Archive for the ‘Motivasi’ Category

Belajar Tabah dan Sabar dari Seorang Gadis Kecil Bernama Bar’ah

Ini adalah kisah gadis berumur 10 tahun bernama Bar`ah berasal dari Mesir, orangtuanya adalah seorang dokter dan telah pindah ke Arab Saudi untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Di usianya ini, Bar`ah menghafal seluruh Al Qur’an dengan tajwid, dia sangat cerdas dan gurunya mengatakan bahwa...

[[ This is a content summary only. Visit my website for full links, other content, and more! ]]

Meluruskan Pinsil Yang Bengkok

Seperti yang biasa dialami siswa kelas IV SD, seorang anak tahun ini untuk pertama kalinya berkenalan dengan praktik percobaan pada pelajaran ilmu pengetahuan alam. Sebenarnya praktik percobaan yang ada di buku pelajarannya masih sangat sederhana. Seperti tentang sifat-sifat air yang selalu mengisi ruangan yang tertutup, selalu tampil datar, dan sebagainya. Rupanya, rangkaian percobaan IPA ini terasa kurang seru bagi anak yang rasa ingin tahunya sangat besar ini. Dia tidak puas dengan rangkaian kegiatan percobaan ilmu pengetahuan alam yang diberikan oleh guru kelasnya. Sang guru bercerita padaku bahwa di waktu istirahat sekolah, anak ini sering mendatangi perpustakaan sekolah dan mengintip pelajaran ilmu pengetahuan alam di kelas yang lebih tinggi. Salah satu pertanyannya, membuatku juga tergelitik untuk mengintip buku pelajaran tersebut. Pertanyaan itu adalah, bagaimana caranya membuat agar bayangan pinsil di dalam genangan air yang ada di dalam gelas bisa tetap tampak lurus ? Adakah yang tahu jawabannya ?

Suatu hari, seorang teman berkata padaku bahwa biar bagaimanapun bayangan itu akan mengikuti tubuh aslinya. Jika tubuh aslinya bengkok, maka bayangannya juga akan bengkok dan begitu sebaliknya. Kami sama sekali tidak sedang berbicara tentang percobaan ilmu pengetahuan alam. Dia datang padaku untuk mengemukakan sebuah kenyataan, bahwa masyarakat sering memperlakukan seseorang berdasarkan stigma (cap) tertentu pada seseorang dimana stigma itu sama sekali tidak akan terhapuskan seumur hidupnya.

"Tiang yang bengkok akan memantulkan bayangan tiang yang juga bengkok; tiang yang lurus akan menghasilkan bayangan yang lurus."

Aku terdiam mendengar penuturannya.
Terus terang; aku sama sekali tidak setuju dengan pepatah itu.

Sesuatu yang lurus akan menghasilkan bayangan yang lurus, itu memang benar. Tapi, bukan berarti bahwa keadaannya akan demikian. Kisah tentang pantulan bayangan pinsil di dalam gelas air yang kelihatan bengkok itu adalah contohnya. Selurus apapun batang pinsil tersebut dia tetap akan bengkok jika dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air.

Ah. Pikiranku jadi melayang pada seorang temanku yang berusaha untuk meniti jalan taubat dengan susah payah. Hm, dia seorang wanita muslimah yang masih muda. Usianya belum lagi genap 22 tahun. Tapi ketika remaja dia melalui masa remajanya dengan pergaulan yang salah. Ganja, narkotika hingga seks bebas semua pernah dilakoninya. Membuat tubuhnya kurus dan terlihat lebih tua dari usia belianya yang sesungguhnya. Dia pernah mengikuti rehabilitasi untuk pengguna narkoba dan disinilah hidayah Allah datang padanya. Keluar dari rehabilitasi, dia bukan hanya bisa menghentikan rasa ketergantungan obatnya alias sembuh, tapi juga berubah menjadi seorang muslimah yang berusaha untuk menjalani kehidupan islami secara kaffah.

Jilbab lebar tidak pernah lepas dari tubuhnya. Al Quran dan tasbih selalu menemaninya kemanapun dia pergi. Perilakunya pun terjaga. Dia benar-benar berusaha untuk taubat. Sayangnya, lingkungan tempatnya tinggal sudah terlanjur mencapnya sebagai gadis "tidak baik" yang akan "Tidak baik" selamanya. Jika dia mengaji, orang akan mencemoohnya sebagai berpura-pura mencari perhatian. Jika dia berderma, orang akan menaruh prasangka bahwa dia sedang mencari muka. Jika dia memberi nasehat, maka tidak ada seorang pun yang percaya.

"Alah, perbaiki ajah diri kamu sendiri. diri sendiri belum bener kok mau nasehati orang lain!!" kalimat pedas itu kerap kali dia dengar. Lebih parahnya lagi, orang tuanya tidak percaya jika dia sekarang sudah berubah. Jika dia berpuasa sunnah, orang tuanya menuduhnya sedang memakai obat hingga dia tidak nafsu makan. Jika dia diam mengaji di kamar orang tuanya menegurnya sebagai gadis yang kehabisan uang saku sehingga tidak bisa lagi menghabiskan malam panjang di luar sana. Serba salah. Teman-temannya pun sering mengganggunya karena tidak percaya dia sekarang sudah berubah. Jangankan colekan usil, bahkan sindirin yang mengajak untuk bermaksiat kerap kali dia dengar.

"Ayolah, kamu kan dulu doyan banget begituan. Mana mungkin sekarang jadi pertapa ? Sok Muna lu ! Anak kyai mana sih yang mau elu gebet ampe elu jaim banget gini ?" Tak ada seorangpun yang percaya bahwa dia sudah bertobat. Tak ada yang peduli bahwa "dia yang sekarang" sudah berbeda dengan "dia yang dulu". Apapun kebaikan yang dia lakukan tetap saja dipandang hina. Apapun kebajikan yang dia usahakan tak ada yang akan melihatnya sebagai sebuah kebajikan. Masa lalunya sebagai "gadis bukan baik-baik" sudah terlanjur menjadi pakaian yang sekarang sangat sulit dilepaskan meski sebenarnya si pemilik tubuh sudah ingin melepaskan pakaian itu.

"Aku harus bagaimana mbak ? Lelah rasanya menghadapi lingkungan yang tidak pernah mau percaya bahwa aku sudah berusaha untuk bertobat. Jika ini memang ujian atas hijrahku di jalan Allah, mengapa ujian ini tidak memperlihatkan satupun tanda sebagai jalan keluar yang mudah. Aku khawatir akan kalah dalam hal ini. Aku takut jadi orang yang kalah dalam menerima ujian Allah." Dengan tersedu dia mencurahkan perasaannya padaku. Kesedihan dan kekhawatirannya adalah kesedihan dan kekhawatiran jika dia kembali mundur seperti dulu. Godaan untuk melakukan maksiat yang selalu disodorkan sepanjang waktu; bukan tidak mungkin suatu saat bisa meruntuhkan iman seseorang. Ledekan dan hinaan yang terdengar terlalu sering bukan tidak mungkin suatu saat akan membuatnya merasa kelelahan dan akhirnya membenarkan apa yang selama ini dituduhkan oleh lingkungan. Bukankah akan lebih mudah dan ringan berenang sesuai dengan arus yang mengalir daripada berenang dengan melawan arus ?

Seperti itulah gambaran kehidupan temanku. Dia seperti pinsil yang tegak dan lurus. Tapi karena berada di dalam sebuah gelas yang berisi air, maka bayangannya akan selalu terlihat bengkok. Sekeras apapun usaha yang dia lakukan tak ada yang bisa melihatnya lurus. Kecuali jika pinsil itu dipindahkan ke sebuah media yang lain. Media kering yang memperlihatkan keseluruhan tubuh pinsil itu. Mungkin di atas buku tulis. Atau di atas meja. Atau bahkan di atas lantai. Lihat pinsil itu dan lihatlah, apapun posisi yang diberlakukan semua akan setuju bahwa pinsil itu lurus. Tegak, terbalik, tidur, loncat-loncat, diam atau bergerak. Pinsil itu lurus, tidak bengkok. Jadi jawaban untuk pertanyaan anak SD yang ingin tahu cara meluruskan pinsil yang bengkok yang ada di dalam gelas berisi air adalah dengan cara mengeluarkannya dari dalam gelas berisi air tersebut.

Itulah jawaban Allah atas doa-doa yang dipanjatkan temanku itu setiap kali dia berdoa meminta perlindungan Allah selalu dalam usahanya untuk hijrah dari kehidupan jahiliyahnya dahulu. Alhamdulillah, akhirnya temanku itu menikah dan pindah ke lingkungan yang jauh berbeda dengan lingkungannya yang lama. Tidak ada yang tahu bagaimana masa lalunya dahulu dan kalaupun tahu tidak ada yang peduli karena yang mereka lihat adalah masa kini. Keshalehannya kian terlihat dan terasah. Dia sendiri bisa menikmati kemesraan mencintai Allah dengan lebih bahagia.

"Aku tidak setuju dengan pernyataan kamu tentang tiang dan bayangannya." Setelah bernostalgia dengan pengalaman perjalanan tobat temanku, aku segera memberikan jawabanku atas pernyataan temanku.

"Tapi itu peribahasa yang sudah umum berlaku mbak. Coba mbak pikirkan, apakah bisa sebuah bayangan melenceng jauh dari tubuh asli yang dipantulkannya ?" Temanku bertanya ringan tapi aku merasa kian tertantang untuk memberikan jawaban.

"Bisa." Jawabku mantap dan yakin.
"Bisa ? Bagaimana ? Bagaimana membuat bayangan yang berbeda dari tubuh yang dipantulkan ?" Temanku bertanya tidak percaya. Lagi-lagi aku bersyukur karena bergaul dengan anak SD yang duduk di kelas IV SD di atas. Ternyata, pelajaran itu kadang bisa kita peroleh dari hal-hal remeh yang ada di kehidupan sehari-hari.

"Jika kamu berjalan di pagi hari menghadap ke arah barat. Coba lihat bayanganmu ? Ukur tingginya, apakah tinggi tubuhmu setinggi bayangan itu ? Tidak. Bayangan itu sudah menipumu. Tinggi tubuhnya jauh lebih tinggi dari tubuh aslimu."

"Tapi bayangannya sama kan mbak ? Tidak berubah jadi bengkok ? Jika saya berdiri lurus apakah bayangan saya bengkok ? Tidak. Dia tetap akan lurus."

