your eye,’ when all the time there is a plank in your own eye? You hypocrite, first take the plank out of your own eye, and then you will see clearly to remove the speck from your brother’s eye.”
(Matthew 7: 1-5)
By nico on Des 25, 2009 | Reply
saya heran, hari gini msi ada permasalahan seperti ini di Indonesia, padahal Indonesia terkenal sebagai negara yang penduduknya ramah dan punya toleransi yang tinggi, contohnya gapura dan menara masjid terkenal di Indonesia mengambil pola ragam Pura adanya makam Sunan yang berhiaskan keramik dari Tiongkok, salah satu tempat ibadah yang terkenal di Indonesia dibangun oleh arsitek yang tempat ibadahnya ga sama dengan karyanya dengan jadi saya rasa negara kita malah mengalami kemunduran lebih baik solidaritas di jaman dulu yang belum teracuni oleh pihak – pihak yang ingin merusak perdamaian di Indonesia dan membawa Sara sebagi upaya memecah persatuan di Indonesia,ingat Indonesia ini bukan negara 1 agama dan kalau kita mengenal Tuhan Yang Maha Esa knpa kita ribut2 soal agama? semua agama berdoa pada Tuhan melalui caranya masing2 dalam aneka visualisasi, semua manusia itu sama di hadapanNya dan manusia dinilai dari tindakannya yang baik bukan sikapnya yang sok suci dan sok jadi ahli yang menentukan orang masuk sorga atau neraka. Mari kita jaga perdamaian dan solidaritas di bumi Indonesia.
By ???? on Des 27, 2009 | Reply
mengapa ada sebagian umat muslim di Indonesia yang begitu takut kalau ada pembangunan gereja?
ada aja alasan untuk menghalangi pembangunan nya, misalnya mengapa membangunan gereja di lingkungan yang mayorittas pemeluk agama islam? (lha indonesia kan mayoritas muslim).
Dan mengapa ada sebagian umat muslim yang begitu benci dengan agama kristen, padahal mereka itu belum atau tidak mempelajari tentang kristen, tapi sudah menghakimi, cobalah pelajari dulu Alkitab jangan bilang Alkitab yang ada sekarang ini palsu lah, di rekayasa lah,coba pelajari saja,…. kalau anda2 bilang buat apa buang2 waktu, nah kalo begitu anda jangan membenci Kristen karena apa yang harus anda benci karena anda tidak tahu apa itu Kristen,kalau anda sudah mempelajarinya ternyata Kristen itu begitu salah, begitu jelek, begitu tidak ada artinya, dan ternyata Islam lebih ok segala2 nya mengapa anda harus takut dengan agama kristen?
karena apa yang bagus dan telah teruji tidak akan takut terhadap apapun, kalau suatu agama yang sudah begitu bagus kenapa HARUS DI BELA MATI2AN OLEH UMATNYA, APAKAH ANDA TIDAK PERCAYA DENGAN TUHAN ANDA DAN AKAN KALAH JIKA TIDAK DIBELA OLEH ANDA? BUKAN KAH TUHAN ANDA BEGITU PERKASA MENURUT IMAN ANDA?
By anant on Feb 8, 2010 | Reply
Saya orang muslim….kalo dah liat indonesia klayak gini maluuuu banget.Saya lama belajar di London Inggris,disana saya beribadah ke mesjid dgn aman 2 saja,masyarkat kristen di sana sangat toleran atau cuek2 aja dngn masalah privacy2 begini.Ada masjid luar biasa besar dibangun di kota London,dan masyarakatnya enjoy2 aja tuh…mereka sangat menghargai keberagaman budaya ternsuk agama.Bahkan ada bekas gereja yg dibeli oleh jutawan Arab lalu dijadikan masjid,dan org2 disana cuek2 aja tuh (Coba bayangkan apa yg terjadi jika ini terjdi di Ina,dmana masjid dijadikan Gereja…pasti geger).Makanya saya himbau kepada rekan2 muslim agak majulah pikirannya,agak moderat gt…..ndak ush panas hatinya liat kemajuan aganma laen……santai aja dunia ini lebih indah kalau berwarna kaaannnn……..Wassalam….