Dunia PII

Seputar Dunia Aktifis PII

The photo and the text can be changed by modifying the about.php file.Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

User Login

Site Search

Archive for the ‘Terorisme’ Category


Lembutnya cahaya matahari yang baru terbit menerangi tanah yang menghijau oleh lambaian dedaunan pohon-pohon jeruk menandai kehidupan damai warga Palestina sebelum tahun 1948.

Gambaran yang damai itu tiba-tiba berubah, ketika terlihat orang-orang yang tergeletak di tengah genangah darah berwarna merah kehitam-hitaman. Sementara itu, para ibu dengan wajah ketakutan dan menggendong bayi-bayi mereka berlarian untuk menyelamatkan diri. Inilah gambaran situasi ketika kelompok Zionis Israel memborbardir desa-desa di Palestina, Askalan dan Tal Al-Rabei yang sekarang dikenal sebagai Tel Aviv.

Gambaran-gambaran di atas, sekarang bisa dilihat di sebuah tembok sepanjang 50 meter di pintu masuk kamp pengungsi Balata di Tepi Barat. Tembok berisi lukisan tentang penderitaan warga Palestina itu memang dibuat untuk memperingati peristiwa kelam Nakbah 58 tahun silam.

Di bagian lain tembok itu, terdapat lukisan seorang laki-laki tua warga Palestina sedang memeluk kunci rumah miliknya yang sudah dirampas kaum Zionis. Dalam gambar itu, laki-laki tua tadi berkata pada cucu-cucunya, "Suatu hari, kita akan kembali."

Ada juga lukisan yang menggambarkan buruknya kondisi kehidupan warga Palestina di kamp-kamp pengungsian yang hanya terdiri dari tenda-tenda tempat mereka berlindung.

Peristiwa Nakbah dikenang sebagai peristiwa kelam dan menjadi awal penderitaan panjang warga Palestina di bawah penjajahan Zionis Israel. Peristiwa itu diawali dengan penangkapan oleh kelompok Irgun pimpinan Menachem Begin terhadap warga Palestina Tiberius pada 18 April 1948, menyebabkan 5.500 warga Palestina mengungsi.

Tanggal 22 April, kota Haifa jatuh ke tangan para penjajah Zionis yang menyebabkan sekitar 70.000 warga Palestina mengungsi. 22 April, kelompok Irgun membombardir fasilitas-fasilitas milik warga sipil di kota Jaffa, kota terbesar di Palestina pada saat itu, menyebabkan 750.000 warga Palestina yang ketakutan dan panik juga mengungsi.

Kemudian tanggal 14 Mei, sehari sebelum pembentukan negara Israel di atas kehancuran dan mayat-mayat warga Palestina, Zionis Israel berhasil menguasai kota Jaffa dan hanya sekitar 4.500 warga Palestina yang tersisa di kota itu. Sejak itulah dimulai penderitaan panjang warga Palestina di bawah penjajahan Zionis Israel.

Dinding berisi lukisan yang menggambarkan peristiwa kelabu itu merupakan hasil kerjasama para pelukis Palestina yang kakek-kakek mereka mengalami pengusiran pada saat peristiwa Nakbah. Mereka terusir dari rumah-rumah mereka.

"Mereka menghabiskan sepanjang minggu ini untuk membuat lukisan-lukisan yang menggambarkan beberapa fase dilema kehidupan rakyat Palestina," kata Sabri Zawqan, dari Dewan Nasional Hak untuk Kembali bagi para pengungsi Palestina yang memelopori pembuatan dinding lukisan ini.

"Setiap tahun, warga Palestina selalu memiliki ide dan cara untuk mengekspresikan keinginan mereka untuk kembali ke tanah air mereka dan mengungkapkan pada dunia penderitaan yang mereka alami," sambung Zawqan.

Kamp pengungsi lainnya di Askar, sebelah timur kota Nablus di Tepi Barat juga menyelenggarakan peringatan serupa. Mereka menggelar pameran lukisan dan foto anak-anak dari berbagai kamp pengungsian, dengan tema "Bells of Return."

Nevine Al-Qisi, 12, menggambar sebuah kunci yang terkait dengan sebuah gambar peta Palestina bergambar hati, dengan kota Al-Quds di sisi kirinya, disisipkan tulisan 'heart'. Sementara Halimah Ahmad,13, menggambar sketsa seorang laki-laki tua dengan sebuah kunci rumah yang ia tinggalkan pada 1948 tergantung di lehernya, isterinya nampak membawa harta benda milik mereka dan keduanya menuntun cucu-cucu mereka.

Pameran tersebut juga memperlihatkan benda-benda miliki warga Palestina dari tahun 1948, seperti pakaian-pakaian dan belanga-belanga.

Zawqan, seperti jutaan warga Palestina lainnya yang masih memimpikan suatu saat nanti bisa kembali ke tanah air mereka. Mereka selalu menyampaikan mimpi itu dari generasi ke generasi. Menurutnya, para seniman dan pelukis Palestina sudah terus mengkampanyekan hak warga Palestina untuk kembali ke tanah airnya.

"Kami terus membangkitkan budaya ini ke anak-anak kami agar mereka tidak menyerah untuk mendapatkan hak mereka, kami juga terus mengingatkan peristiwa ini dalam pikiran mereka," tambah Zawqan. (ln/iol)

Sebuah Tantangan Besar Penarikan AS dari Irak

Posted by Akbar Muzakki On Agustus - 24 - 2010 ADD COMMENTS Subscribe here

Camp Adder, Irak (ANTARA News/Reuters) - Selama bulan-bulan terakhir pikiran Letnan Satu Sidney Leslie tidak tertuju pada perlindungan konvoi militer AS di Irak dari serangan bom dan pemberontak melainkan pada pengemasan, truk bermuatan dan pulang ke Bedford, Virginia.

Batalion pertamanya, Resimen Infantri ke-116 yang telah menjalani konvoi militer di Irak saat ini sedang berada di antara ribuan tentara yang ditarik keluar karena militer AS mengurangi jumlah pasukannya menjadi 50.000 pada 31 Agustus saat operasi militer selesai.

"Kami memulainya sekitar tiga bulan yang lalu. Seluruh proses untuk mengembalikan barang memakan waktu sebulan penuh," kata Leslie, perwira di pasukan Alpha.

Operasi yang diadakan untuk mengembalikan militer AS di Irak setelah berperang selama tujuh setengah tahun merupakan salah satu tantangan logistik amat besar yang pernah dihadapi.

"Ini merupakan operasi terbesar yang pernah kita alami sejak pembangunan dari Perang Dunia Kedua," kata Letjen William Webster, komandan Angkatan Darat ketiga sembari mengawasi penarikan perlengkapan.

Hampir 100.000 tentara AS telah dipindahtugaskan selama 18 bulan belakangan ini dan banyak tentara NATO yang ke Afganistan untuk melawan pejuang Taliban.

Sekitar 2,2 juta perlengkapan, termasuk ribuan tank, kendaraan militer, serta truk, telah diangkut keluar. Markas yang ditutup berjumlah lebih dari 500 dan beberapa yang berukuran seperti kota kecil juga telah ditutup atau diberikan kepada pasukan Irak.

Perlengkapan seharga 151 juta dolar, berupa SUV, Humvees hingga pengkondisi udara, telah membuat surplus bagi perlengkapan AS dan telah disumbangkan kepada tentara keamanan Irak.

Bermarkas di Pusat Operasi Sementara Adder atau Camp Adder di dekat Nassiriya, 300 km selatan Baghdad, pasukan Leslie memindahkan kendaraan yang setidaknya berharga 20 juta dolar, katanya.

Pasukan logistik bekerja siang dan malam di Camp Adder agar pemulangan militer AS sesuai jadwal.

Seperti yang dikatakan Letkol Scott Smith, batalion pertama Infanteri ke-116 mengemasi sekitar 200 kendaraan. "Sangat banyak kendaraan, tempat parkir motor pun penuh dengan roda," katanya sembari menunggu pesawat untuk ditumpangi menuju Kuwait.

Setiap hari pada pekan-pekan belakangan ini, rombongan truk dan kendaraan militer sebanyak 40 unit atau lebih telah menuju ke selatan, menempuh gurun sejauh ratusan kilometer menuju Kuwait, tempat melancarkan invasi.

Rombongan lebih memilih jalan pada malam hari, agar perjalanannya aman dan mengurangi ancaman serangan bom sisi jalan oleh pejuang Shiah yang kebanyakan berada di selatan. Tetapi dengan berton-ton muatan yang harus dibawa, mereka juga harus berpindah pada siang hari menembus udara panas Irak pada musim panas.

Lebih dari 4.400 tentara AS terbunuh di Irak selama invasi.

Selebihnya, kekerasan telah menurun dari puncak peperangan antarsekte pada 2006-2007, tapi pemboman masih sering dilancarkan, membuat pekerjaan melindungi rombongan AS menjadi berbahaya.

"Rombongan membutuhkan waktu delapan jam. Kami dapat bekerja selama 16 jam dan itu pun nonstop di dalam truk," kata Sersan Kevin Stewart dari Virginia.

"Di jalanan tidak bisa santai," tambah Sersan Barry Curtis.


Negara Masih Rentan

Sebanyak enam brigade militer AS yang ditinggal di Irak menjelang seluruh penarikan pada 31 Desember 2011 akan ditugasi membimbing dan mengawasi polisi Irak serta tentaranya.

Hal ini bukan berarti mereka tidak akan menghadapi pertempuran. Mereka tetap dipersenjatai lengkap dan siap melindungi diri mereka jika dibutuhkan, kata perwira militer AS.

Tetapi, tanggung jawab untuk memerangi pejuang Islam Sunni dan pasukan Shiah akan diserahkan sepenuhnya kepada pasukan tentara Irak.

Menurut sumber pemerintah Irak, negara masih rentan akan kekerasan dan jumlah warga yang tewas hampir berlipat pada Juli dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Para pejuang masih melancarkan serangan mereka karena pemilihan umum pada Maret menghasilkan ketidakjelasan pemenang. Selama belum ada pemerintahan baru, aliansi lintas sekte warga Sunni beradu melawan faksi politis utama negara Shiah.

Sementara itu, pengurangan jumlah tentara AS di Irak merupakan pukulan bagi perusahaan di Kuwait sebab invasi Irak membawa keuntungan. Mereka menanng kontrak untuk memberi makan ribuan tentara, diplomat, serta kontraktor AS.

Satu contoh yang mencolok yaitu Kuwait`s Agility yang dahulunya merupakan usaha kecil bernama Public Warehousing Co. tetapi dalam sekejap menjadi firma logistik terbesar dengan meraup miliaran dolar melalui kesepakatan kerja sama.

Banyak truk yang telah beroperasi bertahun-tahun untuk mengangkut barang keluar dari kawasan pabrik yang berdekatan dengan Kuwait city.

Tetapi selama betahun-tahun saham Agility mencemaskan tentang kesepakatan pasokan AS akan menurun menjelang penarikan pada tahun berikutnya.

Pesawat angkut C-130 diparkir di pangkalan udara Ali Al-Salem, Kuwait, di selatan perbatasan Irak. Sementara tentara AS yang menunggu penerbangan, duduk di dalam tenda ber-AC sembari menonton `American Football` ataupun tidur.

Mereka tidak menghiraukan makanan siap saji (MRE) yang disediakan oleh militer dan beberapa orang menunggu kedatangan Pizza Hut dari restoran di pangkalan.

Sementara, ada beberapa yang menghadapi peperangan yang berbeda di Afganistan, ataupun banyak yang kembali ke kehidupan normal.

Komandan Peleton, Letnan Aaron Pennekamp dari Arlington, Virginia, akan kembali bersekolah pada jurusan hukum.

"Sangat berbeda 180 derajat, duduk di kelas dan membaca buku," katanya sambil tersenyum.

Dia gembira misi di Irak telah selesai. "Untuk beberapa orang, hal ini menyenangkan. Untuk orang lain, kami melakukannya karena kami diberitahu." (BPY/K004)

Salah satu lengan Mu’min al-Qasrawi, seorang bayi Palestina berusia 10 bulan, remuk dan tubuhnya memar-memar karena terjepit conveyor belt di pos pemeriksaan militer Israel di dekat Masjid al-Aqsha. Ibu Mu’min mengatakan bahwa dia sedang menuju Masjid al-Aqsha untuk shalat dan harus menjalani pemeriksaan, ketika tangan bayi itu masuk dan terjepit conveyor belt itu.