"Bengkok. Bisa bengkok, jika jalanan di depan kamu adalah sebuah lubang yang cekung, atau sebuah dinding yang membuat bayangan itu patah, maka bayangannya akan bengkok. Kenapa harus melihat pada bayangan padahal bayangan itu adalah sesuatu yang gelap dan sifatnya selalu menipu pandangan. Peribahasa itu dibuat untuk menguatkan pandangan masyarakat akan pentingnya melihat keseluruhan seseorang. Seseorang yang baik itu adalah seseorang yang punya masa lalu yang baik, masa depan yang baik, masa kini yang baik, keluarga yang baik, teman yang baik, musuh yang baik. Tapi apakah ada orang yang sempurna seperti itu ? Padahal Allah-lah Yang Maha Mengetahui segalanya tapi hidayah-Nya bisa datang pada siapapun, dimanapun dan kapanpun tanpa melihat masa lalu, keluarga dan sebagainya." Dalam hati aku ingin mengatakan bahwa apakah anak seorang yang orang tuanya haji akan jadi jaminan bahwa si anak akan bermental baik dan islami ? Apakah anak seorang pelacur akan juga jadi pelacur ? Tidak. Jawaban "Tidak" disini untuk dua hal. "Tidak" yang pertama untuk mengatakan bahwa tidak selalu keadaannya akan seperti itu dan jawbaan "Tidak" yang kedua karena ternyata aku tidak mengemukakan contohku itu dalam diskusi kami. Contoh itu terlalu lazim digunakan dan biasanya seseorang yang sudah tahu akan merasa bosan disodori sesuatu yang lazim. Percuma contoh itu aku utarakan, keberadaannya akan dipandang remeh oleh mereka yang merasa sudah hapal.

Sekali lagi, tanpa aku sadari aku membandingkan dua orang yang berbeda dalam kepalaku. Yang pertama adalah temanku yang insya Allah telah berhasil untuk hijrah ke jalan yang lurus dan insya Allah diridhai Allah. Yang kedua adalah seseorang yang baru saja aku temui setelah sekian tahun tidak pernah bertemu. Sewaktu kuliah dulu, dia adalah muslimah yang tidak pernah melepas jilbabnya kemanapun dia pergi. Tapi ketika bertemu kembali ternyata jilbabnya sudah dia tanggalkan dan gaya hidupnya sudah jauh berbeda. Jika ukuran materi dunia jadi patokan seseorang untuk berhasil dan sukses, dia termasuk dalam kelompok orang yang berhasil dan sukses. Tapi dengan beberapa tambahan, pakaian yang minimalis, rambut yang berubah warna sesuai tuntutan acara yang diikuti dan pergaulan yang "modern". "Aku sekarang sudah jadi wanita modern." Katanya dengan penuh kebanggaan.

Hidayah Allah sungguh bisa datang pada siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Tapi rasanya, jika hidayah itu sudah datang, maka usaha untuk mempertahankannya adalah usaha yang tidak kenal batas lelah dan hanya berakhir ketika kematian tiba. Jadi, jika hidayah Allah datang dan diberikan, genggamlah dia selalu meski rasanya seperti menggenggam bara, jangan pernah dilepaskan. Perjalanan masih sangat panjang dan akhiratlah tujuan akhir yang ingin kita tuju bersama.
(oleh: Ade Anita, oleh-oleh dari hasil diskusi dengan beberapa sahabat dan yang tersayang, Ibam)

(Berkatalah salah seorang di antara mereka: "Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman, yang berkata: "Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang yang membenarkan (hari berbangkit)?. Apakah bila kita telah mati dan kita telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah sesungguhnya kita benar-benar (akan dibangkitkan untuk diberi pembalasan?" Berkata pulalah ia: "Maukah kamu meninjau (temanku itu)?" Maka ia meninjaunya, lalu dia melihat temannya itu di tengah-tengah neraka menyala-nyala. Ia berkata (pula): "Demi Allah, sesungguhnya kamu benar-benar hampir mencelakakanku, jikalau tidaklah karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret ke neraka. (Qs 37: 51-57)

Sang Guru

Tergagap aku. Itu kali pertama aku berdiri didepan makammu. Semua doanya kuhafal. Tetap saja aku tergagap. Hanya butir-butir waktu seribu lima ratus tahun yang terangkai-rangkai dalam untaian tali di pelataran kalbu. Sebab serumulah yang membawaku kesini.

Berdirilah, saudaraku! Beri hormat pada lelaki ini. Berdirilah! Ucapkan selawat untuknya. Dialah tuan seluruh anak cucu Adam. Dialah pemimpin semua nabi dan rasul. Dialah yang hadir di penghujung sejarah Parsi dan Romawi, waktu kedua imperium itu mendekati jurang. Dialah yang menyelamatkan umat manusia dari kehancuran.

Dialah sang guru. Coba cari semua sisi kepahlawanan pada semua pahlawan yang pernah mengisi ruang sejarah. Kumpulkan semuanya. Nanti kau temukan semua itu dalam diri sang guru yang terbaring tenang di hadapanku ini : kebaikan yang berserakan pada seluruh pahlawan menyatu ajek dalam dirinya sendiri.

Sendiri pada mulanya ia menyeru. Lalu ada lebih seratur ribu sahabat yang ia tinggalkan saat wafat. Sendiri pada mulanya ia melawan. Lantas ada enam puluh delapan pertempuran yang ia komandani. Tak punya apa-apa ia saat lahir. Lalu ada kekuasaan yang meliputi seluruh jazirah Arab yang ia wariskan saat wafat.

Tapi apa yang lebih agung dari itu adalah seruannya : sampai juga akhirnya cahaya itu kepada kita. Sekarang ada lebih dari satu koma tiga milyar manusia muslim yang menyebur namanya setiap saat. Seperti kakeknya, Ibrahim, yang pernah berdoa : hadirkanlah segenap jiwa mukmun ke rumah-Mu ini ya Allah! Seperti itu juga ia berseru : jumlahmu yang banyak itulah kebanggaanku di hari kiamat.

Cintalah itu sebabnya. Ia mencintai semua manusia. Ia mau melakukan apapun untuk menghadirkan damai, selamat, dan bahagia bagi manusia. Cintalah yang membuatnya mampu menampung segala keluh dalam hatinya. Di hatinya yang lapang kau boleh menumpahkan semua keluh dan harapanmu. Makin lama kau di sisinya, makin dalam cintamu padanya. Waktulah yang membuka tabir keagungannya satu-satu padamu.

Mungkin bukan itu benar yang membuatnya jadi teramat agung. Ada yang lebih agung dari sekadar itu. Dia bukan hanya hebat. Bukan hanya pahlawan. Dia juga melahirkan banyak pahlawan. Dia tidak hanya menjadi sesuatu. Dia juga menjadikan orang lain di sekitarnya sesuatu. Orang lain hanya jadi pahlawan. Orang-orang di sekelilingnya hanya mencatat kepahlawanannya. Mereka tidak jadi apa-apa.

Bangkit di tengah orang-orang buta huruf, berserakan, nomaden, tidaklah mudah meyakinkan mereka menerima cahaya yang ia bawa. Menyatukan mereka apalagi. Menjadikan mereka pemimpin apa lagi. Tapi begitulah kejadiannya : ia merakit kembali kepribadian mereka. Menyatukan mereka. Lalu jadilah para penggembala kambing itu pemimpin-pemimpin dunia. Pada mulanya adalah embun. Laut kemudian akhirnya. Dari embun ke laut : terbentang riwayat kepahlawanan yang agung. Takkan terulang, takkan terulang....

Ibadah Pemimpin dan Pelajar

“Luangkanlah waktu untuk intropeksi diri dengan melihat tanggung jawab, karena itu adalah jalan untuk ibadah yang mendatangkan ketenangan dan kesungguhan dalam bertindak”

Didunia ini begitu banyak hal yang bisa kita jadikan objek untuk beribadah dalam memperoleh pahala, tidak hanya sebatas ritual seperti sholat dan berdzikir akan tetapi juga dalam bersosial. Bahkan ibadah terbanyak sebenarnya justru menyangkut sosial. Maka ibadah seorang presiden, mentri, bapak KBRI, bupati, bapak lurah.dan bahkan ketua organisasi Tidak diukur pada kekhusyukannya sholat. Atau lamanya berwiritan. Melainkan pada tanggung jawab dan kebijaksanaanya yang membawa kesejahteraan rakyat/ anggota.

Diriwayatkan bahwa sultan Mahmud Al Garnawi, beliau di awal pemerintahannya duduk setelah shalat shubuh untuk sibuk membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak tiga ratus ribu kali sampai siang hari dan rakyatnya duduk di pintu, menunggu keluarnya Sultan Mahmud untuk menyelesaikan hajatnya. Setelah keadaan ini berlangsung lama, maka beliau melihat Nabi SAW di dalam tidurnya Nabi mengatakan kepadanya "Apa ini pemanjangan waktu sehingga rakyatmu telah menunggu kamu keluar ", maka Sultan Mahmud menjawab saya duduk menghabiskan waktu lama karna saya bershalawat kepadamu dalam jumlah tertentu (300 ribu kali) dan saya tidak akan berdiri sebelum selesai. Maka Nabi mengatakan kepadanya "Ini menyusahkan orang lemah (Rakyatmu) dan yang punya hajat, akan tetapi saya (Nabi) akan mengajarkan kepadamu Shalawat yang ringkas yang mana apabila kamu membacanya satu kali sebanding 100 ribu kali, jadi kamu tinggal membaca 3x saja sudah sebanding 300 ribu kali. Setelah itu kamu keluar menemui rakyatmu untuk menyelesaikan urusan-urusan mereka, sehingga kamu mendapat pahala shalawat 300 ribu kali dan mendapat pahala memberi manfaat kepada orang muslimin.

Dikisah itu Rasulullah SAW memberikan bimbingan yang sangat berarti, bahwa seseorang itu harus bisa menempatkan diri pada posisinya, karena dengan melayani rakyat/ anggota dan memenuhi kebutuhan mereka merupakan ibadah yang besar yang kelak akan dimintai pertanggung jawabanya. Jadi tidak benar seandainya seorang pemimpin asik dalam ibadahnya sementara rakyat/anggotanya dibiarkan dengan memperlama urusan mereka, apalagi sampai menterlantarkan tanpa dipedulikan keperluannya, dan malah mengambil kesempatan untuk mengorek harta dengan dalih tunjagan untuk setiap urusan. Nauzu billah.

