
Kairo (ANTARA News) - Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam (OKI) Ekmeleddin Ihsanoglu, Rabu, mendesak UNESCO agar menyelidiki keputusan Israel untuk memasukkan tempat suci Islam ke dalam daftar warisannya, demikian laporan kantor berita resmi Mesir, MENA.
Ketika berbicara kepada wartawan di ibukota Mesir, Kairo, sebelum bertolak ke Tripoli, Ihsanoglu mengatakan ia meminta UNESCO dan para duta besar negara Arab dan Islam agar menyelenggarakan pertemuan untuk menyelidiki perbuatan Israel termasuk untuk memasukkan Al-Haram Al Ibrahimi dan Makam Rachel, yang oleh umat Muslim dikenal sebagai Masjid Bilal, ke dalam daftar tempat warisannya.
"Kami mengadakan kontak diplomatik, terutama dengan UNESCO untuk mengajukan rancangan pernyataan guna menghadapi praktek Israel," kata pemimpin OKI tersebut.
Awal pekan ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyetujui satu deklarasi pemerintah Israel, yang menganggap Makam Rachel --Masjid Bilal-- di Bethlehem dan Al-Haram Al Ibrahimi di Al-Khalil sebagai tempat Yahudi yang suci bagi umat Muslim dan Yahudi.
Jordania, Senin, mengutuk rencana Israel untuk mencaplok tempat bersejarah yang berada di Tepi Barat ke dalam daftar warisannya, demikian laporan kantor berita resmi Jordania, Petra.
"Jordania menolak tindakan sepihak Israel ini. Kebijakan Israel yang juga berusaha mengubah lambang agama dan sejarah di lapangan di wilayah pendudukan ditolak dan bertentangan dengan prinsip hukum internasional," kata Menteri Negara Urusan Media dan Informasi Nabil Sharif sebagaimana dikutip.
Jordania dan Israel menandatangani kesepakatan perdamaian pada 1994. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Israel mengakui hak Kerajaan Arab itu untuk mengawasi tempat suci umat Muslim dan Kristiani di wilayah yang berada di bawah wewenang Palestina.(C003/A038)
Posted by Akbar Muzakki |
No Comments »

MOSKOW--Para pemimpin Muslim di Rusia telah menyerukan umat Islam untuk memboikot perayaan hari Saint Valentine, dan menyatakan bahwa perayaan tersebut merupakan "ajaran permisif universal, amoralitas dan nihilisme."
Sebuah dewan pimpinan Muslim di kawasan Nizhny Novgorod Rusia, Rabu mengeluarkan pernyataan yang menyerukan sebuah "larangan" merayakan Hari Valentine, yang semakin populer di Rusia meskipun bukan merupakan hari libur resmi.
"Kami menyerukan kepada semua orang beriman dan berfikiran logis untuk mengatakan "tidak" untuk merayakan hari ini, karena tidak hanya bertentangan dengan norma-norma Islam, tetapi juga bertentanga moralitas manusia," kata pernyataan itu.
Para pemimpin Muslim juga mengimbau kepada seluruh kepala sekolah kawasan untuk membatalkan perayaan demi "alasan-alasan moral dan etika."
Hari Valentine saat ini merupakan bisnis besar di Rusia, dengan toko-toko yang menjual pernak-pernik berbentuk hati dan kartu dan restoran penumpangan menu khusus.
Pada tahun 2008 istri Presiden Dmitry Medvedev, Svetlana Medvedeva, meluncurkan saingan hari libur yang disebut Hari Keluarga, Cinta dan Fidelity, yang menekankan tradisi Kristen Ortodoks.
Sumber Berita:
khaleejtimes
Posted by Akbar Muzakki |
No Comments »

Panel pemerintah Prancis kemarin merekomendasikan agar pemakaian burka, pakaian yang menutupi hampir seluruh bagian tubuh, dibatasi.
Panel bahkan meminta agar pemberlakuan larangan pemakaian burka diberlakukan di tempat-tempat umum seperti rumah sakit, sekolah, dan transportasi massal.
Namun, menurut cucu pendiri komunitas Muslim Afro-Amerika terbesar di Amerika Serikat (AS) "The Nation of Islam", Leila Muhammad, memakai burka adalah hak perempuan muslim agar merasa terlindung baik fisik maupun jiwa mereka.
"Burka dipakai bila mereka (perempuan muslim) merasa perlu untuk merasa terlindungi. Itu hak mereka untuk menutupi tubuh, untuk melindungi jiwa mereka," kata Leila, cucu pendiri "The Nation of Islam", Elijah Muhammad, yang ditemui dalam acara penutupan Dialog Kerja Sama Lintas Agama AS-Indonesia di Jakarta, Rabu 27 Januari 2010.
"Sangat disayangkan bila pemerintah mengambil hak tersebut dari perempuan," lanjutnya.
Menurut Leila, larangan pemakaian burka merupakan salah satu bentuk diskriminasi terhadap umat Islam. Maka, umat Islam di Prancis, khususnya kaum perempuan muslim, harus bertindak.
"Mereka harus protes, tetapi dengan intelek dan tanpa kekerasan, meminta dukungan negara lain yang tidak mengalami ini, dan bersabar," kata Leila.
Negara-negara Muslim juga harus ikut bereaksi dengan cara yang sama. "Semua Muslim, entah itu negara Muslim atau bukan, harus ikut merespon karena hak seseorang telah dilanggar," katanya sambil menambahkan bahwa bentuk respon itu harus dilakukan dengan rasional dan damai.
Direktur Eksekutif Ash-Shamsiyyah,The Umbrella Domestic Family Service, tersebut juga berharap bahwa larangan pemakaian burka di Prancis tidak semakin menambah kebencian kelompok muslim radikal terhadap negara-negara Barat.
"Saya harap amarah bisa diredakan dengan duduk bersama dan membahasnya. Kita semua tahu bila orang merasa disakiti, kadang menimbulkan respon negatif," kata Leila.
Posted by Akbar Muzakki |
No Comments »

