PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN: Memicu kontroversi


BKsPPI: Tarik Peredaran Film ‘PBS’

JAKARTA — Pro kontra film perempuan berkalung sorban (PBS) masih terus berlanjut. Bahkan kini Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) mendesak pemerintah untuk mencabut film tersebut dari peredaran. Pasalnya, film ini dinilai telah melecehkan nama pesantren.

Ketua Mejelis BKsPPI, Didin Hafidhuddin, menegaskan pihaknya merekomendasikan agar film PBS dicabut dari peredaran. Menurutnya film ini memberikan pecintraan buruk terhadap pesantren yang digambarkan seolah-olah pesantren mengungkung perempuan,” tandasnya.

Permasalahan ini dibawa ke Ijtima Nasional BKsPPI menurut Didin didasarkan kepada banyaknya surat-surat, sms, dan fax dari pimpinan pondok pesantren tentang kondisi film tersebut. Ditambah lagi dengan maraknya pemberitaan negatif tentang film tersebut. “Ternyata semua itu sesuai dnegan kenyataannya,” papar Didin.

Pendapat senada dilontarkan oleh, Ketua MUI Pusat, Kholil Ridwan. Menurutnya setelah ia menonton film tersebut, memang banyak ditemukan beberapa kejanggalan. “Apapun motivasi pembuatan film itu, tapi realita di layar kesannya memojokkan pesantren. Di sana digambarkan pesantren seolah-olah memenjarakan santri perempuan, hak-hak perempuan ditindas, dan suami bisa berbuat seenaknya terhadap istri. Bahkan disitu juga menggambarkan terbelakangnya pesantren yang membakar buku-buku, mereka mendiskriminasikan pondok pesantren,” tandasnya.

Tak hanya itu, lanjut Kholil, pihaknya mempertanyakan mengapa dalam film tersebut menonjolkan buku ‘Bumi Manusia’ karya Pramoedya Ananta Tur, yang menulis buku di penjara, Pulau Buru. “Malah di film itu, pesantren diibaratkan sebuah penjara,” paparnya.

Hal-hal tersebutlah yang mendasari BKsPPI untuk mendesak pemerintah segera menarik peredaran film tersebut yang diyakini pihaknya memberikan dampak yang buruk kepada masyarakat. “Kami minta pihak berwenang untuk menarik film itu,” tegasnya.

Bahkan pihak BKsPPI meyakini upaya yang dilakukan pihaknya merupakan salah satu tindakan preventif akan adanya pembuatan film serupa. “Agar para produser mikir dalam membuat film. Atau jangan-jangan mereka memang punya misi, sengaja menjelek-jelekan Islam atau pesantren. Karena film itu merupakan salah satu media yang paling ampuh untuk propaganda tersebut,” pungkas Kholil Ridwan

keyword: Kontroversi Perempuan berkalung sorban, kontrovensi film wanita berkalung sorban, proposal perempuan berkalung sorban, penyimpangan film perempuan berkalung sorban dan ?, masalah yang ada d film perempuan berkalung sorban, kultum tentang perempuan berkalung sorban, kontrovesi perempuan berkalung sorban, contoh film perempuan, kontrofersi wanita berkalung surban, contoh tek review film wanita berkalung sorban, contoh review text perempuan berkalung sorban, contoh resensi film wanita berkalung sorban, wallpaper film perempuan berkalung sorban

7 Responses to “PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN: Memicu kontroversi”

  1. sepakat dah… tarik aja dulu,, kemudian di perbaiki baru di lempar lagi….. khan MUI sdh menyatakan bersedia membantu meluruskan (tanpa di beri royalti_)

  2. mungkin memang sengaja dibuat seperti itu, supaya ada pro dan kontra…. justru membuat penasaran masyarakat dan pada akhirnya masyarakat berduyun2 untuk melihat film itu.
    semacam politiklah… untuk melariskan film tersebut.
    untuk yang punya pesantren, klo memang gambaran sehari2nya tidak sperti di film itu, nggak perlu kwatirlah.. masyarakat kita tetap yang akan bisa menilai sendiri kok.
    Masyarakat Indonesia kan nggak semuanya bodoh yang bisa dibohongi hanya dengan sebuah film saja…?????!!!!

  3. knapa sih kt sbk ngurusin maslh gituan, klw mang ga ska y jngn nnton filmnya,
    nih smwa blk k dri kita sndiri,,
    klw kt ga seperti tu, knapa mesti tkut dnlai bruk,,
    atw mng sperti itu ya,? truz tkut kethuan aibnya..
    urusin aja maslah bnjir, pngngguran, inflasi, br deh 1000 jmpol bwt loh

  4. Bahkan pihak BKsPPI meyakini upaya yang dilakukan pihaknya merupakan salah satu tindakan preventif akan adanya pembuatan film serupa. “Agar para produser mikir dalam membuat film. Atau jangan-jangan mereka memang punya misi, sengaja menjelek-jelekan Islam atau pesantren. Karena film itu merupakan salah satu media yang paling ampuh untuk propaganda tersebut,” pungkas Kholil Ridwan

    Beliau nih negative thinking bgt,

    Ska mmperkeruh suasana,

    coba dipositin,

    mis: smoga aja lwat nie film pesantren dapt mmperbaiki dirinya….

    atw apa kek, yg bs menengkan masyrkt….

  5. thiz a g00d movie…

    lu smw hrs nnnton….

  6. knp mesti di tarik….dari pasaran
    film itukan sebuah cerita drama hasil sebuah pemikiran, pesantren tersinggung kenapa?
    klo di dalam pesantren tidak sperti itu.
    menurut saya film itu oke….asal tidak melanggar norma Agama saja.
    masalah kisahnya ada yg sama or nggaknya itu resiko klo itu salah ya di perbaiaki klo dianggap benar turuskan saja apa yg telah di tetapkan. jgn merasa takut stelah nonton film perempuan berkalung sorban nantinya org ogah ke pesantren. Insya Allah Perjuangan yang Mulia selalu di lindungi Allah, cobaan pasti ada, hitung2 ujian langsung.

  7. wah2… ternyata banyak yang dukung yah…

    sekarang banyak sekali film2 yang menjatuhkan citra islam dan orang islam sendiri pun ikut menjatuhkannya, sungguh realita yang amat buruk pada umat islam sekarang ini…

    knpaa diindonesia slalu ada film2 yang menjatuhkan nama Islam??? dan mengatasnamakan Hak manusia atau akal manusia… dan parahnya lagi orang islam indonesia mendukung film seperti ini.

    knapa tidak ada film tentang kejelekan agama lain??? mungkin karena mrk yang mendukung islam menjadi jelek dan agama lain menjadi diatasnya ( hahaha ga boleh suudzon )

    menangislah hati seorang muslim apabila islam di jadikan permainan, dan gembiralah orang2 munafik didalamnya…

    tapi jangan khawatir khan udah jelas hukumannya yang satu surga yang satu neraka… kecuali mereka bertaubat.

Leave a Reply