Allah maha adil, segalanya telah disesuaikannya, oleh karenanya jangan kawatir tidak kedapatan pahala. Dan harus bisa menempatkan pada posisinya dengan sebenar-benar kepedulian serta tanggung jawab. menyadari kita adalah sebagai manusia yang juga memiliki kelemahan dan saling membutuhkan sehingga sadar akan peran kita sebagai apa itu adalah jauh lebih baik dari pada merasa hebat walaupun benar-benar memiliki banyak kelebihan.

Ibadah anggota DPR diukur dari kesunggguhannya menyuarakan aspirasi rakyat. ibadah pemimpin negara/pemimpin organisasi diukur pada tanggung jawabnya, dan kepudulianya kepada anggota dengan mendengarkan teriakan argumenya. Ibadah insan pers diukur dari kebenaran informasinya, tidak memfitnah.. Ibadah seorang sutradara dan produser film diukur dari kandungan pesan baik didalam film yang dipersembahkanya sehingga berdampak positif pada para pemirsa, bukan merusak moral. Ibadah para pelajar diukur pada kesungguhanya dalam menuntut ilmu dan terus berusaha maju dengan memiliki keyakinan yang kuat bahwa semua pasti bisa, bukan malah menyerah, ogah-ogahan dan malah menyalahkan takdir. Mungkin sesekali kegagalan akan menghinggap dan memang menyakitkan, akan tetapi marilah belajar untuk bisa menerima kegagalan, kemudian tanamkan tekat untuk lebih baik. Insya allah ada jalan dan ribuan kesuccessan akan diraih.Wallahu a’lam.

Masih Ada Jalan Keluar

Ketika permasalahan hidup membelit dan kebingungan serta kegalauan mendera rasa hati. Ketika gelisah jiwa menghempas-hempas. Ketika semua pintu solusi terlihat buntu. Dan kepala serasa hendak meledak: tak mengerti apalagi yang mesti dilakukan. Tak tahu lagi jalan mana yang harus ditempuh. Hingga dunia terasa begitu sempit dan menyesakkan.

Ketika kepedihan merujit-rujit hati. Ketika kabut kesedihan meruyak, menelusup ke dalam sanubari. Atas musibah-musibah yang beruntun mendera diri. Apalagi yang dapat dilakukan untuk meringankan beban perasaan? Apalagi yang dapat dikerjakan untuk melepas kekecewaan?

Ketika kesalahan tak sengaja dilakukan. Ketika beban dosa terasa menghimpit badan. Ketika rasa bersalah mengalir ke seluruh pembuluh darah. Ketika penyesalan menenggelamkan diri dalam air mata kesedihan. Apa yang dapat dilakukan untuk meringankan beban jiwa ini?

Allah berfirman, "Barangsiapa bertakwa kepada-Nya, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar."

Rasulullah bersabda, "Ikutilah kesalahan dengan amal baik, niscaya ia akan menghapus dosa-dosamu."

Ibnul Jauzi pernah berkata, "aku pernah dihimpit permasalahan yang membuatku gelisah dan galau berlarut-larut. Kupikirkan dan kucari solusi dengan segala cara dan usaha. Tapi aku tidak menemukan satu jalan pun untuk keluar darinya, hingga kutemukan ayat itu. Maka kusadari, bahwa jalan satu-satunya keluar dari segala kegalauan adalah ketakwaan. Dan ketika jalan ketakwaan itu kutempuh, tiba-tiba Allah sudah lebih dulu menurunkan penyelesaian. Maha suci Allah".

Sungguh kita semua pasti pernah merasakan kebuntuan hati. Seolah semua jalan keluar sudah tertutup rapat. Maka saat itulah kita baru menyadari betapa lemahnya kita dan betapa besarnya kekuasaan Allah SWT.

Menyadari kelemahan bukan berarti pasrah sebelum ikhtiar. Bukan pula pembenaran atas segala kesalahan dan kecerobohan. Namun sebagai bentuk bersandarnya hati pada Dzat yang Maha Besar yaitu Allah SWT, manakala semua langkah ikhtiar untuk keluar dari permasalahan sudah dicoba.

Saudaraku.... Tapakilah jalan takwa, niscaya akan datang pertolongan Allah. Dan segala kegelisahan pun akan segera sirna. Wallahu a'lam.

Antara Hati Berkarat dan Hati Kemilau

Berkarat??? Tahukah anda dengan kata “karat” atau kalau anda pernah belajar ilmu fisika atau kimia pasti anda akan menemukan atau mendengar kata “korosi”??? nah!! Kata karat dan korosi tersebut merupakan dua kata yang berbeda tetapi mempunyai maksud yang sama. Mungkin anda pernah melihat logam sejenis besi, baja atau apapun yang berkarat. Efek dari logam yang berkarat dalam waktu yang terlampau lama akan menyebabkan logam tersebut menjadi lapuk yang lama-kelamaan akan menjadi serbuk logam. Sekarang coba anda flashback kembali peristiwa tersebut, awalnya logam tersebut masih mempunyai bentuk tetapi karena terjadi korosi lama-kelamaan logam tersebut berubah bentuknya menjadi serpihan-serpihan. Sama halnya dengan hati kita.

Tahukah anda hal-hal apa yang mampu membuat hati kita berkarat??? Kalau kita melihat logam yang berkarat tentunya hal-hal yang membuat logam tersebut berkarat adalah udara dan air, sedangkan hal-hal yang membuat hati kita berkarat bukanlah air dan udara melainkan kelalaian dan dosa. Mengapa kelalaian dan dosa membuat hati kita berkarat??? Karena kelalaian dan dosa dapat mengurangi dan melemahkan keimanan dan ketakwaan seseorang. Selain itu, kelalaian dan dosa yang terus-menerus dilakukan dapat melenakan kita untuk selalu mengingat Allah SWT dan melaksanakan perintah-perintahNya sehingga dapat membuat hati kita berkarat akibat terlalu seringnya kita berbuat lalai dan dosa.

Kemilau??? Tahukah anda dengan kata “kemilau”??? kemilau merupakan suatu cahaya yang begitu menyilaukan. Anda pernah melihat berlian atau permata??? Nah!!! Biasanya kata kemilau itu seperangkat dengan kata berlian atau permata. Kalau anda belum pernah melihat berlian atau permata. Gimana kalau anda saya ajak untuk mengingat sesuatu. Pernahkah anda melihat salah satu iklan tentang shampoo??? nah!!!disanalah anda akan menemukan kata “kemilau”. Sungguh kemilau merupakan suatu peristiwa yang disukai banyak oaring karena dengan kemilau membuat apa saja yang ada disekitarnya menjadi indah meskipun bentuknya tidak indah. Sama halnya dengan hati kita.

Tahukah anda hal-hal apa yang mampu membuat hati kita kemilau??? Kalau kita melihat berlian atau permata atau barang-barang yeng berbahan kaca kemilau tentunya hal-hal yang membuat permata, berlian atau barang-barang berbahan kaca kemilau adalah seringnya barang-barang tersebut dirawat,dipelihara dan dibersihkan dengan menggosok-gosokkan ke kain atau apapun yang dapat membersihkannya sehingga membuat barang-barang tersebut menjadi kemilau, sedangkan hal-hal yang membuat hati kita kemilau adalah seringnya hati kita dirawat, dipelihara dan dibersihkan dengan kalimat istighfar dan dzikir. Mengapa kalimat istighfar dan dzikir membuat hati kita kemilau??? Karena kalimat istighfar dan dzikir dapat menambah dan menguatkan keimanan dan ketakwaan seseorang. Selain itu, kalimat istighfar dan dzikir yang terus-menerus dilafadzkan dan dilakukan dapat beristiqomah untuk selalu mengingat Allah SWT dan melaksanakan perintah-perintahNya sehingga dapat membuat hati kita selalu kemilau dan lama-kelamaan menjadi lebih kemilau jika kita selalu merawat, memelihara dan membersihkannya dengan kalimat istighfar dan dzikir.

Tahukah anda manfaat yang akan anda dapatkan jika hati anda selalu kemilau??? Manfaatnya adalah anda akan terhindar dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT, sabar dan tabah dalam menghadapi kehidupan, dapat mengurangi emosi dalam menghadapi siapapun yang berbuat khilaf terhadap kita sehingga kita dengan mudah memberikan maaf kepada siapapun yang meminta maaf terhadap kita, dan lain sebagainya. Pokoknya banyak banget deh manfaat yang dapat kita peroleh dari kemilaunya hati.

Sekarang tinggal anda yang memilih, mau membuat hati anda berkarat atau membuat hati anda kemilau????semua jawabannya ada pada hati dan diri anda masing-masing karena setiap orang memiliki jawaban yang berbeda-beda. Semoga dapat bermanfaat dan secepatnya anda dapat mengambil pilihan sehingga anda tidak terlambat untuk membuat hati anda berkarat atau kemilau.

Yang Lebih Hebat Dari Sekedar Spiderman

Yup, pernah lihat film Spiderman kan? Dalam film itu dikisahkan Peter Parker seorang pemuda yang secara fisik dia culun ,lemah dan "tidak bisa berkelahi". Pada suatu hari dia dan teman-temannya melakukan study tour ke pusat penelitian laba-laba. Tanpa sengaja dia tergigit laba-laba yang terlebas dari "kandangnya". Ternyata laba-laba itu sebelumnya telah terkena sinar ,semacam sinar radio aktif. Sampai di rumah si Paker merasakan tubuhnya sakit, demam, pusing, nyeri. Ternyata dalam tubuhnya, kromosom dan gennya telah berinteraksi dengan zat yang masuk dari gigitan laba-laba tadi.

Yup, betul sekali karena berinteraksi dengan zat tersebut kromosom manusianya menjadi kromosom bentuk lain.Wal hasil, esok paginya Paker mendapati tubuhnya menjadi berotot dan matanya tidak lagi minus. Kemudian dia pun bisa lari lebih cepat dari biasanya, lompatannya juga lebih tinggi. Sampai di sekolah dia hendak dihajar oleh temannya, tapi apa yang terjadi? Parker yang culun itu bisa menghindari serangan si teman dengan mudah bahkan dapat balik menghajarnya. Lanjut cerita dia bisa manjat dinding dan mengeluarkan jaring sampai akhirnya dia menjadi SPIDERMAN sang pahlawan superhero yang namanya dikenal setiap orang dan ditakuti penjahat.