Tentara-tentara Israel yang bertugas membiarkan saja mesin itu terus menjepit si bayi, dan bukannya segera mematikan mesin itu sebagaimana biasanya. Mu’min kini dirawat di Rumah Sakit Maqasid di Al-Quds, demikian diberitakan oleh Palestinian Information Center (PIC).

Sementara itu, berbagai pelanggaran hak asasi manusia terus dilakukan oleh penjajah Zionis Israel. Pada hari Selasa lalu, tentara-tentara Israel menculik tujuh orang warga Palestina di Al-Khalil, termasuk seorang perempuan muda bernama Ayat Abu Markhiya yang mereka tahan di salah satu pos pemeriksaan militer. Berbagai barang milik pribadi ketujuh warga Palestina itu dirampas Israel.

Kekerasan juga dilakukan oleh para pemukim Yahudi. Mereka melempari mobil-mobil Palestina yang melewati daerah Nablus selatan sehingga memecahkan kaca-kaca jendela dan menyebabkan berbagai kerusakan lain.
--

NASIRAH (Nazareth)--Dinas intelijen Zionis Israel, Shin Bet, memperlakukan anak-anak Palestina yang mereka tawan dengan kasar dan sewenang-wenang, demikian dilaporkan The Defense for Children International (DCI).

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) ini menggambarkan berbagai pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Shin Bet terhadap anak-anak yang mereka tangkap bahkan karena pelanggaran kecil sekali pun terhadap para pemukim Yahudi.

Belum lama ini Shin Bet menahan dua anak dari kota Usaira yang dicurigai terlibat dalam insiden kebakaran di dekat permukiman Yahudi Yitzhar di Tepi Barat, lalu memenjarakan mereka selama tiga pekan di markas Shin Bet di Petah Tikva.

Anak-anak yang berusia 15 dan 16 tahun itu diciduk dari rumah mereka di Asira, lalu digelandang dengan tangan terborgol dan mata diikat dengan penutup mata. Mereka dikurung di sel isolasi yang tidak berjendela dan berventilasi selama seminggu penuh namun kemudian dibebaskan tanpa dakwaan apapun dan tanpa dibawa ke pengadilan terlebih dahulu.

Menurut kedua anak itu, selama tiga pekan ditahan, mereka jarang diberi makan dan hanya diizinkan keluar dari sel selama satu setengah jam per hari untuk menghirup udara segar.

Hanya satu kali keluarga mereka diizinkan berkunjung selama mereka dalam penahanan, itu pun tanpa boleh berbicara langsung dengan mereka. “Salah satu penjaga penjara, panggilannya ‘Jihad’, mengancam akan menyetrum kami dengan listrik jika kami tidak mau mengakui dakwaan yang dituduhkan kepada kami,” tutur mereka.

Shin Bet membebaskan kedua anak itu setelah terbukti bahwa mereka sebenarnya tengah berada di sekolah, saat kebakaran di daerah pemukiman Yahudi itu terbakar.

Presiden AS, Barack Obama telah mengonfirmasi bahwa 31 Agustus merupakan akhir dari semua operasi tempur AS di Irak.

Sekitar 50.000 dari 65.000 pasukan AS masih berada di Irak saat ini. Mereka dijadwalkan tetap di Irak sampai akhir tahun 2011, untuk membimbing pasukan Irak dan melindungi kepentingan AS.

Obama menyatakan bahwa akhir operasi akan tiba "seperti yang dijanjikan dan sesuai jadwal."

Sementara itu, sengketa tengah mencuat antara Amerika Serikat dan Baghdad sehubungan dengan angka korban terakhir di Irak.

Inti dari pidato Obama adalah pemenuhan janji kampanyenya untuk mengakhiri perang Irak.

Obama membuat pengumuman dalam pidatonya di konvensi nasional the Disabled American Veterans in Atlanta, Georgia.

Menurut Obama, 50.000 pasukan yang tersisa di Irak dimaksudkan untuk melatih pasukan keamanan Irak, operasi kontraterorisme dan melindungi warga sipil Irak.
Perjanjian negosiasi dengan Irak pada tahun 2008 menyatakan bahwa pasukan asing harus pergi dari Irak akhir tahun depan.

"Jangan salah, komitmen kami di Irak saat ini sedang berubah, dari militer yang dipimpin oleh pasukan tentara menjadi upaya sipil yang dipimpin oleh diplomat."
Sementara itu, menurut militer AS, 222 orang tewas dalam serangan bulan lalu. Baghdad mengatakan 535 orang telah tewas dan menjadikan Juli 2010 sebagai bulan paling mematikan dalam dua tahun terakhir.

"Klaim bahwa Juli 2010 adalah bulan paling mematikan di Irak sejak Mei 2008 adalah tidak benar," kata pernyataan militer AS.

AS tidak memberikan penjelasan lengkap tentang mengapa terjadi perbedaan angka ini.

Gay di Irak
Irak tak pernah berhenti menderita. Enam tahun setelah pendudukan pasukan asing di negara ini, kaum gay bermunculan dan menjadi persoalan besar. Entah bagaimana mulanya, tetapi sekarang ini seolah-olah menjadi gay adalah sesuatu yang biasa bagi sebagian warga Irak.

Disinyalir, perilaku dari tentara asing, dan juga permisifnya ajaran Syiah yang kini mengangkangi Irak ikut memicu hal ini. Padahal, walaupun ada, di zaman Saddam Hussein dulu, kaum homo sama sekali tidak pernah diberi tempat.

Akibatnya, sekarang warga Irak bisa dibilang telah terpecah menjadi dua. Warga yang sama sekali tidak menyetujui adanya kaum gay, memburu lelaki yang "dianggap berpenampilan mencurigakan." Karena Irak saat ini benar-benar dalam kondisi yang rusak, maka tidak heran jika terjadi main hakim sendiri.

Bulan lalu, Gay Middle East Timur Tengah mengumpulkan kompilasi serangan terhadap "kaumnya" di Irak yang dipukuli, menghilang dan dibunuh.

Laporan Human Rights Watch tahun lalu menjelaskan bahwa serangan-serangan ini tidak hanya dilakukan karena berkaitan dengan "perilaku berdosa" seksual seseorang, tapi juga karena kaum gay mengingkari gender mereka sendiri.

Dalam satu insiden di Al-Kut pada tanggal 8 Juli lalu, "dua orang yang dikenali sebagai gay dikepung dan dipukuli oleh sekelompok preman karena diduga mengenakan pakaian trendi," rilis Gay Middle East.

Pada tanggal 22 Juli, pasangan lelaki lain dipukuli dan ditangkap oleh polisi di Najaf.

Padahal, seperti kita tahu, Irak, terutama di Baghdad dulunya merupakan salah satu simbol kebesaran dan keagungan Islam, dimana peradaban dunia juga berkibat ke wilayah ini. (sa/albab)


Yahudi di nusantara, termasuk Malaka, menyebar dari dan berpusat di Singapura

Hidayatullah.com--Ada darah “Yahudi” mengalir di sebagian tubuh orang Indonesia. Namun, keturunan Yahudi itu sulit ditemukan, karena jumlahnya sangat kecil. Theo Kamsma yang menulis disertasi mengenai orang Yahudi di kawasan nusantara, harus melebarkan pandangannya hingga ke Selat Malaka.

"Dalam studi saya, sudah saya jelaskan, kalau dipandang dari jumlah di Indonesia saja, orang Yahudi tidak tampak dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus melihat mereka dalam hubungan dengan Singapura, di sana ada dua sinagoga, rumah ibadah agama Yahudi. Itu artinya jumlah masyarakat Yahudi cukup besar," kata Khamsa sebagaimana dikutip Radio Netherland (30/7/2010)

Orang Yahudi ini juga aktif berbisnis, dari Singapura mereka melebarkan bisnis ke Indonesia dan Malaysia. Dari Singapura mereka mengunjungi Indonesia dan Malaysia. Singapura toleran terhadap semua agama, orang Yahudi kerasan di Singapura dan dari sini mereka melakukan aktivitas bisnis.

Jadi kalau mau memahami posisi warga Yahudi di Indonesia, maka kita perlu meletakkannya dalam wadah regional yang lebih besar, kawasan selat Malaka. Demikian Theo Kamsma.

"Maksud saya, kalau kita ambil kawasan Selat Malaka sebagai tempat penelitian, maka jelas ini lebih cocok untuk meneliti dinamika golongan Yahudi."

Menurutnya, kentara sekali pertautan aktivitas mereka dari Indonesia, ke Malaysia dan Singapura, melampaui batas-batas negara yang formal. Ini memang mereka butuhkan, jadi tidak bisa dikatakan, orang Yahudi tidak ada. Mereka ada, dari pusatnya di Singapura mereka beroperasi di kawasan ini.

Meskipun demikian, Khamsa kemudian memperingatkan agar jangan cepat-cepat menyebut jejaring Yahudi ada di kawasan ini, karena acapkali hal ini menjurus ke praduga dan diskriminasi atau antisemitisme. Menurutnya, Israel dan Indonesia sebenarnya sudah lama menjalin hubungan informal.

"Yang juga penting adalah hubungan Indonesia dengan Israel. Gus Dur bukan tokoh pertama yang mencari kontak dengan Israel," katanya.

Sebelumnya sudah ada kerjasama dengan Israel, tentu saja tidak resmi, misalnya pembelian pesawat tempur skyhawks oleh Indonesia dari Israel. Selain itu, ketika terjadi tsunami di Aceh, Indonesia membantah ada pesawat Israel yang mendarat di Batam. Padahal berita ini benar.

"Nah, keberadaan Israel di balik layar dan tersembunyi ini juga simbolis bagi keberadaan warga Yahudi di kawasan ini", tandasnya.

Israel adalah negara yang masih muda dan, lewat berbagai cara, sibuk mencari jaringan yang bisa mendukungnya. Misalnya parlemen Israel mengakui kelompok Yahudi yang berlatar belakang Kristen di Minahasa. Kelompok Yahudi, juga yang ada di perantauan, menjalin hubungan dengan Israel. Jadi kalau orang Israel mau berdagang di Indonesia, misalnya membuka perusahaan minuman kopi, maka mereka terlebih dahulu mencari hubungan dengan sesama orang Yahudi, karena ini lebih bisa dipercaya.

Theo Kamsma menutup penjelasan ihwal warga Yahudi di kawasan Selat Malaka dengan memberi contoh betapa terintegrasinya golongan ini dalam masyarakat setempat, misalnya di Indonesia.

“Kalau kita menyimak kelompok Yahudi di Manado, yang berlatar belakang Kristen, mereka adalah keturunan campuran, Indo Yahudi”. Kepala keluarga Yahudi ini berusaha mendirikan sinagoga di Manado. Ia pendukung PDIP, tapi juga memimpin Pemuda Pancasila yang adalah ormas Golkar. Bahkan ia adalah Ketua Golkar di daerahnya. Rupanya menjadi pengikut dua aliran politik yang berbeda lumrah saja di sana.

Theo Khamsa juga mengaku kenal dengan tokoh Pemuda Pancasila pusat yang ternyata keturunan Yahudi-Jawa. Mereka sempat dekat saat kepala keluarga Yahudi Manado ini tinggal di Jawa. Dalam kelompok Indo Yahudi ini ada koneksi dengan dunia satpam dan sekuriti. Mereka aktif menekuni bisnis ini. Sangat mencolok, salah seorang dari mereka menjadi kepala keamanan di Bali ketika diselenggarakan kongres PDIP, mereka mengawal Megawati. [di/rnw/hidayatullah.com]

Pejabat tinggi militer AS menyatakan adanya kondisi sangat kritis terhadap penyebaran ke publik dokumen penting berisi informasi rahasia tentang perang Afghanistan oleh situs WikiLeaks.

Berbicara pada hari Minggu kemarin (1/8), Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates dan Kepala Staf Gabungan Laksamana Mike Mullen menyatakan keprihatinan mereka tentang potensi kerusakan akibat kebocoran dokumen rahasia perang Afghanistan.

"Sikap saya ini adalah bahwa ada dua wilayah yang bisa dinyatakan bersalah. Salah satunya adalah kesalahan hukum. Dan, itu terserah kepada Departemen Kehakiman dan yang lainnya. Itu bukan wilayah wewenang saya. Tapi ada juga kesalahan moral. Dan, di situlah saya berpikir keputusan bersalah atas apa yang dilakukan oleh WikiLeaks. Mereka telah menempatkan dokumen rahasia ini keluar tanpa apapun alasan dan tidak melihat konsekuensinya, " kata Gates kepada ABC News.

