Okt
8th
Evangelis Indonesia keturunan China, Stephen Tong, berencana membangun ‘gereja raksasa’, bernama Katedral Mesias
Sebuah gereja megah senilai jutaan dolar diresmikan Sabtu (20/9) lalu di Indonesia, negara dengan populasi penduduk Muslim terbesar di dunia, dengan mengadakan sebuah ibadah yang dihadiri sekitar 4000 orang yang menyanyikan pujian dan membaca Alkitab.
Pendirian Katedral Mesias yang megah di Jakarta tersebut digagas oleh evangelis Indonesia keturunan China, Stephen Tong, yang mengatakan tujuan pembangunan gereja tersebut untuk menepis kesalahpahaman yang mengatakan bahwa Indonesia tidak toleran terhadap agama minoritas.
"Hal ini membuktikan bahwa tidak ada hambatan dari pemerintah Indonesia untuk membangun tempat pusat peribadatan," kata Tong, evangelis terkemuka pendiri Gereja Reformed Injili pada 1989.
"Hal ini juga ingin memberikan kesan baru kepada dunia terhadap Indonesia: bahwa Indonesia bukanlah suatu negara yang melulu kacau atau penuh dengan permasalahan," kata Tong, menurut Reuters.
Sebagaimana dikutip Reuters, pembangunan gereja ini telah memakan waktu 16 tahun bagi Tong untuk mendapatkan lampu hijau dari pemerintah yang berwenang di Indonesia.
"Gereja-gereja lainnya di Indonesia kebanyakan didirikan oleh Belanda dan sampai saat ini kebanyakan dari mereka masih mengandalkan pembiayaan dari luar negeri. Namun gereja kami tidak bergantung kepada pendanaan luar negeri," kata Tong.
"Ini adalah satu-satunya gereja nasional di Indonesia yang dibiayai sendiri oleh jemaatnya, karena uangnya berasal dari Indonesia, desainnya dari Indonesia, bahan-bahannya dari Indonesia. Tidak ada bantuan dari luar negeri," kata Tong.
Gereja besar, yang mampu menghimpun ribuan orang saat pujian penyembahan pada ibadah Minggu, sudah sangat popular di Amerika Serikat, khususnya di pinggiran kota dan kota-kota kecil di mana mereka sering menggunakannya sebagai sebuah pusat kegiatan masyarakat. Kebanyakan merupakan aliran yang bukan Injili atau Pantekosta, dengan beberapa memiliki hubungan dengan Southern Baptists.
Ibadah yang berlangsung di aula yang besar biasanya memiliki ciri khas kotbahnya mengharukan dan sedikit lebih menekankan pada musik penyembahan modern daripada hymne tradisional. Para kritikus seringkali menganggap gereja-gereja besar biasanya memiliki kotbah yang dangkal dan lebih menekankan pada hiburannya daripada agama.
Beberapa pakar mengatakan berdirinya mega-gereja di Indonesia merupakan suatu tanda semakin meningkatnya kepercayaan diri dikalangan komunitas Kristen di Indonesia, sementara pihak lain mengatakan bahwa hal tersebut justru dapat berubah memicu kemarahan keras dan ketakutan di dalam negara yang mayoritas adalah Muslim.
WNI Keturunan
Stephen Tong adalah seorang pendeta Kristen yang dilahirkan di propinsi Fujian pada 1940. Ia menjadi warganegara Indonesia dan saat ini tinggal di Jakarta dan dikenal salah satu tokoh teologi reformed terkemuka, mengadakan seminar-seminar secara teratur setiap tahun dan mendirikan Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII). Kakaknya Caleb Tong adalah pendeta di Gereja Kristen Injili Indonesia di Bandung.
Tong dikenal sebagai pengritik keras gerakan Karismatik, New Age Movement, Postmodernisme, seni kontemporer, psikologi, budaya Barat, budaya Timur, filosofi, dan teologi kemakmuran. Ia menulis banyak lagu gereja dan merancang beberapa bangunan gereja.