Wow keren ya, tapi ternyata kita pun bisa menjadi lebih dari spiderman. Gimana caranya?? Apa harus digigit laba-laba yang sudah terkena sinar radio aktif? Lihatlah tadi kromosom paker berinteraksi dengan zat dari gigitan laba-laba itu. Kita juga bisa menginterasikan diri dengan sesuatu yang sangat hebat,yang sangat luar biasa ,yang akan membuat kita lebih dari SPIDERMAN, SUPERMAN, BATMAN dan MAN-MAN yang lain, yang tentu saja jaaaaaaaaaaaaauuuuuuuuuuhhh banget lebih hebat dari zat laba-laba tadi. Apa itu???? Jawabnya tak lain adalah AL QURAN.

Coba bayangkan ketika seorang membaca Al Quran, mengetahui artinya, memahami makna serta tafsirnya. Al Quran itu akan masuk ke dalam darah,mengalir menyinari,menembus otak mencerahkannya, berinteraksi dengan DNA,kromosom,tulang menjadikannya lebih kuat sehingga terbentuk manusia-manusia yang luar biasa,manusia- manusia yang berani.Contoh orang yang berhasil menjadi manusia yang luar biasa karena berinteraksi dengan Al Quran adalah para Sahabat Rasulullah SAW. Bilal bin Rabbah ra.yang dulunya budak hitam (tanpa bermaksud merendahkan bekiau), menjadi pejuang Islam yang namanya dikenal setiap orang saat ini,muadzin Rasulullah SAW. Ali bin Abi Tholib ra menjadi pemuda yang sangat berani menggetarkan musuh. Thariq bin Ziyad sang penakluk selat Gibraltar, Rabi' bin Amr yang tidak mau ‘ndungkluk' dihadapan Rustum ,raja Romawi yang kafir. Wow keren kan ,orang-orang di atas adalah orang-orang yang menjadi luar biasa karena berinteraksi dengan Al Quran, yup betul sekali tentunya lebih hebat dari Spiderman, jauh banget. Bayangkan saja, Spiderman hanya bisa menaklukan segelintir perampok atau paling poll Globin dan DR.Octovius tapi Thariq bin Ziyad tadi bisa menaklukan selat atau negara. Allah Akbar.

Al Quran adalah dahsyat karena itu adalah petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Jika kita ingin menjadi orang yang berani, pembela kebenaran dan luar biasa maka berinteraksilah dengan Al Quran. Dengan Al Quran si penakut jadi pemberani, si lemah jadi kuat, si pecundang jadi pahlawan.

Pernah seorang pendeta nasrani berkata pada pengikutnya,jika kamu ingin menghancurkan pemuda Islam maka cara yang tepat bukan dengan memurtadkan mereka tapi dengan menjauhkan Al Quran dari mereka. Pendeta itu faham bahwa yang menjadikan pemuda Islam kuat adalah interaksinya dengan Al Quran, maka dia perintahkan pengikutnya untuk menjauhkan kita dari Al Quran. Dia begitu takut jika para pemuda dekat dengan Al Quran.

Maka,bangkitlah dengan Al Quran,jadikan tulangmu lebih kuat dengannya,otakmu lebih tajam dengannya dan hidupmu mulia.Dan jadilah lebih dari sekedar spiderman. Wallahu a'lam bishowab.

Umur Yang Mencair Seperti Es

Cepat sekali waktu berlalu. Mengalir tak pernah berhenti. Jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik, bergerak. Waktu tak dapat ditunda, tak dapat ditahan dan tak mungkin ada yang mampu mengulang. Itu artinya, usia kita pun berkurang. Kita... semakin dekat ke liang lahat. Saudaraku, entah, apakah pertambahan dan perguliran waktu itu, berarti mendekatkan diri kita pada kenikmatan surga. Atau mendekatkan kita pada kesengseraan neraka. Nauzubillah....

Rasul saw. Menyifatkan cepatnya perjalanan waktu kehidupan seperti perjalanan seorang musafir yang hanya sejenak berhenti di bawah pohon di tengah perjalanan yang amat panjang. Para ulama juga banyak menguraikan ilustrasi tentang hidup yang amat singkat ini. "Umurmu akan mencair seperti mencairnya es, " kata Imam Ibnul Jauzi. (Luthfu fil Wa'z, 31)

Saudaraku, sahabatku,
Semoga Allah memberkahi sisa usia kita, Permasalah terbesar setiap orang adalah ketika kecepatan umur dan waktu hidupnya tidak seiring dengan kecepatannya untuk menyelamatkan diri dari penderitaan abadi di akhirat. Ketika, usia yang sangat terbatas itu tidak berfungsi sebagai pelindung diri dari beratnya adzab dan siksa Allah swt. Di saat, banyaknya hembusan dan tarikan nafasnya tak sebanding dengan upaya dan jihadnya untuk terhindar dari lubang kemurkaan Allah. Ketika, jumlah detak jantung dan aliran darah yang di pompa di dalam tubuhnya, tak sebanyak gerak dan tingkahnya untuk menjauhi berbagai kemaksiatan yang dapat memunculkan kesengsaraan akhirat.

Saudaraku,
Sesungguhnya jiwa kita adalah milik Allah dan kepada-Nya lah jiwa ini akan kembali....
Suasana hati seperti inilah yang perlu kita tumbuhkan. Adakah di antara kita yang tidak mempunyai dosa? Atau merasa mampu menebus kotoran dan dosa yang telah dilakukan selama puluhan tahun usia yang telah lewat? Tentu tidak. Perasaan kurang, merasa banyak melakukan kemaksiatan, lalu menimbulkan penyesalan adalah bagian dari pintu-pintu rahmat Allah yang akan mengantarkan kita pada taubat. Suasana hati seperti inilah yang akan mendorogng pemilikinya bertekad mengisi hari dengan amal yang lebih untuk menebus kesalahan yang lalu.

Saurdaraku, mari menangguk pahala, meraih rahmat dan ampunan Allah sebanyak-banyaknya sekarang juga. Perbanyaklah dzikir, bersedekah, berjihad dan beramal shalih.....Tak ada kata terlambat untuk melakukan kebaikan. Sekarang dan jangan tunda-tunda lagi niat baik kita.... Semoga Allah meneguhkan kekuatan kita untuk melakukan kebaikan yang kita niatkan...
Amiiin.

Buat Apa Engkau Dilahirkan di Dunia?

Jangan biarkan ide-idemu hilang begitu saja, tanpa catatan. Catatlah... tulislah walaupun hanya satu ayat, satu kalimat ! Idemu adalah hasil dari pemikiranmu yang datangnya bisa dengan tiba-tiba, bila tak dicatat, maka ide itu akan hilang dan tak dapat kembali lagi.

Jangan biarkan hasil pemikiranmu berlalu tanpa catatan, tinggalkan untuk generasi mendatang. Jasadmu boleh turkubur tanah, tapi idemu harus tetap hidup sepanjang jaman. Para tokoh masa lalu yang hidup berabad-abad yang lalu ... tapi namanya masih tetap disebut orang, pemikiranya masih dikaji dan dipelajari orang. Padahal jasadnya ntah sudah jadi apa, tapi hasil pemikiranya yang ditulis, sampai sekian abad tetap ada dan mengabadi !

Tulislah, walaupun hanya satu ayat. "Sampaikan dariku walau hanya satu ayat" sabda Nabi. Satu ayat, satu kalimat yang punya makna... akan terus dingat manusia. Jangan ragu untuk memulai menulis, mulai dari satu kata : Bismillah ! .... teruslah menulis, kamu harus meninggalkan sesuatu untuk generasi di masa kini dan generasi di masa depan.

Kalau kau mati tidak meninggalakan apa-apa, maka buat apa kau dilahirkan ? Jadi jangan ragu ... tulislah, walapun hanya satu kalimat. Tulislah walaupun hanya satu ayat dan tulisan yang sudah kau kirim atau di tulis di internet tak akan hilang dan terus akan tersimpan atau "mengabadi".

Harta bisa hilang lenyap tanpa bekas, tapi ilmu yang ditinggalkan dan di wariskan, tak akan hilang, itulah uniknya ilmu, semakin dibagikan pada orang lain, semakin bertambah. Lain dengan harta, semakin dibagikan, semakin habis ! Kecuali harta yang di keluarkan di jalan Allah, seperti infak, sedekah, zakat dll, itupun jika memberikannya dengan ikhlas, bila tidak ikhlas, tidak dapat apa-apa dari Allah !

Wahai... sahabatku .... usiamu semakin mendekati kematian....umurmu semakin mendekati ajal, jangan biarkan berlalu tanpa ada ilmu yang kau wariskan bagi generasi yang akan datang. Tulislah wahai sahabatku, walaupun hanya satu ayat, walaupun hanya satu kalimat ...., sekarang ! Jangan ditunda-tunda, siapa tahu besok hari kamu sudah tiada.

Tulislah ... tinggalkanlah ilmu yang bermanfaat. Selagi umur masih ada, selagi napas masih bisa berhembus, selagi tangan masih bisa digerakkan, selagi pikiran masih bisa bekerja, selagi mata masih bisa melihat, selagi telinga masih mendengar, selagi hayat masih di kandung badan, selagi jari jemari masih bisa ngeklik kyboar tkomputer, selagi bonus umur masih tetap diberikan Allah, selagi keinginan dan kemauan ada, selagi minat masih menyala, selagi darah masih mengalir, selagi jantung masih berdetak, selagi mulut masih berkata, selagi kaki masih bisa berjalan, selagi karunia Allah masih kau terima, selagi air masih bisa kau minum, maka Tulislah !

Jangan biarkan ide-idemu hilang begitu saja. Di jaman orang yang serba berlari cepat, jangan sampai ketinggalan "kereta" harus ada sesuatu yang kamu tinggalkan yang sipatnya mengabadi, itulah ilmu atau tulisan yang disebarkan pada orang banyak. Salah satunya di eramuslim.com ini.

Bila tulisanmu di tolak atau tak dimuat, jangan membuatmu putus asa, jangan mengharap apa-apa, tugasmu hanya untuk berbagi, walau hanya satu ayat. Sampaikan walau satu ayat, sampaikan walau hanya sepotong ayat atau sepotong hadist.

Insya Ilmu atau apapun namanya, bila itu bermanfaat bagi orang lain itu sudah bernilai ibadah, jangan mengharap puluhan, ratusan, ribuan atau jutaan orang untuk membaca tulisanmu di tengah-tengah " hutan belantara " internet, yang memuat "nyaris" tak terhingga banyaknya tulisan.

Jangan muluk-muluk, satu dua orang sudah membaca tulisanmu dan satu dua orang itu berubah menjadi baik atau lebih baik dari sebelumnya, itu sudah cukup, karena berbuat baik pada seorang manusia, sama juga berbuat baik pada semua manusia, sebagaimana berbuat jahat pada seorang manusia, sama juga berbuat jahat pada semua manusia.