Pernyataannya ini menimpali komentar yang disuarakan oleh Laksamana Mike Mullen, yang mengatakan bahwa beberapa sumber dapat berada di daftar target sekarang sebagai akibat dari kebocoran dokumen rahasia militer AS.

"Potensi untuk biaya yang harus dikeluarkan saya pikir sangat signifikan," kata Mullen dalam acara di stasiun TV NBC's "Meet the Press", menambahkan bahwa publikasi informasi rahasia bisa membuat orang dan operasi militer dalam risiko, dan mempengaruhi hasil akhir dari operasi tersebut.

Pekan lalu, situs whistleblower online WikiLeaks menerbitkan puluhan ribu halaman rahasia tentang perang di Afghanistan. Dokumen mencakup informasi dari tahun 2004-2009 dan mengungkapkan sejumlah inkonsistensi dengan laporan resmi yang dirilis yang berasal dari Gedung Putih dan Angkatan Darat Amerika Serikat.

Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, mengatakan bahwa rilis dari dokumen rahasia - salah satu pengungkapan terbesar dalam sejarah militer AS - hanyalah puncak gunung es.

Assange mengatakan kepada wartawan di London bahwa sekitar 15.000 file mengenai Afghanistan masih sedang diperiksa oleh organisasinya. Dia mengatakan ribuan serangan AS di Afghanistan dapat mengungkapkan bukti kejahatan perang AS di Afghanistan.(fq/prtv)

Wakil PM Inggris: Perang di Irak Ilegal

Posted by Akbar Muzakki On Juli - 22 - 2010 ADD COMMENTS Subscribe here

Wakil Perdana Menteri Inggris Nick Clegg menggambarkan invasi ke Irak pada tahun 2003 sebagai sesuatu yang ilegal, hal itu disampaikannya pada hari Rabu kemarin (21/7), sehingga menempatkan pemerintah koalisi yang baru saat ini di bawah tekanan untuk menjelaskan posisinya terhadap perang tersebut.

Clegg yang juga pemimpin Liberal Demokrat mengatakan hal tersebut sewaktu dirinya berbicara di parlemen, pada saat Perdana Menteri David Cameron sedang melakukan kunjungannya ke Amerika Serikat.

Cameron sendiri, seperti kebanyakan anggota Partai Konservatif - mitra koalisi senior - mendukung keterlibatan Inggris dalam invasi pimpinan Amerika terhadap Irak di bawah pemerintahan Partai Buruh sebelumnya.

Juru bicara perdana menteri mengatakan bahwa pemimpin Liberal Demokrat Nick Clegg hanya mengungkapkan pandangannya bukan pernyataan resmi pemerintah Inggris. Juru bicara PM Inggris ini tidak bisa mengatakan apa posisi yang tepat koalisi tentang hal itu.

Para pengamat melihat, pernyataan Clegg itu dimaksudkan sebagai ejekan terhadap Jack Straw, yang menjadi sekretaris luar negeri selama invasi ke Irak.

"Saya senang untuk memperhitungkan segala sesuatu yang kita lakukan dalam pemerintah koalisi ini, pemerintah koalisi yang telah menghimpun dua pihak yang bekerja dalam kepentingan nasional untuk menyelesaikan kekacauan yang telah tinggalkan oleh pemerintah sebelumnya," kata Clegg.

"Mungkin suatu hari, dan mungkin kita harus menunggu memoirnya Straw, dia bisa menjelaskan perannya dalam keputusan paling buruk dari semua itu, yang mana invasi Irak adalah ilegal," tambahnya.

Juru bicara PM Inggris dalam konferensi pers sewaktu ditanya wartawan apakah pernyataan Clegg juga didukung oleh cameron, juru bicara itu mengatakan: "wakil perdana menteri berhak untuk mempunyai pandangan sendiri."

"Saya tidak percaya pemerintah koalisi memiliki pandangan tertentu mengenai legalitas perang Irak," tambahnya.

Inggris telah menarik sebagian besar pasukannya dari Irak tetapi 9.500 prajurit mereka masih berada di Afghanistan.

Komentar Clegg datang menyusul adanya jajak pendapat dari YouGov untuk surat kabar The Sun yang menunjukkan dukungan untuk partainya turun menjadi 14 persen, terendah sejak Februari 2009.(fq/aby)

Pada musim gugur 2006, Ketua dan CEO Sony Pictures, Michael Lynton, serta temannya Gary Ginsberg, sekarang seorang wakil presiden eksekutif dari Time Warner Inc, mulai mengurutkan sebuah daftar 50 rabbi Yahudi yang paling berpengaruh di AS.

Rekan-rekan mereka ikut merancang dan memberikan masukan kriteria untuk menentukan peringkat para rabbi ini: Apakah mereka dikenal secara nasional / internasional? (20 poin). Apakah mereka memiliki pengaruh politik / sosial? (20 poin). Apakah mereka memiliki keberadaan media? (10 poin). Apakah mereka pemimpin dalam masyarakat mereka? (Poin 10). Apakah. Mereka dianggap pemimpin dalam Yudaisme atau gerakan mereka? (10 poin.) Berapa besar konstituen mereka? (10 poin). Apakah mereka membuat dampak pada Yudaisme dalam karir mereka? (10 poin). Apakah mereka membuat dampak yang lebih besar di luar komunitas Yahudi dan rabinis mereka? (10 poin).

NEWSWEEK merilis daftar pertama sekitar Paskah 2007, dengan sebuah pertanyaan: "Apakah daftar itu subyektif? Ya. Apakah betul dalam konsepsinya? Jelas." Sekarang, di tahun keempat, daftar Lynton dan Ginsberg yang memuat delapan nama baru dan seorang rabi baru di posisi teratas.

1. Yehuda Krinsky—pemimpin gerakan Chabad-Lubavitch, Krinsky adalah bentuk kontemporer dari cabang Hasid. (2009 berada di peringkat No 4)

2. Eric Yoffie—Yoffie mewakili 1.500.000 orang Yahudi di lebih dari 900 rumah ibadat dalam perannya sebagai presiden Uni Reformasi Yudaisme. (2009 berada di peringkat No 8)

3. Marvin Hier—Pendiri Simon Wiesenthal Center di Los Angeles. Hier bekerja tak kenal lelah dalam memerangi anti-Semitisme. Hier mempunyai banyak koneksi dengan para pemimpin dunia, politisi, dan petinggi industri hiburan. Dan itu memberinya sebuah platform internasional yang bisa mempengaruhi orang-orang Yahudi. (2009 berada di peringkat No 2)

4. Mark Charendoff—Seorang yang terkemuka dalam filantropi Yahudi. Charendoff menjabat sebagai Presiden Jaringan Funders Yahudi, sebuah organisasi internasional keluarga, filantropi masyarakat, dan penyandang dana individu. (2009 berada di peringkat No 3)

5. David Saperstein—Ia baru saja pesiun sebagai rabi yang melayani Obama di Gedung Putih. Saperstein mempunyai pengaruh besar di Washington dalam perannya sebagai direktur Agama Pusat Aksi Reformasi Yudaisme. (2009 berada di peringkat No 1)

6. Schmuley Boteach—memanggil dirinya sendiri sebagai "Rabi Amerika." Boteach aktif dalam berbagi pandangannya tentang perkawinan, pengasuhan, dan hubungan dengan dunia, tampil di The Oprah Winfrey Show. Ia juga aktif sebagai konselor berbagai selebriti pada saat mereka krisis dan baru saja merilis bukunya yang terbaru, "The Tapes Michael Jackson." (2009 berada di peringkat No 7)

7. Irwin Kula—Kula, penulis buku terlaris yang menjabat sebagai co-presiden CLAL (the National Jewish Center for Learning and Leadership). Ia dikenal secara nasional untuk komitmennya dalam membentuk kembali lanskap spiritual Amerika. (2009 berada di peringkat No 10)

8. David Ellenson—sebagai presiden Ibrani Union College-Institut Agama Yahudi yang mengembangkan, ia melatih dan mendukung para pemimpin Yahudi. (2009 berada di peringkat No 5)

9. Robert Wexler—Wexler terus mempengaruhi generasi muda Yahudi lewat American University Yahudi. (2009 berada di peringkat No 6)

10. Morris Allen—direktur program Magen Tzedek. Allen mengubah cara pandang dunia tentang kashrut dan isu-isu etis sekitarnya. (BARU)

11. Uri D. Herscher—Herscher adalah pendiri, Presiden dan CEO Skirball Cultural Center di Los Angeles. (2009 berada di peringkat No 9)

12. Norman Lamm—Lamm merupakan kanselir dari Yeshiva University di New York City. (2009 berada di peringkat No 14)

13. David Wolpe—dianggap sebagai rabi mimbar No 1 di Amerika dan seorang pemimpin utama gerakan Konservatif. Wolpe adalah rabi Temple Sinai di Los Angeles. (2009 berada di peringkat No 11)

14. Yehuda Berg—dikenal sebagai otoritas terkemuka di dunia pada gerakan Kabbalah. (2009 berada di peringkat No 13)

15. Joesph Telushkin—Telushkin adalah penulis dan pembicara terkenal di dunia. (2009 berada di peringkat No 15)

16. Menachem Genack—Dalam perannya sebagai CEO dari Uni Ortodoks Divisi Kosher, Genack terus diawasi dan dijaga ketat kaena serangkaian skandal baru-baru ini. (2009 berada di peringkat No 17)

17. Ellen Weinberg Dreyfus—Sebagai presiden CCAR (Central Conference of American Rabbis), Dreyfus merupakan rabi dari hampir 2.000 Reformasi Yahudi. (2009 berada di peringkat No 18)

18. Avi Weis—mengepalai Institut Ibrani Riverdale NY. Weiss baru-baru ini menyebabkan kegemparan di masyarakat Ortodoks dengan keputusan yang kontroversial (2009 berada di peringkat No 38)

19. Jeffrey Wohlberg—Wohlberg adalah presiden Rabbinical Assembly, asosiasi internasional rabi Konservatif. (2009 berada di peringkat No 19)

20. Steve Gutow—Gutow adalah presiden dan CEO Jewish Council for Public Affairs, mengoordinasi hubungan masyarakat dan komunitas Yahudi Amerika. (2009 berada di peringkat No 20)

21. Yehiel Eckstein—Sebagai pendiri dan presiden Internasional Persekutuan Kristen dan Yahudi. Eckstein diakui sebagai otoritas Yahudi terkemuka di dunia oleh Kristen evangelis. (BARU)

22. J. Rolando Matalon—rabi senior untuk Kongregasi B'nai Jeshurun di New York City. Matalon memimpin jemaat lebih dari 1.800 keluarga. (2009 berada di peringkat No 16)

23. Dan Ehrenkrantz—Dalam perannya sebagai presiden dari perguruan rabbi rekonstruksionis, Ehrenkrantz diakui sebagai ahli terkemuka dalam isu-isu yang berkaitan dengan gerakan rekonstruksionis dan sejarah Yahudi Amerika.