Tong sering menyampaikan kotbah dalam bahasa Indonesia, Mandarin, dialek Fujian, dan Inggris. Gereja Mesias yang megah tersebut berlokasi di pusat bisnis Kemayoran, Jakarta. [chtp/www.hidayatullah.com]
Sebuah gereja megah senilai jutaan dolar diresmikan Sabtu (20/9) lalu di Indonesia, negara dengan populasi penduduk Muslim terbesar di dunia, dengan mengadakan sebuah ibadah yang dihadiri sekitar 4000 orang yang menyanyikan pujian dan membaca Alkitab.
Pendirian Katedral Mesias yang megah di Jakarta tersebut digagas oleh evangelis Indonesia keturunan China, Stephen Tong, yang mengatakan tujuan pembangunan gereja tersebut untuk menepis kesalahpahaman yang mengatakan bahwa Indonesia tidak toleran terhadap agama minoritas.
"Hal ini membuktikan bahwa tidak ada hambatan dari pemerintah Indonesia untuk membangun tempat pusat peribadatan," kata Tong, evangelis terkemuka pendiri Gereja Reformed Injili pada 1989.
"Hal ini juga ingin memberikan kesan baru kepada dunia terhadap Indonesia: bahwa Indonesia bukanlah suatu negara yang melulu kacau atau penuh dengan permasalahan," kata Tong, menurut Reuters.
Sebagaimana dikutip Reuters, pembangunan gereja ini telah memakan waktu 16 tahun bagi Tong untuk mendapatkan lampu hijau dari pemerintah yang berwenang di Indonesia.
"Gereja-gereja lainnya di Indonesia kebanyakan didirikan oleh Belanda dan sampai saat ini kebanyakan dari mereka masih mengandalkan pembiayaan dari luar negeri. Namun gereja kami tidak bergantung kepada pendanaan luar negeri," kata Tong.
"Ini adalah satu-satunya gereja nasional di Indonesia yang dibiayai sendiri oleh jemaatnya, karena uangnya berasal dari Indonesia, desainnya dari Indonesia, bahan-bahannya dari Indonesia. Tidak ada bantuan dari luar negeri," kata Tong.
Gereja besar, yang mampu menghimpun ribuan orang saat pujian penyembahan pada ibadah Minggu, sudah sangat popular di Amerika Serikat, khususnya di pinggiran kota dan kota-kota kecil di mana mereka sering menggunakannya sebagai sebuah pusat kegiatan masyarakat. Kebanyakan merupakan aliran yang bukan Injili atau Pantekosta, dengan beberapa memiliki hubungan dengan Southern Baptists.
Ibadah yang berlangsung di aula yang besar biasanya memiliki ciri khas kotbahnya mengharukan dan sedikit lebih menekankan pada musik penyembahan modern daripada hymne tradisional. Para kritikus seringkali menganggap gereja-gereja besar biasanya memiliki kotbah yang dangkal dan lebih menekankan pada hiburannya daripada agama.
Beberapa pakar mengatakan berdirinya mega-gereja di Indonesia merupakan suatu tanda semakin meningkatnya kepercayaan diri dikalangan komunitas Kristen di Indonesia, sementara pihak lain mengatakan bahwa hal tersebut justru dapat berubah memicu kemarahan keras dan ketakutan di dalam negara yang mayoritas adalah Muslim.
WNI Keturunan
Stephen Tong adalah seorang pendeta Kristen yang dilahirkan di propinsi Fujian pada 1940. Ia menjadi warganegara Indonesia dan saat ini tinggal di Jakarta dan dikenal salah satu tokoh teologi reformed terkemuka, mengadakan seminar-seminar secara teratur setiap tahun dan mendirikan Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII). Kakaknya Caleb Tong adalah pendeta di Gereja Kristen Injili Indonesia di Bandung.
Tong dikenal sebagai pengritik keras gerakan Karismatik, New Age Movement, Postmodernisme, seni kontemporer, psikologi, budaya Barat, budaya Timur, filosofi, dan teologi kemakmuran. Ia menulis banyak lagu gereja dan merancang beberapa bangunan gereja.