Demikian.

BELAJAR UNTUK BELAJAR

Hakikatnya hidup ini merupakan rangkaian proses belajar dan menempa diri agar menjadi lebih baik senantiasa. Sungguh, begitu banyak hal dapat disarikan dari perjalanan detik demi detik kehidupan kita. Hal-hal yang kita rasakan, kita lihat, kita dengar, kita keluarkan melalui lisan, semuanya bisa menjadi sesuatu yang sarat makna dan dapat memperkaya khazanah pengalaman kita untuk selanjutnya dijadikan modal bagi proses perbaikan diri, jika kita mau tentunya.

Serdadu Islam Rabbani 15 Desember 2009 jam 3:22 Balas
Hakikatnya hidup ini merupakan rangkaian proses belajar dan menempa diri agar menjadi lebih baik senantiasa. Sungguh, begitu banyak hal dapat disarikan dari perjalanan detik demi detik kehidupan kita. Hal-hal yang kita rasakan, kita lihat, kita dengar, kita keluarkan melalui lisan, semuanya bisa menjadi sesuatu yang sarat makna dan dapat memperkaya khazanah pengalaman kita untuk selanjutnya dijadikan modal bagi proses perbaikan diri, jika kita mau tentunya.

Little things mean a lot, ya, banyak hal kecil yang sesungguhnya memiliki makna yang begitu besar, jika saja kita mau sedikit lebih memperhatikan, sedikit melihat lebih ke dalam, dan sedikit saja berpikir. Ketika kita hanya memandang sesuatu dengan cara biasa, semuanya akan tampak biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa, seakan memang demikianlah seharusnya.

Ketika peristiwa-peristiwa yang kita temui atau kita jalani hanya lewat begitu saja, maka ia hanya akan menjadi masa lalu hampa nilai yang tidak dapat memberikan pengaruh apa-apa. Padahal jika kita mau sedikit saja menggali lebih dalam, mungkin tidak sedikit bekas-bekas berharga yang tertinggal di sana. Sebagaimana halnya mutiara, sebelum ada yang mengeluarkannya dari cangkang sang kerang, tidak ada yang dapat merasakan pancaran keindahannya.

Menjadi pembelajar sejati, hal yang cukup sulit dilakukan saya rasa. Bagi saya, seorang pembelajar sejati akan selalu mencoba mencari celah pembelajaran dari setiap kejadian yang dialaminya maupun kejadian yang dialami oleh orang lain. Sungguh saya ingin menjadi orang seperti itu: yang senantiasa dapat memaknai hidup dari sudut pandang positif, yang mampu melihat nilai-nilai yang belum tersingkap, serta mampu memunculkan keberhargaan walaupun begitu tersembunyi adanya. Siapa yang tahu di dalam cangkang kerang yang gelap tersimpan mutiara yang begitu indah jika tidak ada yang mencoba menyelam ke dasar lautan dan mendapatkannya. Ya, mutiara itu akan tetap ada, terlepas dari apakah ada yang berusaha membuka cangkang kerang tempatnya bersemayam atau tidak.

Belajar, belajar, dan belajar, menunjukkan bahwa manusia benar-benar makhluk yang memiliki banyak kelemahan dalam dirinya. Belajar, bagi saya merupakan bagian dari proses menyaya (diambil dari istilah seseorang dalam sebuah tulisan *meng-aku), menjadi saya, saya yang benar-benar saya, saya yang benar-benar dapat memberikan banyak manfaat bagi orang lain, semoga. Dan proses ini belum akan berhenti sampai ajal menjelang, dan maut datang menjemput. Saat itulah saya baru dapat menunjukkan dan mengatakan "Inilah saya, saya seutuhnya, saya yang sesungguhnya".

Dikutip dari : Persaudaraan Muslim
(http://www.facebook.com/group.php?gid=148011801393)

Wong Fei Hung Ternyata Ulama dan Pendekar Sekaligus Tabib

Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.
Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?

Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab- kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu) . Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.

Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amiin.



kali ini copast dari inbox facebook dari http://www.facebook.com/profile.php?id=1727541659#/group.php?gid=197327930465


A Giant of A Man

Namanya Nick Vujicic. Wajahnya tampan, pengusaha sukses, motivator ulung dan pembicara kelas dunia. Nick tidak memiliki apa yang menjadikan kita manusia utuh: tangan dan kaki, kehilangan kedua lengan setinggi bahu, dan berkaki tetapi dengan dua kaki kecil, salah satu yang memiliki dua jari kaki. Ia...

[[ This is a content summary only. Visit my website for full links, other content, and more! ]]

Be A Creative Moslem

Bukanlah merupakan sesuatu yang baru bagi seseorang jika dia dapat menemukan sesuatu atau memperoleh sesuatu yang baru dalam bidang tertentu, karena dapat dipastikan seseorang telah melihat banyak penemuan dalam berbagai aspek kehidupan yang berbeda. Dimulai dari penggunaan batu dalam pembuatan senjata kini berubah dengan menggunakan tenaga nuklir. Dari penemuan kereta dan penggunaan binatang tunggangan sebagai alat transportasi hingga penggunaan pesawat jet. Kemudian dari rumah dalam gua sampai gedung-gedung pencakar langit seperti menara kembar di Kuala Lumpur yang tingginya 452 meter, Burjul Arab yang dibangun di UEA, mempunyai tinggi 700-800 meter. Tak ketinggalan Kuwait, negeri kecil di ujung teluk yang akan membangun gedung setinggi 1001 meter.

Setiap pekerjaan baru yang dapat dilakukan oleh setiap orang baik besar atau kecil itu disebut dengan kreatifitas. Memang kreatifitas tidak memiliki batasan, wilayah, dan ujung. Kreatifitas merupakan salah dasar kehidupan. Seandainya tidak ada kreatifitas, kita tidak dapat mandiri, maju atau sampai pada dunia luar yang mengelilingi kita.Dengan kreatifitas manusia dapat menghindarkan dirinya dari kejenuhan, sehingga segala sesuatu bisa jadi lebih berkembang, bervariasi serta kaya pengalaman..
Bicara kreatifitas, kita bisa juga belajar pada sejarah. Pada kisah sahabat Rasulullah SAW yang kreatif.

Adalah Ja'far bin Abi Thalib salah satunya. Allah mengaruniakan padanya berupa hati yang tenang, akal pikiran yang cerdas, jiwa yang mampu membaca situasi dan kondisi serta lidah yang fasih. Kisahnya sangat monumental. Bagaimana tidak? Dia yang masih muda sangat kreatif mengolah kata saat melakukan diplomasi dengan Raja Najasy di Habasyah (sekarang Etiopia). Kemampuannya mengkreasi kata mampu melunakkan Raja Najasy sehingga ia masuk Islam. Dia sama sekali tidak terpengaruh tidak terpengaruh atau terpancing oleh provokasi yang dilakukan oleh Amr bin Ash ( sebelum masuk Islam), utusan kafir Quraisy. Utusan itu telah menyiapkan banyak sekali hadiah demi suksesnya diplomasi mereka.

Kemudian Salman Al Farisi dengan idenya yang sangat luar biasa saat menghadapi perang Khandaq melawan pasukan Quraisy dan sekutunya. Dia mengajukan suatu usul kepada Rasulullah yaitu suatu rencana yang belum pernah dikenal oleh orang-orang Arab dalam peperangan mereka selama ini. Rencana itu berupa penggalian khandaq atau parit perlindungan sepanjang daerah terbuka keliling kota. Demi menghadapi hal yang tidak diduga sebelumnya, pasukan Quraisy dan sekutunya merasa terpukul, ditambah ahzab dari Allah dengan mengirimkan angin topan yang memporak-porandakan kemah dan tentara mereka. Akhirnya mereka pulang dengan membawa kekalahan yang pahit.
Kisah di atas adalah sebagian dari banyak kisah sahabat yang kreatif dalam perjuangan mereka menegakkan dienul Islam. Kita bisa memetik hikmah dari kekreatifan mereka agar dapat mengembangkannya di masa kini.

Sekarang, bagaimanakah cara mengembangkan kreatifitas? Untuk mengembangkan kreatifitas, maka kita harus tahu terlebih dulu tentang ciri-ciri orang kreatif. Orang kreatif menurut Amal Abdussalam Al Khalili adalah:
1. Mampu mencipta dan memberi solusi sesuai dengan pikiran yang terbuka
2. Memiliki kemandirian yang tinggi dan percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki.
3. Selalu berusaha dan konsisten dengan pemikiran baru.
4. Keuatan indra kelima dan kecepatan merespon sesuatu disertai dengan kerja yang sungguh-sungguh.
5. Mampu menjaga rahasia inovasi.

Sedangkan menurut David Campbell P.hd, kreatif yaitu:
a. Convergent thinking ( memiliki kemampuan berpikir dari segala arah
b. Divergent thinking (memiliki kemampuan berpikir ke segala arah)
c. Conceptual flexibility (tidak bersikap kaku)
d. Memiliki kemampuan berpikir orisinil dan keluar dari pakem yang ada
e. Menyukai complexity (komplesitas) daripada simplicity (yang sederhana)
f. Suka berada di lingkungan orang-orang yang punya keahlian
g. Multiple skill (memiliki banyak minat dan kecakapan dalam berbagai bidang)
h. Capacity for hard work (memiliki kemauan kerja keras)
i. Independent judment (memiliki kemandirian yang tinggi dalam mengambil keputusan)
j. Memiliki selera humor yang tinggi serta kaya fantasi.

Kalau melihat ciri-ciri yang sudah disebutkan di atas, nampak bahwa setiap orang sebenarnya mempunyai kreatifitas. Tetapi setinggi apa kapasitas dan kadarnya, semua tergantung kepada diri masing-masing.

Dan sebagai generasi pewaris negeri Islam, sudah seharusnya kita segera meng upgrade segala kemampuan, agar dapat membumikan Islam di muka bumi ini dengan segala apa yang kita miliki. Karena itu wahai saudaraku berkreasilah untuk agamamu!

6 Tips Tampil Percaya Diri

Kawan-kawan yang kurang pede, ini dibawah ada tips-tips khusus, semoga bermanfaat ...

BERDIRI TEGAK, Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah merubah penampilan, berdirilah yang tegak, busungkan dada dan coba tampillah sempurna. Pokoknya jangan sampai kelihatan lecek deh, soalnya penampilan seseorang akan menentukan penilaian orang lain, buatlah kesan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah anda.