24. Haskel Lookstein—Lookstein adalah kepala dari Sekolah Ramaz New York dan rabbi di Kongregasi Kehilath Jeshurun. (2009 berada di peringkat No 22)

25. Sharon Kleinbaum—Kleinbaum adalah rabi senior dari Kongregasi Beth Simchat Taurat, sinagoga terbesar di dunia untuk lesbian, gay, biseksual, dan transgendered Yahudi. (2009 berada di peringkat No 25)

26. Jack Moline—Moline, pemimpin spiritual Gauds Achim Kongregasi di Alexandria, Va., juga direktur Majelis kaum awam tentang Rabbinical terbaru kebijakan publik. (BARU)

27. Steven Wernick—baru saja diangkat menjadi wakil presiden eksekutif dan CEO United Synagogue dari Konservatif Yudaisme. (BARU)

28. Art Green—dekan Ibrani College kaum awam tentang Sekolah Rabbinical, diakui secara internasional sebagai otoritas pada pemikiran Yahudi dan spiritualitas. (2009 berada di peringkat No 27)

29. Peter J. Rubinstein—rabi senior di New York's Central Synagogue. Rubinstein memimpin jemaat lebih dari 1.700 keluarga. (2009 berada di peringkat No 12)

30. M. Bruce Lustig—rabi senior untuk rumah ibadat terbesar Washington, Kongregasi Ibrani Washington. Lustig memimpin jemaat lebih dari 3.000 anggota. (2009 berada di peringkat No 26)

31. Sharon Brous—pendiri komunitas spiritual progresif Los Angeles, IKAR. Brous dipuji untuk kepemimpinannya dan dampaknya dalam masyarakat Yahudi. (2009 berada di peringkat No 31)

32. Michael Siegel—Selain menjabat sebagai rabbi senior di jemaat Emet AnsheChicago Siegel juga dikenal sebagai co-chairman Heksher Tzedek. (BARU)

33. Abraham Cooper—Sebagai dekan dari Simon Weisenthal Center dan Museum Toleransi, Cooper secara internasional dikenal sebagai aktivis hak asasi manusia dan Yahudi. (2009 berada di peringkat No 29)

34. Arthur Schneier—Dikenal sebagai rabi pertama yang menjadi tuan rumah Paus di Taman Timur di New York Synagogue, Schneier juga merupakan pendiri dan presiden Banding dari Yayasan Hati Nurani. (2009 berada di peringkat No 36)

35.Ephraim Buchwald—Buchwald adalah pendiri National Jewish Outreach Program, yang bertujuan untuk menangani masalah-masalah perkawinan dan asimilasi Yahudi. (2009 berada di peringkat No 35)

36. Hurwitz Sara—menjadi perhatian nasional ketika Rabi Avi Weiss (No. 18) menyebutnya sebagai "Rabba." Dia dianggap sebagai rabi Ortodoks wanita pertama di Amerika Serikat, dan dalam hal ini memiliki dampak pada peran perempuan. (BARU)

37. Kerry M. Olitzky—Sebagai Direktur Eksekutif Institut Outreach Yahudi, Olitzky adalah salah satu pendukung rabbi yang terkemuka untuk menjangkau antaragama dan keluarga yang tidak terafiliasi di Amerika. (2009 berada di peringkat No 34)

38. Bradley Shavit Artson—Artson adalah dekan Sekolah Ziegler dari rabinis Studi di Universitas Yahudi Amerika. (2009 berada di peringkat No 40)

39. Naomi Levy—dianggap pemimpin dalam gerakan Konservatif, Levy adalah seorang pembicara dan penulis yang diakui secara nasional serta pendiri dan pemimpin Nashuva yang berbasis di Los Angeles. (2009 berada di peringkat No 39)

40. Harold Schulweis—Selain menjadi dianggap sebagai salah satu tokoh terkemuka dari gerakan Konservatif, Schulweis secara internasional dikenal karena mendirikan Yahudi World Watch. (2009 berada di peringkat No 21)

41. Marc Schneier—Schneier adalah presiden dan pendiri Foundation for Ethnic Understanding, yang berusaha untuk memperkuat hubungan antara komunitas etnis di Amerika Serikat. (2009 berada di peringkat No 33)

42. Zalman Schacter-Shalomi—Schacter-Shalomi dikenal sebagai pendiri gerakan Pembaharuan Yahudi di Amerika. (2009 berada di peringkat Nomor 45)

43. Elliot Dorff—Sebagai ketua Majelis kaum awam tentang Rabbinical dari Komite Hukum dan Standar Yahudi . Dorff menjabat sebagai pemimpin badan legislatif atas Yudaisme Konservatif. (2009 berada di peringkat No 41)

44.Bradley Hirschfield—dikenal secara nasional untuk urusan dialog antaragama dan pluralisme, Hirschfield adalah co-presiden CLAL. (2009 berada di peringkat No 42)

45. Steven Leder—Selain menjabat sebagai Senior Rabbi pada Los Angeles Wilshire Boulevard Temple, Leder juga merupakan penulis buku laris. (Kembali dari 2008)

46. Ed Feinstein—penulis dan pembicara, Feinstein adalah rabi senior di Valley Beth Shalom di Encino, California (2009 berada di peringkat No 44)

47. David Stern—Sebagai rabi senior di Temple Emanu-El di Dallas, Stern memimpin jemaat terbesar di Southwest. (2009 berada di peringkat No 30)

48.Michael Paley—direktur Pusat Yahudi dari Federasi UJA-New York. (2009 berada di peringkat No 50)

49. Jill Jacobs—Seorang pakar terkemuka dalam masalah-masalah sosial-keadilan Yahudi, Jacobs aktif di Dana Yahudi untuk Keadilan. (2009 berada di peringkat No 48)

50. Mark Dratch—Sebagai pendiri JSafe (Lembaga Yahudi Pendukung sebuah Penyalahgunaan Lingkungan Bebas), Dratch adalah pembicara yang diakui secara nasional dan konsultan dalam hal kekerasan dalam rumah tangga, penganiayaan anak, dan penyalahgunaan profesional dalam komunitas Yahudi. (BARU)

(sa/newsweek)

Gambar yang disebar militer Israel untuk membangun opini sesat Gambar yang disebar militer Israel untuk membangun opini sesat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Lalu bagaimana mesin propaganda Israel bekerja dalam pembantaian relawan di Kapal Mavi Marmara? Sebuah artikel menarik ditulis Antony Lerman di situs guardian.co.uk edisi 4 Juni 2010. Di situ dia menceritakan bahwa sesaat sebelum penyerangan terjadi, Israel telah memutus semua jenis komunikasi dari kapal yang ikut konvoi ke pihak lain.

Pemutusan alur komunikasi ini dilakukan Israel atas kesadaran yang tinggi akan pentingnya peran informasi dalam membentuk citra di dunia internasional. Dengan pemutusan itu, maka dunia tidak bisa menyaksikan secara jelas apa yang sesungguhnya terjadi saat itu. Kesaksian para relawan yang diungkapkan secara lisan, tidaklah bisa mewakili kondisi yang sesungguhnya secara tepat.

"Gambar-gambar yang disiarkan Al Jazeera, IHH, maupun sumber lain sesaat sebelum penyerangan, tidak begitu jelas," tulis Lerman dalam artikel itu. Dalam gambar itu hanya terlihat orang terluka, helikopter, dan pasukan yang sedang menembak. Gambar-gambar itu tidak bisa secara detil menghadirikan kepada publik, kondisi yang sebenarnya terjadi.

Saat komunikasi dari kapal terputus, Israel kemudian menyebarkan berbagai gambar yang diperolehnya saat peristiwa tersebut terjadi. Tentu saja, gambar itu sudah mengalami proses editing yang harus menguntungkan pihak Israel. Kemudian militer Israel menayangkan gambar-gambar manipulatif itu di situs Youtube.

Video di situs tersebut menggambarkan pasukan Israel yang terjadi dari helikopter dan dihadang oleh para relawan di geladak kapal. Kemudian di video itu diberi keterangan-keterangan yang menempatkan tentara Israel sebagai 'korban'. Misanya dalam video itu tertulis, kalimat 'para aktivis memukuli tentara Israel dengan besi'.

Sama sekali di situ tidak dijelaskan bagaimana tentara Israel secara membabi buta menembaki para relawan. Kekejaman Israel terhadap para relawan ditutup rapat dan diputarbalikkanya sedemikian rupa agar relawan menjadi terlihat sadis.

Sialnya, video yang dirilis militer Israel ini hingga Selasa petang sudah diklik hampir 2 juta kali. Betapa banyak warga dunia yang menyaksikan video manipulatif itu. Video-video lain yang terkait dengan Mavi Marmara, belum ada yang diklik sebanyak itu.

Lagi-lagi agenda Israel untuk memainkan propaganda pun berjalan saat relawan diturunkan di Ashdod dan dipenjara. Mereka hanya diberikan akses komunikasi secara terbatas. Perangkat perekam yang dibawa para relawan maupun wartawan pun disita militer Israel. Dengan demikian, tidak ada lagi gambar versi relawan yang bisa disiarkan kepada publik.

Kemudian Israel pada kesempatan itu juga merilis gambar saat para relawan yang terluka diangkut ke helikopter untuk dirawat. Lewat gambar ini, Israel seolah-olah ingin menampilkan wajah kemanusiaannya.

Adakah semua cara itu membawa hasil? Meski dijalankan penuh rencana, ternyata propaganda itu tidak berhasil menjadikan citra Israel di mata dunia menjadi positif. Setelah kejadian itu, unjuk rasa mengutuk Israel berlangsung di berbagai belahan penjuru dunia. Sayangnya, kekuatan unjuk rasa itu belum juga berhasil menjadikan Israel mengakhiri blokade Gaza. warga Gaza masih terus berteman dengan derita yang berkepanjangan. (habis)

Edward Said, tokoh yang banyak mengungkap propaganda Israel

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Dalam artikel berjudul Propaganda and War itu, Edward Said juga mengungkapkan bahwa dengan dana tersebut, Israel membayai perjalanan gratis bagi para jurnalis dari seluruh dunia. Dengan kemampuan teknologinya, Israel mampu mengidentifikasi secara personal masing-masing jurnalis yang hendak diundang dalam kunjungan itu. Mereka mampu menuliskan nama jurnalis dengan ejaan yang tepat, alamat email, bahkan nomor kontak jurnalis yang bersangkutan.

Tak hanya jurnalis, Israel juga sanggup membiayai kunjungan para anggota parlemen, pengamat, juga para feminis ke wilayahnya. Dengan dana yang dimiliki, menurut Edward Said, Israel bahkan juga membiayai kampanye pemilu untuk membentuk opini yang mereka inginkan. Sebagai negara besar, Amerika menjadi sasaran utama dalam melancarkan propaganda.

Hasil dari propaganda Israel terhadap masyarakat Palestina itu diungkapkan Edward Said dengan mengutip jajak pendapat yang dilakukan Komite Antidiskriminasi Arab-Amerika. Dari jajak pendapat itu terungkap bahwa mayoritas responden menganggap Israel sebagai panglima demokrasi. Namun demikian, 73 persen dari responden menyetujui adanya negara Palestina.

Satu hal yang dinilai Edward Said mengherankan adalah jawaban mayoritas responden saat ditanya soal persepsi mereka terhadap Palestina. Mereka tetap memberikan citra negatif terhadap Palestina. Kebanyakan responden menganggap Palestina sebagai pihak yang agresif, tidak mau kompromi, dan musuh mereka. Mayoritas responden juga percaya bahwa Palestina sebagai pihak yang mengganggu perdamaian.

Holocaust dan 'kesulitan' yang kini dihadapi Israel menjadi pesan yang sangat dominan dalam proses propaganda. Tidak hanya melalui berita di media massa, isu holocaust juga terus dipelihara melalui museum dan monumen yang dijadikan simbol penderitaan warga Yahudi. Bom bunuh diri maupun ledakan roket di permukiman warga Yahudi juga terus dieksploitasi untuk menunjukkan bahwa warga Israel sedang berada dalam posisi menderita.

Paul Craig Roberts dalam artikelnya yang berjudul Jimmy Carter Spekas Thruth to Propaganda mencatat bahwa Israel telah berhasil mencuci otak warga Amerika lewat propagandanya. Menurut Paul, sedikitnya 90 persen warga Amerika yang mengamati konflik di Palestina mendapatkan sumber informasi dari jalur propaganda Israel. Dari data ini dia menyimpulkan bahwa Israel sudah berhasil mengontrol arus informasi. Kekuatan lobi pun sudah berhasil menjadikan setiap pihak yang mengritik Israel sebagai kalangan yang antisemit yang hendak menghadirkan holocaust kedua. (bersambung)

Mengapa Yahudi Kuat?

Posted by Akbar Muzakki On Juni - 30 - 2010 ADD COMMENTS Subscribe here

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--"Saya tahu mengapa Yahudi kuat.” Ucapan pascatindakan tiran Israel atas relawan untuk Gaza itu membuat saya menoleh. Ketika demi kebenaran politis semua memisah kan kelakuan Israel dengan Yahudi, ia justru menekankan faktor Yahudi, ia benar. Israel tak akan dapat dipisah dari Yahudi. Ia sebut ada dua hal yang menjadi faktor kekuatan Yahudi hingga berani mengabai kan dunia.

Faktor genetis tentu saja. Sebagai keturunan langsung para cicit Nabi Ibrahim mereka jelas berkualitas. Tapi, lebih dari itu, “mereka kaum yang biasa hijrah.” Lorong-lorong sempit di Cordoba Spa nyol membenarkan adanya ‘budaya hijrah’ Yahudi itu. Persis di sisi masjid Cordoba yang dibangun oleh Khalifah Abdurrahman I di abad ke-8 Masehi, perkampungan Yahudi atau Judeira berkembang.