Tong sering menyampaikan kotbah dalam bahasa Indonesia, Mandarin, dialek Fujian, dan Inggris. Gereja Mesias yang megah tersebut berlokasi di pusat bisnis Kemayoran, Jakarta. [chtp/www.hidayatullah.com]


By mohammad on Okt 12, 2008 | Reply
siapa lagi menyusul
By Edi Martono on Feb 28, 2009 | Reply
Luar biasa, pekerjaan yg hebat.
Kami dukung dalam doa.
Kami tahu kebaktian GRII selalu menyampaikan khotbah yg berbobot dan puji-pujian yg agung.
Negara yg besar spt Indonesia dan kota yg besar seperti Jakarta memberlukan tempat ibadah yg besar dan baik.
By Yesus on Jul 30, 2009 | Reply
Semua kristen adalah pengikut setan yang menyembah patung berhala
By adadeh on Jul 31, 2009 | Reply
Pujian dalam lagu……
Lagu sendiri adalah aneh.
Lagu memiliki efek mirip psikotropika.
Lagu putus cinta pun asalkan ritmenya enak didengar kita bisa kecanduan mendengarkannya..
Ibadah yang aneh.
Baptis, Nyanyi doang, diampuni dosa, masuk surga….
Oh indahnya….begitu mudahnya masuk surga….
Surga yang begitu murah meriah…
Bangunlah dari mimpi…gunakan rasionalitas dalm beragama.
Agama tidak seharusnya mematikan rasionalitas dan sains.
Pa Edy, pernah baca novel2 nya Dan Brown ga?
The Da Vinci Code dsj…
Baca dulu deh Pak….jangan ngetrance muji2 agama warisan….
By adadeh on Jul 31, 2009 | Reply
Pujian dalam lagu……
Lagu sendiri adalah aneh.
Lagu memiliki efek mirip psikotropika.
Lagu putus cinta pun asalkan ritmenya enak didengar kita bisa kecanduan mendengarkannya..
Ibadah yang aneh.
Baptis, Nyanyi doang, diampuni dosa, masuk surga….
Oh indahnya….begitu mudahnya masuk surga….
Surga yang begitu murah meriah…
Bangunlah dari mimpi…gunakan rasionalitas dalm beragama.
Agama tidak seharusnya mematikan rasionalitas dan sains.
Pa Edy, pernah baca novel2 nya Dan Brown ga?
The Da Vinci Code dsj…
Baca dulu deh Pak….jangan cuma nge-trance muji2 agama warisan….
By M. Majenun on Agu 8, 2009 | Reply
memang betul2 indah jadi umat kristen sebagai keturunan anak perjanjian melalui Ishak….israel(yakub) sebagai ahli waris kerajaan surga…..apapun yang kita inginkan TUHAN sediakan dan berikan….Amin…bertobatlah dari…Yesus mengetuk hatimu…tidak ada keselamatan….hanya melalui Yesus….jangan mau ditipu….sama orang yang doyan kawin….sampai anak gadis kecil aja di embad…pake2 alasan …wahyu,,,,matinyapun mampun diracun cewe….hukum karma buat playboy cap gayung ….penyesat….sadarlah dari tipu daya syetan….
By M. Bahlul on Agu 8, 2009 | Reply
pengikut si playboy cap gayung bisanya bikin kacau doang….iri hati….bomb..bunuh..diri sana sini….kasihan…..ikutlah Yesus karna disitulah ada jaminan keselamatan yang pasti….bukan gimana nanti…..pilihlah sesuatu yang memiliki jaminan pastiiiiiiiiiii…..bukan sesuatu yang maseh…..diragukan…….Kiranya Keselamatan boleh hadir dihatimu…hai orang yang belum kenal Yesus….amin
By Mohammad Abdallah on Agu 8, 2009 | Reply
Slamat…buat Pak Pdt. Steven Tong….Kiranya TUHAN memberikan kekuatan dan keteguhan sehingga rencana TUHAN untuk dunia ini boleh dapat terlaksana melalui pekerjaan Pak Pendeta…dan banyak jiwa2 dapat diselamatkan…oleh korban ISA AL MASEH dikayu salib….amin…amin ya robilalamin…..