SWISS--Seorang pemain basket Swiss gagal dalam tuntutan hukumnya di pengadilan atas pelarangan memakai jilbab saat bermain di pertandingan liga.
Sebuah pengadilan lokal di Kanton Lucerne mengatakan dalam sebuah keputusan yang diterbitkan Rabu (27/1), waktu setempat, bahwa larangan tidak melanggar hak-hak para pemain, yang Muslim.
Sura Al-Shawk, 19 tahun, warga negara Swiss asal Irak yang bermain untuk STV Luzern, meminta izin kepada asosiasi basket Swiss untuk memakai selendang jilbab. ProBasket mengatakan pada bulan Agustus tahun lalu bahwa Sura tidak diperbolehkan menggunakannnya karena dapat meningkatkan risiko cedera dan olahraga harus netral dari agama. ProBasket menyatakan bahwa pihaknya hanya menjalankan aturan yang telah ditetapkan oleh Federasi Basket Internasional (FIBA).
Sura dapat mengajukan banding dalam waktu 10 hari ke pengadilan yang lebih tinggi. Namun, hingga saat ini ia tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentar.
Posted by Akbar Muzakki |
No Comments »

JERUSALEM--Israel dan Vatikan memulai negosiasi pendahuluan tentang kepemilikan dan status situs-situs bersejarah umat Katholik di Al-Quds, wilayah di Jerusalem Timur yang diokupasi Israel. Menurut sebuah sumber di Vatikan, pihaknya menginginkan agar tempat itu dijaga keamanannya, termasuk dari kemungkinan suatu saat di masa yang akan datang diambil alih pemerintah Israel dan diklaim sebagai milik negara.
Vatikan juga ingin "pengembalian dari sejumlah properti yang pernah diambil di masa lalu" dari Israel. Pada tahun 1950, Israel pernah melakukan penghancuran terhadap satu gereja bersejarah di utara Caesaria, sebuah kota bersejarah di Palestina.
Nantinya, setelah negosiasi pendahuluan ini, Israel dan Vatikan akan kembali bertemu di Roma pada Mei tahun ini untuk pembicaraan yang lebih rinci dan nyata. Selain masalah di atas, Vatikan juga menuntut dikembalikannya sebidang tanah gereja yang disita Israel. Tanah itu telah menjadi milik gereja sejak Kesultanan Usmaniyah meninggalkan wilayah itu sejak awal abad ke-19, jauh sebelum Israel masuk dan mengklaim banyak wilayah di Palestina tahun 1948.
Sejumlah pengamat tak yakin Israel bakal memenuhi permintaan Vatikan itu. Pasalnya, di tanah-tanah milik gereja itu, mereka mendirikan bangunan-bangunan baru. Ada lagi satu tempat yang dua keyakinan itu mengklaim sebagai warisan sejarah agama mereka. Di sebuah tempat di Cenale, pada lantai duanya diyakini merupakan tempat di mana Yesus melakukan jamuan makan terakhirnya. Namun Yahudi juga mengklaim, di bawah gedung itu merupakan situs makam Raja Daud.
Israel mencaplok Al-Quds dalam pertempuran selama enam hari tahun 1967. Kota itu selain penuh dengan situs sejarah umat Katholik, juga merupakan kota suci ketiga bagi umat islam. Di kota inilah masjid yang menjadi kiblat umat Islam pertama kali -- sebelum Baitullah -- yaitu Masjid Al-Aqsa, berdiri.
Posted by Akbar Muzakki |
No Comments »

Beijing (ANTARA News) - Pemerintah China akan menawarkan hadiah uang tunai yang lebih besar bagi orang yang melaporkan laman porno, menurut laporan media resmi negara itu, Senin.
Pekan lalu pemerintah China telah menyerahkan 224 ribu yuan atau setara 32.810 dollar AS sebagai hadiah untuk para pelapor.
China sedang melancarkan kampanye melawan apa yang disebut para pejabat sebagai pelarangan gambar-gambar porno yang memenuhi Internet negara itu dan mengancam kesehatan emosional anak-anak.
Selama periode 4 Desember hingga 15 Januari, Kantor Anti- Pornografi Nasional dan Anti-Publikasi Ilegal bersama dengan pengawas penerbitan, telah menerima lebih dari 90 ribu laporan, menurut Xinhua.
Laman-laman yang ditutup antara lain "Lilac adult community", "Free strongly-emotional films" dan "Naked chat bar", katanya.
Pihak berwenang sekarang akan menawarkan lebih banyak hadiah untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat, kata Xinhua.
Pada 2009, pihak berwenang menutup lebih dari 15 ribu laman pornografi, termasuk 11 ribu layanan WAP telepon genggam, menurut laporan itu.
Dengan jumlah pengguna Internet yang diperkirakan mencapai 384 juta orang, China memiliki populasi pengguna situs maya terbesar. Namun partai komunis yang berkuasa cemas jika internet menjadi sarana berbahaya yang mengancam citra dan ide-ide.
Gerakan Anti-Pornografi juga mengincar sejumlah laman yang sensitif secara politis, dalam apa yang dilihat sebagai upaya pemerintah untuk mengendalikan media.
China melarang sejumlah besar laman populer dan layanan Internet, termasuk youtube google, twitter, flickr, dan facebook.
Google Inc mengumumkan pekan lalu bahwa pihaknya tidak lagi ingin melanjutkan mensensor pencarian di dunia maya di China, dan akan menutup laman google.cn serta kantornya di negara itu, yang memicu ketegangan diplomatik. (*)
Posted by Akbar Muzakki |
No Comments »