Sebuah perkampungan lama yang hingga kini masih menyisakan rumah Maimonides, intelektual terbesar Yahudi yang banyak berinteraksi dengan pemikir besar Muslim Ibnu Rusyd. Di situ pula satu-satunya sinagog yang tersisa dari ’pembersihan Islam dan Yahudi’ di Spanyol berada.

Dalam riwayat disebutkan bahwa saat Tariq bin Ziyad sukses dalam misi tahun 710 M, di Andalusia sudah terdapat komunitas besar Yahudi , di samping komunitas Visi ghot serta Iberia. Sejarah hijrah Yahudi bahkan dapat dilacak dari masa yang sa ngat lama, seperti pada generasi pertama. Yakni, ketika anak-anak Israil (Nabi Yakub) pindah ke Mesir tempat saudaranya sempat mereka aniaya, (Nabi) Yusuf, menjadi wazir di sana.

Sekitar 800 tahun, Yahudi berjaya di Mesir sebelum kemudian Fir’aun memaksa mereka untuk kembali ke tanah Palestina. Serbuan Nebukadnezar dari Babilonia dan beberapa abad kemudian oleh Roma wi, memaksa Yahudi menyebar ke berbagai wilayah. Di Eropa selama berabad-abad mereka dalam tekanan karena dianggap bertanggung jawab atas kematian Yesus. Dalam kekuasaan Islam Andalusia, Yahudi sangat berjaya. Namun kemudian, di awal abad ke16, mereka dan warga Muslim di kejar-kejar dan dibantai di Spanyol. Di abad ke-20, Hitler menggenapi tekanan atas Yahudi.

Tak ada bangsa yang harus hijrah dan dalam tekanan seberat Yahudi. ‘Sunnatul lah’-nya, wajar bila kemudian tumbuh menjadi bangsa kuat, walaupun, kemudian menjadi semena-mena.. VOC yang meng awali penjajahan atas kawasan nusantara adalah Yahudi. Sistem ekonomi dunia saat ini dibangun oleh Yahudi. Raja dunia, Ame rika Serikat, tak lepas dari kendali Yahudi. Walaupun sukses Amerika sebenarnya ber akar pada semangat hijrah warganya yang berdatangan dari Eropa sejak abad ke-18 untuk mencari peruntungan di tanah baru.

Hijrah sebagai kunci pembangun kekuatan bukan monopoli Yahudi, melainkan prinsip umum. Kebangkitan Cina sekarang an tara lain juga merupakan hasil peran para Hoakiau atau Tionghoa perantauan. Sejarah panjang bangsa Han juga penuh dengan di namika hijrah dan petualangan di daratan Asia, mulai dari ekspedisi Zhang Qian di abad ke-2 sebelum Masehi, hingga ekspedi si laut oleh Cheng Ho di abad ke-13.

Pertumbuhan ekonomi India sekarang merupa kan hasil dari diaspora warganya di seluruh dunia. Hampir tak ada lembaga penting in ternasional, baik badan-badan PBB maupun korporasi, yang tanpa warga India. Mereka bergerak untuk menjadi warga dunia, dengan
tetap menggenggam erat budaya sendiri.

Dalam sejarah masyarakat Quraish, arti penting hijrah dan ekspedisi untuk membangun kekuatan dan kemakmuran sudah ditunjukkan oleh Hasyim. Moyang Nabi Muhammad SAW. Dari Syria hingga Yaman merupakan wilayah jelajahan mereka. Nabi juga membangun kekuatan dan peradaban Islam melalui Hijrah di tahun 622 masehi, dan disusul dengan ekspedisi-ekspedisi ke berbagai kawasan mulai dari Ethiophia, Romawi, hingga Persia. Saat ini semangat hijrah dan eskpedisi di kalangan umat ini sudah sangat lemah. Wajar bila lalu menjadi umat yang lemah dan miskin. Umat, bahkan ulama, lebih sibuk mengkritisi satu sama lain atas nama agama.

Dalam sejarah nusantara, kekuatan dan kemakmuran juga dibangun dengan hijrah dan ekspedisi. Itu dimulai dari masa yang sangat lama, bahkan sebelum Sriwijaya yang di abad ke-8 sudah berdagang hingga Jepang. Majapahit dan kemudian kerajaankerajaan Islam seperti Samudera Pasai, Demak, Gowa hingga Ternate membangun peradaban dengan hijrah dan ekspedisi bisnis.

Semangat seperti itu sekarang jauh dari kuat. Ada jutaan TKI kita bekerja di luar negeri. Namun, umumnya baru sebatas mencari kerja sesaat, dan belum mengusung semangat hijrah. Iklim politik dan ekonomi kita juga tak mendorong "orientasi keluar". Kita umumnya sudah mapan dengan keadaan sekarang yang sepertinya hangat namun melemahkan.

Kita boleh saja mengeluh atas Israel (atau Yahudi) yang semena-mena. Tapi, bukankah lebih penting untuk membuat diri lebih kuat sebagaimana mereka memperkuat dengan semangat hijrah.
Red: irf
Rep: zaim uchrowi

REPUBLIKA.CO.ID,Pakistan akan memantau tujuh situs besar, termasuk Google dan Yahoo, gara-gara link dan konten yang dianggap anti Islam. Seperti dikutip dari Daily Mail, situs YouTube, Amazon, MSN, Hotmail, dan Bing juga akan diawasi oleh pejabat pemerintah, sedangkan 17 situs yang kurang terkenal langsung diblokir karena diduga memuat bahan hujatan.

Langkah itu menyusul larangan sementara Pakistan terhadap Facebook pada bulan Mei. Khurram Mehran, juru bicara Otoritas Telekomunikasi Pakistan, mengatakan, ''Jika ada link tertentu dengan konten yang menyinggung muncul di situs tersebut, link tersebut harus segera diblokir tanpa mengganggu situs utamanya.''

Mehran mencontohkan dari 17 situs yang diblokir adalah IslamExposed.blogspot.com. Blog ini dibuat melalui layanan Blogger Google. Posting fitur situs tersebut dengan headline seperti 'Islam: Ultimate Hypocrisy' dan link ke petisi online anti-Islam. Dia megatakan, di bawah instruksi Departemen Teknologi Informasi, pemerintah telah memulai proses pembatasan dan pemantauan berbagai situs.

Penasehat senior kebijakan Microsoft, Chuck Cosson, mengatakan komitmennya untuk melindungi hak-hak dasar berekspresi sekaligus menawarkan layanan yang menyenangkan pelanggan dan responsif terhadap masalah sosial. Dia meminta pemerintah yang membatasi konten web harus melakukannya dengan cara yang transparan dan akuntabel.
Red: Budi Raharjo
Rep: Antara

David Ben Gurion (Menjabat sebagai Perdana Menteri Israel 1949 – 1954, 1955 – 1963)

"Kita harus mengusir orang-orang Arab dan mengambil tempat mereka." Ben Gurion and the Palestine Arabs, Oxford University Press, 1985.

"Kita harus menggunakan teror, pembunuhan, intimidasi, penyitaan tanah, dan penebangan semua layanan sosial untuk membersihkan ghoyim dari penduduk Arab-nya." Mei 1948, untuk Staf Umum. Dari Ben-Gurion, A Biography, oleh Michael Ben-Zohar, Delacorte, 1978 New York.

"Ada Anti-Semitisme, Nazi, Hitler, Auschwitz, tapi pakah itu kesalahan mereka? Mereka melihat tapi satu hal: kami telah datang dan kita telah mencuri negara mereka. Mengapa mereka menerima itu? " Dikutip oleh Nahum Goldmann di Le Juif Paraddoxe (The Paradox Yahudi), hal. 121-122.

"Desa Yahudi dibangun di tempat desa-desa Arab. Anda bahkan tidak tahu nama desa-desa Arab, dan saya tidak menyalahkan Anda karena buku-buku geografi tidak ada lagi. Tidak hanya buku-buku Arab yang tidak ada, desa-desa Arab juga tak ada lagi di sana. Nahlal muncul di tempat Mahlul; Kibbutz Gvat di tempat Jibta; Kibbutz Sarid di tempat Huneifis; dan Kefar Yehushua di tempat Tal al-Shuman. Tidak ada satu tempat yang dibangun di negeri ini yang tidak memiliki hubungan dengan pemiliknya, penduduk Arab." Dikutip dari The Jewish Paradox, oleh Nahum Goldmann, Weidenfeld dan Nicolson, 1978, hal 99.

"Jangan mengabaikan kebenaran di antara kami sendiri ... politik kami adalah agresor dan mereka membela diri ... Negara ini milik mereka, karena mereka tinggal di situ, sementara kami ingin datang ke sini dan hidup nyaman, dan dalam pandangan mereka, kami ingin mengambil negara mereka." Dikutip dari hal 91-2 dari Chomsky's Fateful Triangle, yang dimuat dalam "Simha Flapan's Zionisme dan Palestina pp 141-2 mengutip sebuah pidato tahun 1938.

"Kalau saya tahu bahwa sangat mungkin untuk menyelamatkan semua anak-anak Jerman dengan mengangkut mereka ke Inggris, dan setengahnya memindahkan mereka ke Tanah Israel, saya akan memilih yang terakhir, bukan hanya karena kebohongan tentang jumlah anak-anak ini, tetapi juga perhitungan historis dari umat Israel." Dikutip dari hal 855-56 dalam Ben-Gurion Shabtai Teveth.

Golda Meir (Menjabat sebagai Perdana Menteri Israel 1969 – 1974)

"Tidak ada yang namanya orang Palestina ... Ini bukan karena jika kami datang dan mengusir mereka keluar dan mengambil negeri mereka. Mereka tidak ada." Laporan The Times Minggu, 15 Juni 1969.

"Bagaimana kita bisa mengembalikan wilayah-wilayah pendudukan? Tak ada seorang pun yang akan memulangkannya kepada mereka sendiri." 8 Maret 1969.

"Setiap orang yang berbicara untuk membawa kembali para pengungsi Arab juga harus mengatakan bagaimana ia bertanggung jawab untuk itu, jika ia tertarik pada negara Israel. Lebih baik bahwa segala sesuatunya dinyatakan secara jelas dan jelas: Kami tidak akan membiarkan ini terjadi." Dalam pidato di Knesset, dilaporkan dalam Ner, Oktober 1961

"Negara ini ada sebagai pemenuhan janji yang dibuat oleh Tuhan sendiri. Akan jadi konyol jika bertanya kepada pemiliknya sendiri." Le Monde, 15 Oktober 1971

Yitzhak Rabin (Menjabat sebagai Perdana Menteri Israel 1974 – 1977, 1992 – 1995)

"Kami berjalan ke luar, Ben-Gurion menyertai kami. Allon mengulangi pertanyaannya: 'Apa yang harus dilakukan terhadap penduduk Palestina?' Ben-Gurion melambaikan tangannya sebagai isyarat yang mengatakan "usir mereka!" Dari memoar Rabin, yang diterbitkan di New York Times 23 Oktober 1979.

"[Israel] dalam 10 atau 20 tahun ke depan akan memindahkan pengungsi Jalur Gaza dan Tepi Barat ke Yordania. Untuk mencapai ini kami harus mencapai kesepakatan dengan Raja Hussein, dan tidak dengan Yasser Arafat. " Dikutip dari David Shipler di New York Times, 1983/04.

Menachem Begin
(Menjabat sebagai Perdana Menteri Israel 1974 – 1977, 1992 – 19951977 – 1983)

"[orang Palestina] adalah binatang buas yang berjalan di atas dua kaki." Dikutip dari Amnon Kapeliouk, "Begin and the 'Beasts',"' New Statesman, 25 Juni 1982.

"Pemisahan Palestina adalah ilegal. Ini tidak akan pernah diakui .... Yerusalem akan selama-lamanya menjadi ibukota kami. Eretz Israel akan dikembalikan kepada orang-orang Israel. Semuanya. Selamanya. " Sehari setelah pemungutan suara PBB untuk memisahkan Palestina.

Yizhak Shamir (Menjabat sebagai Perdana Menteri Israel 1983 – 1984, 1986 – 1992)

"Para pemimpin masa lalu kami meninggalkan pesan yang jelas untuk menjaga Eretz Israel dari Laut sampai ke Sungai Yordan untuk generasi yang akan datang, untuk imigrasi Yahudi, dan bagi orang-orang Yahudi, yang semuanya akan dikumpulkan dalam negara ini." Dinyatakan pada upacara peringatan Tel Aviv untuk mantan pemimpin Likud, November 1990. Jerusalem Domestic Radio Service.