By Mohammad Abdallah on Agu 8, 2009 | Reply
Slamat…buat Pak Pdt. Steven Tong….Kiranya TUHAN memberikan kekuatan dan keteguhan sehingga rencana TUHAN untuk dunia ini boleh dapat terlaksana melalui pekerjaan Pak Pendeta…dan banyak jiwa2 dapat diselamatkan…dan ISA AL MASEH boleh segera datang untuk menjemput umatnya yang setia sampai kesudahan….amin…amin ya robalalamin…..
By Mohammad Abdallah on Agu 8, 2009 | Reply
Slamat…buat Pak Pdt. Steven Tong….Kiranya TUHAN memberikan kekuatan dan keteguhan sehingga rencana TUHAN untuk dunia ini boleh dapat terlaksana melalui pekerjaan Pak Pendeta…dan banyak jiwa2 dapat diselamatkan…dan ISA AL MASEH boleh segera datang untuk menjemput umatnya yang setia sampai kesudahan….amin…amin ya abba bapa…..
By Archie on Sep 12, 2009 | Reply
Indonesia adalah negara berPANCASILA.
Mengapa masih ada orang masih berpikiran sempit, dan mengolok-ngolok hamba Tuhan ini.
Frankly speaking, masih ada gedung2 agama lainnya yg juga besar2 dan elite, tapi ada yg mengolok2 seperti ini? Ini ngak adil loh…
Meskipun orang2 keturunan Cina yg tinggal di Indonesia atau negara2 Asia lainnya. Mereka lebih cenderung berbuat kebaikan, yg bisa bantu kehatmonisan sosial di negara2 itu, bukankan demikian? Apakah anda tidak melihat kekristenan lebih cenderung dng kebaikan/keharmonisan/ketulusannya?
“Bukan yang dilihat manusia, yang dilihat Allah. Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”
Harap maklum dng komentar ini.
By Moshe on Sep 28, 2009 | Reply
indonesia memiliki keaneka ragaman. ada banyak orang yang berusaha membela kelompoknya dan melupakan keaneka ragaman.mari kita menjadi bangsa yang saling mendukung.semua yang kita lakukan pasti dinilai Sang Pencipta,untuk apa kita ribut,memusuhi, atau membenci pihak lain yang berbeda. kedewasaan kita dalam semua aspek berarti mampu memakai & menghargai pihak manapun…pendirian tempat ibadah tanda adanya kerinduan anak bangsa untuk bertemu & mendidik umat kenal Sang Pencipta.apapun agamanya kita semua bersaudara.satu bangsa,satu bahasa, satu bahasa….yang lain kita bhineka tunggal ika….jayalah manusia indonesia
By ada on Nov 15, 2009 | Reply
iya bener tuh? istrinya ada berapa ya yg ngakunya nabi? terus anak kecil umur 9 juga dikawinin tuh…wah ga heran jaman sekarang banyak yang mau niru…kaya syeik puji hehe…mana banyak yang mau poligami juga kayak aa gym…
terus terang kalau agama kristen benar atau ngga saya masih pikir pikir deh (ada fakta scientific ttg evolution, big bang 13 billion years ago, umur bumi udah 4 billion, manusia udah 200 ribu tahun cuman alkitab kok kayaknya ga lebih dari 10 rb tahun)…tp kalau agama yg “satu” itu udah jelas bangett gombalnya..dibuat untuk kepentingan politik sendiri deh kayaknya..
hmmm…herannya kok masih banyak intelektual yg pintar pintar seperti GM (tempo) yg masih percaya juga ya…puyeng gua ^^
By Hari Adi on Nov 19, 2009 | Reply
Bp. Pdt. Stephen Tong yth.
Mau tanya Bapak
Bapak Pdt. dulu waktu masih muda, sekolah SMA di mana? apakah pernah sekali waktu khotbah di Gereja Kristen Jawa Jl. dr Cipto no. 25 dihadapan siswa-siswa SMA Masehi I jl. dr Cipto yang terletak sebelah gereja tersebut antara tahun 1971 – 1972.
terima kasih Tuhan Yesus memberkati pelayanan Bapak.Amin
By Hari Adi on Nov 19, 2009 | Reply
Bp. Pdt. Stephen Tong yth.