BERSIKAP ASERTIF, Mulai sekarang cobalah merubah sikap, jadilah orang yang tahu kapan harus berkata tidak dan kapan berkata ya. Coba sekali-kali untuk tidak terlalu membayangkan orang lain akan berkomentar apa tentang diri kamu. Dan jangan takut bikin perubahan.

OBYEKTIF MENILAI DIRI SENDIRI. No body's perfect, nggak ada orang lain di dunia ini yang sempurna, dan nggak ada juga orang di dunia ini yang benar-benar nggak berguna. Karenanya jujurlah menilai diri sendiri, jangan selalu menganggap dirimu tidak mampu dan orang lain selalu lebih unggul. Semuanya sama meski punya keahlian yang berbeda, jadi buat apa minder....??? Nggak ada untungnya.

BUANG RASA TAKUT. Biasanya orang yang gak pede selalu kesulitan untuk mengungkapkan siapa dirinya pada orang lain. Cara mudah untuk berani menghadapi oarang lain adalah menatap mata lawan bicara kita, tapi jangan memandanginya. Menatap lain dengan memandang, kalau memandang biasanya kamu memperhatikan lawan bicaramu, bagaimana cara bicaranya, bagaimana mimik wajahnya. Boleh saja seperti itu asal jangan kelewatan, apalagi kalo sampi ngiler nggak karuan.

SEDIKIT BASA BASI. Cobalah untuk bersikap basa basi, tapi jangan sampai basi beneran karena akan membosankan. Tidak semuanya basa-basi itu jelek kok, untuk meningkatkan rasa percaya diri kemu boleh juga mencobanya.

BICARALAH YANG LUGAS. salah satu ciri orang yang kurang pede adalah tidak bicara secara lugas, selalu muter-muter. Dan biasanya terlalu banyak berkata, eeeeeeeeeeeeeeeeeeeee, anu dan yang sejenisnya, misalnya. " saya akan eeeee, anu, saya kan anu......".

SELAMAT MENCOBA. JUST TOBE YOUR SELF!

Membangun Motivasi Diri, Menuju Sukses Hakiki

Apa sih motivasi itu? Motivasi itu adalah apa yang menggerakan kamu berbuat sesuatu. Sesuatu itu bisa baik , juga buruk. Semua tergantung yang menggerakkan alias kamu sendiri. Kalau menurut Alay Mc Ginnis dalam motivasi itu termuat unsur psikologis, yaitu kompleksitas dari inspirasi dan semangat. Sedang Jalaludin rahmat mengatakan bahwa daya tarik motif itu ibarat mata panah dan emosi adalah busurnya, maka mata panah itu bergerak tegantung emosi yang terjadi dalam manusia itu sendiri.

Terkait dengan hal ini, motivasi dipengaruhi oleh dua faktor. Faktor yang pertama faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam (emosi)misalnya hasrat diri, rasa suka, rasa benci, energi dan lain-lain. Sedangkan yang kedua faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar individu. Biasanya faktor ini dipengaruhi oleh lingkungan. Seperti lingkungan keluarga, teman dan sebagainya.

Sebagai umat terbaik yang diciptakan Allah SWT dimuka bumi ini, tentu kita ingin meraih surga yang dijanjikan Allah kepada kita. Hanya adakah motivasi untuk meraih semua itu? Sedang kita berada di alam dunia fana ini, yang penuh dengan tipu daya. sehingga kadang kita begitu sering terpedaya karenanya.

Karena itu kita mesti punya visi, misi, startegi dan aksi/cara hidup untuk bisa menuju sukses hakiki. Apakah itu?

Visi, misi, strategi serta cara hidup kita sebenarnya telah ada semuanya dalam Umul Kitab yaitu Surah Al fatihah. Visi kita adalah Allah, Misi kita adalah Beribadah, strategi kita meraih surga adalah menempuh jalan yang lurus serta aksi/cara hidup kita adalah mencontoh orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah dan bukan meniru orang-orang yang dimurkai Allah. Inilah landasan kita meraih surga.

Wahai teman sudahkah termotivasi buat membangun diri, menuju sukses hakiki?

Cara Praktis Menghafal Al-Qur’an

Segala puji Bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad r. Dalam tulisan ini akan kami kemukakan cara termudah untuk menghafalkan al quran. Keistimewaan teori ini adalah kuatnya hafalan yang akan diperoleh seseorang disertai cepatnya waktu yang ditempuh untuk mengkhatamkan al-Quran. Teori ini sangat mudah untuk di praktekan dan insya Allah akan sangat membantu bagi siapa saja yang ingin menghafalnya. Disini akan kami bawakan contoh praktis dalam mempraktekannya:

Misalnya saja jika anda ingin menghafalkan surat an-nisa, maka anda bisa mengikuti teori berikut ini:

1- Bacalah ayat pertama 20 kali:

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا {1}

2- Bacalah ayat kedua 20 kali:

وَءَاتُوا الْيَتَامَى أَمْوَالَهُمْ وَلاَتَتَبَدَّلُوا الْخَبِيثَ بِالطَّيِّبِ وَلاَتَأْكُلُوا أَمْوَالَهُمْ إِلَى أَمْوَالِكُمْ إِنَّهُ كَانَ حُوبًا كَبِيرًا {2}


3- Bacalah ayat ketiga 20 kali:

وَإِنْ خِفْتُمْ أّلاَّتُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانكِحُوا مَاطَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَآءِ مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَامَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّتَعُولُوا {3}

4- Bacalah ayat keempat 20 kali:

وَءَاتُوا النِّسَآءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِن طِبْنَ لَكُمْ عَن شَىْءٍ مِّنْهُ نَفَسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَّرِيئًا {4}

5- Kemudian membaca 4 ayat diatas dari awal hingga akhir menggabungkannya sebanyak 20 kali.

6- Bacalah ayat kelima 20 kali:

وَلاَتُؤْتُوا السُّفَهَآءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللهُ لَكُمْ قِيَامًا وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلاً مَّعْرُوفًا {5}

7- Bacalah ayat keenam 20 kali:

وَابْتَلُوا الْيَتَامَى حَتَّى إِذَابَلَغُوا النِّكَاحَ فَإِنْ ءَانَسْتُم مِّنْهُمْ رُشْدًا فَادْفَعُوا إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ وَلاَتَأْكُلُوهَآ إِسْرَافًا وَبِدَارًا أَن يَكْبَرُوا وَمَن كَانَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْ وَمَن كَانَ فَقِيرًا فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوفِ فَإِذَا دَفَعْتُمْ إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ فَأَشْهَدُوا عَلَيْهِمْ وَكَفَى بِاللهِ حَسِيبًا {6}

8- Bacalah ayat ketujuh 20 kali:

لِّلرِّجَالِ نَصِيبُُ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَاْلأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبُُ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَاْلأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ نَصِيبًا مَّفْرُوضًا {7}

9- Bacalah ayat kedelapan 20 kali:

وَإِذَا حَضَرَ الْقِسْمَةَ أُوْلُوا الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ فَارْزُقُوهُم مِّنْهُ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلاً مَّعْرُوفًا {8}

10- Kemudian membaca ayat ke 5 hingga ayat ke 8 untuk menggabungkannya sebanyak 20 kali.

11- Bacalah ayat ke 1 hingga ayat ke 8 sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalannya.

Demikian seterusnya hingga selesai seluruh al Quran, dan jangan sampai menghafal dalam sehari lebih dari seperdelapan juz, agar tidak berat bagi anda untuk mengulang dan menjaganya.

- BAGAIMANA CARA MENAMBAH HAFALAN PADA HARI BERIKUTNYA?

Jika anda ingin menambah hafalan baru pada hari berikutnya, maka sebelum menambah dengan hafalan baru, maka anda harus membaca hafalan lama dari ayat pertama hingga terakhir sebanyak 20 kali juga hal ini supaya hafalan tersebut kokoh dan kuat dalam ingatan anda, kemudian anda memulai hafalan baru dengan cara yang sama seperti yang anda lakukan ketika menghafal ayat-ayat sebelumnya.

- BAGIMANA CARA MENGGABUNG ANTARA MENGULANG (MURAJA'AH) DAN MENAMBAH HAFALAN BARU?

Jangan sekali-kali anda menambah hafalan tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumya, karena jika anda menghafal al quran terus-menerus tanpa mengulangnya terlebih dahulu hingga bisa menyelesaikan semua al quran, kemudian anda ingin mengulangnya dari awal niscaya hal itu akan terasa berat sekali, karena secara tidak disadari anda akan banyak kehilangan hafalan yang pernah dihafal dan seolah-olah menghafal dari nol, oleh karena itu cara yang paling baik dalam meghafal al quran adalah dengan mengumpulkan antara murajaah (mengulang) dan menambah hafalan baru.

Anda bisa membagi seluruh mushaf menjadi tiga bagian, setiap 10 juz menjadi satu bagian, jika anda dalam sehari menghafal satu halaman maka ulangilah dalam sehari empat halaman yang telah dihafal sebelumnya hingga anda dapat menyelesaikan sepuluh juz, jika anda telah menyelesaikan sepuluh juz maka berhentilah selama satu bulan penuh untuk mengulang yang telah dihafal dengan cara setiap hari anda mengulang sebanyak delapan halaman.

Setelah satu bulan anda mengulang hafalan, anda mulai kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, dan mengulang setiap harinya 8 halaman sehingga anda bisa menyelesaikan 20 juz, jika anda telah menghafal 20 juz maka berhentilah menghafal selama 2 bulan untuk mengulang, setiap hari anda harus mengulang 8 halaman, jika sudah mengulang selama dua bulan, maka mulailah enghafal kembali setiap harinya satu atau dua halaman tergantung kemampuan dan setiap harinya mengulang apa yang telah dihafal sebanyak 8 lembar, hingga anda bisa menyelesaikan seluruh al-qur an.

Jika anda telah menyelesaikan 30 juz, ulangilah 10 juz pertama secara tersendiri selama satu bulan setiap harinya setengah juz, kemudian pindahlah ke 10 juz berikutnya juga setiap harinya diulang setengah juz ditambah 8 halaman dari sepuluh juz pertama, kemudian pindahlah untuk mengulang sepuluh juz terakhir dengan cara yang hampir sama, yaitu setiapharinya mengulang setengah juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz kedua.

- BAGAIMANA CARA MENGULANG AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH MENYELESAIKAN MURAJAAH DIATAS?