"Penyelesaian Tanah Israel adalah inti dari Zionisme. Tanpa penyelesaian, kami tidak akan memenuhi Zionisme. Sederhana." Maariv, 21-02-1997

"(Orang-orang Palestina) akan hancur seperti belalang ... kepala mereka akan hancur menimpa batu dan dinding." Dalam pidato untuk pemukim Yahudi, New York Times 1 April 1988

Benjamin Netanyahu
(Menjabat sebagai Perdana Menteri Israel 1996 – 1999, 2009 – sekarang)

"Israel harus mengeksploitasi represi dari demonstrasi di Cina, ketika perhatian dunia terfokus pada negara itu, untuk melakukan pengusiran massa antara orang-orang Arab dari wilayah ini." Berbicara dengan mahasiswa di Universitas Bar Ilan, dari jurnal Israel Hotam, 24 November 1989.

Ariel Sharon (Menjabat sebagai Perdana Menteri Israel 2001 - 2006)

"Ini adalah tugas para pemimpin Israel untuk menjelaskan kepada opini publik, dengan jelas dan berani, dengan sejumlah fakta yang melupakan waktu. Yang pertama adalah bahwa tidak ada Zionisme, penjajahan, atau Negara Yahudi tanpa pengusiran orang Arab dan perampasan tanah mereka. " Agence France Presse, 15 November 1998.

"Semua orang harus bergerak, berlari dan mengambil sebanyak-banyaknya puncak-puncak bukit milik Palestina untuk memperbesar permukiman Yahudi karena segala sesuatu yang kita ambil sekarang akan tetap menjadi miliki kita ... Segala sesuatu yang tidak kita ambil, akan tetap menjadi milik mereka." Agence France Presse, 15 November 1998.

Washington (ANTARA News) - Presiden Barack Obama Senin memperbarui sanksi AS terhadap Suriah selama satu tahun, dengan menuduh Damaskus membantu kelompok "teroris" serta memburu program rudal dan senjata pemusnah massal.

Tidak ada perkiraan bahwa Obama siap untuk mencabut sanksi, tapi pembaruan sanksi tersebut terjadi terutama pada waktu sensitif dalam hubungan AS-Suriah, meskipun ada upaya oleh pemerintah AS untuk mengembalikan duta besarnya ke Damaskus, sebagaimana dikutip dari AFP.

AS belum lama ini juga menuduh Suriah dan Iran mempersenjatai Hizbullah dengan roket dan rudal yang makin canggih yang negara itu katakan akan merusak stabilitas di kawasan tersebut.

Obama menyatakan dalam pesan pada kongres untuk memperbarui sanksi yang dijatuhkan oleh bekas presiden George W. Bush pada 2004 itu, bahwa pemerintah Suriah telah membuat "beberapa kemajuan" dalam menekan penyusupan gerilyawan asing yang menuju ke Irak.

Tapi ia menambahkan bahwa "dukungan terusnya pada organisasi teroris dan pengejarannya akan senjata pemusnah massal dan program rudal, akan terus menimbulkan ancaman luar biasa pada keamanan nasional, kebijakan luar negeri dan ekonomi AS".

Obama juga minta pada Suriah untuk menunjukkan "kemajuan" di bidang yang Washington katakan telah membenarkan sanksi, untuk memungkinkan sanksi itu dicabut pada waktu yang akan datang.

Menlu Hillary Clinton pekan lalu memperingatkan Presiden Suriah Bashar al Assad terhadap risiko memicu perang regional jika ia mamasok rudal jarak jauh Scud ke Hizbullah, sebuah kelompok milisi Syiah.

"Presiden Assad akan membuat keputusan yang dapat berarti perang atau perdamaian bagi kawasan itu," katanya pada sebuah kelompok pro-Israel.

Pernyataannya itu menyusul tuduhan Presiden Israel Shimon Peres April lalu bahwa Suriah telah memasok Hizbullah dengan rudal Scud.

Tapi Suriah mengesampingkan tuduhan itu dan memperingatkan Washington untuk menerima keluhan Israel dengan serius.

Beberapa anggota parlemen AS menggunakan tuduhan itu untuk menentang upaya dekat-mendekati antara Washington dan Damaskus.

Pada Februari, Obama mencalonkan diplomat karir Robert Ford sebagai duta besar AS pertama untuk Suriah dalam lima tahun, tapi penunjukannya belum dikonfirmasikan oleh senat.

Bush mengumumkan darurat nasional berkenaan dengan Suriah pada 11 Mei 2004, dan menjatuhkan sanksi ekonomi karena tuduhan Suriah adalah negara sponsor terorisme.

Sanksi itu diperpanjang pada 2006, diperketat pada 2007 dan diperbarui tahun berikutnya.

Hubungan antara Washington dan Damaskus menjadi sangat tegang setelah serangan pimpinan AS di Irak pada 2003, dan pembunuhan pemimpin Libanon Raiq Hariri pada 2005, yang dipersalahkan pada Suriah.

Washington menarik duta besarnya pada Febuari 2005, menyusul pembunuhan Hariri dan mereka memerlukan lima tahun sebelum Ford ditunjuk.

Damaskus membantah keterlibatannya dalam pembunuhan Hariri.

BRUSSELS--Bukan hanya warga Palestina yang gerah dengan sepak terjadi Israel. Kelompok yahudi yang beranggotakan sekitar 3.000 orang di Eropa juga tidak sepakat dengan penjajahan yang dilakukan Israel terhadap Palestina. Kemarin, kelompok yang menamakan diri JCall itu membuat petisi yang menentang keberadaan Israel.

Petisi itu kemudian dikirimkan kepada parlemen Uni Eropa yang berkedudukan di Brussels, Belgia. "Kami berbicara sebagai teman dari Israel," kata David Chemla, seorang perwakilan JCall, seperti dilaporkan Al Jazeera mengutip harian Israel, Haaretz. Kata dia, sepak terjang yang dilakukan Israel bukanlah mewakili Yahudi, dan jelas-jelas keliru.

"Tapi sebagai teman, juga sebagai Yahudi, saya ingin memberi peringatan bahwa yang dilakuan Israel adalah salah," kata Chamla yang pernah tinggal 10 tahun di Israel dan kini memilih pindah ke Prancis. Sebelumnya, Chamla juga merupakan salah satu anggota militer Israel.

Petisi yang diberi judul 'Call for Reason' itu menyebutkan bahwa pendudukan dan penjajahan Israel tidak bisa dibenarkan secara moral maupun politik. Selain itu, kata dia, langkah Israel juga menjadikan dukungan dari komunitas internasional terus mengecil.

Patrick Krugman, seorang pengacara di Prancis, juga anggota komunitas Yahudi Eropa, menambahkan bahwa 'arogansi' Israel menjadikan bangsa tersebut dalam jangka panjang tidak akan pernah aman. Keberadaan Israel, menurut dia, juga terus menghadirkan ketidakadilan bagi Palestina.

Beberapa tokoh kenamaan yang ikut menandatangani petisi melawan Israel itu adalah Bernard-Henri Levy dan Alain Finkielkraut, keduanya filosof terkenal Prancis, Daniel Cohn-Bendit, tokoh Yahudi yang terkenal menetang Israel di tahun 1960-an, juga politisi di parlemen Uni Eropa.

Sebelumnya, gerakan serupa juga muncul di Amerika dan menamakan diri JStreet. JCall mengharapkan agar gerakannya bisa 'nyambung' dengan gerakan JStreet di Amerika. Intinya, mereka semua tidak setuju dengan langkah Israel yang banyak menimbulkan ketidakadilan bagi warga Yahudi sendiri, maupun warga Palestina.
Red: irf
Sumber: al jazeera

Washington -Pemerintah Amerika Serikat mengizinkan operasi untuk menangkap atau membunuh ulama radikal Anwar al-Awlaki yang sekarang tinggal di Yaman. Ulama warga Amerika itu menjadi sasaran karena keterlibatannya dalam merencanakan serangan ke Amerika, Ia dikaitkan dengan percobaan untuk meledakkan satu pesawat yang terbang ke Amerika dan penembakan di pangkalan tentara Amerika.

Menurut laporan suratkabar New York Times, perintah itu diberikan pemerintah Obama awal tahun ini, namun baru saja diungkapkan setelah dilakukan pengkajian kembali kebijakan keamanan. "Bahaya yang disebabkan oleh Awlaki terhadap negara ini tak hanya terbatas pada kata-kata, ia terlibat dalam rencana," kata para pejabat yang tidak disebutkan namanya kepada suratkabar itu.

Kantor berita Reuters juga mengutip para pejabat yang tak disebut namanya, yang mengukuhkan berita itu dengan mengatakan Awlaki telah dimasukkan dalam "daftar orang-orang yang menjadi sasaran Amerika" untuk ditangkap atau dibunuh. Daftar yang dipegang CIA itu diperkirakan berisi orang-orang yang diyakini merencanakan serangan teroris terhadap Amerika Serikat.

"Awlaki sadar pada apa yang telah ia perbuat, dan ia tahu bahwa ia tak akan disambut dengan jabat tangan dan karangan bunga," kata pejabat itu seperti dikutip New York Times.

Awlaki lahir di New Mexico namun sekarang tinggal di Yaman. Ia meninggalkan Amerika pada 2007 dan pergi ke Yaman. Amerika memperingatkan bahwa Yaman menjadi tempat aman bagi al-Qaidah.

Pemerintah Yaman, dengan dukungan Amerika dan Arab Saudi, membom tempat-tempat yang dicurigai menjadi persembunyian al-Qaidah dalam beberapa bulan ini. Namun beberapa pengamat memperingatkan bahwa Yaman mungkin menjadi negara yang gagal karena kerapuhan kekuasaan pemerintah Yaman.

Awlaki dikaitkan dengan serangan seorang mayor tentara Amerika pangkalan di Fort Hood pada November tahun lalu, yang menewaskan 13 orang. Umar Farouk Abdulmutallab, seorang pria Nigeria yang dituduh mencoba meledakkan pesawat yang sedang dalam penerbangan ke bandara Detroit pada hari Natal 2009, diduga bertemu Awlaki di Yaman beberapa minggu sebelum terbang dengan pesawat itu dari Lagos.

Ulama itu menjadi populer di kalangan Muslim radikal karena khutbah-khutbahnya yang bersifat membakar yang menyetujui penggunaan kekerasan sebagai tugas agama. Ia tinggal dan belajar di Amerika Serikat dan menjadi imam di San Diego. Khutbah-khutbahnya antara lain didengarkan oleh dua pelaku pembajakan 9 September 2001.

BBC | YR


MONTREAL--Ulama terkenal asal Kanada, Muhammad Tahir ul-Qadri menerbitkan dokumen 600 halaman berisi petunjuk melawan kekerasan atas nama Islam. Menurutnya, tak satupun perintah agama, atau fatwa, yang menyarankan bom bunuh diri dan tindakan teroris lain untuk memperjuangkan agama. "Ini jihad saya terhadap terorisme," katanya kepada Daily News baru-baru ini.

Menurutnya, Islam adalah agama yang memuliakan kehidupan. "Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan, tidak ada hak membunuh bagi manusia atas manusia lainnya. Membunuh adalah melawan Islam dan lawan setiap agama serta nilai-nilai kemanusiaan," ujarnya.

Qadri kelahiran Pakistan, 59 tahun lalu ini menyatakan dokumennya ini akan segera disebarkan. "Ini akan memakan waktu namun secara bertahap akan bekerja," tambahnya.

Ia yakin dokumen yang dikumpulkannya itu akan membawa hasil yang sangat positif dalam mengubah pikiran pemuda Islam. Namun, dia mengakui bahwa ada banyak pemuda - ratusan, setidaknya - yang berpikir sangat "radikal" bahwa tidak ada yang meyakinkan mereka untuk mengubah cara-cara mereka. "Mereka radikal dan mereka telah dicuci otak juga - jadi sekarang tidak ada tempat di pikiran mereka, tidak ada ruang untuk bukti apapun, setiap argumen atau alasan apapun," katanya.

Qadri mendirikan organisasi Islam Minhaj-ul-Quran di Pakistan pada tahun 1990 dan sekarang aktif di lebih dari 100 negara, termasuk Amerika Serikat. Dia telah mengajar tentang materi kekerasan dalam agama selama lebih dari 15 tahun dan mengklaim sebagai satu-satunya ulama di Pakistan secara terbuka untuk mendukung perang melawan teror setelah 9/11.