WASHINGTON--''Demi kehormatanku, aku berupaya untuk selalu mengabdi pada Tuhan dan negaraku, membantu orang di setiap waktu, dan menjalankan aturan yang berlaku,'' kata Mena, saat mengucapkan janji kepanduan sambil mengangkat tiga jari tangan kanannya.
Mena, gadis Muslim berusia 15 tahun dari utara Virginia itu, menikmati pengalaman menyenangkan sejak bergabung dengan kepanduan di Islamic Center di Virginia, tiga tahun lalu. Ia bergabung dengan Cadette and Senior Girl Scouts di All Dulles Area Muslim Society (ADAMS).
Dengan senyum lebar, gadis berjilbab itu mengungkapkan, pertemuannya dengan orang-orang yang berbeda dari beragam latar belakang. Ia pun menguraikan, banyak kesempatan yang diperolehnya dengan menjadi seorang pandu.
Salah satu pengalaman yang begitu membuat Mena senang adalah saat ia berkesempatan untuk bertandang ke Gedung Putih. ''Seperti pada tahun pertama saya ikut kepanduan, saya bertemu dengan Presiden Bush (George W Bush),'' ujarnya seperti dikutip Islamonline.
Saat itu, jelas Mena, digelar upacara bendera dan pertandingan soft ball di Gedung Putih. Razia Sohail, seorang ketua kelompok di kepanduan, mengatakan, kepanduan telah menarik banyak minat sebagai sebuah aktivitas bagi anak-anak Muslim.
''Kepanduan menjadi sangat populer. Banyak orang tua yang meminta anak mereka untuk bergabung di kepanduan,'' ujar Sohail. Hampir semua Islamic Center yang besar atau masjid-masjid memiliki kegiatan kepanduan di masing-masing wilayah.
Sohail mengungkapkan, di ADAMS, terdapat lebih dari 200 anak laki-laki dan perempuan yang ikut dalam kepanduan. Berdasarkan data Boy Scouts of America, kelompok kepanduan Muslim telah mengalami peningkatan pesat sejak dua tahun terakhir.
Lembaga ini menyatakan, sekitar 2.000 pandu laki-laki mendaftarkan diri di 112 kelompok melalui sekolah-sekolah Islam atau masjid. Untuk pandu perempuan, tak diketahui angka pastinya. Sebab, biasanya mereka tergabung dalam kelompok pandu non-Muslim yang sudah ada.
Banyaknya orang tua yang mendorong anaknya bergabung dalam kepanduan bukan tanpa pertimbangan. Mereka menilai, kepanduan adalah kegiatan yang sesuai ajaran Islam. ''Saya pikir, prinsip Islam teradopsi baik dalam kepanduan,'' kata Navid Khan, seorang ayah beranak tiga.
Khan menambahkan, konsep kepanduan adalah sebuah aktivitas yang sehat dan bermanfaat. Konsep ini mengajarkan para pandu untuk membantu orang lain melakukan hal yang benar, bersih, berani, dan mengajarkan berlaku jujur. ''Saya pikir, inilah yang diajarkan Islam.''
Dua anak perempuan Khan telah bergabung dengan Junior Scout Troops dan kini anak laki-lakinya, Adam, siap bergabung dengan Daizy Troops. Sementara itu, Karima Shammad, seorang ibu beranak dua, mengatakan kepanduan memberi anak-anaknya lingkungan sempurna.
Dalam kepanduan, jelas Shammad, juga banyak contoh positif bagi anak-anaknya. ''Ini membuat mereka memiliki rasa tanggung jawab dan terlibat dalam pelayanan kepada masyarakat. Semua hal ini membantu mereka berkembang,'' katanya.
Shammad pun menepis kekhawatiran bahwa kepanduan akan membuat anak-anak keluarga Muslim, khususnya perempuan, terganggu keyakinannya. Ia menyatakan, dulu ia adalah seorang pandu perempuan bahkan bergabung dengan kelompok pandu perempuan non-Muslim.
Menurut Shammad, jika anak perempuannya yang kini bergabung dengan kepanduan, melihat aktivitas yang tak berhubungan dengan Islam selama interaksi di kelompok kepanduan non-Muslim, ia melihat hal itu akan menjadi kesempatan yang mendidik bagi anaknya.
Kondisi itu, kata Shammad, menjadi kesempatan bagi anaknya melihat lebih jauh dan bertanya mengapa mereka melakukan sesuatu terkait keyakinannya. Ini kesempatan baik untuk berdialog dan melihat bagaimana orang lain menjalankan keyakinannya.
''Kami tinggal di sebuah komunitas yang luas. Kami, Muslim, bukanlah masyarakat yang tertutup dan anak-anak tentu akan berkomunikasi dengan orang lain,'' jelas Shammad. Bagi Saira, yang ikut kepanduan sejak TK, berinteraksi dengan orang lain adalah hal yang menyenangkan.
Termasuk, kata Saira yang kini berusia 16 tahun, saat kelompoknya bertemu dengan kelompok non-Muslim dari sekitar Kota Falls Church di berbagai kegiatan. ''Saya juga selalu merasa senang mengatakan kepada orang lain bahwa saya seorang pandu,'' katanya.
Menurut Rahima Ullah, ketua Brownie Troops, aktivitas seperti berkemah bersama kelompok non-Muslim, memberikan kesempatan bagi para pandu bergaul dengan masyarakat lebih luas. ''Kepanduan adalah tentang menjadi inklusif,'' ungkapnya. iol/fer/taq
Posted by Akbar Muzakki |
No Comments »