Mulailah mengulang al-qur an secara keseluruhan dengan cara setiap harinya mengulang 2 juz, dengan mengulangnya 3 kali dalam sehari, dengan demikian maka anda akan bisa mengkhatamkan al-Quran setiap dua minggu sekali.

Dengan cara ini maka dalam jangka satu tahun insya Allah anda telah mutqin (kokoh) dalam menghafal al qur an, dan lakukanlah cara ini selama satu tahun.

- APA YANG DILAKUKAN SETELAH MENGHAFAL AL QUR AN SELAMA SATU TAHUN?

Setelah menguasai hafalan dan mengulangnya dengan itqan (mantap) selama satu tahun, jadikanlah al qur an sebagai wirid harian anda hingga akhir hayat, karena itulah yang dilakukan oleh Nabi r semasa hidupnya, beliau membagi al qur an menjadi tujuh bagian dan setiap harinya beliau mengulang setiap bagian tersebut, sehingga beliau mengkhatamkan al-quran setiap 7 hari sekali.

Aus bin Huzaifah rahimahullah; aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah bagiamana cara mereka membagi al qur an untuk dijadikan wirid harian? Mereka menjawab: "kami kelompokan menjadi 3 surat, 5 surat, 7 surat, 9 surat, 11 surat, dan wirid mufashal dari surat qaaf hingga khatam ( al Qur an)". (HR. Ahmad).

Jadi mereka membagi wiridnya sebagai berikut:

- Hari pertama: membaca surat "al fatihah" hingga akhir surat "an-nisa",

- Hari kedua: dari surat "al maidah" hingga akhir surat "at-taubah",

- Hari ketiga: dari surat "yunus" hingga akhir surat "an-nahl",

- Hari keempat: dari surat "al isra" hingga akhir surat "al furqan",

- Hari kelima: dari surat "asy syu'ara" hingga akhir surat "yaasin",

- Hari keenam: dari surat "ash-shafat" hingga akhir surat "al hujurat",

- Hari ketujuh: dari surat "qaaf" hingga akhir surat "an-naas".

Para ulama menyingkat wirid nabi dengan al-Qur an menjadi kata: " Fami bisyauqin ( فمي بشوق ) ", dari masing-masing huruf tersebut menjadi symbol dari surat yang dijadikan wirid Nabi pada setiap harinya maka:

- huruf "fa" symbol dari surat "al fatihah", sebagai awal wirid beliau hari pertama,

- huruf "mim" symbol dari surat "al maidah", sebagai awal wirid beliau hari kedua,

- huruf "ya" symbol dari surat "yunus", sebagai wirid beliau hari ketiga,

- huruf "ba" symbol dari surat "bani israil (nama lain dari surat al isra)", sebagai wirid beliau hari keempat,

- huruf "syin" symbol dari surat "asy syu'ara", sebagai awal wirid beliau hari kelima,

- huruf "wau" symbol dari surat "wa shafaat", sebagai awal wirid beliau hari keenam,

- huruf "qaaf" symbol dari surat "qaaf", sebagai awal wirid beliau hari ketujuh hingga akhir surat "an-nas".

Adapun pembagian hizib yang ada pada al-qur an sekarang ini tidak lain adalah buatan Hajjaj bin Yusuf.

- BAGAIMANA CARA MEMBEDAKAN ANTARA BACAAN YANG MUTASYABIH (MIRIP) DALAM AL-QUR AN?

Cara terbaik untuk membedakan antara bacaan yang hampir sama (mutasyabih) adalah dengan cara membuka mushaf lalu bandingkan antara kedua ayat tersebut dan cermatilah perbedaan antara keduanya, kemudian buatlah tanda yang bisa untuk membedakan antara keduanya, dan ketika anda melakukan murajaah hafalan perhatikan perbedaan tersebut dan ulangilah secara terus menerus sehingga anda bisa mengingatnya dengan baik dan hafalan anda menjadi kuat (mutqin).

- KAIDAH DAN KETENTUAN MENGHAFAL:

1- Anda harus menghafal melalui seorang guru atau syekh yang bisa membenarkan bacaan anda jika salah.

2- Hafalkanlah setiap hari sebanyak 2 halaman, 1 halaman setelah subuh dan 1 halaman setelah ashar atau maghrib, dengan cara ini insya Allah anda akan bisa menghafal al-qur an secara mutqin dalam kurun waktu satu tahun, akan tetapi jika anda memperbanyak kapasitas hafalan setiap harinya maka anda akan sulit untuk menjaga dan memantapkannya, sehingga hafalan anda akan menjadi lemah dan banyak yang dilupakan.

3- Hafalkanlah mulai dari surat an-nas hingga surat al baqarah (membalik urutan al Qur an), karena hal itu lebih mudah.

4- Dalam menghafal hendaknya menggunakan satu mushaf tertentu baik dalam cetakan maupun bentuknya, hal itu agar lebih mudah untuk menguatkan hafalan dan agar lebih mudah mengingat setiap ayatnya serta permulaan dan akhir setiap halamannya.

5- Setiap yang menghafalkan al-quran pada 2 tahun pertama biasanya akan mudah hilang apa yang telah ia hafalkan, masa ini disebut masa "tajmi'" (pengumpulan hafalan), maka jangan bersedih karena sulitnya mengulang atau banyak kelirunya dalam hafalan, ini merupakan masa cobaan bagi para penghafal al-qur an, dan ini adalah masa yang rentan dan bisa menjadi pintu syetan untuk menggoda dan berusaha untuk menghentikan dari menghafal, maka jangan pedulikan godaannya dan teruslah menghafal, karena meghafal al-quran merupakan harta yang sangat berharga dan tidak tidak diberikan kecuali kepada orag yang dikaruniai Allah swt, akhirnya kita memohon kepada-Nya agar termasuk menjadi hamba-hamba-Nya yang diberi taufiq untuk menghafal dan mengamalkan kitabNya dan mengikuti sunnah nabi-Nya dalam kehidupan yang fana ini. Amin ya rabal 'alamin.

> Sumber: islamhouse.com
http://myquran.org/forum/index.php/topic,42003.0.html


Terima Kasih Sahabat

Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Sumatera Utara Periode 2007-2009 melalui media ini menghaturkan rasa syukur "Alhamdulillah" Segala Puji bagi Allah yang telah memberikan kekuatan, kesabaran, hidayahNya sehingga dalam proses perjalanan PW PII Sumatera Utara Periode 2007-2009 telah berakhir dengan penuh suka dan duka, kesulitan dan kemudahan, semuanya dilalui dalam memecahkan berbagai persoalan yang ada.

Terima kasih kami kepada rekan-rekan sesama Kader Pelajar Islam Indonesia (PII) baik yang sudah berlabel keluarga besar (terutama KB Muda PII Sumatera Utara), yang masih berlabel Pengurus Besar PII, berlabel Pengurus Daerah PII maupun rekan-rekan di komisariat PII se-Sumatera Utara, yang telah memberikan sumbangan-sumbangan dengan berbagai bentuk, baik kongkrit maupun ada yang sedikit abstrak, sumbangan tenaga maupun finansial yang tidak bisa kita hitung jumlahnya.

Kami juga memohon ampun kepada Allah SWT dan memohon maaf kepada seluruh kader Pelajar Islam Indonesia (PII) se-Sumatera Utara atas kinerja kami selama di kepengurusan yang masih banyak kekurangan. Tentunya itu dapat menjadi pelajaran bagi kepengurusan periode selanjutnya sehingga semoga periode kepengurusan ke depan lebih baik dari periode kali ini.

Akhirnya, "Laa yukallifullahu nafsan illa wus'aHa" Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya...

PII Jihad!
Allahu Akbar

Jazakumullah Khoir

Seluruh Personil PW PII Sumatera Utara Periode 2007-2009

SEGELAS SUSU

Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup darimenjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapasen uangnya, dan dia sangat lapar. Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanandari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saatseorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya beranimeminta segelas air.

Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anaklelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu. Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudianbertanya, "berapa saya harus membayar untuk segelas besar susuini ?" Wanita itu menjawab: "Kamu tidak perlu membayar apapun". "Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaranuntuk kebaikan" kata wanita itu menambahkan. Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya danberkata :" Dari dalam hatiku aku berterima kasih padaanda."

Sekian tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalamisakit yang sangat kritis. Para dokter dikota itu sudahtidak sanggup menganganinya. Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimanaterdapat dokter spesialis yang mampu menanganipenyakit langka tersebut. Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukanpemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal siwanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokterKelly. Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hallrumahsakit, menuju kamar si wanita tersebut. Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui siwanita itu.

Ia langsung mengenali wanita itu pada sekalipandang.Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskanuntuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu,Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasuswanita itu. Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnyadiperoleh kemenangan.. . Wanita itu sembuh !!. Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untukmengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanyauntuk persetujuan. Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu padapojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannyake kamar pasien.

Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, iasangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihantersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya. Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatiannyapada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi..
"Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu.." tertanda, DR Howard Kelly. Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa :"Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia".

Aktivis oh aktivis,……..


Sebuah corat-coret dari seseorang yang mengaku “aktivis” 

Aktivis itu adalah seorang manusia biasa. Tidak punya sayap ataupun tongkat. Hanya saja aktivis memiliki kesadaran untuk berbuat “lebih” dan bergerak sesuai dengan caranya tersendiri. Karena aktivis itu identik dengan aktivitas yang lebih dibanding mahasiswa biasa lainnya, maka tak heran bayak kerja yang dilakukan para aktivis ini secara bersamaan. Aktivitsnya ya selain aktivitas wajib kuliah, juga banyak rapat ataupun kegiatan yang dilakukannya. Aktivis juga banyak jenis naungannya, ada aktivis dakwah kampus, aktivis himpunan, aktivis lainnya juga banyak. Masing-masing punya peran dan tugas yang berbeda yang diembannya. Dan banyak pula aktivis-aktivis organisasi lainnya yang berada di luar kampus maupun di lingkungan luar lainnya. (saya termasuk yang mana ya…..?) 


Kalau kita mengartikan makna aktivis secara sempit, maka kita akan mendapatkan definisi aktivis yang diartikan sebagai tugas dakwah dan jalan panjang menuju surga Allah yang dalam perjalanannya itu terdapat banyak rintangan dan tantangan yang penuh onak dan duri. Tugas dakwah yang ditempuhnya itu juga semata-mata bukan hanya tugas dalam rangka memenuhi atau menyelesaikan program-program kerja yang sudah dituliskan, melainkan juga ada tugas dan misi suci yang diemban, yakni pewaris risalah Nabi, berdakwah dan meninggikan Islam dimana pun mereka berpijak.