Mau tanya Bapak
Bapak Pdt. dulu waktu masih muda, sekolah SMA di mana? apakah pernah sekali waktu khotbah di Gereja Kristen Jawa Jl. dr Cipto no. 25 Semarang dihadapan siswa-siswa SMA Masehi I jl. dr Cipto yang terletak sebelah gereja tersebut antara tahun 1971 – 1972.
terima kasih Tuhan Yesus memberkati pelayanan Bapak.Amin
By Pdt Sonny Tjandra on Nov 26, 2009 | Reply
Pdt Tong adalah seorang yang konsisten didalam pelayanan dan Tuhan memakainya untuk zaman ini. Pdt Tong mengatakan : Anugerah Tuhan datang dengan diam-diam, namun penerima Anugerah Tuhan tidak bisa tinggal diam. Artinya harus mengedepankan pelayanan ! Saya bersyukur boleh meneladani kehidupan pelayan umat tersebut. Praise God !!
By moreng on Des 5, 2009 | Reply
maju terus pak tong kami bantu dlm doa….n bagi yg tidak senang dgn adanya gereja ataupun kristen teruslah kalian spt itu krn toh kalian jg yg pusing sendiri…kami di kalimantan dah mayoritas kristen …jd klu blg muslim terbesar di asia itu bullsheet hy di jawa ama sumatera aja yg gede cb liat kalimantan maluku papua sulawesi baru bicara…..
By moreng on Des 5, 2009 | Reply
di pulau jawa gereja blh dilarang dibangun tp di kalimantan siapa berani melarang .klu sudah bosan hidup boleh bicara apalg FPI hahaha itu dah spt sapi ompong disini bung dah kami cabut giginya dah spt pecundang disini kami yg merazia FPI bkn FPI yg merazia kami….lihatlah laskar kristus adalah pemenang dlm segala hal…kami adalah umat pilihan Allah…dr Allah yg benar dan yg paling utama muncul smblm islam ada…jd kristen dibilang jiplak atau pengikut setan itu mah yg ngmgn kurang waras otak udang dangkal benar otaknya ……..klu Yesus kalian hina knp kalian masukkan ke Alquran…kan jilat ludah sendiri….gmn tuh
By The Revenger on Des 7, 2009 | Reply
Utk smua moslem :
ISLAM ADALAH AGAMA KRIMINAL DAN SESAT!!!!
SBAB SATU-SATUNYA AGAMA DI DUNIA INI YG MENGIZINKAN PENGIKUTNYA UTK MEMBUNUH CUMAN ISLAM.
PLUS AGAMA GA JELAS NE DIBAWA AMA SI MAMAT PENJAHAT KELAMIN
HA,HA,HA,HA,HA………………..
By Bang Mamat from the Hell on Des 7, 2009 | Reply
Oiii…
Klen yg islam jgn ikuti aq. Aq ne sesat dan tukang telap betina. Gua salah mengajar ama klen skrg gua ada di neraka plus org2 yg mati-matian m’bela gua. Slamatkn deri klen sbelum terlambat.
HUUAAAAAAAAAAA PANAAASSS!!!!!!!!!!!!!
TOOOLOONGGGG!!!!!!!!!!!
AMMPUUUUNNN!!!!!!!!!!!
By shodik salafi on Des 8, 2009 | Reply
aq punya banyak teman non islam.
mereka pada kebingungan kalo ditanya tentang Tuhan mereka, like:
-apa tuhanmu?
-dimana dia berada dulu, sekarang, dan yang akan datang?
-siapa nama tuhanmu?
-tuhanmu bisa apa?
-terbuat dari apa?
-sejak kapan dia jadi tuhan?
-kenapa jawaban tentang tuhan kalian aneh2 dan nggak masuk logika ya>?