Mesir menyatakan akan menutup perbatasan Rafah-perbatasan Gaza-Mesir-untuk mencegah para aktivis perdamaian masuk ke Gaza untuk ikut serta dalam aksi massa untuk menghentikan blokade Israel terhadap Jalur Gaza yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
Dipekirakan sekitar 1.360 aktivis perdamaian dari seluruh dunia akan berpartispasi dalam aksi massa bertajuk "Gaza Freedom March".
Namun, kemungkinan mereka akan terhambat masuk ke Gaza karena otoritas Mesir menyatakan akan menutup perbatasan dalam minggu ini sampai bulan Januari mendatang.
Panitia aksi mengatakan, Kementerian Luar Negeri Mesir sudah memberitahukan penutupan itu tanpa memberikan alasan yang jelas dan hanya menyebutkan soal eskalasi ketegangan di perbatasan Mesir-Gaza menyusul serangan seorang warga Palestina terhadap seorang penjaga perbatasan Mesir beberapa hari yang lalu.
Tapi sejumlah peserta aksi menyatakan pada otoritas Mesir bahwa mereka siap mengambil resiko dan akan tetap akan masuk ke Jalur Gaza untuk mendukung aksi perlawanan terhadap blokade Israel di Jalur Gaza.
"Larangan ini menjadi kendala bagi kami. Kami sering menghadapinya dan bisa mengatasinya. Banyak rombongan, besar maupun kecil yang tidak mendapatkan ijin masuk ke Gaza dalam setahun belakangan ini, bahkan sebelum mereka sampai di perbatasan Rafah," kata panitia acara.
"Beberapa rombongan yang kecewa, meninggalkan Rafah atau Kairo. Beberapa rombongan, bis-bisnya diberhentikan di tengah jalan dan dilarang masuk ke Gaza.
Tapi setelah ada tekanan politik dan tekanan dari publik, pemerintah Mesir biasanya mengubah kebijakannya dan membolehkan rombongan masuk ke Gaza," sambung mereka.
Panitia sudah menyiapkan aksi "Gaza Freedom March" selama berbulan-bulan sebagai upaya untuk menghentikan blokade Israel dan blokade sejumlah negara Barat terhadap warga Gaza.
Aksi massa itu sekaligus untuk memperingati satu tahun agresi brutal yang dilakukan Israel ke Jalur Gaza pada Januari 2008 yang menyebabkan sekitar 1.400 warga Gaza tak berdosa gugur syahid.
Panitia sudah menghubungi para peserta aksi dari berbagai negara untuk menelpon, mengirim fax dan email ke kedubes Mesir di negara masing-masing untuk menekan Mesir agar mengijinkan para aktivis internasional masuk ke Jalur Gaza lewat perbatasan Rafah dan membiarkan aksi massa untuk melawan kebiadaban Israel itu terlaksana.
Beberapa delegasi yang terdiri dari aktivis perdamaian dari berbagai negara, saat ini sudah ada yang tiba di Kairo dan rombongan lainnya masih terus berdatangan.
Blokade Israel dan sejumlah kekuatan-kekuatan Barat di Jalur Gaza menyebabkan krisis kemanusiaan di wilayah itu yang makin memburuk akibat agresi brutal Israel setahun yang lalu.
Aksi massa "Gaza Freedom March" diharapkan bisa menarik perhatian dunia internasional untuk menekan Israel dan membebaskan 1,5 juta warga Gaza dari isolasi yang dilakukan rejim Zionis. (ln/IMEMC)
Posted by Akbar Muzakki |
No Comments »