Tapi ya kembali ke paragraf awal di atas. Aktivis itu bukan manusia suci ataupun merasa diri sok suci. Aktivis manusia biasa juga kok, punya salah dan khilaf juga. Hanya saja yang perlu diacungi jempol bagi para aktivis ini adalah, jika teman-temannya yang lain kuliah hanya sekedar kuliah, atau banyak istilah yang menyebutkan mahasiswa itu berjenis kupu-kupu (kuliah pulang-kulian pulang), atau kutilang (kuliah tidur pulang), maka para aktivis ini memiliki sense of humanity yang lebih dibanding yang lain (terlepas niat apa yang berada di balik aktivitas mereka).

Oke balik ke aktivis yang kita artikan secara sempit. Kita doakan saja semoga apa yang mereka usahakan dan lakukan semuanya atas dasar niat lillah karena Allah semata. Sehingga buah hasil dakwah yang mereka kerjakan bernilai pahala dan dapat memberatkan timbangan mereka dan meringankan langkah-langkah mereka. Terkadang, kita jumpai realitas yang melanda para aktivis. Yang mungkin sering terdengar adalah fenomena futur, disorientasi dakwah, virus merah jambu, dan mungkin banyak lagi kerikil-kerikil kecil yang menyandung perjalanan mereka. Namun, yang disayangkan dari “penyakit” yang melanda aktivis ini kalau tidak diobati secepatnya, akan menjadi parah dan kronis. Pengobatan itu memerlukan “dokter” yang ahli dan berkompeten untuk menanganinya. Selain butuh dokter, juga harus ada kemauan dari diri untuk sembuh dan kembali kepada orbit aktivitas dakwahnya.

Lingkungan juga berpengaruh besar dalam megembalikan semangat juang para aktivis dakwah ini. Terkadang, lingkungan berperan sebagai katalisator yang baik untuk menegmbalikan semangat dakwah para aktivis. Lingkungan memacunya untuk kembali mengemban amanah yang dipikul di pundaknya. Bahkan kata Opick pun dalam lagunya “Obat Hati”, salah satu obat penyakit hati adalah berkumpul dengan orang sholeh. Bahkan, terdapat dalam hadits yang menceritakan mengenai berteman dengan orang shaleh sebagai berikut:

Hadis riwayat Abu Musa ra Dari Nabi saw., beliau bersabda: Sesungguhnya perumpamaan berkawan dengan orang saleh dan berkawan dengan orang jahat adalah seperti seorang penjual minyak wangi (misk) dan seorang peniup dapur tukang besi. Penjual minyak wangi, dia mungkin akan memberikan kamu atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapatkan aroma harum darinya. Tetapi peniup dapur tukang besi, mungkin dia akan membakar pakaianmu atau kamu akan mencium bau yang tidak sedap. (Shahih Muslim No.4762).

Tetapi terkadang, lingkungan juga mampu memvonis sang aktivis ketika sedang dilanda penyakit hati tersebut. Terkadang lingkungan sosialnya menjudge aktivis tersebut karena kesalahan yang diperbuatnya secara individu. Dan akhirnya, kesalahan yang hanya diperbuat dirinya seorang, wajihah ataupun tempat orgnaisasinya bernaung menjadi kena dampaknya juga. Atau, malah teman yang seharusnya beriringan membantu penyembuhannya, justru malah menjauhinya.

Ya, meskipun tidak semua fenomena itu terjadi, namun sedikit juga terdapat kejadian-kejadian tersebut di sekeliling kita. Kita rupanya harus membuka mata dan merapatkan barisan mengokohkan tujuan serta bergandengan tangan. Jangan sampai para aktivis ini hanya disibukkan pembenahan masalah internal saja namun action eksternalnya malah terhambat. Bukankah Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh seperti tercantum dalam surah Ash Shaff ayat 4?...

Baiklah,… di paragraf akhir ini saya berikan sebuah kalimat indah dari Asy Syaikh Hassan Al Banna berikut ini,….

‘janganlah kamu merasa kecil diri, lalu kamu samakan dirimu dengan orang lain. Atau kamu tempuh dalam dakwah ini jalan yang bukan jalan kaum mukminin. Atau kamu bandingkan dakwahmu yang cahayanya diambil dari cahaya Allah dan manhajnya diserap dari sunnah Rasul-Nya dengan dakwah-dakwah lainnya yang terbentuk oleh berbagai kepentingan lalu bubar begitu saja dengan berlalunya waktu dan terjadinya berbagai peristiwa. Kuncinya adalah Tsabat dalam jalan dakwah ini’.

Tsabat itu bermakna teguh pendirian dan tegar dalam menghadapi ujian serta cobaan di jalan kebenaran. Dan baiknya kita merenungi ayat Al Qur’an berikut ini,..

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah SWT. maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada pula yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah janjinya”. (Al Ahzab: 23)..

Ayo para aktivis,.. pesan saya yang utamanya ditujukan pada diri sendiri ini adalah:

Luruskan niat, niatkan semua usaha yang kita lakukan ini semata hanya kepada Allah SWT.

Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.

Jika terdapat aral melintangi perjalananmu, maka kembalilah kepada orbit dakwah, jangan menjadi orang-orang yang berguguran di jalan ini dan menjadi orang-orang yang tergilas oleh zaman pada perjalanan panjang ini.

Dan akhirnya, kita kembalikan semuanya kepada Allah SWT,.. semoga apa yang telah kita usahakan mendapat ridho Allah SWT,,… Amin.


belajar teori vs aplikasi

Jumat pagi pukul 09.00 di ruang 501 kelas Fisika,,……………….

Kami sekelas sedang menjalani ujian mata kuliah Getaran dan Gelombang. Aku dapat tempat paling depan. Berhubung sedang sakit kepala sedari semalam, jadilah aku banyak diam. Lagipula, kurang belajar juga. Pas soal diberikan, aku sedikit kecewa, karena soal ang diberikan sangat sangaaatt mudah.
Dari beberapa bab yang diajarkan, kebanyakan soal Getaran yang keluar. Padahal harusnya proporsi soal kan harus seimbang antara materi Getaran dan Gelombang. Karena fokus belajarku pada materi Gelombang dan sempat kecewa karena aku belajar materi yang hing-high lah, eh yang keluar malah materi yang gampang. Saking gampangnya dan ngga ada prediksi bakal keluar, ya aku ngga mendalami. Jadi dah gak bisa jawab dengan sempurna. (padahal itu soal yang biasa aku kasih sama praktikan sebelum masuk praktikum, nah ternyata jadi soal ujian buat mahasiswa semseter empat).

Setelah bereksperimen dengan kata-kata dan rumus-rumus fisika y(x,t) = A sin (t-kx) aku berhasil mengerjakannya sebelum jam pelajaran usai. Aku duduk di pojok kiri depan pas di samping jendela. Jadilah sambil liat-liat keluar kelas. Ngga ada apa-apa sih, Cuma bangunan mushalla baru yang sepi, karena aktivitas anak-anak LDK masih berpusat di bangunan mushalla lama. Trus, agak jauh ada kantin yang juga emang sepi (konon katanya, karena ibu-ibu penjualnya galak, makanya sepi). Dan di sebelah bangunan mushalla, ada bangunan sementara terbuat dari kayu tempat menaruh genset.

Melihat genset itu, aku jadi berpikir. Tentang materi Fisika Terapan yang pernah aku dapat beberapa munggu yang lalu. Mengenai aplikasi penerapan fisika dalam kehidupan sehari-hari. Aku dan beberapa kelompok teman-teman yang lain mendapat materi tentang pembangkit listrik. Aku kenanya materi pembangkit listrik tenaga uap. Dan ada juga teman yang mendapat materi pembangkit listrik tenaga diesel. Sempat di bahas juga mengenai prinsip kerja genset dalam kehidupan sehari-hari.

Yang aku pikirkan adalah, betapa ternyata materi yang kita dapatkan tersebut, hanya sebatas teori saja. Dan apliaksinya sudah diterapkan oleh para tukang yang sedang membangun gedung baru di samping kelas kami. Jadi ingat apa yang di sampaikan Pak Johan dosen kami, bahwa para tukang-tukang itu tidak belajar materi fisika, namun sudah mengaplikasikannya dalam pekerjaannya, misalnya mengenai penggunaan mesin ketam yang menggunakan kabel sangat panjang untuk menyalakannya. Ternyata bukan karena untuk memudahkan geraknya saja lantas di buat kabel yang sangat panjang. Namun, ternyata dalam rangka mengaplikasikan rumus fisika R = L/A, atau R sebanding dengan L, bahwa semakin panjang kawat tersebut (L) maka akan semakin besar pula hambatannya (R), dan semakin besar hambatan kawat tersebut maka akan mengakibatkan arus yang dikeluarkan untuk pengoperasian alat ketam tersebut menjadi kecil, bersesuaian dengan prinsip Hukum Ohm R = V/I, sehingga dengan arus yang kecil itu tidak akan mengambil arus yang terlalu besar dari listrik yang digunakan.

Dan untuk prinsip kerja genset tersebut, aku juga jadi merenung sendiri. Karena kami mahasiswa Fisika belaja mengenai teorinya sementara bapak-bapak tukang itu yang mungkin saja tidak mendalami pelajaran fisika justru yang mengaplikasikannya. Pernah juga nih berpikir iseng. Kalau sarjana pertanian itu jadi petani, sarjana perikanan itu jadi nelayan, maka sarjana fisika jadi tukang listrik? 

Hmmm, betapa sebenarnya ibrah yang harus di ambil adalah, kita mempelajari sesuatu harus komprehensip atau menyeluruh. Tidak hanya belajar teorinya saja, melainkan juga praktiknya. Sama saja ketika menemui orang yang pandai dalam hal agama namun aplikasinya nol besar. Atau seseorang yang ingin beribadah namun tidak tahu bagaimana caranya karena tidak pernah belajar teorinya. Sama seperti ujian hari itu, ketika hanya fokus pada belajar hitungan (bahkan hitungan tingkat tinggi), namun teorinya tidak paham, bahkan mengerjakan hitungan yang dasar saja sudah benar-benra di luar kepala,…

Belajar sesuatu, jangan setengah-setengah ya………. ;)




KIRIM SMS GRATIS
Jejaring Sosial
Langganan Berita

Masukkan email anda:

Sponsor
Iklan
September 2010
S S R K J S M
« Agu    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
KlikSaya