Ia melakukan ceramah yang disiarkan setiap hari di seluruh dunia selama satu jam di televisi Islam yang berbasis di Dubai, QTV. Dia juga telah menulis lebih dari 1.000 buku dan memiliki lebih dari 6000 khotbah online. "Saya tidak akan mengatakan, misalnya, fatwa ini akan mengubah pikiran Bin Laden," tambah Qadri. "Tapi saya akan mengatakan bahwa pemuda yang radikal dan di masa mendatang memiliki potensi untuk digunakan untuk pemboman bunuh diri, fatwa ini akan mampu mencegah mereka."
Red: Siwi Tri Puji.B
Sumber: NY Daily News


WASHINGTON--Mantan presiden AS George W Bush mengetahui banyak tahanan di Teluk Guantanamo tak bersalah tapi menolak membebaskannya karena alasan politik, kata seorang pembantu senior Colin Powell dalam dokumen yang disiarkan pekan lalu. Tuduhan tersebut disampaikan oleh pensiunan kolonel Angkatan Darat AS Lawrence Wilkerson, yang pernah menjadi kepala staf Powell, menteri luar negeri pertama Bush, di dalam tuntutan pengadilan oleh seorang mantan tahanan Guantanamo.

Pernyataan ini sebetulnya bukan hal baru. Tuduhan itu pertama kali disiarkan oleh The Times di London, namun para pejabat berwenang bungkam saat dikonfirmasi.

Dalam satu pernyataan yang bertanggal 24 Maret, Wilkerson menuduh wakil presiden Bush, Dick Cheney, dan menteri pertahanan Donald Rumsfeld mengetahui bahwa kebanyakan tahanan yang disekap di kamp tahanan AS pada 2002 tak bersalah tapi percaya "secara politik tak mungkin untuk membebaskan mereka". Wilkerson mengatakan ia membahas masalah tersebut dengan Powell, yang melepaskan jabatannya pada 2005.

"Saya mengetahui bahwa pendapatnya ialah bukan hanya wakil presiden Cheney dan menteri Rumsfeld, tapi juga presiden Bush yang terlibat dalam pengambilan keputusan Guantanamo," tulis Wilkerson. "Banyak narapidana yang ditahan di Guantanamo telah dipenjarakan tanpa peduli apakah mereka benar-benar musuh atau tidak."

Hingga akhir Agustus 2002 "saya mendapati bahwa sebanyak 742 tahanan pertama yang telah tiba di Guantanamo, mayoritas di antara mereka dalam proses penahanan awal mereka dan kapasitas mereka belum menjadi sasaran kajian berarti apa pun".

Anak-anak yang berusia 12 dan 13 tahun dan orang tua yang berusia 92 atau 93 tahun telah dikirim ke Guantanamo, kata Wilkerson, dan dijual kepada pasukan AS dengan harga 5.000 dolar per kepala. Seringkali benar-benar tak ada bukti pasti yang mengaitkan tahanan yang diserahkan tersebut, sehingga tak ada metode sesungguhnya yang diketahui mengapa narapidana telah ditahan, katanya.

Cheney dan Rumsfeld tak ingin membebaskan orang yang tak bersalah karena mereka khawatir tindakan itu akan mengungkap operasi penahanan yang sangat membingungkan itu, kata Wilkerson.
"Pendapat mereka ialah orang yang tak bersalah merana di Guantanamo selama bertahun-tahun dibenarkan oleh perang yang lebih luas melawan teror dan penangkapan sedikit pelaku teror yang bertanggung jawab atas serangan 11 September, atau tindakan lain terorisme," kata Wilkerson.

Penahanan mereka dipandang tak dapat diterima kalau itu mengarah kepada gambaran intelijen yang lebih lengkap dan memuaskan sehubungan dengan Irak, sehingga membenarkan rencana pemerintah untuk mengobarkan perang melawan negeri tersebut, katanya.

Wilkerson juga menuduh Cheney sama sekali tak peduli bahwa kebanyakan tahanan Guantanamo tak bersalah. Cheney dikatakan tak peduli bahwa ratusan orang yang tak bersalah harus menderita agar dapat menahan sejumlah pelaku teror kelas berat.

Pernyataan Wilkerson diajukan untuk mendukung Adel Hassan Hamad, pria Sudan yang ditahan di Teluk Guantanamo dari Maret 2003 sampai Desember 2007. Ia menyatakan ia disiksa oleh agen-agen AS dan mengajukan tuntutan kerugian pada Kamis.
Red: Siwi Tri Puji.B
Sumber: Ant


Rabbi Ahron Cohen mengatakan para pemimpin agama Yahudi berdoa bagi kemungkinan dilucutinya rezim Zionis secara damai.TEHERAN (SuaraMedia) Rabbi Ahron Cohen, pemimpin Masyarakat Yahudi di Inggris, Neturei Karta, mencaci maki Israel karena berpegang pada persepsi polos dan jahat terhadap rakyat Palestina.

Ia mengemukakan hal tersebut kepada kantor berita IRNA di sela-sela "Konferensi Internasional untuk Mendukung Palestina, Lambang dari Perlawanan, Gaza Korban Kejahatan",di Teheran, Kamis. Cohen mengemukakan Zionisme berbeda dengan Judaisme.

Dia mencela dan mencaci maki aksi kekerasan Israel terhadap rakyat Palestina dan mengatakan bahwa pendudukan wilayah Palestina bertentangan dengan Hukum Internasional dan agama tak mengizinkan pertumpahan darah rakyat yang tak berdosa sedangkan Israel melakukan aksi itu setiap hari.

Ia mengatakan agama berasal dari Tuhan dan agama adalah jalan hidup saling-menyayangi. Cohen juga mengatakan agama tak ada hubungannya dengan rezim Israel yang punya persepsi jahat terhadap rakyat Palestina.

"Israel mesti berhenti, seperti rezim apartheid di Afrika Selatan." katanya.

Rabbi Ahron Cohen mengatakan para pemimpin agama Yahudi berdoa bagi kemungkinan dilucutinya rezim Zionis secara damai.

Apa bisakah bangsa Yahudi tinggal di Eropa? Mendengar pertanyaan ini, sepertinya agak sulit untuk percaya, tapi setelah 70 tahun berlalu dalam ketenangan, apakah memang masih ada tempat untuk eksistensi Yahudi di Eropa? Apakah di tahun 2009 ini, bangsa Yahudi bisa tinggal di daratan ini, dalam sebuah komunitas tersendiri? Jawabannya, tersimpan di balik beberapa kejadian dalam pekan-pekan belakangan ini, negatif.

Sekarang, seorang Yahudi tidak bisa lagi berjalan tenang dengan menunjukan identitas ke-Yahudi-annya. Atau juga tak lagi leluasa mengunjungi institusi Yahudi yang tidak dijaga oleh keamanan dan polisi; mereka harus diam di dalam rumahnya, ketakutan. Mereka akan terus begitu, dan hanya bisa ceria lagi manakala bertemu dengan kolega mereka, di sekolah, atau beberapa tempat lain. Di situlah mereka akan bisa memperlihatkan identitas diri mereka.

Turki, Prancis, dan Inggris seakan berubah menjadi neraka bagi orang Yahudi. Mereka harus menyembunyikan Bintang David dan pakaian unik mereka, dan sinagog sama sekali bukan tempat perlindungan yang baik. Jika kita amati, di Turki atau Itali, setiap toko yang dimiliki oleh orang Yahudi selalu saja dijaga oleh polisi. Perlahan-lahan, bangsa Yahudi dipaksa pada sebuah kenyataan, bahwa mereka adalah suatu kaum yang diasingkan. Pengamat Israel menyimpulkan, Yahudi sekarang; ketakutan, malu, dan patuh.

Kebencian Eropa terhadap orang Yahudi sebenarnya mempunyai akar sejarah ratusan tahun, bukan hanya sekarang saja. Sejak lama di berbagai negara Eropa, bangsa Yahudi mengalami diskriminasi. Penolakan mereka untuk beralih menjadi Kristen menyebabkan mereka dipencilkan dan tidak diterima sebagai warganegara. Mereka dipandang sebagai bangsa ingkar yang sudah dibuang Tuhan, dan dicerca sebagai pembunuh Yesus. Penolakan mereka untuk memuliakan raja menyebabkan patriotisme mereka diragukan. Sedangkan Eropa, hampir separuhnya menganut sistem monarki. Tidak heran kalau mereka dilarang memiliki tanah dan banyak pekerjaan tertutup bagi mereka.

Di abad pertengahan, orang Yahudi hanya boleh tinggal di bagian-bagian khusus kota yang disebut ghetto, perkampungan yang dikelilingi tembok dan gerbangnya dikunci pada malam hari. Penghuni ghetto dilarang keluar pada hari-hari tertentu, misalnya pada hari wafat Isa Almasih.

Kebencian yang tertanam ini sewaktu-waktu meledak menjadi kerusuhan luas berupa penjarahan dan pembantaian. Pada masa Perang Salib pertama tahun 1096, bangsa Yahudi mengalami pembantaian besar-besaran di Lembah Rhein. Pada akhir abad ke-13 orang Yahudi diusir secara besar-besaran dari Inggris,dan pada akhir abad ke-14 dari Prancis. Tahun 1492 pengusiran terbesar terjadi di Spanyol. Kepada orang Yahudi
diberi dua pilihan, beralih memeluk agama Kristen atau angkat kaki. Hampir 150 ribu orang meninggalkan Spanyol, pindah ke negara-negara Islam di sekitar Laut Tengah. Yang tinggal mengalami penindasan karena ternyata hanya berpura-pura memeluk agama Kristen. Banyak diantara mereka yang dihukum bakar.

Keadaan pemeluk Yahudi membaik seiring dengan revolusi dan kebangkitan kapitalisme di Eropa. Tahun 1743 pemeluk Yahudi di Inggris diakui sebagai warganegara. Bahkan di masa Ratu Victoria, seorang Yahudi, Benjamin Disraeli menjadi perdana menteri. Revolusi Perancis mengubah kehidupan orang Yahudi. Untuk pertama kali setelah seribu tahun mereka diakui sebagai warga negara tempat mereka tinggal. Lantas, bagaimana dengan keamanan di negeri-negeri Eropa ini? Jawabannya, lagi-lagi, tidak.

Anti-Semitisme adalah fenomena Eropa, dengan jutaan orang yang sekarang tersebar di daratannya dan memantik konflik dengan Israel dan Yahudi. Krisis ekonomi global menjadi isyu pendukung bahwa Yahudi memang penyebab semuanya. Tren ini berkembang pesat di seluruh dunia bahkan. Kondisi Israel persis sepertidulu lagi yang terpojok.

Setelah Perang Dunia II, Yahudi selalu menempel di negara-negara yang kaya. Tapi sekarang, ini tahun 2009, bukan

1939. Yahudi sekarang mempunyai negara; negara yang kaya dan sukses dengan standar Eropa. Pendapatan per-kapita penduduk Inggris saat ini adalah $39,000, dan Israel, bandingkan, sudah mencapai $29,000! Israel bahkan sekarang sudah menjadi 10 negara terkaya di dunia. Kini, ketika anti-Semit meluas, pemerintah Israel sudah menyerukan semua bangsa Yahudi di Eropa untuk menetap di Israel.

Pemerintah Israel menegaskan pada warganya bahwa mereka memiliki tanah air, jadi mengapa harus menjadi warga negara kelas dua di negeri lain? Mengapa menjadi takut akan identitas Yahudi? Jika saja orang Yahudi mau tinggal di Israel, maka nasib 750.000 anak-anak Yahudi yang tersebar di Eropa Barat akan mempunyai masa depan yang jelas. Inilah tujuan obyektif dari Zionisme. Bukankah ketika datang pertama kali ke tanah ini, Zionisme begitu menginginkan rumah pelindung untuk bangsa Yahudi?