…..
dll…
belum lagi kalo ditanya tentang akhirat, alam kubur, masa lalu, masa yang akan datang, keadaan saat kiamat, sifat2 tuhan, kenabian, kewajiban dalam agamanya, hukum, reinkarnasi yang aneh itu, dll… tambah mumet deh mereka….
By shodik salafi on Des 8, 2009 | Reply
terbersit dari mereka;
-aduh aq cuma ikut ortu, ortuku ikut nenek moyangnya… jd, mana ku tau,….
-aq cuma bisa nyalahi kenapa agama q kurang dalil, dasarnya tidak kuat, sumber agamanya sedikit, jd aq bingung….nantilah aq tanya2 dlu…
-kok bisa kamu tanya begitu? aq baru dengar yg kamu tanya… ini masih tabu ditelinga q…
-kami cuma kenal sedikit nabi, sedikit sekali cerita ttg yang kamu tanya itu selebihnya ceritain donk…
-wah emang ada hari akhirat? bukannya kita akan terus hidup, bereinkarnasi terus sampai menjadi Dewa/Tuhan juga nantinya?
-waduh gimana donk…?
By shodik salafi on Des 8, 2009 | Reply
Tapi kalo dalam islam……………………………………
you will find it!!!! so complite!!!!!!
semua cara mulai dari bangun tidur ketidur lagi, dari kegiatan satu ke kegiatan lain, pemerintahan, tentang ini, tentang itu, sangat lengkap dalam islam dan sungguh tak dijumpai didalam agama yang mereka anut dulu….
mereka penasaran, mencari, membuka, meneliti, debat, kalah debat, tambah Penasaran, sungguh penasaran, kemudian akhirnya bersyahadat… “Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah”
Segala puji bagi Allah, Akhirnya mereka mengakui adanya Allah, tak ada yang setara dengan Allah, Allah hanya satu, dan Hanya kepada Allah akan kembali manusia….
Teruslah pelajari islam dari kedua sumbernya yaitu Al-Quran dan As-Sunnah…
good luck teman2!!!!
By HERNAWAN on Jan 24, 2010 | Reply
BARANG SIAPA YG MENGAKU BERAGAMA AYO MARI BERLOMBA-LOMBA DALAM KEBAIKAN, HIDUP SUCI DAN MENGASIHI SESAMA KARENA DARI SITULAH INTI DARI KESEJATIAN HIDUP.
TUHAN YESUS BERKATA: POHON BISA DILIHAT DARI BUAHNYA ………
TUNJUKKANLAH DAN BUKTIKAN KALAU KALIAN MEMANG MANUSIA BERAGAMA YG BAIK….AMIEN.
By hada on Jan 27, 2010 | Reply
yesus berkata: ELI -ELI LAMA SABAKHTANI.Artinya Allah-Allah mengapa kau tinggalkan aku?
By shodik salafi on Feb 8, 2010 | Reply
silahkan pelajari islam dengan mengharap petunjuk Tuhan Allah Swt….
kau akan temukan kebenaran islam dan keindahannya….
By Daniel on Feb 10, 2010 | Reply
hmm…
sekarang sudah jadi katedral mesiasnya, saya sendiri suka kesana koq. ada di sebrang JIE
bentuk bangunannya bunder, keren lah.. =P
kotbahnya juga jelas, bener2 back to bible, dan cukup dalam.
By Rajawali Timur 1 on Feb 23, 2010 | Reply
Patung Yesus-bunda Maria, Patung Budha maupun Ka’bah adalah sebagai alat simbol sesembahan kita masing-masing. Menuduh menyembah Patung Yesus, tapi Salah kiblat aja sudah menjadi perselisihan dan berlomba-lomba mencium BATU HITAM (yang mati). Seorang Stephen Tong bersama sejumlah jemaat membangun sendiri Gereja Besar SUDAH RIBUT, Berpuluh-puluh MASJID AKBAR dengan sejumlah bantuan dana pemerintah (UANG RAKYAT MUSLIM DAN (yang dituding)KAFIR, Beratus-ratus ULAMA dan umat muslim membanggakan diri.