GAZA–Dr. Yusuf Rezqa, penasihat politik Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyah, meminta negara-negara Arab, Liga Dunia Islam serta organisasi-organisasi HAM dan kemanusiaan, agar mengaktifkan kasus pencurian organ tubuh para syuhada Palestina oleh penjajah Israel di PBB dan menghentikan kebrutalan Zionis ini.
Hal tersebut disampaikan Rezqa dalam pernyataan pers yang dilansir media pada Ahad (20/12). Dia mengatakan, “Ini adalah kejahatan keji dan dilarang, yang harus dipertanggung jawabkan sesuai dengan hukum internasional.”
Dia menyatakan bahwa lembaga-lembaga internasional dan Palang Merah Internasional bertanggung jawab atas kasus ini. Kerena sebagai pihak yang mengawaasi kinerja Zionis. Dia menambahkan, ketika masalah itu berkaitan dengan kinerja negatif Zionis , kami menemukan organisasi-organisasi ini bermalas-malan untuk mengambil tindakan yang seharusnya.
Penasihat politik perdana menteri Palestina ini mengatakan penjajah Israel telah keholangan kredibilitas moral dan kemanusiaan melalui tindak kejahatan yang mereka lakukan terhadap para syuhada Palestina.
Ia menegaskan bahwa “negara” penjajah sebagai sumber ancaman perdamaian sosial dunia dan masyarakat internasional, karena dengan kejahatan ini mereka mengulangi tindakan kejahatan Nazi pada Perang Dunia II.
Sebelumnya saluran dua televisi Israel, menyiarkan sebuah laporan video yang menunjukkan kesaksian rekaman suara ahli patologi “negara” penjajah Israel yang mengakui pencurian kulit dan kornea mata dari mayat-mayat para syuada. (Republika online, 21/12/2009)
Posted by Akbar Muzakki |
No Comments »

Sana`a (ANTARA News) - Gerilyawan Muslim Syiah di Yaman menyatakan serangan udara Arab Saudi terhadap Yaman utara, Ahad, menewaskan 54 orang, banyak di antara mereka perempuan dan anak-anak.
Gerilyawan, yang seringkali melaporkan serangan oleh pesawat tempur Yaman dan Arab Saudi, mengatakan di jejaring mereka bahwa serangan itu merusak lima rumah di kota kecil Razeh di provinsi pegunungan Saada, tempat mereka berpangkalan.
Laporan tersebut tak dapat diabsahkan karena pekerja bantuan dan media memiliki akses terbatas ke daerah konflik, dan belum ada komentar dari Arab Saudi.
Beberapa pejabat Yaman sebelumnya telah membantah pesawat Arab Saudi telah melancarkan serangan ke wilayah Yaman.
Ahad lalu, gerilyawan menyatakan setidaknya 70 orang tewas dalam satu serangan udara Arab Saudi terhadap satu pasar di Razeh. Serangan itu juga tak dapat dikonfirmasi.
Arab Saudi, sekutu AS dan pengekspor minyak terbesar di dunia, khawatir ketidakstabilan yang meningkat di negara tetangganya, Yaman, dapat berubah jadi ancaman keamanan besar bagi kerajaan itu karena memungkinkan Al-Qaeda memiliki tempat berpijak yang lebih kuat di negara miskin tersebut.
Arab Saudi mulai menyerang gerilyawan Muslim Syiah di Yaman, yang dikenal dengan nama Al-Houthi, pada awal November, setelah gerilyawan melancarkan penyusupan lintas-perbatasan dan menewaskan dua penjaga perbatasan Arab Saudi.
Gerilyawan, yang melancarkan perlawanan terhadap pemerintah Yaman pada 2004, berasal dari kelompok minoritas Syiah Zaidi, dan mengeluh mereka tersisihkan secara sosial, ekonomi dan agama. Gerilyawan dan pemerintah membantah sasaran mereka adalah sektarian.
Jejaring milik pemerintah menyatakan pemimpin gerilyawan, Abdul-Malik Al-Houthi, menderita luka parah dalam satu serangan pemerintah yang juga menewaskan seorang lagi komandan militer gerilyawan.
Gerilyawan belum secara langsung mengomentari laporan itu, tapi mengingatkan di jejaring mereka agar orang tidak percaya "pada kemenangan khayalan yang media rezim tersebut (laporkan) dari waktu ke waktu".
Selain memerangi gerilyawan Syiah di bagian utara, Yaman menghadapi kerusuhan yang meningkat dan sentimen separatis di bagian selatan dan pertumbuhan kegiatan oleh sayap regional Al-Qaeda.(*)
Posted by Akbar Muzakki |
No Comments »