Ketika seluruh dunia mengancam bangsa Yahudi, maka menetap di Israel, tanah rampasan hasil menjajah Palestina, sama sekali bukan masalah bagi bangsa Yahudi, tetapi solusi. (erm/ynet/ant) http://www.suaramedia.com

Perdebatan Pengamat Terorisme

Posted by Akbar Muzakki On September - 25 - 2009 ADD COMMENTS Subscribe here

Kita berharap masyarakat tidak terpengaruh pandangan pengamat yang memiliki kepentingan tertentu

Oleh: Sapto Waluyo

Operasi penyergapan Densus 88 Antiteror di Jebres, Solo tak hanya menimbulkan histeria publik, tapi juga kontroversi di kalangan pengamat. Sudah lama masyarakat menunggu hari tertangkapnya buron kelas kakap Polri, Noordin M. Top, setelah rekannya Dr. Azahari bin Husein tertembak di Batu, Malang (2005). Pada jam-jam pertama pasca penyergapan Solo ternyata masih ada pengamat yang menyangkal kemungkinan tertangkapnya Noordin.

Dialah Dynno Chressbon yang mengaku punya sumber penting di kalangan petinggi Polisi dan kelompok radikal. Menurut sumber Chressbon, Noordin sedang iktikaf selama 10 hari menjelang lebaran di Jawa Barat, sehingga mustahil tertangkap di Jawa Tengah (Detikcom, 17/9/2009). Selain itu, Chressbon punya teori tersendiri – mirip dengan pandangan Al-Chaidar, mantan juru bicara Darul Islam-- bahwa Urwah dan Noordin selama ini tidak pernah bersembunyi di tempat yang sama secara bersamaan. Apalagi, di kota Solo yang tergolong hotspot (wilayah utama) dalam pengawasan aparat, itu sama saja dengan menyerahkan diri.

Jika teori Chressbon benar, maka mungkin saja Noordin tertangkap di Jawa Barat, lalu dibawa ke Jawa Tengah untuk dieksekusi. Dalam konteks ini, Polri harus menjelaskan bagaimana faktanya hingga Noordin bisa terperangkap di Solo. Sebaliknya, jika teori Chressbon terbukti salah, maka profil Noordin tidak serelijius dan se-radikal yang dicitrakan. Noordin ternyata tidak sedang iktikaf di mushola atau masjid, tetapi sedang merancang serangan baru pasca Idul Fitri. Apakah sosok seperti itu masih dipandang membawa misi Islam melawan kejahatan negara Barat?

Lebih janggal lagi, walaupun sumber polisi menyebut ciri-ciri salah satu jenazah yang tertembak di Solo sangat mirip dengan Noordin, Chressbon tetap yakin bukan Noordin yang tewas. Alasannya? Belum ada satupun polisi di Indonesia yang mengetahui ciri-ciri Noordin saat ini, jadi tak bisa main klaim begitu saja, ujar Chressbon. Barulah setelah Kapolri mengungkapkan betapa terdapat 14 titik kesamaan dalam sidik jari dengan identitas Noordin yang dimiliki Polri, maka Chressbon tak terdengar lagi komentarnya.

Dulu, pasca penyergapan di Temanggung dan Jatiasih, Chressbon juga pernah meramalkan bahwa Presiden Barack Obama yang akan berkunjung ke Indonesia pada bulan November menjadi target serangan paling prestisius. Ramalan itu diutarakannya di tengah perdebatan tentang perubahan strategi kelompok teror setelah polisi menyatakan bahwa rumah kediaman Presiden SBY di Cikeas menjadi salah satu target operasi pemboman. Mana yang benar, orientasi penyerangan kelompok teroris itu demi melawan kepentingan domestik atau asing? Para pengamat tak punya kata sepakat.

Tentu saja, prediksi Chressbon dibantah keras oleh Kapolri, karena jika diterima begitu saja akan mengganggu kredibilitas pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan SBY dalam menciptakan stabilitas nasional dan keamanan regional. Padahal, SBY dikenal sangat dekat dengan pemerintahan AS. Sebelum pemilihan presiden tahun 2004, SBY berkunjung ke negeri Paman Sam untuk mempresentasikan gagasannya tentang Indonesia yang aman, demokratis dan terbuka, serta bersahabat dengan negara-negara di dunia. Kunjungan serupa juga akan dilakukan pada akhir September 2009, sebelum pelantikan SBY untuk periode kedua.

Kedatangan Obama akan membuktikan keramah-tamahan bangsa Indonesia. Karena itu, tak boleh ada seorang teroris pun yang mengusiknya. Kalau bisa, tak seekor nyamuk pun yang mengganggu. Apalagi, sekadar igauan seorang pengamat terorisme yang menjabat Direktur Pusat Studi Intelijen dan Keamanan Nasional (SIKNAL). Chressbon tak membantah sanggahan Kapolri, walaupun ia mengaku mendapat informasi kunci dari aktivis kelompok radikal Islam. Mengapa Polri tidak memeriksa Chressbon secara intensif dan menelusuri sumber informasinya yang kritikal itu? Siapa tahu memang ada isyarat ancaman terhadap Obama; atau jika tak ada, sekurang-kurangnya bisa dipastikan tak ada celah kealpaan dalam pengamanan VVIP sedikitpun.

Hubungan antara aparat keamanan dan para pengamat dalam isu terorisme di Indonesia memang unik. Keduanya seperti berbagi peran untuk meyakinkan publik bahwa tindakan keras melawan teroris memang harus dilakukan. Pengakuan mengejutkan disampaikan Hermawan Sulistyo, peneliti LIPI yang mengkaji sejarah kekerasan di Indonesia. "Noordin itu hanya dipakai sebagai ikon oleh pemerintah bahwa dia itu gembong. Coba saja lihat saat nama Noordin muncul pada Bom Bali I, peran dia dalam aksi itu sangat kecil, dia bukan yang utama. Artinya dia dipakai sebagai image building," jelas Hermawan (Detikcom, 18/9/2009).

Astaga, kalau benar begitu maka persepsi publik terhadap keahlian dan kekejaman Noordin harus direvisi kembali. Termasuk juga, klaim polisi bahwa Noordin merupakan seorang Qoid (pemimpin) dari Tanzhim (organisasi) Al-Qaidah di Asia Tenggara. Pada mulanya, Noordin memang hanya murid pengajian yang dipimpin Mukhlas di madrasah Lukmanul Hakim di Johor Baru. Setelah Bom Bali I, Mukhlas dkk tertangkap, tiba-tiba Noordin dan Azahari menjadi bintang perakit bom. Keahlian keduanya dalam merakit bom tak pernah dibuktikan, karena polisi lebih suka mengeksekusi mati ketimbang memeriksanya di pengadilan.

Hermawan yang pernah terlibat dalam penyelidikan Bom Bali I menjelaskan fakta lain yang mengejutkan, ternyata saat ini berdasarkan catatannya saja ada 400 orang yang diketahui memiliki keahlian merakit bom. Catatan polisi atau pengamat lain mungkin lebih banyak lagi, Pernyataan ini sudah pasti tidak sembarangan, karena Hermawan menjadi konsultan Polri saat menulis buku putih Bom Bali I. Bila informasi ini valid, maka ‘Azahari-azahari’ atau ‘Noordin-noordin’ baru akan segera bermunculan, entah karena mereka mampu meningkatkan kapasitasnya atau sengaja dipromosikan media massa.

Keyakinan macam itu dimiliki oleh pengamat asing, Ken Conboy, yang menengarai kondisi Indonesia belum terjamin aman pasca tewasnya Noordin. Conboy percaya, sebelum meninggal, gembong teroris itu pasti telah menyiapkan aksi 'balas dendam'. "Dia memiliki banyak waktu untuk memikirkan aksi balas dendam. Tapi saya pikir, polisi akan menindaklanjuti dugaan ini. Mereka harus tetap waspada," kata Conboy yang pernah menulis buku tentang Kopassus dan intelijen di Indonesia (The Strait Times, 18/9/2009). Menurut Conboy, meski pemimpinnya telah tewas, bukan berarti jaringan teroris terputus. Mereka memiliki kemampuan yang baik untuk membentuk kembali kelompok baru setelah kematian Noordin.

Sinyalemen aksi balas dendam ditepis Nasir Abbas, mantan petinggi JI yang kini telah beralih profesi menjadi penulis buku dan komentator. Aneh juga, Nasir tidak diekstradisi ke Malaysia untuk diadili, malah dibiarkan bebas berkeliaran di Indonesia membentuk citra diri baru sebagai pengamat terorisme yang populer. Nasir beropini, balas dendam tidak dikenal dalam kelompok JI. Penyerangan tetap ditujukan kepada aset milik Amerika Serikat, bukan sasaran pribadi. Padahal, pengamat lain pernah berteori: aksi bom Marriott-Ritz Carlton merupakan serangan balasan atas eksekusi pelaku Bom Bali I. Demikian juga dulu, saat terjadi bom di depan Kedubes Australia (2004), ada yang menyimpulkan sebagai balasan atas penahanan Abu Bakar Ba’asyir yang disebut pemimpin spiritual JI.

Pandangan manakah yang dipakai aparat untuk memastikan motif serangan teroris selama ini? Semuanya tergantung kesaksian para tersangka yang masih hidup, barang bukti yang tersedia dan kedekatan analisis pengamat dengan narasi besar yang sedang dibangun Polri. Karena itu, penemuan laptop, hard disk, dan dokumen di lokasi penyergapan Solo sangat penting untuk menyempurnakan jalan cerita gembong teroris di Asia Tenggara. Jasad Noordin belum bisa dibawa pulang ke Malaysia sebelum narasi hitam itu tuntas.

Bobot kisah Noordin harus dikemas lebih seru karena dia telanjur ditahbiskan sebagai pentolan JI setelah tertangkapnya Hambali. Penasehat senior International Crisis Group (ICG), Sidney Jones, yang paling getol menguak jejak Noordin dan sejarah JI. Menurut Jones, JI mengalami perpecahan internal pada 2003. Sejak itu, Noordin memimpin kelompok sempalan yang tidak tunduk kepada JI pusat dan merasa menjadi wakil Al-Qaidah di Indonesia dan Asia Tenggara. "Penting untuk dibedakan antara kelompok Noordin dan JI. Dia memang anggota JI, tapi selama lima tahun belakangan ini sudah menjadi ketua kelompok sempalan, dimana bergabung beberapa anggota JI, tapi mereka tidak tunduk kepada JI sebagai organisasi," simpul Jones.

Tewasnya Azahari dan Noordin ternyata bukan akhir sebuah cerita dan tuntasnya pekerjaan rumah aparat keamanan. Situasi aman juga masih jauh dalam impian rakyat. Ada pihak yang menginginkan agar tragedi itu terus berlangsung, sehingga terorisme bak proyek keamanan yang berimplikasi pada pembesaran anggaran dan mobilisasi personal. Bahkan, saat ini telah muncul proposal untuk membentuk Badan Anti Terorisme Nasional yang akan menggantikan Desk Anti Terorisme di kantor Menko Polkam. Usulan untuk merevisi UU Anti Terorisme serta membahas RUU Intelijen semakin kencang, meskipun RUU Rahasia Negara sudah ditarik kembali oleh pemerintah.

Peran media sangat penting dalam menggiring opini publik. Setelah Noordin tewas ditembak Densus 88, kini tampil tokoh lain yang belum begitu terkenal, antara lain Para Wijayanto. Tokoh ini sudah masuk daftar pencarian orang di Polri. Sosok Wijayanto digambarkan media sebagai orang yang disegani Noordin. Dia merupakan senior Noordin saat pelatihan di Moro, Filipina. Wijayanto diduga kuat orang yang membujuk Noordin agar mau masuk ke Indonesia dalam pelarian dari Malaysia.

Pengamat lain menyebut Syaifuddin Zuhri sebagai pelanjut Noordin karena dia mampu merekrut calon ‘pengantin’ (pelaku bom bunuh diri) dalam waktu singkat darikalangan remaja yang lugu. Selain itu, masih ada tokoh sekelas Dulmatin dan Umar Patek yang bersembunyi di Filipina. Peran mereka mungkin akan segera tampil ke muka setelah Noordin tiada.

Mana di antara sejumlah figur misterius itu yang akan mewarisi bintang Noordin? Tergantung hasil perdebatan pengamat yang akan dilansir media massa. Pendapat pengamat berfungsi sebagai opsi yang dapat dipilih aparat untuk memantapkan langkah yang diambil, bisa juga sebagai justifikasi atas tindakan aparat yang sulit dijelaskan kepada publik.

Kita berharap masyarakat tidak terpengaruh pandangan pengamat yang memiliki kepentingan tertentu, sehingga terjebak pada stereotipe yang menyudutkan umat Islam. Akal sehat harus tetap dijaga di tengah perang opini yang sangat gencar. [www.hidayatullah.com]