GAZA--Orang-orang Mesir membangun tembok besar yang terbuat dari metal di perbatasan Jalur Gaza. hal itu ditengarai untuk memotong terowongan yang biasa dipakai orang-orang Palestina menyusup.
Seperti dilansir BBC, jika selesai nanti pagar tersebut akan memiliki panjang 10-11 kilometer (6-7 mil) dan memiliki tinggi 18 meter.
Para saksi di kota Rafah, perbatasan Gaza, mengatakan mereka melihat alat-alat berat milik Mesir sedang bekerja, namun tidak bisa melihat dengan jelas apa yang sedang mereka kerjakan. Orang-orang Mesir tersebut dibantu oleh orang-orang AS dalam pembuatan desain pagar tersebut.
Sementara itu sumber dari Pemerintah Mesir mengakui bahwa mereka memang sedang menanamkan pipa-pipa baja di perbatasan tersebut. Namun tidak ada penjelasan lebih rinci untuk apa pipa-pipa tersebut dipasang di tempat tersebut. BBC melaporkan bahwa pembangunan tembok tersebut akan memakan waktu selama 18 bulan.
Selama ini, terowongan-terowongan di perbatasan tersebut digunakan untuk mengambil barang-barang ke dalam Gaza. Sementara, Israel menuduh orang-orang Palestina melewati terowongan-terowongan tersebut untuk menyalurkan makanan kepada para anggota kelompok militan Hamas.
Suleiman Awwad, seorang perwakilan dewan Mesir di Rafah, mengatakan bahwa Pemerintah Mesir menumbangkan pohon-pohon di sepanjang perbatasan untuk membersihkan jalan serta menanam alat monitor untuk mengamankan tempat tersebut.
Awwad mengatakan para petani yang dirugikan akibat pembangunan di perbatasan tersebut diberi kompensisasi sekira 150 pound Mesir (27 dolar) tiap pohon dan 250 pound Mesir untuk tiap Pohon Olive.
Harian Israel melaporkan bahwa tinggi tembok baja tersebut sepanjang 20-30 meter (70-100 kaki). Sementara panjang tembok tersebut sebesar 10 kilometer (6 mil) sehingga sangat sulit untuk dipotong atau dihancurkan.
Pemerintah Mesir sama sekali tidak memberikan pernyataan mengenai laporan yang dilakukan Haaretz tersebut. Sementara itu, Hamas mengatakan hendak mengecek terlebih dahulu.
Meskipun sering menjadi sasaran bom pesawat Israel, terowongan-terowongan di perbatasan tersebut tidak ditutup.
Israel keluar dari Gaza pada 2005 silam. Wilayah tersebut kemudian dikontrol oleh Hamas. Sementara itu Mesir mengontrol perbatasan sebelah selatan setelah terdapat kesepakatan keamanan dengan Israel.
Sementara itu, di Yerusalem, sekitar 100 ribu orang pemukim di Tepi Barat turun ke jalan dan menentang larangan melakukan pembangunan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Netanyahu, atas desakan AS, bulan lalu telah memerintahkan penghentian pembangunan mayoritas permukiman di Tepi Barat. Hal tersebut untuk melanggengkan upaya perundingan perdamaian lanjutan dengan Palestina.
Para pemukim tersebut membawa tulisan-tulisan yang di antaranya bertuliskan: "Kami akan terus membangun" dan "Stop nuklir Iran, jangan rumah kami."
Sementara itu, otoritas Palestina menyatakan larangan yang diberikan Netanyahu tidak cukup, mengingat Israel tidak menyertakan 3.000 rumah yang tengah dibangun di Tepi Barat serta mayoritas rumah di Yerusalem Timur. Palestina bersikukuh tidak akan meneruskan perundingan sampai semua pembangunan dihentikan. ap/reuters/nan/taq
Posted by Akbar Muzakki |
2 Comments »

BERLIN--Menyusul sebuah referendum Swiss yang kontroversial yang melarang pembangunan menara masjid, menteri-menteri dalam negeri dari negara-negara bagian Jerman yang berasal dari Partai Demokrat Kristen, Kamis (3/12) kemarin, mengimbau kaum Muslim Jerman untuk menahan diri dalam membangun rumah ibadah.
“Secara alami, kaum Muslim di Jerman memiliki hak untuk membangun Masjid. Namun mereka harus memastikan untuk tidak membuat populasi Jerman kewalahan dengan bangunan itu,” ujar Menteri Dalam Negeri Hessian dari partai konservatif Demokratis Kristen, Volker Bouffier, kepada harian Neue Osnabrücker Zeitung.
“Menara atau kubah dari Masjid-Masjid besar yang mendominasi garis langit hanya akan menimbulkan rasa takut akan Islamisasi dan memicu protes,” ujar Bouffier, seraya menambahkan bahwa menteri-menteri dalam negeri negara bagian akan membahas topik ini dalam konferensi reguler mereka pada hari Kamis.
Setelah itu, para menteri berencana untuk mengajukan permintaan kepada asosiasi Muslim agar menghindari struktur bangunan semacam itu, bahkan jika strukturnya legal menurut regulasi bangunan, sebagai tambahan dari “pengintensifan lebih jauh dialog dengan Muslim di Jerman.”
Organisasi-organisasi seperti Konferensi Islam Jerman, sebuah inisiatif dari Kementerian Interior federal yang ditujukan untuk memelihara dialog antara kaum Muslim dengan pemerintah, merupakan cara untuk pemahaman yang lebih lanjut.
Upaya-upaya untuk mencegah pembangunan Masjid di Jerman telah menjadi pemberitaan utama di media-media nasional selama beberapa tahun terakhir. Bulan November ini, para pekerja di Cologne membuat terobosan sebuah Masjid besar futuristik dengan beberapa menara setinggi 55 meter setelah menarik banyak pemrotes dari seluruh benua, termasuk dari kalangan ekstremis sayap kanan.
Untuk menghindari memanasnya sentimen publik terhadap proyek tersebut, asosiasi Ditib Turki, yang mengatur pembangunan Masjid itu, setuju untuk tidak mengumandangkan adzan dari menara itu ke lingkungan sekitar dan menjaga agar tinggi bangunan tetap sama dengan gedung-gedung lain di sekitarnya.
Di distrik Pankow, Berlin, Masjid pertama yang dibangun di bekas Jerman Timur ini diresmikan pada bulan Oktober 2008 setelah dua petisi untuk mengadakan referendum ditolak. Sementara itu, para penduduk Gelsenkirchen, Munich, dan Dortmund kini sedang mengumpulkan tanda tangan untuk mencegah pembangunan Masjid di komunitas mereka.
Pertanda meningkatnya ketakutan terhadap Islamifikasi negaranya, penduduk Swiss pada hari Ahad mengadakan pemungutan suara untuk menerapkan larangan konstitusional tentang pembangunan menara di Masjid-masjid. Dua partai sayap kanan yang mengajukan usul tersebut menyebut menara Masjid sebagai simbol agenda politik Islam. thelocal/srm/taq
Posted by Akbar Muzakki |
No Comments »

Beijing (ANTARA/Reuters) - Sekelompok orang Uighur yang telah meninggalkan China sedang mencari suaka melalui Komisaris Tinggi PBB Urusan Pengungsi, kata sekelompok pegiat asing.
Sementara itu sekelompok calon pengungsi lain telah ditangkap sewaktu berusaha meninggalkan China setelah kerusuhan etnik di tempat kelahiran mereka pada Juli.
Dua dari sebanyak 22 orang Uighur yang mencari suaka melalui kantor UNHCR di Phnom Penh, Kamboja, mengatakan mereka menyaksikan pasukan keamanan membunuh dan memukuli pengungjuk rasa Uighur di kota Urumqi, China barat-jauh, pada 5 Juli, kata Perhimpunan Uighur Amerika.
Pada hari itu, unjuk rasa di Urumqi oleh orang Uighur yang memprotes serangan mematikan terhadap beberapa pekerja Uighur di China Selatan berubah jadi kerusuhan yang menewaskan 197 orang, kebanyakan dari suku Han. Orang China Han berkumpul dan melancarkan serangan balas-dendam terhadap tetangga Uighur mereka dua hari kemudian.
Pada Jumat, satu pengadilan di Urumqi menjatuhkan hukuman mati atas seroang laki-laki dan perempuan Uighur yang didakwa dalam kasus pembunuhan selama kerusuhan 5 Juli, serta seorang pria China Han karena membunuh tiga orang selama serangan pembalasan dua hari kemudian, sehingga jumlah orang yang dijatuhi hukuman mati sehubungan dengan kerusuhan tersebut jadi 17.
Orang Uighur adalah Muslim, keturunan Turki yang berbahasa kelompok etnik Xinjiang, banyak di antara mereka kesal terhadap kekuasaan China.
Selain ke-22 orang Uighur yang tiba di Phnom Penh, kelompok di pengasingan itu menyatakan dua orang lagi dihentikan oleh polisi ketika mereka berusaha menyeberang dari Vietnam ke Kamboja.
Sebanyak 31 orang Uighur, kata mereka, ditahan di China selatan dan tengah karena berusaha melarikan diri atau membantu orang Uighur lain melarikan diri, sementara lima orang lagi yang berusaha memasuki Vietnam pada Oktober tak dihitung.
Para pengungsi yang melarikan diri dari China menghadapi bahaya sewaktu menyerangi perbatasan di daerah pegunungan, dan resiko pemulangan sewaktu mereka masih berada di negara tetangga China.
Pada Oktober seorang kepala sekolah suku Mongol, Batzangaa, dibawa pulang sebentar ke China oleh polisi China sewaktu ia dan keluarganya mengajukan banding atas penolakan awal UNHCR bagi permohonan pengungsi mereka di Ulan Bator. Ia masih ditahan.
Para diplomat Kanada sampai kini tak bisa, kendati berulangkali menyampaikan protes, untuk memperoleh akses konsular ke Huseyin Celil, pengungsi Uighur dengan kewarganegaraan Kanada yang dideportasi kembali ke China sewaktu ia mengunjungi keluarganya di Uzbekistan. Ia telah dijebloskan ke dalam penjara di China sejak 2006.
Posted by Akbar Muzakki |
No Comments »

Mahkamah Agung Arab Saudi memutuskan, berdasarkan pengamatan Ru`yat, 1 Zulhijah jatuh pada hari Rabu ini (18/11), sehingga pelaksanaan Wukuf atau ritual puncak ibadah haji di Padang Arafah akan berlangsung Kamis (9 Zulhijah atau 26 November).
Konsul Haji Indonesia di Jeddah, Dr. Shairozi Dimyathi menyatakan, haji kali ini tidak bisa diistilahkan sebagai Haji Akbar berdasarkan pemahaman sekelompok orang.
Berdasarkan pemahaman orang yang menyakininya, jemaah calon haji yang melakukan Wukuf pada hari Jumat akan memperoleh ganjaran pahala 70 kali lipat dibandingkan dengan pada hari-hari biasa.
Wukuf adalah acara merenungkan diri atau introspeksi yang merupakan rukun haji yang wajib dilaksanakan (jika tidak hajinya tidak sah) untuk memperingati saat Nabi Ibrahim digoda setan agar tidak mematuhi perintah Allah menyembelih puteranya, Ismail.
"Saya juga tidak jelas mengenai hadist Nabi yang menyebutkan mengenai pemahaman istilah Haji Besar itu, " kata Shairozi, seraya menambahkan, memang Nabi Muhahamad melakukan Wukuf pada hari Jumat, dan Rasul sepanjang hidupnya hanya sekali menunaikan ibadah haji.
Orang yang mempercayai pemahaman Haji Akbar itu, kata Shairozi, berpatokan pada apa yang pernah dikerjakan oleh Rasullullah.
Namun menurut dia, pemahaman mengenai istilah Haji Akbar, tidak sepenuhnya disepakati oleh umat Islam, karena banyak juga yang mempercayai bahwa setelah mengikuti ritual Wukuf di Padang Arafah, orang yang mengikutinya bisa disebut sebagai Haji Akbar,
Sedangkan pemahaman mengenai Haji Kecil, sambungnya adalah bagi jemaah yang hanya mengikuti Umrah (Thawaf atau mengitari Ka`bah tujuh kali, lari-lari kecil antara Bukit Safa dan Marwah, diakhiri dengan cukur rambut atau disebut Tahallul atau rampungnya tahapan prosesi Umrah).
Umrah dapat dilakukan setiap saat, baik saat musim haji maupun di luar musim haji, kecuali pada Hari Arafah atau Hari Raya Qurban (Idhul Adha yang jatuh pada 10 Zulhijah atau pada musim haji 1430H ini pada 27 November. ant/ahi
sumber:http://republika.co.id/berita/90241/Wukuf_di_Arab_Saudi_Kamis_26_November
Posted by Akbar Muzakki |
No Comments »

NAIROBI--Gereja Katolik Kenya berencana untuk melarang pengunaan jilbab bagi siswi sekolah di bawah naungannya. Gereja juga mengancam akan memulangkan ratusan siswi Muslim yang melanggar larangan tersebut.
Rencana kontroversi ini dimulai ketika Gereja Katolik menyatakan akan berkonsultasi dengan konstituen gereja-gereja untuk membuat aturan pelarangan siswi Muslim mengenakan jilbab dalam sekolah umum dan swasta yang disponsorinya.
Gereja Katolik di Kenya mensponsori berbagai lembaga-lembaga publik dan swasta, terutama di pedesaan yang tidak banyak kalangan yang dapat dengan mudah mengakses layanan tersebut.
Perlawanan Kaum Muslim
Para pemimpin Muslim berupaya melakukan aksi untuk memaksa Gereja mencabut rencana pelarangan jilbab tersebut. "Ini merupakan masalah yang sangat serius yang tentu akan memicu bentrokan antara Muslim dan Kristen Kenya," kata Syekh Sharif Katamy, seorang pejabat di Supreme Council of Kenya Muslim (SUPKEM), kepada IOL, Selasa (3/11).
Kaum Muslim mengancam akan memboikot segala macam bentuk bisnis yang sepenuhnya dioperasikan oleh Gereja. "Kami berpikir tentang bagaimana melumpuhkan kegiatan Gereja termasuk memboikot institusi yang sepenuhnya dioperasikan oleh Gereja," kata Syekh Katamy.
"Kami berpikir untuk menghentikan segala urusan kami dengan Gereja. Kami juga mengajak seluruh umat Islam Kenya untuk menghentikan segala macam bentuk transaksi bisnis dengan Gereja," tegasnya.
Katamy juga mendesak para wali siswa Muslim agar mengeluarkan anak-anaknya dari lembaga-lembaga Gereja. "Kami mendesak agar siswa maupun mahasiswa Muslim untuk tidak belajar di sekolah-sekolah yang dimiliki oleh Gereja."
Menurut mereka, boikot merupakan alat yang dapat mereka andalkan untuk menentang sikap Gereja yang mereka anggap sebagai penistaan terhadap agama, etika modern, dan juga terhadap kebebasan beribadah di Kenya.
Jumlah penduduk Muslim di Kenya telah mencapai sekitar 30 persen dari total populasi Kenya, 36 juta. Sementara di Provinsi Timur Laut, jumlah Muslim mencapai 98 persen.
Syekh Mohamed Dor, seorang anggota parlemen yang juga cendekiawan Muslim, mengatakan, para pemimpin Islam akan segera bertemu untuk mengeluarkan fatwa mengenai rencana Gereja tersebut.
"Gereja telah mendorong kami ke dinding, kami akan mengeluarkan fatwa tentang ini," katanya. "Muslim semestinya tidak dihadapkan lagi dengan persoalan seperti ini."
Sementara itu, para wali siswa Muslim mengancam akan mengambil tindakan keras terhadap Gereja Katolik atas rencananya melarang penggunaan jilbab di lembaga-lembaga yang mereka sponsori.
"Agama bukanlah sesuatu yang bisa dianggap enteng," kata Mustafa Salim, seorang wali siswa Muslim di kota pelabuhan Mombasa.
"Gereja Katolik telah mengambil langkah yang dapat mengganggu jalanya pendidikan anak-anak Muslim kami dan bahkan dapat memicu timbulnya masalah yang lebih besar," imbuhnya.
Salim lebih mempertimbangkan pentingnya agama dan pendidikan bagi anak perempuannya yang berusia 10 tahun, Sahra. Ia sudah sangat siap jika putrinya harus keluar dari sekolah yang disponsori Gereja.
"Saya yakin ini adalah masalah yang sensitif, tapi kalau gereja meneruskan rencana yang telah mempersulit posisi orangtua Muslim, kami mengatakan bahwa kami memiliki aturan sendiri, yaitu Islam dan kami dapat memindahkan anak-anak kami ke tempat lain yang lebih untuk pendidikan dana gama," tegas Salim.
"Kami akan berdiri membela agama kita jika jilbab dilarang. Kami tidak akan berpikir dua kali tentang itu," imbuhnya.
Pemerintah berusaha menengahi pertikaian yang makin memanas tersebut dan meminta pihak pimpinan Gereja agar membatalkan recana mereka dan mebiarkan siswi Muslim untuk terus memakai jilbab di sekolah. Namun pihak gereja justru menuntut pemerintah untuk menarik permintaan tersebut dan menunggu hasil konsultasi dan dialog lebih lanjut antara gereja dan Negara. iol/taq

Posted by Akbar Muzakki |
No Comments »